Novel Cerita Hot Sex 2018 Tubuh Ibu Dosen Bahenol

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Ini terjadi saat saya kuliah. Kisah Seks yang ingin saya bagikan dengan teman-teman saya adalah pengalaman cerita orang dewasa dan cerita seks saya dengan dosen saya. Dia mengajar bahasa Inggris.

Novel Cerita Hot Sex 2018 Tubuh Ibu Dosen Bahenol

Seiring waktu, sekarang saya bisa kuliah di universitas saya. Nama saya Jack, sekarang saya tinggal di Yogyakarta dengan fasilitas prima. Saya pikir saya cukup beruntung untuk bekerja di perguruan tinggi jadi saya berpenghasilan tinggi.

Mulai dari reuni SMA saya di Jakarta. Setelah itu saya bertemu dengan dosen bahasa Inggris saya, kami mengobrol dengan familiarnya. Ternyata Ibu riska masih segar pas dan sangat seru.

Penampilannya luar biasa, mengenakan rok mini yang ketat, kemeja tank top sehingga lekuk tubuhnya terlihat begitu jernih. Jelas dia masih muda karena ketika saya masih di SMA dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami.

Sekolah saya hanya terdiri dari dua kelas, yang kebanyakan adalah perempuan. Cukup lama saya mengobrol dengan Ibu riska, kami rupanya tidak sadar akan waktu yang berjalan begitu cepat sehingga para undangan harus pulang. Lalu kami berjalan munuju ke gerbang sambil turun kelas tempat aku belajar SMA dulu.

Tiba-tiba ibu saya bangkit untuk mengingat bahwa tasnya tertinggal di kelas sehingga kami terpaksa kembali ke kelas. Saat itu hampir pukul dua belas malam, kami sendirian. Lampu di tengah jalan adalah semua yang tersisa. Sesampainya di kelas, Ibu riska juga mengambil tasnya lalu aku teringat masa lalu seperti apa di kelas bersama teman. Lamunanku lenyap saat ibuku memanggilku.

Mengapa Jack?

? Ah .. tidak apa-apa?, Jawabku. (sebenarnya suasana diam dan sangat merinding yang membuat keinginan saya bergolak apalagi ada ibu riska disamping saya, membuat hati saya selalu berdebar).

Ayo pulang Jack, saya kehabisan transportasi, kata Ibu riska.

? Haruskah ibuku mengantarku dengan mobil?, Jawabku ragu-ragu.

? Terima kasih Jack?

Tanpa sengaja saya mengekspresikan hati saya pada Ibu riska bahwa saya menyukainya, Oh Tuhan, apa saya? M lakukan?, Di hatiku.
Ternyata hal-hal lain mengatakan, Ibu riska diam dan langsung keluar kelas. Saya panik dan mencoba meminta maaf. Ibu riska sudah bercerai dengan suaminya yang berkulit putih, dia bilang suaminya kembali ke negaranya. Aku tercengang mendengar pernyataan ibuku tentang riska. Kami berhenti sejenak di depan kantornya, lalu Ibu bangkit mengambil kunci itu dan masuk ke kantornya, kupikir apa yang harus masuk ke kantornya di malam hari.

Novel Cerita Hot Sex 2018 Tubuh Ibu Dosen Bahenol

Saya lebih penasaran lalu masuk dan berniat membawanya pulang tapi Ibu riska menolak. Aku merasa tidak enak lalu menunggunya, memeluk bahu Ibu riska, cepat Ibu riska mau menolak tapi ada kejadian tak terduga, Ibu riska menciumku dan aku balas balik. Oh .., senang banget aku ini, maka cepat aku berciuman dengan semua kegembiraan saya yang laten. Rupanya Ibu riska tidak mau kalah, dia menciumku dengan keinginan yang sangat besar untuk mengharapkan kehangatan seorang pria. Aku sengaja menurunkan dadanya yang besar, Ibu bangkit terengah-engah sehingga ciuman kita menjadi panas maka sebuah perjuangan yang sangat menggairahkan. Ibu riska memainkan tangannya ke arah batang pangkal paha jadi saya sangat terangsang. Lalu aku meminta Mrs riska untuk melepas bajunya, satu per satu kancing bajunya terbuka pelan, aku melihat dengan penuh hasrat. Ternyata dugaan saya salah, dadanya yang menurut saya kecil itu sangat besar dan cantik, BH-nya berenda hitam dengan model yang sangat seksi. Karena saya tidak bisa menunggu maka cium lehernya dan sekarang ibu riska setengah telanjang, saya tidak ingin segera menelanjanginya, jadi perlahan saya menikmati keindahan tubuhnya. Jadi kupikir aku ingin bercinta denganmu saat ini .. Jack, tutup pintunya dulu, dia berbisik dengan suara yang sedikit gemetar, mungkin menahan orang gilanya yang juga mulai bangkit. Tanpa dua petunjuk, secepat kilat aku langsung menutup pintu depan. Tentu menjadi situasi yang aman dan terkendali. Setelah itu saya kembali ke Ibu riska. Sekarang aku berjongkok di depannya. Lepaskan rok mini dan kendurkan kedua kakinya. Wow, seberapa halus kedua paha. Basis bebek yang terlihat terbungkus celana dalam sangat minim.

Sambil mencium pahanya, tanganku meluncur di sekitar selangkangannya, meremas senggangnya dan klitorisnya yang besar. Lidahku naik. Ibu riska menggelinjang melelinjang dengan desah lembut. Akhirnya, menjilati saya ke pangkal paha. Apa yang kamu inginkan sshh sshh ?, dia bertanya pelan sambil memegangi kapal dengan kencang. Ooo? oh .. oh ..?, nafsu ibu riska ngidam saat lidahku mulai bermain di gundukan kenikmatan liang. Sepertinya dia masih memakai celana dalamnya. Serangan itu diperbaiki. Aku melepaskannya. Sekarang rahasianya ada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris besar sesuai dengan harapan saya. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut kurang. Lidahku lalu diputar di bibir kemaluannya. Perlahan mulailah masuk ke dalam dengan gerakan melingkar yang membuat Ibu lebih mudah bangkit, harus mengangkat pinggulnya. Aahh? Kamu sangat pandai. Belajar dari mana hh ?? Tanpa ragu Ibu riska mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celana yang menonjol karena batang pangkal paha tegak, menguleni sesaat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku menjulurkan lidahku dan memainkannya di dalam mulutnya. Lidahnya terpelintir sampai dia sepertinya diinginkan. Mula-mula Ibu bangkit seperti hendak memberontak dan melepaskan diri, tapi aku tidak membiarkannya. Mulutku sepertinya menempel di mulutnya. Uh kamu mengalaminya begitu ya. Dengan siapa? Pacarmu ?, dia bertanya antara ciuman yang membara dan mulai liar. Saya tidak menjawab. Tanganku mulai bermain dengan payudara yang menarik. Biarkan aku tidak menggangguku, jauhkan dia. Sekarang dia bertelanjang dada. Tak puas, langsung aku menembak rok mini. Nah sekarang dia telanjang. Betapa baiknya tubuhnya. Padat, kencang dan halus putih. ? Tidak adil. Kamu juga harus telanjang ..? Ibuku dilucuti baju, celana, dan celana dalamku yang terakhir. Tangkai pangkal penisku yang tegak lurus segera terjepit. Tanpa perintah kita jatuh di tempat tidur, berguling, saling tumpang tindih. Aku menunduk menatap selangkangannya, mencari dasar kesenangannya. Tanpa pengampunan mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Ibu riska mulai mengeluarkan jeritan yang menahan lezat. Hampir lima menit kami menikmati permainan. Selanjutnya aku merangkak naik. Mendorong pangkal pahaku ke mulutnya. ? Gantian dong ..? Tanpa menunggu jawaban saya segera memasukkan pangkal pahaku ke mulut mungilnya. Awalnya agak sulit, tapi dia bisa menyesuaikan diri untuk waktu yang lama agar tidak pangkal pangkal batang ke rongga mulut. ? Justru ada nikmatnya .., Selama ini suami yang sama bermain seks gimana ??, tanyaku sambil mencium payudaranya. Ibu riska tidak menjawab. Sebagai gantinya dia mencium bibirku dengan penuh semangat. Tanganku bergantian memainkan kedua payudara kenyal dan selangkangan yang mulai basah. Aku tahu, wanita itu telah kacau. Tapi aku sengaja membiarkannya penasaran sendiri. Tapi lama sekali saya tidak tahan juga, pangkal paha sudah sangat ingin mendongkrak liang kenikmatan. Perlahan aku mengarahkan jalanku yang kaku dan kaku ke selangkangannya. Saat saya mulai menembus liangnya, saya merasa tubuh Ibu sedikit gemetar. ? Ohh ??, dia mendesah sedikit demi sedikit pangkal pahaku masuk ke liangnya. Setelah seluruh entri saya masuk, saya segera bergoyang-goyang di atasnya. Aku semakin terangsang oleh jeritan kecil, mooing dan kedua payudara yang bergoyang-goyang. Tiga menit setelah saya kugenjot, Ibu riska menjepitkan kakinya ke pinggang saya. Pinggulnya diangkat. Ternyata dia akan orgasme. Batang pangkal paha saya meningkat. Ooo? ahh? hmm? ssshh ??, mendesah dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang didapat. Aku membiarkan dia menikmati orgasme untuk sesaat. Aku mencium pipinya, dahi, dan wajahnya yang berkeringat. Sekarang Ibu bangkit kembali. Menungging di atas meja .., sekarang kita main dong di atas meja ok!? Saya mengatur tubuhnya dan Ibu riska menurut. Dia sekarang bertumpu pada siku dan kakinya. ? Apa gaya lain ini ??, tanyanya. Begitu siap saya mulai bangkit dan menggelengkan tubuhnya dari belakang. Ibu riska menjerit lagi dan mendesah merasakan kenikmatan yang tak ada bandingannya, yang mungkin tak pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah orgasme naik dua kali, kita putus. ? Lelah?, Tanyaku. Kamu aneh. Sampai mau hancur tulang belulangku? ? Tapi Bu itu enak sekali?, Jawabku sambil meremas payudaranya yang menggemaskan. ? Ya deh kalau lelah. Tapi tolong sekali lagi, saya ingin masuk untuk mengeluarkan sperma saya. Nih tidak bisa lagi memegang pangkal paha. Sekarang Ibu bangkit di atas?, Kataku sambil mengatur posisinya. Aku merangkak dan dia duduk di pinggangku. Tangannya membimbing saya untuk memegang tongkat pangkal paku saya ke dalam selangkangannya. Setelah memasuki tubuhnya kunaik-menurunkan irama dari bawah. Ibu si riska tersentak dalam irama goyahku yang tumbuh lebih cepat dan lebih cepat. Payudaranya yang memantul menambah gairah saya. Apalagi disertai dengan berteriak dan menjerit sebelum orgasme. Saat mencapai orgasme saya tidak memiliki apa-apa. Saya langsung mengubah posisi menjadi gaya konvensional. Ibuku bangkit dan aku menembaknya dari atas. Mendekati klimaks saya meningkatkan frekuensi dan kecepatan pangkal paha saya. ? Oh Ibu riska .., aku mau keluar ya ahh ..? Segera sperma saya menyembur dalam kesenangannya. Ibu riska kemudian mengikuti klimaks. Kami memeluk erat-erat. Aku merasakan liangnya begitu menjepit pangkal pahaku dengan hangat. Lima menit lagi kita berada dalam posisi santai. Kami memeluk, mencium, dan saling meremas lagi. Rasanya seperti tidak puas dengan kesenangan yang baru saja kita rasakan. Setelah itu kami terbangun di pagi hari, kami keluar untuk sarapan dan mengobrol kembali. Ibu riska harus mengajar hari itu dan di sore hari aku bisa menjemputnya. Sore telah tiba, Ibu bangkit mengangkat mobilnya. Kami makan di mal dan kami kembali ke tempat parkir. Di tempat parkir yang kami bereaksi, aku mulai menciumi lehernya. Ibu bangkit mengangkat matanya dengan mata terpejam, dan tanganku mulai meremas kedua payudara. Nafas Ibu terengah-engah, dan tanganku bergoyang di antara kedua pahanya. Celana dalam itu basah, dan jari-jariku membelai belahan dada yang imajinatif itu. “Uuuhh .., mmmhh ..?, Ibu riska menggelinjang, tapi gairah saya sudah sampai di puncak kepala dan saya paksa buka baju dan rok mini. Aaahh ..! Ibu riska dengan posisi menantang di kursi belakang dengan memakai a bra merah dan CD merah aku segera mencium putingnya yang besar dan masih terbungkus BH seksinya, bergantian ke kiri dan ke kanan. Tangan ibu terangkat membelai bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersedak membuatku semakin tidak sabar. Aku melepas celana dalamnya, dan bukit kemaluannya muncul aku langsung mengubur kepalaku di tengah sampai dua paha .. Ehhh? mmmhh .. tangan ibu riska meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar saat bibir kantuknya kucumbui sesekali lidahku bergerak ke perutnya dan menjilatnya perlahan-lahan .. Ooohh .., aduuuhh ..? Ibu bangkit mengangkatnya kembali saat lidahku tergelincir di antara belahan dadanya yang masih kencang. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemalanya mulai terbuka. lidah membelai klitorisnya yang membuat tubuh ibuku riska melonjak dan bernapas Ibu riska sepertinya mau. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya membesar dan mengeras. Saat aku berhenti menjilati dan mengisap, Ibu riska terbaring tak terengah-engah, matanya terpejam. Dengan tergesa-gesa aku membuka semua bajuku, dan kuku-kukuku yang lurus naik ke langit-langit, membelai pipi ibuku. ? Mmmhh?, Mmmhh .., ooohhm ..?. Saat Ibu bangkit membuka bibirnya, aku mendorong pangkal paha, sekarang dia mulai mengisap. Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya. ? Oouuuh Ibu riska .., enaaaak .., teruuuss ??, ereman. Ibu riska terus mengisap selangkangan poros saat ia mengusap lobang lobangnya yang juga sudah banjir karena terangsang melihat tangkai pangkal paha saya begitu besar dan kuat untuknya. Selama hampir 20 menit dia mengisap pangkal pahaku dan segera merasakan sesuatu di dalamnya ingin melompat keluar. “Ibu riska .., ooohh .., enaaak .., teruuus?, Teriakku. Dia mengerti bahwa aku ingin keluar, jadi dia menguatkan hisapan dan sambil menekan liang kenikmatan, aku melihatnya tersentak dan menutup matanya, lalu .., ‘creet .., suuurr .., ssuuur ..? “Oughh .., Jack .., enak ..?, Moan tertegun karena mulutnya tersumbat oleh pangkal pahaku. Dan karena mengisapnya terlalu kuat, akhirnya aku tidak cukup kuat untuk menahan ledakan itu dan sementara aku memegang kepalanya, aku menuangkan penisku ke mulutnya, “Crooot .., croott .., crooot ..?, Banyak bunga api tumpah di mulutnya? Aaahkk .., ooough ?, saya bilang puas saya masih tidak merasa lemas dan masih bisa lagi, saya akan naik ke atas tubuh ibu saya riska dan bibir saya meremukkan bibirnya. selangkangan ada di mulutku Ibu saya riska dan aroma riska ibuku di mulutku, bertukar lidah saat lidah kita berputar. Dengan tanganku, kugesek-menggesekkan kepalan pahaku ke celah di selangkangan ibuku, dan sesaat kemudian aku merasakan tangan Ibu naik pantatku dari belakang Ohm, masuk .., augh .., masuk? Perlahan alur saya mulai meledak ke kemaluannya dan ibu saya semakin mendesah. Segera kepala selangkangan saya ditekan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu langkah, atasi rintangan Ibu riska memekik kecil, aku menekan lebih dalam dan mulutnya mulai ngomong, “Aduhhh .., ssshh .., iya .., cont Inue .., mmmhh .., aduhhh .., bagus .., Jack? Aku memeluk punggung ibuku, lalu membalik tubuh kita sehingga Ibu bangkit sekarang duduk di pinggangku.

Aku bisa melihat pangkal paha menempel ke pangkal kemaluannya. Tanpa perlu diajari, Ibu riska segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jari saya bergantian meremas dan menggosok payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kita balapan ke atas. Lewat beberapa waktu, gerakan pinggang riska semakin menggila dan dia membungkukkan tubuhnya dengan bibir saling menindih. Tangannya mencengkeram rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Merasakan cairan hangat di seluruh pangkal pahaku. Setelah tubuh ibuku meninggi, aku mendorongnya ke punggungnya, dan saat memeluknya, aku mengejar puncak orgasmenya sendiri. Saat saya mencapai klimaks, Ibu riska pasti merasakan semprotan air saya dalam kenikmatan kotoran, dan dia mengeluh lemas dan merasakan orgasme kedua. Sudah lama kami terengah-engah, dan tubuh kami basah kuyup karena keringat masih saling bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme yang pernah terjadi saat itu rasanya ingin mengalahkan segala sesuatunya. waktupun terus berjalan saya berbaring tubuh saya sejenak dan membayangkan kesenangan yang telah terjadi saya tidur tidak merasa bangun waktunya sudah menunjukkan jam 05.00 setelah mengetahui pagi hari Ibu riska saya bangun akupun selamat tinggal untuk pulang. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *