Cerita Sex Terbaik Kepuasan di Dalam Perselingkuhan

Blog Dewasa Online Chat Seks Cerita Sex Terbaik Kepuasan di Dalam Perselingkuhan – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Sex Terheboh 2016 Sama Teman SuamikuCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Awalnya aku hanya iseng mengobrol mengisi waktu luang di waktu jam istirahat, Namun lama-kelamaan Dewi salah satu staffku yang agak manis malah penasaran dan bertanya lebih jauh tentang orgasme. Ya sebuah misteri yang kelihatannya mudah namun susah diungkapkan.

Cerita Sex Terbaik Kepuasan di Dalam Perselingkuhan, cerita dewasa, cerita dewasa baru, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa terhot, cerita dewasa mesum, cerita dewasa terkini, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa seru, cerita dewasa perselingkuhan, cerita dewasa sedarah, cerita dewasa perawan, cerita dewasa abg, cerita dewasa tante, cerita dewasa janda, cerita dewasa terselubung, cerita dewasa bondage, cerita dewasa blowjob, cerita dewasa threesome, cerita dewasa bergambar sex, cerita dewasa bugil, cerita dewasa paling baru, cerita dewasa gay, cerita dewasa masturbasi, cerita dewasa onani, cerita dewasa ngentot, cerita dewasa bercinta, cerita dewasa bersetubuh, cerita dewasa telanjang, cerita dewasa ml, cerita dewasa free sex, cerita dewasa chat sex, cerita dewasa abg bispak, cerita dewasa mesum terbaru 2016
Ilustrasi Foto Sex Dalam Perselingkuhan

Memang banyak sekali wanita yang belum sadar akan arti pentingnya sebuah orgasme, bahkan menurut penelitian hanya 30% wanita yang dapat meraih orgasme, banyak hal-hal yang mempengaruhi wanita dalam meraih orgasme, baik dari faktor si wanitanya ataupun dari faktor prianya atau bahkan dari suasana, perasaan, dll. Termasuk Dewi salah satu staffku ini, selama menikah 2 tahun lalu, dia belum tahu apa itu orgasme, yang dia tahu hanya rasa enak saat penis suaminya memasuki kewanitaannya, Dan berakhir saat penis suaminya menyemprotkan cairan hangat kedalam kewanitaannya.

Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar ceritanya, lalu aku korek lebih jauh tentang perasaan, foreplay, gaya, waktu, dan lain-lain tentang hubungannya dengan suaminya, Dengan malu-malu Dewi pun menceritakan dengan jujur bahwa selama ini memang dia sendiri penasaran dengan apa yang namanya orgasme namun dia tak tahu harus bagaimana, yang jelas saat berhubungan dengan suaminya dia cukup foreplay, bahkan suaminya senang mengoral kewanitaannya sampai banjir, dan selama penis suaminya masuk sama sekali tidak ada rasa sakit, yang ada hanya enak saja namun tidak bertepi, rasanya menggantung tidak ada ujung, dan tahu-tahu sudah berakhir dengan keluarnya sperma suaminya ke dalam kewanitaannya.

“Kira-kira berapa lama penis suami kamu bertahan dalam kewanitaan kamu?” tanyaku.

“Mungkin sekitar 10 menit” jawabnya pasti.

“Gaya apa yang dipakai suami kamu?”

“Macam-macam, Pak, malah sampai menungging segala”

Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya yang polos.

“Kira-kira berapa besar penis suami kamu?”

“Berapa ya?, saya tidak tahu Pak!” jawabnya bingung.

Akupun jadi bingung dengan jawabannya, tapi aku ada tidak kekurangan akal.

“Waktu kamu genggam punya suami kamu pakai tangan, masih ada lebihnya tidak?”

Dewi diam sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.

“Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”

Aku tak dapat menahan senyumku.

“Maksud kamu, ‘helm’nya masih nongol?”

“Ya!” Dewipun tersenyum juga.

Aku suruh tangannya menggenggam, aku pandangi secara seksama tangannya yang sedang mengepal, yang berada dalam genggamanku, sungguh halus sekali, Namun aku sadar bahwa aku ditempat umum.

“Aku perkirakan penis suami kamu berukuran 10-14 cm, berarti masih normal, Wi!”

“Bagaimana dengan kekerasannya?” tanyaku lagi.

“Keras sekali, Pak, seperti batu!”

Aku diam sejenak mencoba berfikir tentang penghambatnya meraih orgasme, sebab dari pembicaraan tadi sepertinya tidak ada masalah dalam kehidupan seksnya, tapi kenapa Dewi tidak bisa meraih orgasmenya?

“Kok diam Pak?”

“Aku lagi mikir penyebabnya.”

“Apa mungkin masalah lamanya, Pak? Sebab sepertinya saya sedikit lagi mau mencapai ujung rasa enak, tapi suami saya keburu keluar” terangnya.

Aku diam sejenak, mencoba mencerna kata-katanya, tapi tak lama Dewi sendiri membantahnya.

“Tapi, tidak mungkin kali, Pak, sebab biarpun kadang lebih lama dari sepuluh menit, tapi tetap saya merasa hampir di ujung terus, tanpa pernah terselesaikan.”

Aku sedikit mengerti maksudnya,

“Maksud kamu, kalau 10 menit kamu maunya semenit lagi? Namun kalau 12 menit atau 15 menit pun kamu maunya tetap semenit lagi?” tanyaku.

“Ya, betul, kenapa ya Pak?”

Aku kini mulai mengerti posisi sebenarnya, kemungkinan besar ada titik dalam vaginanya yang belum tersentuh secara maksimal, Itu kesimpulan sementara, Namun aku belum sempat mengucapkan apa-apa, keburu jam istirahat kerja habis.

“Ya udah Wi, nanti kita terusin via SMS, oke?”

“Oke deh!” sahutnya riang sambil meninggalkan aku.

Di meja kerjaku, aku kembali memikirkan benar-benar masalah yang Dewi hadapi, sebenarnya ada niat untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, karena setelah aku pikir-pikir Dewi punya kelebihan di Buah dada dan pantatnya yang besar juga kulitnya yang bersih dengan bulu-bulu halus, Namun Dewi akrab dengan istriku, dan aku sendiri kenal sudah lama dengannya dan suaminya, ini yang jadi masalah, Lama aku berfikir, akhirnya aku putuskan untuk mencoba menolongnya semampuku tanpa mengharapkan apapun darinya, Aku yakin aku bisa membantunya berbekal pada pengalamanku selama ini.

Aku kirim SMS kepadanya, “Wi, Sepertinya masalah kamu agak kompleks, Kalau sempat, bisa tidak nanti pulang kerja kita cari tempat yg enak utk mengobrol?”

5 menit aku tunggu belum ada jawaban juga, Aku jadi tegang sendiri, jangan-jangan dia marah, karena aku dianggap kurang ajar, Tapi untunglah tak lama HPku bergetar 2x pertanda SMS masuk, Aku langsung lihat pengirimnya Dewi, aku baca isinya.

“Boleh, tapi jangan di tempat sepi ya.., kata nenek itu berbahaya”

Aku tersenyum membaca balasannya yang sedikit bergurau, lalu aku balas kembali,

“Wi, jangan salah tangkap ajakanku ya.. aku cuma tidak enak saja kalau kita terlalu mencolok, karena kamu istri orang & aku suami orang juga”

Singkat kata Pukul 5 sore kami janjian ketemu di sebuah rumah makan yang nyaman di daerah Jakarta timur, Suasana rumah makan yang agak temaram menambah rileks obrolan kami, Sambil makan kami melanjutkan obrolan kami yang tadi siang, Aku utarakan kesimpulan sementaraku bahwa ada kurang sentuhan di area vaginanya, aku sarankan agar nanti malam mencari titik tersebut dan jika sudah ketemu aku suruh Dewi meminta kepada suaminya untuk menekan lebih kuat saat hubungan intim, Dewi mengangguk mengerti.

“Menurut Bapak, apakah body saya cukup bagus?”

Tiba-tiba saja Dewi bertanya seperti itu. Aku kaget mendengarnya, berarti kemungkinan Dewi kurang percaya diri dengan tubuhnya, dan menurut yang aku tahu ini sangat berbahaya untuk meraih orgasme.

“Wi, dalam sebuah hubungan intim, Jangan merasa body kamu jelek atau vagina kamu tidak wangi atau buah dada kamu jelek atau apa saja yang menurut kamu negatif, itu faktor yang sangat penting dalam meraih orgasme, Ingat Wi, kalau tubuh kamu tidak bagus kan tidak mungkin suami kamu mau mencumbu kamu, dan mau berhubungan dengan kamu!”

“Justru kamu harus berfikir bahwa wajah dan tubuh kamu sangat bagus, buktinya suami kamu minta melulu, kan?”

“Tapi, saya tidak nyaman dengan perut saya yang tidak ramping”

“Wi, yang lebih gendut dari kamu banyak, ingat itu, lagian menurutku perut kamu tidak terlalu gendut, Biasa saja!” jawabku tegas.

“Pokoknya malam ini, kamu coba untuk menghilangkan rasa tidak percaya diri kamu, dan saat ada sentuhan nikmat yang kamu bilang tidak berujung, suruh suami kamu menekannya lebih kuat, itu saja dulu, besok aku tunggu kabarnya!”

Aku jadi terkesan menyuruh, mungkin karena dikantor Dewi bawahanku, sehingga menjadi kebiasaan. Karena waktu sudah menunjukan jam 19.00 kami pun pulang ke rumah masing-masing, aku antar Dewi sampai tempat dia biasa menunggu angkot.

Keesokan paginya, Aku baru saja ngopi dan HP baru aku aktifkan, Sudah ada pesan dari Dewi, bunyinya singkat, “Belum berhasil, Pak!”.

Aku lihat dikirim jam 23.10 malam, berarti kemungkinan Dewi mengirimnya saat baru selesai berhubungan dengan suaminya.

Sampai dikantor aku baru membalas SMSnya.

“Memang kenapa?”

Tak lama Dewi pun membalasnya.

“Tidak tahu kenapa, apa nanti sore kita bisa ketemu lagi, Pak?, saya merasa nyaman mengobrol dengan Bapak.”

Aku berfikir tentang arti pesannya, Apakah dia mengajakku selingkuh? Atau hanya perasaanku saja? Atau memang dia hanya ingin mengobrol saja? Sebagai lelaki jelas aku tidak mungkin menampiknya, Sorenya kami janjian di tempat yang kemaren, dan ungkapan Dewi yang jujur sangat mengagetkanku.

“Pak, terus terang, keinginan saya untuk meriah orgasme jadi tambah kuat, tapi herannya malah saya inginnya dari Bapak, Entahlah saya yakin sekali saya bisa meraihnya bersama Bapak”

Jantungku terasa berhenti berdetak mendengarnya, belum selesai aku menenangkan pikiranku, Dewi kembali melanjutkan pembicaraannya.

“Tapi bukan berarti saya ingin berhubungan dengan Bapak lho, saya hanya ingin tahu kenapa perasaan saya begini?”

Aku hanya diam, namun aku mengambil kesimpulan dalam hati bahwa kemungkinan Dewi terkesan dengan aku karena aku atasannya, bisa saja dia tanpa sadar kagum dengan cara kerjaku, atau apalah yang berhubungan dengan pekerjaan, Karena kalau secara fisik tidak mungkin, jauh lebih ganteng dan atletis suaminya dari pada aku.

Namun hal ini tidak aku ungkapkan kepadanya.

Suasana hening diantara kami beberapa saat, tapi tiba-tiba saja tangan Dewi meraih tanganku,

“Pak.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya

Tatapan mata kami beradu, Aku melihat ada gairah disana, Aku balas meremas jarinya, Sentuhan halus kulitnya terasa menimbulkan percik-percik gairah di antara kami, Akhirnya aku beranikan diri untuk mengajaknya,

“Wi, Bagaimana kalau kita diskusi langsung dengan praktek untuk meraih orgasme kamu?” suaraku terasa agak bergetar, mungkin agak canggung.

“Terserah Bapak deh” jawabnya manja sambil mencubit tanganku.

Pucuk dicinta ulampun tiba, aku segera membayar makanan kami dan langsung menuju hotel, sepanjang jalan ke hotel, jari-jari kami saling bertaut mengantarkan kehangatan ke jiwa kami, Dan setelah sampai di kamar hotel yang asri, Kami lamgsung mulai.. Meskipun awalnya agak canggung, Namun akhirnya kami dapat menikmati semuanya,

Masih dalam keadaan berpakaian, aku memeluk tubuh Dewi yang padat, bibir kami saling melumat lembut, kadang lidah kami saling kait dan saling dorong, sehingga gairah di dada kami semakin membuncah, Satu per satu pakaian kami bertebaran dilantai, seiring dengan nafsu kami yang semakin menggebu, Kini Seluruh organ tubuhku bekerja untuk memenuhi hasrat Dewi, aku rebahkan tubuh mulusnya di ranjang, sungguh pemandangan yang indah dan mendebarkan, dengan kulit tubuh yang putih bersih kontras dengan bulu-bulu halus dipermukaan kulitnya apalagi di kemaluannya yang begitu lebat menghitam. Aku langsung mengelus buah dadanya yang padat dengan lembut, sementara mulut dan lidahku menciumi dan menjilati centi demi centi tubuhnya tanpa terlewati,

“Tubuh kamu bagus sekali, Wi!” Aku mencoba memberinya rasa percaya diri.

Sementara Jilatanku sudah sampai pada vaginanya, aku sibakkan bulunya dengan lidahku, aku kemut lembut klitorisnya, kadang lidahku menusuk langsung vaginanya, Jari-jariku ikut membantu memberi kenikmatan dengan memilin-milin puting buah dadanya yang semakin mencuat, Sehingga membuat Dewi mengerang dalam nikmat, Sementara Dewi pun tidak tinggal diam, dia balas mengelus dadaku, kadang ujung dadaku di pilinnya, Tangan yang satunya lagi meremas-remas dan mengocok senjataku sehingga semakin meregang kaku dalam genggamannya, Yang aku yakin berdasarkan ceritanya pasti punyaku lebih besar dari pada punya suaminya, Gairah yang membuncah didadaku membuat aku lupa bahwa aku punya tugas untuk mengantarnya meraih orgasme.

Tubuh kami berguling-guling dikasur saling memberikan rangsangan dan kenikmatan, hingga akhirnya Dewi sendiri yang tidak tahan dan mengambil inisiatif, dia langsung mengangkangi tubuhku, dan langsung memegang senjataku untuk dibimbing kedalam liang surganya, Perlahan, centi demi centi, senjataku memenuhi rongga vaginanya berbarengan dengan rasa nikmat dan hangat disenjataku, Cengkraman vaginanya yang begitu kuat terasa mengurut senjataku, Dewi terus menggoyangkan pantatnya yang bulat padat, Tanganku memilin kedua putingnya, butir-butir keringat mulai membasahi tubuh kami berdua, tak lama Dewi berteriak histeris dan menggigit pundakku, tubuhnya mengejang kaku, dan wajahnya agak memerah melepas orgasmenya,

Aku berhasil mengantarnya meraih orgasme, Tubuhnya diam sejenak diatas tubuhku.

“Terima kasih, Pak” ia mencium keningku.

“Saya masih mau lagi” ucapnya serak.

Sungguh diluar dugaan, mungkin karena baru kali ini dia meraih orgasme, Dewi begitu liar, hanya beberapa detik, tubuhnya mulai bergoyang diatas tubuhku, Dan anehnya lagi, Hampir disetiap gaya Dewi bisa meraih orgasmenya begitu cepat, Mungkin ada 6 kali dia sudah orgasme tapi dia belum puas juga, sementara aku sendiri bersusah payah menahan orgasmeku, Aku benar-benar ingin memuaskan dahaganya, Apalagi saat gaya doggy, sambil meremas buah pantatnya yang bulat, aku benar-benar tak kuat lagi menahan semprotan dalam spermaku, sentuhan buah pantatnya di pangkal senjataku menambah sensasi tersendiri.

Bacaan sex top: Cerita Mesum 2016 Dosa Terindah Bersama Angga

“Wi, aku mau keluar, di dalam atau di luar?” sambil aku mempercepat kocokanku.

“Di dalam aja Pak, cepat sodok yang kuat!” erangnya.

Akhirnya Seluruh tubuhku bagai tersetrum nikmat, aku melepas orgasmeku, menyemburkan cairan hangat ke dalam kemaluan Dewi yang telah basah berbarengan dengan kedutan-kedutan kecil hangat dari dalam liang vagina Dewi.

Yah, kami orgasme berbarengan, Sungguh nikmat sekali.

Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, namun Dewi kelihatannya belum puas juga, aku sampai bingung sendiri, biasanya istriku sekali orgasme tidak bisa lagi orgasme, Namun memang pernah aku baca ada wanita yang seperti Dewi.

Akhirnya waktu jualah yang harus memisahkan kami, kembali ke kehidupan nyata, Aku dengan istriku dan Dewi dengan suaminya, Namun sejak saat itu hubungan kami semakin hangat membara, Ada satu kelebihan Dewi yang tidak bisa aku lupakan, Vaginanya sangat mencengkram meskipun sudah puluhan kali kami berhubungan, Pernah aku Tanya katanya dia sering minum jamu, Dan Dewi sendiri pun jelas sangat membutuhkan orgasme dariku, Karena terakhir cerita dia belum bisa meraih dengan suaminya, entahlah sampai kapan.. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Sex Terhot 2016 Istri Teman Akrabku

Blog Dewasa Terpanas Cerita Sex Terhot 2016 Istri Teman Akrabku – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Mesum 2016 Dosa Terindah Bersama AnggaCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Kenalkan nama saya Anis, usia 40 tahun, berat badan 57 kg, rambut hitam lurus dengan warna kulit antara kehitaman dan kemerahan. Sejak kecil saa tergolong pendiam, kurang pergaulan dan pengalaman. Saya berasal dari keluarga yang hidup sederhana di suatu desa agak terpencil kurang lebih 3 km dari ibu kota kecamatanku. Saya dibesarkan oleh kedua orangtuaku dengan 5 saudara perempuanku. Jujur saja saya adalah suku B, yang ingin mengungkapkan pengalaman hidupku yang tergolong aneh seperti halnya teman-teman lainnya melalui cerita porno di internet.

Singkat cerita, setelah saya menikah dengan seorang perempuan pilihan orangtuaku, saya mencoba hidup mandiri bersama istri sebagai bentuk rasa tanggungjawab saya sebagai suami dan kepala rumah tangga, meskipun rasa cintaku pada istriku tersebut belum mendalam, namun tetap saya coba menerima kenyataan ini siapa tahu di kemudian hari saya kami bisa saling mencintai secara penuh, lagi pula memang saya belum pernah sama sekali jatuh cinta pada wanita manapun sebelumnya.

Cerita Sex Terhot 2016 Istri Teman Akrabku, cerita sex, cerita sex baru, cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex terheboh, cerita sex terkini, cerita sex mesum, cerita sex dewasa, cerita sex terselubung, cerita sex tukar pasangan, cerita sex istri muda, cerita sex istri suka selingkuh, cerita sex sedarah, cerita sex perawan, cerita sex perselingkuhan, cerita sex onani, cerita sex masturbasi, cerita sex bondage, cerita sex bergambar, cerita sex bergairah, cerita sex terhangat, cerita sex terpanas, cerita sex bergambar bugil
Ilustrasi Foto Istri Muda Bugil

Kami coba mengadu nasib di kota Kabupatenku dengan mengontrak rumah yang sangat sederhana. Beberapa bidang usaha saya coba tekuni agar dapat menanggulangi keperluan hidup kami sehari-hari, namun hingga kami mempunyai 3 orang anak, nasib kami tetap belum banyak berubah. Kami masih hidup pas-pasan dan bahkan harapanku semula untuk mempertebal kecintaanku terhadap istriku malah justru semakin merosot saja. Untung saja, saya orangnya pemalu dan sedikit mampu bersabar serta terbiasa dalam penderitaan, sehingga perasaanku itu tidak pernah diketahui oleh siapapun termasuk kedua orangtua dan saudara-saudaraku.

Entah pengaruh setan dari mana, suatu waktu tepatnya Bulan Oktober 2003 aku sempatkan diri berkunjung ke rumah teman lamaku sewaktu kami sama-sama di SMA dulu. Sebut saja namanya Azis. Dia baru saja pulang dari Kalimantan bersama dengan istrinya, yang belakangan saya ketahui kalau istrinya itu adalah anak majikannya sewaktu dia bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana. Mereka juga melangsungkan perkawinan bukan atas dasar saling mencintai, melainkan atas dasar jasa dan balas budi.

Cerita Sex – Sekitar pukul 17.00 sore, saya sudah tiba di rumah Azis dengan naik ojek yang jaraknya sekitar 1 km dari rumah kontrakan kami. Merekapun masih tinggal di rumah kontrakan, namun agak besar dibanding rumah yang kami kontrak. Maklum mereka sedikit membawa modal dengan harapan membuka usaha baru di kota Kabupaten kami. Setelah mengamati tanda-tanda yang telah diberitahukan Azis ketika kami ketemu di pasar sentral kota kami, saya yakin tidak salah lagi, lalu saya masuk mendekati pintu rumah itu, ternyata dalam keadaan tertutup.

“Dog.. Dog.. Dog.. Permisi ada orang di rumah” kalimat penghormatan yang saya ucapkan selama 3 kali berturut-turut sambil mengetuk-ngetuk pintunya, namun tetap tidak ada jawaban dari dalam. Saya lalu mencoba mendorong dari luar, ternyata pintunya terkunci dari dalam, sehingga saya yakin pasti ada orang di dalam rumah itu. Hanya saja saya masih ragu apakah rumah yang saya ketuk pintunya itu betul adalah rumah Azis atau bukan. Saya tetap berusaha untuk memastikannya. Setelah duduk sejenak di atas kursi yang ada di depan pintu, saya coba lagi ketuk-ketuk pintunya, namun tetap tidak ada tanda-tanda jawaban dari dalam. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba mengintip dari samping rumah. Melalui sela-sela jendela di samping rumahnya itu, saya sekilas melihat ada kilatan cahaya dalam ruangan tamu, tapi saya belum mengetahui dari mana sumber kilatan cahaya itu. Saya lalu bergeser ke jendela yang satunya dan ternyata saya sempat menyaksikan sepotong tubuh tergeletak tanpa busana dari sebatas pinggul sampai ujung kaki. Entah potongan tubuh laki-laki atau wanita, tapi tampak putih mulus seperti kulit wanita.

Dalam keadaan biji mataku tetap kujepitkan pada sela jendela itu untuk melihat lebih jelas lagi keadaan dalam rumah itu, dibenak saya muncul tanda tanya apa itu tubuh istrinya Azis atau Azis sendiri atau orang lain. Apa orang itu tertidur pula sehingga tersingkap busananya atau memang sengaja telanjang bulat. Apa ia sedang menyaksikan acara TV atau sedang memutar VCD porno, sebab sedikit terdengar ada suara TV seolah film yang diputar. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu mengganggu pikiranku sampai akhirnya aku kembali ke depan pintu semula dan mencoba mengetuknya kembali. Namun baru saja sekali saya ketuk, pintunya tiba-tiba terbuka lebar, sehingga aku sedikit kaget dan lebih kaget lagi setelah menyaksikan bahwa yang berdiri di depan pintu adalah seorang wanita muda dan cantik dengan pakaian sedikit terbuka karena tubuhnya hanya ditutupi kain sarung. Itupun hanya bagian bawahnya saja.

“Selamat siang,” kembali saya ulangi kalimat penghormatan itu.

“Ya, siang,” jawabnya sambil menatap wajah saya seolah malu, takut dan kaget.

“Dari mana Pak dan cari siapa,” tanya wanita itu.

“Maaf dik, numpang tanya, apa betul ini rumah Azis,” tanya saya.

“Betul sekali pak, dari mana yah?” tanya wanita itu lemah lembut.

“Saya tinggal tidak jauh dari sini dik, saya ingin ketemu Azis. Beliau adalah teman lama saya sewaktu kami sama-sama duduk di SMA dulu,” lanjut saya sambil menyodorkan tangan saya untuk menyalaminya. Wanita itu mebalasnya dan tangannya terasa lembut sekali namun sedikit hangat.

“Oh, yah, syukur kalau begitu. Ternyata ia punya teman lama di sini dan ia tak pernah ceritakan padaku,” ucapannya sambil mempersilahkanku masuk. Sayapun langsung duduk di atas kursi plastik yang ada di ruang tamunya sambil memperhatikan keadaan dalam rumah itu, termasuk letak tempat tidur dan TVnya guna mencocokkan dugaanku sewaktu mengintip tadi

Setelah saya duduk, saya berniat menanyakan hubungannya dengan Azis, tapi ia nampak buru-buru masuk ke dalam, entah ia mau berpakaian atau mengambil suatu hidangan. Hanya berselang beberapa saat, wanita itu sudah keluar kembali dalam keadaan berpakaian setelah tadinya tidak memakai baju, bahkan ia membawa secangkir kopi dan kue lalu diletakkan di atas meja lalu mempersilahkanku mencicipinya sambil tersenyum.

“Maaf dik, kalau boleh saya tanya, apa adik ini saudara dengan Azis?” tanyaku penuh kekhawatiran kalau-kalau ia tersinggung, meskipun saya sejak tadi menduga kalau wanita itu adalah istri Azis.

“Saya kebetulan istrinya pak. Sejak 3 tahun lalu saya melangsungkan pernikahan di Kalimantan, namun Tuhan belum mengaruniai seorang anak,” jawabnya dengan jujur, bahkan sempat ia cerita panjang lebar mengenai latar belakang perkawinannya, asal usulnya dan tujuannya ke Kota ini.

Setelah saya menyimak ulasannya mengenai dirinya dan kehidupannya bersama Azis, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa wanita itu adalah suku di Kalimantan yang asal usul keturunannya juga berasal dari suku di Sulawesi. Ia kawin dengan Azis atas dasar jasa-jasa dan budi baik mereka tanpa didasari rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam, seperti halnya yang menimpa keluarga saya. Ia tetap berusaha dan berjuang untuk menggali nilai-nilai cinta yang ada pada mereka berdua siapa tahu kelak bisa dibangun. Anehnya, meskipun kami baru ketemu, namun ia seolah ingin membeberkan segala keadaan hidup yang dialaminya bersama suami selama ini, bahkan terkesan kami akrab sekali, saling menukar pengalaman rahasia rumah tangga tanpa ada yang kami tutup-tupi. Lebih heran lagi, selaku orang pendiam dan kurang pergaulan, saya justru seolah menemukan diriku yang sebenarnya di rumah itu. Karena senang, bahagia dan asyiknya perbincangan kami berdua, sampai-sampai saya hampir lupa menanyakan ke mana suaminya saat ini. Setelah kami saling memahami kepribadian, maka akhirnya sayapun menanyakan Azis (suaminya itu).

“Oh yah, hampir lupa, ke mana Azis sekarang ini, kok dari tadi tidak kelihatan?” tanyaku sambil menyelidiki semua sudut rumah itu.

“Kebetulan ia pulang kampung untuk mengambil beras dari hasil panen orangtuanya tadi pagi, tapi katanya ia tidak bermalam kok, mungkin sebentar lagi ia datang. Tunggu saja sebentar,” jawabnya seolah tidak menghendaki saya pulang dengan cepat hanya karena Azis tidak di rumah.

“Kalau ke kampung biasanya jam berapa tiba di sini,” tanyaku lebih lanjut.

“Sekitar jam 8.00 atau 9.00 malam,” jawabnya sambil menoleh ke jam dinding yang tergantung dalam ruangan itu. Padahal saat ini tanpa terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 7.00 malam.

Tak lama setelah itu, ia nampaknya buru-buru masuk ke ruang dapur, mungkin ia mau menyiapkan makan malam, tapi saya teriak dari luar kalau saya baru saja makan di rumah dan melarangnya ia repot-repot menyiapkan makan malam. Tapi ia tetap menyalakan kompornya lalu memasak seolah tak menginginkan aku kembali dengan cepat. Tak lama sesudah itu, iapun kembali duduk di depan saya melanjutkan perbincangannya. Sayapun tak kehabisan bahan untuk menemaninya. Mulai dari soal-soal pengalaman kami di kampung sewaktu kecil hingga soal rumah tangga kami masing-masing.

Karena nampaknya kami saling terbuka, maka sayapun berani menanyakan tentang apa yang dikerjakannya tadi, sampai lama sekali baru dibukakan pintu tanpa saya beritahu kalau saya mengintipnya tadi dari selah jendela. Kadang ia menatapku lalu tersenyum seolah ada sesuatu berita gembira yang ingin disampaikan padaku.

“Jadi bapak ini lama mengetuk pintu dan menunggu di luar tadi?” tanyanya sambil tertawa.

“Sekitar 30 menit barangkali, bahkan hampir saya pulang, tapi untung saya coba kembali mengetuk pintunya dengan keras,” jawabku terus terang.

“Ha.. Ha.. Ha.. Saya ketiduran sewaktu nonton acara TV tadi,” katanya dengan jujur sambil tertawa terbahak-bahak.

“Tapi bapak tidak sampai mengintip di samping rumah kan? Maklum kalau saya tertidur biasanya terbuka pakaianku tanpa terasa,” tanyanya seolah mencurigaiku tadi. Dalam hati saya jangan-jangan ia sempat melihat dan merasa diintip tadi, tapi saya tidak boleh bertingkah yang mencurigakan.

“Ti.. Ti.. Dak mungkin saya lakukan itu dik, tapi emangnya kalau saya ngintip kenapa?” kataku terbata-bata, maklum saya tidak biasa bohong.

“Tidak masalah, cuma itu tadi, saya kalau tidur jarang pakai busana, terasa panas. Tapi perasaan saya mengatakan kalau ada orang tadi yang mengintipku lewat jendela sewaktu aku tidur. Makanya saya terbangun bersamaan dengan ketukan pintu bapak tadi,” ulasnya curiga namun tetap ia ketawa-ketawa sambil memandangiku.

“M.. Mmaaf dik, sejujurnya saya sempat mengintip lewat sela jendela tadi berhubung saya terlalu lama mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Jadi saya mengintip hanya untuk memastikan apa ada atau tidak ada orang di dalam tadi. Saya tidak punya maksud apa-apa,” kataku dengan jujur, siapa tahu ia betul melihatku tadi, aku bisa dikatakan pembohong.

“Jadi apa yang bapak lihat tadi sewaktu mengintip ke dalam? Apa bapak sempat melihatku di atas tempat tidur dengan telanjang bulat?” tanyanya penuh selidik, meskipun ia masih tetap senyum-senyum.

“Saya tidak sempat melihat apa-apa di dalam kecuali hanya kilatan cahaya TV dan sepotong kaki,” tegasku sekali lagi dengan terus terang.

“Tidak apa-apa, saya percaya ucapan bapak saja. Lagi pula sekiranya bapak melihatku dalam keadaan tanpa busana, bapak pasti tidak heran, dan bukan soal baru bagi bapak, karena apa yang ada dalam tubuh saya tentu sama dengan milik istri bapak, yah khan?” ulasnya penuh canda. Lalu ia berlari kecil masuk ke ruang dapur untuk memastikan apa nasi yang dimasaknya sudah matang atau belum.

Waktu di jam dinding menunjukkan sudah pukul 8.00, namun Azis belum juga datang. Dalam hati kecilku, Jangan-jangan Azis mau bermalam di kampungnya, aku tidak mungkin bermalam berdua dengan istrinya di rumah ini. Saya lalu teriak minta pamit saja dengan alasan nanti besok saja ketemunya, tapi istri Azis berteriak melarangku dan katanya,

“Tunggu dulu pak, nasi yang saya masak buat bapak sudah matang. Kita makan bersama saja dulu, siapa tahu setelah makan Azis datang, khan belum juga larut malam, apalagi kita baru saja ketemu,” katanya penuh harap agar aku tetap menunggu dan mau makan malam bersama di rumahnya.

Tak lama kemudian, iapun keluar memanggilku masuk ke ruang dapur untuk menikmati hidangan malamnya. Sambil makan, kamipun terlibat pembicaraan yang santai dan penuh canda, sehingga tanpa terasa saya sempat menghabiskan dua piring nasi tanpa saya ingat lagi kalau tadi saya bilang sudah kenyang dan baru saja makan di rumah. Malu sendiri rasanya.

“Bapak ini nampaknya masih muda. Mungkin tidak tepat jika aku panggil bapak khan? Sebaiknya aku panggil kak, abang atau Mas saja,” ucapnya secara tiba-tiba ketika aku meneguk air minum, sehingga aku tidak sempat menghabiskan satu gelas karena terasa kenyang sekali. Apalagi saya mulai terayu atau tersanjung oleh seorang wanita muda yang baru saja kulihat sepotong tubuhnya yang mulus dan putih? Tidak, saya tidak boleh berpikir ke sana, apalagi wanita ini adalah istri teman lamaku, bahkan rasanya aku belum pernah berpikir macam-macam terhadap wanita lain sebelum ini. Aku kendalikan cepat pikiranku yang mulai miring. Siapa tahu ada setan yang memanfaatkannya.

“Bolehlah, apa saja panggilannya terhadapku saya terima semua, asalkan tidak mengejekku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri,” jawabku memberikan kebebasan.

“Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan dan keterbukaannya” balasnya.

Setelah selesai makan, aku lalu berjalan keluar sambil memandangi sudut-sudut ruangannya dan aku sempat mengalihkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana aku melihat tubuh terbaring tanpa busana tadi. Ternyata betul, wanita itulah tadi yang berbaring di atas tempat tidur itu, yang di depannya ada sebuah TV color kira-kira 21 inc. Jantungku tiba-tiba berdebar ketika aku melihat sebuah celana color tergeletak di sudut tempat tidur itu, sehingga aku sejenak membayangkan kalau wanita yang baru saja saya temani bicara dan makan bersama itu kemungkinan besar tidak pakai celana, apalagi yang saya lihat tadi mulai dari pinggul hingga ujung kaki tanpa busana. Namun pikiran itu saya coba buang jauh-jauh biar tidak mengganggu konsentrasiku.

Setelah aku duduk kembali di kursi tamu semula, tiba-tiba aku mendengar suara TV dari dalam, apalagi acaranya kedengaran sekali kalau itu yang main adalah film Angling Dharma yaitu film kegemaranku. Aku tidak berani masuk nonton di kamar itu tanpa dipanggil, meskipun aku ingin sekali nonton film itu. Bersamaan dengan puncak keinginanku, tiba-tiba,

“Kak, suka nggak nonton filmnya Angling Dharma?” teriaknya dari dalam kamar tidurnya.

“Wah, itu film kesukaanku, tapi sayangnya TV-nya dalam kamar,” jawabku dengan cepat dan suara agak lantang.

“Masuk saja di sini kak, tidak apa-apa kok, lagi pula kita ini khan sudah seperti saudara dan sudah saling terbuka” katanya penuh harap.

Lalu saya bangkit dan masuk ke dalam kamar. Iapun persilahkan aku duduk di pinggir tempat tidur berdampingan dengannya. Aku agak malu dan takut rasanya, tapi juga mau sekali nonton film itu.

Awalnya kami biasa-biasa saja, hening dan serius nontonnya, tapi baru sekitar setengah jam acara itu berjalan, tiba-tiba ia menawarkan untuk nonton film dari VCD yang katanya lebih bagus dan lebih seru dari pada filmnya Angling Dharma, sehingga aku tidak menolaknya dan ingin juga menyaksikannya. Aku cemas dan khawatir kalau-kalau VCD yang ditawarkan itu bukan kesukaanku atau bukan yang kuharapkan.

Setelah ia masukkan kasetnya, iapun mundur dan kembali duduk tidak jauh dari tempat dudukku bahkan terkesan sedikit lebih rapat daripada sebelumnya. Gambarpun muncul dan terjadi perbincangan yang serius antara seorang pria dan seorang wanita Barat, sehingga aku tidak tahu maksud pembicaraan dalam film itu. Baru saja aku bermaksud meminta mengganti filmnya dengan film Angling Dharma tadi, tiba-tiba kedua insan dalam layar itu berpelukan dan berciuman, saling mengisap lidah, bercumbu rayu, menjilat mulai dari atas ke bawah, bahkan secara perlahan-lahan saling menelanjangi dan meraba, sampai akhirnya saya menatapnya dengan tajam sekali secara bergantian menjilati kemaluannya, yang membuat jantungku berdebar, tongkatku mulai tegang dan membesar, sekujur tubuhku gemetar dan berkeringat, lalu sedikit demi sedikit aku menoleh ke arah wanita disampingku yakni istri teman lamaku. Secara bersamaan iapun sempat menoleh ke arahku sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke layar. Tentu aku tidak mampu lagi membendung birahiku sebagai pria normal, namun aku tetap takut dan malu mengutarakan isi hatiku.

“Mas, pak, suka nggak filmnya? Kalau nggak suka, biar kumatikan saja,” tanyanya seolah memancingku ketika aku asyik menikmatinya.

“Iiyah, bolehlah, suka juga, kalau adik, memang sering nonton film gituan yah?” jawabku sedikit malu tapi mau dan suka sekali.

“Saya dari dulu sejak awal perkawinan kami, memang selalu putar film seperti itu, karena kami sama-sama menyukainya, lagi pula bisa menambah gairah sex kami dikala sulit memunculkannya, bahkan dapat menambah pengalaman berhubungan, syukur-syukur jika sebagian bisa dipraktekkan.

“Sungguh kami ketinggalan. Saya kurang pengalaman dalam hal itu, bahkan baru kali ini saya betul-betul bisa menyaksikan dengan tenang dan jelas film seperti itu. Apalagi istriku tidak suka nonton dan praktekkan macam-macam seperti di film itu,” keteranganku terus terang.

“Tapi kakak suka nonton dan permainan seperti itu khan?” tanyanya lagi.

“Suka sekali dan kelihatannya nikmat sekali yach,” kataku secara tegas.

“Jika istri kakak tidak suka dan tidak mau melakukan permainan seperti itu, bagaimana kalau aku tawarkan kerjasama untuk memperaktekkan hal seperti itu?” tanya istri teman lamaku secara tegas dan berani padaku sambil ia mendempetkan tubuhnya di tubuhku sehingga bisikannya terasa hangat nafasnya dipipiku.

Tanpa sempat lagi aku berfikir panjang, lalu aku mencoba merangkulnya sambil menganggukkan kepala pertanda setuju. Wanita itupun membalas pelukanku. Bahkan ia duluan mencium pipi dan bibirku, lalu ia masukkan lidahnya ke dalam mulutku sambil digerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan, akupun membalasnya dengan lahap sekali. Aku memulai memasukkan tangan ke dalam bajunya mencari kedua payudaranya karena aku sama sekali sudah tidak mampu lagi menahan birahiku, lagi pula kedua benda kenyal itu saya sudah hafal tempatnya dan sudah sering memegangnya. Tapi kali ini, rasanya lain daripada yang lain, sedikit lebih mulus dan lebih keras dibanding milik istriku. Entah siapa yang membuka baju yang dikenakannya, tiba-tiba terbuka dengan lebar sehingga nampak kedua benda kenyal itu tergantung dengan menantang. Akupun memperaktekkan apa yang barusan kulihat dalam layar tadi yakni menjilat dan mengisap putingnya berkali-kali seolah aku mau mengeluarkan air dari dalamnya. Kadang kugigit sedikit dan kukunyah, namun wanita itu sedikit mendorong kepalaku sebagai tanda adanya rasa sakit.

Selama hidupku, baru kali ini aku melihat pemandangan yang indah sekali di antara kedua paha wanita itu. Karena tanpa kesulitan aku membuka sarung yang dikenakannya, langsung saja jatuh sendiri dan sesuai dugaanku semula ternyata memang tidak ada pelapis kemaluannya sama sekali sehingga aku sempat menatap sejenak kebersihan vagina wanita itu. Putih, mulus dan tanpa selembar bulupun tumbuh di atas gundukan itu membuat aku terpesona melihat dan merabanya, apalagi setelah aku memberanikan diri membuka kedua bibirnya dengan kedua tanganku, nampak benda kecil menonjol di antara kedua bibirnya dengan warna agak kemerahan. Ingin rasanya aku telan dan makan sekalian, untung bukan makanan, tapi sempat saya lahap dengan lidahku hingga sedalam-dalamnya sehingga wanita itu sedikit menjerit dan terengah-engah menahan rasa nikmatnya lidah saya, apalagi setelah aku menekannya dalam-dalam.

“Kak, aku buka saja semua pakaiannya yah, biar aku lebih leluasa menikmati seluruh tubuhmu,” pintanya sambil membuka satu persatu pakaian yang kukenakan hingga aku telanjang bulat. Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan lagi berlama-lama memandangnya. Ia langsung serobot saja dan menjilati sekujur tubuhku, namun jilatannya lebih lama pada biji pelerku, sehingga pinggulku bergerak-gerak dibuatnya sebagai tanda kegelian. Lalu disusul dengan memasukkan penisku ke mulutnya dan menggocoknya dengan cepat dan berulang-ulang, sampai-sampai terasa spermaku mau muncrat. Untung saya tarik keluar cepat, lalu membaringkan ke atas tempat tidurnya dengan kaki tetap menjulang ke lantai biar aku lebih mudah melihat, dan menjamahnya. Setelah ia terkulai lemas di atas tempat tidur, akupun mengangkanginya sambil berdiri di depan gundukkan itu dan perlahan aku masukkan ujung penisku ke dalam vaginanya lalu menggerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan maju dan mundur, akhirnya dapat masuk tanpa terlalu kesulitan.

“Dik, model yang bagaimana kita terapkan sekarang? Apa kita ikuti semua posisi yang ada di layar TV tadi,” tanyaku berbisik.

“Terserah kak, aku serahkan sepenuhnya tubuhku ini pada kakak, mana yang kakak anggap lebih nikmat dan lebih berkesan sepanjang hayat serta lebih memuaskan kakak,” katanya pasrah. Akupun meneruskan posisi tidur telentang tadi sambil aku berdiri menggocok terus, sehingga menimbulkan bunyi yang agak menambah gairah sexku.

“Ahh.. Uhh.. Ssstt.. Hmm.. Teeruus kak, enak sekali, gocok terus kakak, aku sangat menikmatinya,” demikian pintanya sambil terengah dan berdesis seperti bunyi jangkrik di dalam kamarnya itu.

“Dik, gimana kalau saya berbaring dan adik mengangkangiku, biar adik lebih leluasa goyangannya,” pintaku padanya.

“Aku ini sudah hampir memuncak dan sudah mulai lemas, tapi kalau itu permintaan kakak, bolehlah, aku masih bisa bertahan beberapa menit lagi,” jawabnya seolah ingin memuaskanku malam itu.

Bacaan sex top: Cerita Hot Saya, Rere dan Adiknya yang Haus Sex

Tanpa kami rasakan dan pikirkan lagi suaminya kembali malam itu, apalagi setelah jam menunjukkan pukul 9.30 malam itu, aku terus berusaha menumpahkan segalanya dan betul-betul ingin menikmati pengalaman bersejarah ini bersama dengan istri teman lamaku itu. Namun sayangnya, karena keasyikan dan keseriusan kami dalam bersetubuh malam itu, sehingga baru sekitar 3 menit berjalan dengan posisi saya di bawah dan dia di atas memompa serta menggoyang kiri kanan pinggulnya, akhirnya spermakupun tumpah dalam rahimnya dan diapun kurasakan bergetar seluruh tubuhnya pertanda juga memuncak gairah sexnya. Setelah sama-sama puas, kami saling berciuman, berangkulan, berjilatan tubuh dan tidur terlentang hingga pagi.

Setelah kami terbangun hampir bersamaan di pagi hari, saya langsung lompat dari tempat tidur, tiba-tiba muncul rasa takut yang mengecam dan pikiranku sangat kalut tidak tahu apa yang harus saya perbuat. Saya menyesal tapi ada keinginan untuk mengulanginya bersama dengan wanita itu. Untung malam itu suaminya tidak kembali dan kamipun berusaha masuk kamar mandi membersihkan diri. Walaupun terasa ada gairah baru lagi ingin mengulangi di dalam kamar mandi, namun rasa takutku lebih mengalahkan gairahku sehingga aku mengurungkan niatku itu dan langsung pamit dan sama-sama berjanji akan mengulanginya jika ada kesempatan. Saya keluar dari rumah tanpa ada orang lain yang melihatku sehingga saya yakin tidak ada yang mencurigaiku. Soal istriku di rumah, saya bisa buat alasan kalau saya ketemu dan bermalam bersama dengan sahabat lamaku. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Sex Terpanas di Desa Istri Muda Pak RT

Blog Dewasa Online 2016 Cerita Sex Terpanas di Desa Istri Muda Pak RT – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Hot Saya, Rere dan Adiknya yang Haus SexCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Sebelum aku mulai bercerita tentang pengalamanku pertama kali berhubungan seks dengan seorang wanita, ada baiknya aku ceritakan latar belakangku terlebih dahulu.

cerita sex, cerita dewasa, cerita sex mesum, cerita panas, cerita ngentot, cerita xxx, cerita sex seru, cerita sex terbaru, cerita seks 2016, cerita porno, cerita bokep
Ilusi Foto Istri Muda Bugil di Kamar

Aku adalah anak tunggal di keluargaku. Namaku Doni. Umurku waktu itu 17 tahun. Aku siswa sebuah SMU Swasta dikotaku. Bapakku adalah seorang pengusaha menengah yang cukup sibuk, dia sering pergi keluar kota umtuk waktu yang tidak tentu. Ibuku juga sering ikut bersamanya. Aku tinggal dilingkungan Perumahan kelas menengah. Di sebelah rumahku adalah rumah Pak RT, orang yang cukup berpengaruh disana. Umurnya sekitar 60 tahun. tapi masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai dua orang istri. Yang pertama namanya Tante Is, wanita keturunan arab, kulitnya hitam manis, bodinya langsing. Meskipun usianya sudah 40-an, Tante Is masih kelihatan cantik, dia sangat pintar merawat diri.

Dengan Tante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang sulung namanya Erni sedangkan adiknya namanya Ana, umur keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante Linda, orang Bandung, kulitnya putih bersih. Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok, padat berisi. Mungkin karena dia sering fitness, apalagi Tante Linda senang berpakaian sexy yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat laki-laki yang memandangnya terangsang dan ngeres. Tante Linda orangnya supel dan pintar bergaul, sering dia ngobrol-ngobrol dengan anak muda seusiaku, termasuk aku.

Kejadian ini bermula ketika orang tuaku pergi seminggu keluar kota untuk keperluan bisnisnya. Aku ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku dipecat ibuku tiga hari sebelumnya karena ketahuan mencuri uang ibuku. aku yang sendirian merasa kesepian. Aku duduk diruang tamu sambil berkhayal. Untuk menghilangkan kesepianku, kuputar VCD porno yang baru aku pinjam dari temanku. Filmnya tentang seorang cewek bule yang sedang disetubuhi dua orang negro. Satu orang negro sedang dikulum kontolnya, sedangkan yang satunya lagi sedang ngentot cewek bule itu dari belakang dengan posisi nungging. Sekitar 20 menit mereka berganti posisi, satu orang negro sedang rebahan diranjang sambil memasukkan kontolnya kelubang anus cewek bule itu, yang telentang diatasnya. Sedangkan negro yang satunya lagi sedang menggenjot vagina cewek itu. Desahan dan erangan mereka membuatku terangsang. Kuraba-raba celana pendekku (aku sudah tidak pakai celana dalam), kontolku mengeras. Semakin lama kuraba semakin keras. Kukocok-kocok naik turun. Birahiku memuncak ingin disalurkan, tapi aku tidak tahu harus kemana menyalurkannya.

“Lagi ngapain Don?” suara seorang wanita mengejutkanku.

Ternyata Tante Linda sudah berdiri disamping pintu. Dia berpakaian sangat sexy, dengan kaos ketat dan rok super mini. Dia memandang karah celanaku. Saking terkejutnya aku lupa menaikkan celanaku, sehingga dia dengan bebas bisa melihat kontolku yang sedang tegang penuh, mengacung-acung.

“Maaf.. maaf.. Tante” sahutku terbata-bata.

“Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan udah gede”.

“Wah, kontolmu gede banget, udah pernah dimasukkin kevaginanya cewek belum?” tanyanya cuek.

“Be.. belum pernah Tante” sahutku.

“Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pingin nih ngerasain kontolmu” katanya meminta.

Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku. Duduk disampingku.

“Tapi saya belum pernah Tante” jawabku.

“Tante ajarin, mau khan?” katanya sedikit memaksa.

Tanpa menunggu jawabanku, dia menaikkan kedua kakinya kepangkuanku. Tangannya meraba-raba kontolku, aku gemetar. Baru kali ini kontolku dipegang seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku, diciumnya bibirku. Lidahku diisapnya. Aku membalas isapannya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling isap. sesekali isapannya diarahkan keleherku. ditariknya tanganku, diletakannya dikedua buah dadanya yang sudah mengeras. Kuremas-remas buah dadanya, dia menggelinjang keenakan. Kutarik kaos ketatnya, aku terperangah, dia tidak memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan isapan lidahnya, kuisap buah dadanya, dia melenguh, sambil tangannya terus mengocok-ngocok kontolku.

Beberapa menit berlalu, dia berdiri, lalu melepaskan rok mininya. Maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Aku bisa melihat dengan jelas vaginanya yang merah merekah, sangat indah. dicukur rapi dan bersih. Kemudian dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya didekatkan keselangkanganku. Ditariknya celana pendekku. Bibirnya mendekati kepala kontolku, dan mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya.

“Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, enakk.. sekali” aku mengerang ketika dia mulai mengulum kontolku.

Hampir seluruh batang kontolku masuk kemulutnya yang sexy. Kontolku keluar masuk dimulutnya. Nikmat sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas mengulum kontolku, kemudian Tante Linda berdiri dihadapanku. Vaginanya berada pas diwajahku. Dia menarik kepalaku, mendekatkannya pada vaginanya. Aku mengerti maksudnya, minta dijilati vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai dengan menjilati pangkal pahanya, terus mendekati bibir vaginanya.

“Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus” dia mendesah-desah ketika aku memasukkan lidahku ke lubang vaginanya.

Kusedot-sedot, kugigit-gigit kelentitnya. Dijepitnya kepalaku. Hampir seluruh isi vaginanya kujilati, vaginanya basah.

“Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kita mulai aja” ajaknya.

Dia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku. Dipegangnya kontolku, diarahkannya tepat kelubang vaginanya. Dia mulai memasukkan kontolku sedikit demi sedikit. Semakin lama semakin dalam. Sudah setengah batang kontolku masuk. Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi. Kakinya berlutut disofa. Aku tak mau ketinggal, kuambil kesempatan. Kusodokkan kontolku. Dia menjerit ketika kontolku amblas dilubang vaginanya. Dia mulai menaikturunkan pantatnya dipangkuanku. Kontolku serasa dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit.

“Gimana sayang enak khan?” tanyanya.

“Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali” jawabku.

“Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang”.

“Pak RT tak pernah memberiku kepuasan” dia menggerutu.

“Emangnya Pak RT impoten Tante?” tanyaku.

“Iya, iya sayang” jawabnya singkat.

Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah dadanya. Kubantu gerakkannya dengan menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia mengerang-erang merasakan nikmat. Matanya merem melek. Semakin lama semakin cepat dia menggerak-gerakkan pantatnya, sesekali pantatnya diputar-putar. Aku merasakan nikmat yang tiada tara. Kontolku serasa dipelintir vaginanya. Sudah sekitar 30 menit kami berpacu dalam kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh kami bercucuran.

“Akh.. oohh.. aku tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr” dia menjerit-jerit.

Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

“Akuu.. juga Tante” sahutku ngos-ngosan.

“Keluarin didalem aja sayang, aku ingin punya anak darimu” pintanya memelas.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak di lubang vaginanya.

“Kamu puas khan sayang?” tanyanya.

“Puas sekali Tante” sahutku pendek.

Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk membersihkan badan. Siraman air membuat badanku segar kembali.

“Aku pingin lagi sayang, kamu mau khan?” tanyanya meminta.

Aku tidak menjawabnya. Kubopong tubuhnya, kubawa kekamarku dan kurebahkan diranjangku. aku merangkak diatas tubuhnya dengan posisi ssungsang. Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan wajahku tepat diatas vaginanya. Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia menggerinjal-gerinjal dan menjepit kepalaku. Seluruh dinding vaginanya kujilati. Kucari-cari tititnya. Kusedot-sedot dengan lidahku. Sesekali kugigit. Dia meringis.

Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali kujilati lubang anusnya. Tante Linda tak mau ketinggalan. Dia menjilati kontolku, dari kepala sampai pangkal kontolku tak luput dari jilatannya. Sstt! Aku mendesah ketika dia mengulum kontolku. Dia sangat lihai memainkan lidahnya. Kontolku yang tadi mengecil, sedikit demi sedikit mengeras didalam mulutnya. luar biasa kenikmatan yang kudapatkan. Tante Linda memang benar-benar profesional. Seluruh batang kontolku dijilatinya.

“Oohh.. aku tidak tahan sayang, kita mulai aja” pintanya.

Kuturunkan tubuhku dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir ranjang. Kutarik tubuhnya kepinggir, hingga kedua kakinya menjuntai. Aku mendekatkan kontolku kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit kontolku masuk kelubang vaginanya. Sstt! Dia mendesis. Sudah seluruh batang kontolku amblas ditelan lubang vaginanya yang basah dan memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku. Tante Linda membantuku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. aku merasakan sensasi yang luar biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik kontolku. Kakinya kunaikkan keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.

“Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang” dia mengerang.

Vaginanya berkedut-kedut. Vaginanya menjepit kontolku.

“Akhh.. aku keluarr.. sayang” dia melenguh.

kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Linda telah mencapai orgasme sedangkan aku belum apa-apa. Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia menungging. dia menuruti aja perintahku. Kudekatkan kontolku yang masih tegang ke lubang anusnya.

“Kamu mau apain anusku sayang” tanyanya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

“Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit” teriaknya.

Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala kontolku kelubang anusnya. Mulanya agak susah tapi akhirnya masuk juga. Kutekan pelan-pelan hingga seluruh batang kontolku amblas. Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang anusnya.

Bacaan sex top: Cerita Bokep 2016 Hujan Angin yang Berakibat Sex

“Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar” pujinya ketika dia sudah mulai merasakan nikmatnya disodomi.

Sekitar 30 menit kontolku keluar masuk dilubang anusnya. Kurasakan kontolku berkedut-kedut.

“Akkhh.. aku mau keluarr.. Tante” aku berteriak histeris.

Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya. Kudiamkan beberapa saat. Lalu kutarik kontolku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta dia menjilati spermaku. Dengan lahapnya Tante Linda menjilati sisa-sisa spermaku, sampai bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.

“Kamu hebat sayang, aku puas sekali” pujinya.

“Kamu mau khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?” pintanya.

Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.

“Kalo kamu pengin lagi, datang aja ke kamarku”.

“Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti Pak RT nggak di rumah”.

“Ketok kaca jendela tiga kali, akan kubukakan untukmu, OK” dia menerangkannya untukku.

Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Malam itu Tante Linda menginap dikamarku. Sampai pagi kami merengkuh kenikmatan. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Sex Terbaru 2016 Tukar Pasangan Istri

Blog Dewasa Online Cerita Sex Terbaru 2016 Tukar Pasangan Istri – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Bokep 2016 Hujan Angin yang Berakibat SexCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Triyono (samaran) adalah sahabat lamaku sejak aku SMA. Kini setelah kami sudah mempunyai anak remaja (umurku 46 tahun) dia masih sahabatku, bahkan istrinya yang bernama Atik (samaran) dan istriku sangat akrab, dan kami rutin selalu ketemu kalau tidak dirumahnya, ya dirumahku.

sex, dewasa, mesum, ngentot, gay, free sex, chat sex, gairah sex, hasrat sex, cersex, sex online, gambar sex, foto sex, sex porn, masturbasi, onani, pasangan sex
Ilustrasi Foto Istri Muda Cantik Igo Hot 2016

Bahkan jika aku dan Triyono pergi mancing ketengah laut dengan sewa perahu, tak jarang istriku menginap dirumah menemani istrinya atau sebaliknya (karena anak kami sudah remaja dan mereka kuliah dikota lain).

Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami melakukan yang menurut pandangan orang ketiga adalah hal yang aneh, misalnya ditengah gurauan, kadang kadang Triyono memeluk istriku dan menciumi pipinya berkali kali, didepanku maupun didepan istrinya. Demikian pula sebaliknya ketika kami bercengkarama berempat kadang kadang Atik dengan manja tiduran berbantal pahaku. Tentunya sikap kami ini tidak didepan anak anak yang sudah berangkat remaja.

Bahkan pernah didapur rumahku aku memergoki Triyono mencolek pantat istriku, dan kulihat istriku pura pura marah, aku tahu itu dari raut wajahnya, tentu saja sebagai lelaki normal kadang aku dilanda cemburu. Tetapi kami selalu lebih memegang persahabatan, apalagi akupun sering melakukan hal yang sama terhadap istrinya.

Tentu saja keadaan ini tidak terjadi begitu saja, kami menjalin hubungan kekeluargaan sejak kami menikah. Namun sejauh itu kami tidak pernah melakukan hal hal yang terlalu jauh. Sampai suatu hari terjadilah apa yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, setidak tidaknya olehku. Tapi aku yakin ini adalah rencana Triyono dan istrinya yang sudah dipersiapkan (ini kusadari setelah cukup lama peristiwa itu terjadi)

Seperti yang sering kami lakukan, pada hari jumat yang kebetulan hari libur kami berempat ber week end di Villaku didaerah Ciloto. Walaupun tidak terlalu mewah namun villaku ini cukup luas dan cukup nyaman untuk beristirahat di akhir pekan. Kami selalu rutin mengunjunginya paling tidak sebulan sekali, biasanya hanya aku dan istriku, kadang kadang anak anak ikut, atau famili lain.

Kali ini aku mengajak Triyono dan istrinya, tidak ada yang istimewa kami hanya ingin menikmati liburan dan seperti biasanya selesai makan siang dijalan, istriku mampir untuk beli pepes ikan Mas kesukaanku. Sampai di villa sekitar jam jam 2 siang, aku tidur pulas, sampai akhirnya dibangunkan istriku untuk makan malam. Kami makan malam berempat dengan nasi hangat dan pepes ikan.

Selesai makan malam kami menonton TV sambil ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Setelah bosan ngobrol, Triyono mengambil inisiatif mengambil kasur dikamarnya dan dihamparkan didepan TV dia dan istrinya menonton TV sambil tiduran, dan akupun berbuat hal yang sama. Atiek masuk kamarnya dan mengganti dasternya dengan baju tidur yang amat tipis tanpa BH dan CD, ini terlihat jelas dari bayangan tubuhnya dibalik gaun tidurnya.

Kulihat dia sangat atraktif mempertontonkan tubuhnya didepanku dan didepan istriku. Kulihat Triyono acuh saja melihat tingkah istrinya. Kamipun menonton TV sambil tiduran, istriku dan Atiek tidur berdampingan ditengah sedangkan aku berada disamping istriku dipinggir. Acara TV terasa membosankan mungkin karena aku tidak bisa konsentrasi, aku lebih terpesona menikmati tubuh yang menggairahkan yang tergolek disamping istriku dan itu membuat adik kecilku dibalik sarung setengah ereksi.

“Pah.., puterin film yang hot.. dong.., aku kedinginan nih..” Atiek menyuruh suaminya memutar film porno.

Aku tahu mereka sering muter film porno karena kami sering tukar menukar film, tapi selama ini kami belum pernah nonton bersama sama.

Sebelum beranjak mengambil film, Triyono basa basi minta ijin istriku “Rin..muter film blue ya..”

“Terserah aja ” jawab istriku.

Filmnya cukup bagus dengan latar belakang jaman kekaisaran romawi, adegan sexnya tidak vulgar, dan ini membuat gairahku cepat bangkit. Sarungku sudah terdongkrak keatas sementara kulihat Atiek sering mencuri padang kearah sarungku yang memang sengaja tidak kusembunyikan. Sementara itu istriku sudah memindahkan kepalanya diatas lenganku dan jari tangannya meremas remas jari tanganku. Aku sudah hapal sekali, istriku pasti sudah terangsang.

Triyono menonton film itu dengan memeluk istrinya secara ketat dan tangannya mengusap usap payudara Atiek dari luar baju tidurnya, sesekali diciumnya bibir istrinya dalam dalam. Sementara itu kaki kanan Atiek ditekuk dan pahanya menindih paha istriku, sehingga tak terhindarkan baju tidurnya yang memang pendek makin tersingkap sehingga akupun makin leluasa melahap pahanya yang putih mulus, dan sebagian rambut dipangkal pahanya dengan sudut mataku.

“Mbak Rin,.. Aku jadi pengen nih..” Atiek bicara kepada istriku.

“Ya nggak apa apa, wong Mas nya nyanding koq.” Istriku menyahut sambil senyum penuh arti.

Aku makin terangsang, kumiringkan tubuhku menghadap istriku sehingga aku bisa melihat paha mulus Atiek, dan kuselusupkan tanganku dibalik blouse istriku yang tidak ber BH untuk meremas remas buah dadanya, sementara tangannya sudah masuk kesarungku untuk mengelus elus penisku yang sudah berdiri keras. Ia menutup tanganku dengan bantal sehingga gerilya yang kulakukan tidak terlihat oleh Triyono dan Atiek. Walaupun itu sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan, karena mereka sudah tidak memperhatikan kami lagi, keduanya sudah mulai tenggelam dalam percintaan.

Ketika Atiek melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti pakaian suaminya, Triyono menggeser posisinya merapat keistriku, sedangkan Atiek menindihkan tubuhnya yang bugil dari sebelah kanan, sehingga Triyono berdampingan dengan istriku.

Mereka berciuman sambil saling saling mengelus penuh nafsu, kulihat istriku sering melirik mereka dengan gairah, ikut terhanyut dengan adegan panas persis satu jengkal disampingnya.

Tiba tiba Atiek menghentikan pergulatan dengan suaminya dan tangannya meraih blouse depan istriku dan melepas kancingnya.

“Biar adil dong Mbak..” sambil tangannya terus melolosi seluruh pakaian istriku.

Walaupun wajah istriku protes, tapi usaha mencegah tangan Atiek yang nakal, tidak serius sehingga dengan mudah Atiek melucuti pakaian istriku. Sekelebat kulihat mata Triyono melahap seluruh tubuh indah istriku, bahkan ia segera mengeser posisinya merapat ketubuh istriku, sehingga lengannya menempel pada pinggir payudara istriku.

Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku mendominasi pikiranku, kucopot seluruh pakaianku sehingga kami berempat sudah bugil, kuciumi istriku, sambil jariku mengelus vaginanya yang sudah basah. Istriku mendesis desis keenakan tangan kanannya mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya tertindih tangan Triyono.

Kurasakan elusan lembut sebuah tangan halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus buah zakarku. Aku sudah menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Atiek lah yang sedang mengelus batang penisku, sambil mulutnya menciumi dada suaminya. Aku yakin Triyono melihat tangan istrinya yang sedang beroperasi di batangku yang keras seperti kayu, tapi dia tampak acuh saja, bahkan kini lengan kanannya telah mendidih susu istriku.

Istriku tidak menyadari atau pura pura tidak tahu bahwa tangan Triyono sudah menindih payudaranya, dan wajahnya dipalingkan kearah yang berlawanan.

Atiek sambil berubah posisi dengan setengah duduk dipaha suaminya dengan selangkangan yang terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluan suaminya ke klitorisnya, sementara buahdadanya menggantung diremas remas suaminya.

Posisinya tersebut membuat tubuh Triyono merenggang dari tubuh istriku sehingga tangan kiri istriku yang tertidih menjadi bebas. Dari padangan matanya yang sayu dan pahanya sudah direntangkan, aku tahu baha istriku sudah memberi lampu hijau. Dituntunnya penisku kearah lubang vaginanya, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang menikmati jepitan lobang kemaluan istriku. Sementara aku mengocoknya perlahan lahan, istriku mendesis desis keenakan, kini wajah istriku menghadap kearah Triyono bahkan hanya berjarak sejengkal dengan wajah Triyono namun matanya terpejam.

Atiek sudah terlengkup ditubuh suaminya, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batang suaminya yang sudah melesak ditelan liang kenikmatannya. Sekali kali tangannya meremas bokongku dan istriku melihat aktifitas tangan Atiek ini, tapi rupanya diapun tak ambil peduli. bahkan beberapa kali Triyono mencium mulut istriku yang tengah mendesis, istriku diam saja, walaupun tidak meresponnya. Entah kenapa aku tidak cemburu melihat istriku diciumi oleh Triyono saat sedang kusetubuhi, bahkan aku makin terangsang. Karena kulihat ciuman itu membuat istriku makin bergolak gairahnya. Ini kurasakan dari gerakan dan nafasnya mendengus tidak seperti adat biasanya.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan istriku tak terkendali, bahkan ia membalas menyedot ciuman Triyono, dan pada saat itulah istriku menghentak hentakkan pinggulnya keatas, mulutnya menghisap mulut Triyono dalam dalam sambil merintih. Dia telah orgasme. Ini diluar kebiasaan, istriku biasanya cukup tahan lama, tapi kali ini dia cepat selesai, padahal aku merasa masih tahan lama.

Kuhentikan kocokanku, kucabut penisku, aku masih tanggung tetapi aku memang tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap istriku bangkit lagi setelah istirahat. Kutatap wajah istriku yang penuh kepuasan. Disampingnya kulihat Triyono menggengam tangan istriku.

Melihat aku tegeletak disamping istriku, dengan kemaluan yang masih tegar, Atiek segera tahu bahwa aku belum ejakulasi. Tiba tiba Atiek menghentikan goyangan pinggul, dicopotnya penis suaminya dari vaginanya. Dengan melangkahi tubuh istriku, Atiek segera menghampiriku, kemudian dengan dasternya yang diambil dari sisi kasur dibersihkannya penisku yang penuh lendir istriku.

Dia menindihku dan menciumku. Aku sempat kaget, aku tak menduga kejadian itu, kulirik Triyono tetapi dia hanya melihat tingkah istrinya tanpa reaksi. Istriku juga hanya melirikku sebentar kemudian memejamkan mata kembali, menikmati sisa orgasme yang ia dapat dariku.

Kubalas ciuman Atiek dengan nafsu, tangan kiriku mengelus bokongnya sedangkan tangan kanan meremas buah dadanya. Atiek menjulurkan lidahnya menyambut lidahku, sementara vaginanya yang basah digesek gesekan ke diatas kemaluanku. Tampak Atiek sudah sangat terangsang, sehingga ciuman kami hanya berlangsung sebentar, segera dia menghentikan ciumannya, ditariknya badannya sehingga sekarang posisinya duduk diatas pahaku, sementara belahan kemaluannya menidih pada batang penisku yang rebah diatas perut.

Kulihat belahan kemaluannya yang merah penuh lendir, aku sudah tidak sabar lagi, kuangkat pinggangnya dengan kedua tanganku, Atiek cepat tanggap, sambil mengangkat pantatnya, diambilnya penisku dan diarahkan kelobang vaginanya. Dalam hitungan detik, kemaluanku sudah menyelusup kedalam vagina Atiek. Atiek melenguh pelan, badannya ambruk kedadaku dan wajahnya menempel disamping kepalaku sambil mendesis desis. Kuangkat pinggulku berusaha mengocok kemaluan Atiek, dan diapun mengikuti gerakanku tetapi pinggulnya digoyang memutar sedangkan otot vaginanya menjepit kemaluanku, jepitan dan putaran pinggulnya tidak akalh dengan istriku, kenikmatan menjalar keseluruh penisku.

Sepuluh menit telah berlalu dan kurasakan Atiek mulai mempercepat goyangannya, mulutnya menciumku dan lidahnya menerobos masuk ke mulutku. Nafasnya tersengal, aku segera mengerti bahwa sedang mulai masuk kemasa orgasme. Tanpa menunggu waktu lagi kupercepat kocokanku, karena kemaluankupun sudah berdenyut denyut enak, dan segera akan keluar.

Ketika kurengkuh bokongnya, Atiek merengkuh pundakku makin kencang, dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia sedang orgasme. Dan segera kulepas pula air maniku menyemprot didalam vaginanya. Kenikmatan yang luar biasa.

Walaupun permainanku sudah berakhir tetapi Atiek tidak mau mencopot kemaluanku dari vaginanya, dia hanya mengeser tubuhnya dari dadaku untuk meringakan tindihan tubuhnya diatas tubuhku. Kesadaranku mulai pulih, kulihat istriku sedang bergumul dengan Triyono. Dengan tubuh yang bugil dia menindih tubuh istriku, mereka berciuman dengan pelan dan dalam, tangan meremas remas buah dada istriku yang tergolong besar dan montok, sementara tangan istriku mengelus bokong Triyono, dan kudengar desahan halus dari mulutnya itu pertanda istriku sudah mulai terangsang lagi.

Melihat istriku terangsang, tiba tiba akupun terangsang kembali. Aku sangat senang istriku menikmati sexnya, Kuhadapkan tubuhku kearah istriku, dan Atiek segera merangkul pinggangku dengan kakinya dari belakang, sambil menikmati sisa orgasme yang kuberikan padanya.

Triyono sedikit mengeser tubuhnya dan tangan yang tadinya meremas tetek istriku turus kebawah, kearah kemaluan istriku, dan istriku mengangkat pinggulnya ketika jari tengan Triyono memutar mutar clitorisnya. Desahan dari mulutnya makin keras.. Triyono mengangkat tubuhnya dan dibukanya lebar lebar paha istriku.

Istriku menoleh kearahku, matanya sayu memandangku seolah minta ijin padaku. Kupandangi dia, dia sangat cantik tak kuasa aku menghalanginya. Kukecup bibirnya kuusap rambutnya tanda bahwa aku menyetujuinya. Dan ketika penis priyono melesak kedalam vaginanya, istriku memejamkan mata keenakan, dan tangannya mengelus elus penisku seirama dengan kocokan yang diberikan Triyono.

Kuciumi bibirnya, pipinya lehernya, atau mana saja yang kudapat karena istriku dalam kenikmatan, selalu kepalanya tidak bisa diam, menoleh kekiri kekanan sambil menjilat jilat bibirnya sendiri. Sementara tangan kanannya mengocok penisku tangan kirinya merangkul pundak Triyono. Tangankupun tak henti hentinya meremas remas buah dadanya. Kudengar pula desisan Triyono menambah suasana jadi makin mengairahkan.

Bacaan sex top: Cerita Bokep 2016 Hujan Angin yang Berakibat Sex

Tiba tiba istriku berhenti menggelengkan kepalanya, dahinya berkerut dan giginya menggigit bibr bawahnya, dia menoleh kearahku, istriku akan selesai dan sebentar lagi pasti akan melenguh panjang.

“Pah.. aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. eghh.. eegghh”

pada saat itu dia mendongakkan wajahnya keatas, matanya menatap mata Triyono dengan sayu.

Pada saat yang sama, aku tak tahan menahan ejakulasi, digenggaman tangannya. Kulihat Triyono menekan kemaluannya dalam dalam kevagina istriku untuk berejakulasi.. Ketika dia mencabut kemaluanya, kulihat sisa air mani meleleh keluar dari bibir vagina istriku, yang berwarna kemerahan.

Malam ini adalah malam pertama dimana istriku merasakan penis orang lain selain punyaku apalagi dia merasakannya sekaligus dalam selang beberapa menit, sebuah pengalaman yang sangat memuaskan kami berempat.

Sejak itu kami sering melakukannya, sedikitnya sebulan sekali, dan kami berkomitmen ini hanya dilakukan berempat, Bahkan kini muncul ide baru dari Atiek untuk menambah menjadi tiga pasangan. Hanya saat ini kami belum menemukan pasangan yang bisa diajak main. Pengalaman ini ditulis juga atas persetujuan kami semua. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Sex Terheboh 2016 Sama Teman Suamiku

Blog Dewasa Online Cerita Sex Terheboh 2016 Sama Teman Suamiku – Cerita panas terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Hot Pesta Sex 3 Lawan 1 Dalam SemalamCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.

sex heboh, cerita sex heboh, cerita dewasa heboh, cerita mesum terheboh, cerita xxx heboh, cerita panas terheboh, cerita ngentot terheboh
Ilusi Foto Bugil Model Indonesia Terkini

Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakansesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.

Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata “..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..” Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup ‘gentleman’.

Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata “..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini..” Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous ‘you can see’ setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru didepan pintu “..Ayo Her aku sudah siap..” Heru hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.

Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.

Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Heru mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous “you can see” longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.

Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Heru terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. “Her..” kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberijawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Heru yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.

Heru mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.

“Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her..” desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.

Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.

Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. “Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.

Heru menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, “..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!” tetapi Heru terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.

Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.

Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. “ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

Kupasrahkan diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku.”Hngk! Besaar..sekalii..Heer..” Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.

Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.

“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!

Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, “..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.

“hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..” Heru membalas dengan pertanyaan “Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku “Ohh ssh Heruu. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Heru makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, “..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama kontolnya Heru..?” aku bingung menjawabnya, “Bilang lagi dientot..!” Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya “hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..”

Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.

Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. “Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!” Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar celotehanku, Heru yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.

Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Heru mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.

Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku “Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau keluaar..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Heru mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. “..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”

Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.

Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Heru mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.

Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.

Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.

Lalu Heru memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi “doggy style” dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas “..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku..” Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.

Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess..” ..Ooohh.. Heruu.. teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.

Tetapi Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak” tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.

“Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.

Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Heru yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Heru menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.

Heru memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Heru belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.

Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!” Heru mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.

Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Heru menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.

“..Ooohh..Hesty..kau sungguuh seksxyy.. masuukin kontolku..!!” Heru memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. “..Yess.. Heruu.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..

“..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!” giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.

Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Heru bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess.. yeess..!!”Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. “..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Herr..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!” Heru mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! “..yess..Hess..aku… keluarkan diluar apa didalam..?”. “..Ohh.. Heru kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!

Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, “..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!” Heru memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan “..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.

Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.

Heru telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Luapan Birahi Murid dan Guru

Sepeninggal Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat mengharapkan Heru melakukannya lagi terhadapku.

Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Heru. Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku ‘sayang’. Heru berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu.

Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan apa yang telah diberikan Heru padaku. Aku masih merindukan dan menginginkan sentuhan tangan kekar Heru, dimanakah kau berada Heru..? – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Mesum 2016 Dosa Terindah Bersama Angga

Blog Sex Online Cerita Mesum 2016 Dosa Terindah Bersama Angga – Cerita panas terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Dewasa Luapan Birahi Murid dan GuruCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Aku kini benar-benar terbangun setelah mendengar dengkuran Mas Har beberapa lamanya. Kuperhatikan dada dan perutnya yang padat lemak itu naik-turun seirama dengan suara dengkur yang makin menjengkelkanku. Aku turun dari ranjang dan berjalan menuju cermin besar di kamar tidur kami. Kupandangi dan kukagumi sendiri tubuh telanjangku yang masih langsing dan cukup kencang di usiaku yang tigapuluhan. Kulitku masih cukup mulus dan putih, payudaraku tetap bulat dan kenyal, pas benar dengan bra 37B warna pink favoritku saat kuliah. Dan wajahku masih halus, semua terawat oleh kosmetik yang aku dapatkan dari uang Mas Har.

cerita mesum, cerita mesum terbaru, cerita mesum 2016, cerita sex mesum, cerita dewasa mesum, chat sex mesum, chat mesum, profil fb mesum, profil google+ mesum
Ilusi Foto Hot Terbaru 2016 Bikin Horny

Ah, aku masih sangat menarik. Tentu saja, tanda-tanda ketuaan tak bisa dihindari, namun tubuhku belum pernah melar karena hamil, apalagi melahirkan. Aku masih ingin meniti karierku, aku ini wanita yang menikmati kekuasaan. Dan menikah dengan Mas Har membuka lebar-lebar kesempatan untuk meraih ambisi itu. Kualihkan pandangan pada sosok lelaki tambun di ranjangku. Mas Har yang dulu tampil sangat jantan, bisa sangat berubah dalam waktu 12 tahun. Rambut halus di dada dan perutnya dulu yang selalu membuatku bergairah bila dipeluknya, kini tumbuh makin lebat dan liar, sedangkan Mas Har tidak pernah mau mencukurnya. Perutnya yang kokoh dulu kini ditutupi oleh selimut lemak yang sangat tebal. Memang otot dada dan tangannya yang kekar masih bertahan. Namun kalau aku bercinta dengan Mas har sekarang, rasanya aku sedang ditiduri oleh seekor gorilla. Memuakkan.

Meski begitu, hasratku akhir-akhir ini makin tak tertahankan. Seringkali, akulah yang meminta duluan ke Mas Har untuk memuaskan nafsuku. Namun gara-gara stamina Mas Har yang loyo di usianya yang setengah abad lebih, aku hampir pasti tidak terpuaskan dan kebanyakan aku sendiri yang menyelesaikan “tugas” Mas Har. Sama seperti yang terjadi sore ini, tinggal sebentar lagi aku merasakan orgasme, tiba-tiba Mas Har keluar, dan dengan napas tersengal-sengal ia membelai-belai tubuhku kemudian tertidur lelap di sampingku. Lagi-lagi harus jari-jariku sendiri yang memuaskanku. Aku sudah tak tahan. Aku tidak peduli lagi pada nilai dan norma yang berlaku bagiku sebagai perempuan. Kubulatkan tekadku, kemudian aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari bekas cumbuan suamiku yang memuakkan.

Selesai sarapan Mas Har pamit padaku dan mengatakan betapa menyesalnya dia harus meninggalkanku akhir pekan ini ke Singapura, demi kepentingan lobby perusahaannya. Mas Har memang pernah menawarkan padaku untuk pergi bersamanya, tapi aku menolak dengan alasan aku lelah dengan pekerjaan kantorku dan sedang tidak ingin pergi begitu jauh hanya untuk berbelanja. Dan kesempatan ini akan aku gunakan sebaik-baiknya. Sore ini aku akan punya kegiatan yang lebih menarik dari sekedar berbelanja, di Singapura sekalipun. Supir kami mengantar Mas Har pergi dan 30 menit kemudian aku pergi menuju kantor membawa sedanku sendiri.

Setelah makan siang aku kembali ke kantor dan menyelesaikan sebagian pekerjaanku hari itu dan dua jam sebelum waktu pulang, aku menyerahkan sisa pekerjaan itu ke bawahanku. Mereka tidak terlalu senang dengan tugas mendadak itu, tapi nampaknya mereka sudah terbiasa dengan perangaiku. Mereka paham bahwa aku tidak ingin menjadi lelah, karena sepulang kerja nanti aku akan pergi bersama teman-temanku, eksekutif wanita muda yang lain. Hanya saja mereka tidak tahu kalau hari itu, aku sudah membatalkan acara jalan-jalan kami.

Kukemudikan sedanku ke arah rumahku, namun kemudian berbelok menuju tempat lain. Sekitar 15 menit kemudian aku berhenti di samping sebuah lapangan basket di dalam suatu perumahan. Di sana sejumlah remaja SMU sedang bermain. Aku turun dari mobilku dan duduk di samping lapangan tempat tas-tas mereka diletakkan, lalu menyaksikan permainan mereka. Salah satu dari mereka, mengenakan kostum basket warna merah, yang kemudian melihatku, tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku membalas dengan cara serupa. Dia adalah Angga, anak salah satu bawahanku yang sedang kutugaskan pergi ke luar kota selama beberapa hari. Hubunganku dengan keluarga mereka cukup akrab untuk mengetahui bahwa Angga mengikuti latihan basket dua kali seminggu di sana.

Sepuluh menit kemudian permainan berakhir dan sejumlah remaja itu menuju ke tas mereka, yaitu ke arahku. Aku berjalan menuju Angga membawa sebotol minuman yang sudah kusiapkan pagi tadi.

“Ang, minum dulu nih. Ternyata tadi di mobil Tante masih ada sebotol”, tawarku.

“Oh iya, Tante, makasih!”, jawabnya tersengal.

Nampaknya ia masih kelelahan. Angga mengambil botol dari tanganku dan segera menghabiskan isinya. Kami berjalan menuju tasnya. Dan ia mengeluarkan handuk untuk menyeka keringatnya. Aku mengintip sebentar ke dalam tasnya dan bersyukur aku memberikan botol minumanku kepada Angga sebelum ia sempat mengambil minuman bekalnya sendiri.

Sebagai pemain basket, Angga cukup tinggi. Dari tinggi badanku yang 168 cm kuperkirakan kalau tinggi Angga sekitar 180-an cm. Bisa kuperhatikan tangan Angga cukup kekar untuk anak seusianya, sepertinya olahraga basket benar-benar melatih fisiknya. Figur badannya menunjukkan potensinya sebagai atlet basket. Aku beralih ke wajahnya yang masih nampak imut walau basah oleh keringat. Dengan kulit yang kuning, wajahnya benar-benar manis. Aku tersenyum.

Setelah menyeka wajahnya, Angga memperhatikanku sebentar dan berkata, “Tante Nia dari kantor? Kok pake ke sini?”

“Nggak, males aja mau ke rumah, enggak ada temannya sih. Om Harry lagi ke Singapura. Jadi tante jalan-jalan.. terus ternyata lewat deket-deket sini, sekalian aja mampir..” ujarku setengah merajuk.

Ia beralih sebentar untuk ngobrol dan bercanda dengan temannya.

“Sama dong Tante, Angga lagi males nih di rumah, nggak ada orang sih!”

“Nggak ada orang? Ibu sama adik kamu ke mana?”

“Nginep di rumah nenek, besok sore pulang. Aku disuruh jaga rumah sendirian”. Angga menaruh handuknya dan duduk di sampingku.

“Oh, kebetulan banget ya..” kata-kata itu tiba-tiba terlepas dari mulutku.

Yang dikatakan Angga benar-benar di luar dugaanku, tapi justru membuat keadaan jadi lebih baik. Aku tidak perlu bersusah payah untuk mencari tempat ber..

“Kenapa, Tante? Kebetulan gimana?”

“Iya, kebetulan aja kita sama-sama cari teman..” Angga tersenyum.

“Sebenarnya.. Ehh.. Tante ada perlu sih ke rumahmu. Ada file laporan penting yang harus diambil segera, padahal papa kamu masih di luar kota. Kira-kira bisa nggak ya, tante ke rumahmu ngambil file itu? Tante sudah bilang kok sama Papa kamu, katanya tante disuruh ngambil aja di rumah..”

“Oh, nggak apa-apa kok. Cuma mungkin agak lama ya, Tante. Soalnya aku musti cari-cari kunci cadangannya lemari papa. Biasanya selalu dikunci sih, kalau pergi-pergi. “

“Nggak masalah, Tante nggak buru-buru. Kita pergi sekarang?”.

Angga mengangguk lalu kami berjalan menuju mobilku. Angga melambaikan tangan pada teman-temannya dan meneriakkan kata-kata perpisahan. Kuperhatikan teman-teman Angga saling berbisik dan tertawa-tawa kecil melihat kami pergi.

“Di rumah benar-benar nggak ada orang yah, Ang?”

“Cuma aku doang, Tante. Untungnya sih Mama ngasih uang lumayan buat cari makan.”

“Aduh.. Kaciann..” kataku manja. “Tapi biasanya seumuran kamu pasti ada pacar yang nemenin kemana-mana kan..”

Angga menoleh dan tersenyum padaku. “Wah, Angga nggak punya Tante. Belum ada yang mau!”

“Ah, masa? Cowok keren kaya kamu gini loh!” Kutepuk pelan lengannya, mencoba merasakan sejenak kekokohannya. “Kalau Tante sih, sudah dari dulu Angga tante sabet!”

Angga hanya tertawa ramah, ia sudah biasa dengan gaya bercandaku yang agak genit itu. Padahal sebenarnya, sosok Angga benar-benar sudah mempesonaku saat ia diperkenalkan padaku dan Mas Har setahun yang lalu.

Perjalanan ke rumah Angga memakan waktu sekitar 30 menit karena jalanan sudah penuh oleh mobil-mobil orang lain yang menuju rumah masing-masing. Dalam perjalanan aku tetap memperhatikan Angga. Aku ingin tahu apakah minuman yang tadi Angga minum sudah menunjukkan reaksinya. Biasanya aku menggunakan obat itu untuk memancing nafsu Mas Har dan mempertahankan staminanya. Aku mungkin sudah gila.. Mencoba untuk tidur dengan bocah SMU anak pegawaiku sendiri.. Tapi biarlah.. Gelegak di diriku sudah tak mampu lagi aku bendung.

Tadi pagi aku memberikan dosis ekstra pada minuman yang kuberikan pada Angga, dan sekarang aku penasaran akan efeknya pada tubuh muda Angga. Bisa kulihat sekarang napas Angga mulai naik-turun lagi setelah sempat tenang duduk dalam mobil. Duduknya juga nampak sedikit gelisah. Aku menepi. Kami sudah sampai.

Ia membuka pintu dan mempersilahkan aku masuk. Aku duduk nyaman di sofa ruang tamu dan ia menuju dapur untuk menyiapkan segelas minuman buatku. Rumah Angga tidak besar, sekedar cukup untuk tinggal empat orang. Sekali lagi aku menanyakan pada diriku sendiri, apakah aku ingin melakukan hal ini.. Dan sedetik kemudian aku menjawab: aku memang benar-benar menginginkannya..

Kutanggalkan jas dan blazerku, menyisakan sebuah tank-top putih untuk melekat di bagian atas tubuhku. Tadi pagi aku sudah mematut diri di kaca dengan tank-top ini. Sebenarnya ukurannya sedikit lebih kecil dari ukuranku, hingga cukup ketat untuk memperlihatkan dengan jelas bentuk payudaraku, bahkan puting susuku. Aku tersenyum geli ketika meihat diriku di cermin pagi itu. Rok miniku kutarik sedikit lebih tinggi, dan kusilangkan kakiku sedemikian rupa hingga Angga yang nanti kembali dari dapur akan memperhatikan pahaku yang mulus.

Angga keluar beberapa menit kemudian membawakan segelas sirup dengan batu es. Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan langkahnya menuju meja di depanku.

“Panas banget, Ang. Makanya Tante copot blazernya”, kataku setengah mengeluh.

“Iya, memang di sini nggak ada AC seperti di rumah Tante”.

Suara Angga sedikit terbata, nafasnya naik-turun, dan mencoba tersenyum. Kulihat Angga juga berkeringat, tapi aku tahu hal itu bukan hanya karena panas yang ada di ruang tamu ini. Aku mengambil gelas yang dingin itu dan menggosokkannya pada bagian bawah leherku yang berkeringat. Segar sekali..

“Ahh.. Seger baget Ang. “

Angga menelan ludahnya. Kuminum sedikit sirup itu.

“Uhh.. Top banget. Enak, Ang”, ujarku setengah mendesah.

“Hmm.. Tante.. Angga.. Angga cari kunci lemarinya papa dulu ya..” kata Angga. Anak ini pemalu juga, kataku dalam hati. “Oh, iya deh, Tante tunggu. ” Angga kemudian bergegas menuju satu lemari besar di samping sofa dan mulai membuka laci-lacinya.

Aku bersabar sedikit lebih lama. Aku tahu dari tingkah laku Angga yang makin gelisah, kalau obat itu sebentar lagi akan benar-benar memberi efek. Setelah 10 menit mencari dan belum menemukan kuci itu. Aku berjalan ke arah Angga yang masih membungkuk, mencari kunci itu di salah satu laci.

“Ang.. Apa nggak lebih baik..”

Angga lalu berdiri dan membalikkan badannya menghadapku. Aku tahu dia sempat mencuri pandang ke arah dadaku sebelum melihat wajahku. Ia menelan ludahnya. Aku mendekat padanya hingga jika aku melangkah sekali lagi tubuhku akan langsung bersentuhan dengannya. Angga mencoba mundur, tapi lemari besar itu menghalanginya.

“Kenapa..? Tante..?”, nafasnya terasa menyentuh dahiku.

Aku mendongak sedikit, menatap wajahnya.

“Lebih baik kamu..”

Tanganku meraba otot bisepnya, padat..

“Mandi dulu..”

Tanganku yang satu menyentuh tepi bawah kostum basketnya..

“Terus ganti baju..”

Kedua tanganku mulai mengangkat kausnya..

“Kan, kamu keringetan gini..”

Tanganku setengah meraba otot-otot perutnya yang keras sambil terus membawa kausnya ke atas..

“Nanti.. Kuncinya.. Dicari lagi..”

Dadanya cukup kokoh, dan terasa sekali paru-parunya mengembang dan mengempis semakin cepat, jantungnya berdegup kencang.. Wajahku terasa panas, jantungku ikut berdetak cepat. Angga mengangkat lengannya dan berkata, “Ya Tante..”

Tapi suara Angga lebih mirip desahan berat. Kuangkat lagi kausnya ke atas dan Angga dengan cepat meneruskan pekerjaanku dan kemudian melemparkan kausnya ke samping. Angga sekarang bertelanjang dada, dengan celana selutut masih dikenakannya. Aku merapatkan badanku padanya namun tiba-tiba aku berhenti setelah merasakan sesuatu mengenai perutku. Aku mundur sedikit dan melihat ke arah dari mana sentuhan di perutku berasal.

“Oh..!”, bisikku sedikit terkejut.

Dari dalam celananya terlihat tonjolan yang cukup panjang dan besar. Penis Angga.. Siluetnya terlihat jelas dari celana basketnya yang longgar. Aku melihat wajah Angga. Ia juga melihat tonjolan di celananya itu, sedikit terkejut, kemudian melihatku. Napasnya menderu.

“Eh, maaf tante.. aku.. Nggak pernah.. Pake..”

“Celana dalam? Nggak.. Pernah..?” potongku.

Ia hanya menggeleng dan kembali menatapku.

Aku tersenyum. “Nggak apa-apa.. Lebih baik gitu..”

Wajah imutnya memperlihatkan keterkejutan. Tapi aku segera kembali merapatkan tubuhku dan maju lebih berani. Kucengkram batang kemaluannya dari luar celananya. Angga napak semakin terkejut dan badannya berguncang sedikit. Kemudian semua berjalan menuruti nafsu kami yang bergelora.

Angga memelukku, membawa bibirku rapat ke bibirnya dan melakukan ciuman paling bernafsu yang pernah aku terima dalam satu dekade ini. Lidahnya bergelut liar dengan lidahku, bibirku digigitnya pelan.. Kupegang kepalanya dan kurapatkan terus dengan wajahku. Kuacak-acak rambutnya seakan aku ingin seluruh tubuhnya masuk ke dalam ragaku.

Angga mencoba menyudahi ciuman itu. Aku khawatir ia akan menolak untuk bertindak lebih jauh, hingga aku tidak membiarkannya. Tapi aku sudah sulit mengatur napasku, dan akhirnya kulepaskan wajahnya. Aku tersengal, mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ternyata Angga sama sekali tidak berhenti. Saat aku ditaklukkan nafsu saat berciuman tadi, Angga sudah berhasil melepaskan tank-topku tanpa sedikitpun aku menyadarinya. Tank-top itu kini berada di bawah kakiku. Dan kini Angga mulai menghisap dan menjilati leherku dengan buas.

“Ohh.. Anngghh..” ini dia yang selama ini kudambakan, gairah dan energi yang begitu meluap..

Lidah Angga bergerak lagi ke bawah.. Membasahi belahan dadaku.. Berputar sebentar di sekitar puting kiriku, memberikan sensasi geli yang nikmat.. Kemudian Angga melahap payudaraku.

“Ouuhh.. Kamu.. Ahh.. Kurang ajar yahh.. Hmmpphh.. Terusin Anngg.. Ahh.. Mmmhh..”

Bocah ini.. Benar-benar bernafsu.. Ia lalu melakukan hal sama pada payudaraku yang sebelah kanan dan segera membawaku ke ambang orgasme.. Aku merasakannya.. Sedikit lagi.. Tapi ia tiba-tiba berhenti, membuatku melihat ke bawah, ingin tahu apa yang terjadi. Ia berlutut, dan mencoba melepaskan rok miniku. Tanganku bergerak cepat membantu Angga dan dua detik kemudian rok itu sudah jatuh ke lantai. Aku mencoba melepaskan pula celana dalamku, namun Angga lebih cepat.. Ia merobeknya.. Sejurus kemudian lidahnya beraksi lagi.. Dalam liang kewanitaanku..

“Anggahh.. Kamuhh.. Nggak sopann..”

Kumajukan pinggulku, rasanya aku ingin membenamkan seluruh wajah Angga ke dalam vaginaku.. Lidah Angga yang tak terlatih, membuatku harus membantunya menyentuh daerah yang tepat dengan menggerakkan kepala bocah itu.

“Uuuhh.. Di sini Anngghh.. Ohh.. Yeeaahh..!!”

Angga terus bergerilya dalam gua-ku hingga aku merasakan gelombang kenikmatan yang hebat.

“Angghh.. Tante.. Mau.. Aaahh!!”

Tubuhku menggeliat seiring dengan orgasme yang melandaku. Angga dengan liar menjilati cairan-ku sampai tetes yang terakhir. Kakiku terasa lemas.. Pelan-pelan aku terduduk.. Dan kemudian berbaring di lantai.. Merasakan sisa-sisa kenikmatan yang telah Angga berikan sambil terengah-engah..

Aku melihat ke arah Angga. Ia juga sedang terengah-engah. Badannya berdiri kokoh di hadapanku. Badan kekarnya yang berkeringat, berkilat oleh pantulan matahari sore yang menerobos jendela kamar. Dan.. Tak ada lagi celana basket yang melekat di badan itu. Pistolnya.. Mengacung tegak ke arahku. Batangnya begitu besar.. Pasti lebih dari 20 cm, dan tebal. Rambut tipis dari kemaluannya berlanjut ke atas menuju pusarnya. Oh.. Begitu muda dan gagah..

“Tante.. Aku..”

“Giliran Tante, Ang!”

Aku berdiri, menghimpit tubuhnya dan menjilati badan remaja itu. Tangannya yang kuat mengelus mendekapku sambil mengusap punggungku. Saat kugigit-gigit putingnya, Angga mendesah perlahan dan rambutku diacaknya. Tanganku dengan mudah mendapati penisnya, kemudian kukocok pelan. Sementara itu lidahku mengembara di otot-otot perut Angga.

Kini aku sampai pada pusarnya. Lidahku terus bergerak turun dan kulahap pucuk batang kejantanan Angga. Angga menggeram. Kukulum batangnya dan aku puas mendengar Angga terus mendesah.

“Ooohh.. Tante.. Ahh..”

Kucoba untuk menelan lebih dalam, tapi ukuran penis Angga terlalu besar. Sudah saatnya..

“Ayo Ang, biar tante ajarin caranya jadi lelaki..”

Kuajak dia berbaring di lantai, lalu pelan-pelan aku duduk di perutnya sambil memasukkan pistol Angga ke ‘sarung’-nya, memastikan agar aku mendapatkan kenikmatan yang aku mau.

“Aaahh.. Angga.. Punya kamuhh.. Besaarr.. Uuhh..”

Aku membelai dadanya, dan mulai bergerak naik-turun. Angga melenguh dan memejamkan mata, meresapi setiap gerakan yang kubuat.

“Uuuhh.. Eegghh.. Aduhh.. Nggak pernah.. Angga.. Ngerasain.. Enak kaya ginihh..”

Setelah mulai terbiasa dengan ritmeku, Angga membuka matanya. Tangannya memegang kedua payudaraku yang naik turun.

“Tante Nia.. Oohh.. Seksi banget.. Ahh..”

Ia memerasnya.. Dan terasa sangat nikmat.. Kini aku yang menghayati permainan Angga. Tapi aku segera tersadar, kali ini AKU yang akan memuaskan Angga.

Aku mempercepat gerakanku, sambil sesekali memutar-mutar pinggulku.

“Ohh.. Tante.. Terusiinn.. Enaakk.. Aahh.. Mmmhh..”

Bacaan sex top: Cerita Ngentot Sama Kak Linda yang Bahenol

Tangannya beralih ke pantatku, mencoba ikut mengatur ritmeku. Kuberikan apa yang Angga minta, kujepit batangnya dan aku semakin bergoyang menggila.

“Gini kan.. Mau kamu, Angghh.. Ehh..”

“Uhh.. Yaa.. Ohh.. Aaagghh.. Kenceng bangett.. Ayo tante..”

Aku bagai lupa daratan, kenikmatan yang kurasa benar-benar membius, dan sebentar lagi.. Tinggal sebentar..

“Tantee.. Oooaagghh!! Oh, yeaahh!!”

“Annggaa.. Aaagghh.. Ohh.. Ohh..”

Aku merasakan kenikmatan paling dahsyat dalam hidupku, bersamaan dengan ejakulasi Angga. Kami berpelukan, berguling sementara Angga masih meneruskan tikaman penisnya dalam vaginaku, membawaku semakin jauh dari dunia ini..

“Ohh.. Anggaa.. Ohh.. Kamu.. Udahh.. Bukan perjaka.. Lagi.. Ahh..”

Ia menciumiku, memanjakan payudaraku, membelai-belai rambutku..

Dengan napas yang tersengal-sengal Angga berbisik di telingaku,

“Duhh.. Nggak nyangkah.. Tante.. Nakal banget.. Ahh.. Tapi Angga.. Suka.. Dinakalin.. Tante.. Ehh.. Kontol Angga masih ngaceng nihh.. ehh.. Mau Tante apain lagi..?” – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa Hot 2018 Memuaskan Istri Konglomerat

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Saya sedang makan siang di sebuah kafe yang terletak di lantai dasar gedung perkantoran saya. Hari itu saya didampingi oleh Pak Erwan, manajer TI perusahaan saya dan Lia, sekretaris saya. Biasanya saya makan siang dengan Lia, sekretaris saya, lalu lanjutkan dengan siang hari bobo sebelum kembali ke kantor. Tapi hari itu sebelum saya pergi, Pak Erwan ingin bertemu untuk mendiskusikan proyek komputerisasi, jadi saya baru saja mengundangnya untuk ikut makan siang bersama saya.

Cerita Dewasa Hot 2018 Memuaskan Istri Konglomerat

Pak Erwan dan saya sedang membicarakan proyek implementasi perangkat lunak dan juga perangkat keras tambahan yang dibutuhkan. Memang, perusahaan saya ingin mengganti sistem lama, yang tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan yang sedang berkembang. Sementara Lia sibuk merekam pembicaraan kita berdua.

Bersenang-senang makan steak yang saya pesan, tiba-tiba HP saya berdering. Saya melihat pemanggil idnya .. Dari Santi.

“Halo Robert, kapan kita akan kemari lagi?” Suara yang manis terdengar di seberang jalan.
“Oh ya, saya akan segera ke sana, saya sedang makan siang di sini, Ayah menunggu sebentar,” jawab saya.
“Dia .. dia .. siapa yang tidak bisa bilang iya pak” goda Santi.
“Benar pak .. oke sampai ketemu lagi,” kataku sambil menutup pembicaraan.
“Dari klien,” kataku.

Saya sangat berhati-hati agar tidak affairku dengan Santi yang tercium oleh mereka. Ini karena Pak Arief, suami Santi, adalah manajer keuangan di kantorku. Kebetulan Pak Arief sedang dikirim pelatihan ke Singapura, jadi saya bisa leluasa menikmati istrinya.

Setelah makan siang, saya memberi tahu Lia bahwa saya akan langsung ke tempat klien saya berada. Seperti biasa, saya meminta agar saya tidak terganggu kecuali ada keadaan darurat. Kamipun berpisah .. Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sementara aku langsung menuju tempat parkir untuk pergi bekerja pada istri orang dia .. Dia ..

Setelah kesal karena terjebak macet, saya juga ada di rumah Santi. Saat itu sore hari. Bayangkan saja, saya sudah di jalan selama beberapa jam. Segera memarkir perak Mercy metalik favoritku, dan membunyikan bel pintu. Santi sendiri membuka pintu. Dia tersenyum gembira saat kedatanganku.

“Aih .. Pak Robert sangat tua” katanya.
“Iya .. itu macet sama sekali tuh .. rumahmu jauh sekali .. mungkin di peta juga gak ada” lelucon.
“Bisa jadi Pak Robert ..” kata Santi sambil tertawa kecil.

Dia terlihat cantik dengan pakaian “Anda bisa melihat” yang menunjukkan lengannya yang halus. Payudaranya terlihat lebih kokoh di balik bajunya. Mungkin karena saya sudah meremas dan mengisap selama beberapa hari sementara suaminya saya “asing” di negara tetangga.

Kami masuk ke rumah dan aku duduk di sofa di ruang tamu. Santi menyajikan jus jeruk untuk menghilangkan rasa haus saya. Rasanya enak sekali minum jus jeruk setelah bosan terjebak. Dahagakupun segera lenyap, tapi setelah melihat Santi yang cantik, rasa hausku yang lain pun muncul. Aku masih ingin bertemu Santi, meski aku punya waktu lima hari berturut-turut aku berhubungan seks dengannya.

Aku mencium bibirnya sementara tanganku membelai bahunya. Saat aku hendak menanggalkan pakaiannya, dia menahanku.

“Pak .. Santi adalah hadiah untuk bapak ya”
“Ada apa?” Kataku dengan senang hati
“Ini adalah teman Santi yang ingin mengenal sang ayah.

Lalu dia mengatakan kepada saya bahwa dia bertemu dengan seorang wanita, Susan, saat sedang berolahraga di gym. Setelah semakin dekat, mereka membicarakan kehidupan seks mereka. Singkat cerita, Susan menawarkan pesta seks saat bertukar pasangan di rumah mereka.

“Dia ingin mencoba ayah ini, dia bilang dia belum pernah melihat sebesar Pak Robert” kata Santi sambil meraba pangkal pahaku.
“Saya baik-baik saja” jawabku riang.
“Oh iya .. saya hanya pura-pura jadi Pak Robert suamiku,” kata Santi sambil mengucapkan selamat tinggal untuk memanggil kenalan barunya.

Santi dan saya kemudian pergi ke rumah Susan di daerah Kemang. Untung jalanan Jakarta agak sepi. Segera kami sampai di rumahnya yang luas. Sebuah keamanan sepertinya membuka garasi. Santipun menjelaskan bahwa kami memiliki janji dengan atasannya. Susan menyambut kami dengan baik.

“Ini mengenalkan suami saya”

Seorang pria paruh baya dengan kepala yang agak botak mengenalkan dirinya. Namanya Harry, pengusaha properti sukses. Santipun mengenalkan saya pada mereka.

Saya tercengang melihat rumah mereka yang luas. Dengan furnitur mahal, serta koleksi pelukis ternama lukisan gantung di dinding. Bayangkan betapa kaya mereka, karena orang-orang di kelas saya kagum melihat rumahnya yang sangat baik.

Tapi aku lebih takjub melihat Susan. Wanita ini sangat cantik. Terutama kulitnya yang putih dan halus. Pepatah jika infestasi nyamuk, nyamuk akan jatuh tergelincir. Selain itu terlihat sangat seksi tubuh dengan payudara besar dan bentuk tubuh padat. Sekilas mengingatkan saya pada bintang film panas di era 80an. Saya tidak tahu namanya apa.

Mereka juga menyajikan makan malam. Kami juga berbicara tentang omelan manis sambil menikmati hidangannya. Di tengah makan malam, Santi mengucapkan selamat tinggal di toilet. Dengan matanya dia mengundang saya untuk mengikutinya.

“Pak, kehabisan ini aja yuk” kata Santi berbisik pelan setelah keluar dari ruang makan.
“Mengapa?” Saya bertanya.
“Nafsu Santi yang tak berujung melihat Mr. Harry sudah tua, botak, perut kembung kembali”.

Aku tertawa sendiri. Tapi aku tentu saja tidak menyetujui permintaan Santi. Aku sudah ingin menikmati istri indah Mr. Harry seperti boneka itu. Aku memaksa Santi untuk kembali ke ruang makan.

Setelah makan, kita juga pergi ke ruang tamu sambil menonton video porno untuk membangkitkan gairah kita. Tak lama kemudian, seorang gadis pembantu datang untuk menyajikan buahnya. Tapi mungkin karena kaget melihat adegan di layar TV home theater, ia secara tidak sengaja menjatuhkan kaca kristalnya sehingga pecah berkeping-keping. Aku melihat Susan melotot pada pembantunya, sementara pelayan kecil itu tampak ketakutan dan meminta maaf berkali-kali.

Adegan TV terlihat lebih panas dari sebelumnya. Tampak Pak Harry mulai bersembunyi di tubuh Santi di seberang sofa. Sementara Santi sepertinya enggan melayaninya.

“Tunggu sebentar .. Santi ingin melihat filmnya dulu”

Aku tersenyum pada alasan Santi ini. Sementara itu Susan meminta izin ke dapur untuk sementara waktu. Saya juga mencoba menikmati adegan di layar TV. Meskipun saya tidak benar-benar perlu melihat hal seperti ini, mengingat tubuh Susan sangat mengundang semangat saya. Tidak lama saya merasa ingin buang air kecil, jadi saya akan mengucapkan selamat tinggal ke belakang.

Setelah di toilet, saya berjalan melintasi dapur untuk kembali ke ruang tamu. Aku melihat di dalam, Susan meletakkan tangannya pada gadis kecilnya.

“Tidak sayang .. Sri tidak sengaja” gadis kecil itu memohon belas kasihan pada tuannya, Susan yang cantik.
“Jangan sengaja melakukannya dengan sengaja, senang berbicara, itu lebih dari satu tahun anggur yang Anda tahu !!” Susan membentak.
“Gajimu yang aku potong. Biar kutebak kau ..”

Gadis kecil itu berhenti sejenak, terisak-isak. Sementara wajah Susan mengungkapkan kepuasannya setelah melahap pembantunya. Mungkin benar bahwa orang mengatakan, jika wanita kurang mampu menyalurkan hasrat seksual mereka, cenderung marah. Melihat kejadian itu, saya juga kasihan melihat gadis pembantu itu. Tapi entah bagaimana, hasratku akan hasrat tumbuh semakin nyata bagi Susan, yang tampak lembut begitu sengit.

Cerita Dewasa Hot 2018 Memuaskan Istri Konglomerat

“Dasar bedinde .. Verveillen !!” Susan masih meletakkan tangannya di pinggulnya, mengutuk pelayannya. Dengan tubuh putih bersih, sebaliknya, Susan berdiri di depan pelayannya yang kecil dan hitam.
“Pengampunan bukan .. tidak akan lagi ..”
“Oh Pak Robert ..” kata Susan saat aku sadar aku ada di pintu dapur. Dia menyelipkan tangannya dari pinggangnya dan bergerak ke arahku.
“Apakah kamu sibuk?” Tuhanku.
“Iya ya nih sayang ik ik punya pembantu” jawabnya dengan senyum manis.
“Ayo kembali” lanjutnya.

Kami kembali ke ruang tamu. Kulihat Santi masih menonton adegan di layar sementara Mr. Harry membelai pahanya. Susan dan aku segera berciuman saat kami duduk di sofa. Aku sedang melakukan “french kiss” dan Susanpun dengan penuh semangat menyambut.

Aku menggeledah tenggorokannya dengan kedua tangan saat dia meremas payudara padatnya. Susanpun meratapi kesenangannya. Tangannya meremas pangkal pahaku. Dia kemudian berjongkok di hadapanku yang masih duduk di sofa, membuka celanaku. Celana dalam saya membelai perlahan sambil menatapku menggoda. Lalu disibakkannya celana dalam saya ke samping sehingga kemahalankupun keluar.

“Oh .. tuhan saya .. Bener bilang Santi .. sangat besar .. saya suka ..” katanya sembari menjilati pangkal paha saya.

Lalu buka celana dalam saya, jadi kemahalankupun leluasa tanpa ada penghalang di depan wajahnya. Membelai semua alat kelamin termasuk buahku dengan tangannya yang halus. Perilakunya seperti anak kecil yang baru saja mendapat mainan baru.

Lalu Susan mulai mengisap mulutnya dengan rakus. Sambil mengisap dan menjilati erangan saya, Susan mengerang, emmhh .. emhh, seperti seseorang yang sedang makan sesuatu yang sangat lezat. Aku membelai rambut hitamnya dan mengikatnya kembali.

Sambil menikmati permainan lisan Susan, saya melihat suaminya mendapat handjob dari Santi. Tampak Santi mengocok ayam Pak Harry dengan cepat, dan tak lama kemudian terdengar erangan bagus Pak Harry yang bersyukur saat mencapai orgasme. Santipun kemudian meninggalkan Pak Harry, mungkin dia pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya.

Sementara itu Susan masih ingin menikmati pangkal paha besar saya. Memang jika saya bandingkan dengan alat kelamin suaminya, ukurannya jauh berbeda. Apalagi setelah dia mengalami orgasme, nampak alat kelamin Mr Harry sangat kecil dan tertutup lemak perutnya yang menonjol. Tak heran jika istrinya benar-benar menikmati pangkal paha saya.

Segera Santipun muncul kembali di ruangan itu, dan mendekati saya. Susan masih berjongkok di depanku saat bermain dengan lidah di pangkal paha. Santi duduk di sampingku dan mulai menciumku. Dia membuka bajunya dan putingnya basah kuyup. Rasanya enak disedot oleh dua wanita cantik istri pria ini. Satu di atas yang lain di bawah ini. Sementara Pak Harry tampak menikmati pemandangan ini saat mencoba menghidupkan kembali senjata yang sudah lamban.

Aku mengangkat kemeja Santi dan BH-nya, sehingga payudaranya tertantang di depan wajahku. Aku kuhilap dan kujilati puting susu. Sementara tanganku yang satu meremas payudaranya yang lain. Sementara Susan masih mengisap dan menjilati pangkal pahaku.

Setelah puas bermain dengan selangkangan saya, Susan lalu berdiri. Dia kemudian melepas bajunya sampai hanya kalung berlian dan hak tinggi itu tetap menempel di tubuhnya. Payudaranya yang besar dan padat mawar, dengan puting pink kecil. Saya terpesona, jadi saya menghentikan aktivitas saya mengisap payudara Santi. Susan lalu mendatangi saya dan kami kembali dengan gembira.

“Ayo kita hisap susu ik” katanya sambil menyodorkan payudara kanannya ke mulutku. Tak perlu perintah lagi langsung kuterkam dadanya yang kenyal. Saya khawatir, saya kuhilap dan kujilati sebanyak. Susanpun mengerang senang.

Setelah itu, dia berdiri lagi dan kemudian membelakangi saya. Dia juga berjongkok sambil mengarahkan selangkangan saya ke dalam vaginanya yang berambut tipis. Saya juga sempat berhubungan seks dengan tubuhnya yang duduk di pangkal pahanya menghadap suaminya yang masih berusaha membangunkan alatnya kembali. Aku menarik tubuhnya sedikit ke belakang sehingga aku bisa mencium bibir dan wajahnya yang indah lagi.

“Eh .. Eh .. Eh ..” Susan mendengus setiap kali menusuk pangkal pahaku ke vaginanya. Aku terus bercinta dengannya sambil meremas payudaranya dan sesekali menjilati dan mencium bahunya yang halus.

Sementara itu Santi sedang berlutut di tepi sofa sambil meraba-raba buahku saat aku meniduri Susan. Terkadang pelepasan erangan saya dari vagina Susan kemudian dikulumnya. Setelah itu Santi memasukkan tasku kembali ke kuburan Susan.

Setelah beberapa menit, saya bangun dan meminta Susan untuk duduk di sofa. Saya ingin membesarkannya dari belakang. Aku menidurinya “doggy-style” sampai kalung berlian dan payudara besarnya bergoyang-goyang adorably. Terkadang saya mengeluarkan erangan saya dan kusodorkan ke mulut Santi yang dengan rakus menjilat dan mengulumnya. Sungguh menyenangkan memiliki dua wanita cantik ini.

“Ahh .. iya .. ya .. aha .. aha .. itu benar .. aha .. aha ..” gumamnya Susan menahan kenikmatan yang membentang di sekujur tubuhnya. Ini menambah suasana erotis di ruangan itu.

Sementara Pak Harry rupanya berhasil membangunkan senjatanya. Dia mendekati Santi dan menariknya ke sofa lain di ruangan itu. Santipun pasti akan mengikuti keinginannya. Itu adalah kesepakatan bahwa saya bisa menikmati istrinya sementara Pak Harry bisa menikmati “istri saya”.

Sementara itu, saya tetap mendongkrak gaya doggy Susan. Sesekali aku meremas payudaranya yang berayun dari tubuhku. Aku melihat Mr. Harry tampak ingin bercinta dengannya dengan gaya misionaris. Tidak lama aku mendengar erangan Harry. Ternyata dia sudah mencapai orgasme kedua.

Santipun melihat ke belakang untuk meninggalkan ruangan. Sementara aku masih meniduri Susan dari belakang sambil meletakkan tangannya di pinggulku. Setelah itu aku membalikkan badannya dan aku menidurinya lagi, kali ini dari depan. Sesekali kuciumi wajah dan payudara, sambil terus kugenjot vagina yang sempit.

“Ohh .. Aha .. Aha .. Ohh tuhan .. aku suka ayam besarmu ..” Susan terus mengoceh kenikmatan.

Tak lama kemudian tubuhnya bergetar dan dia menjerit melepaskan semua beban nafsu birunya. Aku hampir orgasme. Aku berdiri di depannya dan aku menyuruhnya mengisap kotoranku kembali. Sementara itu, saya lirik Pak Harry, dia sedang mengamatinya mengulumi kemaluanku. Aku meremas rambut Susan dengan tangan kiriku, dan aku meletakkan tanganku di pinggulku.

Segera aku menyemprotkan cairan ejakulasi ke mulut Susan. Dia juga menelan sperma saya, meski ada yang meneteskan kalung berliannya. Dia juga menjilat pangkal pahaku.

“Terima kasih Robert .. saya sangat menikmatinya” katanya sambil membersihkan sperma saya di dadanya.
“Tidak masalah Susan .. aku juga menikmatinya .. Sangat banyak” jawabku.

Setelah itu, kami juga mengobrol lagi sambil menikmati padang pasir yang disediakan. Kami juga berjanji untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat.

Dalam perjalanan pulang, Santi tampak kesal. Dia diam di mobil. Saya tidak terlalu peduli karena saya sangat puas dengan pengalaman saya tadi. Saya juga bersenandung sedikit mengikuti suara Al Jarreau di kaset mobil saya.

“Kami dalam cinta ini bersama ..”
“Kenapa?” Tanyaku saat kami sampai di rumahnya.
“Pokoknya Santi tidak mau lagi” katanya.
“Setelah Santi sama sekali tidak menyukai Mr. Harry, begitulah cara dia bermain sangat baik.

Saya juga tertawa geli mendengarnya.

“Kenapa kamu tidak menertawakan Pak Robert .. Ayo .. tolong Santi dong .. Santi tidak puas .. Santi horny benar-benar melihat sama ayah Susan bercinta” rengeknya.
“Baiklah malam ya .. Besok aja ya .. saya punya janji kepada orang lain”.
“Ah .. Pak Robert jahat ..” kata Santi mengerutkan kening manja.
“Besok khan masih ada kasih sayang” menghiburku.
“Tapi janji besok datang ya ..” gumam lagi saat keluar dari mobilku.
“OK jadi pasti deh .. Sampai jumpa”

Sebenarnya aku tidak punya janji dengan orang lain malam itu. Hanya saja aku enggan memakai Santi setelah dia meniduri Pak Harry tadi. Paling tidak dia harus bersih dulu .. he..he .. mungkin besok pagi aku akan menikmatinya lagi, karena Pak Arief tetap beberapa hari lagi di luar negeri.

Saya menelpon mobil saya di seberang jalan raya di dalam kota. Mudah-mudahan saya masih bisa melihat tayangan HBO film yang bagus di TV nanti. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Sex Bugil Terbaru 2018 Mengesankan Sama Teman Suamiku

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Perkenalkan situs pembaca novelseks.com Nama saya Ratih, asal saya dari Surabaya. Saya berumur 26 tahun dan telah lulus dari sebuah universitas ternama di Yogyakarta. Selama kuliah saya punya teman kuliah bernama Iva. Iva adalah teman dekat saya, dia berasal dari Medan. Kita adalah usia yang sama, tinggi badan kita hampir sama, bahkan potongan rambut kita sama, hanya Iva yang memakai kacamata sementara saya tidak. Terkadang teman memanggil kita kembar. Kami memiliki wisuda yang sama pada saat bersamaan. Satu-satunya hal yang berbeda dari kita adalah pada tahun terakhir kuliah, Iva bertunangan dengan Ari, saudara perempuan kelas saya saat saya berkencan dengan Andy, dan juga kakak perempuan saya.

Cerita Sex Bugil Terbaru 2018 Mengesankan Sama Teman Suamiku

Satu persamaan lainnya adalah bahwa ketika kita lulus kita berdua tidak lagi perawan. Kita terbuka satu sama lain dalam kasus ini, artinya saling memberi tahu dari hal-hal dalam seperti perasaan, kecemasan dan hal-hal lain tentang kita dan pacar kita. Atau kadang-kadang tentang hal-hal nakal seperti bagian erotis atau ukuran vital pacar kita, jadi dari dia aku tahu bahwa Ari lebih tinggi 3cm dari pada Andy. Iva yang langsung kadang-kadang mengatakan kepada saya bahwa dia tidak pernah merasakan seluruh batang batang milik Ari, dia juga mengatakan bahwa Ari tidak pernah bisa lebih dari 3 menit setiap kali bersenggama dengannya. Meski begitu ia pun selalu merasa puas.

Terkadang saya merasa cemburu dengan rahmat Iva. Meski sebenarnya 15 cm dari Andy cukup lama, tapi bayangkan 18 cm dari Ari terkadang membuatku kesal. Belum lagi saya ingat Andy tidak pernah bisa bertahan lebih lama dari hitungan menit, mungkin karena saya dan Andy selalu melakukan pemanasan yang lama dan penuh gairah (terkadang bahkan saya atau Andy sudah orgasme pertama di tahap ini), jadi saat saat penetrasi sedang live keluar saja Meski terkadang cukup memuaskan tapi masih ada yang kurang. Belum lagi secara fisik, Ari lebih baik dari Andy dari penilaian obyektif saya. Semua perasaan tersimpan dalam diri saya selama saya masih sering berhubungan dengan Iva, yang berarti juga sering bertemu dengan Ari.

Tepat sebulan setelah wisuda, Iva menikahi Ari. Kemudian mereka berdua pindah ke Medan, sementara saya sendiri bekerja di perusahaan multinasional di Yogyakarta. Beberapa waktu kita sering mengirim kabar baik via email atau telepon. Iva sering menuliskan apa yang telah dia lakukan dalam kehidupan suami istrinya. Mengatakan kepadanya seberapa sering mereka berdua berhubungan seks, bulan pertama jika dirata-ratakan bisa lebih dari 1 kali sehari. Dengan nada cekikikan ia sering mengatakan bahwa barang milik Ari terlalu panjang untuk kedalamannya, semakin lama Ari menjadi lebih tahan lama dalam melakukannya, itulah sebabnya mereka sering terlambat di pagi hari karena sepanjang malam sudah menjelang subuh. Juga dengan nada menggoda, ia menceritakan betapa hangat semprotan sperma di dalam genitalia.

Cerita terakhir ini benar-benar mendorong saya, karena walaupun saya telah melakukannya, saya tidak pernah merasa seperti itu. Selalu Andy mengeluarkan spermanya di luar atau memakai kondom. Di perut atau paha saya sering merasakan kehangatan cairan, tapi di alat kelamin tidak. Singkatnya, semakin dia mengatakan semakin membuat saya ingin menikah. Masalahnya adalah Andy masih ingin menyelesaikan studi S2 yang mungkin kurang dari satu tahun lagi.

Beberapa bulan kemudian Iva melaporkan bahwa dia telah hamil selama berbulan-bulan. Semakin umur isi cerita erotisnya. Ketika rahim telah pergi selama lebih dari 7 bulan, dia mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak pernah berhubungan seks lagi. Terkadang dia mengatakan kepada saya bahwa dia sesekali masturbasi Ari, karena meski secara klinis masih bisa berhubungan seks namun mereka khawatir. Jadi, Ari harus berpuasa. Beberapa bulan kemudian putra pertamanya lahir, Iva memberitahuku kabar gembira itu. Kebetulan perusahaan saya memiliki kebijakan liburan akhir tahun selama lebih dari dua minggu. Jadi saya memutuskan untuk pergi ke Medan untuk mengunjunginya. Andy terpaksa pergi karena dia sedang pemanasan untuk menyelesaikan tesisnya.

Jadilah aku pergi sendiri ke Medan dan naik taksi ke rumahnya. Rumah Iva adalah rumah besar seukuran keluarga kecil. Rumah itu adalah anugerah dari orang tua Iva yang kaya. Ini agak keluar kota dan dekat sawah dengan hanya beberapa rumah di sekitar. Ketika saya tiba, rumahnya penuh dengan keluarga yang datang mengunjunginya. Ari menyapa semua orang saat aku datang.
“Ruth, bagaimana kabarmu? Dia memelukku dengan hangat.
Lalu dia mengenalkan saya pada keluarga yang datang. Saya juga menyapa mereka satu per satu. Mereka sangat ramah. Ari memberitahuku bahwa aku adalah saudara kembarnya saat kuliah. Keluarganya saling tersenyum dan berkomentar di sana-sini.

Begitu banyak basi, Ari langsung mengantarku ke rumah dan langsung menuju kamar Iva. Iva tampak lebih gemuk dan di sampingnya tampak bayi imut itu.
“Iva sayang, apa kabarmu?” Aku mencium keningnya dan memeluknya dengan hangat.
“Apakah Anda siap untuk itu lagi?” Aku berbisik di telinganya bahwa dia menjawab dengan sejumput kecil di lenganku.
“Ssst .. harus dipersempit dulu!” dia membalas dengan berbisik saat dia mengalihkan pandangannya, aku tertawa.

Singkatnya, hari itu kami mengisi pembicaraan kecil dengan keluarganya. Saya akhirnya tinggal di rumahnya karena semua keluarga menyarankan begitu. Iva dan Ari tidak keberatan. Aku diberi sebuah ruangan besar di ujung ruang tamu. Rumah itu memiliki 6 kamar besar dengan kamar mandi sendiri dan hanya satu yang telah diisi olehnya dan Ari. Hari itu sampai petang kita isi dengan ngobrol di kamarnya untuk menemani bayinya yang baru saja tidur. Sementara Ari menyelesaikan tugasnya sebagai dosen di kantornya.

Akhirnya saya menasihatinya untuk beristirahat.
“Sudahkah kamu beristirahat deh Va!”
“Hei, bosan banget hari ini! Kamu masih suka melek huruf sampai malam?”
“Iya nih!”
“Itu banyak film di rak! Masih baru!”
“Oke, selamat sekali lagi!” mencium keningnya

Aku meninggalkan ruangan dan menutupnya perlahan. Ari mengenakan celana pendek dan T-shirt baru saja keluar dari kantornya.
“Ingin tidur?”
“Sebenarnya saya lelah, tapi mataku tidak bisa ditutup sebelum jam 2 siang!” Dia bilang punya banyak film? ”
“Ada di rak, buka saja!”
“Baik!”

Ari memasuki kamar Iva. Saya memilih sebuah film, judul yang saya lupakan, dan saya berpaling. Beberapa saat kemudian Ari keluar dari ruangan dan tersenyum.
“Masih dengan kebiasaan lama? Melek sampai malam!”
“Hei eh!”
“Bagaimana kabar Andy?”
“Dua bulan lagi untuk menyelesaikan tesisnya! Kalau begitu kita akan menikah, kamu akan datang!”
“Oh, pasti, apakah Anda ingin minum, apa yang saya lakukan?”
“Apa aja deh!”

Sesaat kemudian Ari keluar dengan dua botol minuman ringan di tangannya.
“Pembantu karena kelelahan ya! Jadi begitulah!”
“Terima kasih!” Saya mengambilnya dan langsung meminumnya, itu sangat segar.
“Jika ada lagi yang perlu saya lakukan untuk proyek saya di ruang kerja”, saat Ari melihat sekilas saya melihat tampilan yang belum pernah saya lihat sebelumnya, sekilas.
“Oke terima kasih!”
Tidak lama setelah saya melihat filmnya, mataku tidak seperti biasanya, tiba-tiba terasa sangat berat. Saya langsung mematikan pemainnya, melangkah maju ke kantor Ari.
“Ari, aku tidur dulu, aku sudah kumatiin semuanya!”
“Baiklah, istirahatlah!”

Aku langsung masuk ke ruangan, menutup pintu, langsung ganti baju dengan baju tanpa bra dan celana pendek saja dan langsung rebah di ranjang. Aku masih sempat mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu redup. Saya langsung tertidur, saat itu mungkin sekitar jam satu pagi.

Tidak terasa berapa lama saya tidur, ketika saya merasakan sesuatu di atas saya. Saya terbangun dan masih belum menyadari apa, ketika seseorang menghancurkan saya dengan kuat. Napasnya terasa hangat di wajahku. Ketika sadar sepenuhnya, aku tahu bahwa Ari ada di hadapanku dan membentakku dengan keras, membelai pahaku dan mencoba mencium bibirku. Untuk sementara aku tidak tahu harus berbuat apa. Jika saya berteriak, saya kasihan pada Iva, jika sampai dia tahu. Selain sosok Ari yang kukenal begitu dekat sehingga aku tidak perlu menjerit untuk membuatnya tidak melakukan itu.

“Ar, apa yang kamu lakukan?” Kataku, mencoba mendorongnya menjauh dari tubuhku.
“Tolong aku tikus! Sudah lama sekali!” sambil mengatakan demikian ia terus mengembara tubuhku.
Tangannya mendarat kuat di dadaku dan meremasnya. Seandainya saja saya memakai bra saya mungkin akan berbeda. Tapi itu hanya t-shirt tipis yang memisahkannya dengan tangannya. Selain itu samar-samar aku merasakan ada sesuatu yang mengeras di pahaku. Saya tidak merasa aneh dengan hal itu. batang ayamnya penuh tegang. “Ari ..!” dia mencoba menciumku Entah antara ingin mengatakan sesuatu atau ingin mengelak, saya malah meletakkan bibir saya tepat di bibirnya. Apa yang terjadi kemudian saya balas ke lumatannya sangat ganas. Sudah lama hal itu dilakukan, cukup untuk membuat puting saya mengeras, yang saya yakin dia rasakan di dadanya.

Cerita Sex Bugil Terbaru 2018 Mengesankan Sama Teman Suamiku

“Jika Iva tahu apa?”
“Ayolah sebentar tidak akan membiarkan dia tahu!” Ari berbisik.
Entah untuk mencari pembenaran atas keinginan terpendam saya atau mencoba terlihat kurang permisif akhir yang keluar dari mulut saya adalah, “Ar .. saya akan melakukannya untuk Iva!”
Seperti bendungan yang rusak, Ari langsung kembali melumatku dengan ganas. Saya juga sepertinya tersapu oleh tindakannya, jadi segera balas ke bibir lumatan. Sepertinya dalam hal beginian Andy lebih jago, dia bisa membuat saya basah kuyup hanya dengan ciumannya. Sementara Ari tampak tersengat saat aku langsung balas ke bibir lumatan ganas.

Untuk beberapa saat kami melakukan smear, lalu Ari bangkit dari atasku dan berlutut di antara kedua pahaku. Dia kemudian menarik baju saya ke atas tanpa mengeluarkannya dari tubuh saya sehingga payudara saya terbuka, dingin di udara. Beberapa saat kemudian aku merasa jari-jarinya kembali meremasnya perlahan, tidak hanya itu maka aku merasakan bibirnya merayuku dengan mulus memutar putingku sehingga aku merasa semakin mengeras. Tapi sebenarnya sebagian kecil tubuhku masih menolak tindakannya, mengingat kedekatanku dengan Iva. Namun kebanyakan orang lain tidak dapat menahan rangsangan tersebut.

Beberapa saat Ari bermain dengan puting susu dan gundukan payudara saya. Lalu dia bangkit dan melepas celana pendek dan celana dalamku. Segera aku merasakan tangannya membuka kedua pahaku dan beberapa saat kemudian aku merasakan jari-jarinya menyapu permukaan liangku. Ujung jari-jarinya membelai klitoris saya dengan cepat, cukup cepat untuk menciptakan rangsangan bagi saya. Meski begitu, kesemutan terus menstimulasi saya.

Tak lama kemudian ia berhenti lagi. Sekali lagi dalam hal pemanasan ini Andy masih lebih baik dari Ari. Dalam bayang-bayang, aku melihatnya berdiri dan menarik celana pendek dan kausnya sehingga akhirnya Ari telanjang. Justru di sinilah keinginan saya meningkat dengan cepat untuk melihat tubuhnya dalam keremangan lampu tidur di ruangan itu. Sesuatu di tengah tubuhnya langsung membakar tubuhku, batang alat kelamin itu menjadi kencang dan tampak sedikit melengkung ke atas. Bentuk umbi lemak, panjang dan tangkapan yang langsung menggelitik rasa gairah yang sangat sangat mengalir dari mata dengan cepat segera menggetarkan selangkangan saya.

Saya langsung merasa cemas dan tidak sabar.
“Ar .. ini dia!”
Dengan putaran telanjang, Ari menghampiriku dan naik ke tempat tidur, berlutut tepat di sebelah tubuhku, batang ayam tegaknya tampak jauh lebih besar bila dilihat dari belakangnya.
“Apa itu Rat?”
“Terkadang saya punya mimpi bahkan Iva pun tidak tahu apa itu?”
“Tebak apa?”
“Jangan ditertawakan, ya, Iva sering bercerita tentang ini, dan terkadang ada keinginan untuk melihatnya saja,” kata saya lalu menyambar kemaluannya dan menggenggam batang dan bagian kepalanya seperti perlengkapan mobil. Ari tampak sedikit gugup saat tanganku mendarat dengan mulus di batang kemaluannya secara tak terduga. Tubuhnya terdorong mundur sedikit sehingga bisa mengangkat posisi batang ayam dari posisi berlututnya. Sejenak aku merasakan kekakuan kemaluannya.

Tak heran jika Iva sangat bangga padanya. Dan perbedaan tiga sentimeter terasa sangat visual.
“Nah, kamu bisa apain aja deh! Oh iya iva sudah memberitahumu apa?”
“Banyak sekali!”
“Anda punya Andy?”
“Tidak ada komentar deh!” Nada ku mendesah sedikit.
Ari tersenyum dan bangkit dari sampingku sambil terus membuka pahaku dan mulai mengambil posisi. Ketika saya bangun saya melihat pinggulnya seperti ditopang batang batang kemaluannya. Dia menatapku sejenak, aku membalasnya dengan pandangan yang sama.
“Perlahan ya, Ar!”
“Kenapa, ada?”
“Ya tapi..”
“Tidakkah ini segera?” Dia tersenyum lagi.

Aku hanya tersenyum kecut demi mendapatkan Andy tidak sebesar nya. Perlahan-lahan Ari mengangkat pahaku dan menyelipkan lututnya yang tertekuk di bawahnya sehingga saat dia meletakkan pahaku kembali, mereka melayang di atas pahanya yang berbulu. Dengan posisi seperti itu pangkal paha yang langsung dihadapkan dengan selangkangan saya sedikit menengadah ke atas karena posisi paha saya. Aku hanya bisa menunggu seperti rasanya. Aku merasa Ari perlahan membuka kancing pangkal pahaku yang lebat di bawahnya dan beberapa saat kemudian benda kusam menggosok daging di antara tandan dengan gerakan naik-turun menyapu permukaannya, dari klitoris sampai ke lubang pangkal pahaku. Perasaan gairah saya segera memuncak kembali untuk merasakan sensasi baru.

“Ayo Ar, bangunlah!”
“Hanya 3,15”
“Yeah, siapa yang tahu?”
Berangsur-angsur saya merasakan gesekan kepala batang kemaluannya berhenti di daerah dekat ember saya hanya pada posisi membuka bibir singa saya sehingga langsung dihadapkan dengan lubang di bawahnya. Sesaat kemudian sesuatu yang besar, kusam dan hangat menusuknya pelan. Tanpa hambatan yang terlalu kuat, kepalanya langsung masuk dan mengikuti kopernya perlahan. Saya langsung merasakan kenikmatan akibat gesekan pembuluh darahnya di selangkangan lubang dinding. Sampai tahap ini nampaknya nampaknya tidak jauh beda dengan memiliki Andy, meski tidak selama ini Ari tapi cukup gemuk. Tapi semakin lama tubuhku langsung bereaksi saat batang mulai masuk lebih dalam. Dan saat semuanya masuk, saya langsung merasakan kenikmatan terbesar saat ujung kepala menempel di dinding bagian dalam pangkal paha saya. Aku segera mencari lengannya dan mencengkeramnya erat-erat.

Ari berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam.
“Rat .. Ini yang aku cari!” Bisik Ari pelan tapi cukup terdengar oleh saya. Aku tahu apa maksudnya. Sesuatu yang bisa menelan semua batang pohon. Ari tidak bergerak segera tapi seperti membentang di pangkuan penuh kemaluannya ke dalam liang saya. Tampaknya reaksi dari bagian yang belum pernah ditelan sangat mempengaruhi dia. Dia bahkan belum bergerak beberapa detik ke depan, wajahnya turun, kedua tangannya mencengkeram pinggulku, meraih pantatku dan memijatnya dengan keras. Dengan sedikit nakal, saya mencoba menekan, mengontrak otot-otot di sekitar selangkangan saya.

Meski terasa penuh dengan sayatan batang ayam jantannya, saya mulai bisa melakukan kontraksi secara teratur. Tak terlihat tapi efeknya luar biasa. Aku merasakan tangannya berputar-putar, meremas dan mencengkeram palka pantatku, pasti karena reaksi apa yang kulakukan pada bagasi. Dia langsung rebah di atas saya dan langsung mengambil posisi mengambang, kedua tangan diletakkan di antara dada saya, salah satu dari mereka mengaitkan paha kanan saya sehingga mengangkat selangkangan saya ke atas sementara paha kiri saya otomatis otomatis diangkat. Paha kanannya masih membungkuk dan kaki kirinya diluruskan sehingga bisa memperkuat sudut tusukan batang kemaluannya di lubang pangkal pahaku.

Dia mulai menarik keluar ayam tuanya, yang masih tertanam di tubuh saya dan belum tiga perempat dari panjang batangnya, dia segera menusukkannya dengan kuat ke bawah, menekan ujung rahim saya dengan kuat. Lalu ia menariknya lagi dan menikamnya lagi. Mulailah merasakan perbedaan panjang dengan kesenangan yang saya rasakan. Ini mungkin disebabkan oleh pesawat gesekan yang panjang dan tahan lama sehingga menghasilkan kenikmatan yang lebih kuat.

“Arr .. jangan kuat ..!” tapi sebenarnya saya sangat menikmatinya. Ari sepertinya tidak peduli, ia terus bergerak kuat dan cepat. “Oh .. tikus .. Ratih!” dia terus mendongkrak dan tidak merasa begitu cepat 5 menit pertama berlalu dan dia masih tangguh hanya memompa lubang liang saya. Kata Iva sejati Pagi itu tidak ada yang terbangun dan terbangun, tapi kami berdua berusaha mendaki karena alasan yang berbeda. Jika Ari tidak tahan menunggu Iva berfungsi lagi sementara aku mau. Kira-kira beberapa saat setelah menit ke-5, saya putus. Gesekan pembuluh darah batang penisnya meniup tubuhku begitu keras sehingga membuatku menjepit pahaku ke tubuhnya. Tidak hanya itu olahraga teratur yang saya ikuti pun bermanfaat pada saat itu.

Tepat di puncak kontraksi pengencang saya di pangkal paha dan saya menahannya agar tidak meledak. Sejenak aku merasakan aliran arus balik di tubuhku tapi tidak lama juga pecah sehingga di bawah kegembiraan cepat aku merasa tiba-tiba seperti mengapung di langit tanpa batas. Tubuhku kaku, sesak, napasku memburu dan terhuyung keluar dengan suara yang tidak jelas dari bibirku.

“Ohh .. eehh .. hmm .. Ar .. kuat!” Mungkin kombinasi suara bibir saya dan mungkin cengkeraman kuat dinding lubang saya, segera membuatnya bergerak cepat dan kuat. Saya tidak pernah merasakan kekuatan yang kuat dan kuat dari Andy. Kram tubuh saya sampai dia selesai 5 menit keempatnya dan masih terus bergerak. Sampai orgasmeku mereda, saya merasakan gerakannya lebih cepat dan kuat dan tidak sampai pertengahan 5 menit kelima, Ari pun terputus.

Posisi kami tetap tidak berubah, tapi ketika dia akan menyelesaikan genjotan terakhirnya, dia memindahkan tubuh saya ke kiri sehingga seluruh tubuhku bergerak miring ke kiri dan paha kanan saya berkuda tepat di dadanya sementara paha kiri saya berada di antara tubuhnya. paha. Saat posisinya terpasang, ia langsung bergerak cepat. Di posisi itu ternyata rasanya berbeda karena gesek dinding lubang kemaluanku ada dinding lain dari batang kemaluannya. Tapi orgasme pertama saya terlalu kuat untuk diulang dalam waktu singkat, sehingga rasanya memuncak lagi tapi ketika saya merasakan semprotan panas yang telah saya katakan kepada IIM bahwa saya belum bisa mencapai orgasme kedua saya.

“Hoohh .. Hooh .. Hoo .. Rat .. Ratih!” Ari menggeliat dan berdebar saat orgasme tampak liar dan garang tapi rasanya sangat enak bagiku. Aku memegang lengannya yang berkeringat sampai dia menyelesaikan orgasme. Sesekali aku mengusap wajahnya dengan lembut. Untuk waktu yang lama tubuhku menegang dari posisi kakiku, sampai akhirnya dia rebah di sisi kiriku. Batang kemaluannya dipetik dengan cepat dan semuanya membuat posisi punggung saya agak menyakitkan, terutama di paha bagian dalam saya.

Kami saling membisu. Aku di punggungku sementara Ari dibelai di sampingku basah oleh keringat. Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang perlahan datang dari balik pintu kamar tidur. Tiba-tiba Ari panik dan langsung memakai celana pendek dan kemeja. Batang dari kemaluannya meskipun itu lemas tapi tetap saja tidak sepenuhnya lemas sehingga menunduk di celana pendeknya. Aku melirik jam, hampir jam 4 pagi. Ari sedikit tertatih-tatih diam-diam menuju pintu kamarku, membukanya perlahan dan sebelum keluar menemuiku sejenak dan tersenyum.

Saya tinggal sendirian di kamar saya dan saya mencari celana pendek saya dan memakainya. Saya terus menarik bajuku ke bawah sehingga menutupi payudaraku yang harus penuh dengan huruf merah. Dan dengan sisa energi mencoba merapikan lembaran yang terasa lembab di tanganku. Mungkin karena saya lelah saya kembali tidur dan bangun hampir jam 10.00 pagi. Singkatnya saya menyelesaikan semua urusan di Medan. Sepertinya tidak ada halangan untuk segala hal yang terjadi. Iva yang tidak biasa tidak terlihat mencurigakan, bahkan wajahnya yang ceria terlihat sedih ketika pada hari ketiga saya terpaksa meninggalkan tempat tinggal. Ari mengantarku ke bandara dan sebelum menaiki pesawat Ari bisa berterima kasih padaku. Saya membalasnya dengan terimakasih juga meski tidak melupakan senyuman manis yang penuh makna.

Sampai tiga bulan setelah saya meninggalkan Medan, Iva tiba-tiba mengirimi saya email yang mengguncang saya, isinya seperti ini, “Rat, sebenarnya saya tidak ingin menyebutkan ini tapi akhirnya Anda tahu saya harus mengatakan bahwa saya tidak tahu harus ucapkan terima kasih atau kamu tahu, tidak seperti kamu memulainya, dan aku tahu kamu tidak akan melakukannya jika tidak ada penyebabnya .. Sebenarnya aku minta maaf untuk Ari juga, bayangkan hampir dua bulan yang lalu sebelum aku melahirkan, dia tidak pernah melakukannya, bahkan masturbasi, belum lagi dua bulan setelah saya melahirkan saya masih tidak bisa melayaninya Dan saya tidak menyalahkannya jika akhirnya dia memintamu untuk melakukannya Dan jika akhirnya kamu harus melayaninya, mungkin hanya deat Rat, yang perlu kamu ketahui. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan ta pi sudah deh semuanya sudah terjadi, tolong jangan ulangi lagi ya! tolong! saya sudah membicarakan hal ini dengan Ari dan dia menangis sepanjang jalan kembali oke, Maaf ya, bales ya sesegera mungkin! “Iva.

“NB: sedikit nakal, kok sekarang Ari ganas sekali ya ini karena kamu bersyukur ya Terakhir, bagaimana dia melakukannya Hi .. hi .. hai jangan khawatir aku tetap menjadi sahabatmu.”

Beberapa hari kemudian saya bertanya-tanya apa yang harus dilakukan dengan ini, sampai akhirnya saya harus menjawab juga.

“Iva sayang, maaf saya bisa memintanya, saya tidak ingin membela diri, saya salah dan saya janji itu tidak akan terjadi lagi. Jika ada yang bisa saya lakukan untuk menebusnya? Katakan saja saya tidak memilikinya. lebih kata-kata apa saja, jadi sekali lagi maaf iya! “ratih
“NB: tentang ganas itu saya tidak tahu tanyakan saja padanya, tapi kalau pertanyaan kedua, jawabannya jujur ​​ya iya.

Email balasan saya dikirim pagi itu, dan isinya langsung dijawab, “Ratih, oke deh. Meski agak sakit, kami mengubur semuanya. Kapan Anda menikah, saya punya ide (agak liar), hanya saja , bagaimana nantinya kamu akan memiliki saat yang sama seperti aku, bolehkah aku membantumu Andy? he .. he..he .. (gambar tengkorak lagi tertawa!) “Iva
Baik loh Akhirnya hal itu terjadi setahun kemudian, jadi posisi saya dengan Iva menjadi 1-1. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Dewasa Hot 2018 Terpuaskan Atas Tiga Rondeku

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Saya (nama Aswin), usia 40 tahun, postur tubuh normal, seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 168 cm, berat 58 kg, wajah bagus (kata ibuku), kulit kuning, suami dan ayah satu Sekolah Dasar. Senang mengikuti pengalaman saya.

Cerita Dewasa Hot 2018 Terpuaskan Atas Tiga Rondeku

Cerita yang saya jelaskan di bawah ini terjadi Senin. Hari itu saya pergi bekerja di bus kota (terkadang saya membawa mobil sendiri). Seperti hari Senin pada umumnya bus kota sulit. Entah karena armada bus yang berkurang, atau karena setiap orang Senin jarang dilewati dan berangkat serempak pagi-pagi. Setelah hampir satu jam berlari, akhirnya aku naik bus.

Dengan terengah-engah dan matinya, akhirnya aku duduk di bangku dua yang sudah penuh dengan wanita. Aku melemparkan pantatku dan mengembuskan lega untuk duduk, setelah aku mengangguk ke teman dudukku. Karena lalu lintas macet dan saya lupa membawa bacaannya, untuk mengisi waktu istirahat dari linglung, saya ingin menegur wanita di sebelah saya, tapi keberanian saya tidak cukup dan kesempatan itu belum ada, karena dia sedang melihat keluar jendela atau sesekali melihat ke bawah.

Tiba-tiba dia menoleh padaku sambil melirik arlojinya.
“Iya kan?” Dia bilang itu pasti ditujukan untuk saya.
“Biasa Mbak, setiap senin seperti ini. Mau ke mana?” menyapa saya dan membuka pembicaraan.
“Oh ya, saya dari Cikampek, bermalam di rumah orang tua dan ingin kembali ke Pondok Indah,” jawabnya.
Aku belum sempat membuka mulut, dia melanjutkan pembicaraan,
“Bekerja di mana Mas?”
“Sudirman area,” jawab saya.

Ngobrol terus menerus terus sementara aku sesekali menatap wajahnya. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya bergelombang. Sedikit ke bawah, dadanya menonjol, terasa menantang. Aku menelan ludah. Aku melihat jarinya memegang kursi di depan kami, berkedip-kedip, bersih dan terawat rapi dan tidak ada yang bisa dibiarkan tumbuh lama.

Dari percakapannya dia tahu (sebut saja Mamah) seorang wanita menikah dengan duda dengan tiga anak yang anak pertamanya baru dua tahun lebih muda dari dia. Masa remajanya tidak berkencan. Karena waktu masih sekolah jangan sampai keluar, dan setelah lulus dipaksa menikahi duda oleh orang tuanya.

Saat saya berbicara, terkadang berbisik ke telinga saya yang memiliki dada otomatis keras menyentuh lengan kiri saya dan di dada saya itu adalah pelihat! Sesekali dia memegang lenganku saat dia terus bercerita tentang dirinya dan keluarganya. “Menyenangkan berkencan ya Mas?” tanyanya sambil menatapku dan mengencangkan cengkeramannya di lenganku. Lalu, karena pegangan kembar dan twist di lengan kiri saya, otak saya mulai berpikir kotor. “Apakah kamu mau?” Bisikku sambil membawa mulutku ke telinganya. Dia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku.

Tanpa bus sudah masuk terminal Blok M, berarti kantorku sudah terlewat. Kita sedang down Aku membawakannya tas ke kafetaria untuk minum dan melanjutkan pembicaraan yang terganggu. Kami memesan botol teh dan nasi goreng. Kebetulan saya belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng dan telur matasapi, akhirnya kami sepakat untuk mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk libur, kami pergi.

Setibanya di kamar hotel, saya langsung mengunci pintu dan menutup tirai jendela. Saya memastikan itu tidak terlihat oleh siapapun. Lalu aku melepas sepatuku dan menjatuhkan diri ke kasur yang empuk. Aku melihat Mamah yang tak kelihatan, dia berada di kamar mandi. Aku menatap langit-langit, dadaku berdegup kencang, pikiranku melayang jauh. Bahagia, takut (kalau ada orang melihat) terus berubah. Tiba-tiba suara tanda kamar mandi dibuka. Mamah keluar, sudah tanpa blasers dan sepatu.

Sekarang di depan saya pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Pakai baju putih tanpa lengan tipis. Sudah jelas di dalam bra hitam itu tidak bisa menahan isinya, sehingga dua benjolan besar berbentuk spons membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa melihat, bernapas dan menelan.

Mungkin dia tahu bahwa saya terpesona oleh gunungnya yang longgar. Dia kemudian mendekat ke tempat tidur, menjatuhkan tangannya ke kasur, menempelkan mukanya ke wajahku, “Mas ..” katanya tanpa meneruskan kata-katanya, dia meletakkan bantal yang telah aku siapkan. Saya yang telah menahan hasrat saya sejak itu, segera taruh bibir saya ke bibirnya. Kami larut dalam bibir dan lidah gosok-lumatan tanpa henti. Terkadang berguling, jadi posisi kita bergantian naik turun. Kudekap kencang dan kuelus kembali terasa halus dan harum. Kami menghentikan posisi ini atas prakarsa saya, karena saya tidak terbiasa dengan ciuman tua ini tanpa dilepaskan. Dia tampak sangat bergairah. Aku melepas bajuku, takut lipatan atau terkena lipstik.

Sekarang saya hanya menggunakan CD. Dia melihat kosong pada CD menonjol saya. “Lepaskan pakaianmu, kusut,” kataku. “Malu ah ..” katanya. “Tidak ada yang melihat, hanya kami,” kataku sambil meraih tombol atas di punggungnya. Dia menutup dadanya dengan kedua tangan tapi biarkan aku membuka semua kancingnya. Aku melemparkan pakaiannya ke meja dekat tempat tidur. Sekarang tinggal BH dan celana yang ia kenakan. Karena malu, akhirnya dia memelukku erat-erat. Dada saya terasa penuh dan empuk oleh susu, nafsu saya naik satu tingkat lagi, “burung” saya bertambah.

Dalam posisi ini, saya mencium dan menjilati leher dan telinga saya tepat di depan bibir saya. “Ach .. eh ..” hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang, pikirku. Puas dengan leher kanan dan telinganya, kepalanya diangkat dan bergerak ke dada kiriku. Aku mengulangi menjilat leher dan soket kirinya, persis seperti yang saya lakukan sebelumnya. Sekarang erangannya semakin sulit. “Mas .. Mas .. geli Mas, mas enak ..” Sambil membelai rambutnya yang pundak dan harum, aku menendang elusi ke bawah, ke tali bra sampai ke pantat bahenol, naik turun.

Selanjutnya gerilyaku bergerak ke bagian depan leher. Aku melihat lipatan dua gunung yang mengelompok di dadanya. Sengaja saya belum melepas BH, karena saya sangat menikmati wanita yang memiliki BH hitam, terutama susu besar dan keras seperti ini. Bibir saya sekarang mencapai lipatan susu dan lidah saya menyebar di dalamnya sementara kadang-kadang saya menggigitnya. Kudengar dia terus bersorak. Sekarang tanganku mencengkeram tali BH, sudah waktunya aku melepaskannya, dia mengeluh, “Mas .. tidak, aku malu, karena susu ku rentan,” sementara kedua tangan memegangi bra yang tali telah dilepaskan. “Biarkan aku melihat sayang ..” kataku bergerak kedua tangan sehingga BH terjatuh, dan mataku tertegun melihat susu yang kuat dan besar. “Mah .. mie mu hebat, aku suka,” kataku sambil membelai susu besar yang menantangnya. Putingnya hitam kemerahan, sudah keras.

Sekarang aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat, kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Mamah kelojotan, rem melek huruf, “Uh .. uh .. ahh ..” Setelah puas di area dada, sekarang tanganku kuturunkan di pangkal paha, sedangkan yang Mulutnya masih agresif di sana. Aku perlahan meluncur dari lutut dan kemudian ke atas. Saya menangani beberapa kali, Mamah terus mengerang sambil mengungkap pahanya.

Cerita Dewasa Hot 2018 Terpuaskan Atas Tiga Rondeku

Terkadang menyematkan tanganku yang telanjang. Semua ini saya lakukan selangkah demi selangkah perlahan. Pertimbangan saya, saya akan menyukai layanan yang tidak terburu-buru, sungguh saya enjoy dengan tujuan agar Mamah memiliki kesan yang berbeda dengan yang pernah dialami. Kuplorotkan celananya. Mamah sudah telanjang, keduanya paha bersama. Ekspresi spontan karena malu.

Saya pikir dia sama seperti saya, pengalaman pertama dengan orang lain. Saya lebih dan lebih bergairah. Berarti di depan saya bukan wanita nakal apalagi profesional. Sekarang jari tengahku mulai membelai perlahan, ke atas dan ke bawah di bibir vaginanya. Perlahan dan apung. Saya merasa ada yang basah meski tidak terlalu berlumpur. Saat jari tengahku mulai masuk, Mamah berkata, “Mas .. Mas .. lucu .. bagus .. tetap ..!” Saya meraih tangan Mamah ke selangkangan saya (ini saya lakukan karena dia agak pasif, mungkin biasa suami hanya melakukan apa yang dia katakan). “Mas .. sangat keras .. Gede sangat?” katanya dengan nada manja setelah merasakan burung saya. “Mas .. Mamah sudah ngomong nich, masuk ya ..?” Pintu itu setengah dipaksakan, karena sekarang adonan saya ada di genggamannya dan dia menariknya ke arah vagina. Aku berdiri dengan lutut di kasur, sementara Mamah berada dalam posisi siap-menembak, terlentang dan mengangkang. Aku menatap susu dengan keras tegak dengan tegar.

Ketika saya mendapatkan “senjata” saya ke dalam vaginanya, refleks tangan kirinya menangkap dan kakinya terangkat. “Mas .. perlahan ya ..” Menutup mataku, membimbing burungku ke sarang kesenangan yang baru dikenal. Meski sudah basah, juga tidak bisa langsung masuk. Terasa sempit. Perlahan kutaruh ujungnya, lalu tarik lagi. Ini saya ulangi sampai empat kali bisa masuk saja. “Sret .. sret ..” Mamah mengerang, “Uh .. slow Mas .. sakit ..” aku mundur sedikit lagi, aku menaruh lebih dalam lagi, akhirnya .. “Bles .. bles ..” barangku semua masuk Mamah segera memelukku erat berbisik, “Mas .. enak, mas bagus .. enak .. kamu sekarang suamiku ..” begitu berulang kali sambil menggeliat pinggul, tanpa aku mengerti apa arti kata “suami”.

Mamah tiba-tiba tubuhnya bergetar, kulihat matanya putih, “Aduuh .. Mas .. aku .. bagus .. keluaar ..” tangannya menggenggam rambutku. Aku menghentikan tarikanku dan merasakan otot-otot vagina memijat ujung kudaku saat aku melihat Mamah merasakan hal yang sama, bahkan terlihat seperti menggigil. Setelah napasnya terasa tenang, saya menarik burung saya keluar dari vaginanya, saya mengambil celana dalamnya di sisi tempat tidur, rubah burung saya, bibir vaginanya juga. Lalu kuthancapkan lagi.

Sekali lagi saya ulangi kenikmatan tusukan, terkadang saya sedikit meninggikan posisi saya sehingga burung saya menggosok dinding di atas vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri bagi Mamah, mungkin senggamanya tidak menyentuh bagian ini. Setiap kali gerakan ini saya lakukan, dia langsung berteriak, “Bagus .. simpan saja, teruskan .. lanjutkan ..” jadi sementara tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan mata. “Aduuhm Mas .. Mamah keluar lagi niikh ..” teriaknya bahwa saya menyambut dengan mempercepat kocokan saya.

Dia tampak sangat puas dan saya merasa perkasa. Itu benar. Karena kalau di rumah, dengan istri saya bukan begini, padahal saya tidak menggunakan obat-obatan atau herbal yang kuat. Saya merasa ada sesuatu yang luar biasa. Aku melirik arlojiku, hampir satu jam aku melakukan adegan tempat tidur ini. Akhirnya saya memutuskan untuk terus mempercepat peluit saya agar putaran satu ini segera berakhir.

Tekan, tarik, posisikan pantatku kadang-kadang naik turun dengan tujuan agar semua dinding pussy melanda bar saya yang masih sulit. Kepala penisku merasakan semut,

“Mah .. aku mau keluar nikh ..” kataku.
“He .. eeh .. lanjut .. Mas, aduuh .. gila .. mamah juga .. Mas .. lanjutkan .. lanjutkan ..”
“Crot .. crot ..” maniku disemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan maninya dan cairannya. Kami mengakhiri putaran pertama ini dengan klimaks bersama dan kenikmatan yang tidak pernah saya rasakan. Satu untukku dan tiga untuk Mamah.

Setelah dibersihkan, beristirahat sebentar, minum kopi, dan makan cemilan sambil mengobrol tentang keluarganya lebih jauh. Mamah semakin manja dan terlihat lebih rileks. Meletakkan kepalanya di pundak saya, dan tentu saja tunggangan kembar menyentuh tubuh saya dan kedua tangannya menggosok paha saya akhirnya burung saya terbangun lagi.

Kesempatan ini digunakan dengan Mamah. Dia menundukkan kepala, dari dadaku, perut, dan akhirnya kakiku yang tegang menjilatinya dengan rakus. “Enak Mas .. gimana asin .. saya baru saja ngrasain ini,” katanya terus terang. Ternyata dia sangat bernafsu, karena nafasnya tidak beraturan. “Ah ..” teriaknya sambil melepaskan tawanya. Lalu diluruskan, berdiri dengan lutut sebagai tumpuan. Tiba-tiba kepalaku bersandar di sisi tempat tidur ke bulan, lalu Mamah mengangkangku.

Posisi itu menjadi dia tepat di atas tubuh saya. Saya terlentang dan dia berjongkok di perut saya. Burung saya berdiri tepat di bawah selangkangannya. Dengan menutup matanya, “Mas .. Mamah gak tahaan ..” Dia meraih burung saya dengan tangan kirinya, lalu ia menurunkan pantatnya. Kini ujung pangkal paha sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk.

Dengan posisi ini saya rasakan, sungguh saya merasa jika barang Mamah masih sempit. Vagina terasa kenyang dan merasakan gesekan dinding. Mungkin karena lendir vagina tidak terlalu banyak, saya menikmati putaran kedua ini. “Aduuh .. Mas, Mas begitu bagus, saya tidak pernah seperti ini .. Aduuh .. kita suami dan isteri kan?” lalu .. “Aduuh .. Mamah enak Mas .. pergi nikh .. aduuh ..” katanya sambil memegang tanganku diarahkan ke susunya. Kuelus, kurama dan kuremas lagi cepat menyusul, gerakan naik turun gerakan pantat semakin cepat juga menuju orgasme.

Akhirnya Mamah menjerit lagi tanda klimaks yang telah diraih. Dengan posisi saya di bawah, saya lebih rileks, jadi jangan ketagihan klimaks dengan cepat. Sementara Mamah sebaliknya, dia dengan bebas menggerakkan pantat sesuai keinginannya. Adegan saya di bawah berlangsung sekitar 30 menit. Dan pada waktu itu Mamah telah mencapai klimaks dua kali.

Sebagai penutup, setelah klimaks dua kali dan tampak lelah dengan keringat di sekujur tubuhnya, maka saya menemukannya dengan melepas burung saya. Setelah masing-masing kita menghapus “barang-barang itu,” saya memasukkan senjatanya ke dalam ruang bawah tanah kesenangannya. Aku berdiri di samping tempat tidur.

Tepat di tempat tidur dan kedua kaki di pundak saya. Saya siap untuk memulai acara penutupan putaran kedua. Saya mulai dengan menggeser burung saya dengan perlahan. “Uuh ..” itu satu-satunya suara yang kudengar.

Kick-back, pull-press, burung saya. Semakin lama semakin cepat, maka perlahan lagi saat saya menarik napas, lalu cepat lagi. Begitu naik turun, diikuti suara Mamah, “Hgh .. hgh ..” selaras dengan pompaan saya.

Setiap kali saya menekan mulutnya, “Uhgh ..” Sudah lama kepala bar saya terasa berdenyut-denyut.
“Mah .. aku ingin keluar nikh ..”
“Nah .. Pompa lagi .. cepat lagi .. Mamah juga Mas .. kita bersama ya .. iya .. lanjut ..” dan akhirnya menjerit ..
“Aaauh ..” menandai klimaksnya, dan saya membalas dengan genjotan yang lebih dekat ke bibir vagina, “Crot .. crott ..” saya jatuh di atas tubuhnya. Ronde ketiga adegan ini berulang lagi. Sama seperti ronde kedua.

Pembaca, ini adalah pengalaman yang luar biasa buat saya. Luar biasa karena sebelumnya saya tidak pernah merasakan sensasi luar biasa dan nikmat ini. Setelah itu kita tidak pernah bertemu lagi, meski aku tahu alamatnya.

Kejadian ini membuktikan, seperti yang telah saya baca, bahwa perselingkuhan yang paling halus dan akan membawa kesan mendalam adalah bahwa hal itu dilakukan satu kali dengan orang yang sama. Jangan ulangi (dengan orang yang sama), sensasi atau getaran akan berkurang. Terkadang aku melewatkan momen seperti ini. Perselingkuhan yang aman seperti ini. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.