Cerita Dewasa Diperkosa Oleh 3 Orang Wanita

Cerita Dewasa Diperkosa Oleh 3 Orang Wanita – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Bersama Mama dan Tante RinaCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Sebenarnya aku tidak istimewa, wajahku juga tidak terlalu tampan, tinggi dan bentuk tubuhku juga biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Tapi entah kenapa aku banyak disukai wanita. Bahkan ada yang terang-terangan mengajakku berkencan. Tapi aku tidak pernah berpikir sampai ke sana. Aku belum mau pacaran. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMA. Padahal hampir semua teman-temanku yang laki, sudah punya pacar. Bahkan sudah ada yang beberapa kali ganti pacar. Tapi aku sama sekali belum punya keinginan untuk pacaran. Walau sebenarnya banyak juga gadis-gadis yang mau jadi pacarku.

Cerita Sex Terupdate Diperkosa Oleh 3 Orang Wanita

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto Pemerkosaan Oleh Perempuan Cantik IGO

Waktu itu hari Minggu pagi. Iseng-iseng aku berjalan-jalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku paling malas berolah raga. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga. Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Sesekali berlari kecil mengikuti orang-orang yang ternyata cukup banyak juga yang memanfaatkan minggu pagi untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalan-jalan menghirup udara yang masih bersih.

Tidak terasa sudah cukup jauh juga meninggalkan rumah. Dan kakiku sudah mulai terasa pegal. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Tidak sedikit anak-anak yang bermain dengan gembira.

Belum lama aku duduk beristirahat, datang seorang gadis yang langsung saja duduk di sebelahku. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup cantik juga wajahnya. Dia mengenakan baju kaos yang ketat tanpa lengan, dengan potongan leher yang lebar dan rendah, sehingga memperlihatkan seluruh bahu serta sebagian punggung dan dadanya yang menonjol dalam ukuran cukup besar. Kulitnya putih dan bersih celana pendek yang dikenakan membuat pahanya yang putih dan padat jadi terbuka. Cukup leluasa untuk memandangnya. Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.

“Lagi ada yang ditunggu?”, tegurnya tiba-tiba.

Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Cepat-cepat aku menjawab dengan agak gelagapan juga. Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.

“Tidak.., Eh, kamu sendiri..?”, aku balik bertanya.

“Sama, aku juga sendirian”, jawabnya singkat.

Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Gadis ini bukan hanya memiliki wajah yang cukup cantik tapi juga punya bentuk tubuh yang bisa membuat mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. Bentuk kakinya juga indah. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.

“Jalan-jalan yuk..”, ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri.

“Kemana?”, tanyaku ikut berdiri.

“Kemana saja, dari pada bengong di sini”, sahutnya.

Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya dengan gerakan yang indah dan gemulai. Bergegas aku mengikuti dan mensejajarkan ayunan langkah kaki di samping sebelah kirinya. Beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, gadis itu menggandeng tanganku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Dan akujuga belum kenal namanya.

Dadaku seketika jadi berdebar menggemuruh tidak menentu. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Dia bukan hanya menggandeng tanganku, tapi malah mengge1ayutinya. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.

“Eh, nama kamu siapa..?”, tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.

“Angga”, sahutku.

“Akh.., kayak nama perempuan”, celetuknya. Aku hanya tersenyum saja sedikit.

“Kalau aku sih biasa dipanggil Ria”, katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Padahal aku tidak memintanya.

“Nama kamu bagus”, aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja.

“Eh, boleh nggak aku panggil kamu Mas Angga?, Soalnya kamu pasti lebih tua dariku”, katanya meminta.

Aku hanya tersenyum saja. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan. Dan aku memperkirakan kalau gadis ini pasti seorang mahasiswi, atau karyawati yang sedang mengisi hari libur dengan berolah raga pagi. Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru.

“Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Mau nggak..?”, ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam.

“Boleh”, sahutku.

Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Sambil makan, Ria banyak bercerita. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Ria memang pandai membuat suasana jadi akrab.

Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalan-jalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Ria yang mengajak pulang lebih dulu.

“Mobilku di parkir disana..”, katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir.

“Kamu bawa mobil..?”, tanyaku heran.

“Iya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Malas kalau naik kendaraan umum”, katanya beralasan.

“Kamu sendiri..?”

Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.

“Ikut aku yuk..”, ajaknya langsung.

Belum juga aku menjawab, Ria sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Sebuah mobil starlet warna biru muda masih mulus, dan tampaknya masih cukup baru. Ria malah meminta aku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Ria langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan gadis itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan komplek perumahan elite. sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Ria menahan dan memaksaku untuk singgah.

“Ayo..”, Sambil menarik tanganku, Ria memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa laki-laki yang baru dikenalnya ke dalam kamar.

“Tunggu sebentar ya..”, kata Ria setelah membawaku ke dalam sebuah kamar.

Dan aku yakin kalau ini pasti kamar Ria. Sementara gadis itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tapi bersama dua orang gadis lain yang sebaya dengannya. Dan gadis-gadis itu juga memiliki wajah cantik serta tubuh yang ramping, padat dan berisi.

Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku benar-benar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.

“Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini”, kata Ria tiba-tiba sambil melepaskan baju kaosnya.

Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Ria bukan hanya menanggalkan bajunya, tapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Ria mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali.. Akhh tubuhnya luar biasa bagusnya.. baru kali ini aku melihat payudara seorang gadis secara dekat, payudaranya besar dan padat. Bentuk pinggulnya ramping dan membentuk bagai gitar yang siap dipetik, Bulu-bulu vaginanya tumbuh lebat di sekitar kemaluannya. Sesaat kemudian Ria menghampiriku, dan merenggut semua pakaian yang menutupi tubuhku, hingga aku henar-benar polos dalam keadaan tidak berdaya. Bukan hanya Ria yang mendekatiku, tapi kedua gadis lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.

“Eh, apa-apaan ini? Apa mau kalian..?”, aku membentak kaget.

Tapi tidak ada yang menjawab. Ria sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tapi dengan kedua tangan terikat dan kakiku juga terentang diikat, tidak mudah bagiku untuk melepaskan diri. Sementara itu bukan hanya Ria saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tapi kedua gadis lainnya juga melakukan hal yang sama.

Sekujur tubuhku jadi menggeletar hebat Seperti tersengat listrik, ketika merasakan jari-jari tangan Ria yang lentik dan halus menyambar dan langsung meremas-remas bagian batang penisku. Seketika itu juga batang penisku tiba-tiba menggeliat-geliat dan mengeras secara sempurna, aku tidak mampu melawan rasa kenikmatan yang kurasakan akibat penisku di kocok-kocok dengan bergairah oleh Ria. Aku hanya bisa merasakan seluruh batangan penisku berdenyut-denyut nikmat.

Aku benar-benar kewalahan dikeroyok tiga orang gadis yang sudah seperti kerasukan setan. Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Tapi aku juga ketakutan setengah mati. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku.

Aku benar-benar tidak berdaya ketika Ria duduk di atas perutku, dan menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang padat. Sementara dua orang gadis lainnya yang kutahu bernama Rika dan Sari terus menerus menciumi wajah, leher dan sekujur tubuhku. Bahkan mereka melakukan sesuatu yang hampir saja membuatku tidak percaya, kalau tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri.

Saat itu juga aku langsung menyadari kalau gadis-gadis ini bukan hanya menderita penyakit hiperseks, tapi juga biseks. Mereka bisa melakukan dan mencapai kepuasan dengan lawan jenisnya, dan juga dengan sejenisnya. Bahkan mereka juga menggunakan alat-alat untuk mencapai kepuasan seksual. Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya.

Sementara itu Ria semakin asyik menggerak-gerakkan tubuhnya di atas tubuhku. Meskipun ada rasa takut dalam diriku, tetapi aku benar-benar merasakan kenikmatan yang amat sangat, baru kali ini penisku merasakan kelembutan dan hangatnya lubang vagina seorang gadis, lembut, rapat dan sedikit basah, Riapun merasakan kenikmatan yang sama, bahkan sesekali aku mendengar dia merintih tertahan. Ria terus menggenjot tubuhnya dengan gerakan-gerakan yang luar biasa cepatnya membuatku benar-benar tidak kuasa lagi menerima kenikmatan bertubi-tubi aku berteriak tertahan. Ria yang mendengarkan teriakanku ini tiba-tiba mencabut vaginanya dan secara cepat tangannya meraih dan menggenggam batang penisku dan melakukan gerakan-gerakan mengocok yang cepat, hingga tidak lebih dari beberapa detik kemudian aku merasakan puncak kenikmatan yang luar biasa berbarengan dengan spermaku yang menyemprot dengan derasnya. Ria terus mengocok-ngocok penisku sampai spermaku habis dan tidak bisa menyemprot lagi tubuhku merasa ngilu dan mengejang.

Tetapi Ria rupanya tidak berhenti sampai disitu, kemudian dengan cepat dia dibantu dengan kedua temannya menyedot seluruh spermaku yang bertebaran sampai bersih dan memulai kembali menggenggam batang penisku erat-erat dengan genggaman tangannya sambil mulutnya juga tidak lepas mengulum kepala penisku. Perlakuannya ini membuat penisku yang biasanya setelah orgasme menjadi lemas kini menjadi dipaksa untuk tetap keras dan upaya Ria sekarang benar-benar berhasil. Penisku tetap dalam keadaan keras bahkan semakin sempurna dan Ria kembali memasukkan batangan penisku ke dalam vaginanya kembali dan dengan cepatnya Ria menggenjot kembali vaginanya yang sudah berisikan batangan penisku.

Aku merasakan agak lain pada permainan yang kedua ini. Penisku terasa lebih kokoh, stabil dan lebih mampu meredam kenikmatan yang kudapat. Tidak lebih dari sepuluh menit Ria memperkosaku, tiba-tiba dia menjerit dengan tertahan dan Ria tiba-tiba menghentikan genjotannya, matanya terpejam menahan sesuatu, aku bisa merasakan vagina Ria berdenyut-denyut dan menyedot-nyedot penisku, hingga akhirnya Ria melepaskan teriakannya saat ia merasakan puncak kenikmatannya. Aku merasakan vagina Ria tiba-tiba lebih merapat dan memanas, dan aku merasakan kepala penisku seperti tersiram cairan hangat yang keluar dari vagina Ria. Saat Ria mencabut vaginanya kulihat cairan hangat mengalir dengan lumayan banyak di batangan penisku..

Setelah Ria Baru saja mendapatkan orgasme, Ria menggelimpang di sebelah tubuhku. Setelah mencapai kepuasan yang diinginkannya, melihat itu Sari langsung menggantikan posisinya. Gadis ini tidak kalah liarnya. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Ria. Membuat batanganku menjadi sedikit sakit dan nyeri. Hanya dalam tidak sampai satu jam, aku digilir tiga orang gadis liar. Mereka bergelinjang kenikmatan dengan dalam keadaan tubuh polos di sekitarku, setelah masing-masing mencapai kepuasan yang diinginkannya.

Sementara aku hanya bisa merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. Bagaimana mungkm aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..?

Aku hanya bisa berharap mereka cepat-cepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya. Tapi harapanku hanya tinggal angan-angan belaka. Mereka tidak melepaskanku, hanya menutupi tubuhku dengan selimut. Aku malah ditinggal seorang diri di dalam kamar ini, masih dalam keadaan telentang dengan tangan dan kaki terikat tali kulit. Aku sudah berusaha untuk melepaskan diri. Tapi justru membuat pergelangan tangan dan kakiku jadi sakit. Aku hanya bisa mengeluh dan berharap gadis-gadis itu akan melepaskanku.

Sungguh aku tidak menyangka sama sekali. Ternyata ketiga gadis itli tidak mau melepaskanku. Bahkan mereka mengurung dan menyekapku di dalam kamar ini. Setiap saat mereka datang dan memuaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa. Bahkan mereka menggunakan obat-obatan untuk merangsang gairahku. Sehingga aku sering kali tidak menyadari apa yang telah kulakukan pada ketiga gadis itu. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku. Tapi setelah mereka mencapai kepuasan, kembali mengikatku di ranjang ini. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini.

Dan secara bergantian mereka mengurus makanku. Mereka memandikanku juga di ranjang ini dengan menggunakan handuk basah, sehingga tubuhku tetap bersih. Meskipun mereka merawat dan memperhatikanku dengan baik, tapi dalam keadaan terbelenggu seperti ini siapa yang suka? Berulang kali aku meminta untuk dilepaskan. Tapi mereka tidak pernah menggubris permintaanku itu. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudara-saudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku.

Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap gadis-gadis binal dan liar ini. Meskipun mereka selalu memberiku makanan yang lezat dan bergizi, tapi hanya dalam waktu tiga hari saja tubuhku sudah mulai kelihatan kurus. Dan aku sama sekali tidak punya tenaga lagi. Bahkan aku sudah pasrah. Setiap saat mereka selalu memaksaku menelan obat perangsang agar aku tetap bergairah dan bisa melayani nafsu birahinya. Aku benar-benar tersiksa. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Dan aku sama sekali tidak berdaya untuk melepaskan diri dari cengkeraman gadis-gadis binal itu.

Tapi sungguh aneh. Setelah lima hari terkurung dan tersiksa di dalam kamar ini, aku tidak lagi melihat mereka datang. Bahkan sehari semalam mereka tidak kelihatan. Aku benar-benar ditinggal sendirian di dalam kamar ini dalam keadaan terikat dan tidak berdaya. Sementara perutku ini terus menerus menagih karena belum diisi makanan. Aku benar-benar tersiksa lahir dan batin.

Namun keesokan harinya, pintu kamar terbuka. Aku terkejut, karena yang datang bukan Ria, Santi atau Rika Tapi seorang lelaki tua, bertubuh kurus. Dia langsung menghampiriku dan membuka ikatan di tangan dan kaki. Saat itu aku sudah benar-benar lemah, sehingga tidak mampu lagi untuk bergerak. Dan orang tua ini memintaku untuk tetap berbaring. Bahkan dia memberikan satu stel pakaian, dan membantuku mengenakannya.

“Tunggu sebentar, Bapak mau ambilkan makanan”, katanya sambil berlalu meninggalkan kamar ini.

Dan memang tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya yang mengundang selera. Selama dua hari tidak makan, membuat nafsu makanku jadi tinggi sekali. Sebentar saja sepiring nasi itu sudah habis berpindah ke dalam perut. Bahkan satu teko air juga kuhabiskan. Tubuhku mulai terasa segar. Dan tenagaku berangsur pulih.

“Bapak ini siapa?”, tanyaku

“Saya pengurus rumah ini”, sahutnya.

“Lalu, ketiga gadis itu..”, tanyaku lagi.

“hh.., Mereka memang anak-anak nakal. Maafkan mereka, Nak..”, katanya dengan nada sedih.

“Bapak kenal dengan mereka?”, tanyaku.

“Bukannya kenal lagi. Saya yang mengurus mereka sejak kecil. Tapi saya tidak menyangka sama sekali kalau mereka akan jadi binal seperti itu. Tapi untunglah, orang tua mereka telah membawanya pergi dari sini. Mudah-mudahan saja kejadian seperti ini tidak terulang lagi”, katanya menuturkan dengan mimik wajah yang sedih.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Anakku Jadi Sarana Pelampiasanku

Aku juga tidak bisa bilang apa-apa lagi. Setelah merasa tenagaku kembali pulih, aku minta diri untuk pulang. Dan orang tua itu mengantarku sampai di depan pintu. Kebetulan sekali ada taksi yang lewat. Aku langsung mencegat dan meminta supir taksi mengantarku pulang ke rumahku. Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi.

Aku benar-benar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya. Seakan-akan semua yang terjadi hanya mimpi belaka. Memang aku selalu menganggap semua itu hanya mimpi buruk. Dan aku tidak berharap bisa terulang lagi. Bahkan aku berharap kejadian itu tidak sampai menimpa orang lain. Aku selalu berdoa semoga ketiga gadis itu menyadari kesalahannya dan mau bertobat. Karena yang mereka lakukan itu merupakan suatu kesalahan besar dan perbuatan hina yang seharusnya tidak perlu terjadi. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Novel Cerita Bokep Terpopuler 2018 Mia Yang Terpuaskan Nafsunya

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Nama saya Mia, karyawan sebuah bank swasta terkenal, yang selama beberapa waktu mengalami frigiditas dalam hubungan intim, terutama sejak saya melahirkan anak pertama saya. Atas saran suami saya, saya dibawa oleh suami saya ke dukun bernama Ki Alugoro yang tinggal di sebuah desa kecil di luar Jakarta untuk menyembuhkan kepahitan saya.

Novel Cerita Bokep Terpopuler 2018 Mia Yang Terpuaskan Nafsunya

Sejak saat itu, setelah pulih, hasrat saya untuk melakukan hubungan intim semakin kuat, mungkin karena dalam masa penyembuhan saya harus bersedia mematuhi semua persyaratan yang diajukan oleh Ki Alugoro, antara lain, diperintahkan oleh beberapa jenis obat secara telanjang. dan disetubuhi olehnya (pada waktu itu disetujui dan bahkan disaksikan oleh suami saya).

Saya juga setuju selama saya bisa pulih dari frigiditas saya. Dan mungkin karena kontol Ki Alugoro sangat besar, dan selain itu dia sangat baik dalam membuat gairah saya, ditambah dengan bahan yang dia berikan, jadi sekarang saya benar-benar pulih dari frigiditas saya, dan menjadi wanita dengan dorongan seksual yang cukup tinggi. Hanya saja, karena ukuran kontol suamiku jauh lebih kecil dari pada kontol Ki Alugoro, maka dengan sendirinya suami saya tidak pernah bisa memuaskan saya saat bersenggama.

Haruskah saya kembali ke tempat Ki Alugoro dengan pura-pura disembuhkan? (meski begitu aku disetubuhi lagi). Mula-mula terpikir oleh pikiran untuk melakukannya, tapi setelah kupikir lagi kok prestise juga ya? Masak istri yang baik untuk datang ke pria lain untuk menjadi kacau bahkan jika saya ingat bahwa Kiwi luar biasa dick Kick saya sering tidak bisa tidur dan gairah saya untuk hubungan intim memuncak.

Seringkali saya harus memuaskan diri dengan dildo yang saya beli beberapa hari yang lalu di depan suami saya setelah melakukan hubungan seks karena suami saya tidak dapat memuaskan saya. Sebenarnya, seringkali suami saya yang mengemudikan dildo ke kuil saya.

Untungnya, entah karena aku mengerti rasa sakitku atau tidak, suamiku punya mimpi untuk memiliki tiga dalam satu hubungan intim atau melihatku fucked oleh pria lain, terutama setelah dia melihatku kacau Ki Alugoro tempo hari. Pantesan sejak itu, sebelum bercinta, dia selalu memulai dengan angan-angannya. Kegembiraan yang paling menarik bagi suami saya, adalah membayangkan saya berhubungan seks dengan pria lain di hadapan suami saya, seperti juga dengan Ki Alugoro tempo hari. Setelah beberapa saat dia menceritakan mimpinya, suatu hari dia bertanya apakah saya ingin mewujudkan impian itu. Awalnya aku pura-pura berpikir dia hanya bercanda. Tapi dia mendesak saya untuk melakukan itu, saya bertanya kepadanya apakah dia serius.

Dia menjawab, “Ya saya serius!” Lalu dia mengatakan bahwa motivasi utamanya adalah untuk membuat saya bahagia dan meraih kepuasan tertinggi saya. Karena dengan melihat wajah saya saat mencapai orgasme dengan Ki Alugoro tempo hari, selain sangat menstimulasi. Juga memberikan kepuasan untuk dirinya sendiri (rupanya, ketika saya melihat diadol saya ditekan gamma ki Alugoro, diam-diam dia mengocok kontolnya sendiri sampai orgasme.)

Tentu saja itu benar-benar yang saya harapkan. Inilah nama dildo yang dicintai, Kontolpun tiba. Sejujurnya, seperti yang saya katakan di atas, saya tidak pernah puas dengan kontol kecil suami saya, terutama setelah kuil saya digeledah oleh kontol luar biasa Ki Alugoro. Wow, saya tidak berpikir saya bisa mengatakan itu.

Diakuinya saya juga sering mengalami turbulensi yang tiba-tiba muncul, terutama di pagi hari saat kita melakukan hubungan intim malam karena suami saya tidak dapat melakukannya dengan sempurna dan saya tidak sampai orgasme.

Rupanya keinginan seksi suamiku bukan sekadar fantasi tapi dia sangat ngotot mewujudkannya dan suamiku meyakinkanku bahwa aku akan membantunya dalam imajinasinya (padahal sebenarnya aku sudah menanti-nanti saat menyadari?). Tapi untuk meyakinkan keseriusannya, aku berpura-pura harus menyerah dan berjanji untuk membantunya selama aku bisa melakukannya dan bertanya apakah dia tidak cemburu melihat istrinya ditelanjangi dan tempsinya digeledah dengan kontol orang lain? Dia bilang tidak sama sekali.

? Karena saya hanya ingin melihat Anda bahagia dan puas dalam bersetubuh? dia menjawab mantab waktu

? Tentu saja saya akan menemukan teman saya yang memiliki penis besar dan keras. Setidaknya sama seperti kontol Ki Alugoro tempo hari? dia berjanji lebih lanjut.

Sejak saat itu dia rajin menawari teman-temannya menamai saya.

“Terserah Anda, apakah Anda orang yang memiliki rencana saya fucked teman Anda? Saya menjawab saat itu.

Akhirnya suatu hari suami saya berbisik kepada saya, “Saya telah mengundang Edo untuk tinggal di sini malam ini?

Hatiku berdebar kencang mendengar kata-kata suamiku, karena Edo teman suamiku adalah salah satu idola di sekolahku dulu dan dia adalah pria yang menjadi perebutan anak perempuan dan aku sangat mendambakan menjadi pacarku saat SMA. Suamikupun mengenalnya dengan baik karena kita berasal dari kota kabupaten yang tidak seberapa besar. Terus terang saya akui penampilan Edo yang sangat bagus. Bentuk tubuhnya pun lebih tinggi, lebih berotot dan lebih atletis dibanding tubuh suami saya karena dulu adalah basket dan sports judo. Meskipun Edo adalah pria yang saya idam-idamkan saat SMA, tapi kami belum pernah berkencan karena agak acuh tak acuh terhadap anak perempuan dan selain itu, banyak gadis saingan saya mengejarnya. Apalagi saat berada di depan EBTANAS, dan setelah itu ia sibuk dengan persiapan masuk universitas. Saya berada di kelas 1, dan dia di SMA.

Saat Edo datang, saya menusuk diri sendiri dan memilih gaun seksi dengan belahan dada yang cukup rendah sehingga membuat saya terlihat menarik. Dari cermin make-up di kamar tidur saya, saya mengamati gaun yang saya kenakan sangat erat menempel pada tubuh saya sehingga lekukan tubuh saya terlihat jelas. Ibuku terlihat sangat menonjol dalam membentuk dua bukit daging yang indah. Tubuhku langsing dan terkandung. Susu saya yang subur juga terlihat sangat kenyal.

Begitu pula nonggeng-tip butt saya menonjol seakan menantang pria yang melihatnya. Dengan perut saya masih cukup rata dengan kulit kemaluan saya (putih bersih) untuk membuat tubuh saya menjadi sangat sempurna. Apalagi wajah saya cukup cantik. Dan sejujurnya, saya selalu bangga dengan tubuh dan wajah saya. Tiba-tiba aku baru sadar, suamiku sepatutnya ingin melihatku disingkubuhi oleh pria lain. Mau bandingkan dengan film BF yang sering kita lihat mungkin.

Setelah cemberut, aku pergi untuk menyediakan makan malam. Setelah makan malam, Edo dan suamiku duduk mengobrol di teras belakang rumah sambil menyantap beberapa kaleng bir yang dicampur dengan sedikit minuman keras dari teman suamiku yang baru saja kembali dari luar negeri. Tak lama aku duduk minum bersama mereka. Malam itu hanya kami berdua bersama Edo sendirian di rumah. Pengurus rumah tangga saya yang biasa, siang ini saya memberinya istirahat untuk pulang ke rumah selama beberapa hari, sementara anak laki-laki satu-satunya dijemput oleh ibu mertua saya untuk bermalam di rumahnya.

Seiring siang semakin larut dan udara terasa dingin, suamiku tiba-tiba berbisik padaku, “Aku sudah berbicara dengan Edo tentang rencana kami. Dia setuju malam ini untuk tinggal di sini.

? Tetapi bahkan jika Anda tidak sesuai dengan pilihan saya, Anda tidak perlu takut untuk memberi tahu saya !? bisik suamiku selanjutnya

? Tapi saya jamin kontolnya yang besar, saya lihat beberapa kali kencing di kantor. Tapi soal kekerasannya, bisa dibuktikan nanti? dia melanjutkan lagi

Mendengar bisikan suami saya, diam-diam jantung saya bergetar riang, tapi saya pura-pura diam, tidak menunjukkan sikap yang menolak atau menerima. Di hati saya, saya ingin melihat bagaimana reaksinya jika saya benar-benar melakukan hubungan intim dengan pria lain. Apakah dia tidak akan cemburu karena istrinya dikejutkan oleh pria lain dengan sadar dan semua bagian rahasia tubuh istrinya dilihat dan dinikmati oleh pria lain yang sudah dia kenal dengan baik (dengan Ki Alugoro untuk penyembuhan?).

Tak lama kemudian saya masuk ke kamarku dan berubah menjadi baju tidur tipis tanpa bra, jadi susu saya, terutama puting susu besar saya, terlihat dalam baju tidur.

Ketika saya meninggalkan ruangan, suami saya dan Edo tampak tercengang sejenak.

Tapi mereka segera bertindak kembali dan suamiku langsung berkata, “Ayo ..!” Katanya dengan senyum penuh arti kepada kami berdua dan kami langsung masuk ke kamar tidur.

Di kamar tidur, suami saya mengambil inisiatif terlebih dahulu dengan mulai menyentuh dan memeluk dadaku dan menyentuh susu dari baju tidur.

Melihat itu, Edo mulai membelai pahaku yang terbuka, karena baju tidurku terbuka ke atas. Berpura-pura tenang aku langsung berbaring telungkup di tempat tidur. Sebenarnya nafsu saya sudah mulai naik karena tubuh saya tersentuh oleh seorang pria yang tak lain adalah idola saya saat di SMA dulu, apalagi saya dalam keadaan hanya memakai baju tidur tipis tanpa BH. Tapi saya pikir saya harus berpura-pura tenang untuk melihat inisiatif dan aktivitas Edo dalam memikat hasrat saya. Aku ingin tahu berapa banyak yang dia punya.

Beberapa saat kemudian aku merasakan bibir Edo mulai mengikuti bagian yang sensitif bagiku yaitu leher dan belakang telinganya. Merasa gesekan saya pikir inilah saatnya mewujudkan impian suami saya. Seiring saya mengerti keinginan saya, Edo mulai mengambil alih permainan berikutnya. Aku segera berbaring di tepi tempat tidur, lalu tangan kirinya mulai memegang sambil memijat susu ukuran kananku, sementara tangan kanannya membelai dan memijat bibir keningku yang masih terbungkus celana dalam, sementara mulutnya meremukkan tubuhku. bibir dengan geram Tangan Edo di susu mulai bergoyang-goyang dengan ujung puting susu yang besar dan mulai mengeras.

Masih dalam posisi terlentang, aku merasakan jari Edo. terus memijat susu dan memutar putingnya. Pada saat itu nafsu saya belum begitu tinggi, tapi Edo juga menjadi pahlawan, karena terbukti dalam waktu kurang dari 5 menit saya mulai membuat suara mendesis yang tidak dapat saya tolak. Aku melihatnya tersenyum dan menghentikan aktivitasnya.

Sekarang Edo mulai menanggalkan pakaian saya dan beberapa saat kemudian saya merasakan tarikan lembut di paha saya. Lalu aku merasakan embusan udara dingin yang lembut dalam tempoanku yang berarti celana dalamku telah dilepaskan oleh Edo. Sekarang Edo telah menelanjangi saya sampai saya benar-benar telanjang tanpa seutas benang yang menutupi tubuh saya.

Saya hanya bisa bersyukur merasakan embusan nafsu di dalam tubuh saya saat tubuh saya dilucuti dari pria idola saya di depan suami saya sendiri.

Aku menjerit Edo penuh nafsu menatap tubuhku yang sudah telanjang sebanyak mungkin.

Saya benar-benar tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya saat itu. Saya ditelanjangi oleh anak laki-laki idola saya dan saya benar-benar mengharapkan kehadirannya.

Saya belum pernah telanjang sebelum pria lain, kecuali dengan Ki Alugoro dalam keadaan setengah sadar untuk menyembuhkan beberapa hari yang lalu, apalagi dalam situasi saat ini.

Saya merasa tidak ada rahasia tubuh saya tidak diketahui Edo.

Jadi, secara refleks dalam keadaan gegabah, saya membelai kontol Edo yang tadi tegang dari bagian luar celananya. Ini terlihat karena bagian bawah celana Edo mulai membengkak besar. Saya bertanya-tanya seberapa besar kontol Edo ini. Lalu aku menunjuk tanganku ke arah celana retsluiting yang sudah terbuka dan menyelipkan tanganku memegangi kontol Edo yang memang ngaceng itu. Saya langsung tersedak saat ditahan kontol Edo yang menurutnya suami saya memang besar.

Aku melirik suamiku merapikan retsluiting celananya dan mulai membelai kontolnya sendiri. Sepertinya dia sangat menikmati pemandangan ini. Tanpa berkedip, ia melihat tubuh istrinya digauli dan digerayangi oleh pria lain.

Sebagai wanita dengan nafsu yang penuh gairah, situasi ini mau tak mau membuat saya tenggelam juga dalam arus nafsu yang besar. Edo menjilati bagian tubuhku yang sensitif membuatku bertengkar hebat dengan arus nafsu yang mulai menerjangiku dan bait suciku.

Setelah beberapa saat aku memegang tanganku sambil membelai penisnya Edo, Edo tiba-tiba berdiri dan membuka celananya beserta celana dalamnya sehingga penisnya tiba-tiba melompat keluar, seolah terbebas dari batas dan sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas. Setelah membuka semua bajunya, Edo sekarang benar-benar telanjang.

Jadi saya bisa melihat dengan jelas ukuran penis Edo di negara ngaceng, yang memang jauh lebih besar dan lebih lama dari ukuran kontol suamiku. Bentuknya agak berbeda. Kontol Edo ini menempel lurus ke depan sedikit ke atas, sementara kontol suamiku jauh lebih kecil, agak membungkuk dan miring ke kiri. Aku benar-benar tercengang melihat kontol Edo yang besar dan panjang itu. kontol yang besar seperti yang belum pernah ada (waktu dengan Ki Alugoro saya tidak sempat memperhatikan seberapa besar kontolnya, karena saya agak pemalu dan setengah sadar). Batang kontolnya kira-kira berdiameter 5 cm yang dikelilingi oleh pembuluh darah melingkar dan pada ujung kepala yang sangat besar, panjangnya kira-kira 18 cm, di pangkal yang ditumbuhi rambut keriting yang padat. Kulitnya terlihat kental, lalu ada pembuluh darah besar di sekitar koper dan terlihat seperti kawat di kulit. Kepala bagasi terlihat kenyal, kenyang, dan berkilau.

Lalu dia menyodorkan penisnya ke wajahku.

Saya melirik suami saya, yang bahkan lebih asyik menikmati adegan ini dengan senyum puas dan membelai Kontolnya, karena sepertinya saya sepertinya sangat ingin menghadapi kontol yang besar. Aku benar-benar sangat terangsang, tapi untuk menunjukkan Edo aku sedikit tidak bahagia.

Tapi entah bagaimana, tanpa menyadarinya aku tiba-tiba duduk di tepi tempat tidur memegang penis yang terasa hangat di telapak tanganku. Aku memegang erat, merasa ada kedutan, terutama di pembuluh darah. Lingkaran tanganku hampir penuh untuk mencapai lingkaran batang penis. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan pernah memegang penis besar ini, dari pria lain secara sadar dan penuh gairah di hadapan suami saya.
Kembali aku melirik suamiku. Saya melihatnya semakin asyik menikmati pemandangan ini, malah kali ini tidak hanya membelai, tapi malah sambil mengocok kontolnya sendiri, adegan istri penuh nafsu digauli oleh pria lain, yang juga idola saya dulu.

Tiba-tiba ada hasrat besar untuk idola saya, jadi dengan demonstratif saya memasukkan mulut ke kontol Edo, kujilati seluruh permukaan dengan lidah saya lalu kukulum dan kuhilati-isap dengan nafsu penuh gairah. Saya merasa sangat basah sehingga saya akan menikmati kontol dengan kepuasan sebanyak keinginan suamiku.

Kuluman dan saus saya membuat kontol berukuran besar Edo menjadi lebih besar, lebih keras dan kepala kontolnya menjadi lebih mengkilap ungu merah .. Dalam kondisi sangat bernafsu, kontol Edo menggigil kuat di mulut saya itu mengeluarkan aroma khas yang saya sebut. bau manusia.

Aroma menyebabkan gairah saya meningkat dan lubang bait suci saya mulai berdenyut sangat sampai tanpa sadar membuat saya tumbuh galak dan semakin menjadi – jadi aplikasikan penis seperti penyedot debu penyedot debu.
Ciuman dan sausku yang sangat bernuansa rupanya membuat Edo tidak tahan lagi. Tiba-tiba dia mendorong tubuh saya sehingga terbaring telentang di atas tempat tidur.

Saya sekarang semakin putus asa dan lebih bersemangat untuk melayaninya. Aku langsung membuka kedua kakiku lebar.

? Lakukan ?? Kataku pelan dan aku bahkan tidak tahu harus memanggilnya.

Sambil berlutut di dekat pahaku di antara kedua pahaku, Edo berbisik, “Ssttt ????!” Bisiknya saat kedua tangannya membuka pahaku sehingga selangkanganku terbuka, artinya segera Kontolnya akan padam dengan tempikku. Rasakan ujung penis hangatnya menempel tepat di permukaan tempik saya. Tidak langsung disisipkan di dalam lubang, tapi hanya digosok di seluruh permukaan bibirnya, ini membuat temps saya lebih berdenyut dan terasa sangat enak. Dan semakin lama saya merasa. Semakin banyak rasa senang yang benar-benar bergerak cepat melintasi tubuh saya mulai dari titik gesekan di tempik saya.

Beberapa saat Edo melakukan itu, cukup untuk mengangkat tangan ke pinggangnya dan pahaku terangkat ke pinggulnya. Saya sangat menantikan puncak permainan ini. Edo menghentikan aktivitasnya dan meletakkan kontolnya kepalanya tepat di antara bibir tempura saya dan merasakannya tepat di ambang lubang tempik saya. Aku benar-benar mencari tusukan itu.

? Oocchh .. Ddoo, tolong ..? Aku memohon dengan sedih.

Sebagai wanita di puncak nafsu, saya benar-benar merasa tidak sabar dalam kondisi seperti itu. Sejenak aku lupa bahwa aku sudah menikah, yang hanya kulihat Edo dan kontolnya yang besar dan panjang. Ada rasa deg-deg plas, ada juga rasa ingin cepat merasakan apa rasanya dipoblos kontol lebih besar dan lebih lama.

? Ooouugghhh ??? Aku merasa tidak sabar menunggunya.

Tiba-tiba aku merasakan sepasang jari membuka bibir tempikku. Dan yang lebih mengerikan lagi saya merasakan ujung kontol Edo mulai mendorong di tengah lubang tempik saya ..

Saya mulai gemetar hebat, karena tidak berpikir ini akan menjadi kesenangan saya akan merasakan kenikmatan bersenggama. Apalagi dengan orang yang menjadi idola saya, yang selama ini saya kagumi.

Perlahan Edo mulai memasukkan kontolnya ke tempik saya.

Saya mencoba membantu dengan membuka bibir pergelangan tangan saya lebar. Kelihatannya sangat sulit sehingga penis besar masuk ke dalam lubang kecilku.

Tangan Edo memegangi pinggulku saat dia menariknya ke atas, jadi pantatku diangkat dari tempat tidur, sementara satu tangannya memegang batang penisnya yang diarahkan ke lubang tempikku.
Cerita sex
Pada saat Edo mulai menekan kontolnya, saya mulai mendesis, “Sssshhhhh ?? Eddooo ?? ppelan-ppelan Ddooo? Ssshhhh ?? desisku Edo lalu menghentikan aktivitasnya sebentar untuk memberi saya kesempatan untuk mengambil nafas, lalu Edo melanjutkan Upayanya untuk masuk Kontolnya.Setelah itu kontol Edo mulai terasa mendesak masuk dengan mantap Sedikit demi sedikit saya merasa ruang mengisi lubang bait suci saya.Seluruh tubuh saya benar-benar merinding saat merasakan kepala kontolnya mulai terasa tertusuk mantap di tubuh saya. Lubang tempik, disusul gesekan batang penis dick kemudian. Saya hanya terpaku merasakan tekanan pinggul Edo saat membuka paha saya lebih lebar.

Sekarang saya mulai merasa rak saya terasa penuh dan terisi saat penis masuk lebih dalam ke dalam lubang saya.

Sedikit suara yang kudengar dari Edo saat hampir semua kontolnya menyelinap masuk.

Saya sendiri tidak menganggap kontol itu besar dan sepanjang bisa masuk ke dalam lubang kuil kecil saya. Meski tidak semua kontol Edo ke tempo saya, sepertinya ada irisan dan menggerakkan kaki rasanya agak aneh. Tapi sedikit demi sedikit saya mulai menyesuaikan diri dan menikmati rasa nyaman dan senang.

Ketika hampir semua bar kontol Edo telah runtuh ke dalam lubang tempikku, secara tidak sengaja aku tersentak sehingga mengakibatkan bagian dinding di pelipisku seperti meremas kontol batang Edo. Aku agak melonjak sejenak saat merasakan kontol Edo seperti berkoejot di tempikku karena genggamannya. Saya melompat bukan karena kontolnya adalah kontol pria pertama yang saya rasakan masuk ke tubuh saya selain kontol suami saya dan Ki Alugoro, tapi karena saya merasa kontol Edo memang terasa lebih istimewa daripada kontol suami saya dan kontol Ki Alugoro, keduanya dalam ukuran dan tekanan.

Novel Cerita Bokep Terpopuler 2018 Mia Yang Terpuaskan Nafsunya

Selama hidup saya, saya tidak pernah melakukan hubungan intim dengan pria lain selain dengan suami saya dan Ki Alugoro dan situasi ini memberi saya pengalaman baru. Saya tidak menduga ukuran penis pria memiliki efek luar biasa pada kenikmatan memiliki wanita.

Oleh karena itu saya secara refleks mengangkat paha saya ke atas dan menjepit pinggang Edo erat-erat untuk waktu berikutnya saya mulai menggoyang pinggul saya mengikuti gerakan tubuh Edo. Saat itu kakiku masih menggantung di lantai karpet ruangan. Tanganku memegangi lengannya yang mencengkeram pinggulku. Aku menariknya kembali saat Edo menarik penisnya dari pelipisku. Tapi sampai tiga perempat penisnya berada di luar kuil saya, dia tiba-tiba memukulnya lagi dengan kuat.

Aku hampir menjerit-jerit melawan semburan kesenangan yang dituangkan ke dalam diriku tiba-tiba.

Itu berapa kali Edo melakukan hujaman-hujaman ke dalam lubang tempik saya. Setiap saat hujaman seperti memercikkan rasa nikmat yang sangat dalam ke tubuh saya. Saya sangat terangsang dan lebih terangsang karena semakin sering permukaan dinding lubang kuil saya menerima gesekan gesekan dari pembuluh darah kontol Edo seperti kabel yang menumbuhkannya. Suami saya biasanya melakukan hubungan intim lebih lama dia bergerak lebih cepat, tapi Edo terus melakukan gerakan konstan seperti mengikuti irama musik evergreen yang telah saya tetapkan sebelumnya.

Tapi anehnya, saya bisa merasakan lebih dari setiap milimeter permukaan kulit kontolnya dengan rytme seperti itu.

Tahap ini nampaknya merupakan langkah awal untuk memulai sebuah ledakan besar, saya merasakan tempis saya baik di dalam maupun di luar berdenyut dengan marah saat gelombang membesar terjadi di selangkangan saya. Tubuh kita sebentar menyatu dan kemudian meregang ke pernafasan kita mendesah semakin lama semakin kencang.

Sementara itu aku kembali melirik ke arah suamiku. Aku melihat suamiku sedikit menatap Edo sambil menatapku.

Melihat penampilan suami saya, muncul kembali rasa puas di hati saya, lalu semakin demonstatif lagi saya melayani permainan Edo sama aktifnya seperti adegan di BF. Situasi ini tiba-tiba memunculkan kepuasan lain dalam diri saya. Bukan hanya karena kenikmatan hubungan intim yang saya alami dengan Edo, tapi saya juga mendapatkan kepuasan lain karena saya mampu mewujudkan imajinasi suami saya. Suami saya ingin saya berhubungan seks dengan pria lain dan malam ini saya akan melakukan sebanyak mungkin.
Cerita sex
Tiba-tiba Edo semakin mempercepat kontolnya hunjaman ke dalam lubang tempik saya.

Tentu ini membuat saya lebih bersemangat sampai-sampai mata saya penuh dan mulut saya sedikit terbuka sementara tangan saya memeluk pinggulnya dengan kuat. Saya tidak berharap sedikit jika kontol besar Edo mulai lancar melalui lubang kuil sempit saya dan sepertinya belum siap menerima kontol hunjaman dengan ukuran yang begitu besar. Rasakan bibir bait suci saya hingga lebar dilipat dan seolah tidak pas untuk menelan kontol besar dan panjang Edo. .

? Ooukkhhss .. sshhh .. Ddoo ..! Terrruusshh .. terrusshh .. Ddoo? mmmmhhhh?!? Mengerang saya merasakan kenikmatan yang semakin lama semakin ditempikku. .
? Hhhmmh .. tempikmu .. niikmaat .. dulu .. Mmiiaaa .. uukkhh .. uukkhh ..? Edo memulai kata-kata kasar yang bahkan meningkatkan hasratku untuk mendengarkannya.

Gairah Edo memerah tubuhnya semakin banyak dan canggung ia terus menghunjam hunjamkan Kontolnya mencari dan mengeksplorasi kesenangan yang ingin ia berikan padaku. Untuk menambah memuaskan saya dan dirinya sendiri juga, kontol Edo terus menyusup ke dalam lubang kuil saya sehingga akhirnya benar-benar amblas semuanya.

? Aarrggccchhhhhh? !! Aku merengek lama, aku merasa tubuhku bergidik, wajahku panas dan mungkin berwarna merah.

Mataku menatap Edo dengan tatapan penuh arti yang meminta sesuatu, yang meminta untuk diberi kesenangan terbesar.

Edo tampak tercengang melihat wajahku yang dipenuhi ekspresi sensasional. Lalu Edo lebih aktif lagi bergoyang menarik batang peregangan kontolnya yang besar, sehingga dinding bait suci saya yang telah ditutupi dengan cairan laut ditambah banjir dan licin.

Wajah saya semakin longgar mengekspresikan sensasi luar biasa yang tak pernah saya harapkan begitu banyak untuk dinikmati. Saya sangat senang karena perasaan dan tempo saya disetubuhi oleh Edo, tanpa disadari saya mulai mengoceh di luar kesadaran saya, Ohhss .. sshhh .. enaakk .. ssewi? kontak anda Ddoo? !! Oougghh .. terusshh? teerruusshh .. !!! Aku mendesah, mengerang dan mengerang sebisa mungkin. Aku lupa bahwa orang yang meniduriku bukanlah suamiku sendiri. Yang saya pikirkan adalah semburan nafsu yang perlu dipecahkan.

Dengan nafsu kita saling berpelukan saat berciuman. Napas kami saling bergetar, lidah kita saling mengaitkan dan saling mengisap, saling berkelahi.

Edo mengambil inisiatif dengan meningkatkan pantatnya yang sepertinya naik dan turun lebih cepat di antara selangkanganku yang terbuka lebar, dan aku mengangkat kedua kakiku tinggi-tinggi sementara aku meringkuk dan menempel di bahunya, pantatku terangkat untuk lebih memudahkan batang penis Edo sepenuhnya dan menggeseknya. Sengsara kenikmatan di rongga tempik saya, Edopun akibatnya lebih mudah menyodokkan kontolnya yang panjang, besar dan keras keluar ke dasar kontolnya untuk membuat suara cracking retak? banyak? seperti suara bebek yang mengompol lumpur bersama dengan masuknya kontol di dalam pelipisku

Edo melihat ke selangkanganku, rencanaku mencengkeram penisnya erat-erat, dia tersenyum puas bisa menaklukkan tempsku, banjir yang lebih basah dipenuhi pelumasan pelumas tebal putih sehingga membasahi rambutku yang tidak terlalu tebal dan bulu jembutnya serta batang kontolnya juga. semakin mengeras.

Edo mendengus seperti harimau yang terluka, genjotannya yang lebih ganas. Mata Edo terlihat lapar di susu putihku yang bengkak yang dikelilingi oleh bola cokelat muda di tengah dan putingku yang besar dan sudah sangat mengeras oleh tubuhku yang begitu budidaya, tanpa membuang kesempatan Edo untuk menyedot putingku yang pekat.
Tubuhku terasa goyang. Dan sayangku semakin mengembang di dadaku, aku bergerak ke kiri dan ke kanan sehingga kedua puting susu gatal itu mendapat giliran dari serangan mulutnya.

Sengatan nafsu langsung tak tertahankan saat lidah Edo yang basah dan agak kasar digesek pada putingku yang sensitif.

Edo begitu bergairah menjilat dan mengisap susu dan puting susu di sela-sela desah dan erangan yang menikmati gelombang rangsangan demi stimulus yang semakin menggairahkan ini.

? Oouugghhss .. oouugghhss .. sshhhh? tteerruss Ddooo ?? Saya lebih kasar, pikiran saya tidak jelas lagi, bergoyang-goyang dalam pusaran kesenangan, diseret dalam perjuangan bersetubuh dengan Edo, tubuh telanjang saya setinggi kapas melonjak.

Aku merasakan kenikmatan seperti banjir yang meluap ke sekujur tubuhku dari ujung kakiku sampai ke mahkota, terutama di sekitar pelipisku.

Tubuhku akhirnya bergetar saat memeluk tubuh Edo erat-erat sambil menjerit kecil tanpa sadar.

? Aaaaccchhh ?? Dddooo? mmmmmhhhhhh? konnttolmmmuuu aakkkuu ?? kkeeelluuaaarrrr ??? Aku berteriak.

Tubuh telanjang saya berputar untuk merasakan kemegahan senang yang menabrak ombak orgasme.

Edo kontol masih terus meningkatkan lubang kuil saya, dan aku hanya mengundurkan diri ke tangannya mengharapkan gelombang kesenangan lebih lanjut. Lebih dari satu jam Edo telah menjalin hubungan saya tanpa henti, saya semakin terseret ke kenikmatan berkultivasi hubungan intim yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Tubuh saya akhirnya melemas setelah saya menyemprotkan cairan saya lagi untuk kesekian kalinya bersama Edo yang juga nampaknya tidak tahan lagi dan ??

? Aaacchhh? .. oooccchhh? Mmiiaaa? teemmpiikkmmuuu ?? nniikkkmaattttt sseekkalliiii? adduuhhh ?? aaakkuu .. kkekkeeeluaarrr ?? dia mengerang, menyemprotkan kabutnya di pelipisku

Kemudian untuk sementara Edo tetap membiarkan kontolnya tetap menempel di tempik saya.

Saya juga tidak mencoba melepaskan kontol dari tempik saya.

Setelah sedikit lama, Edo mengeluarkan Kontolnya yang masih berdiri tegak meski mengalami orgasme di lubang tempik saya. Meski penisnya masih sangat kuat berdiri dengan keras, Edo menghentikan hubungan intim ini karena ia meminta suami saya untuk menggantinya untuk bercinta dengan saya. Sekarang ganti dia yang akan melihat diri saya kacau oleh suami saya sendiri yang entah bagaimana sejak saat ia telanjang.

Suami saya segera mengganti Edo dan mulai fucking saya hebat. Aku merasakan nafsu suamiku begitu ganas sehingga sambil meneriakkan sedikit ia menusukkan kontol kecil ke dalam lubang tempikku.
Tapi apakah itu karena saya masih terpengaruh oleh pengalaman yang baru saja saya dapatkan dengan Edo, jadi ketika suami saya memasukkan penisnya ke dalam lubang saya, saya merasa penis kontol saya sekarang hambar. Saya merasakan otot-otot sphinx pit saya tidak lagi dikepang ketat pada kontol suami saya seperti ketika penis besar Edo yang besar menerobos ke dasar lubang kuil saya. kontol suami saya sama sekali tidak merasa ke dalam lubang saya dan merasa lebih lembut bahkan bisa saya katakan tidak begitu terasa lagi di lubang tempik saya yang baru saja ditembus oleh kontol begitu besar dan panjang.
Cerita sex
Mungkin karena pengaruh alkohol yang berlebihan, atau mungkin suamiku dalam keadaan ekstrem seperti itu sehingga hanya beberapa kali dia menusuk penisnya ke dalam lubangku dan dalam waktu kurang dari satu menit, suamiku telah mencapai puncaknya. ejakulasi dengan hebat Malahan karena kontol suamiku tidak berada dalam lubang tempikku secara sempurna, dia telah menyemprotkan separuh pejunya agak di luar lubang tempikku dengan berkali-kali dan sangat banyak sekali sehingga seluruh permukaan tempik sampai ke sela paha dan jembutku basah kuyup dengan peju suamiku.

Selanjutnya suamiku langsung terjerembab tidak bertenaga lagi terhempas hamil di sampingku. Sementara itu, karena aku pasif saja waktu disetubuhi suamiku, dan penuh kontol Edo yang luar biasa itu, maka aku sama sekali tidak ada, malah nafsuku kembali memuncak. Bagaikan cara kuda betina binal aku jadi bergelinjangan tidak karuan karena aku ingin mengalami puncak orgasme lagi dengan disetubuhi oleh Edo. Tapi yang disampingku kini suamiku, yang telah lemas dan tak berdaya sama sekali.

Oleh karena itu dengan perasaan kecewa berat aku segera bangkit dari tempat tidur dalam keadaan tubuh yang masih bertelanjang bulat agar menuju mandi yang memang berada di dalam tidur untuk membersihkan cairan-cairan bekas persenggamaan yang melumuri selangkangan dan tubuhku.

Namun untunglah, seperti mengerti perasaanku, tiba-tiba Edo yang masih dalam keadaan bertelanjang bulat dan ngaceng kontolnya itu memelukku dari belakang sambil memagut serta menciumi leherku secara bertubi-tubi. Selanjutnya dia membungkukkan tubuhku ke pinggir ranjang. Aku kini berada dalam posisi menungging. Dalam posisi yang sedang Edo menuukkan kontolnya ke dalam tempikku dari belakang dengan garangnya.

Karena posisiku menungging, aku jadi lebih leluasa menggoyang-goyangkan pantatku, yang tentu saja tempikku juga ikut bergoyang ke kiri dan ke kanan.

Hal ini membuat Edo semakin bernafsu menghujam-hujamkan kontolnya ke dalam tempikku dengan cepat tubuhku kembali seperti melayang-layang merasakan kenikmatan yang tiada tara ini.

Tak berapa lama tubuhku mengejang dan

Dddooo ?? oooccchhhh? aacchhh? Ddooo? akk? aakkuu mmaaauu kkkeelluuuaaaarrrrrr ??? rintihku sambil mencengkeram pinggir ranjang, aku sudah mencapai puncak persetubuhan dahulu.

Begitu aku sedang mengalami puncak orgasme, Edo menarik kontolnya dari lubang tempikku, jadi seluruh tubuhku terasa tidak karuan, kurasakan lubang tempikku berdenyut agak aneh dalam suatu denyutan yang sangat panas kulihat dan belum pernah kualami.

Namun saat sudah orgasme, aku masih berkeinginan sekali untuk mendapatkan persetubuhan ini. Dalam keadaan yang sedang tiba-tiba Edo yang masih bertelanjang bulat juga aku, menarikku dan mengajakku tidur bersamanya di rumah tamu di sebelah kamarku.

Bagaikan kerbau dicocok hidung, aku mengikuti Edo ke sebelah. Kami seimbang di ranjang sambil berdekapan dalam keadaan tubuh masing-masing masih bertelanjang bulat kuat.

Kemudian Edo melepaskan pelukannya dan menelentangkan diriku lalu dengan bernafsu kissi susuku dan menyedot-nyedot pentilnya yang mancung itu jadi aku kembali merasakan suatu rangsangan birahi yang hebat. Tidak lama kemudian tubuh kita kami udah bersatu kembali dalam suatu permainan persetubuhan yang dahsyat.

Kali ini rupanya Edo ingin mengajakku bersetubuh dengan cara yang lain. Mula-mula Edo membalikkan tubuhku sehingga posisiku kini berada di atas tubuh.

Selanjutnya dengan spontan kuraih kontol Edo dan memandunya ke arah lubang tempikku. Kemudian kutekan tubuhku agak kuat ke tubuh Edo dan mulai mengayunkan tubuhku turun-naik di atas tubuh. Mula-mula secara perlahan-lahan akan lama-kelamaan makin cepat dan kuat sambil berdesah-desah kecil,? Ochchhh? oocchhh? acchhh? sssshhhh ?? desahku dibuai kenikmatan.

Sementara itu Edo dengan tenang telentang menikmati seluruh permainanku sampai tiba-tiba kurasakan suatu saat yang amat dahsyat dan dia mulai mengerang-erang kecil, oocchhh? oocchhh? Mmiiaaaa? ttteeemmpppiikkmuuu mmmhhhhh ??

Akupun semakin cepat menggerakkan tubuhku turun-naik di atas tubuh Edo dan nafasku pun semakin memburu berpacu dengan hebatnya tubuh manusia-laki yang berada di bawahku.

Tidak berapa lama kemudian aku menjadi terpekik kecil bangun puncak ejakulasi dengan hebat.

? Ooooccchhhhh ?? mmmmhhhhhh? ooocccchhhh ?? mmmmhhhhhh ??? pekikku keenakan dan tubuhkupun langsung terkulai menelungkup di atas tubuh Edo.

Tapi ternyata Edo belum sampai pada puncaknya. Maka tiba-tiba dia bangkit dengan suatu gerakan yang cepat. Kemudian dengan sigap dia menelentangkan tubuhku di atas tempat tidur dan mengangkat tinggi-tinggi kedua belah pahaku ke atas sehingga lubang tempikku yang telah basah kuyup oleh lendir kawin tersebut menjadi terlihat jelas menganga dengan lebar. Selanjutnya Edo mengacungkan kontolnya yang masih berdiri dengan tegang itu ke arah lubang tempikku dan menghunjamkan kembali kontolnya tersebut ke lubang tempikku dengan garang.

Aku menjadi terhentak bergelinjang kembali ketika kontol Edo mulai menerobos dengan buasnya ke dalam tubuhku dan membuat gerakan mundur-maju dalam lubang tempikku. Aku pun kini semakin hebat menggoyang-goyangkan pinggulku mengikuti alunan gerakan turun-naiknya kontol Edo yang semakin lama semakin cepat merojok-rojokkan kontol besarnya ke lubang tempikku.

Aku merasakan betapa lubang tempikku menjadi tidak terkendali berusaha menghisap dan melahap kontol Edo yang teramat besar dan panjang itu sedalam-dalamnya serta melumat seluruh otot-ototnya yang kekar dengan rakusnya.

Selama pertarungan itu beberapa kali aku terpekik agak keras karena kontol Edo yang tegar dan perkasa itu menggesek bagian paling dalam tempikku (mungkin titik itu yang dinamakan G-Spot atau titik gairah seksual tertinggi wanita)

Akhirnya, bersamaan dengan orgasmeku yang entah ke berapa kali aku tak ingat lagi, kulihat Edo tiba juga pada puncaknya.

?Mmmiiiaaaa? ooocchhh????? ooocccchhhhhh? Mmmiiiiaaaaaaaa???????? ttteeemmmppikkkmmmuuu? ooccchhhsss? aakkkuu? kkkellluuaaarrrrrr??? rintihnya dengan mimik wajah yang sangat luar biasa dia menyebut-nyebut namaku sambil mengeluarkan kata-kata vulgarnya lagi dan melepaskan puncak ejakulasinya secara bertubi-tubi menyemprotkan seluruh pejunya di dalam tempikku dalam waktu yang amat panjang.
Cerita sex
Sementara itu kontolnya tetap dibenamkannya sedalam-dalamnya di lubang tempikku sehingga seluruh pejunya terhisap dalam tempikku sampai titik penghabisan.

Selanjutnya kami terhempas kelelahan ke tempat tidur dengan tubuh yang tetap menyatu. Selama kami tergolek, kontol Edo masih tetap terbenam dalam tempikku, dan aku pun memang tetap berusaha menjepitnya erat-erat karena tidak ingin segera kehilangan benda tersebut dari dalam tubuhku.

Setelah beberapa lama kami tergolek melepaskan lelah, Edo mulai bangkit dan menciumi wajahku dengan lembut yang segera kusambut dengan mengangakan mulutku sehingga kini kami terlibat dalam suatu adegan cium yang mesra penuh dengan perasaan.
Sementara itu tangannya dengan halus membelai-belai rambutku sebagaimana seorang suami yang sedang mencurahkan cinta kasihnya kepada istrinya.

Suasana romantis ini akhirnya membuat gairah kami muncul kembali.

Kulihat kontol Edo mulai kembali menegang tegak sehingga secara serta merta Edo segera menguakkan kedua belah pahaku membukanya lebar-lebar untuk kemudian mulai memasukkan kontolnya ke dalam tempikku kembali. Berlainan dengan suasana permulaan yang kualami tadi, dimana kami melakukan persetubuhan dalam suatu pertarungan yang dahsyat dan liar. Kali ini kami bersetubuh dalam suatu gerakan yang santai dalam suasana yang romantis dan penuh perasaan. Kami menikmati sepenuhnya sentuhan-sentuhan tubuh telanjang masing-masing dalam suasana kelembutan yang mesra bagaikan sepasang suami istri yang sedang melakukan kewajibannya.

Aku pun dengan penuh perasaan dan dengan segala kepasrahan melayani Edo sebagaimana aku melayani suamiku selama ini. Keadaan ini berlangsung sangat lama sekali dan kubisikkan padanya bahwa ada bagian tertentu di dalam tempikku yang kalau tersentuh kontolnya, dapat menghasilkan rasa nikmat yang amat sangat.

Edopun kelihatannya mengerti dan berusaha menyentuh bagian itu dengan kontolnya. Keadaan ini berakhir dengan tibanya kembali puncak persenggamaan kami secara bersamaan. Inilah yang belum pernah kualami, bahkan kuimpikanpun belum pernah. Mengalami orgasme secara bersama-sama dengan pasangan bersetubuh!

Rasanya tak bisa kulukiskan dengan kata kata. Kami kini benar-benar kelelahan dan langsung tergolek di tempat tidur untuk kemudian terlelap dengan nyenyak dalam suatu kepuasan yang dalam.

Semenjak pengalaman kami malam itu, aku selalu terbayang-bayang kehebatan Edo. Tetapi entah kenapa suamiku malah tidak pernah membicarakan lagi soal angan-angan seksualnya dan tidak pernah menyinggung lagi soal itu. Padahal aku malah ingin mengulanginya lagi. Karena apa yang kurasakan bersama suamiku sama sekali tidak sehebat sebagaimana yang kualami bersama Edo. Kuakui malam itu Edo memang hebat. Walaupun telah beberapa waktu berlalu namun bayangan kejadian malam itu tidak pernah berlalu dalam benakku. Malam itu aku telah merasakan suatu kepuasan persetubuhan yang luar biasa hebatnya yang belum pernah aku alami selama ini. Bahkan dengan Ki Alugoropun tidak sehebat ini, karena dengan Edo aku merasakan orgasme berkali-kali, sedang dengan Ki Alugoro cuma sekali. Dan walaupun telah beberapa kali menyetubuhiku, Edo masih tetap saja kelihatan bugar. kontolnya pun masih tetap ngaceng dan berfungsi dengan baik melakukan tugasnya keluar-masuk lubang tempikku dengan tegar hingga membuatku menjadi agak kewalahan. Aku telah terkapar lunglai dengan tidak putus-putusnya mengerang kecil karena terus-menerus mengalami puncak orgasme dengan berkali-kali namun kontol Edo masih tetap ngaceng bertahan. Inilah yang membuatku terkagum-kagum. Terus terang kuakui bahwa selama melakukan persetubuhan dengan suamiku, aku tidak pernah mengalami puncak orgasme sama sekali. Apalagi dalam waktu yang berkali-kali dan secara bertubi-tubi seperti malam itu.

Sehingga, karena desakan birahi yang selalu datang tiap hari, dengan diam-diam aku masih menjalin hubungan dengan Edo tanpa sepengetahuan suamiku. Awalnya di suatu pagi Edo berkunjung ke rumahku pada saat suamiku sudah berangkat ke tempat tugasnya. Secara terus terang saat itu dia minta kepadaku untuk mau disetubuhi.

Mulanya aku pura-pura ragu memenuhi permintaannya itu. Akan tetapi karena aku memang mengharapkan, akhirnya aku menyetujui permintaan tersebut. Apalagi kebetulan anakku juga lagi ke sekolah diantar pembantuku. Sehingga kubiarkan saja dia menyetubuhiku di rumahku sendiri.

Hubungan sembunyi-sembunyi itu rupanya membawa diriku ke dalam suatu alam kenikmatan lain tersendiri. Misalnya ketika kami bersetubuh secara terburu-buru di ruang tamu yang terbuka, kurasakan suatu sensasi kenikmatan yang hebat dan sangat menegangkan. Keadaan ini membawa hubunganku dan Edo semakin berlanjut. Demikianlah sehingga akhirnya aku dan Edo sering melakukan persetubuhan tanpa diketahui oleh suamiku. Pernah kami melakukan persetubuhan yang liar di luar rumah, yaitu di taman dibelakang rumah, sambil menatap awan-awan yang berarak, ternyata menimbulkan sensasi tersendiri dan kenikmatan yang ambooii.

?Mestinya pemerintah memperbolehkan rakyatnya melakukan persetubuhan di tempat terbuka, asal tidak terdapat unsur paksaan!? anganku saat itu.

Aku berpikir, kalau melakukan persetubuhan di tempat terbuka dengan disaksikan oleh orang lain, pasti lebih nikmat lagi deh!

Sampai di suatu hari, Edo membisikkan rencananya kepadaku bahwa ia ingin bercinta secara three in one, tetapi bukan satu cewek dua cowok, tetapi satu cowok dua cewek. Maksudnya dia minta aku melibatkan satu orang temen cewekku untuk bersetubuh bersama.

Mula-mula aku agak kaget dibuatnya, tetapi aku pikir-pikir boleh juga ya, hitung-hitung buat menambah pengalaman dalam bersetubuh.

?Wuih, pasti lebih seru nih? pikirku dalam hati sambil membayangkan kenikmatan di tempikku, apalagi sambil melihat juga Edo bersetubuh dengan cewek lain.

?Eh, tapi.. aku cemburu nggak ya? Tapi biarlah, ini kan suatu sensasi lain yang belum pernah kualami? pikirku lagi.

Aku malah menambahkan usul kepada Edo, bagaimana kalau dilakukan di taman belakang rumah, habis asik sih! Lagipula aku memang punya temen (namanya Lina) yang ketika aku ceritain soal pengalamanku dengan Ki Alugoro maupun dengan Edo, keliatannya dia bernafsu banget dan pengin ikut-ikutan menikmati, boleh secara three in one ataupun sendiri sendiri, katanya.

Soalnya kontol suaminya memang berukuran kecil dan pendek, apalagi suaminya sekarang lagi bertugas ke luar negeri dalam waktu yang lama, sehingga dia selalu kesepian di rumahnya yang besar itu.

Ketika hal itu aku katakan pada Edo, dia langsung setuju dan menanyakan kapan hal itu akan dilaksanakan?

Tentu saja aku jawab secepatnya. Keesokan harinya, sehabis berbelanja di salah satu mall aku mampir ke rumah Lina dan menceriterakan tentang rencanaku tersebut.

Tentu saja dia sangat setuju dan antusias sekali mendengarnya, tetapi dia mengajukan sebuah syarat, yaitu itu dilakukan di taman di tepi kolam renang di belakang rumahnya. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.