Cerita Dewasa Birahi Tante Midha Yang Menggebu

Cerita Dewasa Birahi Tante Midha Yang Menggebu – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Terbaru Mesum Sama Suami TetanggaCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Tante Midha merupakan sebuah pengalaman sex yang tidak bisa aku lupakan karena hal ini aku bisa melakukan bercinta dengan tante yang melebihi usiaku pada saat ini yang mengijak ke 25 tahun dan tante ber umur 32 tahun tapi masih kelihatan seumuran dengan ku.

Cerita Sex Birahi Tante Midha Yang Menggebu

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto Tante Binal Bugil Terbaru

Memang tante ini suka merawat tubuhnya disalon dan rutin dengan olah raga jadi masih kelihatan muda sekali. Oh ya perkenalkan namaku Djoel ceritaku ini merupakan sebuah pengalaman pribadi dan aku ingin berbagi kepada kalian semua Tante MIDHA mempunyai wajah yang cantik dengan rambut sebahu.
Cerita Ngentot Tante Midha Yang Birahi

Cerita Sex Tante, Cerita Mesum Tante, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex HOT, Ngesex Tante Girang, Ngentot Memek Tante

Kulitnya putih bersih. Selain itu yang membuatku selama ini terpesona adalah payudara tante Midha yang luar biasa montok. Perkiraanku payudaranya berukuran 36C.

Ditambah lagi pinggul aduhai yang dimiliki oleh janda cantik itu. Bodi tante Midha yang indah itulah yang membuatku tak dapat menahan birahiku dan selalu berangan-angan bisa menikmati tubuhnya yang padat berisi.

Setiap melakukan onani, wajah dan tubuh tetanggaku itu selalu menjadi inspirasiku. Pagi itu jam sudah menunjukan angka tujuh. Aku sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Motor aku jalankan pelan keluar dari gerbang rumah.

Dikejauhan aku melihat sosok seorang wanita yang berjalan sendirian. Mataku secara reflek terus mengikuti wanita itu. Maklum aja, aku terpesona melihat tubuh wanita itu yang menurutku aduhai, meskipun dari belakang. Pinggul dan pantatnya sungguh membuat jantungku berdesir. Saat itu aku hanya menduga-duga kalau wanita itu adalah tante Midha.

Bersamaan dengan itu, celanaku mulai agak sesak karena kontolku mulai tidak bisa diajak kompromi alias ngaceng berat. Perlahan-lahan motor aku arahkan agak mendekat agar yakin bahwa wanita itu adalah tante Midha.

�Eh tante Midha. Mau kemana tante?� sapaku.

Tante Midha agak kaget mendengar suaraku. Tapi beliau kemudian tersenyum manis dan membalas sapaanku.

�Ehm.. Kamu Djoel. Tante mau ke kantor.

Kamu mau ke kampus?� tante Midha balik bertanya.

�Iya nih tante. Masuk jam delapan. Kalau gitu gimana kalau tante saya anter dulu ke kantor? Kebetulan saya bawa helm satu lagi,� kataku sambil menawarkan jasa dan berharap tante Midha tidak menolak ajakanku.

�Nggak usah deh, nanti kamu terlambat sampai kampus lho� Suara tante Midha yang empuk dan lembut sesaat membuat kontolku semakin menegang.

�Nggak apa-apa kok tante. Lagian kampus saya kan sebenarnya dekat,� kataku sambil mataku selalu mencuri pandang ke seluruh tubuhnya yang pagi itu mengenakkan bletzer dan celana panjang. Meski tertutup oleh pakaian yang rapi, tapi aku tetap bisa melihat kemontokan payudaranya yang lekukannya tampak jelas.

�Benar nih Djoel mau nganterin tante ke kantor? Kalau gitu bolehlah tante bonceng kamu,� kata tante Midha sambil melangkahkan kakinya diboncengan. Aku sempat agak terkejut karena cara membonceng tante yang seperti itu.

Tapi bagaimanapun aku tetap diuntungkan karena punggungku bisa sesekali merasakan empuknya payudara tante yang memang sangat aku kagumi. Apalagi ketika melewati gundukan yang ada di jalan, rasanya buah dada tante semakin tambah menempel di punggungku. Pagi itu tante Midha aku anter sampai ke kantornya. Dan aku segera menuju ke kampus dengan perasaan senang.

Waktu itu hari sabtu. Kebetulan kuliahku libur. Tiba-tiba telepon di sebelah tempat tidurku berdering. Segera saja aku angkat.

Dari seberang terdengar suara lembut seorang wanita. �Bisa bicara dengan Djoel?�

�Iya saya sendiri?� jawabku masih dengan tanda tanya karena merasa asing dengan suara ditelepon.

�Selamat pagi djoel. Ini tante Midha�!,� aku benar-benar kaget bercampur aduk.

�Se.. Selamat.. Pa.. Gi tante. Wah tumben nelpon saya. Ada yang bisa saya bantu tante?� kataku agak gugup.

�Pagi ini kamu ada acara nggak djoel? Kalau nggak ada acara datang ke rumah tante ya. Bisa kan?� Pinta tante Keny dari ujung telepon.

�Eh.. Dengan senang hati tante. Nanti sehabis mandi saya langsung ke tempat tante,� jawabku.

Kemudian sambil secara reflek tangan kiriku memegang kontolku yang mulai membesar karena membayangkan tante Midha. �Baiklah kalau begitu. Aku tunggu ya. Met pagi djoel.. Sampai nanti!� suara lembut tante Midha yang bagiku sangat menggairahkan itu akhirnya hilang diujung tepelon sana.

Pagi itu aku benar-benar senang mendengar permintaan tante Midha untuk datang ke rumahnya. Dan pikiranku nglantur kemana- mana. Sementara tanganku masih saja mengelus-elus kontolku yang makin lama, makin membesar sambil membayangkan jika yang memegang kontolku itu adalah tante Midha. Karena hasratku sudah menggebu, maka segera saja aku lampiaskan birahiku itu dengan onani.

Aku bayangkan aku sedang bersetubuh dengan tante Midha yang sudah telanjang bulat sehingga payudaranya yang montok menunggu untuk dikenyot dan diremas. Mulut dan tanganku segera menyapu seluruh tubuh Tante Midha.

�Tante.. Tubuhmu indah sekali. Payudaramu montok sekali tante. Aaah.. Ehs.. Ah,� mulutku mulai merancau membayangkan nikmatnya ML dengan tante Midha.

Jarum jam sudah menunjuk ke angka 8 lebih 30 menit. Aku sudah selesai mandi dan berdandan. �Nah, sekarang saatnya berangkat ke tempat tante Midha. Aku sudah nggak tahan pingin lihat kemolekan tubuhmu dari dekat sayang,� gumamku dalam hati.

Kulangkahkan kakiku menuju rumah tante Midha yang hanya berjarak 100 meter aja dari rumahku. Sampai di rumah janda montok itu, segera saja aku ketuk pintunya.

�Ya, sebentar,� sahut suara seorang wanita dari dalam yang tak lain adalah tante Midha.

Setelah pintu dibuka, mataku benar-benar dimanja oleh tampilan sosok tante Midha yang aduhai dan berdiri persis di hadapanku. Pagi itu tante mengenakan celana street hitam dipadu dengan atasan kaos ketat berwarna merah dengan belahan lehernya yang agak ke bawah.

Sehingga nampak jelas belahan yang membatasi kedua payudaranya yang memang montok luar biasa. Tante Midha kemudian mengajakku masuk ke dalam rumahnya dan menutup serta mengunci pintu kamar tamu. Aku sempat dibuat heran dengan apa yang dilakukan janda itu.

�Ada apa sih tante, kok pintunya harus ditutup dan dikunci segala?� tanyaku penasaran.

Senyuman indah dari bibir sensual tante Midha mengembang sesaat mendengar pertanyaanku. �Oh, biar aman aja. Kan aku mau ajak kamu ke kamar tengah biar lebih rilek ngobrolnya sambil nonton TV,� jawab tante Midha seraya menggandeng tanganku mengajak ke ruangan tengah.

Sebenarnya sudah sejak di depan pintu tadi kontolku tegang karena terangsang oleh penampilan tante Midha. Malahan kali ini tangan halusnya menggenggam tanganku, sehingga kontolku nggak bisa diajak kompromi karena semakin besar aja. Di ruang tengah terhampar karpet biru dan ada dua bantal besar diatasnya. Sementara diatas meja sudah disediakan minuman es sirup berwarna merah. Kami kemudian duduk berdampingan.

�Ayo djoel diminum dulu sirupnya,� kata tante padaku.

Aku kemudian mengambil gelas dan meminumnya. �djoel. Kamu tahu nggak kenapa aku minta kamu datang ke sini?� tanya tante Ken sambil tangan kanan beliau memegang pahaku hingga membuatku terkejut dan agak gugup.

�Ehm.. Eng.. Nggak tante,� jawabku.

�Tante sebenarnya butuh teman ngobrol�. Maklumlah anak-anak tante sudah jarang sekali pulang karena kerja mereka di luar kota dan harus sering menetap disana. Jadinya ya.. Kamu tahu sendiri kan, tante kesepian.

Kira-kira kamu mau nggak jadi teman ngobrol tante? Nggak harus setiap hari kok..!,� kata tente seperti mengiba. Dalam hati aku senang karena kesempatan untuk bertemu dan berdekatan dengan tante akan terbuka luas. Angan-angan untuk menikmati pemandangan indah dari tubuh janda itu pun tentu akan menjadi kenyataan.

�Kalau sekiranya saya dibutuhkan, yaboleh-boleh aja tante. Justru saya senang bisa ngobrol sama tante. Biar saja juga ada teman. Bahkan setiap hari juga nggak apa kok� Tante tersenyum mendengar jawabanku. Akhirnya kami berdua mulai ngobrol tentang apa saja sambil menikmati acara di TV.

Enjoi sekali. Apalagi bau wangi yang menguar dari tubuh tante membuat angan- anganku semakin melayang jauh. �djoel, udara hari ini panas ya? Tante kepanasan nih. Kamu kepanasan nggak?� tanya tante Midha yang kali ini sedikit manja.

�Ehm.. Iya tante. Panas banget. Padahal kipas anginnya sudah dihidupin,� jawabku sambil sesekali mataku melirik buah dada tante yang agak menyembul, seakan ingin meloncat dari kaos yang menutupinya. Mata Tante Midha terus menatapku hingga membuatku sedikit grogi, meski sebenarnya birahiku sedang menanjak. Tanpa kuduga, tangan tante memegang kancing bajuku.

�Kalau panas dilepas aja ya djoel, biar cepet adem,� kata tante Midha sembari membuka satu-persatu kancing bajuku, dan melepaskannya hingga aku telanjang dada.. Aku saat itu benar-benar kaget dengan apa yang dilakukan tante padaku. Dan aku pun hanya bisa diam terbengong-bengong. Aku tambah terheran-heran lagi dengan sikap tente Midha pagi itu yang memintaku untuk membantu melepaskan kaos ketatnya.

�djoel, tolongin tante dong. Lepasin kaos tante. Habis panas sih..,� pinta tante Ken dengan suara yang manja tapi terkesan menggairahkan.

Dengan sedikit gemetaran karena tak menyangka akan pengalaman nyataku ini, aku lepas kaos ketat berwarna merah itu dari tubuh tante Midha. Dan apa yang berikutnya aku lihat sungguh membuat darahku berdesir dan kontolku semakin tegang membesar serta jantung berdetak kencang. Payudara tante Ken yang besar tampak nyata di depan mataku, tanpa terbungkus kutang. Dua gunung indah milik janda itu tampak kencang dan padat sekali.

�Kenapa djoel. Kok tiba-tiba diam?� tanya tante Midha padaku.

�E.. Em.. Nggak apa-apa kok tante,� jawabku spontan sambil menundukkan kepala.

�Ala.. enggak usah pura-pura. Aku tahu kok apa yang sedang kamu pikirkan selama ini. Tante sering memperhatikan kamu. djoel sebenarnya sudah lama pingin ini tante kan?� kata tante sambil meraih kedua tanganku dan meletakkan telapak tanganku di kedua buah dadanya yang montok.

�Ehm.. Tante.. Sa.. Ya.. Ee..,� aku seperti tak mampu menyelesaikan kata-kataku karena gugup. Apalagi tubuh tante MIDHA semakin merapat ke tubuhku.

�djoel.. Remas susuku ini sayang. Ehm.. Lakukan sesukamu. Nggak usah takut-takut sayang. Aku sudah lama ingin menimati kehangatan dari seorang laki-laki,� rajuk tante Midha sembari menuntun tanganku meremas payudara montoknya.

Sementara kegugupanku sudah mulai dapat dikuasai. Aku semakin memberanikan diri untuk menikmati kesempatan langka yang selama ini hanya ada dalam angan-anganku saja. Dengan nafsu yang membara, susu tante Midha aku remas-remas.

Sementara bibirku dan bibirnya saling berpagutan mesra penuh gairah. Entah kapan celanaku dan celana tante lepas, yang pasti saat itu tubuh kami berdua sudah polos tanpa selembar kainpun menempel di tubuh. Permaianan kami semakin panas. Setelah puas memagut bibir tante, mulutku seperti sudah nggak sabar untuk menikmati payudara montoknya

�Uuhh.. Aah..� Tante Midha mendesah- desah tatkala lidahku menjilat-jilat ujung puting susunya yang berbentuk dadu. Aku permainkan puting susu yang munjung dan menggiurkan itu dengan bebasnya. Sekali-kali putingnya aku gigit hingga membuat Tante menggelinjang merasakan kenikmatan.

Sementara tangan kananku mulai menggerayangi �memek� yang sudah mulai basah. Aku usap-usap bibir memek tante dengan lembut hingga desahan-desahan menggairahkan semakin keras dari bibirnya.

�djoel.. Nik.. Maat.. Sekali sa.. Yaang.. Uuuhh.. Puasin tante sayang.. Tubuhku adalah milikmu,� suara itu keluar dari bibir janda montok itu.

Aku menghiraukan ucapan tante karena sedang asyik menikmati tubuh moleknya. Perlahan setelah puas bermain- main dengan payudaranya mulutku mulai kubawa ke bawah menuju memek tante Midha yang bersih terawat tanpa bulu. Dengan leluasa lidahku mulai menyapu memek yang sudah basah oleh cairan. Aku sudah tidak sabar lagi.

Batang kontolku yang sudah sedari tadi tegak berdiri ingin sekali merasakan jepitan memek janda cantik nan montok itu. Akhirnya, perlahan kumasukkan batang kontolku ke celah-celah memek. Sementara tangan tante membantu menuntun tongkatku masuk ke jalannya.

Kutekan perlahan dan.. �Aaah..� suara itu keluar dari mulut tante setelah kontolku berhasil masuk ke dalam liang senggamanya. Kupompa kontolku dengan gerakan naik turun. Desahan dan erangan yang menggairahkanpun meluncur dari mulut tante yang sudah semakin panas birahinya.

�Aach.. Ach.. Aah.. Terus sayang.. Lebih dalam.. Lagi.. Aah.. Nik.. Mat..,� tante Ken mulai menikmati permainan itu.

Aku terus mengayuh kontolku sambil mulutku melumat habis kedua buah dadanya yang montok. Mungkin sudah 20 menitan kami bergumul. Aku merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluanku sudah nyaris menyemprotkan cairan sperma.

�Tante.. Punyaku sudah mau keluar..�

�Tahan seb.. Bentar sayang.. Aku jug.. A.. Mau sampai.. Aaach..� akhirnya tante tidak tahan lagi.

Kamipun mengeluarkan cairan kenikmatan secara hampir bersamaan. Banyak sekali air mani yang aku semprotkan ke dalam liang senggama tante, hingga kemudian kami kecapekan dan berbaring di atas karpet biru. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain

�Terima kasih djoel. Tante puas dengan permainan ini. Kamu benar-benar jantan. Kamu nggak nyeselkan tidur dengan tante?� tanya beliau padaku.

Aku tersenyum sambil mencium kening janda itu dengan penuh sayang. �Aku sangat senang tante. Tidak kusangka tante memberikan kenikmatan ini padaku. Karena sudah lama sekali aku berangan-angan bisa menikmati tubuh tante yang montok ini� Tante Midha tersenyum senang mendengar jawabanku.

�djoel sayang. Mulai saat ini kamu boleh tidur dengan tante kapan saja, karena tubuh tante sekarang adalah milikmu. Tapi kamu juga janji lho. Kalau tante kepingin.. kamu temani tante ya.,� kata tante Midha kemudian. Aku tersenyum dan mengangguk tanda setuju.

Dan kami pun mulai saling merangsang dan bercinta untuk yang kedua kalinya. Hari itu adalah hari yang tidak pernah bisa aku lupakan. Karena angan- anganku untuk bisa bercinta dengan tante Midha dapat terwujud menjadi kenyataan.

Sampai saat ini sampai kutuliskan cerita ini aku dan tante Midha masih selalu melakukan aktivitas sex dengan berbagai variasi. Dan kami sangat bahagia.   – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa Berpetualang Sex Dengan Ibu Dosen

Cerita Dewasa Berpetualang Sex Dengan Ibu Dosen – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa 2016 Gairah Menggebu Gadis PerawanCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Aku teringat akan kisah yang terjadi 18 tahun yang lalu, ketika aku masih di alam persekolahan. Kisah yang akan kuceritakan ini mendatangkan kesan yang mendalam terhadap kehidupanku. Umurku sekarang 30 tahun lebih.
Cerita Sex Terlengkap: Berpetualang Sex Dengan Ibu Dosen Bispak
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016

Cerita Panas IGO – Sewaktu berada di tingkat 5, di salah satu sekolah di Malaysia ini, aku terkenal dengan sifatku yang pemalu dan takut terhadap wanita. Ketakutanku itu bukan kerena takut seperti selayaknya orang melihat hantu, tetapi adalah karena tidak adanya kekuatan dalam diriku untuk berhadapan dan bergaul dengan mereka. Walau bagaimanapun, aku seorang yang happy go lucky, suka bersenda gurau. Sekolahku tu pulak, sekolah laki-laki. Semua pelajarnya laki-laki, wanita yang ada hanyalah Dosen saja. Jadi semakin bertambahlah ketakutanku pada kaum hawa itu.

Walaupun aku tidak berani berhadapan dengan wanita, keinginanku untuk bergaul dengan mereka sangat tinggi. Aku sering berangan-angan memiliki pacar, dan aku juga suka cemburu melihat teman-temanku yang punya pacar dan sering keluar bersama pacar mereka. Aku juga memilki tabiat yang lain, yaitu gemas jika melihat wanita dewasa dan seksi, terutama yang keturunan Cina. Bila aku pergi ke tempat renang, aku sering onani setelah melihat cewek-cewek Cina yang seksi dan menggairahkan itu. Akibatnya aku jarang sekali berenang. Di sekolahku, dosen wanitanya lebih banyak dari pada dosen pria. Ada yang Cina, India, dan yang Melayu pun ada. Di antara dosen perempuan tersebut, ada tiga orang yang setengah baya dan seksi. Dua orang Cina dan seorang lagi Melayu. Dosen Cina yang dua orang ini mengajar di semester 6, selalu menggunakan kaos saja jika datang ke sekolah. Yang pertama namanya Miss Wong dan satunya lagi Madam Chong. Madam Chong walaupun sudah memiliki tiga orang anak dan umurnya sudah dekat 40 tahun, tetapi badannya masih seksi. Sedangkan Miss Wong masih belum menikah, tetapi umurnya sudah cukup matang, kurang lebih 30 tahun. Tubuhnya masih montok. seperti biasa, cewek Cina memang punya bentuk badan yang menarik. Sedangkan dosen wanita satunya itu adalah dosen Melayu yang baru saja dipindahkan ke sekolah ini, dengar kabar dia berasal dari Trengganu. Dia pindah sebab ikut suaminya yang pindah kerja ke sini. Kami memanggilnya Dosen Hanizah yang berusia sekitar 25 tahun. Beliau baru saja menikah dan mempunyai seorang anak yang baru berumur setahun lebih. Kabarnya, setelah lulus kuliahnya, dia terus menikah. Tinggal di Kuala Trengganu selama setahun, terus pindah ke sini. Suaminya bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan.

Aku sangat suka melihat ketiga orang dosen ini, wajah mereka dan badan mereka sungguh menawan, terutama dosen Hanizah. Walaupun dia tidak berpakaian seksi, apalagi bertudung tetapi tetap mengairahkan. Jika Miss Wong atau Madam Chong ingin pulang, atau baru sampai, aku pasti mendekati ke arah mobil mereka. Bukannya mau menolong membawakan buku mereka, tetapi ingin melihat paha seksi mereka ketika sedang duduk di dalam mobil. Kemaluanku pun terangsang saat itu. Kalau Dosen Hanizah agak susah dilihat keseksiannya, sebab dia bertudung dan berbaju kurung ke sekolah. Jika dia memakai kebarung, baru kelihatan sedikit bentuk tubuhnya yang montok dan molek itu. Apa yang aku sangat suka pada Dosen Hanizah adalah wajahnya yang lembut dan menawan, suaranya manja bila berbicara. Dengan bentuk badan yang kecil molek, kulit yang putih akan memukau mata siapa saja yang memandang. Tetapi sayang seribu kali sayang karena ketiga dari mereka tidak ditakdirkan mengajar di kelasku. Aku hanya dapat melihat mereka pada waktu istirahat, waktu rapat bersama ataupun di ruang guru saja. Jarang sekali kesempatan yang mengijinkanku bersama dengan mereka.
Aku teringat akan kisah yang terjadi 18 tahun yang lalu, ketika aku masih di alam persekolahan. Kisah yang akan kuceritakan ini mendatangkan kesan yang mendalam terhadap kehidupanku. Umurku sekarang 30 tahun lebih.

Sewaktu berada di tingkat 5, di salah satu sekolah di Malaysia ini, aku terkenal dengan sifatku yang pemalu dan takut terhadap wanita. Ketakutanku itu bukan kerena takut seperti selayaknya orang melihat hantu, tetapi adalah karena tidak adanya kekuatan dalam diriku untuk berhadapan dan bergaul dengan mereka. Walau bagaimanapun, aku seorang yang happy go lucky, suka bersenda gurau. Sekolahku tu pulak, sekolah laki-laki. Semua pelajarnya laki-laki, wanita yang ada hanyalah Dosen saja. Jadi semakin bertambahlah ketakutanku pada kaum hawa itu.

Walaupun aku tidak berani berhadapan dengan wanita, keinginanku untuk bergaul dengan mereka sangat tinggi. Aku sering berangan-angan memiliki pacar, dan aku juga suka cemburu melihat teman-temanku yang punya pacar dan sering keluar bersama pacar mereka. Aku juga memilki tabiat yang lain, yaitu gemas jika melihat wanita dewasa dan seksi, terutama yang keturunan Cina. Bila aku pergi ke tempat renang, aku sering onani setelah melihat cewek-cewek Cina yang seksi dan menggairahkan itu. Akibatnya aku jarang sekali berenang. Di sekolahku, dosen wanitanya lebih banyak dari pada dosen pria. Ada yang Cina, India, dan yang Melayu pun ada. Di antara dosen perempuan tersebut, ada tiga orang yang setengah baya dan seksi. Dua orang Cina dan seorang lagi Melayu. Dosen Cina yang dua orang ini mengajar di semester 6, selalu menggunakan kaos saja jika datang ke sekolah. Yang pertama namanya Miss Wong dan satunya lagi Madam Chong. Madam Chong walaupun sudah memiliki tiga orang anak dan umurnya sudah dekat 40 tahun, tetapi badannya masih seksi. Sedangkan Miss Wong masih belum menikah, tetapi umurnya sudah cukup matang, kurang lebih 30 tahun. Tubuhnya masih montok. seperti biasa, cewek Cina memang punya bentuk badan yang menarik. Sedangkan dosen wanita satunya itu adalah dosen Melayu yang baru saja dipindahkan ke sekolah ini, dengar kabar dia berasal dari Trengganu. Dia pindah sebab ikut suaminya yang pindah kerja ke sini. Kami memanggilnya Dosen Hanizah yang berusia sekitar 25 tahun. Beliau baru saja menikah dan mempunyai seorang anak yang baru berumur setahun lebih. Kabarnya, setelah lulus kuliahnya, dia terus menikah. Tinggal di Kuala Trengganu selama setahun, terus pindah ke sini. Suaminya bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan.

Aku sangat suka melihat ketiga orang dosen ini, wajah mereka dan badan mereka sungguh menawan, terutama dosen Hanizah. Walaupun dia tidak berpakaian seksi, apalagi bertudung tetapi tetap mengairahkan. Jika Miss Wong atau Madam Chong ingin pulang, atau baru sampai, aku pasti mendekati ke arah mobil mereka. Bukannya mau menolong membawakan buku mereka, tetapi ingin melihat paha seksi mereka ketika sedang duduk di dalam mobil. Kemaluanku pun terangsang saat itu. Kalau Dosen Hanizah agak susah dilihat keseksiannya, sebab dia bertudung dan berbaju kurung ke sekolah. Jika dia memakai kebarung, baru kelihatan sedikit bentuk tubuhnya yang montok dan molek itu. Apa yang aku sangat suka pada Dosen Hanizah adalah wajahnya yang lembut dan menawan, suaranya manja bila berbicara. Dengan bentuk badan yang kecil molek, kulit yang putih akan memukau mata siapa saja yang memandang. Tetapi sayang seribu kali sayang karena ketiga dari mereka tidak ditakdirkan mengajar di kelasku. Aku hanya dapat melihat mereka pada waktu istirahat, waktu rapat bersama ataupun di ruang guru saja. Jarang sekali kesempatan yang mengijinkanku bersama dengan mereka.

Entah bulan berapa, aku tidak ingat, kalau tidak salah dalam bulan Maret, dosen metematikaku pindah ke sekolah lain, alasan pindahnya aku tidak ingat. Jadi, selama 2 minggu kami tidak belajar matematika. Memasuki minggu yang ketiga, waktu pelajaran matematika, Dosen Hanizah masuk ke kelas kami. Kami semua keheranan, apakah dia masuk untuk mengganti sementara atau mengajar mata pelajaran ini untuk menggantikan dosen lama. Dosen Hanizah yang melihat kami keheranan, menjelaskan bahwa dia akan mengajar matematika untuk kelas ini menggantikan dosen lama. Dengan tidak disangka, semua siswa dalam kelas bersorak gembira termasuk aku. Aku tidak tahu mereka gembira karena mendapat dosen baru atau gembira karena hal lain. Yang pasti, aku gembira sebab dosen yang paling cantik, yang selalu kudambakan akan masuk mengajar di kelas ini. Ini berarti aku dapat melihat dia lebih sering.

Mulai hari itu, Dosen Hanizah yang mengajar matematika. Aku pun jadi menyukai pelajaran ini, walaupun aku tidak pernah lulus matematika sebelumnya. Aku sering tanya dan menemui dia, bertanya masalah matematika. Dari situ, pengetahuan matematikaku bertambah, aku lulus juga akhirnya dalam ujian bulanan walaupun hanya mendapatkan nilai yang cukup. Oleh kerena terlalu menyukai Dosen Hanizah, aku jadi sedikit banyak mengetahui latar belakangnya. Kapan tanggal lahirnya, tinggal dimana dan bagaimana keadaan keluarganya.

Dalam bulan Juni, Dosen Hanizah ulang tahun, aku mengajak teman satu kelas untuk mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun” bila dia masuk nanti. Ketika Dosen Hanizah masuk ke kelas, ketua kelas mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun Dosen” dan diikuti oleh kami semua. Dia terperanjat, dan bertanya dari mana kami semua tahu tanggal ulang tahunnya. Anak-anak yang lain menunjuk aku, mereka bilang kalau aku yang memberitahu.

Dosen Hanizah bertanya, “Dari mana kamu mengetahuinya..?”

“Ada lah…” jawabku, setelah itu dia tidak bertanya lagi.

Dosen Hanizah tinggal di rumah teres yang bersebelahan dengan komplek dekat tempat tinggalku, kurang lebih 2 km jaraknya dari rumahku. Waktu liburan, aku selalu berkeliling dengan sepeda ke komplek perumahan tempat tinggalnya. Aku tahu rumahnya dan selalu mampir di situ. Pernah sekali itu, waktu sedang bersepeda, Dosen Hanizah sedang memasukkan sampah ke dalam tong di luar rumah. Dia melihatku, dan terus memanggilku. Aku pun segera pergi ke arahnya. Dia tidak memakai tudung, terurailah rambutnya yang lurus sebahu itu. Sungguh ayu aku melihatnya sore itu.

“Azlan, rumahmu dekat sini ya..?” tanyanya dalam logat Kedah.

“Tidak juga.” balasku, “Tapi memang tidak terlalu jauh sih.”

“Anda tinggal di sini..?” aku tanya padanya meskipun aku sudah tahu.

“Iya..”

“Sendirian aja? Mana suaminya?”

“Ada di dalam, dengan anak saya.”

Ketika kami asyik berbicara, suaminya keluar, menggendong anak perempuan mereka. Terus aku diperkenalkan kepada suaminya. Aku berjabat tangan dan menegur anaknya, sekedar menunjukkan rasa hormatku. Suaminya tidak terlalu ganteng, tetapi terlihat bergaya, maklumlah pegawai. Setelah agak lama, aku minta diri untuk pulang.

Sudah 6 bulan Dosen Hanizah mengajar kami, aku bertambah pandai dalam matematika. Dan selama itulah aku sering berada di kelasnya. Aku sering membayangkan keadaan Dosen Hanizah tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, pasti indah sekali. Dengan bentuk tubuh yang montok, kecil, pinggang yang ramping serta kulit yang cerah, jika telanjang pasti membuat orang yang melihatnya ingin segera menerkam tanpa berpikir dua kali. Tetapi, aku hanya dapat melihat rambutnya saja di sore itu.

Hari ini libur, libur karena memperingati peristiwa Sukan Tahunan. Aku tidak tahu hendak kemana, aku lelah bersepeda dan mengayuh tanpa arah tujuan. Agak jauh kali ini aku berkeliling, ketika ingin pulang aku melewati kawasan perumahan Dosen Hanizah, waktu itu langit gelap dan kelihatannya ingin hujan. Aku berharap bisa tiba di rumah sebelum kehujanan. Tetapi belum sampai di kawasan rumah Dosen Hanizah, hujan mulai turun, dan lama-lama semakin lebat. Pakaianku basah kuyup. Aku tidak berhenti, terus saja mengayuh sepedaku. Aku tidak sadar ternyata ban sepedaku semakin kempes, seharusnya aku memompa dulu sebelum keluar tadi. walaupun sebentar lagi akan tiba di kawasan rumah Dosen Hanizah, aku tidak boleh menaiki sepedaku lagi, karena kalau dinaiki juga, akan semakin rusak ban sepedaku. Kemudian aku menuntun sepeda sampai ke rumah Dosen Hanizah. Niatnya aku akan meminjam pompa sepeda kepadanya.

Ketika tiba di depan pintu pagar rumahnya, aku tekan bel rumahnya. Tidak lama kemudian, pintu rumah dibuka, dari jauh terlihat Dosen Hanizah menggunakan kain batik dan berbaju T-Shirt sedang memperhatikanku.

“Dosen..!” jeritku.

“Ada apa Azlan..?” tanyanya keheranan melihat aku yang basah kuyup dalam hujan lebat dengan kilat yang sabung menyabung.

“Saya mau pinjam pompam, ban sepeda saya kempes.”

“Tunggu sebentar..!” jeritnya.

Dosen Hanizah masuk kembali ke rumah dan keluar membawa payung. Dia membukakan kunci pintu pagar dan memintaku untuk masuk. Ketika menuntun sepeda masuk, mataku memperhatikan Dosen Hanizah yang berada di depan, melenggang-lenggok berjalan menuju ke dalam. Dari belakang, kerampingannya terlihat jelas, dengan t-shirt yang agak ketat dan kain batik yang dililit memperlihatkan bentuk badannya yang menarik. Punggungnya yang montok dan pejal itu membangkitkan gairahku ketika dia berjalan. Kemaluanku langsung menegak dalam kebasahan. Cerita Porno 2016

“Memangnya dari mana saja kamu, kok naik sepeda hujan-hujanan?” tanyanya ketika tiba di depan pintu.

“Jalan-jalan saja, sudah mau pulang tetapi ban sepeda saya kurang angin,” jelasku. “Anda punya pompa ngga..?”

“Saya lihat dulu di gudang. Masuklah dulu.” menawarkan kepadaku.

“Ngga apa-apa kok, nanti malah basah pula rumah Anda.”

“Tunggu dulu…” Dosen Hanizah pun meninggalkanku kedinginan di situ, dia terus pergi ke dalam. Sebentar kemudian dia keluar membawakan pompa dan handuk.

“Nah… ini…” diulurkannya pompa itu ke arahku.

Meskipun aku lelah tetapi langsung terus memompa angin ke dalam ban sepedaku.

“Ingin lansung pulang habis ini?”

“Yaa.. habis mompa terus pulang.”

“Hujan selebat ini mau nekat pulang?”

“Tak apa-apa, sudah basah kuyup juga kok,” jawabku lalu terbersin.

“Nah.., kan kelihatannya kamu mau kena selsema tuh.”

“Hanya sedikit bersin kok,” kataku lalu menyerahkan pompa kepadanya, “Terima kasih Bu..”

“Ada-ada saja kamu, handuk nih, handuki sampai kering dulu badanmu..” katanya sambil memberikan aku handuk yang dipegangnya sejak tadi.

Aku mengambil handuk itu dan mengelap rambut dan mukaku yang basah. Aku dengan santainya berhandukan seperti di rumah sendiri, aku buka baju di depan dia. Setelah itu, baru aku ingat kalau aku berada di depan dosenku.

“Sori Bu…” kataku perlahan.

Dosen Hanizah pergi ke dalam. Kukira dia marah sebab aku buka baju di depan dia, tetapi dia datang sambil membawakan sarung, T-Shirt dan sebuah bakul.

“Nah, ganti bajumu pakai ini..!” katanya sambil memberikannya kepadaku, “Baju basahnya taruh dalam bakul ini.”

Kulemparkan bajuku ke dalam bakul. Kubuka celanaku langsung di depannya, tetapi dengan kusarungkan dulu tubuhku dengan sarung pemberiannya. Setelah mengeluarkan dompetku, kumasukkan celana panjangku yang basah itu ke dalam bakul, dan yang terakhir celana dalamku.

“Masuk dulu, tunggu sampai hujan berhenti baru kau pulang..” sambung Dosen Hanizah sambil mengambil bakul berisi pakaian basahku.

“Nanti dulu, saya keringkan baju ini dulu yah..?”

Aku pun mengikuti dia masuk. Setelah pintu dikunci, aku disuruh duduk di ruang tamu dan Dosen Hanizah terus pergi ke dapur. Aku melihat-lihat perhiasan rumahnya, agak mewah juga perabotan dan perhiasannya. Ketika asyik melihat-lihat, Dosen Hanizah datang dengan membawakan segelas minuman dan meletakkannya di atas meja, lalu dia duduk berhadapan denganku.

“Minumlah. Bajumu lagi Saya keringkan di belakang.”

Aku pun mengambil nescafe itu dan menghirupnya.

“Mana suami Anda?” tanyaku memulai pembicaraan.

“Kerja..”

“Oh ya, hari ini kan hari kerja,” balasku. “Anak..?””Sedang tidur. Kamu duduklah dulu, saya ada kerjaan di belakang.” katanya sambil berdiri dan meninggalkanku.

“Oke…” ringkas jawabku.

Hujan di luar masih turun dengan lebat dan diikuti dengan bunyi guruh yang memekakkan telinga. Aku melihat-lihat kalau ada buku yang bisa kubaca dan ternyata ada. Aku ambil sebuah novel dan mulai melihat-lihat. Sehelai demi sehelai kubuka isi novel itu, walaupun tidak kubaca. Aku sebenarnya sedang tidak ingin membaca, tetapi daripada tidak ada yang dapat kuperbuat, lihat-lihat saja juga lumayan. Aku tidak tahu apa yang sedang Dosen Hanizah perbuat di belakang. Ketika membaca halaman demi halaman, pikiranku jauh melayang membayangkan gambaran fantasiku bersama Dosen Hanizah. Aku teringat akan cerita-cerita X dan blue film yang kutonton dulu, bila kejadiannya seperti ini, pasti akan berakhir dengan adegan asmara. Aku membayangkan diriku akan berasmara dengan Dosen Hanizah, seperti di dalam film yang pernah kutonton.

Sudah hampir 20 menit, hujan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Aku menjadi ingin buang air kecil, maklumlah udaranya dingin. Aku bangun dan terus menuju ke belakang untuk mencari kamar mandi. Ketika aku hampir sampai di kamar mandi, aku sekilas melihat Dosen Hanizah sedang masuk ke kamarnya, hanya dalam keadaan menggunakan handuk saja, mungkin baru keluar dari kamar mandi. Pada saat melihat tadi, aku tidak sempat melihat apa-apa kecuali tubuhnya yang hanya tertutup oleh handuk dan hanya sebentar aku melihatnya. Aku teruskan ke dapur, dan ketika melewati kamarnya, kudapati pintu kamarnya tidak tertutup rapat.

Aku beranikan diri untuk pergi ke arah pintu dan mulai mengintip Dosen Hanizah yang ada di dalam, sedang berbuat apa aku pun tidak tahu. Minta ampun.., berdesir darahku, seperti tercabut jantungku rasanya melihat Dosen Hanizah yang dalam keadaan telanjang di dalam kamarnya. Serta merta kemaluanku menegak. Aku hanya dapat melihat bagian belakangnya saja, dari ujung rambut sampai ke tumit, semuanya jelas terlihat. Saat itu Dosen Hanizah sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang tadi dipakainya. Inilah pertama kalinya aku melihat perempuan telanjang secara langsung, biasanya hanya dari video saja. Terpatung-patung aku di muka pintu melihat bentuk badan Dosen Hanizah yang seksi, pinggang ramping, punggung yang montok serta kulit yang putih mulus sedang mengeringkan rambutnya. Hampir timbul niatku untuk segera masuk dan meraba tubuhnya saat itu, tetapi aku takut nanti dia malah tidak mau dan menuduhku ingin berbuat cabul terhadapnya.

Apa yang sedang dilakukan Dosen Hanizah terus memukau mataku. Kadang handuk itu digosokkan ke celah selangkangannya, lalu dilapkan. Kemudian handuk itu dilemparkan ke atas gantungan. Secara tidak disadari, Dosen Hanizah membalikkan badannya ke arah pintu, tempat aku berdiri. Dia jongkok untuk membuka pintu lemari dan terlihatlah sekujur tubuh tanpa sehelai benang pun yang hanya selama ini menjadi khayalanku saja. Buah dada Dosen Hanizah yang menonjol segar kemerah-merahan itu sempat kuperhatikan, begitu juga dengan segitiga emas miliknya yang dijaga rapih dengan bulu yang tersusun indah, semuanya sempat kulihat.

Bersamaan dengan itu, Dosen Hanizah menengok ke arah pintu dan melihat aku sedang memperhatikannya, dan, “Hei..!” sergahnya.

Lalu dia menutup bagian tubuhnya dengan kain yang sempat diambilnya dari dalam lemari. Aku terkejut, terus lari meninggalkan tempat itu. Aku terus ke kamar mandi. Aku diam di situ hingga kemaluanku mengedur, sebelum kencing. Mana bisa aku kencing saat kemaluanku berdiri tegak dan keras.

Ketika selesai, perlahan-lahan aku keluar, kudapati pintu kamarnya tertutup rapat. Mungkin Dosen Hanizah ada di dalam. Mungkin dia malu, aku pun malu kalau ketahuan dia saat aku mengintipnya. Aku terus ke ruang tamu. Sebenarnya setelah itu aku mau langsung pulang saja meskipun hujan belum reda, karena takut Dosen Hanizah marah sebab kuintip dia tadi. Tetapi, baju basahku ada padanya dan belum kering lagi. Aku tidak tahu dimana dia meletakkannya, kalau tahu pasti kuambil dan terus pulang. Meskipun perasaanku tidak tentram tetapi aku tetap menunggu di ruang tamu sambil menduga-duga apa yang akan terjadi nantinya.

Tidak lama kemudian, Dosen Hanizah pun datang. Dia menggunakan kain batik dengan kemeja lengan pendek. Wajahnya tidak menunjukkan senyumnya, tidak juga memperlihatkan tanda akan marah. Dia duduk di depanku, sempat juga aku sekilas memperhatikan pangkal buah dadanya yang putih itu. Dia menatap tepat ke arah mataku. Aku takut, lalu mengalihkan pandanganku.

“Azlan..!” tegurnya dengan nada yang agak tinggi.

Aku menoleh menantikan ucapan yang akan keluar dari mulut yang kecil berbibir munggil itu.

“Sudah lama Azlan ada di dekat pintu tadi..?”

“Minta maaf Bu..” balasku lemah, tunduk mengakui kesalahan.

“Saya tanya, sudah lama Kamu lihat Saya sewaktu di dalam kamar tadi..?” dia mengulangi kata-katanya itu.

“Lama juga…”

“Kamu melihat apa yang saya perbuat..?”

Aku mengangguk lemah dan berkata, “Maafkan Saya Bu…”

“Azlan..! Azlan..! Kenapa kamu mengintip Saya..?” nada suara Dosen Hanizah kembali lembut.

“Saya tak sengaja, bukannya mau mengintip, tapi pintu kamarnya yang tak rapat…”

“Salah Saya juga, sebab tidak menutup pintu tadi.” balasnya.

Dosen Hanizah sepertinya tidak marah, kupandangi wajahnya yang ayu itu, terpancar kejernihan di wajahnya. Aku hanya mampu tersenyum dalam hati saja bila dia senyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Kenapa kamu kelihatan pucat..?”

“Takut, takut Anda marah…”

“Sudahlah, Saya tidak marah. Saya juga yang salah, bukan hanya Kamu. Sebenarnya siapa pun yang punya kesempatan seperti itu pasti akan melakukan yang Kamu lakukan tadi…” jelasnya.

Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum. Tidak disangka Dosen Hanizah begitu sportif, walaupun dalam kasus begini seharusnya dia marah.

“Aaa, tak tahu sopan juga Kamu…” katanya sambil mencubirkan bibir.

Aku tertawa kecil mengenang peristiwa yang terjadi tadi.

Sesungguhnya aku memang sudah bertindak yang tidak sopan sebab dengan sengaja melihat Dosen Hanizah yang bertelanjang bulat. Kemaluanku menegang di dalam sarung membayangkan tubuh montoknya Dosen Hanizah yang tidak dilindungi sehelai benang pun. Cepat-cepat kututupi dengan meletakkan bantal kecil ke atas kemaluanku. Jika terlihat Dosen Hanizah, bisa malu aku dibuatnya.

“Lho, belum turun juga..?” tegurnya manja karena rupanya dia sempat melihat sarungku.

Aku menjadi malu dan posisi dudukku menjadi tidak nyaman lagi. Aku tidak mampu lagi untuk berkata-kata bila ditegur seperti itu.

Agak lama suasana hening menyelubungi ruang tamu rumah yang dihias indah itu.

“Bu..?” aku mula bersuara, “Sungguh hebat..!”

“Apa yang hebat..?”

“Pemandangan yang tadi kulihat.”

“Apa yang Kamu lihat..?”

“Perempuan telanjang.”

“Heh..! Tak sopan betul Kamu ini..!”

“Betul, Anda lihat saja ini..!” kataku sambil memindahkan bantal dari perutku.

Menimbullah batang kemaluanku ditutupi sarung milik suaminya.

“Tidak mau turun lagi dia..,” sambungku sambil menunjuk ke arah tonjolan di bawah pusarku yang bersarung milik suaminya.

Dosen Hanizah tebengong-bengong dengan tindakanku, namun matanya terpaku di tonjolan pada sarung yang kupakai.

“Hei..! Sopanlah sedikit..!” tegurnya.

Aku membiarkan kemaluanku mencuat tinggi di sarung yang kupakai, aku tidak menutupnya, aku biarkan saja ia tersembul. Kubiarkan Dosen Hanizah menatapnya, tetapi Dosen Hanizah merasa malu, matanya dialihkan ke arah lain, sesekali matanya memandang ke arah tonjolan itu.

“Bu..?” sambungku lagi.

Dia terdiam menantikan kata-kata yang lain, sekali-kali dia memandang ke bawah.

“Anda tahu tidak..? Anda lah orang yang paling cantik di sekolah kita…”

“Mana mungkin..?” balasnya manja malu-malu.

“Betul. Semua teman saya bilang seperti itu. Dosen lelaki pun bilang hal yang sama.”

“Alah, bohong…”

“Betul, saya tidak membual…”

“Apa buktinya..?”

“Buktinya, tadi. Saya sudah melihat seluruh lekuk tubuh anda ketika anda tidak memakai baju tadi. Itulah buktinya.” jawabku dengan berani.

Aku kira dia akan marah, tetapi Dosen Hanizah terdiam, dia tertunduk malu. Melihat gelagatnya itu, aku semakin berani mengucapkan kata-kata yang lebih sensual.

“Badan Anda kecil dan molek, kulit Anda putih, pinggang ramping, punggung montok…”

“Ah, sudah, sudah..!” dia memotong perkataanku.

Terlihat wajahnya menjadi merah menahan malu, tetapi aku tidak peduli, kemudian aku meneruskan rayuanku, “Punggung Anda tadi Saya lihat padat dan montok. Itu dari belakang. Ketika Anda berbalik ke depan, kemaluan Anda yang cantik itu membuat batang Saya hampir patah. Tetek Anda membuat Saya ingin langsung menghisapnya, terlihat sedap.” sambungku.

Terlihat saat itu Dosen Hanizah tidak membantah, dia masih tetap tertunduk malu.

Masa aku akan bilang seperti ini padanya, “Penisku jangan berontak, kayak mau tercabut, punyaku tegang tak tahu kalau aku lagi berusaha.” tapi itu hanya dalam hati saja.

Dosen Hanizah masih tunduk membisu, perlahan-lahan aku bangun menghampiri dan duduk di sebelah kirinya. Aku rasa dia merasakan niatku, tapi dia seakan-akan tidak tahu. Aku rangkulkan tangan dan memegang belakang badannya.

“Rilek Bu.., Saya hanya main-main saja..!”

Dia terkejut ketika kupegang punggungnya. Lalu dia goyangkan badan, aku pun segera menurunkan tanganku itu. Aku masih tetap di sebelahnya, bahu kami bersentuhan, paha kami juga bergesekan. Hujan makin lebat, tiba-tiba terdengar bunyi petir yang agak kuat. Dosen Hanizah terkejut dan dengan spontan dia memeluk diriku. Aku pun terkejut, turut mendekap kepalanya yang berada di dadaku. Sempat juga aku belai rambutnya.

Entah karena apa, dia sadar dan, “Sori…” katanya ringkas lalu membetulkan posisi duduknya.

Aku melepaskan tanganku yang melingkari badannya, wajahnya kupandang, Dosen Hanizah menoleh ke arahku, tetapi setelah itu dia kembali terdiam dan tunduk ke bawah.

Kaget juga kurasa tadi, mula-mula dapat melihat tubuhnya yang telanjang, setelah itu dapat memeluk sebentar. Puas, aku puas walaupun hanya sebentar. Entah bagaimana membayangkannya, saat itu petir berbunyi lagi dan saat itu seakan-akan menyambar dekat bangunan rumah dosenku. Terperanjat karena bunyi yang lebih dahsyat itu, sekali lagi Dosen Hanizah berpaling dan memeluk tubuhku. Aku tidak melepaskan peluang untuk memeluknya kembali. Kulingkarkan tangan kiriku ke pinggangnya yang ramping dan tangan kananku membelai rambut dan kepalanya. Kali ini aku rapatkan badanku ke arahnya, terasa buah dadanya yang pejal menekan-nekan dadaku.

Dosen Hanizah mendongakkan kepalanya menatap wajahku. Aku masih tidak melepaskan dia dari rangkulanku, belakang badannya kuusap dari rambut sampai ke pinggang. Dia menatapku seolah-olah memintaku untuk melepaskannya, tapi aku menatap tepat ke dalam anak matanya. Mata kami bertemu, perlahan-lahan aku rapatkan wajahku ke arah wajahnya, bibirku kuarahkan ke bibirnya yang munggil dan separuh terbuka itu. Makin rapat, dan hampir menyentuh bibirnya, dan bersentuhanlah bibirku dengan bibir dosen yang mengajarku matematika itu. Belum sempat aku mencium bibirnya, hanya terkena sedikit, Dosen Hanizah memalingkan wajahnya sambil tangannya mendorong badanku minta agar dilepaskan.

Aku tetap tidak melepaskan dia, peluang seperti ini tidak mudah kudapatkan. Kutarik dia lagi lebih rapat. Terkejut Dosen Hanizah dengan tindakanku.

“Azlan… tidak enak ahh…” Dosen Hanizah menolak sambil meronta lemah.

Aku tidak peduli, kueratkan lagi pelukanku, dada kami bertemu, terasa denyut dadanya naik turun dengan nafas yang agak kencang.

“Please Bu…” rayuku.

“Tidak etis ahh.., Saya ini isteri orang..!” rontanya lagi.

“Tenanglah Anda.., pleasseee…” balasku lagi sambil mencium lehernya dengan lembut. Sempat juga aku menjilat cuping telinganya.

“Ja.. ja.. ngan.. lah..!” bantahnya lagi dengan suara yang terputus-putus.

Dia memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, mengelakkan ciumanku. Aku terus mencium lehernya sambil mengeratkan pelukan, karena tak ingin terlepas.

“A.. a… zzlaaan.. ja…” belum sempat Dosen Hanizah menghabiskan kata-katanya, bibirku berpautan pada bibirnya, kali ini aku cium sekuat-kuatnya.

“Mmmppphhh… mmmppphh…” Dosen Hanizah tidak bersuara lagi saat mulutnya kukecup.

Dia meronta semakin kuat. Aku terus mencium dan mengecup bibir dan mulutnya sambil tangan kiri menggosok ke seluruh bagian belakang badan dan tangan kananku memegang kepalanya agar kecupanku tidak putus dari mulutnya. Diselingi dengan punggungnya yang pejal itu kuremas, kupecet semauku.

Agak lama mulutku berpaut di bibirnya, hingga rontaannya semakin lemah, suaranya tidak lagi berbunyi, lama-kelamaan tidak ada lagi rontaan, sebaliknya tangan Dosen Hanizah memeluk erat leherku. Aku merasakan bibirnya mulai membalas ciumanku. Apa lagi, aku pun mula menciumnya dengan penuh mesra dan kelembutan, dia membalas sambil mengeratkan pelukannya. Terasa lidahnya dijulurkan. Aku menyambut dan lalu menghisap lidahnya, saling bergantian kami berhisap lidah. Pada waktu itu, hanya terdengar bunyi air hujan yang jatuh membasahi bumi dan bunyi kecupan mulut kami berdua.

Agak lama kami berciuman, bertautan bibir dan lidah sambil berpelukan mesra. Kemudian, Dosen Hanizah meleraikan tautan itu diikuti dengusan birahi, “Mmmm…”

Kami bertatapan mata, tanganku masih dilingkarkan pada tubuhnya, badan kami masih saling rapat, nafasnya semakin kencang, nafsuku semakin meningkat diikuti dengan kemaluanku yang semakin menegang. Tatapan matanya yang redup itu bagaikan meminta sesuatu, sehingga kutambatkan sekali lagi bibirku ke bibirnya. Kami saling berciuman mesra, sesekali ciuman ditujukan ke arah leher yang putih itu, kucium, kugigit dan kujilat batang lehernya. Dosen Hanizah hanya menggeliat kegelian diperlakukan seperti itu.

“Ooohhh… A.. zzlannn…” suara manjanya menusuk ke dalam lubang telingaku.

Sambil berciuman, tangan kananku kugeser ke arah depan, buah dadanya kupegang, kuremas lembut. Terasa ketegangan buah dadanya, pejal dan montok. Dosen Hanizah hanya dapat mendesis menahan keenakan yang dirasakannya. Ciumanku bergerak juga ke pangkal dadanya yang putih itu. Aku cium ke seluruh permukaan pangkal dadanya, kemejanya kutarik sedikit ke bawah, hingga menampakkan BH berwarna hitam yang dipakainya. Kepala dan rambutku diremas dan dipeluk erat oleh Dosen Hanizah ketika dadanya kucium dan payudaranya kuremas.

“Aaahhh… mmmppphhh…” rintihannya membangkitkan nafsuku.

Aku semakin berani, kancing kemejanya kubuka satu persatu sambil tetap aku mencium dan mengecup wajahnya. Mulut kami bertautan lagi ketika jari-jari tanganku sibuk menanggalkan kancing kemejanya, dan akhirnya habis juga kancingnya kubuka. Perlahan-lahan sambil mencium mulutnya, aku melucutkan kemejanya ke belakang. Seperti dalam film, Dosen Hanizah meluruskan tangan agar kemeja itu dapat dilucutkan dari tubuhnya. Kini, bagian atas tubuh Dosen Hanizah hanya terbalut BH saja. Aku leraikan ciuman mulut, lalu mencium pangkal buah dada di atas BH-nya. Aku cium, aku jilat seluruh pangkal buah dadanya sambil meremas-remas. Suara rintihan Dosen Hanizah semakin kuat apabila kupencet putingnya yang masih berada di dalam BH. Dosen Hanizah merangkul erat dan meremas-remas rambutku. Sambil mencium dan meremas buah dadanya, kulingkarkan tanganku ke belakang dan mulai mencari kancing penyangkut BH yang dipakai Dosen Hanizah. Ketemu, dan terus kulepaskan kancing itu. Perlahan-lahan aku menarik turun BH hitamnya ke bawah dan terus kulempar ke atas sofa.

Terpukau mataku ketika bertatapan dengan payudaranya yang putih kemerahan yang tadi hanya dapat kulihat dari jauh saja. Aku puntir dan main-mainkan putingnya sambil mulutku mencium dan menjilat yang sebelahnya lagi. Suara desisan Dosen Hanizah semakin manja, semakin bergairah kudengar. Habis kedua belah payudaranya kujilat dan kuhisap semauku, putingnya kujilat, aku gigit mesra dengan diikuti rangkulan erat oleh Dosen Hanizah ke kepalaku.

Sambil mengulum puting payudaranya, aku membuka t-shirt yang kupakai tadi, lalu melemparkannya ke bawah. Aku tidak berbaju, begitu juga Dosen Hanizah, kami berdua hanya bersarung dan memakai kain batik saja. Suasana dingin terasa oleh desiran hujan di luar, namun kehangatan tubuh Dosen Hanizah

membangkitkan nafsu birahi kami. Aku terus memeluk Dosen Hanizah erat-erat sambil berkecupan mulut. Buah dadanya terasa hangat bergesekan dengan dadaku. Inilah perasaan yang sukar digambarkan, berpelukan dengan perempuan dalam keadaan tidak berbaju, buah dadanya yang pejal menekan-nekan dadaku ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan nafsu.

Setelah agak lama berciuman dan berpelukan, kubaringkan Dosen Hanizah ke atas sofa itu. Dia merelakannya. Aku menatap sekujur tubuh yang separuh telanjang itu di depan mata. Saat aku berdiri, Dosen Hanizah hanya memandang sayu melihatku melucutkan sarungku dan bertelanjang di hadapannya. Kemaluan yang sudah menegang itu memerlukan sesuatu untuk dijinakkan. Aku duduk kembali di sisinya, terus membelai buah dadanya yang menegang itu. Aku kembali mengulum puting payudaranya sambil tangan kananku turun ke arah lembah, lalu merabanya untuk mencari puncak kebirahian wanita yang begitu dipelihara. Segitiga emas milik Dosen Hanizah akan kuraba, aku mulai mengusap dan menggosok di bagian bawah lembah itu. Terangkat-angkat punggung Dosen Hanizah menahan keenakan dan kenikmatan yang sukar digambarkan oleh kata-kata. Yang kedengaran hanyalah rintihan dan desisan manja yang mempesonakan birahiku, “Mmmpphhhmm… aaahhh…”

Aku mulai melepaskan ikatan kain batiknya, dengan lembut aku menarik kain itu ke bawah untuk melucutkan terus dari tubuhnya. Segitiga emasnya hanya ditutupi secarik kain berwarna hitam yang juga harus kulucutkan. Kuusap kemaluannya dari luar, terasa basah dan lengket pada ujung lembah yang subur itu. Pahanya kuraba dan kuusap sambil lidahku menjilat dan mencium pusatnya. Bergelinjang badan Dosen Hanizah diperlakukan seperti itu. Kedua tanganku memegang celana dalamnya dan mulai melorotkan ke bawah, kutarik tubuhnya dengan punggung Dosen Hanizah diangkatnya sedikit, dan terlucutlah benteng terakhir yang ada pada tubuh Dosen Hanizah. Aku tidak melepaskan peluang untuk menatap sekujur tubuh lemah yang tidak dibaluti sehelai benang pun. Hal seperti ini sangat diinginkan oleh setiap insan bergelar lelaki, dan yang lebih lagi adalah ternyata yang berada di depan mata minta dijamah. Terlihat vaginanya berair di sekeliling bulu-bulu tipis yang terjaga rapih.

Kusentuh kemaluannya sehingga terangkat tubuhnya menahan keenakan. Kusentuh lagi dan kugesekkan jari-jariku melewati hutan itu, suara mengerang mengiringi gerak tubuhnya. Kelentitnya kumainkan, kupelintir sehingga suara yang dikeluarkan kali ini agak kuat diiringi dengan badannya terangkat karena kejang. Terasa basah jariku waktu itu, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi saat itu, tetapi sekarang baru kutahu bahwa Dosen Hanizah mengalami klimaks.

Awalnya aku ingin menjilati vaginanya seperti yang ada di video BF, tetapi tak jadi sebab liang senggamanya sudah berair dan basah. Aku terus menghimpitkan tubuhku ke atas tubuhnya dengan lembut sambil mencium wajahnya. Kemaluanku bergesekan dengan kemaluannya. Terasa ujung kejantananku bertemu dengan bulu dan air mani yang membasahi lembah kenikmatan itu. Setelah mendapatkan kedudukan yang tepat, kupegang kejantanan dan mengarahkan ke lubang senggamanya. Seperti dirancang, Dosen Hanizah membuka dan meluaskan kangkangannya sedikit. Setelah berada di ujung muara, aku pun melabuhkan tongkat nakhodaku ke dalam lautan birahi dengan perlahan-lahan diikuti oleh desisian dan raungan kami berdua yang bergantian, mengiringi terbenamnya tongkat ke dalam lembah di lautan.

“Aaarrrghhh… mmm…”

Aku menekan sampai pangkal kemaluan dan membiarkannya sekejap karena terasa seperti terjepit. Aku mencium leher dan mulutnya berulang kali. Bila keadaan sudah agak tenang, aku mulai mendayung, atas, bawah, pelan dan teratur. Kenikmatan pada waktu itu adalah sangat indah, susah untuk dapat dikatakan, kemudian aku menggerakkan ke atas dan ke bawah berulang kali. Saat pertama kali aku perbuat padanya terasa seperti menjepit, karena vaginanya memang sempit. Dosen Hanizah tidak merasakan sakit yang berpengaruh karena dia pernah melakukannya dengan suaminya.

Aku dorong dan tarik kemaluanku dengan diiringi suara mengerang yang agak kuat sambil melihat pemandangan indah di bawah. Sungguh pemandangan yang indah jika dapat melihat kejantananku sendiri sedang masuk dan keluar dari lubang senggama wanita, dengan bunyi yang cukup menawan. Dosen Hanizah memeluk erat pinggangku ketika bergoyang mengimbangi tubuhku, punggungnya bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti arus irama. Sesekali dia menggoyang-goyangkan punggungnya untuk membantu daya dorongku, terasa kenikmatan yang tiada bandingnya. Kulajukan dayungan, semakin laju dengan suara yang semakin kuat. Dosen Hanizah hampir mengeluarkan suara erangannya, dan aku merasakan hampir keluar seperti gunung berapi hendak memuntahkan lavanya. Aku lajukan lagi, dengan sekuat tenaga kutusukkan sedalam-dalamnya diikuti dengan teriakan Dosen Hanizah. Dengan jeritan Dosen Hanizah yang nyaring, terpancurlah air maniku jauh ke dasar lubang senggamanya.

Ketika kubuka mataku, aku melihat mata Dosen Hanizah menutup serta dadanya yang naik turun dengan cepat, ada tetesan peluh di dadanya. Begitu juga badanku, terasa peluh meleleh di belakang. Kejantananku semakin menekan ke dalam lubang kenikmatanya yang semakin lembab akibat muntahan yang terjadi bersamaan. Kukecup dahi Dosen Hanizah, dia membuka mata dan tersenyum memandangku. Aku membalasnya dengan mengecup mesra bibirnya. Akhirnya aku tindih tubuhnya di atas sofa itu dengan kepalaku kuletakkan di atas dadanya. Terdengar bunyi degupan jantung yang kencang di dada Dosen Hanizah, dosen yang mengajarku matematika di sekolah.

Setelah beberapa menit, aku bangun dan mengeluarkan batang kejantananku dari dalam lubang senggamanya. Terlihat sedikit air maniku meleleh keluar melalui lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut menahan kenikmatan. Aku ambil tisue di tepi meja dan kubersihkan air mani yang meleleh itu. Dosen Hanizah hanya memandang sambil melemparkan senyuman mesra ke arahku. Kemaluanku yang masih basah kubiarkan kering sendiri. Aku duduk bersila di atas karpet dengan menghadap arah memandang wajahnya. Kepalaku sejajar dengan kepalanya yang masih terbaring di atas sofa itu. Aku meremas dan memilin putting payudaranya. Dosen Hanizah membiarkan sambil tangannya membelai rambutku. Terasa seperti suami isteri.

“Terima kasih sayang…” bisikku lembut.

Dosen Hanizah mengangguk senyum.

Agak lama juga kami dalam keadaan itu sambil menantikan tenaga pulih kembali dan sampai jantung berdegup dengan normal. Kemudian Dosen Hanizah bangun dan mencapai pakaiannya pergi ke dalam kamarnya. Jam menunjukkan pukul 11:30 pagi. Hujan masih belum berhenti, tidak ada tanda-tanda mau berhenti. Aku kenakan lagi sarungku, tetapi baju tidak kupakai lagi. Karena masih letih, aku duduk bersandar di sofa mengenang peristiwa tadi. Pikiranku menerawang. Inilah kenikmatan badan, apa yang kuidamkan selama ini akhirnya bisa kudapatkan. Dosen yang selama ini hanya hadir dalam khayalanku saja telah nyata kurasakan. Berasmara dengan Dosen Hanizah adalah impian setiap lelaki yang mengenalnya, dan aku dapat menikmati tubuh yang menggiurkan itu. Jika selama ini kulihat Dosen Hanizah bertudung dan berbaju penuh, hari ini aku melihatnya tanpa pakaian, mengamati tubuhnya yang indah, setiap lekuk badannya, payudaranya dan kemaluannya. Semuanya kualami dengan menikmati pemandangan yang mempesona, malah tidak hanya itu, tetapi juga dapat merasakan kenikmatan yang ada pada tubuh itu. Aku bahagia. Aku puas, sangat puas dengan apa yang telah kulakukan tadi. Aku tersenyum sendirian.

Ketika aku melamun, aku dikejutkan dengan bunyi dentuman petir yang kuat. Aku teringat Dosen Hanizah. Jam sudah menunjukkan 12:00 tengah hari. Rupanya sudah hampir setengah jam aku melamun. Aku bangun dan menuju ke arah kamar Dosen Hanizah. Kuketuk pintu dan terus masuk. Kelihatan dosen Hanizah telah berpakaian tidur sedang menyikat rambutnya.

“Ada apa Azlan..?” tanyanya lembut.

“Bosen aja diluar sendirian.” jawabku ringkas sambil duduk di tepi ranjang memandang Dosen Hanizah menyisir rambutnya. Dipojok kamar terlihat ranjang kecil yang di dalamnya ada bayi perempuan Dosen Hanizah yang sedang tidur dengan nyenyaknya. Bunyi dentuman petir seperti tidak diperhatikan, dia tidur seperti tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.

“Terima kasih yah…” kataku.

“Terima kasih apa..?”

“Yang tadi. Sebab tadi adalah pengalaman yang terindah buat saya.”

“Ohhh… tapi jangan kasih tau orang lain.”

“Janji.” balasku.

Aku kembali memperhatikannya berdandan. Harum minyak wanginya menusuk hidung ketika Dosen Hanizah menyemprotkan ke badannya.

“Kenapa Anda tidak marah..?”

“Marah kenapa..?”

“Iya.., awalnya Anda melarang, Anda menolak Saya, tapi setelah itu..?”

“Setelah itu Saya biarkan..?” sambungnya.

“Haaa…” jawabku dan langsung kusambung, “Apa sebabnya..?”

“Kalau Saya lawan pun Kamu pasti memaksa, Kamu pasti sangat menginginkan.”

“Belum tentu.” jawabku.

“Pasti begitu. Saya mana mungkin melawan. Jadi lebih baik Saya biarkan dan berbagi saja denganmu. Kan dua-duanya senang.” jelasnya.

“Anda tidak menyesal..?” tanyaku ingin kepastian.

“Kalau rela, mana mungkin menyesal, buat apa..?” jelasnya lagi, “Lagian juga Kamu tidak memperkosa Saya, Kamu kan minta baik-baik, Saya jadi memberinya. Ditambah Kamu sudah lihat Saya telanjang. Lain halnya kalau kamu masuk ke rumah Saya, terus menyerang Saya dan perkosa Saya. Kalau itu Saya pasti akan lapor polisi dan Kamu pasti dipenjara.”

“Habis, anda kelihatannya mau melapor. Iya nggak..?” tanyaku meyakinkan.

“Lapor..? Buat apa..? Kamu kan bukan masuk dengan cara paksa, Saya yang suruh Kamu masuk. Saya juga yang membiarkan Kamu menyetubuhi Saya.”

“Kalau suami Anda tahu..?”

“Gimana dia akan tahu..?” tanya Dosen Hanizah. “Ini kan hanya rahasia kita saja kan..?” aku mengangguk. “Jadi, janganlah beritahu orang lain..!” aku angguk lagi tanda paham.

Dia menuju ke arah ranjang anaknya sambil membelainya dengan penuh kasih sayang seorang ibu. Kemudian Dosen Hanizah menghampiriku dan duduk di sebelahku.

“Wanginya…” sapaku manja. Dosen Hanizah mencubit pahaku dan aku berkata, “Saya mau lagi…”

“Mau apa..?”

“Yang seperti tadi.”

“Tadi kan sudah…”

“Tak puas…””Aiii… nggak puas juga..? Suami Saya sekali saja langsung lelah dan tidur, Kamu mau lagi..?”

“Soalnya.., peluang seperti ini susah Saya dapatkan. Lagian tadi Saya tak sempat jilat vagina Anda. Anda pun tak pegang penis Saya. Saya ingin merasakan perempuan pegang penis Saya.” jawabku jujur.

“Jilat..? Mau meniru cerita BF yach..?” balasnya tersenyum.

Aku mengangguk membalas senyumannya. Kemaluanku kembali menegang, tenagaku sudah pulih. Aku pegang tangan Dosen Hanizah dan meletakkannya di atas batang kemaluanku yang mengeras itu. Dosen Hanizah seperti paham dan meraba batangku yang ada di dalam sarungku. Aku biarkan saja, sedap rasanya. Setelah itu, aku berdiri dan melucuti sarungku. Aku dengan telanjang berdiri di hadapan Dosen Hanizah. Dia hanya tersenyum memandangku. Perlahan-lahan, kemaluanku yang menegang itu dipegangnya, dibelai dan diusap ke atas dan ke bawah. Nikmatnya tak terkira, selalu jari sendiri yang berbuat, tapi hari ini jari jemari lembut seorang wanita cantik yang melakukannya. Aku mendesis karena nikmatnya. Aku berharap Dosen Hanizah akan menghisap dan mengulum batang kejantananku. Memang Dosen Hanizah sudah tahu keinginanku. Diciumnya ujung batang kemaluan aku, dan ujung lidahnya dimainkan di lubang kepala kejantananku. Aku terasa ngilu, tapi sedap. Perlahan-lahan Dosen Hanizah membuka mulut dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya.

Terasa kehangatan air liurnya membasahi batang yang setengahnya berada di dalam mulutnya. Dihisapnya penisku, dikulumnya ke atas dan ke bawah. Terasa seperti tercabut ketika itu. Kupegang dan remas rambutnya yang baru disisir tadi. Aku dorong batang kemaluanku jauh ke dalam mulutnya, terasa ujung kejantananku terkena dasar tenggorokannya. Dosen Hanizah menghisap sampai ke pangkal sambil tangannya meremas-remas telur zakarku. Di saat itu, aku rasakan kenikmatan yang lain dari yang tadi. Kubiarkan Dosen Hanizah menghisap semaunya, kubiarkan dia menjilat seluruh batang kemaluanku, telurku. Sengaja kubiarkan sebab sangat nikmat rasanya.

Setelah itu, aku pegang bahunya. Dia berdiri memandang dengan penuh kesayuan. Aku pegang dan belai rambut yang terurai di bahu. Perlahan-lahan kulepaskan baju tidurnya ke bawah, dia tidak memakai pakaian dalam. Terlihatlah tubuh Dosen Hanizah yang bertelanjang di hadapanku. Aku lingkarkan tangan di pinggang dan mulai mendekapnya lembut. Kami berpelukan dan bertautan bibir sambil jari-jariku meraba dan menggosok seluruh badan. Sekarang baru aku bisa merangkul tubuh yang kecil molek dengan pinggang yang ramping iti sepuas-puasnya. Pinggangnya kecil tapi sangat proposional. Kudekap dan kuremas punggungnya sambil menggesek-gesekkan batang kejantananku ke perutnya. Sungguh nikmat dapat berpelukan sambil berdiri.

Aku baringkan dia di atas ranjang sambil terus memberikan kecupan demi kecupan. Kali ini aku tidak berlama-lama mencium payudaranya sebab sasaran muluku adalah ke liang kenikmatannya. Aku turunkan ciumanku ke bawah, kemaluannya masih kering. Aku terus mencium kemaluannya itu dengan lembut. Terangkat punggungnya menahan kenikmatan itu. Bibir kemaluannya kujilat, kujulurkan lidah dan menusuk ke dalam lubangnya. Dia mendesis keenakan sambil menggeliat manja. Biji kelentitnya kuhisap, kujilat semaunya. Vagina Dosen Hanizah mulai basah, aku tak peduli, aku terus jilat dan hisap sambil tanganku meremas-remas puting payudaranya.

Tiba-tiba, saat menikmati sedapnya menjilat, Dosen Hanizah meraung dengan tubuhnya terangkat. Serentak dengan itu, habis mulutku dibasahi dengan simbahan air dari dalam liang kewanitaannya. Ada yang masuk ke dalam mulutku sedikit, rasanya agak payau dan sedikit asin. Aku berhenti dan mengelapkan mulutku yang basah karena air maninya. Rupanya Dosen Hanizah klimaks. Aku mainkan dengan jari saja lubang vagina itu. Entah karena apa, timbul nafsu untuk menjilat air maninya lagi. Aku kembali membenamkam wajahku dan mulai menjilat lembah yang basah berair itu. Lama-lama rasanya menjadi sedap, habis kujilat, kuhisap vaginanya. Dosen Hanizah hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Ketika aku menghisap kelentitnya, kumainkan lubang kenikmatannya dengan jari. Tiba-tiba, sekali lagi dia terkejang kepuasan, dan kedua kali jugalah air maninya menerjah ke dalam mulutku.

Dengan mulut yang basah karena air maninya, kucium mulut dia. Air maninya bercampur dengan air liurnya apabila aku membiarkan lidahku dihisap. Dosen Hanizah menjilat air maninya sendiri tanpa mengetahuinya. Ketika sudah habis air mani di mulutku karena disedotnya, aku mulai menghentikan pemanasan. Tubuhnya kutindih, dengan sauh dihalakan ke lubuk yang dalam dan dilepaskan layar, maka jatuhlah sauh ke dalam lubuk yang selama ini hanya dilabuhkan oleh sebuah kapal dan seorang nakhoda saja. Kini kapal lain datang bersama nahkoda muda yang terpaksa berhempas pulas melawan badai mengarungi lautan birahi untuk sampai di pulau impian bersama-sama. Perjuangan kali ini lebih lama, dan melelahkan kerena masing-masing tidak mau mengalah duluan. Berbagai aksi dilakukan untuk sampai ke puncak kejayaan. Tubuh Dosen Hanizah kusetubuhi dalam berbagai posisi, dia juga memberikan kerjasama yang baik kepadaku dalam menempuh gelombang. Akhirnya, setelah berhempas pulas, kami tiba juga di pulau impian dengan kejayaan bersama, serentak dengan terjahan padu air hikmat serta jeritan manja, si puteri meraung kepuasan.

Kami terdampar keletihan setelah penat belayar. Terkulai Dosen Hanizah di dalam dekapanku. Kali ini lebih romantis, sebab kami berbuat di atas ranjang dengan kasur yang empuk. Banyak posisi dan gaya yang telah kami lakukan. Kami telentang kelelahan, dengan peluh memercik membasahi tubuh dan wajah kami. Air maniku meleleh keluar kedua kalinya dari lubang yang sama. Dosen Hanizah mendekap badanku sambil jarinya membelai kemaluanku yang terkulai basah itu. Dimainkannya seperti bayi mendapatkan boneka. Kubiarkan sambil mengecup dahinya tanda terima kasih. Kami tidak bersuara karena sangat letih.

Saat itu sempat juga aku mengalihkan pandangan ke arah tempat tidur anaknya, kelihatan masih terlena dibuai mimpi. Aku risau juga, takut dia terbangun kerena jeritan dan raungan kepuasan ibunya yang berhempas pulas melawan badai samudera bersama nakhoda muda yang tidak dikenalinya. Tubuh kami terasa tidak bernyawa, rasanya untuk mengangkat kaki pun tidak kuat. Lemah segala sendi dan urat dalam badan. Hanya suara rintihan manja saja yang mampu dikeluarkan dari pita suara kami dalam kedinginan akibat hujan yang masih turun lebat.

“Terima kasih ya…” aku mengecup dahinya, dia tersenyum. Kepuasan nampak terpancar di wajahnya.

“Kamu benar-benar hebat…” sahutnya.

“Hebat apa..?”

“Iya lah, dua kali dalam sejam.”

“First time.” balasku ringkas.

“Belum pernah Saya merasa puas seperti ini.” jelasnya jujur.

“Belum pernah..?” tanyaku keheranan.

Dia mengangguk perlahan, “Saya tidak pernah orgasme lebih dulu.”

“Suami Anda melakukan apa saja..?”

“Dia hanya memasukkannya sampai Dia keluar…” sambungnya. “Bila sudah keluar, dia letih, terus tertidur. Saya sudah tidak terangsang lagi saat itu.”

“Kenapa Anda tidak memintanya..?” saranku.

“Kalau sudah keluar, Dia tidak terangsang lagi.”

“Dalam seminggu berapa kali Anda berbuat..?” tanyaku mengorek rahasia mereka.

“Sekali, kadang-kadang tidak dapat sama sekali dalam seminggu itu…”

“Kenapa..?”

“Dia pulangnya terlalu malam, jadi sudah letih. Tidak nafsu lagi untuk bersetubuh.”

“Ohhh…” aku menganguk seakan memahami.

“Kapan terakhir Anda melakukannya..?” pancingku lagi.

“Ehh, dua minggu yang lalu.” jawabnya yakin.

“Sudah dua minggu Anda tidak mendapatkannya..?” sambungku terkejut, Dosen Hanizah hanya menganggukkan kepala mengiyakannya.

“Jelas Dosen Hanizah tidak marah besar ketika aku mulai menjamah tubuhnya.” dalam hatiku, “Dia mengidamkan juga rupanya…”

Hampir setengah jam kami berbicara dalam keadaan berpelukan dan bertelanjang di atas ranjang itu. Segala hal mengenai masalah rumah tangganya kutanya dan dijawabnya dengan jujur. Semua hal yang berkaitan diceritakannya, termasuk jeritan batinnya yang rindu akan belaian dari suami yang tidak pernah benar-benar dinikmatinya. Suaminya terlalu sibuk dengan kerjanya hingga mengabaikan nafkah batin si isteri. Memang bodoh suami Dosen Hanizah, sebab tidak menggunakan sepenuhnya tubuh yang menjadi idaman setiap lelaki yang memandang itu. Nasibku baik, sebab dapat menikmati tubuh itu dan sekaligus membantu menyelesaikan masalah kepuasan batinnya.

Aku semakin bangga apabila dengan jujur Dosen Hanizah mengakui bahwa aku telah berhasil memberikan kepuasan kepada dirinya, batinnya kini tidak lagi bergejolak. Raungannya kini tidak lagi tidak dipenuhi, Dosen Hanizah sudah dapat apa yang diinginkan batinnya selama ini, walaupun bukan berasal dari suaminya sendiri, tetapi dengan anak muridnya, yang lebih muda 10 tahun tetapi gagah seperti berusia 30 tahun. Desiran hujan semakin berkurang, rintiknya semakin perlahan, menunjukkan tanda-tanda hendak berhenti. Kami bangun dan melihat ke luar jendela. Seperti disuruh, Dosen Hanizah mengenakan kembali pakaian tidurnya lalu terus ke dapur. Aku menanti di kamar itu. Tak lama kemudian, dia masuk dan menyerahkan pakaianku yang hampir kering. Setelah mengenakan pakaian, aku ke ruang tamu dan minta diri untuk pulang karena terlihat hujan sudah berhenti.

Dosen Hanizah mengiringi aku ke pintu. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas segala layanannya. Dosen Hanizah juga berterima kasih kerena telah membantunya. Aku ambil sepedaku, lalu membuka pintu pagar dan terus mengayuh menuju ke rumah. Tidak terlihat Dosen Hanizah di halaman rumah, maklumlah hujan, lagi pula sekarang waktunya makan siang.

Setibanya di rumah, aku mandi. Di kamar, terlihat dengan jelas bekas gigitan di leherku. Ah, gawat bisa malu aku nanti. Aku berniat kalau tidak hilang sampai besok, aku pasti tidak akan ke sekolah.

Keesokan harinya, tidak terlihat bekas gigitan pada leherku. Aku ke sekolah seperti biasa bersama adik-adikku yang lain. Mereka perempuan, jadi tidak satu sekolah denganku. Di sekolah, bila bertemu dengan Dosen Hanizah yang berbaju kurung bertudung kepala, aku tersenyum dan mengucapkan selamat, seperti tidak ada sesuatu di antara kami. Dosen Hanizah pun bertingkah biasa saja, walaupun di hati kami masing-masing tahu apa yang telah terjadi sewaktu hujan lebat kemarin. Di dalam kelas, dia mengajar seperti biasa. Aku pun tidak macam-macam, takut nanti teringat dan menginkannya di kelas.

Selama sebulan lebih setelah kejadian itu, kami masih bersandiwara seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Tidak pernah bercerita tentang hal itu. Kalau kami bertemu pun, hanyalah berkisar masalah pelajaran. Aku yang baru pertama kali mendapatkannya, sudah merasa ketagihan. Terasa ingin lagi menjamah tubuh perempuan, sudah tak kuat nafsuku ditahan. Pada suatu hari, kalau tidak salah hari Selasa, aku berjumpa dengannya di ruang guru. Waktu itu, ruang guru sedang kosong, aku memberanikan diri meminta keinginanku untuk menjamah kenikmatan tubuhnya. Pada awalnya Dosen Hanizah agak keberatan, tetapi setelah mendesak dan membujuknya, dia mulai lembut. Dosen Hanizah setuju, tapi dia akan beritahu aku bila saatnya memungkinkan. Aku minta padanya kalau bisa dalam waktu dekat ini karena aku sudah tak tahan lagi. Kalau keadaan aman, dia akan memberitahuku katanya. Aku gembira dengan penjelasan itu.

Tiga hari setelah itu, Dosen Hanizah memanggilku ke ruang guru. Dia memintaku ke rumahnya malam Senin. Dia memberitahu bahwa suaminya akan keluar kota ke Johor selama dua hari. Aku janji akan datang. Aku setuju, tapi bagaimana caraku untuk bilang pada orang tuaku kalau aku akan bermalam di luar. Aku ijin untuk menginap di rumah teman dengan alasan belajar bersama dan terus ke sekolah besoknya. Mereka mengijinkan. Tiba malam yang dijanjikan, kurang lebih pukul 8:00, aku tiba. Dosen Hanizah menyambutku dengan senyuman. Anaknya yang bermain-main dengan permainannya terhenti melihatku masuk. Setelah melihatku, dia kembali bermain lagi. Nasib baik karena anak Dosen Hanizah masih kecil jadi masih belum mengerti apa-apa. Malam itu, kami tidur bersama di kamar seperti sepasang suami isteri. Persetubuhan kami malam itu memang menarik, seperti sudah lama tidak merasanya.

Aku melepaskan rinduku ke seluruh bagian tubuhnya. Dosen Hanizah kini tidak lagi malu-malu meminta dipenuhi keinginannya jika lagi nafsu. Kalau tidak salah, malam itu kami bermain sampai 4 kali. Yang terakhir kali sudah sampai dini hari, dan kami tertidur. Bangun-bangun sudah pukul 8:00 lebih ketika anaknya menangis. Kami sudah terlambat ke sekolah, Dosen Hanizah menelpon dan mengatakan kalau dia sakit. Aku pun sudah malas untuk ke sekolah.

Setelah menenangkan anaknya dengan memberikan susu, dia menidurkan kembali anaknya. Kami bersarapan dengan makanan yang disediakannya. Kemudian, kami mandi bersama, bertelanjang dan bersenggama di dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi aku minta dia untuk menerima seluruh air maniku ke dalam mulutnya. Dosen Hanizah setuju, setelah puas, batang kejantananku menyusuri lembah, di saat mau melepaskan puncak kenikmatanku, aku minta Dosen Hanizah duduk dan aku arahkan senjataku ke sasaran, dan terus menembak ke mulutnya yang terbuka lebar. Penuh mulut Dosen Hanizah dengan air maniku. Ada beberapa tetes yang tertelan, yang lain dimuntahkannya kembali. Aku mengarahkan batang kejantananku masuk ke dalam mulutnya, dia terpaksa menerima dan mulai menghisap batang kejantananku yang masih berlinang dengan sisa air mani yang ada.

Kami terus mandi dan membersihkan badan. Anaknya telah lama tertidur, kami berdua beristirahat di ruang tamu sambil mendengar radio. Kami berbincang tentang hal peribadi masing-masing. Sesekali Nescafe panas yang dihidangkan oleh Dosen Hanizah kuhirup. Aku memberitahu padanya kalau aku tak pernah punya cewek kalau ditanya orang lain, dan aku juga merasa bangga kerena dapat merasakan nikmatnya hubungan antara lelaki dan perempuan lebih awal. Sambil berbicara, aku mengusap dan meremas lembut buah dada dosenku yang berada di sebelah. Aku juga bertanya tentang suaminya, adakah dia tahu atau merasa ada perubahan sewaktu berasmara bersama. Dosen Hanizah menjelaskan bahwa dia berbuat seperti biasanya, waktu berasmara pun seperti biasa.

Dosen Hanizah tidak pernah menghisap kemaluan suaminya sebab suaminya tidak mau, begitu juga kemaluannya tidak pernah dijilat. Jadi, akulah orang pertama menjilat kemaluannya dan kemaluan akulah yang pertama masuk ke dalam mulut Dosen Hanizah. Dosen Hanizah bilang suaminya merasa jijik apabila kemaluannya dijilat, dihisap dan dimainkan dengan mulut. Karena itulah, Dosen Hanizah tidak keberatan mengulum kemaluanku karena memang diiginkannya. Kami ketawa kecil mengenangkan aksi-aksi gairah yang pernah kami lakukan.

Jam menunjukkan pukul 10:00 lebih. Dosen Hanizah bangun menuju ke kamarnya, aku mengekori. Di kamar, dia melihat keadaan anaknya yang sedang pulas. Perlahan-lahan aku memeluknya dari belakang. Tanganku, kulingkarkan ke pinggangnya yang ramping sambil mulut mengecup lembut lehernya. Sesekali tanganku meremas buah dadanya yang kian menegang. Aku memalingkan tubuhnya, kami berdakapan sambil berkecupan bibir. Tubuhnya kubaringkan ke atas ranjang sambil mengulum bibirnya dengan mesra. Pakaiannya kulepaskan, begitu juga dengan pakaianku. Mudah dilepaskan karena memang kami masing-masing sudah merencanakannya.

Entah berapa kali mulutku penuh dengan air maninya sebelum kemaluanku menerobos liang keramat itu. Kali ini aksi kami semakin ganas. Tubuhnya yang kecil itu kutindih semaunya. Akhirnya, muntahan cairan kentalku tidak dilepaskan di dalam, tetapi di mulutnya. Air maniku memenuhi mulutnya ketika kumuntahkan di situ. Dia menerimanya dengan rela sambil menjilat-jilat sisanya yang meleleh keluar, sambil batang kemaluanku dikulumnya untuk menjilati sisa-sisa yang masih ada. Aku tersenyum melihat lidahnya yang menjilat-jilat itu seperti mendapatkan suatu makanan yang lezat. Dia juga ikut tersenyum melihatku.

Setelah habis ditelannya. Aku mulai memakai kembali pakaianku. Dosen Hanizah duduk bersandar, masih bertelanjang.

“Sedap..?” tanyaku sambil menjilat bibir.

Dosen Hanizah mengangguk paham. Dia kemudian mengenakan pakaian tidurnya lalu menemaniku hingga ke pintu. Setelah selesai, aku minta diri untuk pulang ke rumah, takut nanti bohongku ketahuan. Dia melepasku dengan berat hati. Aku pulang, orang tuaku tidak ada, yang ada hanya pembantu. Aku memberitahu mareka kalau aku sakit dan terus ke kamar untuk tidur.

Begitulah kisahku berasmara dengan dosen matematikaku yang hingga kini masih menjadi kenangan, walaupun sudah 10 tahun lebih aku meninggalkan sekolah dan negeri itu untuk berkerja di Kuala Lumpur. Waktu aku tingkat 6, Dosen Hanizah pindah ke Johor. Selama itu, banyak sekali kami melakukan hubungan seks. Sebelum berpindah, Dosen Hanizah mengandung, aku sempat juga tanya anak siapa, dia tidak menjawab tapi tersenyum memandangku. Aku mengerti, itu adalah hasil dari benih yang kutaburkan berkali-kali. Setelah itu, aku tak pernah bertemu atau mendengar kisahnya.

Aku mendapat kabar angin kalau Dosen Hanizah kini mengajar di Kuala Lumpur. Kalau betul, aku mau coba mencari walaupun kini usianya kurang lebih 43 tahun. Sampai sekarang aku masih belum menemuinya, tetapi sebelum Hari Raya tahun 2000, aku melihat Dosen Hanizah di Mid Valley Shopping Centre sedang belanja dengan anak-anaknya.
Entah bulan berapa, aku tidak ingat, kalau tidak salah dalam bulan Maret, dosen metematikaku pindah ke sekolah lain, alasan pindahnya aku tidak ingat. Jadi, selama 2 minggu kami tidak belajar matematika. Memasuki minggu yang ketiga, waktu pelajaran matematika, Dosen Hanizah masuk ke kelas kami. Kami semua keheranan, apakah dia masuk untuk mengganti sementara atau mengajar mata pelajaran ini untuk menggantikan dosen lama. Dosen Hanizah yang melihat kami keheranan, menjelaskan bahwa dia akan mengajar matematika untuk kelas ini menggantikan dosen lama. Dengan tidak disangka, semua siswa dalam kelas bersorak gembira termasuk aku. Aku tidak tahu mereka gembira karena mendapat dosen baru atau gembira karena hal lain. Yang pasti, aku gembira sebab dosen yang paling cantik, yang selalu kudambakan akan masuk mengajar di kelas ini. Ini berarti aku dapat melihat dia lebih sering.

Mulai hari itu, Dosen Hanizah yang mengajar matematika. Aku pun jadi menyukai pelajaran ini, walaupun aku tidak pernah lulus matematika sebelumnya. Aku sering tanya dan menemui dia, bertanya masalah matematika. Dari situ, pengetahuan matematikaku bertambah, aku lulus juga akhirnya dalam ujian bulanan walaupun hanya mendapatkan nilai yang cukup. Oleh kerena terlalu menyukai Dosen Hanizah, aku jadi sedikit banyak mengetahui latar belakangnya. Kapan tanggal lahirnya, tinggal dimana dan bagaimana keadaan keluarganya.

Dalam bulan Juni, Dosen Hanizah ulang tahun, aku mengajak teman satu kelas untuk mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun” bila dia masuk nanti. Ketika Dosen Hanizah masuk ke kelas, ketua kelas mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun Dosen” dan diikuti oleh kami semua. Dia terperanjat, dan bertanya dari mana kami semua tahu tanggal ulang tahunnya. Anak-anak yang lain menunjuk aku, mereka bilang kalau aku yang memberitahu.
Dosen Hanizah bertanya, “Dari mana kamu mengetahuinya..?”
“Ada lah…” jawabku, setelah itu dia tidak bertanya lagi.

Dosen Hanizah tinggal di rumah teres yang bersebelahan dengan komplek dekat tempat tinggalku, kurang lebih 2 km jaraknya dari rumahku. Waktu liburan, aku selalu berkeliling dengan sepeda ke komplek perumahan tempat tinggalnya. Aku tahu rumahnya dan selalu mampir di situ. Pernah sekali itu, waktu sedang bersepeda, Dosen Hanizah sedang memasukkan sampah ke dalam tong di luar rumah. Dia melihatku, dan terus memanggilku. Aku pun segera pergi ke arahnya. Dia tidak memakai tudung, terurailah rambutnya yang lurus sebahu itu. Sungguh ayu aku melihatnya sore itu.

“Azlan, rumahmu dekat sini ya..?” tanyanya dalam logat Kedah.
“Tidak juga.” balasku, “Tapi memang tidak terlalu jauh sih.”
“Anda tinggal di sini..?” aku tanya padanya meskipun aku sudah tahu.
“Iya..”
“Sendirian aja? Mana suaminya?”
“Ada di dalam, dengan anak saya.”
Ketika kami asyik berbicara, suaminya keluar, menggendong anak perempuan mereka. Terus aku diperkenalkan kepada suaminya. Aku berjabat tangan dan menegur anaknya, sekedar menunjukkan rasa hormatku. Suaminya tidak terlalu ganteng, tetapi terlihat bergaya, maklumlah pegawai. Setelah agak lama, aku minta diri untuk pulang.

Sudah 6 bulan Dosen Hanizah mengajar kami, aku bertambah pandai dalam matematika. Dan selama itulah aku sering berada di kelasnya. Aku sering membayangkan keadaan Dosen Hanizah tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, pasti indah sekali. Dengan bentuk tubuh yang montok, kecil, pinggang yang ramping serta kulit yang cerah, jika telanjang pasti membuat orang yang melihatnya ingin segera menerkam tanpa berpikir dua kali. Tetapi, aku hanya dapat melihat rambutnya saja di sore itu.

Hari ini libur, libur karena memperingati peristiwa Sukan Tahunan. Aku tidak tahu hendak kemana, aku lelah bersepeda dan mengayuh tanpa arah tujuan. Agak jauh kali ini aku berkeliling, ketika ingin pulang aku melewati kawasan perumahan Dosen Hanizah, waktu itu langit gelap dan kelihatannya ingin hujan. Aku berharap bisa tiba di rumah sebelum kehujanan. Tetapi belum sampai di kawasan rumah Dosen Hanizah, hujan mulai turun, dan lama-lama semakin lebat. Pakaianku basah kuyup. Aku tidak berhenti, terus saja mengayuh sepedaku. Aku tidak sadar ternyata ban sepedaku semakin kempes, seharusnya aku memompa dulu sebelum keluar tadi. walaupun sebentar lagi akan tiba di kawasan rumah Dosen Hanizah, aku tidak boleh menaiki sepedaku lagi, karena kalau dinaiki juga, akan semakin rusak ban sepedaku. Kemudian aku menuntun sepeda sampai ke rumah Dosen Hanizah. Niatnya aku akan meminjam pompa sepeda kepadanya.

Ketika tiba di depan pintu pagar rumahnya, aku tekan bel rumahnya. Tidak lama kemudian, pintu rumah dibuka, dari jauh terlihat Dosen Hanizah menggunakan kain batik dan berbaju T-Shirt sedang memperhatikanku.
“Dosen..!” jeritku.
“Ada apa Azlan..?” tanyanya keheranan melihat aku yang basah kuyup dalam hujan lebat dengan kilat yang sabung menyabung.
“Saya mau pinjam pompam, ban sepeda saya kempes.”
“Tunggu sebentar..!” jeritnya.
Dosen Hanizah masuk kembali ke rumah dan keluar membawa payung. Dia membukakan kunci pintu pagar dan memintaku untuk masuk. Ketika menuntun sepeda masuk, mataku memperhatikan Dosen Hanizah yang berada di depan, melenggang-lenggok berjalan menuju ke dalam. Dari belakang, kerampingannya terlihat jelas, dengan t-shirt yang agak ketat dan kain batik yang dililit memperlihatkan bentuk badannya yang menarik. Punggungnya yang montok dan pejal itu membangkitkan gairahku ketika dia berjalan. Kemaluanku langsung menegak dalam kebasahan.

“Memangnya dari mana saja kamu, kok naik sepeda hujan-hujanan?” tanyanya ketika tiba di depan pintu.
“Jalan-jalan saja, sudah mau pulang tetapi ban sepeda saya kurang angin,” jelasku. “Anda punya pompa ngga..?”
“Saya lihat dulu di gudang. Masuklah dulu.” menawarkan kepadaku.
“Ngga apa-apa kok, nanti malah basah pula rumah Anda.”
“Tunggu dulu…” Dosen Hanizah pun meninggalkanku kedinginan di situ, dia terus pergi ke dalam. Sebentar kemudian dia keluar membawakan pompa dan handuk.
“Nah… ini…” diulurkannya pompa itu ke arahku.
Meskipun aku lelah tetapi langsung terus memompa angin ke dalam ban sepedaku.

“Ingin lansung pulang habis ini?”
“Yaa.. habis mompa terus pulang.”
“Hujan selebat ini mau nekat pulang?”
“Tak apa-apa, sudah basah kuyup juga kok,” jawabku lalu terbersin.
“Nah.., kan kelihatannya kamu mau kena selsema tuh.”
“Hanya sedikit bersin kok,” kataku lalu menyerahkan pompa kepadanya, “Terima kasih Bu..”
“Ada-ada saja kamu, handuk nih, handuki sampai kering dulu badanmu..” katanya sambil memberikan aku handuk yang dipegangnya sejak tadi.
Aku mengambil handuk itu dan mengelap rambut dan mukaku yang basah. Aku dengan santainya berhandukan seperti di rumah sendiri, aku buka baju di depan dia. Setelah itu, baru aku ingat kalau aku berada di depan dosenku.

“Sori Bu…” kataku perlahan.
Dosen Hanizah pergi ke dalam. Kukira dia marah sebab aku buka baju di depan dia, tetapi dia datang sambil membawakan sarung, T-Shirt dan sebuah bakul.
“Nah, ganti bajumu pakai ini..!” katanya sambil memberikannya kepadaku, “Baju basahnya taruh dalam bakul ini.”
Kulemparkan bajuku ke dalam bakul. Kubuka celanaku langsung di depannya, tetapi dengan kusarungkan dulu tubuhku dengan sarung pemberiannya. Setelah mengeluarkan dompetku, kumasukkan celana panjangku yang basah itu ke dalam bakul, dan yang terakhir celana dalamku.

“Masuk dulu, tunggu sampai hujan berhenti baru kau pulang..” sambung Dosen Hanizah sambil mengambil bakul berisi pakaian basahku.
“Nanti dulu, saya keringkan baju ini dulu yah..?”
Aku pun mengikuti dia masuk. Setelah pintu dikunci, aku disuruh duduk di ruang tamu dan Dosen Hanizah terus pergi ke dapur. Aku melihat-lihat perhiasan rumahnya, agak mewah juga perabotan dan perhiasannya. Ketika asyik melihat-lihat, Dosen Hanizah datang dengan membawakan segelas minuman dan meletakkannya di atas meja, lalu dia duduk berhadapan denganku.

“Minumlah. Bajumu lagi Saya keringkan di belakang.”
Aku pun mengambil nescafe itu dan menghirupnya.
“Mana suami Anda?” tanyaku memulai pembicaraan.
“Kerja..”
“Oh ya, hari ini kan hari kerja,” balasku. “Anak..?””Sedang tidur. Kamu duduklah dulu, saya ada kerjaan di belakang.” katanya sambil berdiri dan meninggalkanku.
“Oke…” ringkas jawabku.

Hujan di luar masih turun dengan lebat dan diikuti dengan bunyi guruh yang memekakkan telinga. Aku melihat-lihat kalau ada buku yang bisa kubaca dan ternyata ada. Aku ambil sebuah novel dan mulai melihat-lihat. Sehelai demi sehelai kubuka isi novel itu, walaupun tidak kubaca. Aku sebenarnya sedang tidak ingin membaca, tetapi daripada tidak ada yang dapat kuperbuat, lihat-lihat saja juga lumayan. Aku tidak tahu apa yang sedang Dosen Hanizah perbuat di belakang. Ketika membaca halaman demi halaman, pikiranku jauh melayang membayangkan gambaran fantasiku bersama Dosen Hanizah. Aku teringat akan cerita-cerita X dan blue film yang kutonton dulu, bila kejadiannya seperti ini, pasti akan berakhir dengan adegan asmara. Aku membayangkan diriku akan berasmara dengan Dosen Hanizah, seperti di dalam film yang pernah kutonton.

Sudah hampir 20 menit, hujan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Aku menjadi ingin buang air kecil, maklumlah udaranya dingin. Aku bangun dan terus menuju ke belakang untuk mencari kamar mandi. Ketika aku hampir sampai di kamar mandi, aku sekilas melihat Dosen Hanizah sedang masuk ke kamarnya, hanya dalam keadaan menggunakan handuk saja, mungkin baru keluar dari kamar mandi. Pada saat melihat tadi, aku tidak sempat melihat apa-apa kecuali tubuhnya yang hanya tertutup oleh handuk dan hanya sebentar aku melihatnya. Aku teruskan ke dapur, dan ketika melewati kamarnya, kudapati pintu kamarnya tidak tertutup rapat.

Aku beranikan diri untuk pergi ke arah pintu dan mulai mengintip Dosen Hanizah yang ada di dalam, sedang berbuat apa aku pun tidak tahu. Minta ampun.., berdesir darahku, seperti tercabut jantungku rasanya melihat Dosen Hanizah yang dalam keadaan telanjang di dalam kamarnya. Serta merta kemaluanku menegak. Aku hanya dapat melihat bagian belakangnya saja, dari ujung rambut sampai ke tumit, semuanya jelas terlihat. Saat itu Dosen Hanizah sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang tadi dipakainya. Inilah pertama kalinya aku melihat perempuan telanjang secara langsung, biasanya hanya dari video saja. Terpatung-patung aku di muka pintu melihat bentuk badan Dosen Hanizah yang seksi, pinggang ramping, punggung yang montok serta kulit yang putih mulus sedang mengeringkan rambutnya. Hampir timbul niatku untuk segera masuk dan meraba tubuhnya saat itu, tetapi aku takut nanti dia malah tidak mau dan menuduhku ingin berbuat cabul terhadapnya.

Apa yang sedang dilakukan Dosen Hanizah terus memukau mataku. Kadang handuk itu digosokkan ke celah selangkangannya, lalu dilapkan. Kemudian handuk itu dilemparkan ke atas gantungan. Secara tidak disadari, Dosen Hanizah membalikkan badannya ke arah pintu, tempat aku berdiri. Dia jongkok untuk membuka pintu lemari dan terlihatlah sekujur tubuh tanpa sehelai benang pun yang hanya selama ini menjadi khayalanku saja. Buah dada Dosen Hanizah yang menonjol segar kemerah-merahan itu sempat kuperhatikan, begitu juga dengan segitiga emas miliknya yang dijaga rapih dengan bulu yang tersusun indah, semuanya sempat kulihat.

Bersamaan dengan itu, Dosen Hanizah menengok ke arah pintu dan melihat aku sedang memperhatikannya, dan, “Hei..!” sergahnya.
Lalu dia menutup bagian tubuhnya dengan kain yang sempat diambilnya dari dalam lemari. Aku terkejut, terus lari meninggalkan tempat itu. Aku terus ke kamar mandi. Aku diam di situ hingga kemaluanku mengedur, sebelum kencing. Mana bisa aku kencing saat kemaluanku berdiri tegak dan keras.

Ketika selesai, perlahan-lahan aku keluar, kudapati pintu kamarnya tertutup rapat. Mungkin Dosen Hanizah ada di dalam. Mungkin dia malu, aku pun malu kalau ketahuan dia saat aku mengintipnya. Aku terus ke ruang tamu. Sebenarnya setelah itu aku mau langsung pulang saja meskipun hujan belum reda, karena takut Dosen Hanizah marah sebab kuintip dia tadi. Tetapi, baju basahku ada padanya dan belum kering lagi. Aku tidak tahu dimana dia meletakkannya, kalau tahu pasti kuambil dan terus pulang. Meskipun perasaanku tidak tentram tetapi aku tetap menunggu di ruang tamu sambil menduga-duga apa yang akan terjadi nantinya.

Tidak lama kemudian, Dosen Hanizah pun datang. Dia menggunakan kain batik dengan kemeja lengan pendek. Wajahnya tidak menunjukkan senyumnya, tidak juga memperlihatkan tanda akan marah. Dia duduk di depanku, sempat juga aku sekilas memperhatikan pangkal buah dadanya yang putih itu. Dia menatap tepat ke arah mataku. Aku takut, lalu mengalihkan pandanganku.

“Azlan..!” tegurnya dengan nada yang agak tinggi.
Aku menoleh menantikan ucapan yang akan keluar dari mulut yang kecil berbibir munggil itu.
“Sudah lama Azlan ada di dekat pintu tadi..?”
“Minta maaf Bu..” balasku lemah, tunduk mengakui kesalahan.
“Saya tanya, sudah lama Kamu lihat Saya sewaktu di dalam kamar tadi..?” dia mengulangi kata-katanya itu.
“Lama juga…”
“Kamu melihat apa yang saya perbuat..?”
Aku mengangguk lemah dan berkata, “Maafkan Saya Bu…”
“Azlan..! Azlan..! Kenapa kamu mengintip Saya..?” nada suara Dosen Hanizah kembali lembut.
“Saya tak sengaja, bukannya mau mengintip, tapi pintu kamarnya yang tak rapat…”
“Salah Saya juga, sebab tidak menutup pintu tadi.” balasnya.

Dosen Hanizah sepertinya tidak marah, kupandangi wajahnya yang ayu itu, terpancar kejernihan di wajahnya. Aku hanya mampu tersenyum dalam hati saja bila dia senyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Kenapa kamu kelihatan pucat..?”
“Takut, takut Anda marah…”
“Sudahlah, Saya tidak marah. Saya juga yang salah, bukan hanya Kamu. Sebenarnya siapa pun yang punya kesempatan seperti itu pasti akan melakukan yang Kamu lakukan tadi…” jelasnya.
Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum. Tidak disangka Dosen Hanizah begitu sportif, walaupun dalam kasus begini seharusnya dia marah.
“Aaa, tak tahu sopan juga Kamu…” katanya sambil mencubirkan bibir.
Aku tertawa kecil mengenang peristiwa yang terjadi tadi.

Sesungguhnya aku memang sudah bertindak yang tidak sopan sebab dengan sengaja melihat Dosen Hanizah yang bertelanjang bulat. Kemaluanku menegang di dalam sarung membayangkan tubuh montoknya Dosen Hanizah yang tidak dilindungi sehelai benang pun. Cepat-cepat kututupi dengan meletakkan bantal kecil ke atas kemaluanku. Jika terlihat Dosen Hanizah, bisa malu aku dibuatnya.
“Lho, belum turun juga..?” tegurnya manja karena rupanya dia sempat melihat sarungku.
Aku menjadi malu dan posisi dudukku menjadi tidak nyaman lagi. Aku tidak mampu lagi untuk berkata-kata bila ditegur seperti itu.

Agak lama suasana hening menyelubungi ruang tamu rumah yang dihias indah itu.
“Bu..?” aku mula bersuara, “Sungguh hebat..!”
“Apa yang hebat..?”
“Pemandangan yang tadi kulihat.”
“Apa yang Kamu lihat..?”
“Perempuan telanjang.”
“Heh..! Tak sopan betul Kamu ini..!”
“Betul, Anda lihat saja ini..!” kataku sambil memindahkan bantal dari perutku.
Menimbullah batang kemaluanku ditutupi sarung milik suaminya.
“Tidak mau turun lagi dia..,” sambungku sambil menunjuk ke arah tonjolan di bawah pusarku yang bersarung milik suaminya.

Dosen Hanizah tebengong-bengong dengan tindakanku, namun matanya terpaku di tonjolan pada sarung yang kupakai.
“Hei..! Sopanlah sedikit..!” tegurnya.
Aku membiarkan kemaluanku mencuat tinggi di sarung yang kupakai, aku tidak menutupnya, aku biarkan saja ia tersembul. Kubiarkan Dosen Hanizah menatapnya, tetapi Dosen Hanizah merasa malu, matanya dialihkan ke arah lain, sesekali matanya memandang ke arah tonjolan itu.
“Bu..?” sambungku lagi.
Dia terdiam menantikan kata-kata yang lain, sekali-kali dia memandang ke bawah.
“Anda tahu tidak..? Anda lah orang yang paling cantik di sekolah kita…”
“Mana mungkin..?” balasnya manja malu-malu.
“Betul. Semua teman saya bilang seperti itu. Dosen lelaki pun bilang hal yang sama.”
“Alah, bohong…”
“Betul, saya tidak membual…”
“Apa buktinya..?”
“Buktinya, tadi. Saya sudah melihat seluruh lekuk tubuh anda ketika anda tidak memakai baju tadi. Itulah buktinya.” jawabku dengan berani.

Aku kira dia akan marah, tetapi Dosen Hanizah terdiam, dia tertunduk malu. Melihat gelagatnya itu, aku semakin berani mengucapkan kata-kata yang lebih sensual.
“Badan Anda kecil dan molek, kulit Anda putih, pinggang ramping, punggung montok…”
“Ah, sudah, sudah..!” dia memotong perkataanku.
Terlihat wajahnya menjadi merah menahan malu, tetapi aku tidak peduli, kemudian aku meneruskan rayuanku, “Punggung Anda tadi Saya lihat padat dan montok. Itu dari belakang. Ketika Anda berbalik ke depan, kemaluan Anda yang cantik itu membuat batang Saya hampir patah. Tetek Anda membuat Saya ingin langsung menghisapnya, terlihat sedap.” sambungku.
Terlihat saat itu Dosen Hanizah tidak membantah, dia masih tetap tertunduk malu.

Masa aku akan bilang seperti ini padanya, “Penisku jangan berontak, kayak mau tercabut, punyaku tegang tak tahu kalau aku lagi berusaha.” tapi itu hanya dalam hati saja.
Dosen Hanizah masih tunduk membisu, perlahan-lahan aku bangun menghampiri dan duduk di sebelah kirinya. Aku rasa dia merasakan niatku, tapi dia seakan-akan tidak tahu. Aku rangkulkan tangan dan memegang belakang badannya.
“Rilek Bu.., Saya hanya main-main saja..!”

Dia terkejut ketika kupegang punggungnya. Lalu dia goyangkan badan, aku pun segera menurunkan tanganku itu. Aku masih tetap di sebelahnya, bahu kami bersentuhan, paha kami juga bergesekan. Hujan makin lebat, tiba-tiba terdengar bunyi petir yang agak kuat. Dosen Hanizah terkejut dan dengan spontan dia memeluk diriku. Aku pun terkejut, turut mendekap kepalanya yang berada di dadaku. Sempat juga aku belai rambutnya.
Entah karena apa, dia sadar dan, “Sori…” katanya ringkas lalu membetulkan posisi duduknya.
Aku melepaskan tanganku yang melingkari badannya, wajahnya kupandang, Dosen Hanizah menoleh ke arahku, tetapi setelah itu dia kembali terdiam dan tunduk ke bawah.

Kaget juga kurasa tadi, mula-mula dapat melihat tubuhnya yang telanjang, setelah itu dapat memeluk sebentar. Puas, aku puas walaupun hanya sebentar. Entah bagaimana membayangkannya, saat itu petir berbunyi lagi dan saat itu seakan-akan menyambar dekat bangunan rumah dosenku. Terperanjat karena bunyi yang lebih dahsyat itu, sekali lagi Dosen Hanizah berpaling dan memeluk tubuhku. Aku tidak melepaskan peluang untuk memeluknya kembali. Kulingkarkan tangan kiriku ke pinggangnya yang ramping dan tangan kananku membelai rambut dan kepalanya. Kali ini aku rapatkan badanku ke arahnya, terasa buah dadanya yang pejal menekan-nekan dadaku.

Dosen Hanizah mendongakkan kepalanya menatap wajahku. Aku masih tidak melepaskan dia dari rangkulanku, belakang badannya kuusap dari rambut sampai ke pinggang. Dia menatapku seolah-olah memintaku untuk melepaskannya, tapi aku menatap tepat ke dalam anak matanya. Mata kami bertemu, perlahan-lahan aku rapatkan wajahku ke arah wajahnya, bibirku kuarahkan ke bibirnya yang munggil dan separuh terbuka itu. Makin rapat, dan hampir menyentuh bibirnya, dan bersentuhanlah bibirku dengan bibir dosen yang mengajarku matematika itu. Belum sempat aku mencium bibirnya, hanya terkena sedikit, Dosen Hanizah memalingkan wajahnya sambil tangannya mendorong badanku minta agar dilepaskan.

Aku tetap tidak melepaskan dia, peluang seperti ini tidak mudah kudapatkan. Kutarik dia lagi lebih rapat. Terkejut Dosen Hanizah dengan tindakanku.
“Azlan… tidak enak ahh…” Dosen Hanizah menolak sambil meronta lemah.
Aku tidak peduli, kueratkan lagi pelukanku, dada kami bertemu, terasa denyut dadanya naik turun dengan nafas yang agak kencang.
“Please Bu…” rayuku.
“Tidak etis ahh.., Saya ini isteri orang..!” rontanya lagi.
“Tenanglah Anda.., pleasseee…” balasku lagi sambil mencium lehernya dengan lembut. Sempat juga aku menjilat cuping telinganya.
“Ja.. ja.. ngan.. lah..!” bantahnya lagi dengan suara yang terputus-putus.

Dia memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan, mengelakkan ciumanku. Aku terus mencium lehernya sambil mengeratkan pelukan, karena tak ingin terlepas.
“A.. a… zzlaaan.. ja…” belum sempat Dosen Hanizah menghabiskan kata-katanya, bibirku berpautan pada bibirnya, kali ini aku cium sekuat-kuatnya.
“Mmmppphhh… mmmppphh…” Dosen Hanizah tidak bersuara lagi saat mulutnya kukecup.
Dia meronta semakin kuat. Aku terus mencium dan mengecup bibir dan mulutnya sambil tangan kiri menggosok ke seluruh bagian belakang badan dan tangan kananku memegang kepalanya agar kecupanku tidak putus dari mulutnya. Diselingi dengan punggungnya yang pejal itu kuremas, kupecet semauku.

Agak lama mulutku berpaut di bibirnya, hingga rontaannya semakin lemah, suaranya tidak lagi berbunyi, lama-kelamaan tidak ada lagi rontaan, sebaliknya tangan Dosen Hanizah memeluk erat leherku. Aku merasakan bibirnya mulai membalas ciumanku. Apa lagi, aku pun mula menciumnya dengan penuh mesra dan kelembutan, dia membalas sambil mengeratkan pelukannya. Terasa lidahnya dijulurkan. Aku menyambut dan lalu menghisap lidahnya, saling bergantian kami berhisap lidah. Pada waktu itu, hanya terdengar bunyi air hujan yang jatuh membasahi bumi dan bunyi kecupan mulut kami berdua.

Agak lama kami berciuman, bertautan bibir dan lidah sambil berpelukan mesra. Kemudian, Dosen Hanizah meleraikan tautan itu diikuti dengusan birahi, “Mmmm…”
Kami bertatapan mata, tanganku masih dilingkarkan pada tubuhnya, badan kami masih saling rapat, nafasnya semakin kencang, nafsuku semakin meningkat diikuti dengan kemaluanku yang semakin menegang. Tatapan matanya yang redup itu bagaikan meminta sesuatu, sehingga kutambatkan sekali lagi bibirku ke bibirnya. Kami saling berciuman mesra, sesekali ciuman ditujukan ke arah leher yang putih itu, kucium, kugigit dan kujilat batang lehernya. Dosen Hanizah hanya menggeliat kegelian diperlakukan seperti itu.

“Ooohhh… A.. zzlannn…” suara manjanya menusuk ke dalam lubang telingaku.
Sambil berciuman, tangan kananku kugeser ke arah depan, buah dadanya kupegang, kuremas lembut. Terasa ketegangan buah dadanya, pejal dan montok. Dosen Hanizah hanya dapat mendesis menahan keenakan yang dirasakannya. Ciumanku bergerak juga ke pangkal dadanya yang putih itu. Aku cium ke seluruh permukaan pangkal dadanya, kemejanya kutarik sedikit ke bawah, hingga menampakkan BH berwarna hitam yang dipakainya. Kepala dan rambutku diremas dan dipeluk erat oleh Dosen Hanizah ketika dadanya kucium dan payudaranya kuremas.
“Aaahhh… mmmppphhh…” rintihannya membangkitkan nafsuku.

Aku semakin berani, kancing kemejanya kubuka satu persatu sambil tetap aku mencium dan mengecup wajahnya. Mulut kami bertautan lagi ketika jari-jari tanganku sibuk menanggalkan kancing kemejanya, dan akhirnya habis juga kancingnya kubuka. Perlahan-lahan sambil mencium mulutnya, aku melucutkan kemejanya ke belakang. Seperti dalam film, Dosen Hanizah meluruskan tangan agar kemeja itu dapat dilucutkan dari tubuhnya. Kini, bagian atas tubuh Dosen Hanizah hanya terbalut BH saja. Aku leraikan ciuman mulut, lalu mencium pangkal buah dada di atas BH-nya. Aku cium, aku jilat seluruh pangkal buah dadanya sambil meremas-remas. Suara rintihan Dosen Hanizah semakin kuat apabila kupencet putingnya yang masih berada di dalam BH. Dosen Hanizah merangkul erat dan meremas-remas rambutku. Sambil mencium dan meremas buah dadanya, kulingkarkan tanganku ke belakang dan mulai mencari kancing penyangkut BH yang dipakai Dosen Hanizah. Ketemu, dan terus kulepaskan kancing itu. Perlahan-lahan aku menarik turun BH hitamnya ke bawah dan terus kulempar ke atas sofa.

Terpukau mataku ketika bertatapan dengan payudaranya yang putih kemerahan yang tadi hanya dapat kulihat dari jauh saja. Aku puntir dan main-mainkan putingnya sambil mulutku mencium dan menjilat yang sebelahnya lagi. Suara desisan Dosen Hanizah semakin manja, semakin bergairah kudengar. Habis kedua belah payudaranya kujilat dan kuhisap semauku, putingnya kujilat, aku gigit mesra dengan diikuti rangkulan erat oleh Dosen Hanizah ke kepalaku.

Sambil mengulum puting payudaranya, aku membuka t-shirt yang kupakai tadi, lalu melemparkannya ke bawah. Aku tidak berbaju, begitu juga Dosen Hanizah, kami berdua hanya bersarung dan memakai kain batik saja. Suasana dingin terasa oleh desiran hujan di luar, namun kehangatan tubuh Dosen Hanizah
membangkitkan nafsu birahi kami. Aku terus memeluk Dosen Hanizah erat-erat sambil berkecupan mulut. Buah dadanya terasa hangat bergesekan dengan dadaku. Inilah perasaan yang sukar digambarkan, berpelukan dengan perempuan dalam keadaan tidak berbaju, buah dadanya yang pejal menekan-nekan dadaku ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan nafsu.

Setelah agak lama berciuman dan berpelukan, kubaringkan Dosen Hanizah ke atas sofa itu. Dia merelakannya. Aku menatap sekujur tubuh yang separuh telanjang itu di depan mata. Saat aku berdiri, Dosen Hanizah hanya memandang sayu melihatku melucutkan sarungku dan bertelanjang di hadapannya. Kemaluan yang sudah menegang itu memerlukan sesuatu untuk dijinakkan. Aku duduk kembali di sisinya, terus membelai buah dadanya yang menegang itu. Aku kembali mengulum puting payudaranya sambil tangan kananku turun ke arah lembah, lalu merabanya untuk mencari puncak kebirahian wanita yang begitu dipelihara. Segitiga emas milik Dosen Hanizah akan kuraba, aku mulai mengusap dan menggosok di bagian bawah lembah itu. Terangkat-angkat punggung Dosen Hanizah menahan keenakan dan kenikmatan yang sukar digambarkan oleh kata-kata. Yang kedengaran hanyalah rintihan dan desisan manja yang mempesonakan birahiku, “Mmmpphhhmm… aaahhh…”

Aku mulai melepaskan ikatan kain batiknya, dengan lembut aku menarik kain itu ke bawah untuk melucutkan terus dari tubuhnya. Segitiga emasnya hanya ditutupi secarik kain berwarna hitam yang juga harus kulucutkan. Kuusap kemaluannya dari luar, terasa basah dan lengket pada ujung lembah yang subur itu. Pahanya kuraba dan kuusap sambil lidahku menjilat dan mencium pusatnya. Bergelinjang badan Dosen Hanizah diperlakukan seperti itu. Kedua tanganku memegang celana dalamnya dan mulai melorotkan ke bawah, kutarik tubuhnya dengan punggung Dosen Hanizah diangkatnya sedikit, dan terlucutlah benteng terakhir yang ada pada tubuh Dosen Hanizah. Aku tidak melepaskan peluang untuk menatap sekujur tubuh lemah yang tidak dibaluti sehelai benang pun. Hal seperti ini sangat diinginkan oleh setiap insan bergelar lelaki, dan yang lebih lagi adalah ternyata yang berada di depan mata minta dijamah. Terlihat vaginanya berair di sekeliling bulu-bulu tipis yang terjaga rapih.

Kusentuh kemaluannya sehingga terangkat tubuhnya menahan keenakan. Kusentuh lagi dan kugesekkan jari-jariku melewati hutan itu, suara mengerang mengiringi gerak tubuhnya. Kelentitnya kumainkan, kupelintir sehingga suara yang dikeluarkan kali ini agak kuat diiringi dengan badannya terangkat karena kejang. Terasa basah jariku waktu itu, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi saat itu, tetapi sekarang baru kutahu bahwa Dosen Hanizah mengalami klimaks.

Awalnya aku ingin menjilati vaginanya seperti yang ada di video BF, tetapi tak jadi sebab liang senggamanya sudah berair dan basah. Aku terus menghimpitkan tubuhku ke atas tubuhnya dengan lembut sambil mencium wajahnya. Kemaluanku bergesekan dengan kemaluannya. Terasa ujung kejantananku bertemu dengan bulu dan air mani yang membasahi lembah kenikmatan itu. Setelah mendapatkan kedudukan yang tepat, kupegang kejantanan dan mengarahkan ke lubang senggamanya. Seperti dirancang, Dosen Hanizah membuka dan meluaskan kangkangannya sedikit. Setelah berada di ujung muara, aku pun melabuhkan tongkat nakhodaku ke dalam lautan birahi dengan perlahan-lahan diikuti oleh desisian dan raungan kami berdua yang bergantian, mengiringi terbenamnya tongkat ke dalam lembah di lautan.

“Aaarrrghhh… mmm…”
Aku menekan sampai pangkal kemaluan dan membiarkannya sekejap karena terasa seperti terjepit. Aku mencium leher dan mulutnya berulang kali. Bila keadaan sudah agak tenang, aku mulai mendayung, atas, bawah, pelan dan teratur. Kenikmatan pada waktu itu adalah sangat indah, susah untuk dapat dikatakan, kemudian aku menggerakkan ke atas dan ke bawah berulang kali. Saat pertama kali aku perbuat padanya terasa seperti menjepit, karena vaginanya memang sempit. Dosen Hanizah tidak merasakan sakit yang berpengaruh karena dia pernah melakukannya dengan suaminya.

Aku dorong dan tarik kemaluanku dengan diiringi suara mengerang yang agak kuat sambil melihat pemandangan indah di bawah. Sungguh pemandangan yang indah jika dapat melihat kejantananku sendiri sedang masuk dan keluar dari lubang senggama wanita, dengan bunyi yang cukup menawan. Dosen Hanizah memeluk erat pinggangku ketika bergoyang mengimbangi tubuhku, punggungnya bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti arus irama. Sesekali dia menggoyang-goyangkan punggungnya untuk membantu daya dorongku, terasa kenikmatan yang tiada bandingnya. Kulajukan dayungan, semakin laju dengan suara yang semakin kuat. Dosen Hanizah hampir mengeluarkan suara erangannya, dan aku merasakan hampir keluar seperti gunung berapi hendak memuntahkan lavanya. Aku lajukan lagi, dengan sekuat tenaga kutusukkan sedalam-dalamnya diikuti dengan teriakan Dosen Hanizah. Dengan jeritan Dosen Hanizah yang nyaring, terpancurlah air maniku jauh ke dasar lubang senggamanya.

Ketika kubuka mataku, aku melihat mata Dosen Hanizah menutup serta dadanya yang naik turun dengan cepat, ada tetesan peluh di dadanya. Begitu juga badanku, terasa peluh meleleh di belakang. Kejantananku semakin menekan ke dalam lubang kenikmatanya yang semakin lembab akibat muntahan yang terjadi bersamaan. Kukecup dahi Dosen Hanizah, dia membuka mata dan tersenyum memandangku. Aku membalasnya dengan mengecup mesra bibirnya. Akhirnya aku tindih tubuhnya di atas sofa itu dengan kepalaku kuletakkan di atas dadanya. Terdengar bunyi degupan jantung yang kencang di dada Dosen Hanizah, dosen yang mengajarku matematika di sekolah.

Setelah beberapa menit, aku bangun dan mengeluarkan batang kejantananku dari dalam lubang senggamanya. Terlihat sedikit air maniku meleleh keluar melalui lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut menahan kenikmatan. Aku ambil tisue di tepi meja dan kubersihkan air mani yang meleleh itu. Dosen Hanizah hanya memandang sambil melemparkan senyuman mesra ke arahku. Kemaluanku yang masih basah kubiarkan kering sendiri. Aku duduk bersila di atas karpet dengan menghadap arah memandang wajahnya. Kepalaku sejajar dengan kepalanya yang masih terbaring di atas sofa itu. Aku meremas dan memilin putting payudaranya. Dosen Hanizah membiarkan sambil tangannya membelai rambutku. Terasa seperti suami isteri.
“Terima kasih sayang…” bisikku lembut.
Dosen Hanizah mengangguk senyum.

Agak lama juga kami dalam keadaan itu sambil menantikan tenaga pulih kembali dan sampai jantung berdegup dengan normal. Kemudian Dosen Hanizah bangun dan mencapai pakaiannya pergi ke dalam kamarnya. Jam menunjukkan pukul 11:30 pagi. Hujan masih belum berhenti, tidak ada tanda-tanda mau berhenti. Aku kenakan lagi sarungku, tetapi baju tidak kupakai lagi. Karena masih letih, aku duduk bersandar di sofa mengenang peristiwa tadi. Pikiranku menerawang. Inilah kenikmatan badan, apa yang kuidamkan selama ini akhirnya bisa kudapatkan. Dosen yang selama ini hanya hadir dalam khayalanku saja telah nyata kurasakan. Berasmara dengan Dosen Hanizah adalah impian setiap lelaki yang mengenalnya, dan aku dapat menikmati tubuh yang menggiurkan itu. Jika selama ini kulihat Dosen Hanizah bertudung dan berbaju penuh, hari ini aku melihatnya tanpa pakaian, mengamati tubuhnya yang indah, setiap lekuk badannya, payudaranya dan kemaluannya. Semuanya kualami dengan menikmati pemandangan yang mempesona, malah tidak hanya itu, tetapi juga dapat merasakan kenikmatan yang ada pada tubuh itu. Aku bahagia. Aku puas, sangat puas dengan apa yang telah kulakukan tadi. Aku tersenyum sendirian.

Ketika aku melamun, aku dikejutkan dengan bunyi dentuman petir yang kuat. Aku teringat Dosen Hanizah. Jam sudah menunjukkan 12:00 tengah hari. Rupanya sudah hampir setengah jam aku melamun. Aku bangun dan menuju ke arah kamar Dosen Hanizah. Kuketuk pintu dan terus masuk. Kelihatan dosen Hanizah telah berpakaian tidur sedang menyikat rambutnya.
“Ada apa Azlan..?” tanyanya lembut.
“Bosen aja diluar sendirian.” jawabku ringkas sambil duduk di tepi ranjang memandang Dosen Hanizah menyisir rambutnya. Dipojok kamar terlihat ranjang kecil yang di dalamnya ada bayi perempuan Dosen Hanizah yang sedang tidur dengan nyenyaknya. Bunyi dentuman petir seperti tidak diperhatikan, dia tidur seperti tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.

“Terima kasih yah…” kataku.
“Terima kasih apa..?”
“Yang tadi. Sebab tadi adalah pengalaman yang terindah buat saya.”
“Ohhh… tapi jangan kasih tau orang lain.”
“Janji.” balasku.
Aku kembali memperhatikannya berdandan. Harum minyak wanginya menusuk hidung ketika Dosen Hanizah menyemprotkan ke badannya.
“Kenapa Anda tidak marah..?”
“Marah kenapa..?”
“Iya.., awalnya Anda melarang, Anda menolak Saya, tapi setelah itu..?”
“Setelah itu Saya biarkan..?” sambungnya.
“Haaa…” jawabku dan langsung kusambung, “Apa sebabnya..?”
“Kalau Saya lawan pun Kamu pasti memaksa, Kamu pasti sangat menginginkan.”
“Belum tentu.” jawabku.
“Pasti begitu. Saya mana mungkin melawan. Jadi lebih baik Saya biarkan dan berbagi saja denganmu. Kan dua-duanya senang.” jelasnya.
“Anda tidak menyesal..?” tanyaku ingin kepastian.
“Kalau rela, mana mungkin menyesal, buat apa..?” jelasnya lagi, “Lagian juga Kamu tidak memperkosa Saya, Kamu kan minta baik-baik, Saya jadi memberinya. Ditambah Kamu sudah lihat Saya telanjang. Lain halnya kalau kamu masuk ke rumah Saya, terus menyerang Saya dan perkosa Saya. Kalau itu Saya pasti akan lapor polisi dan Kamu pasti dipenjara.”
“Habis, anda kelihatannya mau melapor. Iya nggak..?” tanyaku meyakinkan.
“Lapor..? Buat apa..? Kamu kan bukan masuk dengan cara paksa, Saya yang suruh Kamu masuk. Saya juga yang membiarkan Kamu menyetubuhi Saya.”
“Kalau suami Anda tahu..?”
“Gimana dia akan tahu..?” tanya Dosen Hanizah. “Ini kan hanya rahasia kita saja kan..?” aku mengangguk. “Jadi, janganlah beritahu orang lain..!” aku angguk lagi tanda paham.
Dia menuju ke arah ranjang anaknya sambil membelainya dengan penuh kasih sayang seorang ibu. Kemudian Dosen Hanizah menghampiriku dan duduk di sebelahku.

“Wanginya…” sapaku manja. Dosen Hanizah mencubit pahaku dan aku berkata, “Saya mau lagi…”
“Mau apa..?”
“Yang seperti tadi.”
“Tadi kan sudah…”
“Tak puas…””Aiii… nggak puas juga..? Suami Saya sekali saja langsung lelah dan tidur, Kamu mau lagi..?”
“Soalnya.., peluang seperti ini susah Saya dapatkan. Lagian tadi Saya tak sempat jilat vagina Anda. Anda pun tak pegang penis Saya. Saya ingin merasakan perempuan pegang penis Saya.” jawabku jujur.
“Jilat..? Mau meniru cerita BF yach..?” balasnya tersenyum.

Aku mengangguk membalas senyumannya. Kemaluanku kembali menegang, tenagaku sudah pulih. Aku pegang tangan Dosen Hanizah dan meletakkannya di atas batang kemaluanku yang mengeras itu. Dosen Hanizah seperti paham dan meraba batangku yang ada di dalam sarungku. Aku biarkan saja, sedap rasanya. Setelah itu, aku berdiri dan melucuti sarungku. Aku dengan telanjang berdiri di hadapan Dosen Hanizah. Dia hanya tersenyum memandangku. Perlahan-lahan, kemaluanku yang menegang itu dipegangnya, dibelai dan diusap ke atas dan ke bawah. Nikmatnya tak terkira, selalu jari sendiri yang berbuat, tapi hari ini jari jemari lembut seorang wanita cantik yang melakukannya. Aku mendesis karena nikmatnya. Aku berharap Dosen Hanizah akan menghisap dan mengulum batang kejantananku. Memang Dosen Hanizah sudah tahu keinginanku. Diciumnya ujung batang kemaluan aku, dan ujung lidahnya dimainkan di lubang kepala kejantananku. Aku terasa ngilu, tapi sedap. Perlahan-lahan Dosen Hanizah membuka mulut dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya.

Terasa kehangatan air liurnya membasahi batang yang setengahnya berada di dalam mulutnya. Dihisapnya penisku, dikulumnya ke atas dan ke bawah. Terasa seperti tercabut ketika itu. Kupegang dan remas rambutnya yang baru disisir tadi. Aku dorong batang kemaluanku jauh ke dalam mulutnya, terasa ujung kejantananku terkena dasar tenggorokannya. Dosen Hanizah menghisap sampai ke pangkal sambil tangannya meremas-remas telur zakarku. Di saat itu, aku rasakan kenikmatan yang lain dari yang tadi. Kubiarkan Dosen Hanizah menghisap semaunya, kubiarkan dia menjilat seluruh batang kemaluanku, telurku. Sengaja kubiarkan sebab sangat nikmat rasanya.

Setelah itu, aku pegang bahunya. Dia berdiri memandang dengan penuh kesayuan. Aku pegang dan belai rambut yang terurai di bahu. Perlahan-lahan kulepaskan baju tidurnya ke bawah, dia tidak memakai pakaian dalam. Terlihatlah tubuh Dosen Hanizah yang bertelanjang di hadapanku. Aku lingkarkan tangan di pinggang dan mulai mendekapnya lembut. Kami berpelukan dan bertautan bibir sambil jari-jariku meraba dan menggosok seluruh badan. Sekarang baru aku bisa merangkul tubuh yang kecil molek dengan pinggang yang ramping iti sepuas-puasnya. Pinggangnya kecil tapi sangat proposional. Kudekap dan kuremas punggungnya sambil menggesek-gesekkan batang kejantananku ke perutnya. Sungguh nikmat dapat berpelukan sambil berdiri.

Aku baringkan dia di atas ranjang sambil terus memberikan kecupan demi kecupan. Kali ini aku tidak berlama-lama mencium payudaranya sebab sasaran muluku adalah ke liang kenikmatannya. Aku turunkan ciumanku ke bawah, kemaluannya masih kering. Aku terus mencium kemaluannya itu dengan lembut. Terangkat punggungnya menahan kenikmatan itu. Bibir kemaluannya kujilat, kujulurkan lidah dan menusuk ke dalam lubangnya. Dia mendesis keenakan sambil menggeliat manja. Biji kelentitnya kuhisap, kujilat semaunya. Vagina Dosen Hanizah mulai basah, aku tak peduli, aku terus jilat dan hisap sambil tanganku meremas-remas puting payudaranya.

Tiba-tiba, saat menikmati sedapnya menjilat, Dosen Hanizah meraung dengan tubuhnya terangkat. Serentak dengan itu, habis mulutku dibasahi dengan simbahan air dari dalam liang kewanitaannya. Ada yang masuk ke dalam mulutku sedikit, rasanya agak payau dan sedikit asin. Aku berhenti dan mengelapkan mulutku yang basah karena air maninya. Rupanya Dosen Hanizah klimaks. Aku mainkan dengan jari saja lubang vagina itu. Entah karena apa, timbul nafsu untuk menjilat air maninya lagi. Aku kembali membenamkam wajahku dan mulai menjilat lembah yang basah berair itu. Lama-lama rasanya menjadi sedap, habis kujilat, kuhisap vaginanya. Dosen Hanizah hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Ketika aku menghisap kelentitnya, kumainkan lubang kenikmatannya dengan jari. Tiba-tiba, sekali lagi dia terkejang kepuasan, dan kedua kali jugalah air maninya menerjah ke dalam mulutku.

Dengan mulut yang basah karena air maninya, kucium mulut dia. Air maninya bercampur dengan air liurnya apabila aku membiarkan lidahku dihisap. Dosen Hanizah menjilat air maninya sendiri tanpa mengetahuinya. Ketika sudah habis air mani di mulutku karena disedotnya, aku mulai menghentikan pemanasan. Tubuhnya kutindih, dengan sauh dihalakan ke lubuk yang dalam dan dilepaskan layar, maka jatuhlah sauh ke dalam lubuk yang selama ini hanya dilabuhkan oleh sebuah kapal dan seorang nakhoda saja. Kini kapal lain datang bersama nahkoda muda yang terpaksa berhempas pulas melawan badai mengarungi lautan birahi untuk sampai di pulau impian bersama-sama. Perjuangan kali ini lebih lama, dan melelahkan kerena masing-masing tidak mau mengalah duluan. Berbagai aksi dilakukan untuk sampai ke puncak kejayaan. Tubuh Dosen Hanizah kusetubuhi dalam berbagai posisi, dia juga memberikan kerjasama yang baik kepadaku dalam menempuh gelombang. Akhirnya, setelah berhempas pulas, kami tiba juga di pulau impian dengan kejayaan bersama, serentak dengan terjahan padu air hikmat serta jeritan manja, si puteri meraung kepuasan.

Kami terdampar keletihan setelah penat belayar. Terkulai Dosen Hanizah di dalam dekapanku. Kali ini lebih romantis, sebab kami berbuat di atas ranjang dengan kasur yang empuk. Banyak posisi dan gaya yang telah kami lakukan. Kami telentang kelelahan, dengan peluh memercik membasahi tubuh dan wajah kami. Air maniku meleleh keluar kedua kalinya dari lubang yang sama. Dosen Hanizah mendekap badanku sambil jarinya membelai kemaluanku yang terkulai basah itu. Dimainkannya seperti bayi mendapatkan boneka. Kubiarkan sambil mengecup dahinya tanda terima kasih. Kami tidak bersuara karena sangat letih.

Saat itu sempat juga aku mengalihkan pandangan ke arah tempat tidur anaknya, kelihatan masih terlena dibuai mimpi. Aku risau juga, takut dia terbangun kerena jeritan dan raungan kepuasan ibunya yang berhempas pulas melawan badai samudera bersama nakhoda muda yang tidak dikenalinya. Tubuh kami terasa tidak bernyawa, rasanya untuk mengangkat kaki pun tidak kuat. Lemah segala sendi dan urat dalam badan. Hanya suara rintihan manja saja yang mampu dikeluarkan dari pita suara kami dalam kedinginan akibat hujan yang masih turun lebat.

“Terima kasih ya…” aku mengecup dahinya, dia tersenyum. Kepuasan nampak terpancar di wajahnya.
“Kamu benar-benar hebat…” sahutnya.
“Hebat apa..?”
“Iya lah, dua kali dalam sejam.”
“First time.” balasku ringkas.
“Belum pernah Saya merasa puas seperti ini.” jelasnya jujur.
“Belum pernah..?” tanyaku keheranan.
Dia mengangguk perlahan, “Saya tidak pernah orgasme lebih dulu.”
“Suami Anda melakukan apa saja..?”
“Dia hanya memasukkannya sampai Dia keluar…” sambungnya. “Bila sudah keluar, dia letih, terus tertidur. Saya sudah tidak terangsang lagi saat itu.”
“Kenapa Anda tidak memintanya..?” saranku.
“Kalau sudah keluar, Dia tidak terangsang lagi.”
“Dalam seminggu berapa kali Anda berbuat..?” tanyaku mengorek rahasia mereka.
“Sekali, kadang-kadang tidak dapat sama sekali dalam seminggu itu…”
“Kenapa..?”
“Dia pulangnya terlalu malam, jadi sudah letih. Tidak nafsu lagi untuk bersetubuh.”
“Ohhh…” aku menganguk seakan memahami.
“Kapan terakhir Anda melakukannya..?” pancingku lagi.
“Ehh, dua minggu yang lalu.” jawabnya yakin.
“Sudah dua minggu Anda tidak mendapatkannya..?” sambungku terkejut, Dosen Hanizah hanya menganggukkan kepala mengiyakannya.
“Jelas Dosen Hanizah tidak marah besar ketika aku mulai menjamah tubuhnya.” dalam hatiku, “Dia mengidamkan juga rupanya…”

Hampir setengah jam kami berbicara dalam keadaan berpelukan dan bertelanjang di atas ranjang itu. Segala hal mengenai masalah rumah tangganya kutanya dan dijawabnya dengan jujur. Semua hal yang berkaitan diceritakannya, termasuk jeritan batinnya yang rindu akan belaian dari suami yang tidak pernah benar-benar dinikmatinya. Suaminya terlalu sibuk dengan kerjanya hingga mengabaikan nafkah batin si isteri. Memang bodoh suami Dosen Hanizah, sebab tidak menggunakan sepenuhnya tubuh yang menjadi idaman setiap lelaki yang memandang itu. Nasibku baik, sebab dapat menikmati tubuh itu dan sekaligus membantu menyelesaikan masalah kepuasan batinnya.

Aku semakin bangga apabila dengan jujur Dosen Hanizah mengakui bahwa aku telah berhasil memberikan kepuasan kepada dirinya, batinnya kini tidak lagi bergejolak. Raungannya kini tidak lagi tidak dipenuhi, Dosen Hanizah sudah dapat apa yang diinginkan batinnya selama ini, walaupun bukan berasal dari suaminya sendiri, tetapi dengan anak muridnya, yang lebih muda 10 tahun tetapi gagah seperti berusia 30 tahun. Desiran hujan semakin berkurang, rintiknya semakin perlahan, menunjukkan tanda-tanda hendak berhenti. Kami bangun dan melihat ke luar jendela. Seperti disuruh, Dosen Hanizah mengenakan kembali pakaian tidurnya lalu terus ke dapur. Aku menanti di kamar itu. Tak lama kemudian, dia masuk dan menyerahkan pakaianku yang hampir kering. Setelah mengenakan pakaian, aku ke ruang tamu dan minta diri untuk pulang karena terlihat hujan sudah berhenti.

Dosen Hanizah mengiringi aku ke pintu. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas segala layanannya. Dosen Hanizah juga berterima kasih kerena telah membantunya. Aku ambil sepedaku, lalu membuka pintu pagar dan terus mengayuh menuju ke rumah. Tidak terlihat Dosen Hanizah di halaman rumah, maklumlah hujan, lagi pula sekarang waktunya makan siang.

Setibanya di rumah, aku mandi. Di kamar, terlihat dengan jelas bekas gigitan di leherku. Ah, gawat bisa malu aku nanti. Aku berniat kalau tidak hilang sampai besok, aku pasti tidak akan ke sekolah.

Keesokan harinya, tidak terlihat bekas gigitan pada leherku. Aku ke sekolah seperti biasa bersama adik-adikku yang lain. Mereka perempuan, jadi tidak satu sekolah denganku. Di sekolah, bila bertemu dengan Dosen Hanizah yang berbaju kurung bertudung kepala, aku tersenyum dan mengucapkan selamat, seperti tidak ada sesuatu di antara kami. Dosen Hanizah pun bertingkah biasa saja, walaupun di hati kami masing-masing tahu apa yang telah terjadi sewaktu hujan lebat kemarin. Di dalam kelas, dia mengajar seperti biasa. Aku pun tidak macam-macam, takut nanti teringat dan menginkannya di kelas.

Selama sebulan lebih setelah kejadian itu, kami masih bersandiwara seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami. Tidak pernah bercerita tentang hal itu. Kalau kami bertemu pun, hanyalah berkisar masalah pelajaran. Aku yang baru pertama kali mendapatkannya, sudah merasa ketagihan. Terasa ingin lagi menjamah tubuh perempuan, sudah tak kuat nafsuku ditahan. Pada suatu hari, kalau tidak salah hari Selasa, aku berjumpa dengannya di ruang guru. Waktu itu, ruang guru sedang kosong, aku memberanikan diri meminta keinginanku untuk menjamah kenikmatan tubuhnya. Pada awalnya Dosen Hanizah agak keberatan, tetapi setelah mendesak dan membujuknya, dia mulai lembut. Dosen Hanizah setuju, tapi dia akan beritahu aku bila saatnya memungkinkan. Aku minta padanya kalau bisa dalam waktu dekat ini karena aku sudah tak tahan lagi. Kalau keadaan aman, dia akan memberitahuku katanya. Aku gembira dengan penjelasan itu.

Tiga hari setelah itu, Dosen Hanizah memanggilku ke ruang guru. Dia memintaku ke rumahnya malam Senin. Dia memberitahu bahwa suaminya akan keluar kota ke Johor selama dua hari. Aku janji akan datang. Aku setuju, tapi bagaimana caraku untuk bilang pada orang tuaku kalau aku akan bermalam di luar. Aku ijin untuk menginap di rumah teman dengan alasan belajar bersama dan terus ke sekolah besoknya. Mereka mengijinkan. Tiba malam yang dijanjikan, kurang lebih pukul 8:00, aku tiba. Dosen Hanizah menyambutku dengan senyuman. Anaknya yang bermain-main dengan permainannya terhenti melihatku masuk. Setelah melihatku, dia kembali bermain lagi. Nasib baik karena anak Dosen Hanizah masih kecil jadi masih belum mengerti apa-apa. Malam itu, kami tidur bersama di kamar seperti sepasang suami isteri. Persetubuhan kami malam itu memang menarik, seperti sudah lama tidak merasanya.

Aku melepaskan rinduku ke seluruh bagian tubuhnya. Dosen Hanizah kini tidak lagi malu-malu meminta dipenuhi keinginannya jika lagi nafsu. Kalau tidak salah, malam itu kami bermain sampai 4 kali. Yang terakhir kali sudah sampai dini hari, dan kami tertidur. Bangun-bangun sudah pukul 8:00 lebih ketika anaknya menangis. Kami sudah terlambat ke sekolah, Dosen Hanizah menelpon dan mengatakan kalau dia sakit. Aku pun sudah malas untuk ke sekolah.

Setelah menenangkan anaknya dengan memberikan susu, dia menidurkan kembali anaknya. Kami bersarapan dengan makanan yang disediakannya. Kemudian, kami mandi bersama, bertelanjang dan bersenggama di dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi aku minta dia untuk menerima seluruh air maniku ke dalam mulutnya. Dosen Hanizah setuju, setelah puas, batang kejantananku menyusuri lembah, di saat mau melepaskan puncak kenikmatanku, aku minta Dosen Hanizah duduk dan aku arahkan senjataku ke sasaran, dan terus menembak ke mulutnya yang terbuka lebar. Penuh mulut Dosen Hanizah dengan air maniku. Ada beberapa tetes yang tertelan, yang lain dimuntahkannya kembali. Aku mengarahkan batang kejantananku masuk ke dalam mulutnya, dia terpaksa menerima dan mulai menghisap batang kejantananku yang masih berlinang dengan sisa air mani yang ada.

Kami terus mandi dan membersihkan badan. Anaknya telah lama tertidur, kami berdua beristirahat di ruang tamu sambil mendengar radio. Kami berbincang tentang hal peribadi masing-masing. Sesekali Nescafe panas yang dihidangkan oleh Dosen Hanizah kuhirup. Aku memberitahu padanya kalau aku tak pernah punya cewek kalau ditanya orang lain, dan aku juga merasa bangga kerena dapat merasakan nikmatnya hubungan antara lelaki dan perempuan lebih awal. Sambil berbicara, aku mengusap dan meremas lembut buah dada dosenku yang berada di sebelah. Aku juga bertanya tentang suaminya, adakah dia tahu atau merasa ada perubahan sewaktu berasmara bersama. Dosen Hanizah menjelaskan bahwa dia berbuat seperti biasanya, waktu berasmara pun seperti biasa.

Dosen Hanizah tidak pernah menghisap kemaluan suaminya sebab suaminya tidak mau, begitu juga kemaluannya tidak pernah dijilat. Jadi, akulah orang pertama menjilat kemaluannya dan kemaluan akulah yang pertama masuk ke dalam mulut Dosen Hanizah. Dosen Hanizah bilang suaminya merasa jijik apabila kemaluannya dijilat, dihisap dan dimainkan dengan mulut. Karena itulah, Dosen Hanizah tidak keberatan mengulum kemaluanku karena memang diiginkannya. Kami ketawa kecil mengenangkan aksi-aksi gairah yang pernah kami lakukan. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO 2016 Bercinta Sama Petugas Asuransi

Jam menunjukkan pukul 10:00 lebih. Dosen Hanizah bangun menuju ke kamarnya, aku mengekori. Di kamar, dia melihat keadaan anaknya yang sedang pulas. Perlahan-lahan aku memeluknya dari belakang. Tanganku, kulingkarkan ke pinggangnya yang ramping sambil mulut mengecup lembut lehernya. Sesekali tanganku meremas buah dadanya yang kian menegang. Aku memalingkan tubuhnya, kami berdakapan sambil berkecupan bibir. Tubuhnya kubaringkan ke atas ranjang sambil mengulum bibirnya dengan mesra. Pakaiannya kulepaskan, begitu juga dengan pakaianku. Mudah dilepaskan karena memang kami masing-masing sudah merencanakannya.

Entah berapa kali mulutku penuh dengan air maninya sebelum kemaluanku menerobos liang keramat itu. Kali ini aksi kami semakin ganas. Tubuhnya yang kecil itu kutindih semaunya. Akhirnya, muntahan cairan kentalku tidak dilepaskan di dalam, tetapi di mulutnya. Air maniku memenuhi mulutnya ketika kumuntahkan di situ. Dia menerimanya dengan rela sambil menjilat-jilat sisanya yang meleleh keluar, sambil batang kemaluanku dikulumnya untuk menjilati sisa-sisa yang masih ada. Aku tersenyum melihat lidahnya yang menjilat-jilat itu seperti mendapatkan suatu makanan yang lezat. Dia juga ikut tersenyum melihatku.

Setelah habis ditelannya. Aku mulai memakai kembali pakaianku. Dosen Hanizah duduk bersandar, masih bertelanjang.
“Sedap..?” tanyaku sambil menjilat bibir.
Dosen Hanizah mengangguk paham. Dia kemudian mengenakan pakaian tidurnya lalu menemaniku hingga ke pintu. Setelah selesai, aku minta diri untuk pulang ke rumah, takut nanti bohongku ketahuan. Dia melepasku dengan berat hati. Aku pulang, orang tuaku tidak ada, yang ada hanya pembantu. Aku memberitahu mareka kalau aku sakit dan terus ke kamar untuk tidur.

Begitulah kisahku berasmara dengan dosen matematikaku yang hingga kini masih menjadi kenangan, walaupun sudah 10 tahun lebih aku meninggalkan sekolah dan negeri itu untuk berkerja di Kuala Lumpur. Waktu aku tingkat 6, Dosen Hanizah pindah ke Johor. Selama itu, banyak sekali kami melakukan hubungan seks. Sebelum berpindah, Dosen Hanizah mengandung, aku sempat juga tanya anak siapa, dia tidak menjawab tapi tersenyum memandangku. Aku mengerti, itu adalah hasil dari benih yang kutaburkan berkali-kali. Setelah itu, aku tak pernah bertemu atau mendengar kisahnya.

Aku mendapat kabar angin kalau Dosen Hanizah kini mengajar di Kuala Lumpur. Kalau betul, aku mau coba mencari walaupun kini usianya kurang lebih 43 tahun. Sampai sekarang aku masih belum menemuinya, tetapi sebelum Hari Raya tahun 2000, aku melihat Dosen Hanizah di Mid Valley Shopping Centre sedang belanja dengan anak-anaknya. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa IGO 2016 Bercinta Sama Petugas Asuransi

Cerita Porno Sex Terbaru 2018 Naluri Lesbiku Mulai Dari Khayalan
Cerita Dewasa IGO 2016 Bercinta Sama Petugas Asuransi – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Keluarga Mamah Berpura-pura TidurCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Nama saya adalah Joe Chan berada di Singapore sekarang dan saya bekerja sebagai seorang petugas asuransi. Saya sudah 1 tahun di Singapore dan bekerja di bagian asuransi. Hingga suatu ketika, saya menerima �assignment� dari atasan saya untuk mengunjungi seorang client yang berada di daerah Ang Mo Kio.

Cerita Sex IGO 2016 Pengalaman Bercinta Sama Petugas Asuransi

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Tante Bispak Kesepian Sedang Cari Berondong Muda

Selesai sarapan siang, saya berkemas sambil membawa semua dokumen policy yang saya butuhkan untuk client saya. Saya langsung berangkat ke alamat yang dimaksud dengan menggunakan MRT. Akhirnya saya tiba di alamat yang dimaksud dan mengetuk pintu. Tak lama kemudian, keluarlah 3 orang gadis berumuran sekitar 20 tahun membukakan pintu.

Cerita Bokep Terbaru – Setelah saya masuk dan bercakap-cakap dengan mereka mengenai alasan mereka ikut asuransi. Mereka adalah Mei Ling (seorang gadis keturunan chinese), Yunita(seorang gadis Melayu yang berasal dari Johor Bahru) dan Cindy (seorang gadis bule yang berasal dari Perancis). Ternyata mereka adalah istri-istri simpanan boss dan suami mereka sedang tugas di USA untuk jangka waktu yang cukup lama.

Ketika saya sedang mewancarai mereka, Yunita tersenyum sambil melirik saya, sementara Mei Ling tangannya mulai bermain-main mengelus paha saya dan membuat saya menjadi gugup ketika menanyai mereka karena penis saya sudah tegang sekali. Melihat kejadian itu, keringat saya keluar banyak sekali.

Terus terang, saya senang sekali seandainya bisa bersetubuh dengan mereka, tetapi bagaimanapun mereka adalah client saya dan saya mesti menghormati mereka. Karena terlalu menghormati mereka, saya menjadi takut untuk menolak dan setelah saya pikir-pikir kenapa tidak enjoy saja dengan mereka.. toh tidak ada yang tahu. Akhirnya melihat response saya yang malu-malu mau itu, mereka mengajak saya ke kamar mereka di atas. Setelah saya menaruh dokumen policy dan tas saya di meja, saya mengikuti ajakan mereka ke lantai atas.

Kamar mereka cukup besar. Setelah memasuki kamar, mereka langsung menyerbu saya dan menelanjangi saya seperti orang yang tidak pernah melakukan hubungan seks. Mereka menyuruh saya berebah, dan dengan buasnya mereka menjilati tubuh saya. Mei Ling mulai memainkan lidahnya di mulutku dan tentu saja kubalas ciumannya karena saya adalah laki-laki normal, sementara Yunita dan Cindy mulai dengan ganasnya menjilati bagian penis saya seperti sedang menjilati sebuah ice cream. Saya benar-benar menikmati permainan ini. Supaya tidak mendapatkan gangguan dari boss saya atau kenalan saya di kantor, saya minta izin kepada mereka untuk mematikan handphone saya.

Setelah mematikan telepon, saya langsung gantian mencium bibir Yunita sementara tangan kiri saya sudah bermain main di klitoris Cindy, sementara Mei Ling dengan asyiknya mengemut batang penisku dengan mesranya. Karena tidak tahan menahan nafsu saya yang di ubun-ubun, saya menyuruh Mei Ling untuk berbaring sementara saya menyuruh Yunita dan Cindy untuk menunggu saya sambil bermasturbasi.

Tetapi ternyata Yunita dan Cindy sedang asyik berciuman (Yunita memainkan lidah di klitoris Cindy dan Cindy sedang asyik menjilatin vagina Yunita). Melihat ini saya sangat terangsang, dan saya langsung menancapkan penis saya ke dalam vagina Mei Ling yang sudah sangat basah sambil tangan saya memainkan puting dan memilinnya dengan mesra. Hal ini membuat Mei Ling mendesah dengan hebat, �Joeee, you are the perfect insurance agent.. So Nicee�, tetapi saya terus memainkan penis saya di dalam vagina Mei Ling karena terus terang saya termasuk *********, jadinya saya bisa memuaskan cewek selama berjam-jam.

Setelah saya memainkan penis saya di dalam vagina Mei Ling, 1 jam kemudian, Mei Ling memeluk erat tubuh saya dan berteriak sekeras kerasnya dan tubuhnya bergetar hebat, saya tahu kalau dia sudah klimaks, tetapi saya terus memainkan penis saya di dalam vaginanya.

Setelah dia klimaks, dia sepertinya sudah kelelahan karena dia mengaku dia sudah klimaks 5 kali sewaktu bercinta dengan saya. Mei Ling beristirahat di ranjang, di saat itu juga, Yunita datang mendekati saya sementara Cindy sedang asyik memainkan dildo karet di vaginanya sambil matanya merem melek karena keasyikan. Dengan penuh nafsu, Yunita menciumi bibir saya dan saya meminta dia untuk membentuk posisi anjing yang sedang berdiri. Kemudian, saya memasukkan penis saya yang masih tegang ke anusnya, saya mainkan penis saya di anusnya dan membuat dia berteriak-teriak �Argghhh, so good..�

Setelah 15 menit permainan, saya merasa bosan dan saya menyuruh dia menghadapku dan dengan sigap, saya memasukkan penis yang masih berdiri ke dalam vaginanya yang sudah basah oleh cairan kewanitaannya. �Blesss�, masuklah penis berukuran 20 cm ke dalam vagina cewek Malaysia ini. Kemudian, saya menggoyang-goyangkan penis saya sambil menciumi bibir Yunita sementara tangan saya sedang memilin-milin puting di dada Yunita dan setelah saya berhenti menciumnya, dia menggoyang-goyangkan tubuhnya dan rambutnya ke kiri dan ke kanan dan saya merasa nikmat sekali.

Saya terus memainkan penis saya di dalam liang kenikmatan yunita dan tiba-tiba Cindy menaruh dildonya dan mendekati Yunita yang sedang merem melek. Melihat kedatangan Cindy, Yunita langsung meminta izin untuk menjilati vagina Cindy. Akhirnya Yunita menjilatin vagina Cindy yang sedang berdiri sementara saya sedang memainkan penis saya di dalam liang kewanitaan dia. Setelah 1 jam bermain-main, saya melihat bahwa Yunita akan klimaks terlihat dari suaranya yang seperti orang menangis dan dia terus berteriak-teriak.

Akhirnya dengan getaran badannya yang hebat dia memeluk saya sambil terus menggoyang goyangkan badannya, sementara penis saya yang masih di liang vaginanya seperti dipijit-pijit dan saya dapat merasakan ada cairan kewanitaan yang membanjiri senjata saya. Akhirnya seperti Mei Ling yang sudah ketiduran, Yunita juga jatuh tertidur, dan sekarang tinggal Cindy yang sudah mendekatin saya.

Dengan mesranya, saya menarik tangan Cindy dan memainkan lidah saya di dalam mulut Cindy. Setelah beberapa menit, saya meminta dia untuk melakukan posisi 69. Dia setuju dan saya langsung berbaring mendekati vaginanya dan menjilati vagina Cindy sementara dia sedang mengulum penis saya yang masih mengeras. Dia mengulum penis saya sambil berkata, �Kamu sungguh pria yang hebat, saya senang bisa bermain denganmu�, dan kembali melanjutkan mengulum penis saya.

Setelah 10 menit kemudian, saya menyuruh dia untuk menghentikan permainan hisap-menghisap dan saya mulai bersiaga memasukkan penis saya ke dalam liang kenikmatan Cindy. Karena aku sudah menaklukkan 2 wanita, saya menyuruh Cindy untuk memasukkan penis saya dengan posisi dia di atas.

 Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Gairah Sex Sekretaris Pribadi

Saya merebahkan diri dan Cindy mulai menunggangi saya seperti naik kuda dan mengarahkan penis saya yang masih tegak ke dalam vaginanya. �Bless�, masuklah penis saya ke dalam vaginanya dan aku tahu kalau dia sangat terangsang karena terlihat dia sudah menggoyang-goyangkan badannya tanpa komando dari saya. Saya menikmati permainan ini dengan tangan saya meremas-remas dada Cindy yang kira-kira berukuran 36B itu.

Dengan penuh nafsu, Cindy menggoyang-goyangkan penis saya yang masih menancap di dalam liang kenikmatannya, akhirnya 1 jam kemudian, saya sudah tidak tahan lagi karena terlalu enak dan itulah kelemahan saya kalau cewek berada di atas, makanya saya merasakan bahwa saya ingin menumpahkan benih saya ke dalam vagina Cindy. �Cindy, saya sudah nggak kuat lagi.., mau keluar.., augghhh�. Akhirnya saya dan Cindy sama-sama mencapai klimaks dan saya mencium bibir Cindy dengan penuh nafsu. Akhirnya saya jatuh kecapaian dalam kenikmatan pelukan Cindy.

Kami berempat tidur sampai jam 5 sore dan setelah saya merapikan diri dan mencium mereka bertiga. Saya kembali ke lantai bawah untuk mengajukan dokumen policy yang mereka belum tandatangani. Setelah mereka bertiga menandatangani policy yang mereka ingin beli, saya pamit ke mereka untuk pergi karena masih ada tugas yang menunggu di kantor.

Sebelum keluar rumah mereka, saya mencium bibir mereka satu persatu dan saya kembali ke kantor saya. Sesampainya di kantor, atasan saya menanyakan kepada saya kenapa saya lama sekali pergi menemani client padahal cuma 1 case (sebutan client di dalam asuransi term). Saya menerangkan kepada atasan saya bahwa saya sedang memberikan �extra� coverage untuk mendapatkan customer satisfaction dan atasan saya hanya tertawa sambil memegang kepala saya dan mengajak saya makan malam bersama. Itulah kisahku menjadi petugas Asuransi. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa Bercinta Sama Ibu Guru Sampai Hamil

Cerita Dewasa Bercinta Sama Ibu Guru Sampai Hamil – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Harmonis Anakku TersayangCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Kejadian ini terjadi saat gue masih duduk di kelas 3 SMA. gue Edo, sekolah di salah satu SMA favorit dikota S. setiap hari rabu dan jum�at gue ada kegiatan les privat di rumah guru fisika gue. guru gue ini adalah primadona bagi kaum laki-laki disekolah, umurnya 25 tahun, cantik, seksi, dan sudah bersuami, namanyaSiska. di hari rabu adalah hari libur dan bu Siska memutuskan untuk mengubah jam les yang semula sore ke jam pagi, gue berangkat jam 8 dan 1 jam kemudian sampai dirumahnya gue dan langsung ketuk pintu rumahnya dan beberapa saat pintu terbuka.

Cerita Sex Ngentot Dengan Ibu Guru Sampai Hamil

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto Bugil Ibu Guru IGO Semok

Cerita Sex Tante Igo Montok | yang membuka pintu adalah bu Siska, betapa kagetnya gue, bu Siska cantik dan sexy banget pagi ini. dia memakai daster tipis.rumahnya tampak sepi, mungkin karena suaminya lagi kerja, karena yang gue tau suami bu Siska bekerja diperusahaan swasta, jadi tidak libur.sampai didalam kami langsung memulai pelajaran. sepanjang pelajaran gue hanya terpaku pada buSiska yang cantik banget hari ini, gue perhatikan tubuhnya dari bawah sampai atas. yang menarikk perhatiangue selama pelajaran adalah buahdadanya yang lumayan besar, karena kerah daster bagian atasnya yang agak longgar, jadi keliatan buahdadanya ketika sedang menjelaskan sambil menunduk.

kalau gue taksir kira-kira berukuran 36B. tak sadar ternyata guru gue menyadari apa yang gue lakukan, gue memperhatikan buahdadanya.

�hayoooo� lagi lihatin apa?� ucap bu Siska.
�a..a�anu bu� hanya itu yng guejawab dengan gugup.
�lihatin ini ya?� sambil megang kedua buahdadanya.

dengan malu gue jawab

�iya bu, ibu Siska seksi banget hari ini�.

tiba-tiba bu Siska berkata

�kamu mau lihat punya ibu ini?�. dengan cepat gue jawab
�iya bu, mau banget�. langsung dia buka dasternya dan dia sudah telanjang dan hanya memakai CD.

gue hanya terpaku dengan apa yang gue lihat bu Siska seksi banget.

�hey� kok bengong, sini?� tanya bu Siska.

langsung gue menghampirinyadan duduk disebelahnya. bu Siska memegang tangan gue dan meletakkan di buahdadanya.

�remas-remas ya, hari ini kamu yang ngasih pelajaran buat ibu� ucap bu Siska.
�oke bu, hari ini ibu akan puas banget� jawab gue.

Gue langsung remas-remas buahdadanya, gue jilati putingnya. buSiska hanya mendesah kenikmatan

�ah� uhh� teruskan�. gue cumbu bibir merahnya, bu Siska membalas dengan sangat bersemangat.

sambil gue masukin tangan gue ke dalam CD-nya, gue masukkan jari tengah gue kedalam vaginanya, terasa basah sekali vaginanya. gue cabut CD-nya dan langsung gue jilati vaginanya yang merah merekah. gue jilati klitorisnya. 5 menit gue jilativaginanya tapi dia masih belum orgasme juga. tampaknya bu Siska kuat banget. terus gue jilati vaginanya sampai dia meminta untuk cepat dimasukkan.

�aaah�. ma�sukkaaan seekarang�. mendengar hal itu gue langsung copot baju gue semua sampai telanjang bulat, sekarang kami berdua sama-sama telanjang.

bu Siska tampaknya kaget ketika melihatukuran kontol gue yang besar. ukuran kotol gue kora-kira panjang 19cm dan berdiameter 4cm.Gue langsung mengambil posisi didepan vaginanya, gue masukin kontol gue dengan perlahan ke vaginanya sa,pai masuk kepala kontol gue saja, tiba-tiba langsung gue masukin semua.

�aahhh�� erangan bu Siska sangat keras.

untung rumahnya agak jauh dari rumah tentangga sekitar. gue diaminkontol gue di situ sebentar. sementara itu gue cumbu bibir seksinya itu

�ibu siap?� tanya gue.
�iya, puasin ibu hari ini ya� jawab dia.

langsung gue genjot vaginanya smbil gue remas-remas buahdada besarnya. bu Siska hanya merem melek sambil menggigit bibir bawahnya. tampaknya dia sangat menikmatinya. gue genjot dengan tempo cepat. gue genjot vagina bu Siska dengan posisi itu selama 10 menit.

�Do.. ibu mau nyampek nih� ucap bu Siska.

langsung gue percepat genjotan gue dan

�seerrrrrr..� bu Siska orgasme yang pertama, sangat hangat divaginanya. gue beri dia waktu untuk istirahat sejenak.
�gimana bu? mau lanjut?� tanya gue.
�iya.. ibu belum puas� jawab dia.

10 menit istirahat setelah itu kami lajutkan percintaan ini.

�sekarang ibu gantian yang diatas ya� pinta gue.
�ok, sekarang ibu yang akan beraksi� jawab dia.

gue langsung telentang dilantai dan bu Siska mulai naik diatas tubuh gue. dia pegang kontol gue dan langsung memasukkanya kedalam vaginanya itu. bu Siska langsung beraksi, dia naik turunkan pantatnya. sekarang dia terlihat sangat seksi, gue pegang buahdadanya dan gue remas-remas buahdadanya itu, terkadang bu Siska mecumbu bibir gue. kali ini durasi permainan kami agak lama, yaitu 20 menit kami diposisi itu tiba-tiba bu Siska orgasme yang kedua. padahal gue masih belum orgasme sma sekali langsung minta dia buat bungging.

�sekarang ibu nungging ya� ucap gue.
�luar biasa, guruku ini sangat sexy� ucap gue dalam hati ketika melihat tubuhnya dari belakang.

dari belakang, jelas terlihat vaginanya yang merah merekah dan bekas cairan cintanya sendiri. gue langsung masukin kontol gue dari belakang dan langsung gue genjot vaginanya sambil meremas-remas buahdadanya dari belakang. gue genjot dia dengan cepat.

�yeehhh.. cepat sayang.. lebih cepat lagi�� gue genjot guruku yang sexy ini dengan semangat 45.

40 menit kami bermain diposisi tersebut, sementara bu Siska sudah orgasme sebanyak 3 kali selama 45 menit itu. tiba-tiba ada yang mendesak keluar dari kontol gue.

�Do.. ibu mau keluar lagi..�ucap bu Siska.
�tunggu bu�. Edo juga mau keluar, kita barengan� jawab gue� gue genjot lebih cepat lagi dan
�seeerrrrrr� kami orgasme bersamaan� gue semburin semua sperma gue kedalam vaginanya. sete;ah keluar semua, gue cabut kontol gue. gue lihat ada sperma yang mengalir dari vaginanya karena banyaknya sperma yang gue semburin.

tak terasa kami bercinta selama 2 jam. kami istirahat. kami berbincang-bincang, ternyata menurut bu Siska, suaminya tidak bisa memuaskannya seperti saat bermain bersama gue. gue senang sekali mendengarnya.

�saya bisa memuaskan ibu kapan aja asal ibu mau� ucap gue..
�benar�? waah� terima kasih ya?� jawab bu Siska sambil memeluk guesetelah istirahat selam 1 jam kami bermain lagi.

kali ini kami bermain dikamar bu Siska sendiri. kami bermain selama 3 jam dan selama itu bu Siska sudah orgasme sebanyak5 kali dan gue sebanyak 3 kali. kami sangat menikmati permainan itu. terasa lelah kami berdua tertidu dikamar itu. jam 3 sore saya pamit pulang karena 1 jam lagi suaminya akan pulang.sejak saat itu kami sering bercinta lagi, entah itu dirumahnya saat tidak ada suaminya, disekolah saat semua siswa dan guru pulang, atau kami menyewa hotel untuk sekedar bercinta. terkadang bu Siska yang meminta duluan. dan terkadang gue juga yang minta duluan.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Bapak Mertua Menanam Benih

tiba-tiba 2 bulan kemudian bu Siska memberitahu gue kalau dia sedang hamil anak gue. gue kaget bagaimana kalau ketahuan orang lain kalau itu anak gue.

�tenang saja, ibu bilang pada suami ibu kalau ini anaknya, karena setelah bercinta denganmu, malam harinya ibu juga bercinta dengan suami ibu untuk menghilankan kcurigaan� jawab bu Siska..

tampaknya bu Siska tahu kalaudia akan hamil, makanya dia bercintadengan suaminya setelah dengan gue. gue mulai tenang sekarang.Selama 4 bulan sejak dia hamil, kamitidak lagi bercinta karena taku mengganggu jabang bayinya. barulah ketika menginjak bulan kelima kami melakukannya lagi, hal ini juga berguna untuk membantu kelancaran persalinannya nanti.

pada kehamilannya kami lebih sering bercinta karena gue sangat menyukai bercinta dengan wanita hamil, gue sering minta jatah ke bu Siska. terkadang bu Siska yang meminta, dia bilang untuk ngidamnya.Setelah kelahiran anaknya kami masih sering melakukannya. selama 2 tahun kami melakukannya sampai dia pindah keluar kota. geu senang sekali selama 2 tahun ada wanita yang rela untuk menjadi pelampiasan nafsu gue. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa Perjaka Kampung yang Hebat

Cerita Dewasa Perjaka Kampung yang Hebat – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Bapak Mertua Menanam BenihCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Sebenarnya cerita ini berawal dari bercanda namun menjadi nyata. Usiaku 42 tahun. Aku merasa cantik dan baik hati (khususnya bagi perjaka). Dirumahku aku kontrakan, namun tidak banyak karena sekedar buat teman bagiku selagi kesepian. Trik ini akhirnya memang jitu karena salah satu penghuni kostku seorang mahasiswa yang ganteng dan kalem. Aku terpesona olehnya.

Cerita Sex Terhot Perjaka Kampung yang Hebat

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Tante Igo Kesepian Minta di Belai

Cerita Sex Tante Kesepian | Berawal dari sinilah aku mendapat kepuasan sex darinya. Pada awalnya dia pinjam uang, karena kiriman dari orang tuanya terlambat. Aku tidak keberatan tapi aku minta sarat kamu harus menemanku tidur dan melayani semalam. Dia tidak keberatan bahkan berjanji akan memberikan kepuasan yang luar biasa. Karena dia sebetulnya juga membayangkan diriku. Suatu kebetulan yang tidak kuduga. Ahh �.. Sungguh tantangan yang membuatku bergairah.

Ajak bercinta Malam itu dia kusuruh datang sesuai permintaan dan rencanaku. Aku persiakan diriku sebaik mungkin untuk bertempur dengan perjaka malam ini. Gairahku bangkit saat terdengar suara langkah Angga. Saat pintu ditutup, tak banyak bicara kudorong dia di sofa. Kami berpelukan, sambil berciuman, tangan Angga merayap masuk dari bawah kaosku, meremas payudaraku, memencet puting susuku. Lidah yang saling dorong di antara jepitan bibir kami membuatku sungguh melayang, membuat kemaluanku terasa lembab.

Tangan Angga mendorong tubuhku, dan membalik badanku, sehingga aku berdiri membelakanginya. Angga menyelipkan kedua lengannya di ketiakku dam kembali memeluk tubuhku, dan tangannya meraba dadaku dengan leluasa, kali ini kedua tangannya dapat bekerja secara bersamaan. Memang harus kuakui Angga bertindak tepat, dengan membalik tubuhku, kedua tangannya dapat berkerja dengan bebas, merayap di dadaku, kadang turun meremas kemaluanku dari luar jeansku, sehingga hanya terasa sentuhan ringan. Angga memeluk tubuhku semakin erat, sehingga terasa hembusan napasnya di leherku yang makin membakar birahi.

�Sayang..� Angga berbisik ke telingaku, yang membuatku menoleh, dan langsung terasa bibirku diserbu, kembali ciuman panas berulang.

Siap bercinta Aku tidak bisa terlampau bebas bergerak, karena kedua lengan Angga terasa ketat menjepit badanku. Tanganku hanya dapat kuarahkan ke selangkangan Angga, itupun masih terasa terlampau jauh. Di pantatku terasa ganjalan, disebabkan kemaluan Angga yang telah menegang. Tangan Angga terasa membuka kancing celanaku, terasa getaran lembut saat tangannya menarik turun retsleting, posisi ini memungkinkan Angga membuka celanaku tanpa menghentikan ciuman kami. Saat telah terbuka, Angga menarik turun celana itu sehingga melewati pinggulku, dan sebelah tangannya menyerbu masuk ke balik celana dalamku, sedangkan yang sebelahnya kembali ke dadaku, meremas-remas payudaraku.

Baca cerita sex bergambar lainya di www.gambarseks.net

Saat tangannya perlahan mencapai rambut kemaluanku, berputar-putar sebentar di sana, kemudian terus turun mendekati celah kemaluanku dari arah jam 12. Tak ada jari yang menyusup ke celah bibir memekku, telapak tangannya terus ke bawah, menaungi kemaluanku, sehingga membuatku makin gelisah. Aku mengangkat sebelah kakiku, guna melepaskan celana panjangku. Saat aku mengangkat kaki, terasa ada jari yang terpeleset menggesek bibir memek sebelah dalam. Sebuah sentuhan ringan yang sungguh membuatku makin melayang.

Gesekan itu makin membuatku ketagihan, sehingga aku melakukan ritual melepas celana panjang secara perlahan, sambil menggerakkan pinggulku, berharap ada jari Angga yang kembali tersesat ke jalan yang benar. Sensasi yang sangat indah, sampai sekarang belum kudapatkan dari suamiku, meskipun gaya pacaran kami juga tak begitu bersih, tapi sangat jarang dia mengerjaiku dari belakang, aku ingin memintanya, tapi aku belum menunjukkan pengalamanku.

Angga kali ini menciumi tengkukku, setelah tangannya menyingkirkan rambutku ke depan. Terasa tengkukku dijilat kecil, dan napasnya menghembus anak rambutku. Aku sangat menyukai jilatan di tengkuk, sehingga tanganku meraih rambut panjangku, dan memeganginya di ubun-ubunku. Ini semakin membuat Angga leluasa menciumi tengkukku, dan meremas buah dadaku. Berulang-ulang jilatannya mengelilingi leherku, sebelah tangan di memekku dan sebelahnya lagi dipayudaraku. Sampai akhirnya Angga menghentikan ketiga serangannya, yang memberikanku kesempatan mengatur napasku yang sudah kembang kempis.

Kali ini Angga mengangkat kaosku, dan melepaskannya melalui kepalaku. Setelah terlepas, Angga kembali menciumi tengkukku, dan aku kembali memegang rambutku di ubun-ubun yang tadi terlepas saat Angga menanggalkan bajuku. Jilatannya lebih bebas berputar, terasa begitu nikmat saat jilatannya bergerak menyusuri tulang belakang turun, diikuti hembusan napasnya yang halus di kulitku. Saat lidahnya terhalang BH, Angga tidak melepasnya, tetapi jilatannya menyusuri tali BH, ke samping tubuhku terus menjilati secara halus naik lagi ke arah pundak, dan kembali turun ke sisi tubuhku.

Tanganku yang memegangi rambut di atas kepalaku, membuatnya semakin mudah menjilati daerah sekitar ketiakku yang selalu tercukur bersih. Sungguh kali ini membuat kedua kakiku tak mampu menyangga bobot tubuhku. Aku langsung berjalan dan duduk di kasur Angga yang hanya dialas di atas lantai tanpa dipan. Angga melepaskan kaos dan celananya, sehingga tampak kemaluannya membuat celana dalamnya menyembul, ia lalu memungut pakaianku dan menggantungnya di belakang pintu kamar bersama pakaiannya.

Di luar masih terdengar suara para penghuni kost yang masih asyik berjudi. Angga berjalan ke kasur, dan mendorong tubuhku sehingga rebah. Angga menindih tubuhku dan kami kembali berciuman. Kali ini lebih ganas, lidah Angga terasa sangat agresif merangsek ke rongga mulutku, sehingga bisa kusedot dengan sekuat tenaga. Dengan bertumpu pada sikutnya, Angga menggerak-gerakkan pinggulnya menyodok daerah selangkanganku. Aku pun menggerakkan pinggulku untuk menambah sensasi gerakan Angga.

Ciuman Angga kini berubah menjadi jilatan yang menyusuri leherku, turun terus ke arah dadaku, dan kembali ke samping tubuhku. Angga lalu bangkit dan membalik badanku lagi, sehingga aku kini telungkup. Angga melepaskan kait BH-ku dan kini menjilati punggungku sepanjang tulang belakang, membuatku menggigit bibirku guna menahan suara desah kenikmatan yang kurasakan. Aku makin menenggelamkan wajahku ke bantal, tatkala lidah Angga tiba di daerah pinggulku.

Tangannya menurunkan karet celana dalamku dan menciumi daerah sekitar belahan pantatku, yang membuatku mengangkat sedikit pinggulku. Rupanya gerakan otomatis tubuhku itu dimanfaatkan oleh Angga untuk menurunkan celana dalamku sampai sebatas paha, dalam posisi setengah menungging memberikan Angga kesempatan menjilati daerah sensitif yang sangat sempit antara dubur dan memekku.

Sungguh sensasional, getaran yang diberikan dari lidahnya langsung menaikkan tegangan birahiku ke titik tertinggi. Energi berupa sentuhan lidah yang sangat ringan diteruskan secara merata dan sama besar ke seluruh jaringan saraf kenikmatanku. Ini menyerupai prinsip kerja Hidrolik, dengan gaya yang kecil dari lidahnya, mampu menghasilkan gaya angkat yang sangat besar yang diteruskan melalui aliran darahku, kebetulan Angga adalah mahasiswa Fakultas Teknik mungkin ini adalah salah satu praktek ilmu yang didapatnya.

doggystyle hotWell, setelah mengalami orgasme aku langsung jatuh telungkup, ini membuat akses ke daerah celah sempit di pinggulku tertutup dari serangan Angga, sehingga dia membaringkan dirinya di sampingku, seraya menumpangkan kakinya ke atas pantatku, dan tangannya membelai rambutku dan mengelus punggungku yang agak basah karena jilatan Angga dan keringatku sendiri. Angga menarik selimut, menutupi tubuh kami berdua, karena memang Bandung pada saat-saat itu dalam masa pancaroba dari musim panas ke musim hujan, sehingga suhu udara sangat dingin dibandingkan dengan bulan-bulan lain dalam setahun.

Saat aku mencoba memulihkan kesadaranku, kurasakan kemaluan Angga yang masih ngaceng dalam mengganjal di pahaku, aku menghadapkan wajahku ke arah Angga, yang tampak tersenyum sangat simpatik ke arahku.

�Astaga, enak sekali rasanya, saya tidak akan melupakan saat ini.� Bisikku sambil mengelus pipi Angga.
�Aku juga tidak mau kehilangan waktu untuk menciummu sayang.� Balas Angga dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, cukup dekat sehingga hidungku yang mancung dapat terjangkau oleh lidahnya.

Bibirku bisa menciumi dagunya yang terasa kasar ditumbuhi jenggot pendek. Aku membalikkan tubuhku, sehingga kami berdua saling berhadapan dalam posisi rebahan side by side. Pada saat jeda ini kami biasanya bercakap-cakap, menyatukan perbedaan pikiran, berbagai masalah kuliah, keluarga, bahkan masalah keuangan biasa kami diskusikan. Aku tak ingat masalah yang kami bicarakan saat itu, tapi aku ingat, setiap kali kami selesai bercinta, rasa cinta di dalam hatiku senantiasa bertambah kepadanya.

Tangan Angga meraba-raba buah dadaku, menyentuh-nyentuhkan ujung kukunya di pentil susuku, membuat gairahku bangkit kembali. Tanganku merambat menyusuri dadanya, dan perutnya yang ditumbuhi rambut yang cukup lebat.

Aku merapatkan tubuhku, sehingga kami dapat saling berciuman. Kali ini tanganku merogoh celana dalam Angga dan mengelus batang kemaluannya dan juga kedua buah pelirnya. Sambil terus berciuman, aku mendorong tubuhnya hingga telentang, dan kutindih dadanya dengan sebagian tubuhku, sehingga tanganku dapat dengan leluasa bermain dengan kejantanannya. Aku terus memagut bibirnya, dan perlahan turun ke dadanya, dan ke puting.

�Terbalik sayang.� Angga berkata.
�Terbalik apa?� Aku heran dan bertanya.
�Mestinya saya yang netek, bukan kau!� katanya sambil mendorong tubuhku hingga rebah.

Tidak kuat melawan tenaganya, sehingga aku hanya rebah tak berdaya. Angga menindih tubuhku, dan menyedot puting susuku. Dan sangat efektif untuk membangkitkan gairahku. Segera terasa cairan di liang senggamaku, Angga menciumi dadaku dan melempar selimut yang menutupi tubuh kami. Saat itu tak kusia-siakan, aku bangkit dan menduduki perutnya, kusodorkan dadaku ke mulutnya, sehingga Angga langsung rebah telentang.

Tanganku meraba ke bawah, mengocok kemaluannya yang telah keras. Sedotan Angga di puting susuku terasa melambungkan gairahku. Aku lalu turun dan melepaskan celana dalamku dan membantu Angga melepaskan celana dalamnya. Melihat kontolnya yang Erma, aku langsung menciumi batang itu, menjilati sepanjang batangnya, berputar-putar di kantung pelirnya, sambil sebelah tanganku merayap di perutnya. Saat aku memasukkan batang kemaluannya ke rongga mulutku, terdengar desah Angga seperti baru melepaskan beban di pundaknya.

�Oh.. Enak sekali Yang.� Suara Angga terdengar lirih, sambil tangannya menyibak rambutku, sehingga ia dapat memandang mulutku yang sedang mengulum kemaluannya.

Menatap matanya yang keenakan, menambah semangatku dan makin mempercepat gerakan kepalaku, dan menambah kuat sedotan mulutku. Kadang kuselingi dengan permainan lidah di dalam mulutku, menjilati kepala kontolnya. Saat kutarik hingga hanya kepalanya kontolnya tersisa di mulutku, lidahku kugerak-gerakkan seolah sedang berciuman. Kulihat Angga tidak mampu bersuara, hanya mulutnya yang terbuka, mencoba menghirup lebih banyak oksigen. Angga adalah pria pertama yang kuoral, meskipun keperawananku bukan kuserahkan padanya. Nanti akan kuceritakan saat hilangnya keperawananku, juga bagaimana aku memperoleh kepuasan dari kakakku.

posisi seks oral pria diatas

�Sini sayang, aku ingin mencium kamu memekmu.� Aku berkata.

Aku berputar, sehingga selangkanganku berhadapan dengan wajahnya. Kami berposisi 69, dan masing-masing melakukan kegiatan sendiri. Saat lidah Angga menyapu memekku, aku langsung melayang, terasa Angga menyapu semua cairan memekku, membersihkan semua lendir di celah memekku. Sangat nikmat terasa, membuatku semakin liar mengulum kontolnya.

Kontol Angga berukuran normal pria Indonesia, tampak gagah tersunat rapi. Ini yang membuatku sangat menikmati oral sex, ini merupakan kontol bersunat pertama yang kudapatkan, dengan lelaki sebelumnya belum kutemukan. Aku sangat menikmati setiap kontur kontol Angga, dengan menggerakkan lidahku mengitari palkon, menelusuri setiap titik di bagian itu membuatku semakin tergila-gila pada benda itu.

Dengan sedikit mengerahkan tenaga karena harus melawan arah natural kontol itu. Setiap kali kontol itu terlepas dari jepitan bibirku, langsung terpental seolah terbuat dari bahan elastis. Angga melipat lututnya, sehingga kepalaku berada di tengah kedua pahanya, dengan kedua tanganku aku menahan posisi pahanya agar tidak mengurangi daerah pergerakan kepalaku. Sementara di arah yang berlawanan, terasa sangat nikmat Angga menjilati itilku, sementara tangannya masuk ke liang senggamaku, bergerak keluar masuk terlalu nikmat untuk dideskripsikan di sini.

Tak mau ketinggalan, aku pun mengeluarkan kemampuan oral terbaikku, kujilati sepanjang urat besar di bagian bawah batang kontol Angga, dan kuteruskan sampai ke pelernya, tidak hanya sampai di situ, lidahku terus ke arah duburnya, menjilat dengan liar, tampak menunjukkan hasil, Angga menggerakkan pinggulnya ke atas, membuat lidahku bisa semakin jauh menjelajahi daerah selangkangannya.

�Sayang, masukin..� kata Angga.

lalu bangkit, dan mengubah posisiku, kali ini aku berhadapan dengan Angga, dengan bertumpu pada lututku. Kuraih kontol Angga dari tangannya yang sedang mengelus, dan langsung kuarahkan ke memekku. Terasa nikmat saat benda itu menerobos masuk secara perlahan, menyusuri celah memekku. Kulihat Angga tersenyum, matanya terpejam, kulepaskan tanganku dari batangnya, dan mulai memelintir putingnya.

Angga membuka matanya, dan tangannya meraih buahdadaku. Sambil meremas buahdadaku, Angga menggerak-gerakkan pinggulnya, memaksa kontolnya masuk lebih dalam lagi. Aku juga senantiasa bergerak menyesuaikan gerakan kami berdua. Kadang dengan agak memiringkan tubuhku, sehingga pada saat Angga menarik kemaluannya, sangat terasa gesekan di sisi dalam memekku.

Tiba-tiba aku merasakan peningkatan rangsangan, saat Angga mengarahkan jari telunjuknya ke klitorisku, sehingga menguras seluruh pertahananku. Digesek dan ditekan membuat diriku terasa melayang dan kehilangan pijakan. Tubuhku langsung ambruk seketika, menindih Angga, perubahan posisi ini membuat Angga tidak bebas menggerakkan jemarinya yang terhimpit di antara tubuh kami. Tetapi pinggulnya tetap bergoyang lembut, mengantarkan diriku menikmati detik demi detik puncak kenikmatan seksual.

Setelah melalui orgasme, perlahan gairahku kembali berkobar, dengan goyangan batang kontol di tengah jepitan memekku. Angga dengan konstan tetap menstimulasi memekku dengan batang nikmatnya. Aku mengangkat badanku, dan memutar membelakangi Angga, setelah mengarahkan, kontol Angga langsung kududuki, dan menelan habis semua batang kontol Angga. Posisi favoritku, selain doggy style, juga woman on top, sehingga dengan berada di atas dan membelakangi Angga, terjadi kombinasi optimum. Apalagi saat Angga bangkit setengah duduk, dan tangannya menggapai buah dadaku yang ikut bergoyang, menambah sensasi kenikmatan posisi ini.

misionaris1Tak lama Angga kemudian mendorong tubuhku, dan mengambil alih posisi di atas, dengan napasnya yang menderu, ia menyelipkan kontolnya ke memekku. Setelah mendiamkan sejenak, Angga mulai bergoyang, lututku ditekuk dan agak diangkat sehingga pinggulku ikut terangkat. Sebelah tangannya membantu menahan kedua kakiku, sedangkan yang satunya menyerbu klitoris yang kurang mendapat sentuhan pada posisi ini. Kami sering mendiskusikan berbagai posisi, sehingga bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan setiap posisi favorit kami.

Posisi ini adalah favoritku dan Angga juga menyukainua, sebab ia bisa melihat dengan jelas bagaimana proses keluar masuk batang kontolnya ke memekku. Kadang dengan menggunakan jempol dan jari tengahnya ia merapatkan kedua belahan memekku, dan jari telunjuknya mengerjai itilku. Setelah bergoyang beberapa menit, Angga lantas mencabut kontolnya, dan mengocoknya dengan tangan, dan segera muncrat spermanya, kental putih dan aroma yang khas segera memenuhi ruangan kamarnya itu.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Bersama Mama dan Tante Rina

�Ah.. Enak sekali sayangku..� Angga akhirnya mampu mengeluarkan suaranya setelah mengalami ejakulasi.
�Saya selalu mau main denganmu, kapanpun kau mau!� Kataku sambil berusaha membantunya mengocok kontolnya.

Setelah membersihkan seluruh tumpahan spermanya dan melumat habis, ia memelukku dengan erat dan menciumi bibirku. Seluruh badanku terasa lemas, terutama daerah pinggulku, namun di sisi lain, terasa pikiranku fresh. Sungguh indah kenikmatan seks. Kami bertempur hebat malam ini, karena kami memang saling membutuhkan.

Malam itu kami bercinta sampai pagi, begitu bangun kuajak dia berkelahi lagi di tempat tidur. SUngguh luar biasa staminanya, aku bahkan sampai kewalahan. Benar-benar darah muda. Malam itu aku sangat puas buas dan liar, membuatku mampu bercinta sampa lima kali sepanjang malam dilanjutkan pagi harinya.

Tak hanya malam itu, setiap aku butuh kepuasan, dia aku panggil untuk melampiaskan hasratku. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Nyata Sex Terbaru Tante Vera Mulus

Blog Dewasa Online 2016 Cerita Nyata Sex Terbaru Tante Vera Mulus – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Panas 2016 Wanita Bercucuran KeringatCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Perkenalkan namaku Aris, umurku saat ini 23 tahun, aku kuliah disuatu universitas terkenal dikotaku. Aku sendiri memilki penampilan yang kurang lebih bisa menarik perhatian kaum wanita karena perawakanku yang atletis dan wajah ganteng yang menghiasi tubuhku.

cerita tante, cerita sex tante, cerita sex tante-tante, cerita sex tante bispak, cerita sex tante binal, cerita sex tante girang, cerita sex tante igo, cerita sex bergambar tante bugil, cerita mesum tante, kisah sex tante, cerita panas tante, cerita dewasa tante mungil, cerita sex tante hyper, cerita chat sex tante, cerita facebook sex tante, chat sex online tante, hobi sex tante, haus sex tante, aktif sex tante tante telanjang, memek tante foto bugil tante, cerita tante ngentot, bercinta gaya tante kepanasan

Dalam hubungan Sex tak perlu ditanyakan lagi, aku sudah mendapat banyak pengalaman dari banyak wanita, karena aku memulai berhubungan Sex sejak SMA sampai sekarang. Namun kali ini aku tak menyangka kisahku ini akan terjadi, karena persetubuhan ini aku lakukan dengan tanteku
sendiri yang dimana adalah istri om ku yang adik dari ayahku. Namun mau bagaimana lagi,
jika kucing dikasih ikan asin ya mana mau nolak,hehe..

Suatu pagi saat aku masih tidur, telpon HP ku berbunyi dan aku yang masih dengan mata
tertutup mengangkat HP ku, ternyata adalah Om Yudi yang menelponku. �Ris, kamu beberapa
hari ini sibuk gak??� tanya om Yudi. �Kayaknya Enggak om, emang kenapa om??� tanyaku
balik. �Om mau minta tolong niiih, bisa gak???� tanya om Yudi. �Eeeemmm�.Minta tolong apa
om?? Kalau aku bisa pasti aku bantu om� jawabku. �Om minta kamu menginap dirumah om karena
om mau keluar kota selama beberapa hari, kamu temenin Tante Vera dan Tia dan Lia ya Ris,
bisa gak??� taya om Yudi. �Eeeemmm�.Bisa deeh om, aku kerumah om kapan, nanti apa sekarang
om??� tanyaku. �Sekarang aja Ris, karena om sebentar lagi mau berangkat dan om juga sudah
ngomong sama tantemu kok, kalau kamu yang akan menemaninya� jawab om Yudi. �Okkee�Deeeh
om, aku mandi dulu, nanti aku terus kerumah om� jawabku. �Makasih ya Ris, kamu memang
keponakanku yang paling baik, nanti jika om sudah berangkat kamu tinggal masuk aja ya Ris�
ucap om Yudi. �Iyha om� jawabku singkat.

Setelah menutup telpon dengan mata yang masih berat, aku pun bergegas menuju kamar mandi
untuk mandi. Didalam kamar mandi aku sempat membayangkan yang tidak-tidak, aku
membayangkan tubuh bahenol tante Vera, kubayangkan pantatnya yang semok aku remas-remas,
kujilati memek tante Vera sampai tante Vera ngecrot, penisku dikulum tante Vera, membuat
penisku menegang dan Aaarrgghhh akhirnya aku membasahi tubuhku dengan air, hingga
bayanganku tentang tante Vera hilang dengan seketika.

Tak lama aku selesai mandi, dan aku pun bergegas ganti baju dan langsung menuju rumah om Yudi. Sekitar setengah jam perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah om Yudi. Dan ternyata om yudi sudah berangkat lalu aku disambut oleh tante Vera. Pemandangan indah seketika pun aku dapatkan, baju ketat dan super seksi menghiasi tubuh tante Vera sehingga bentuk lekuk-lekuk tubuh tante Vera
menjadi terlihat, dan bahkan garis-garis CD tante Vera kelihatan karena roknya yang sangat
ketat. Sejenak aku menelan ludah sebelum akhirnya tante Vera membuyarkan pemandanganku
itu. Cerita Sex Lainnya ada di Novelseks.com

�Ris tante minta tolong kamu antar Tia dan Lia kesekolah yaaa� pinta tante Vera. �Okkee
deeh tante� jawabku singkat. Lalu aku mengajak kedua anak tante Vera yang masih kecil
kemobil, dan aku pun mengantarkannya kesekolah. Diperjalanan aku mengantar Tia dan Lia,
kembali aku teringat kemolekan tubuh tante yang tadi aku lihat. Aku tak kuasa menahan
nafsuku hingga dalam perjalanan batang Penisku menengang sehingga kelihatan dari luar
celanaku karena penisku yang lumayan besar. Untungnya aku mengantarkan anaknya tante Vera,
jika yang kuantarkan adalah tante Vera bisa-bisa aku langsung menubruknya �pikiran kotor
itu yang terus mengganguku selama dalam perjalanan�.

Selesai sudah tugasku mengantar untuk hari ini. Kupacu mobil ke rumah tante Vera. Setelah
parkir mobil aku langsung menuju meja makan, lalu mengambil porsi tukang dan melahapnya.
Tante Vera masih mandi, terdengar suara guyuran air agak keras. Lalu hening agak lama,
setelah lebih kurang lima menit tidak terdengar gemericik air aku mulai curiga dan aku
hentikan makanku. Setelah menaruh piring di dapur.

Aku menuju ke pintu kamar mandi,
sasaranku adalah lubang kunci yang memang sudah tidak ada kuncinya. Aku matikan lampu
ruang tempatku berdiri, lalu aku mulai mendekatkan mataku ke lubang kunci. Di depanku
terpampang pemandangan alam yang indah sekali, tubuh mulus dan putih tante Vera tanpa ada
sehelai benang yang menutupi terlihat agak mengkilat akibat efek cahaya yang mengenai air
di kulitnya.

Cerita Sex Nyata Terbaru – Ternyata tante Vera sedang masturbasi, tangan kanannya dengan lembut digosok-gosokkan ke vaginanya. Sedangkan tangan kiri mengelus-elus payudaranya bergantian kiri dan kanan.
Terdengar suara desahan lirih, �hmhmhmhmmmm, ohh, arhh�. Kulihat tanteku melentingkan
tubuhnya ke belakang, sambil tangan kanannya semakin kencang ditancapkan ke vagina.
Rupanya tante Vera ini sudah mencapai orgasmenya. Lalu dia berbalik dan mengguyurkan air
ke tubuhnya. Aku langsung pergi ke ruang keluarga dan menyalakan televisi. Aku tepis
pikiran-pikiran porno di otakku, tapi tidak bisa. Tubuh molek tante Vera, membuatku
tergila-gila. Aku jadi membayangkan tante Vera berhubungan badan denganku. �Lho Ris, kamu
lagi apa tuh kok tanganmu dimasukkan celana gitu. Hayo kamu lagi ngebayangin siapa? Nanti
aku bilang ke ibu kamu lho.� Tiba-tiba suara tante Vera mengagetkan aku.

�Kamu ini pagi-pagi sudah begitu. Mbok ya nanti malam saja, kan enak ada lawannya.�
Celetuk tante Vera sambil masuk kamar. Aku agak kaget juga dia ngomong seperti itu. Tapi
aku menganggap itu cuma sekedar guyonan. Setelah tante Vera berangkat kerja, aku sendirian
di rumahnya yang sepi ini. Karena masih ngantuk aku ganti celanaku dengan sarung lalu
masuk kamar tante dan langsung tidur. �hmhmhmhmmmm.. geli ah� Aku terbangun dan terkejut,
karena tante Vera sudah berbaring disebelahku sambil tangannya memegang Penis dari luar
sarung. �Waduh, maafin tante ya. Tante bikin kamu terbangun.� Kata tante sambil dengan
pelan melepaskan pegangannya yang telah membuat Penis menegang 90%. �Tante minta ijin ke
atasan untuk tidak masuk hari ini dan besok�, dengan alasan sakit.

Setelah ambil obat dari apotik, tante pulang. Begitu alasan tante ketika aku tanya kenapa
dia tidak masuk kerja. �Waktu tante masuk kamar, tante lihat kamu lagi tidur di kasur
tante, dan sarung kamu tersingkap sehingga CD kamu terlihat. Tante jadi terangsang dan
pingin pegang punya kamu. Hmm, gedhe juga ya Penis mu� Tante terus saja nyerocos untuk
menjelaskan kelakuannya. �Sudahlah tante, gak pa pa kok. Lagian Aris tahu kok kalau tante
tadi pagi masturbasi di kamar mandi� celetukku sekenanya. �Lho, jadi kamu..� Tante kaget
dengan mimik setengah marah. �Iya, tadi Aris ngintip tante mandi. Maaf ya. Tante gak marah
kan?� agak takut juga aku kalau dia marah. Tante diam saja dan suasana jadi hening selama
lebih kurang sepuluh menit.

Sepertinya ada gejolak di hati tante. Lalu tante bangkit dan membuka lemari pakaian,
dengan tiba-tiba dia melepas blaser dan mengurai rambutnya. Diikuti dengan lepasnya baju
tipis putih, sehingga sekarang terpampang tubuh tante yang toples sedang membelakangiku.
Aku tetap terpaku di tempat tidur, sambil memegang tonjolan Penis di sarungku. Bra warna
hitam juga terlepas, lalu tante berbalik menghadap aku.

Aku jadi salah tingkah. �Aku tahu
kamu sudah lama pingin menyentuh ini..� dengan lembut tante berkata sambil memegang kedua
bukit kembarnya. �Emm.., nggak kok tante. Maafin Aris ya.� aku semakin salah tingkah. �Lho
kok jadi munafik gitu, sejak kapan?� tanya tanteku dengan mimik keheranan. �Maksud Aris,
nggak salahkan kalau Aris pingin pegang ini..!� Sambil aku tarik bahu tante ke tempat
tidur, sehingga tante terjatuh di atas tubuhku.

Langsung aku kecup payudaranya bergantian kiri dan kanan. �Eh, nakal juga kamu ya.. ihh
geli Ris.� tante Vera merengek perlahan. �hmhmhmhmmmm..shh� tante semakin keras mendesah
ketika tanganku mulai meraba kakinya dari lutut menuju ke selangkangannya. Rok yang
menjadi penghalang, dengan cepatnya aku buka dan sekarang tinggal CD yang menutupi
gundukan lembab. Sekarang posisi kami berbalik, aku berada di atas tubuh tante Vera.
Tangan kiriku semakin berani meraba gundukan yang aku rasakan semakin lembab. Ciuman tetap
kami lakukan dibarengi dengan rabaan di setiap cm bagian tubuh. Sampai akhirnya tangan
tante masuk ke sela-sela celana dan berhenti di tonjolan yang keras. �hmhmhmhmmmm, boleh
juga nih.

Sepertinya lebih besar dari punyanya om kamu deh.� tante mengagumi Penis yang belum pernah
dilihatnya. �Ya sudah dibuka saja tante.� pintaku. Lalu tante melepas celanaku, dan ketika
tinggal CD yang menempel, tante terbelalak dan tersenyum. �Wah, rupanya tante punya Penis
lain yang lebih gedhe.� Gila tante Vera ini, padahal Penisku belum besar maksimal karena
terhalang CD. Aksi meremas dan menjilat terus kami lakukan sampai akhirnya tanpa aku
sadari, ada hembusan nafas diselangkanganku. Dan aktifitas tante terhenti. Rupanya dia
sudah berhasil melepas CD ku, dan sekarang sedang terperangah melihat Penis yang berdiri
dengan bebas dan menunjukkan ukuran sebenarnya.

�Tante.. ngapain berhenti?� aku beranikan diri bertanya ke tante, dan rupanya ini
mengagetkannya. �Eh.. anu.. ini lho, punya kamu kok bisa segitu ya..?� agak tergagap juga
tante merespon pertanyaanku. �Gak panjang banget, tapi gemuknya itu lho.. bikin tante
merinding� sambil tersenyum dia ngoceh lagi.

Tante masih terkesima dengan Penisku yang mempunyai panjang 17cm dengan diameter 6cm.
�Emangnya punya om gak segini? ya sudah tante boleh ngelakuin apa aja sama Penisku.� Aku
ingin agar tante memulai ini secepatnya. �hmhmhmhmmmm, iya deh.� Lalu tante mulai menjilat
ujung Penis Ada sensasi enak dan nikmat ketika lidah tante mulai beraksi naik turun dari
ujung sampai pangkal Penis �Ahh.. enak tante, terusin hh.� aku mulai meracau. Lalu aku
tarik kepala tante Vera sampai sejajar dengan kepalaku, kami berciuman lagi dengan
ganasnya. Lebih ganas dari ciuman yang pertama tadi. Tanganku beraksi lagi, kali ini
berusaha untuk melepas CD tante Vera. Akhirnya sambil menggigit-gigit kecil puting
susunya, aku berhasil melepas penutup satu-satunya itu.

Cerita Sex Terbaru – Tiba-tiba, tante merubah posisi dengan duduk di atas dadaku. Sehingga terpampang jelas vaginanya yang tertutup rapat dengan rambut yang dipotong rapi berbentuk segitiga. �Ayo Ris, gantian kamu boleh melakukan apa saja terhadap ini.� Sambil tangan tante mengusap vaginanya. �OK tante� aku langsung mengiyakan dan mulai mengecup vagina tante yang bersih.

�Shh.. ohh� tante mulai melenguh pelan ketika aku sentuh klitorisnya dengan ujung lidahku.
�Hh.. mm.. enak Ris, terus Ris.. yaa.. shh� tante mulai berbicara tidak teratur. Semakin
dalam lidahku menelusuri liang vagina tante. Semakain kacau pula omongan tante Vera.
�Ahh..Ris..shh..Risr aku mau keluar.� tante mengerang dengan keras. �Ahh..� erangan tante
keras sekali, sambil tubuhnya dilentingkan ke kebelakang. Rupanya tante sudah mencapai
puncak.

Aku terus menghisap dengan kuat vaginanya, dan tante masih berkutat dengan
perasaan enaknya. �hmhmhmhmmmm..kamu pintar Ris. Gak rugi tante punya keponakan seperti
kamu. Kamu bisa jadi pemuas tante nih, kalau om kamu lagi luar kota. Mau kan?� dengan
manja tante memeRis tubuhku. �Ehh, gimana ya tante..� aku ngomgong sambil melirik ke Penis
ku sendiri. �Oh iya, tante sampai lupa. Maaf ya� tante sadar kalau Penisku masih berdiri
tegak dan belum puas. Dipegangnya Penis ku sambil bibirnya mengecup dada dan perutku. Lalu
dengan lembut tante mulai mengocok Penis.

Setelah lebih kurang 15 menit tante berhenti mengocok. Ris, kok kamu belum keluar juga.
Wah selain besar ternyata kuat juga ya.� tante heran karena belum ada tanda-tanda mau
keluar sesuatu dari Penisku. Tante bergeser dan terlentang dengan kaki dijuntaikan ke
lantai. Aku tanggap dengan bahasa tubuh tante Vera, lalu turun dari tempat tidur. Aku
jilati kedua sisi dalam pahanya yang putih mulus. Bergantian kiri-kanan, sampai akhirnya
dipangkal paha. Dengan tiba-tiba aku benamkan kepalaku di vaginanya dan mulai menyedot.
Tante menggelinjang tidak teratur, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan menahan rasa
nikmat yang aku berikan. Setelah vagina tante basah, tante melebarkan kedua pahanya. Aku
berdiri sambil memegang kedua pahanya.

Aku gesek-gesekkan ujung Penis ke vaginanya dari
atas ke bawah dengan pelan. Perlakuanku ini membuat tante semakin bergerak dan meracau
tidak karuan. �Tante siap ya, aku mau masukin Penis� aku memberi peringatan ke tante.
�Cepetan Ris, ayo.. tante sudah gak tahan nih.� tante langsung memohon agar aku secepatnya
memasukkan Penis. Dengan pelan aku dorong Penis ke arah dalam vagina tante Vera, ujung
kepalaku mulai dijepit bibir vaginanya. Lalu perlahan aku dorong lagi hingga separuh Penis
sekarang sudah tertancap di vaginanya. Aku hentikan aktifitasku ini untuk menikmati moment
yang sangat enak.

Kisah Sex Terbaik 2016 – Pembaca cobalah lakukan ini dan rasakan sensasinya. Pasti Anda dan pasangan akan merasakan sebuah kenikmatan yang baru. Ris, kok rasanya nikmat banget.. kamu pintar ahh.. shh� tante berbicara sambil merasa keenakan. �Ahh.. shh mm, tante ini cara Aris agar tante juga
merasa enak� Aku membalas omongan tante.

Lalu dengan hentakan lembut aku mendorong semua
sisa Penis ke dalam vagina tante. �Ahh..� kami berdua melenguh. Kubiarkan sebentar tanpa
ada gerakan, tetapi tante rupanya sudah tidak tahan. Perlahan dan semakin kencang dia
menggoyangkan pinggul dan pantatnya dengan gerakan memutar. Aku juga mengimbanginya dengan
sodokan ke depan. Vagina tante Vera ini masih kencang, pada saat aku menarik Penis bibir
vaginanya ikut tertarik. �Plok.. plok.. plokk� suara benturan pahaku dengan paha tante
Vera semakin menambah rangsangan.

13 menit lebih kami melakukan gaya tersebut, lalu tiba-tiba tante mengerang keras �Ahh..
Ris tante nyampai lagi� Pinggulnya dirapatkan ke pahaku, kali ini tubuhnya bergerak ke
depan dan merangkul tubuhku. Aku kecup kedua payudaranya. dengan Penis masih menancap dan
dijepit Vagina yang berkedut dengan keras. Dengan posisi memangku tante Vera, kami
melanjutkan aksi. Lima belas menit kemudian aku mulai merasakan ada desakan panas di
Penis. �Tante, aku mau keluar nih, di mana?� aku bertanya ke tante. �Di dalam aja Ris,
tante juga mau lagi nih� sahut tante sambil tubuhnya digerakkan naik turun. Urutan
vaginanya yang rapat dan ciuman-ciumannya akhirnya pertahananku mulai bobol. �Arghh..
tante aku nyampai�. �Aku juga Ris.. ahh� tante juga meracau. Aku terus semprotkan cairan
hangat ke vagina tante.

Bacaan sex top: Cerita Sex Harmonis Penis Guruku yang Perkasa

Setelah delapan semprotan tante dan aku bergulingan di kasur. Sambil berpelukan kami
berciuman dengan mesra. Ris, kamu hebat.� puji tante Vera. �Tante juga, vagina tante rapet
sekali� aku balas memujinya. Ris, kamu mau kan nemani tante selama om pergi� pinta tante.
�Mau tante, tapi apa tante gak takut hamil lagi kalau aku selalu keluarkan di dalam?� aku
balik bertanya. �Gak apa-apa Ris, tante masih ikut KB. Jangan kuatir ya sayang� Tante
membalas sambil tangannya mengelus dadaku. Akhirnya kami berpagutan sekali lagi dan
berpelukan erat sekali. Rasanya seperti tidak mau melepas perasaan nikmat yang barusan
kami raih.

Lalu kami mandi bersama, dan sempat melakukannya sekali lagi di kamar mandi. Itulah
pengalamanku dengan tante Vera. Ternyata enak juga bermain dengan wanita yang berumur
empat puluhan-an. Semenjak itu aku sering dapat telepon ajakan untuk berkencan dengan
tante-tante. Rupanya tante Vera menceritakan hal kehebatanku kepada teman-temannya ,
karena teman tante Vera pada penasaran dengan diriku seringkali aku di kejar kejar dengan
cara yang berbeda beda. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Ngentot Dewasa 2018 Obat Awet Muda Tante Erni

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Kejadian ini terjadi saat saya di kelas 3 SMP, nah saya perkirakan usiaku baru 14 tahun. Entah bagaimana perkembangan seks begitu cepat sehingga usianya begitu ssudah banyak menginginkan ngerasain yang baik. Nah itu semua karena teman saya nyokap kali dengan baik, karena teman saya nama saya tante Erni (biasanya saya panggil dia begitu) orang yang sangat cantik, ramping dan awet muda membuat saya bergetar.

Cerita Ngentot Dewasa 2018 Obat Awet Muda Tante Erni

Bibi Erni tinggal di dekat rumah saya, hanya 5 rumah yang berbeda, kini Bibi Erni cukup deket keluarga yang sama meski enggak ada relasi saudara. Dan bisa dipastikan apakah siang hari biasanya banyak ibu suka berkumpul di rumah saya karena hanya ngomong ngomongin apalagi suami sendiri. Nah Bibi Erni inilah yang membuat saya cepet gede (maklumlah anak masih puber biasanya suka cepet-cepet).

Biasanya Bibi Erni saat saya pulang ke rumah saya selalu memakai baju atau kadang celana pendek yang membuat saya ser .. ser .. ser .. Biasanya kalau sudah terlambat tuh ibu ingin berkumpul di ruang TV dan biasanya saya berpura-pura menonton TV hanya dengan lirik liris. . Bibi Erni entah secara tidak sengaja atau aku juga tidak tahu bola bisbol. Ia sering saat sedang duduk uh mengangkang, terkadang pahanya sedikit membuatku ser … ser lagi deh hmm.

Yang menyenangkan ngobrol apa yang saya sengaja sengaja saya juga tidak bisa mengerti, tapi pastinya saya terkadang sangat puas sebatas membayangkan kapan lagi tidur. Terkadang jika Anda meringkuk sampai tertawa terbahak-bahak yang duduknya Bibi Erni ngangkang ke dalemnya kelenturannya dobel (wah saya suka banget ya). Begitu saya hampir ketahuan lagi ngelirik wah merasa ada rasa takut malu sampai-sampai saya tidak bisa bicara tentang demam panas tapi Tante Erni malah diam malah malah menambahkan lagi gayanya. Cerita tipu daya terbaru

Nah dari situ saya sudah mulai sama seperti bibi Tuh yang satu itu. Setiap hari saya harus melihat celana paha yang sama dalem tuh bibi.

Saya juga sempat berjalan dengan ibu nginep ke atas di dalam villa. Para ibu hanya membawa anak mereka, nah kebetulan Mami saya ngsajak saya harus Tante Erni juga ikut wah juga asyik nih pikir. Pada hari ke 2 malam sekitar jam 8-9 mereka mengobrol di luar dek taman sambil membakar jagung. Ternyata mereka bercerita tentang hantu, ih dasar cerita ibu narratanya yang masih kaya, pas tante Erni mau ke toilet tapi dia takut. Tentu Bibi Erni di ketawain geng yang sama karena enggak berani ke WC sendiri karena di dalam villa enggak ada orang yang menjadi takut sampai-sampai ingin kencing di deket garden corner.

Lalu Bibi Erni menarik tangan saya, saya meminta ditemenin ke toilet, nah saya tetap menginginkannya. Pergilah ke vila bersama Tante Erni, saat aku di vila aku menunggu di luar WC er di Ernin benar-benar diundang untuk bergabung dengannya karena dia bilang dia takut.

“Lex temenin Bibi hanya menunggu di sini saja buka pintu enggaknya perlu ditutup, bibi takut ya”, kata Bibi Erni saat ia mulai jongkok.

Dia mulai menurunkan celana pendeknya ke betis dan juga celana dalamnya yang putih juga memiliki renda renda selutut. “Serr .. rr .. serr .. psstt”, kalau enggak salah jadi deh kedengarannya. Hatiku terserah pada waktu liat urin Bibi Erni, di hatiku, seandainya Bibi Erni mungkin ngasih liat terus pegang itu hmm. Sampai-sampai aku menatap Tante Erni.

“Heh kenapa kabarnya Lex diam saja jadi waspada nanti kesambet” kata Bibi Erni.
“Ah enggak ada bibi”, jawabku.
“Tentunya Anda masih berpikir enggak yah, benar-benar melihat ke bawah sini dan di sana?”, Tanya Bibi Erni.
“Nah kok Bibi, saya tidak pernah liat cewek kencing dan apa bentuk cewek?” Saya bertanya.

Tante Erni adalah ayam dan bangun tanpa mengangkat celananya dengan CD yang sama.

“Anda ingin melihat Lex? Ya Bibi mencintai tanah liat tapi jangan bilang betul ya Bibi enggak baik dengan Mama anda”, kata Bibi Erni.

Aku hanya mengangguk setuju. Lalu tangan saya dipegang ke vaginanya. Saya tambah naik turun sampai kedinginan karena kali ini saya hanya memegang pandangan yang sama dengan nama pussy. Bibi Erni membiarkanku memeluk vaginanya.

“Nah yah loh enggak beruntung lalu ibu-ibu lain kita dikirain ngapain lagi”.
“Ian Bibi”, jawabku.

Kemudian Tante Erni mengangkat celana dalamnya dan celana pendeknya kami terus bergabung lagi dengan ibu lainnya.

Cerita Ngentot Dewasa 2018 Obat Awet Muda Tante Erni

Keesokan harinya saya masih belum bisa melupakan hal itu tadi malam sampai saya kedinginan. Hari ini semua ingin berwisata dari pagi sampai sore untuk berbelanja dengan souvenir rekreasi. Tapi saya tidak ikutan karena bodi saya bukan enggak bagus.

“Lex, kamu tidak datang?” tanya mama saya
“Nah yah Mam aku tidak enak ya ya tapi aku minta di bawain kue mochi mah yah” kataku.
“Nah istirahat sudah baik jangan main-main lagi” kata Mami.
“Erni, kamu mau tolong jagain Alex nih yah, nanti kalau punya panen yang akan dibelinya di sini biar ku beli” kata Mami kepada Bibi Erni.
“Ya deh Kak aku jagain Alex tapi beli aku dongeng sayuran sama yah, aku mau bawa pulang besok” kata Bibi Erni.

Akhirnya mereka semua pergi, hanya aku dan Bibi Erni saja di vila itu, Bibi Erni baik juga sampai-sampai aku sarapan pagi pada jam 9 pagi waktu itu.

“Apakah Anda sakit Lex?” tanya Bibi Erni sambil nyuapin saya dengan bubur ayam buatan sendiri.
“Nggak tau ya bibi kepalaku juga pusing sama dinginnya panas aja nih enak” kataku.

Bibi Erni sangat prihatin dengan saya, hal ini diketahui pada usia perkawinan yang sudah 5 tahun dia belum diberkati dengan bayi apapun.

“Kepala mana Lex yang ada di bawah?” Suster Erni padaku.
Saya bingung, “Memang, bagian bawah kepala ada Bibi yang kepala kita hanya satu?” Jawabku polos.
“Itu tuh yang sering kamu tutup dengan segitiga keamanan,” kata Bibi Erni sambil memegangi si kecil.
“Ah Bibi bisa saja,” kataku.
“Eh, jangan sampai kamu sakit karena selamat malam yah” aku hanya diam saja.

Setelah sarapan saya dicuci air hangat oleh Tante Erni, saat dia ingin membuka celanaku, saya berkata, “Bibi tidak perlu deh. Bibi boleh saja Alex yang ngelap, saya malu dengan Tante”
“Tidak ada apa-apa, tanggung jawab kok” kata Bibi Erni sambil menurunkan celana dan CDku.

Dilapnya bayi kecilku dengan hati-hati, aku hanya diam saja.
“Lex ingin enggak pusing hilang? Biar aku bibi obatin yah”
“Pakailah apa Tan, aku tidak tahu obatnya” kataku polos.
“Jangan tenang saja,” kata Bibi Erni.

Lalu di cengkeraman batang penisku dan langsung membelai spontan saat itu juga penisku berdiri tegak. Sambil beringsut perlahan namun pasti sampai-sampai saya melayang karena pertama kali merasa seperti ini.

“Achh .. cchh ..” Aku hanya mendesah pelan dan tanpa sadar tanganku memegang vagina Bibi Erni masih berpakaian dengan celana pendek dan CD tapi Bibi Erni diam saja sambil tetap tertawa terus sambil mengocoknya. Kira-kira 10 menit kemudian saya merasa ingin kencing.

“Bibi sudah baik aku mau buang air kecil ya” kataku.
“Sudah, urin di mulut Bibi yah yah enggak sama sekali” kata Bibi Erni.

Saya bingung tercampur kagum melihat penisku dikulum di mulut Tante Erni karena Tante Erni tahu saya rela keluar dan saya hanya bisa diam karena rasanya enak.

“Hhgg..achh .. Bibi aku mau kencing ya ya” kataku sambil meremas vagina Tante Erni sehingga aku merasa berdenyut-denyut.
Tante Ernipun mengisap dengan agresif dan tubuh saya berkedut keras.
“Croott .. ser .. err .. srett ..” muncratlah air mani saya di mulut Tante Erni, Tante Erni langsung tersedot sambil menelan pria saya sambil menjilati. Dan aku merasakan beludru Tante Erni berdenyut begitu keras hingga aku merasakan celana bibi Eria basah dan agak basah.
“Bagus Lex, sakit kepala hilang?” kata Bibi Erni.
“Tapi Bibi aku minta maaf yah aku bukan bisbol yang baik Bibi ya ya karena Tante ..”
“Tidak apa-apa kok, kok ya urin kamu benar-benar kental, wangi lagi, baseballmu jangan goyang Lex?”
“Bukan bibi”

Tanpa disadari tanganku masih memegangi vagina Tante Erni.

“Loh tanganmu kenapa masih ada sih?”. Aku sangat canggung
“Tidak apa-apa, Bibi mengerti,” katanya padaku.
“Bibi tidak bisa baseball Alex menahannya lagi Tante” aku memohon Bibi Erni.
Bibi Erni mengeluarkan celana pendeknya, aku melihat celana dalam Bibi Erni basah entah bagaimana.
“Bibi ya?” Saya bertanya.
“Nah nama ini bukan bibi Lex nafsu kepada celana dalam celana dalam”.

Dia melepas celana dalamnya dan mengusap vaginanya dengan handuk saya. Lalu Bibi Erni duduk di sampingku

“Lex menahan nih enggak sama sekali tidak ada lap Tante” katanya. Saya juga mulai memegang vagina Bibi Erni dengan tangan sedikit gemetar, Bibi Erni hanya tertawa kecil.
“Lex, kenapa? Jangan goyah begitu kaya,” kata Tante Erni.
Dia mulai menahan penisku lagi, “Lex Tante menginginkannya.”
“Apa yang kamu inginkan?”
“Itu tuh”, saya bingung dengan permintaan Tante Erni.
“Hmm kalau tuh, bawa kamu masuk ke dalamnya bibi yang kamu inginkan?”
“Tapi Alex tidak bisa melakukannya”
“Baiklah, kamu biarkan aku bibi yang ajarin kamu yah” kata Bibi Erni padaku.

Mulailah tangannya membelai penisku untuk bangun lagi tapi aku juga tidak tinggal diam aku mencoba mengelus vagina Tante Erni dengan bulu tumbuhi halus.

“Lex jilatin donk sudah bibi yah” katanya.
“Bibi enggak tidak bisa, lalu muntah lagi”
“Coba saja Lex”

Bibi segera mengambil posisi 69. Aku di bawah, Bibi Erni di atas dan tanpa berpikir kedua Tante Erni mulai mengisap penisku.

“Achh .. hgghhghh .. Bibi”

Sebenarnya saya ada rasa geli, tapi saat mencium vagina Tante Erni tidak berbau apapun. Saya ingin juga menjilat bau vagina Tante Erni lebih sedikit seperti pandan yang harum (asli saya juga bingung bagaimana saya bisa begitu baik) Saya mulai menjilati vagina Bibi Erni saat tangan saya melepas kemeja u bisa melihat Tante Erni dan juga Lepaskan link BH-nya, sekarang kita sama-sama telanjang.

Bibi Erni yang masih asyik mengisap penisku masih layu kemudian Tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas penuh nafsu dan gemuruh.

“Anda kenal kucing bisbol bas Lex,” kata Bibi Erni.

Aku hanya menggelengkan kepalaku dan Tante Erni langsung menjilati leherku untuk menciumnya sampai-sampai aku goyang hebat, ciumannya terus sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus sampai ke selangkanganku dan penisku. mulai bereaksi mengeras. Dia menjilat paha bagian dalam saya dan saya hanya goyang hebat karena pada bagian ini saya tidak bisa menahan geli yang sangat menyenangkan. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya saat ia mengisap sirup dan juga terus sampai sejauh meski lubang pantatku menjilat sampai aku merasa anusku basah.

Saya melihat payudara bibi Erni keras, Tante Erni menjilati betis saya dan kembali ke bibir saya dikulumnya sambil tangannya mengguncang penisku, tanganku meremas payudara Tante Erni. Entah kenapa aku sangat ingin menjilat vagina Bibi Erni, Segera Bibi Erni aku berbaring dan aku terbangun, aku langsung kujilati vagina Bibi Erni seperti menjilati es krim.

“Achh .. uhh .. hhghh .. acch Lex sangat baik untuk menjaga Lex, yang itu isep jilatin Lex” kata Bibi Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.

Saya segera menjilatnya dan mengisapnya, banyak lendir yang keluar dari vagina Tante Erni tanpa sengaja ditelan oleh saya.

“Lex masuk donk bibi ya enggak pegang ya”
“Bibi bagaimana caranya?”

Tante Erni juga menyuruh saya untuk tidur dan dia berjongkok di penisku dan segera menancapkannya ke vaginanya. Bibi Erni naik turun seperti naik kuda yang kadang-kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante Erni berkedut hebat. Cerita Seks Bikin Pembaca Crot

“Lex Tante mau keluar nih eghh .. huhh achh” Eran Tante mengerang.

Saya juga diminta untuk naik pantat saya dan segera saya merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina Bibi Erni. Hmm benar-benar pengalaman pertamaku dan juga aku merasakan vagina Bibi Erni mungurut-penisku dan juga menyedotnya. Saya merasa Tante Erni adalah orgasme dan permainan kami berhenti sejenak. Tante Erni tidak menarik penisku dan membiarkannya masuk ke vaginanya.

“Lex nanti kalau mau kaya urin bilang iya” ajak Tante Erni padaku.

Saya langsung setuju tanpa mengetahui maknanya dan Tante Ernipun langsung menggoyang penisku dengan vaginanya dengan posisi seperti sebelumnya.

“Achh .. Bibi benar-benar baik achh .., gfggfgfg ..” kataku dan segera aku merasakan hal yang sama lagi.
“Bibi Alex kaya ingin buang air kecil niih”

Tante Erni segera terbangun dan mengisap penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa rasa malu ia tersedot dan segera menyemprot maniku cair untuk kedua kalinya dan seperti Bibi Erni yang pertama ditelan dan menyedot ujung kepala penisku untuk menyedotnya. Maniku dan akupun langsung pincang tapi ditemani kenikmatan kepalsuan.

Kami langsung mandi ke kamar mandi bersama dengan telanjang dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi Tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Saya melakukannya dengan hati-hati ke arah si besar Tante Erni. Selasai jam itu juga menunjukkan pukul 1 siang langsung untuk makan siang dengan telur dadar buatan Tante Erni, setelah itu kami sangat lelah untuk tertidur dengan Bibi Erni disampingku, tapi tanganku pun tergelincir di celana di Tante Erni. Kami bangun pukul 3 sore dan lagi kami melakukannya atas permintaan Tante Erni, tepat pukul 4.30 kami berakhir dan kembali mandi, dan para wanita pulang jam 6 sore.

“Lex kau lebih baik?” tanya ibuku
“Sudah mam, aku sudah pas ya nih ya” kataku.
“Anda suka makan apa Ni, si Alex sampai sehat” tanya Mami pada Tante Erni.
“Hanya bubur telur ayam omelet makan siang yang sama membuat saya hanya obat anti-panas” kata Bibi Erni.

Keesokan harinya kami kembali ke Jakarta dan di dalam mobil aku duduk di samping Tante Erni yang sedang menemaniku. Mami yang menyetir menemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobil aku masih mencuri miliknya milik Tante Erni.

Bahkan sekarang aku masih suka melakukannya dengan Bibi Erni saat rumahku kosong atau kadang ke hotel bersama Bibi Erni. Sesekali saya membiarkan sperma saya masuk dalam 3 kali. Kini Tante Erni telah memiliki 2 anak cantik. Saya baru tahu suami Tante Erni sedang mengalami ejakulasi dini. Sebenarnya sekarang saya bingung dengan status putra Tante Erni.

Nah, begitulah ceritaku sampai sekarang aku masih jadi PIL Tante Erni bahkan aku lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah saya juga menemani kenalan Tante Erni yang nasibnya sama dengan Tante Erni, memiliki suami yang berejakulasi prematur dan suka daun muda untuk pengobatan muda, dengan menelan air mani pemuda. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Novel Cerita Seks Hot Terbaru Tante Baik Banget Deh

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Perkenalkan pembaca, nama saya Andi 22 tahun. Kejadian ini sebenarnya terjadi setahun yang lalu, saat saya bekerja di perusahaan swasta. Saat itu saya masih kuliah di sebuah universitas di Jogja, di semester 7 saya harus melakukan magang / kerja praktek di sebuah perusahaan, kebetulan saya mendapat tempat di sebuah perusahaan swasta ternama di jakarta selatan.

Novel Cerita Seks Hot Terbaru Tante Baik Banget Deh

Nah, jika saya tinggal di sana, biaya hidup harus tinggi, bukan biaya asrama, makan satu hari? hari dan buat yang lain Karena itu, karena saya punya bibi yang tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan Cilandak, maka saya putuskan untuk sementara tinggal di tempat itu.

Bibiku bernama Silvi bibi, usianya baru 25 tahun, belum menikah baru-baru ini. Tapi karena suaminya yang bekerja di perusahaan pertambangan sering mendapatkan proyek di luar kota, sampai sekarang bibi saya belum punya bayi. Karena begitu sibuk sehingga suaminya, terkadang sampai 2 minggu bahkan 1 bulan dihabiskan di luar kota.

Bibi Silvi sebenarnya ingin bergabung dengan suaminya jika sudah fit lagi ke luar kota, tapi karena bibi Silvi juga wanita karir yang bekerja di bank swasta, maka diurungkannya niat untuk menjaadi ibu rumah tangga saja, sehingga bisa sering pergi dengan suami kemanapun pergi.

Bibi saya Silvi yang manis, enggak dieja lumayan juga alu juga alu ya enggak juga. Wajahnya bulat oriental, memiliki lesung pipi dan mata indah dengan tinggi badan 160 cm dan rambut lurus seperti bintang shampo saja, sehingga melihatnya berkali-kali tidak akan bosan. Itu tubuh yang fantastis, mungkin karena Anda belum pernah memiliki anak ya .. jadi sepertinya masih perawan tubuh ..

Rencananya saya akan mendapatkan kerja praktek selama 2 bulan, maka dalam 2 bulan itu saya meminta izin kepada bibi Silvi untuk sementara bisa tinggal di rumahnya yang juga kebetulan tidak jauh dari lokasi latihan kerja saya. Pertama kali dia mendatangi bibi Silvi, suaminya akan pergi ke Borneo untuk menyelesaikan proyek tambang selama 2 bulan, dengan wajah sedih, seorang bibi silvi menanggalkan suaminya untuk sementara waktu. Suaminya berkata,

? Cukup tenang ma, ada dek Andi yang mau tinggal disini .. ga perlu takut kan? jadi bisa nemenin begitu?

Bibi silvi hanya mengangguk. Rumah bibi Silvi cukup bagus, ada 2 lantai dan memiliki beberapa kamar. Tapi sayang pembantu rumahnya baru pulang ke rumah sehingga belum ada pembantu pengganti. Saya dipersilakan untuk tidur di sebuah ruangan yang dekat dengan kamar bibinya Silvi di ruang tamu. Kelihatannya sepi rumah ini, jadi saya rasa saya harus membuat suasana rumah bisa menjadi rame kecil .. biar rumah ini tidak hanya sekedar karaoke saja.

Minggu pertama, nampaknya suasananya masih biasa-biasa saja, meski pas lagi di rumah saya sering nyetel musik, nyetel film, atau gitar maen untuk menambah rame .. Tapi karena irama Bibi Silvi sehingga pas kantor langsung makan dan tidur, Ato cuman menonton TV terus saja tertidur, saya menjadi kurang familiar dan merasa nyaman. Tinggal di rumah sendiri, tapi sedikit ngobrol? Jumat saya pulang larut malam. Saat sampai di rumah, kebetulan bibi Silvi juga hanya nyampe di depan rumah, saya langsung bukain gerbang ke bibi silvi bisa langsung masuk mobilnya ke garasi.

Hari itu bibiku nampak lagi, wajahnya tampak pucat. Saya langsung berinisiatif untuk bikinin teh manis panas untuk bibi saya, pas bibi ke rumah langsung dia senderan di sofa panjang sambil menyalakan TV. Saya datang dan langsung nawarin teh yang saya buat tadi dan bibi silvi langsung meminumnya. Ga lama saya ngobrol dengan bibi, ga seperti biasa kayak tante gini .. Jawaban tante cuman kecapekan saja. Lalu saya ngobrol tentang praktik kerja saya di perusahaan itu oke, orang? orang-orangnya baik. Sambil menonton TV saya dan bibi silvi bercakap-cakap di sana-sini, sayang juga ya bibi saya sudah kawin tapi merasa seperti hidup sendiri ..

Ga berapa lama, kompor nasi goreng lewat, dan saya yang emang udah laper dari tadi segera beli dan juga beliin bibi yang juga belum makan malam. Setelah makan, saya mandi. Saya melihat bibi masih sangat lemes, makan juga ga keluar dan langsung ketiduran di sofa. Saya mencoba untuk membangunkan bibi saya untuk segera pindah ke kamarnya karena di luar dingin dan nyamuk banyak, tapi karena sudah lelah banget ga bisa dibangun. Setelah 1 jam, saya pikir kelelawar mindahin ke kamarnya, tapi tidak baik .. lalu karena kasihan juga, tanpa berpikir panjang lurus saya mengangkat bibi yang dipindahin ke kamarnya.

Ketika saya ingin meletakkan bibi saya ke tempat tidur, bibi saya terbangun dan tersenyum kepada saya, lalu berkata

? tante tidur di sofa juga gapapa, sudah biasa? Lalu aku bilang
? lebih baik di dalam bibi sendiri, keren di luar, nyamuk lagi ..? tante lalu beritahu saya.
? Oh iya, Ndi, apa lagi yang akan kamu lakukan? Saya pikir tante body pegel-pegel ya .. mau ga mijitin kaki bibi beberapa saat .. ?? tanya bibi Silvi.
? Hmm,? iya gapapa deh auntie, aku gak mau tidur koq ..!? Saya membalas.

Setelah beberapa saat saya keluar dari ruangan bibi, karena bibi akan mandi dulu biar sedikit singkat. Lalu aku dipanggil ke kamar bibiku, aku melihat bibi itu membuat piyama yang sudah siap untuk tidur, tapi sebelumnya
Tidur saya disuruh mijitin bahu, tangan, dan kaki bibi.

? Ndi, tante tolong pijitin sebentar ya .. Badan bibi Pegel banget ya .., daripada memanggil tukang pijat, mending kamu aja deh gapapa ..?. Aku langsung mijitin tangan bibi saya dulu, tanggannya mulus? Ada bulu berbulu yang tumbuh di tangan, yang membuat saya jadi nafsu aja.

Lalu aku melambaikan bahunya, dengan posisi bibiku menghadap ke bawah. Tubuh bibi saya putih murni dan benar-benar wangiii, ga tau keluar apa yang membuat sabun, harum banget .. Tante merasa nyaman karena pijatan saya enak .. sampai-sampai belum selesai kaki mijitin, bibiku sudah tertidur. Aku langsung ngambilin selimut untuk bibi. Setelah beberapa saat aku juga merasa mengantuk dan kembali ke kamarku dan tidur.

Keesokan paginya saya bangun agak seperti biasa, karena hari ini emang sabtu dan liburan emang perusahaan. Tau-tau di meja makan tersedia teh panas dan bubur ayam. Saya pikir,

? Nah, baek benar-benar nih bibi, sarapan dini hari sudah disiapkan. ? Setelah mandi, saya melihat bibi bibi menonton TV dan nungguin saya membuat sarapan bersama.

Saya langsung diajakin sarapan dan saya melihat bibi silvi sudah seer .. dan ga lelah lagi.

? Wow .. bibi saya sudah seger ya ..? Kataku .. Bibi kemudian mengucapkan terima kasih sudah mijitin sampe sampe ketiduran.

Setelah sarapan saya dan bibi saya ngobrol bersama sambil nonton TV lagi. Sore hari saya diajakin nemenin bibi belanja di supermarket dekat rumah. Setelah menghabiskan banyak, bibi saya tidur siang dan saya pergi ke ruangan untuk membeli mainan di laptop yang biasa saya bawa. Ga lama maen game, bete juga memikirkan saya. Lalu saya temukan aja koleksi film bokep koleksi saya dari unduhan dan dapatkan dari kampus teman saya. Ada indo, asia, sampe bule-bule. Kurang dari satu jam saya melihat sendiri menggunakan headphone membiarkan suaranya ga kedengeran kemana-mana, sampai burung-burung saya bolak-balik keras.

Hehehhe? Tau-tau bibiku masuk ke kamarku, dia bilang aku dipanggil-panggil tapi tidak menjawab, jadi bibiku langsung masuk ke kamarku. Aduhh? Aku tertangkap basah lagi nonton bokep, bibi mendekatiku, dan bilang,

? Kamu ya ndi, nonton sendiri aja .. untuk? untuk bibi dong !! ? Saya agak tidak nyaman, saya pikir bibi akan marah kepada saya, tapi hanya itu, saya diminta untuk menonton bersama di kamar bibiku.

Lalu kita berdua nonton film bokep bersama di kamar bibi yang cukup besar. Ga lama menonton, bibi saya langsung memegang guling. Saya pikir bibi saya sudah teransang .. tingkahnya jadi aneh .. saya jadi ga enak, sambil tersenyum saya awas, ajakan saya yang ngelihatku langsung nyubit saya, kenapa senyum-senyum sendiri ..

Lama menonton, sudah sekitar 1 jam-an, bibi nampaknya tidak tahan .. lalu tanya saya,

? Ndi, kamu itu ga? ? Saya sangat bersemangat, tau-tau bibi nanya-nanya ibu saya.

Aku hanya tersenyum menulis, tapi wajahku memerah .. lalu bibiku bilang,

Novel Cerita Seks Hot Terbaru Tante Baik Banget Deh

? Gapapa, jangan merah dong dong, biasa aja .. Kan tante cuman nanya, tuh tegang tegang kan tititnya? hihihi? kata bibi
? Engga papa bibi, bukankah itu memalukan? diliatin tante .. ??? Saya membalas.
? Nah, cemen .. ngeliat aja ga biarkan apalagi gituan .. ?? Andi emang sudah pacaran blom sih ?? ? tanya bibi
? ya udah do .. dooong tante? Jawabku gugup.

Lalu aku merindukan jawabannya

? Tidak punya pacar ya .. ?? masih dong perawan !! hhiihii .. apa mau bibi aja ya nih ??? .. bibi langsung berdiri dan sambil ngangkat rok, ngelepas celana dalemnya.

Lalu ngeliatin semuanya padaku ..

? Ya punya bibi .. masih bagus kan ??? jawab bibi

Aku sangat malu, tapi tetap saja aku liatin, .. Peluang kan ga dateng dua kali .. Memeknya keliatannya merah dan sedikit basah, mungkin karena filmnya terangsang lebih awal. Jembutnya cukup padat tapi rapi, mungkin karena sering dicukur dan dirapihin kali. Aku benar-benar gugup, hanya saja liat ini punya cewek langsung .. aduh rasa hatiku cepat berdebar !!. Penis saya menjadi lebih keras karena terangsang .. Ga panjang kupelorotin celana saya dan CD langsung jadi bibi Silvi ngelihat langsung penis saya yang sudah kencang seperti rudal.

? Baiklah dong jangan malu-malu .. ga Gentel kalo masih malu banget .. Tititmu lumayan juga ya .. sama kaya punya suami bibi .. hehehe .. cucunya ga pernah dicukur ya ndi ?? Kok kacau begitu ?? .. aku pegang ya ndi? kata bibi
? Iiii ya bibi, .. emang ga pernah dicukur .. blom aku mau nyukurin sih bibi .. aku elus ya punya bibi ..? Aku bilang, aku tidak gugup lagi.

Bibi saya segera membuka kancing dan roknya, lalu membuka bra nya ..

? Aku sangat kagum ama bibi, punya bibi yang baik ya .. aku mau jilatin nenen ya nih ..? Saya hanya ngejilatin abis nenenya belok kiri dan kanan .. ukurannya cukup besar, 36B.

Aku terangsang karena bibi silvi terus membelai pangkal pahaku. Sementara ngulum abis toketnya, tangan saya tidak berhenti membelai vagina bibi saya benar-benar emang alus banget, dan bulunya sering saya tarik-tarik ..

Jangan menggambar dong sayang, kan atit ..? Tanya bibi ? tapi bibi yang bagus ..? Saya membalas.

Saya ganti posisi saya, lalu saya jilatin pus pussy, lalu saya tarik bulu rambut ya, saya buka celah pussy, itil itilnya besar juga, jadi merah. Segera saya jilatin itilnya sampai sampe tante silvi menggelinjang kenyamanan. Segera saya memasukkan jari saya ke dalam vaginanya. Kukocok-kocok sampe keluar air, bibi saya nant ..

Ochh? ohh..uhhhh ?? Lalu aku mainin itilnya pake lidah, kepalaku langsug terpotong pahanya, karena bibiku keseluan. tidak lama kemudian,
? Bibi ingin kencing ya .. adhuuhhh? adhuuh ..? kata bibi

Lalu aku baru saja mengatakannya

? ya pipis aja disini gapapa tante ..? Saya membalas.
? Aahhhhh .. uuuhhhhh? enaaakkkk nghhhhhhhh? Suara bibi saya mendesah. Bibi kencing saya karena orgasme yang sangat kuat ..

karena airnya keluar sangat banyak .. sampai netes-netes. Abis ternyata ternyata, penis saya terguncang abis dan dikulum-kulum, ga berapa lama, hanya 3 menit saya langsung ngecrot ..

? Adhuhh bibi .. punya wajah bibi deh .. maaf ya ..? Bibi saya tersenyum dan terima kasih ..

Tidak lama kemudian HP bibi saya terdengar, ternyata suaminya dari kalelfen nelfon. Aku buru-buru mengenakan celana dan masuk ke kamar mandi.

Selesai dari kamar mandi saya langsung duduk di depan sofa sambil nonton TV. Sudah lama Auntie Silvi berteriak dari kamar ingin mengambil handuk untuk mandi? Bibi handuk putih kemana ya? ? Ternyata suaminya pernah nelfonin. Saya harap tidak ada yang terjadi nanya deh apapun.

? Oh di pengeringan di belakang bibi .. aku ambil apa ??? Saya membalas.

Tau-tau tiara Silvi dengan masih telanjang keluar dari kamarnya ke arah belakang rumah. Aku kagum ama bibi, gimana rasa malu ga yaa, mungkin sudah tahan waktu .. gapapa deh pikir aku, cantik tidak ada pemandangan. heheheh Bibi pergi langsung ke kamar mandi yang ada di kamarnya. Malam berlalu, jadi saya pergi tidur. Begitu pula, bibi Silvi juga tidur sehabis mandi.

Pada hari Minggu pagi, saya bangun dari tidur dan masih memimpikan kaki saya sangat legit .. Ketika saya akan mandi, keran di kamar mandi rusak, jadi saya mengetuk pintu kamar bibiku untuk mengambil mandi. Bibi Silvi baru saja bilang masuk karena ga terkunci. Aku langsung menuju

kamar mandi di kamar Silvi. Belum lama ini saya sedang mandi, tau-tau Silvi ketok-ketok pintu toilet,

? Ndi, buka sebentar dong ..? kata bibi

Saya yang lagi beruang mandi segera berhenti buka pintunya sambil ngeluarin kepala doang, karena masih telanjang. Bibi Silvi tiba-tiba masuk dan berkata

? Bibi sekarat kencing ya .. mau nonton bius peis ga ??, semante tante tidur ga pake CD karena sudah sekarat bangun jadi ga bisa ditangkap .. bukan kencing di kasur, ntar repot .. !!? jawab bibi sambil membuka piyamanya duduk di lemari.
? Nih liat punya tante lagi kencing .. lucu yaa .. Itil tante gede ga sayang ??? bercanda bibi

Aku segera terangsang .. penisku segera terbangun, dan bibi ngeliatin aja sampai peis abis. Saya sangat bersemangat. Setelah selesai buang air kecil, bibiku memegang tanganku, dan tanganku ditempelkan di vaginanya.

? Ayo kita mandi bersama sayang .. ntar semua bulu jembut kamu bibi rapihin .. kamu juga ntar gantian ya cemberin jembut tante .. kali ini tante mau ga jembutnya .. yah .. yahh ..? mengundang bibi Segera saya jawab? Ya bibi saya sayang ..?

Saya ngelus-elus toket dan pussy aja Silvi yang sudah bugil, begitu juga dengan bibi ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ng ngeng ng ngeng ng ngeng ng ngeng ng ngeng ng ngeng. Setelah tiba-tiba, bibi mengambil alat cukur biasa untuknya jembutnya.

? Sayang, bibi mencukur ya .. mau model kayak gimana ?? kalau bibi pengennya kamu, hmmmm .. shaved abis aja yah sayang .. baik banget .. ntar punya bibi mencukur abis juga .. ok ??? kata Bibi Silvi.
? ya deh aja aja .. apa yang penting bagus buat gituan ..? Saya bilang ..
? Looh .. kamu ngajakin tante gituan yaa ?? apa itu hayoo ?? apakah kamu mau ML ama tante ya ?? Apakah kamu nakal sekarang? Aku akan menyebutnya loohh ..? bercanda bibi
? Hehehehe ..? Jawabku sebentar.

Ga panjang bibi nyukurin abis jembutku yang gondrong, sekarang ga sama sekali ga bulu sama sekali.

? sekarang gantian yah sayang .. Memek tante sudah gatel nih udha mau dicukur .. Cukurnya hati-hati ya .. tidak ada tante lecet .. kalau lepuh ntar ga dapet rasi kamu .. !!? terancam bibi
? Sebelum saya mencukur pedang saya-gesekin ayam saya ke itilnya tante yah .. ganteng guncang ..? penisku lagi ngebeng kempempelin itilnya bibi Silvi, bibi Silvi melek huruf mudah melek.
? Punya bibi besar ite, dadi enak untuk mainan ya ..?. Kataku

Lalu aku langsung mencukur bibi diam Silvi perlahan pelan .. sesekali aku jilatin biar ga bosen .. bibi ku nampak sangat bahagia .. sekarang meme tante ga ga bulu sama sekali. Putih bersih dan saya bersihkan dengan sabun sirih, biar baunya .. jadi memek tante silvi lucu, tempel itilnya sedikit .. saya menjadi lebih terangsang saja. Abis adalah aku dan bibi silvi mandi bersama pake shower sambil berciuman pelukan sesekali aku goyang-goyang paku bibi pas pake pas mandi.

? uhh .. bibi yang sangat bagus .. romantis .. tante emang ga duanya? Kataku

Itu membuat saya mandi sangat lama sampai benar-benar terasa begitu tua. Abis mandi berdua kita keluar naked fashion ML di kamar tidur kamar tante silvi. Segera aku rebahin tante silvi, lalu aku kangkangin kakinya, aku jilatin pussy baru dicukur .. bibi silvi mendesah lega, kuremasremas toketnya sampai kenceng keduanya. Sungguh pagi yang indah ..

Ayo masuk? hanya coli aja ??? bibi terburu-buru Ternyata bibi saya tidak mampu menahannya.

Saya langsung genjot .. masukkan penis saya ke memeks tante silvi. Ternyata masih tikar .. hanya setengah panjang penis saya yang juga masih tikar, lalu saya masuk sampai abis .. ayunan ganteng silvi mengayunkan persik dewi persik jadi bikin saya seperti di dunia surga. bibi lezat .. ahhh .. uhhh..aaghhh? .plok .. plokk? ga lama, bibi sudah mau keluar .. crtt..ccrtt .. ppsss? keluar dari air kenikmatan dari memek tante yang lebih berdenyut ngenyot kontolku ..

? hangat .. enakkk ..? kata bibi

Saya mengubah posisi saya di bawah ini, seorang bibi silvi dengan goyang mengguncang penisku. Ga berapa lama, saya sudah mau keluar.

? Bibi .. saya mau kencing ya .. di dalem apa yang di luar ?? ahh ahh .. ?
? Ntar tunggu tante tante juga mau kencing .. ahhh .. uhhh..aggghhhrrr? ahhhh .. uuhhhhhh? mmgghhhhh? mmhmhmhhhhh nih tante mau kencing .. misalkan kita kencing bersama ..? crrooot .. crobrt? ssooorrr pssss agghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh? .. ?? saya dan tante silvi orgasm bersama .. Langung saya memeluk dan mencium bibi silvi dengan kencang .. dan ga saya keluar dari penis saya dari vagina seksi saya .. – situs seks dewasa dewasa lengkap, update novel seks, novel seks dewasa, novel xxx terbaru , novel cerita panas, novel cerita bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel janda hypersex, novel seks terpanas, perawan baru seperti telanjang.

Novel Cerita Sex Janda 2018 Gara Gara Mimpi Semalam

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Namaku Rom, dan aku janda. Saya menceraikan suami saya karena perselisihan. Sejak saya menikah sampai saya bercerai, saya tidak pernah berpaling kepada pria lain. Saat saya masih janda saya jatuh cinta dengan seorang pemuda. Aku dan dia saling mencintai, tapi cinta kita tidak bisa bersatu. Karena kedua orang tua kita tidak menyetujui hubungan tersebut. Meski aku dan dia saling mencintai, tapi kami sama sekali tidak melakukan hubungan intim. Cinta kita murni dan kita saling menjaga nafsu.

Novel Cerita Sex Janda 2018 Gara Gara Mimpi Semalam

Pada bulan april 2011 kami memutuskan untuk tetap menyendiri. Dia pergi bekerja di Bali dan saya keluar dari negara itu sebagai pekerja migran. Sebelum kita berpisah, kita saling berjanji untuk tidak menikahi orang lain, dan tidak akan pernah jatuh cinta pada orang lain. Kami berdua saling berjanji sampai sekarang.

Dia sudah berada di Bali, dan saya sudah berada di rantau orang. Dia pernah mengatakan bahwa dia tidak akan pernah melupakan janji itu. Begitu juga dengan saya, saya selalu ingat bahwa tubuh saya tidak akan pernah tersentuh oleh orang lain.

Sudah tiga tahun saya berada di negara orang. Dan kekudusan saya masih terjaga. Hari demi hari saya lewat, dan kesepian sepi semakin menekan jiwaku. Keinginan untuk bercinta dengan kekasihku semakin mengganggu ketenanganku. Merasa seperti bercinta datang ke hatiku. Saya mencoba menekan keinginan negatif, tapi semakin saya menjadi semakin banyak.

Kurang dari dua bulan yang lalu, tempat majikan perempuan saya bekerja di malam hari, dan ketiga anak yang saya jaga itu semua tertidur. Itu adalah saya dan majikan laki-laki saya yang masih terbangun. Dia menonton TV di kamarnya. Saya turun, karena saya ingin mengatur DVD, karena TV di kamar saya tidak memiliki DVD player. Saya menaruh kaset, sebuah film porno.

Saat film berlangsung sekitar 5 menit, saya mendengar langkah kaki turun dari tangga. Saya menduga itu adalah tuan laki-laki saya yang datang. Dan dugaanku benar.

Dia datang, rupanya dia ingin menonton juga, dia ada di mataku.

? Rom, movis apa yang kamu masukkan? Sepertinya sangat menarik! dia berkata.

Dapatkah saya menonton dengan Anda? Atau malukah kalau ada aku ?? Dia berkata lagi.

Terus terang saya memang merasa malu jika menonton film bersamaku. Tapi rasa malu itu aku tidak menunjukkannya padanya.

? Kenapa harus malu? Jika Anda ingin menontonnya silahkan, please? Kataku

Menonton tanpa henti ia berbicara tentang adegan di televisi. On-screen play berlanjut. Aku melirik ke master tuanku yang tidak tenang. Sesekali dia memindahkan kursinya ke kiri dan kanan. Ternyata ia mulai terangsang menonton film tersebut. Saya juga terpengaruh oleh adegan film tersebut, namun pura-pura seolah-olah saya tidak terangsang. Sering saya pergi ke toilet untuk buang air kecil.

Update Cerita Seks

Semakin lama stimulasi saya menjadi, apalagi setelah saya melihat wanita di TV itu karaoke dengan penis pasangannya. Wow .. saya benar-benar tidak tahan melihatnya. Tatapan saya mengarah ke tuanku dan bertanya,

Apakah kamu pernah melakukan hal seperti itu dengan ibu? Kataku

Tak pernah? Ibu tidak mau melakukan segala macam hal. dia berkata.

? Jika Anda menginginkan yang Anda inginkan? Tanyaku lagi

?Ya tentu saja! Tapi sayang, ibu tidak akan melakukannya untukku. Padahal aku memintanya. katanya lagi
Layar layar semakin panas. Dan nampaknya tuanku benar-benar terangsang. Mungkin dia tidak tahan melihat permainan yang sangat seru itu.

? Rom, kamu belum pernah melakukan hal seperti itu untuk waktu yang lama ?? dia berkata.

?Terus?? Saya bertanya.

? Tidak mengapa, saya hanya ingin tahu! dia membalas.

? Jika saya mau, habis dengan siapa ?? Saya bertanya.

? Siapa lagi yang akan jika tidak dengan orang yang berada di dekat Anda sekarang? dia membalas.

?Saya tidak mau. Aku terbiasa menonton gambar seperti itu, tapi kupikir itu normal. Tidak ada keinginan untuk melakukannya? Kataku

Meskipun saat itu saya sangat bersemangat, saya tetap menjaga perasaan tertutup.
?Apakah tepat?? dia berkata.

? Itu benar. Kenapa kamu terus bertanya-tanya? Kataku

Novel Cerita Sex Janda 2018 Gara Gara Mimpi Semalam

Lalu aku minta diri untuk naik ke lantai atas untuk tidur. Sesampainya di kamarku, aku tidak langsung tidur, aku sangat gugup dan merasa demam untuk mengganggu tidurku. Saya selalu mengingat adegan dalam revisi dan juga mengingat apa yang dikatakan tuan saya. Saya berpikir bahwa jika saya telah melakukan hal seperti itu dengan tuan laki-laki saya, mungkin perasaan saya akan keberadaan ilahi saya akan sembuh. Begitulah imajinasi saya berkecamuk dalam pikiran saya sampai larut malam sampai akhirnya saya tertidur.

Keesokan paginya jam 6 pagi saya bangun untuk menyiapkan sarapan pagi. Saya mendengar suara dari atas, nampaknya tuan laki-laki sudah bangun dan pergi ke dapur tempat saya berada. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia memegangnya. Saya hanya mengabaikan seperti saya tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya.

Sejak malam itu kekasih saya melonjak cepat, misalnya, jika saya menonton acara TV yang sedang berkembang, saya menjadi hebat. Tanpa sadar, tangan kiriku menurunkan perutku, dan bermain-main dengan klitorisku. Sementara tangan kananku meremas payudaraku. Aku meremas putingku dan menahan klitorisku seolah ada pria hebat yang melakukannya. Mm .. bagus .. Dan akhirnya aku mencapai klimaks.

Hari berlalu dan hati saya menjadi tak tertahankan. Berbagai cara melakukan masturbasi yang saya lakukan, tapi saya tidak pernah memasukkan apapun ke dalam wagina saya, karena saya takut keperawanan saya pecah. Meskipun ketakutan saya tidak berdasar, saya tetap tidak mau.

Setiap kesempatan yang selalu saya gunakan untuk membuat sukacita. Aku cepat mencapai klimaks saat aku melenggang sambil melihat gambar penis pria. Karena itulah setiap kali saya luang saya selalu pergi ke ruang komputer untuk melihat gambar penis disana. Saya selalu memilih gambar penis terbesar dan berotot dan bentuknya bagus. Ketika saya menemukan gambar yang saya inginkan. Saya langsung mengunci pintu ruangan lalu melakukan masturbasi di depan komputer sedemikian rupa hingga saya merasa puas dan mencapai klimaks.

Artinya, jika suatu hari saya melihat gambar penis di komputer saya, saya merasa sangat rindu, karena setiap hari gambarnya sedang berubah. Terkadang saya terbangun dengan gambar penis hijau besar tapi besar. Saya bayangkan, bagaimana jika penis besar benar-benar masuk ke dalam vagina saya! Mungkin rasanya sangat enak dan lezat.

Khayalan saya terus melambung, saya berharap suatu hari kelak bisa menikmati penis laki-laki saya. Saya akan melakukan sesuatu yang selalu dia rasakan, juga kenangan akan saya bahwa dia tidak akan pernah lupa dalam hidupnya. Tentu saja dia mau.

Saya juga berkhayal tentang menikmati penis orang kulit hitam atau orang kulit putih. Imajinasi saya menjadi gila, sampai saya tidak menyadari bahwa wagina saya mulai basah. Pembaca, mungkin kalian semua tidak terangsang saat membaca cerita ini dari saya. Tapi bagiku ini adalah awal dari pelanggaran janjiku kepada kekasihku. Saya harap kekasihku juga akan mematuhi semua janjinya.

Bagi tuan saya, jika Anda kebetulan membaca ceritaku, bolehkah Anda memahami semua maksud yang ada dalam cerita ini? Mudah-mudahan Anda akan mengerti isi hatiku yang telah saya simpan, karena tidak bisa meledak pada Anda. Bagi kekasih saya yang kebetulan membaca ceritaku, semoga anda tidak kecewa dengan apa yang telah saya lakukan. Mungkin Anda yang jauh juga melakukan hal yang sama seperti saya juga.

Pembaca adalah mimpi yang terbang tinggi. Memang ceritaku agak kuno, tapi saya tidak punya teman untuk berbagi pengalaman. Itu sebabnya saya menulis dalam acara [MA] ini. Semoga para pembaca sedikit terhibur meski ceritanya kurang panas dan isi dalamnya. Ceritaku agak pendek, tapi hanya itu yang terlintas dalam pikiran.

Saya tidak bisa berpikir lama lagi, mengingat saya merasa sangat berdosa kepada kekasih saya yang jauh sekali. Semoga dia tetap teguh menghadapi semua cobaan. Dan semoga dia mengerti dan memaafkan semua kesalahan saya .. – cerita gambar seks, update novel seks, novel seks dewasa, novel xxx terbaru, novel hot story, novel bokep story, novel cerita porno.

Novel Cerita Sex Terbaru 2018 Semakin Menggila Aku Dibuatnya

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Pengalaman seks saya yang luar biasa bagi saya karena ceritanya tidak disengaja dan berlangsung di pesawat terbang. Namanya hanya pramugari tentu saja bekerja di udara mulu dan seks juga dilakukan di udara, hahah.

Novel Cerita Sex Terbaru 2018 Semakin Menggila Aku Dibuatnya

Tapi sebenarnya, pengalaman seks yang satu ini luar biasa, sensasi yang saya dapatkan juga sangat menakjubkan, inilah cerita lengkapnya, saya sedang dalam perjalanan ke AS atau Amerika untuk keperluan bisnis.

Mungkin inilah keberuntungan saya, ya, karena saya terlahir sebagai anak yang kaya dan mengurus bisnis di luar negeri jadi saya sering ke luar negeri untuk keperluan bisnis, maka saya dudu di kursi bisnis, tak lama setelah saya merasa bosan terbang, karena waktunya sangat lama aku mendengar suara merdu di telingaku ..

? Permisi tuan? ? Suara lembut menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis tersenyum padaku.
? Apakah kamu dari dek atas? ? Aku mengangguk,? Ya? Mengapa? ? Aku mengintip label nama di dadanya.

Yufairana Sastri? wah nama indonesia nih! ? Saya hanya memeriksa untuk melihat apakah Anda memerlukan sesuatu, karena Anda telah melihat keluar untuk waktu yang sepi? ? dia menjawab dengan sopan.

? Dari indonesia kamu nak? ? todongku
? Kamu tahu? iya nih! Ayah Indo juga? ? tanya lagi.
? Uh kok kok sih sih? tidak terlalu tua, kenapa kamu dipanggil memanggil nama Saya joe? ?
? Oh? Saya faira Ayah eh? Kamu mau ke LA ya ? Lalu kita ngalor ngidul selama tiga puluh menit.

Dia telah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Berasal dari Bandung. Dia 23. Dia belum punya pacar. Kami mengobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba pramugari lain mendekatinya dan saat mereka mengobrol, saya mengambil segelas anggur yang disiapkan di dapur mereka.

? Baik? Aku pergi sendiri deh, hehe? ? katanya setelah temannya pergi. ? Kenapa kenapa? ? ? Reses? apakah aku beristirahat 3 jam? dan kehabisan jeda peralihan kedua ini. itu harus dua bersama-sama, tapi atasan saya bilang dia migrain jadi dia istirahat di kelas satu.

Mungkin kembali dalam 2 jam. Untung aja tidak penuh? ?
? Oh? begitu? iya nih? gapapa deh? Saya menemani anda Aku benar-benar bosan di atas? di sebelahku oom gemuk hanya mendengkur lagi? ?

Faira tertawa. Begitu lucu wajahnya saat tertawa. Dan aku mulai memeriksa mayatnya. Kira-kira 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya sangat putih seperti orang Jepang. ? Kamu benar-benar belum punya anak laki-laki ?? Tanyaku santai. ? Lagi ga disana karena orang terakhir itu sangat membosankan. Dia ga menyenangkan dan fashion lama? ?

Kemudian dia mulai berbicara tentang mantan penganutnya yang masih berpegang pada adat istiadat kuno, yang tidak suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah saat menceritakan kisahnya.

? Maafkan aku, aku ini cerita seperti ini? hihi itu adalah orang yang aneh Atau mungkin dia tidak tertarik pada saya? Mungkin aku terlalu jelek ya? ? katanya melamun.
? Tidak juga? Kamu sangat cantik? dan? ? Aku menatap matanya, seksi? Tubuh Anda benar-benar seksi. Daritadi aku membayangkan tubuhmu di belakang seragam? ? Saya menambahkan dengan berani. Kupikir aku mabuk karena minum dua gelas anggur putih.

? Periode? Kamu boong ya? Joe? Aku tidak seksi Token saya hanya 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh? ? Aku menatapnya dengan nafsu. 34B, tidak apa-apa? ? Jika Anda memberi saya fairat, saya mungkin bisa menilai tubuh Anda yang benar-benar seksi atau tidak? ? tantangku
Faira tampak terkejut. Tapi kemudian dia melihat ke kiri ke kanan, di sekitar kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis sepertinya sedang dalam tidur nyenyak. Dia tersenyum padaku ,? Apakah kamu yakin ? ? Sumpah? ? Kemudian Faira memberi isyarat untuk mengikutinya.

Dia kemudian mulai berjalan menuju toilet untuk pria cacat, yang lebih lebar dari toilet biasa. Dia menarikku masuk dan mengunci pintu dari luar. Di dalam toilet lebih ribut dari luar, mungkin karena suara mesin.

Saya langsung membuka bagian atas seragam pramantai nya. Dan lihatlah dada yang indah itu menantang. Dia mengenakan bra seksi berbintik hitam, putingnya kencang dari balik bra.

? Faira? Apakah kamu sangat panas ? Desisku saat dia mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang pink dengan bibir merah muda. Faira menciumku dengan penuh semangat, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet.

Tanganku menutupi dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra. Faira menghela napas pelan. Dia menciumku lebih dalam. Saya kemudian mencoba menarik roknya, dan sekarang ada tubuhnya yang langsing.

Tetap dalam celana dalam dan bra hitam transparan dan sepatu hak tinggi. Dia terlihat sangat seksi. ? Tuhan, kamu sangat seksi, sayang? ? Bisikku di telinganya.

Novel Cerita Sex Terbaru 2018 Semakin Menggila Aku Dibuatnya

Lalu tanganku segera sibuk membuka kancing bra-nya, dan menciumi lehernya yang indah. Faira mulai merasakan bagian depan celana jinsku, dan sepertinya senang menyentuh bagian yang sudah tegang. Setelah bra lepas, aku langsung mencium seluruh dadanya.

Kujilati putingnya mengeras dan dia mengunyah nikmatnya. Saya ingat, pacar saya paling suka jika saya berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena ada yang bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuat saya bersemangat.

Faira mulai mencoba membuka ikat pinggangku, lalu menyelipkan celanaku ke lantai. Dia menyentuh punggungku yang keras melalui petinju kainku, dan menyeka bola-bolaku. Bawa tubuh Faira ke westafel dan buka celana dalamku.

Aku mencium perutnya dan membuka pahanya. Bulu ayam jantannya sangat rapi. Mungkin dia suka bikini waxing seperti cewek di luar pada umumnya.

Kujilati memku knya dengan enak, sangat basah sekali. Dia menikamku dan melihat dari cermin, dia merasakan putingnya sendiri, dan memutarnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hiper, jadi mantan bosannya.

Aku meletakkan dua jari di tangannya, dan dia menjerit. Dia tersenyum padaku, sepertinya sangat menyukai apa yang kulakukan. Telunjuk dan jari tengahku melintas di fairway-nya, dan jempolku meraba-raba klitorisnya dengan kasar.

Dia membuka pahanya, membiarkanku melakukannya dengan bebas. Semakin cepat saya menggosok klitorisnya, semakin keras desahnya. Sampai-sampai aku takut akan ada orang yang mendengar dari luar.

Lalu tiba-tiba dia meraih kepalaku, dan sepertinya menyuruhku menjilat pikirannya.
? Ahhh? ahhh SAYA? M akan datang? Arghhhh? uhhh iya nih? iya nih? bayi? ? Dia mendesah dengan gembira saat lidahku menekan klitorisnya dengan kuat.

Dan jariku tergesa-gesa. Semenit kemudian, Faira benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah dengan cairan itu. Dia tersenyum dan mengambil jari basahku dan menjilat dirinya dengan senang hati.

Dia kemudian mendorong saya untuk duduk di toilet tertutup, dan membawa petinju saya dengan cepat. Dia duduk dan menyebalkan kontan saya yang tidak seimbang. Jemarinya dengan lihay menggosok biji saya dan sesekali menjilatnya.

Sejenak, aku merasa seperti sedang pacaran. Licking dan mengisapnya sangat kuat, memberi sensasi aneh antara sakit dan nikmat. Faira melepas paginya, dan duduk di pangkuanku. Dia menggerakkan tubuhnya untuk menggoyang konturku dengan penuh semangat.

Dadanya naik dan turun dengan cepat, dan terkadang aku mencubit putingnya dengan keras. Sepertinya dia menyukai sedikit kekerasan. Karena itu, saya memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisi saya berdiri, dengan kakinya melilit pinggangku.

Aku memegang pantatnya dan mulai menendangku dengan kasar. Faira tampak sangat menyayanginya. Dia mendesah sedikit dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena ribut-ribut, saya menggigit putingnya dengan keras. Dia berteriak,

? Oh? Joe? menggigit seperti itu Saya rasa ****** ..? Aku sedikit lebih keras dengan puting kirinya, dan aku mencicipi sedikit asin di lidahku. Tapi sepertinya Faira semakin terangsang. kontanku terus memompa mem * knya dengan cepat, dan aku merasa memsinya semakin menyempit? ? gila? Apakah Anda benar-benar mempersempitnya, Faira? Oh? gila? ? Dia tersenyum gembira.

Mungkin dia suka bahasa tubuh latian, karena dulu dulu menjadi guru BL, bisa bikin mem * knya jadi sempit jadi gini, dengan olahraga teratur. Aku masuk dan keluar lebih cepat, dan tiba-tiba mata Faira mengerut secara harfiah, dan dia menjadi gila, erangannya dan mendesah lebih keras sampai aku harus menutup mulutnya dengan satu tangan.
? Ah joe? Kamu? Bagaimana? soo? Ohh? saya akan datang aku akan datang? lagi? Arghhh? Ohhhhh uhhhhhh? ? Faira orgasme untuk kedua kalinya dan lemas ke bahu saya. Karena saya masih belum keluar, saya menarik isinya dari cairan yang banjir, dan mengembalikannya ke westafel.

Biasanya saat saya minum stamina saya suka lebih gila. Faira sepertinya mengerti apa yang saya maksud, dia melemparkan pantatnya, dan langsung menusuk wajah saya ke belakang.
Dia merenggut kesenangannya, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kita. Dia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya memudar dengan keringat, namun tubuh seksi terlihat sangat cantik.

Aku mulai memompa perlahan dan perlahan, dan tangan kiriku mencengkeram putingnya, dan memuntirnya dengan keras, sementara tangan kananku menepuk pantatnya sesekali. ? ya? Aku jalangmu Apakah aku benar-benar keras? silahkan? ?
Buset ga pikir penampilan manisnya di luar saja. Awalnya dia adalah orang yang kasar dan gila, orang kaya bule di bokep aja, saya pikir lebih terangsang. Semakin cepat aku menembus meme yang tumbuh semakin licin.

Tanganku bergerak, terkadang menggosok klitorisnya dengan cepat. Mayat Faira naik dan turun mengikuti irama kumisku, dan aku merasa horny untuk melihatnya bergumam dengan kata-kata kasar. konturku menjadi tegang dan terus berdebar dari belakang.
Dia ingin orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya tegang dan dia mengarahkan tanganku untuk menggosok klitorisnya lebih cepat. ? Ah? bayi? ya? Oh ya? ? Saya merasa lebih berlumpur oleh cairan itu.

Faira? Saya ingin keluar juga? ? ? oh tahan dulu cintai saya? kont * lmu? tahan itu !!!! Faira langsung membalikkan tubuhnya, dan membuat kesal kontingenku dengan rakus. Dia mengisapnya ke atas dan ke bawah dengan cepat seperti permen, dan dalam beberapa detik, menyemprot cairan saya ke mulutnya.

? ArGGGhhhh !! Oh ya !! ? Gerutanku terhenti. Faira mengisap sisi saya dengan senang hati, meninggalkan sedikit rasa sakit di ujung wajah saya, tapi dia tidak peduli, tangan kirinya menempel topengnya dan dia benar mengocok kontur saya dengan gerakan bertahap.
Kakiku lemas dan aku duduk di kursi toilet yang tertutup. Faira berlutut dan menjilat semua kontingenku dengan rakus.

? Anda takut tidak, jika saya katakan, saya sangat menyukai pria sperma? bisiknya dengan suara manis. Di sela-sela embusan saya, saya menggelengkan kepala dengan penuh kenikmatan. Crazy kali mantannya, ga mau cewek panas yang sama seperti ini? !!

Setelah Faira menjilat bersihku, dia mengenakan jinsku, lalu mengenakan seragamnya sendiri. Dia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan riasannya dari sana. Dalam waktu 5 menit, dia sudah terlihat seperti pramugari manis yang pertama kali saya lihat, bukan wanita seks gila sekarang. Dia memberi isyarat agar saya diam, lalu perlahan membuka pintu toilet.

Setelah yakin aman, dia keluar dan saya mengikutinya dari belakang.
? Baiklah, Tuan Joe? Saya harus bersiap-siap untuk makan berikutnya, mungkin Anda ingin beristirahat? ? dia menggoda dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum sampai di dek atas, aku mencubit pantatnya dan dia menciumku dengan sangat panas.
Setelah penerbangan itu, dia memberi saya nomor telepon hotelnya di LA, dan kami melakukan hubungan seks setiap hari. Ternyata Faira sangat hiper seks dan bisa orgasme hingga sembilan kali sehari. Sementara saya hanya bisa bale 2 kali sehari.

Dalam penerbangan kembali ke LA, saya mengupgrade kursi saya ke kelas satu, karena dia berada di kelas satu. Dan sekali lagi kita berhubungan seks di toilet, dan kali ini hampir menangkap rekan kerjanya. Kita masih sering bertemu sampai hari ini. Jika saya pergi ke kota tempat dia tinggal.
Pacar saya? Masih jalan juga? jadi punya dua cewek deh? – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.