Cerita Dewasa Persetubuhan Gadis Indo Sama Bule

Cerita Dewasa Persetubuhan Gadis Indo Sama Bule – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa 2016 Pesta Sex Pasutri IndoCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Sebut saja namaku Tina, sudah setahun lebih ini aku pindah sekolah ke luar negeri, tepatnya di New York Amerika Serikat. Hidup di New York bersama abang memang cukup nikmat, paling tidak di sekitar apartemen kami lokasinya aman dan bersahabat, dan tidak perlu khawatir jika kebetulan aku jalan sendirian di malam hari. Sekolahku adalah SMA publik, dan murid-muridnya keren-keren, datang dari berbagai ras.

Koleksi Cerita Porno 2016 Gadis Indo Dengan Bule
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Gadis IGO Bispak Bugil Terhot

Cerita Sex Terbaru 2016 | Hari-hariku biasanya diisi dengan sekolah, pergi ke tempat-tempat nongkrong anak SMA, biasanya toko Fast Food, kerja sambilan sebagai pelayan di restoran Oriental dekat rumahku (yang kadang-kadang juga tempat nongkrong anak-anak seusiaku), kerja sukarela sebagai pengawas perpustakaan, serta kegiatan ekstrakulikulerku sebagai anggota klub sepakbola wanita dan kelompok drama. Ada beberapa anak dari Indonesia juga di SMA-ku, hanya aku jarang bertemu dengan mereka di sekolah.

Baru-baru ini kelompok drama sekolahku mengadakan kunjungan wisata ke Ibukota di Washington DC. Seorang gadis baru bernama Cintya baru saja mengikuti kegiatan ini. Aku sebenarnya sudah beberapa kali melihat Cintya di sekitar sekolah dan sudah lama merasa cukup iri dengan kakinya yang panjang serta matanya yang tajam dan seolah selalu penuh gairah. Cintya adalah seorang Latina, sebab kedua orangtuanya berasal dari Puerto Rico.

Saat pertama kali kulihat Cintya di sekolah, aku jadi teringat dengan acara-acara TV minggu siang yang sering disaksikan oleh pembantu dan supir di tempat kostku dulu di Bandung seperti Maria Mercedes dan sebangsanya. Nah, saat perjalanan wisata ke Washington di atas bis dan kebetulan duduk sebangku, kami berdua segera menjalin persahabatan baru. Bercakap-cakap dengan Cintya benar-benar menarik sebab dia benar-benar supel dan pintar berbicara.

Cerita Ngentot | Di tengah diskusi mengenai simpatinya terhadap kondisi Indonesia, kusempatkan diriku untuk mengamati rupa teman baruku. Sepertiku, Cintya berbadan semampai. Rambut lurus dan alisnya berwarna coklat muda, rambutnya sedikit lebih panjang dan kulit Cintya jauh lebih pucat dari kulitku yang kuning. Bibirnya yang berbentuk mungil berwarna merah muda dengan hanya polesan sedikit lipstik saja dan bergerak-gerak secara menawan saat Cintya berbicara dengan logat latinnya yang nikmat didengar.

Seperti murid-murid keturunan Spanyol lainnya di sekolahku, gaya berpakaian Cintya benar-benar santai, seperti celana pendek, dan kaos oblong tangan panjang, namun potongan depannya pendek yang berakhir di atas bagian pusar, sehingga dadanya yang membusung membuatnya tampil benar-benar feminin dan eksotik. Kaus kaki Miki Tikus warna putih menutupi sebagian betis Cintya, sepatunya model santai seperti Converse, dan Cintya mengenakan seuntai kalung perak sebagai aksesoris.

Sementara telinganya ditindik tiga dengan giwang-giwang kecil diatur artistik. Namun yang bikin aku benar-benar seperti terhipnotis adalah tatapan mata biru jernih Cintya yang menyorot tajam, mengundang, dan benar-benar hidup. Jika ada yang mengamati, mungkin kami berdua akan tampak cukup menarik sebab aku sendiri menjaga penampilanku cukup konservatif walaupun di Indonesia mungkin lumrah saja melihat gadis remaja delapan belas tahun mengenakan turtle neck, rompi dan rok selutut dan rambut kuncir kuda.

Tak lama setelah kami mulai berbicara, hilanglah sudah minatku terhadap kunjungan wisata ini. Sementara waktu berlalu, kami mulai saling menyentuh tangan atau kaki satu dengan lainnya saat ingin menekankan apa yang kami bicarakan. Sentuhan-sentuhan yang mulanya tanpa niat apapun ini lama-lama mulai menelantarkan diri, sampai akhirnya, kami mulai berbicara mengenai seks. Kami saling bertukar pengalaman, dan aku benar-benar terpesona oleh perbedaan kebudayaan dan latar belakang kami berdua.

Kata Cintya, dalam masyarakat Hispanik (ras keturunan campuran Spanyol dengan penduduk asli Amerika) sudahlah menjadi standar bagi remaja mereka untuk kehilangan keperawanan atau keperjakaan pada umur sekitar 15 tahun. Setahun di Amerika, banyak pandangan mengenai seks dan hubungan romantis yang dulu kupunyai di Indonesia berubah menjadi sedikit lebih santai. Walaupun aku masih belum sampai sejauh bersanggama, pacarku di sini kadang-kadang menelusuri bagian-bagian tubuhku yang tadinya kuputuskan �off-limit� bagi pacar.

Biar bagaimanapun, toh aku masih orang Timur. Di kota seperti New York, walaupun kebudayaan Barat lebih toleran terhadap hubungan kelamin pranikah, toh umumnya remaja hanya berhubungan dengan satu pasangan saja sekitar paling tidak enam bulan, mungkin karena kewaspadaan terhadap penyakit. Mendengar penjelasanku mengenai norma masyarakat di Indonesia, Cintya mengangguk-angguk, dan menyatakan bahwa pandangan seperti itu ada baiknya juga.

Dia pun kemudian mulai bercerita mengenai pengalaman-pengalaman masa lalunya, sentuhan-sentuhan nyasar kami semakin sering. Kami mulai saling menggoda secara fisik, dan sebelum bis kami bergulir memasuki batas kota Washington DC setelah hampir seharian perjalanan, hanya ada satu hal dalam benakku: untuk berhubungan intim dengan Cintya. Saat memasuki hotel, kami mengatur untuk membagi ruangan yang sama. Senja itu, kami berkeliling dan melihat tempat-tempat bersejarah terkenal.

Selesai mandi dan makan malam, bersama sekelompok dari murid-murid, aku dan Cintya pergi menyaksikkan sebuah film berjudul �Scream�. Ketika di layar ditunjukkan sebuah bagian film yang menakutkan, kami berdua saling berpegangan tangan dan Cintya memelukku erat. Selesai bagian tersebut, Cintya meletakkan tanganku ke pahanya yang tak tertutup. Kami berdua kebetulan memakai rok pendek, dan beberapa menit kemudian Cintya mencoba merubah sikap duduk dan merenggangkan kakinya, serta membimbing tanganku di antara kedua kakinya.

Lalu ia bergerak dan secara perlahan mengusapkan tangannya ke bagian dalam pahaku. Kulepaskan pekikan kecil ketika Cintya menemukan apa yang diinginkannya. Sementara kami berpura-pura menonton film, kumain-mainkan rabaanku di celana dalam bagian depan milik Cintya sampai kubuat dia basah sementara ujung jarinya bergeser naik dan turun di bagian yang sama dari celana dalam milikku, mendorong kain yang tipis itu ke dalamku. Tidak mengambil waktu lama sebelum kami berdua mulai saling mencari satu sama lain.

Kami mulai bernafas kencang dan berat, dan tak bisa disangkal lagi, di udara mulailah muncul bau kewanitaan basah yang cukup jelas tercium. Salah seorang gadis satu sekolahku duduk di deretan belakang kami. Ia menggeser diri di antara bahu kami dan berbisik,

�Kalian berdua merpati cinta sebaiknya mulai berhenti sebelum semua orang mulai menonton kamu dan bukan film ini!� Gadis itu betul, kami benar-benar mulai terbawa situasi.

Secara ogah-ogahan kami pun berhenti. Pada menit yang sama Cintya menarik jarinya keluar dariku, kusadari bahwa aku benar-benar menginginkannya kembali di dalamku. Setelah mengatur nafas, Cintya mendekatiku dan berbisik,

�Nanti!�
�Aku tak sabar menunggu�, bisikku balik, sedangkan hidungku menghirup aroma intim Cintya yang membalut jariku.

Kujilat bersih jariku dan kugenggam tangan Cintya sampai pertunjukan berakhir. Pada saat itu aku sudah benar-benar menjadi terangsang, sisa film yang kami tonton itu tidak ada yang kuingat barang sedikit pun. Kembali ke hotel, kami praktis berlari ke kamar kami, benar-benar tak sabar untuk melanjutkan perbuatan yang terpaksa kami tinggalkan. Bergegas-gegas aku berganti mengenakan kimono katun tidurku yang berwarna gelap dengan corak tradisional Flores sementara Cintya menanggalkan kaos oblong dan rok pendeknya.

Baru kusadari bahwa selama ini Cintya tidak mengenakan bra. Sementara aku bengong menatapi dada Cintya yang betul-betul mulus dan berbentuk sempurna, Cintya memuji keindahan corak kimono katunku dan memintaku untuk membawa oleh-oleh seperti itu jika aku kembali dari Indonesia. Kutunjukkan sebuah cincin yang kubeli dari toko suvenir Indonesia di dekat kedutaan sore hari itu pada Cintya. Direbutnya cincin itu dan dia berkata,

�Hahah.. dapat!�
�Hey, kembalikan!� Kukejar Cintya mengitari ruangan sampai akhirnya kutangkap dia di pojokan.

Tiba-tiba dibalikkan badannya dan di mukanya muncul raut nakal sementara tangannya bertolak pinggang.

�Mana cincinnya?� tanyaku.
�Entah. Coba saja periksa sendiri�, kata Cintya sambil menunjukkan kedua telapak tangannya yang kosong sambil tertawa-tawa kecil.

Karena Cintya saat itu bertelanjang kecuali untuk celana dalam model bikininya, hanya ada satu tempat untuk mencari.

�Kamu ini benar-benar nakal�, seruku sambil menatap matanya yang bersinar-sinar bandel, benar-benar menikmati permainan kecil kami.

Pandanganku menyapu wajahnya yang karena berkeringat dan merona merah terlihat benar-benar spektakuler, dengan ujung hidungnya yang runcing dan lesung pipitnya yang molek. Lalu kuturunkan pandangan melewati lehernya yang jenjang, dan dadanya yang naik turun. Sedikit gerah setelah berlarian dalam kamar hotel yang bertemperatur sejuk itu membuat puting Cintya yang berwarna merah muda segar menegak penuh. Kutatap kembali wajahnya sementara kutautkan jariku ke bagian atas celana dalamnya, menarik tali elastis di situ sampai nampak rambut-rambut lembut lurus kecoklatan berjarang-jarang di bawah pusar Cintya.

�Di bawah situ, mungkin?� tanyaku.
�silakan mancing ikan.� Cintya melangkah mendekati, cukup dekat untuk membuat dada kami bergesekan.

Perlahan kugerakkan tanganku lebih jauh ke bagian bawah dari perut Cintya yang betul-betul rata dengan sedikit lengkungan feminin dan menyelipkannya ke balik celana dalam Cintya. Ujung-ujung jariku menyentuh rambut-rambut lembutnya dan gelitikan lembutku membuat postur berdirinya lemas, menengadah dan mendesah.

�Apakah ini cukup hangat?� tanyaku.
�Betul, betul.� Dipejamkannya kedua mata dan kepalanya semakin menengadah saat jari-jariku bergeser lebih jauh ke bawah sampai seluruh permukaan kelamin Cintya terlindung oleh telapak tanganku.

Ia masih cukup lembab hasil dari perbuatan kami di cinema. Cincinku yang hilang tentu saja tersembunyi di celana dalamnya, namun aku tetap berpura-pura mencari-cari benda tersebut.

�Dimana, sih cincin ini?� Kunikmati reaksinya terhadap sentuhanku, kudorong selangkangannya ke dalam telapak tanganku. �Sepertinya perlu diselidiki lebih dalam, nih..� godaku.
�Lebih dalam lebih baik�, Cintya menyahut sambil mengerang.

Kubiarkan jemariku menerobos lipatan-lipatan lembutnya dan segera kurasakan sumber kebasahannya.

�Mungkin bersembunyi di sini�, lanjut godaanku.

Kedua dada kami saling menekan dan mulut kami hanya terpisah jarak seinci. Benar-benar kuingin menciumnya, dan kurasakan badanku bergetar, tak pernah dalam hidupku aku sedekat ini dengan seorang gadis lain. Tapi kuputuskan untuk memperlambat permainan kecil ini,

�Itu sih terlalu mudah�, kata Cintya.
�Perlu cari tempat persembunyian yang lebih bagus, nih.�
�Contohnya dimana?� kataku sambil menyengir lebar.
�Kira-kira berapa panjang lidahmu?� tanyanya. Kuleletkan lidahku.
�Kira-kira sejauh itu dalam memek saya�, katanya dan kami berdua tertawa keras.
�Cintya, kamu ini benar-benar mesum. Kamu bakal menjadikan kita berdua sepasang lesbian lipstik!� Secara lembut diremasnya bagian dada kimonoku, dan dibisikannya,
�Oh, kau pikir itu benar-benar hal yang jelek? Akui saja Tina, kau sebetulnya benar-benar ingin mencobanya, kan?� Bisa kurasakan kehangatan nafasnya menghembus wajahku saat kami berdua saling bertukar pandang.
�Well..� Ujarku malu-malu, bermain �susah dijerat�.
�Sepertinya sih sudah pernah kupikir hubungan lesbian mungkin satu atau dua kali.�
�Biar bagaimanapun�, kata Cintya,
�Semua orang tahu bahwa adalah wajar bagi cewek-cewek untuk bereksperimen satu sama lain. Di samping itu, hampir semua cewek yang saya kenal melakukannya setiap waktu. Tahu tidak?� ujarnya sambil mempelajari rautku.
�Apa?� kataku
�Kau benar-benar cantik. Unik. Kau punya mata yang hitam benar-benar menarik. Apalagi kau datang dari tradisi yang cukup kekolotan. Bikin kau lebih mengundang. mm.. apakah rata-rata cewek Indonesia payudaranya langsing seperti ini?�
�Uh, iya�, kataku, tak sadar kulonggarkan tali pinggang kimonoku, mengakibatkan terbukanya bagian dadaku.

Perlahan Cintya memijit kedua puting payudaraku, dan kurasakan memanasnya di bagian antara kedua pahaku.

�Toh lagi pula kita berdua perempuan, jadi nggak mungkin hamil. Sama seperti kegiatan menggesek memek sendiri..� lanjut Cintya.

Cintya memperkeras pijitannya, dan napasku mengencang, kuhirup udara dengan tersendat-sendat, sementara untuk berdiri tegak aku mulai tak mampu.

�Oh, kalau masturbasi, sih, aku benar-benar suka�, kataku.
�Bagus, sebab dengan cewek lain, masturbasi jadi jauuh lebih menarik dibanding sendirian.� Disambarnya ikat pinggang kimonoku yang sudah memang longgar, menjadikan seluruh tubuhku terekspos.

Dengan penuh gairah dirangkulnya pinggangku sementara kakiku menggeser, menyentuh langsung selangkangan Cintya yang lembab. Tangan Cintya mulai melingkar, menjelajahi bagian belakangku. Diiringi senyum nakalnya, Cintya menarik bagian belakang celana dalamku, membuat bagian selangkangan celana dalamku menjadi tertarik lebih ke dalam. Tekanan yang dirasakan oleh klitorisku yang mulai membengkak hampir membuatku orgasme di tempat, sementara kurasakan kedua badan kami seolah meleleh, bercampur satu sama lain.

Tak lama kemudian Cintya memasukkan lidahnya ke dalam mulutku, dan kulumat dengan erat lidah kekasihku yang baru ini.

�Masih ingin main sembunyi cincin?� tanya Cintya menggoda.
�***** the ring!� (Persetan dengan cincin itu!) semburku sementara tanganku kembali menyelinap ke dalam celana dalamnya.
�I�d rather you ***** me instead�, sahut Cintya, suaranya menyerak seksi, nafasnya panas di telingaku.
�Lalu tunggu apa lagi?� kataku sembari meraih tangannya.

Kami pindah ke sebelah ranjang dan menanggalkan apa yang tersisa di badan kami (kecuali celana dalamku). Cintya benar-benar terangsang, cairan-cairan kelembaban mulai menetes dan bergulir di pahanya. Seluruh tubuhku mulai bergetar penuh antisipasi, terlebih saat kubayangkan betapa lezatnya jika kuletakkan kepalaku di antara kedua pahanya. Cintya naik ke atas ranjang dan menyandarkan diri ke dinding. Lalu dengan kedua jarinya dipisahkannya kedua bibir memeknya, dan dengan penuh nafsu kusaksikan jarinya yang lain menerobos masuk.

Setelah mengaduk-ngaduk beberapa saat jari lentiknya benar-benar basah, dan Cintya mengeluarkan jarinya, mengacungkannya di depan mukaku, membuat isyarat �mendekatlah�.

�Ayo, kita bersenang-senang malam ini�, undang Cintya seraya mengangkat kaki kirinya ke dekat wajahku dan memain-mainkan jemari kakinya yang mungil.

Ketika kutanggalkan celana dalamku, kusadari bahwa bagian selangkangan celana dalamku ternyata sudah kuyup. Tadinya hendak kulempar begitu saja celana dalamku itu, namun Cintya berseru,

�Tunggu Tina, kesinikan kau punya celana dalam itu!� Kulemparkan celana dalamku, dan segera setelah menyambutnya Cintya mendekatkan celana dalam itu ke hidung mancungnya sembari menghirup dalam-dalam aroma sekresi kewanitaanku.
�Oooh, bau kamu betul-betul sedap!�
�Memangnya sudah kebiasaanmu, yah, menciumi celana dalam milik cewek lain?� tanyaku seraya tersenyum lebar.
�Oh, cuma mereka-mereka yang bakal saya entot�, katanya sambil mengedipkan sebelah mata.

Cintya mengusap-usapkan bagian selangkangan celana dalamku yang basah kuyup ke hidung dan mulutnya sementara matanya mengawasiku, yang mulai mengecupi jari-jari kakinya. Kususupkan lidahku di antara setiap jari, kukulum, dan Cintya mulai tertawa-tawa geli campur nafsu. Lalu mulailah kutelusuri kakinya yang panjang dengan bibirku, dan berhenti ketika aku sampai di bagian dalam pahanya. Kujilat, kukecup, dan kugigit lembut kulitnya yang putih mulus.

Ya ampun, Cintya betul-betul lembut! Kuciumkan kecupan-kecupan kecil mengitari kelaminnya, dan dengan susah payah kutekan keinginanku untuk langsung menyelami kelamin Cintya dengan mulutku. Dalam pikiranku, Cintya adalah perempuan pertama dalam hidupku yang kujilat kemaluannya, maka ada baiknya kupastikan bahwa kami berdua benar-benar terangsang dulu sebelum kukubur mukaku di selangkangannya. Aku bergerak mendekati mulutnya.

�Aku benar-benar butuh kamu�, kataku.

Cintya melingkarkan tangannya dan kami pun French kissed. Lalu Cintya perlahan mengangkatku, memposisikan kedua susuku di depan wajahnya. Dikulumnya salah satu puting susuku di antara kedua bibirnya dan mulutnya yang hangat menyedoti putingku, mengirimkan gelombang-gelombang kenikmatan ke seluruh tubuhku.

�Saya punya ide�, katanya sambil terus menjilati.
�Bagaimana kalau kita bolos saja dan tidak usah ikut tur besok? Kita bisa mengunci diri di kamar ini dan berasyik-asyikan seharian penuh.� Untuk membujukku, Cintya menyelipkan tangannya di antara pahaku dan mulai mengusap-usap celahku.

Kusongsongkan pinggulku menyambut dua jari Cintya ke dalamku. Ia melanjutkan menghisap payudaraku sekaligus jarinya menjalari vulvaku, sedangkan aku hanya mendesah-desah mendorong-dorongkan kemaluanku menyongsong tangannya. Kupejamkan mata dan kurasakan cairan kental kewanitaanku menyemprot keluar saat ujung-ujung jari Cintya menjepit klitorisku. Orgasme yang kurasakan betul-betul intens, sumpah mati saat itu aku menyaksikan bintang-bintang.

�Kalau kita tinggal di ranjang sepanjang hari�, ujarku setelah pada akhirnya berhasil mengatur napas kembali,

�Kapan kita makan?�
�Kalau kamu lapar, kamu bisa lahap memek saya saja.� jawab Cintya,
�Ah, kamu ini memang benar-benar nakal!� seruku dan kami berdua pun tertawa-tawa.

Kemudian aku pun kembali menciumi tubuhnya, menelusur kembali ke bagian bawah. Harum keringatnya membalut badannya, dan aku benar-benar menikmati rasa keasin-asinan leher dan celah dadanya. Puting payudaranya yang merah segar berbeda dengan milikku yang berwarna coklat, dan saat kusedot kedua pentilnya, warna mereka berubah menjadi gelap dan mengeras. Puting dada Cintya terlihat persis seperti karet penghapus merah di ujung sebuah pensil, dan tampak kecil dibanding ukuran dadanya yang paling tidak 36C. Pentilku sendiri kira-kira sebesar uang 25 logam, dan menurutku pas untuk ukuran 32B-ku.

Kurasakan kedua ujung dadaku mulai menegak karena bersentuhan dengan perut lembut temanku ini. Cintya merangkapkan kakinya mengitari pinggangku, dan menyodor-nyodorkan selangkangannya, klitorisnya berusaha mendapatkan sebanyak mungkin gesekan.

�Ya ampun. Tina, kamu betul-betul membuat saya senewen�, kata Cintya terengah-engah.

Cintya mencoba menurunkan tangannya untuk mengelus-elus kelentitnya sendiri, tapi segera kucegah.

�Sabar�, kataku.
�Yang satu itu akan kutangani sebentar lagi.�
�Saya benar-benar perlu kau ewe sekarang�, mohonnya.
�Jangan terlalu terburu-buru�, balasku seraya menyembulkan lidahku ke dalam pusar Cintya, dan meninggalkan kecupan-kecupan basah menuruni perutnya.

Cintya mengangkat pantatnya mencoba membimbing mulutku ke arah gerbang perempuannya.

�Eat me, please!� jeritnya tak sabar.

Kurebahkan diri di antara kedua paha Cintya, kugunakan tanganku untuk membuka lebar labianya. Kugunakan hidungku untuk membelah lipatan kelaminnya dan menghirup dalam-dalam. Keharuman kelamin Cintya menyengat inderaku. Aromanya jauh lebih terasa dibandingkan dengan bau cairanku sendiri. Bibir dalam dari kemaluan Cintya yang berwarna merah muda menyelinap keluar, dan sekresi kewanitaannya menjadikan bibir tersebut benar-benar kontras dengan bibir luar kemaluannya yang berwarna merah gelap.

Lalu perlahan kutarik kulit pelindung kelentitnya, menjadikan klitorisnya yang bengkak mencuat keluar, dan kucolek dengan menggunakan jari telunjuk.

�Kau ini benar-benar centil tukang goda. Saya benci, deh�, rintih Cintya.
�Pembohong�, sahutku.

Kelentitnya betul-betul keras dan tegang, dan berdetak kencang saat kusentuh. Kutiup tonjolan ini, dan pinggul Cintya terangkat, menyambut mulutku. Ia benar-benar basah, dan kuusapkan seluruh wajahku di sekujur kelaminnya. Pipi, hidung dan mulutku berlumuran cairan hangatnya.

�Tina, please�, minta Cintya, jemari tangannya menelusuri rambut kepalaku.
�Memek saya butuh sekali.� Akhirnya kuputuskan untuk memenuhi.

Menarik napas panjang, kupejamkan kedua mataku. Lidahku menelusur sepanjang garis celah kelamin Cintya. Bibir-bibir lembut Cintya membuka dan kukecup tempat paling rahasia di dunia, surga kecil di belahan paha seorang gadis. Kucicipi sari memek Cintya, dan rasanya ternyata lebih manis lagi daripada aromanya. Kurenggangkan pahanya lebar-lebar dan kucelupkan lidahku ke dalam lubang kecil merah muda yang hangat dan lembab milik temanku.

Dinding-dinding manis kemaluannya bergerak-gerak membuka dan menutup, menjerat lidahku erat-erat. Aku menyedot dan menjilat bagaikan hidup matiku bergantung kepadanya, memberikan Cintya orgasme terhebat yang pernah dia alami. Mengunyah kelamin Cintya adalah mungkin hal paling erotis

Aku benar-benar tersapu oleh kenikmatan terlarang dari berhubungan intim dengan seorang gadis dan saat itu kuputuskan bahwa seks dengan lelaki jatuh ke nomor tiga dalam urutan orgasmeku, setelah memakan memek dan masturbasi. Cintya sudah hampir sampai di puncak ketika kuperintahkan,

�Berbaliklah, aku ingin jilat pantatmu.� Cintya segera menurut dan tak lama kemudan aku menyaksikan kelaminnya yang indah dari belakang, seluruh bagian kemaluannya merebak, dan sari-sarinya menetes berjatuhan.

Seperti seekor anjing, kuendus-endus Cintya dari belakang. Kukecup gundukan-gundukan padat milik temanku, lalu kulebarkan keduanya, dan kujilat pertengahannya dari atas ke bawah. Campuran dari keringatnya yang keasinan, sirup liang surganya yang manis, dan rasa keasaman dari anusnya adalah rangsangan yang tak ada duanya. Kuselipkan kembali lidahku ke dalam kemaluannya, dan kumasukkan ujung hidungku ke celah pantatnya yang terlihat berkerut. Menjilat habis Cintya memberikanku dorongan yang kuat, namun juga terasa sungguh lembut dan manis, sungguh feminin.

Susah kubayangkan sesuatu yang lebih indah dari dua wanita saling bercinta. Saat itu kutemukan rahasia cinta-wanita dan aku pun ketagihan, rasanya ingin merangkak ke dalam celah milik kawanku ini dan tinggal di situ selamanya. Sementara kulumat dengan ganasnya, kumasukkan jari tengahku ke dalam memekku sendiri. Lalu dengan mulut penuh menampung air liurku dan cairan sekresinya kubasahi anus Cintya. Perlahan jari tengahku yang basah terbalut pelumasku sendiri kudorong melalui kerutan lubang pantatnya yang mungil.

Cintya terasa benar-benar hangat dan lembut di dalam dan aku bisa merasakan otot-ototnya berkontraksi untuk menahan jariku di situ. Kudengar partnerku mengerang-erang dalam bahasa Spanyol yang walaupun tak kumengerti namun ekspresi universal seorang gadis di ambang orgasme bisa kupahami. Cintya menutupi mukanya dengan sebuah bantal dan tak bisa berhenti merintihkan jeritan-jeritan kenikmatan.

�aah, Dios Mio!� serunya ketika jari-jariku yang lain bergulir di klitorisnya.

Dielus, dijepit, dan diperah seperti itu membuat kelentit Cintya menjadi betul-betul sensitif. Mengetahui bahwa kami berdua benar-benar dekat dengan puncak, Cintya dengan cepat melempar bantal yang menutupi mukanya, dan mengerang,

�Seb.. sebentar.� Kuhentikan gerakanku dan didorongnya tubuhku, menjadikanku telentang di ranjang dengan kedua kakiku terkangkang lebar.

Dengan gerakan cepat tangan kiri Cintya meraih pergelangan kaki kiriku dan mengangkat, meletakkan kakiku di pundaknya sementara dengan tangan kanannya mendorong lutut kananku, melebarkan labiaku. Memposisikan bagian bawah dari tubuh langsingnya di antara kedua pahaku, Cintya berkata,

�Itilku dan itilmu.� Dengan dua jari kutarik ke atas kulit depan klitorisku sementara Cintya melakukan hal yang sama dengan klitorisnya sendiri, lalu Cintya pun bergeser sehingga kedua kemaluan kami bertemu.

Perasaanku saat itu tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Melalui kerimbunan hitam rambut kelaminku kulihat coklat lembut rambut kelamin Cintya sementara dadanya yang putih mulus dan memerah karena gairah terlihat kontras bergesekan dengan betisku yang kuning langsat. Kedua memek kami, dengan labia yang basah saling menghempas, saling menjalin, dan saling melelehi menjadi satu. Cintya bergerak memutar-mutar selangkangannya dan kedua kelentit kami yang mencuatpun saling bergesekan.

�aah, ahh, yess.. yess�, kupejamkan mata dan perlahan kuremas-remas dadaku dengan tanganku yang bebas.
�Oooh, ngh.. aakh�, kurasakan cengkeraman tangan Cintya meninggalkan pergelangan kakiku saat ia menengadah dan tubuhnya mulai terkejang-kejang.

Kurasakan bagian bawah tubuhku bergerak-gerak seperti kehilangan kontrol, maju mundur naik turun bagaikan piston.

�Ooohhhh.. yeeeee.. eessh..!� seru kami bersamaan saat kedua kelentit kami saling bergesekan dengan kencangnya.

Tubuhku menggelinjang hebat, Cintya mengejang dan terasa waktu pun menghilang saat secara bersamaan memek kami menyemburkan cairan kental orgasme. Sekali, 2 kali, dan tiga kali gelombang orgasme menghempas Cintya, dan bahkan saat terbaring lunglai di sisiku pun tubuh seksinya masih bergemetar. Kulingkarkan lenganku di bahunya, dan kurangkul kekasih baruku erat-erat. Kukecup pipinya lembut. Cintya membuka matanya, menyambar bibirku dan melumat mulutku. �Idih, kau berasa seperti memek�, katanya.

�Ayo kita melarikan diri saja, dan bercinta selamanya�, kusuarakan angan-angan di benakku.
�Kedengarannya nikmat�, balas Cintya.

Kami kembali berciuman dan kurasakan tangan Cintya kembali meraba-raba rimbunan hitamku yang sekarang benar-benar basah kuyup tersiram sekresi kami berdua. Kubiarkan diriku pasif terbaring di pelukan Cintya cukup lama sementara dia bermain dengan bagian bawahku. Belaian-belaiannya lembut seolah ia menghapal seluruh tonjolan dan lipatan-lipatan memekku. Lalu Cintya menelentangkan diri.

�Ayo kita ngentot lagi�, katanya sembari menggoyang-goyangkan tubuh mengatur posisi.
�Ayo duduk di muka saya�, perintahnya.

Aku pun berlutut, menunggangi kepalanya, dan mulai menurunkan kemaluanku ke wajah cantik Cintya. Cintya memiliki lidah yang betul-betul panjang dan aku pun mulah mendesah dan mengerang ketika ia melesakkan lidahnya ke dalamku senti demi senti. Urat-urat dalam memekku otomatis mencengkram erat lidah Cintya sementara pinggulku bergerak melingkar dengan perlahan, benar-benar larut dalam ulasan lidah Cintya. Mulutku terasa kering dan aku pun merasa betul-betul perlu melahap memeknya lagi.

Kuputar posisiku, kurendahkan kepalaku dan kami bercinta dalam posisi enam sembilan. Kembali kulimpahkan segala perhatianku ke kelamin partnerku, menyibakkan labianya yang hangat, dan ketika kukecap pelumas Cintya yang mulai mengucur kembali, kurasakan jarinya yang giliran menjelajahi pantatku. Nafasku kembali terengah-engah sementara lidah Cintya membelai-belai jauh ke dalam rahimku dan jarinya menjelajahi bagian belakangku.

�Uuuh .. uungh .. unghh� seruku tertahan-tahan sebab mulut dan hidungku terselimut ke perempuanan Cintya sementara dia pun mengeluarkan suara-suara yang serupa.
�Ah! Aah! aah! Lagi..� otot-otot memekku menggeletar saat Cintya menggigit lembut klitorisku.
�Auh!�
�Yaah!� kurasakan geliginya mengitari kacangku.
�Oooh.. yeessh.. ssh..� kulingkari kelentitnya dengan bibirku dan kusedot keras-keras.
�Yes.. yes.. yee.. ee.. sh!�
�Yeesshh.. mmh.. mffh..� ujung lidah kami berdua mengulas-ulas kedua kelentit dengan gerakan sangat cepat, kurasakan seluruh urat kedua memek kami mengencang dan mengendur di luar kontrol dan kami pun kembali tenggelam, orgasme membanjir keluar.

Setelah kembali mengatur nafas, kulepaskan diriku dan kuhempaskan diriku di samping Cintya supaya kami bisa saling bertatapan wajah. Dengan lengan dan kaki kami saling merangkum, kami bersentuhan berciuman lembut, betul-betul kehabisan tenaga dan kecapaian.

�Mudah-mudahan besok saya bangun sebelum kau bangun�, katanya setengah bermimpi.
�Memangnya ada apa?� seraya menyibakkan rambutnya ke samping, mengecupi pipi, hidung, dan kelopak matanya yang terpejam. �Sebab, hal pertama yang saya ingin kamu lihat besok pagi adalah wajah saya tersenyum di antara kedua pahamu�, jelasnya.
�Oh, rasanya sekarang ini saya sudah jatuh cinta�, kataku lembut.
�Sini, saya jaga biar tetap hangat�, katanya sambil merangkum kemaluanku ke dalam telapak tangannya yang memang hangat.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Indo Rayuan Maut Anak Kost

Kukecup kembali bibirnya, dan sementara kami berdua berpelukan erat, kunikmati kehangatan lembab semak-semaknya yang bersandar ke pahaku. Setelah selama beberapa lama hanya desiran mesin pendingin udara yang terdengar, melalui dinding terdengar suara-suara dua orang gadis dari kamar sebelah. Tak mungkin tidak, mereka sedang bercinta.

�Kan, sudah saya bilang. Semua cewek berbuat hal yang sama�, kata Cintya sambil tersenyum lebar.
�Mungkin besok kita perlu mengunjungi tetangga sebelah dan mengundang mereka untuk mampir�, sahutku setengah tertidur.
�Tapi itu artinya saya harus membagi kau dengan mereka�, kata Cintya.
�Betul�, gumamku setengah bermimpi,
�Tapi ingatlah bahwa itu juga artinya kamu bakal punya tiga buah memek yang lembek dan basah untuk dilahap ditambah tiga mulut hangat untuk melayanimu.�
�mm�, katanya sembari membasahi bibir.
�Betul juga. Mari kita beramah-tamah dengan mereka besok.� Kami kembali berciuman lembut, dan tak lama kudengar desahan-desahan indah dari kedua gadis sebelah kamar hotel kami.

Akhirnya, gadis pertama menjeritkan puncak kenikmatannya, diikuti segera dengan jeritan orgasme temannya. Aku tersenyum sendiri, dan sebelum kami berdua jatuh tertidur, kubalas merangkum kewanitaan Cintya dengan telapak tanganku, menyongsong alam impian. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Panas 2018 Terbaru ThreeSome yang Nikmat

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik “Di mana mobilmu Ric?” Tanya Doni sebentar. “Tuh dipojok” Balas Rico lagi keren untuk merangkul Tanjung. “Apa kau tidak membawa motor Don?” Tanjung meminta Doni yang hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya. “Jika kita pergi dengan itu, ayo!” Bawa Rico ke geng sesama.
Mereka bertiga pergi bersama setelah universitas yang membosankan saling berpelukan menuju mobil Rico di sudut tempat parkir. Posisi Tanjung berada di tengah sedangkan sisi lain kanan-kiri Tanjung. Mereka berjalan seperti anak kelas tiga.

Cerita Panas 2018 Terbaru ThreeSome yang Nikmat

Seperti biasa, mereka selalu bercanda dan saling menggoda. Itulah yang membuat mereka jadi perhatian para gadis dikampusnya. Selain model guru mereka yang terkenal serta wajah mereka yang sangat tampan dan manis yang membuat gadis-gadis itu sadar. Bayangkan saja, Tanjung adalah pria yang manis, matanya tajam, hidungnya cukup tajam, apalagi senyumannya yang menggemaskan. Rico, pria berambut pirang yang lucu, jika senyumnya yang tampan itu selangit. Belum lagi Doni, macho guy, meski modelnya berantakan namun memiliki daya tarik tinggi, karena faco itu indo, panjang rambut panjang dan gagah. Mereka sempurna.

“Eh, Ric, malam ini adalah malam minggu ini, bagaimana kita pergi ke vila Anda, sementara malam ini saya gila lagi gadis jalanan yang membosankan, bagaimana?” Tanya Doni dengan nada slengean.
“Bagaimana ya, bagaimana dengan pacar gua?” Rico menjawab lagi bingung.
“Apakah Anda memiliki janji Ric?” Tanya Tanjung.
“Ya, tapi aku juga ingin ke sana juga?”
“Ya udah deh, batalkan” jawab Doni kesal.
Donai nuggu kamu pertama di tempat biasa, kalau salah kita pergi bersama ke tempat gimana? “Cape Urai dengan gaya yang bijak.
“Oke saya setuju” kata Rico.
“Iya deh” Doni menerima tawaran Tanjung.

Mereka bertiga pergi ke tempat yang biasa, sebuah warung yang biasa mereka nongkrong. Doni dan Tanjung memasuki Cafe dengan sedikit antusiasme. Sementara Rico menjemput pacarnya untuk menepati janjinya.

*****

“Anda benar-benar Don, tidak suka kalau temennya jalan-jalan dengan cewek?” Tanjung membuka pembicaraan.
“Tidak apa-apa, ayo … biar kita minum aja!”
“Eh, Jung gebetan kamu cantik lagi dimana kok kok tidak terlihat begitu”
“Tahu itu mungkin liburan lagi”

Tanjung dan Doni menghabiskan waktu bercakap-cakap di sana-sini tanpa ada arahan. Sudah 45 menit mereka harus menunggu temannya yang lagi berkencan dengan cewek yang sama. Doni dengan ekspresi semakin jengkel mulai mengalihkan aktivitasnya dengan menggoda gadis-gadis yang datang dengan senyumannya yang mematikan itu. Tanjung hanya tersenyum pada Doni yang tidak ingin berubah dari dulu. Maklum terlihat seperti Doni yang paling didemenin sama ceweknya, jadi sangat mudah baginya untuk mencari rekan sekerdar untuk mengisi waktu.

“Don, ayo pergi!” Hubungi Rico baru yang akan datang.
“Oke teman” kata Doni sambil meninggalkan gadis yang baru saja dia undang untuk menari.
“Ud Ric?” Tanyakan Tanjung sembari memberi sejumlah uang ke kafetaria.
“Ayolah!” Jawab Doni

Doni, Tanjung dan Rico masuk mabil ke sebuah vila milik Rico. Karena Doni yang lagi ngebet ke sana, lalu siapa yang mengendarai mobilnya. Selama perjalanan mereka terus bercanda tanpa henti.

“Don, apa yang akan kita lakukan di sana? Paling-paling seperti biasa membakar ayam, nonton film horor dan begadang sampai pagi”, Tanya Rico.
“Tenang aja man, malam ini spesial buat kalian.”
“Begitukah? Rico penasaran.
“Tahu” jawab Tanjung sambil menggelengkan kepalanya dengan senyuman khasnya.
“Aku akan tahu sendiri,” kata Doni.

*****

Sesampai di Villa, Doni langsung menggiring kedua rekannya ke kamar mereka dulu menempati ketiganya. Doni segera memutar CD yang dia dapatkan dari rental.
“Film horor Don?” Tanya Rico
“Hanya melihat!” Jawab Doni

Setelah beberapa menit Rico dan Tanjung mulai mengerti apa film yang disuguhkan Doni. Ya terny sebuah film gay yang menampilkan adegan seks pria yang dibintangi para remaja Eropa yang menggemaskan dan keren, mulai dari saling mencium, tersentuh, lisan dan anal. Doni sedikit gugup dengan film tersebut, sementara Tanjung agak tersipu. Tapi mereka berdua merasa keberatan jika harus menyiakan Doni konyol memperlakukan itu. Entah Rico dan Cape terangsang atau tidak, tapi jelas mereka mulai memegang koper mereka sementara sesekali membelai mereka manja.

“Ih .. kamu gila ya Don?, Kenapa bawa film seperti ini?” Tanya Rico
“Tapi ini menyenangkan!”
“Yeah, hanya kotor.”
“Ric! Tidakkah rasanya seperti itu?” Tanyakan pada Doni memancing.

Doni sengaja duduk agak di belakang sehingga bisa terbebas dari kudua kudua teman yang terganggu menikmati adegan seks dari jenis yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Dia sibuk sendiri. Selain mengamati rekan-rekannya, ia mulai melepas celana T-shirt dan Jaens-nya, jadi ia hanya mengenakan CD biru tua. Kini ada tubuh Doni Doni yang sebenarnya adalah area putih, tampan, dada yang mulus, paha putih yang dihiasi bulu hitam halus, serta bokong temol dengan genitalia yang hanya dibungkus CD ketat.

“Apa yang kau lakukan pada Don?” Ditanyai tisu yang bertanya-tanya saat Doni yang telanjang memeluknya dari belakang sambil mencium bagian belakang lehernya dan mengintai Cape.

Tanjung hanya dengan tenang menikmati lidah lidah Doni yang menggelitik leher dan leher dan puluhan tangan Doni di putingnya. Dia hanya mengerang keenakan.Sementara Rico hanya bisa menelan air liur dan meremas kontolnya yang sudah tegang dari pemandangan yang terlihat dimainkan oleh Doni ke Tanjung.

Cerita Panas 2018 Terbaru ThreeSome yang Nikmat

Rupanya Rico semakin tidak tahan dengan adegan pasangannya. Kini Rico tidak bisa berpikir jernih lagi, dia mulai menanggalkan pakaiannya. Wow .. Badan Rico yang tidak kalah dengan Doni ini terlihat jelas. Area dadanya, kulitnya putih murni tanpa cacat sama sekali, pahanya yang mendebarkan juga terlihat jelas. Tapi benda tegang di pahanya masih terbungkus CD putih polos. Lalu dia bergumul dengan temannya. Rico yang diam saja mulai meraba-raba Doni yang pungging dari belakang. Lalu ia menyikat rambut panjang Doni sehingga terlihat jelas tengkungya. Akhirnya Rico berani mengerjai leher dan leher Doni yang putih sampai merah tersipu.

“Shhtt .. simpan Don .. Doon yang lezat!” Tanjung mengerang.
“Baik!” Jawab Doni sebentar.
Cape semakin tidak mampu menahan berkat luar biasa yang diberikan temannya. Sampai tidak sadar, sekarang dia hanya memakai CD saja.

Doni meninabobokan Tanjung di sofa. Lalu ia memeluknya. Mereka mulai mencium bibir. Sementara Rico sangat asyik menikmati tubuh Doni dari belakang. Puas dengan ciuman bibir, Doni turun dan mulai menjilati badan kepala Cape dan dada perut dan penis penis hingga kuluar penis semua spermanya. Rico menggantikan posisi Doni menikmati bibir Cape. Untuk waktu yang lama mereka berada di posisi itu.

Setelah puas dengan tubuh Cape, kini Rico adalah objeknya. Rico tidur telentang dengan kedua tangan terangkat sambil menikmati jilat Cape dan Doni yang lezat.
“Itu Don” Ucap Rico menunjukkan bagasi yang ingin diisap.

Tanpa perintah Tanjung mendahului Doni. Cape menjatuhkan CD Rico dan mulai membelai, mengocok penis Rico yang agak besar dengan bulu hitam halus yang tidak terlalu tebal di sekitarnya. Awalnya Cape menjilat ujung penisnya, setelah Rico kelonjotan masuknya batang penis Rico di mulut Tanjung. Tanjung mulai asyik dengan batang teman temannya yang putih. Dia bergetar perlahan sesekali mengisap keras. Cput..cput .. jadi kedengarannya saat jerami Cape dilepaskan. Rico yang hampir mencapai klimaks hanya bisa mengangkat pinggulnya tinggi untuk mengimbangi kesenangan. Doni sekali lagi asyik mengangkat paha Rico untuk menggantikan peran Cape, dikulumnya penis Rico sambil dipadukan dengan sedotan mematikan hingga akhirnya muncratlah beberapa kali sperma ke mulut Doni.
“Ach .. enak man ..” Rico mengerang, Tanjung hanya tersenyum.

Doni duduk di sofa dengan kaki selojor sedikit sehingga penisnya tidak lagi terbungkus CD tegak seperti tiang bendera. Ia memerintahkan temannya untuk menghisapnya. Tanjung dan Rico yang baru saja disayangi oleh Doni hanya nurut. Mereka berdua bergantian mengisap penis Donis besar, yang terbesar keduanya dengan panjang sekitar 25 cm dengan diameter 3,5 cm, mengetahui penis indo. Cape dan Rico kadang tersedak dengan kontolnya. Saat header mengisap penis Doni, Rico menjilat pahanya dan sebaliknya. Sampai beberapa kali mereka bergiliran, Doni masih terisak menikmati bibir rekannyan, Rico jadi capek tidak mau mengocok mulutnya tapi dengan tangannya san sesekali mengisap agak keras tidak lama berobat seperti itu.

“Ahh .. enak ..” Tiba-tiba sperma Doni melesat ke wajah Rico.
Dengan senang hati Tanjung menjilatnya. Sementara Doni hanya menikmati sisa kesenangan yang baru saja ia rasakan.
“Pindah ke tempat tidur aja yuk” bawa roma.

Tanjung dan Doni hanya mengangguk. Mereka bertiga menuju tempat tidur besar yang mereka gunakan untuk tidur dan bercanda. Rupanya Rico dan Cape tersipu melihat aktivitas mereka. Lain halnya dengan Doni yang nampaknya biasa seaka tidak ada apa-apanya.

Melihat kedua rekan yang tidak marah malah menikmati jenis kelamin yang sama, Doni berakting lagi adalah untuk memberitahu Rico menungging. Doni berlutut di belakangnya sambil menjabat penisnya yang masih lemas. Setelah meluruskan kembali ia mengolesi penisnya dengan minyak bayi yang ia siapkan. Rico hanya berhenti sejenak, menunggu apa yang akan dilakukan Doni. Jeez .. Doni memasukkan penis besarnya ke anus Rico yang masih perawan.

“Oh, Don sakit!” Horror Rico merasa batang Doni menusuk anusnya.
“Tenang aja man akan segera seru” jawab Doni menenangkan Rico.

Beberapa saat sekitar lima kali mengalahkan Rico tidak lagi menjerit, bahkan erangan keluar dari mulutnya.
“Terus Don .. lezat Don .. lebih keras Don ..!” Pinta Rico sudah ketagihan dengan penis besar Doni.
“Jung ole mau coba?” Doni menawari Cape.
Si cape sedikit gugup saat mulai memasukkan penisnya ke anus Rico. Hanya sekali topi Cape jatuh ke anus Rico.

“Kalahkan Jung!” Doni mengajari Cape
.
Tanjung nampaknya benar-benar menikmati pemandangan anus, mulai menggigit bibir bawahnya yang mengukir nakalnya yang lezat. Sedangkan Doni mengganti mereply anus Tanjung dengan menjilati. Puas dengan pantat kental Cape. Dia memasukkan penisnya ke anus Tanjung. Tanjung kaget dengan perlakuan Doni. Sampai penisnya dilepaskan dari anus Rico. Melihat bingung Tanjung Doni melakukannya dengan hati-hati. Setelah berjalan beberapa menit Tanjung bisa menikmati Doni kentotan di atas anusnya, sehingga Tanjung juga memasukkan penisnya ke anus Doni beberapa saat menunggu Tanjung Tanjung.

Ketiganya sangat menikmati perminan ini. Rico menikmati gerutuan yang lamban tapi menyenangkan dari Cape Penis, Cape menikmati Rico anus Rico yang kenyal, hangat dan mencubit, dan juga menikmati penis besar Doni yang menusuk anusnya, begitu pula Doni menikmati anus Cape perawan.

“Crazy bener man, good man ..” Doni mengoceh.

Setelah lama mengekso Rico, rupanya Tanjung memiliki klimaks. Rico langsung berganti posisi, ia bergerak di belakang Doni. Mula-mula ia menjilat pantat Doni yang seksi, lalu ia juga mengguncang penisnya di dalam anus Doni merah.

Dan seterusnya. Mereka saling berpelukan dan saling berpelukan lima kali. Ini disebut ‘3 in 1’. Tiga bocah tampan dan keren tergabung jadi satu terhubung dengan benda yang disebut ‘penis’. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Dewasa Mesum 2018 Ngentot Adikku Sayang

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Segar setelah mandi, Evi keluar dari kamarnya dan dari teras di depan kamarnya di lantai 2, dia melihat adiknya, Nita, memasuki rumah dengan wajah merah panas, tapi terlihat ceria. Nita baru saja kembali dari sekolah, kemeja putihnya dan rok birunya terlihat kumuh.

Cerita Dewasa Mesum 2018 Ngentot Adikku Sayang

Tidak melihat siapa pun di rumah, Nita langsung berdiri dan masuk ke kamarnya dan menyalakan AC. Dia mencuci muka dan tangannya di kamar mandi di kamarnya saat dia mendengar saudaranya bertanya, “Hei, apa pengumumannya?”

Nita keluar dari kamar mandi agar Evi bersandar ke pintu kamarnya dengan kedua tangannya kembali.

“Nita diterima di Theresia High School, Kak!” Nita membalas dengan riang.
Evi mendekatinya dan memberinya hadiah yang rapi.
“Nah, untuk Anda, saya yakin Anda diterima, jadi saya sudah siap ini.”
“Bung, terima kasih, Saudaraku!” Nita setengah berteriak untuk meraih hadiah itu.

Evi duduk di tempat tidur Nita sementara adiknya duduk di meja studionya untuk membuka hadiah dan mendapatkan gelas yang berbentuk oleh Winnie the Pooh, karakter kartun favoritnya, memeluk sebuah tong yang bertuliskan “Hunny”. Kali ini Nita benar-benar menjerit, “Aaah, bagus banget, terima kasih, Saudaraku!”

Nita melompat ke tempat tidur dan memeluk adiknya erat-erat, dan tiba-tiba mencium bibir Evi. Evi tersentak, bukan karena Nita menciumnya, tapi karena getaran elektrik yang dia rasakan dari bibirnya yang basah kecil menyambar bibirnya dan membentang di sekujur tubuhnya.

Ciuman sebenarnya hanya berlangsung beberapa detik saja membuat jantung berdebar Evi. Nita melepas ciumannya, tapi tidak melepaskan pelukannya yang ketat. Evi tersenyum mencoba menutupi perasaannya, lalu mencium bibir kakaknya dengan lembut.

Nita meletakkan gelas itu di atas meja kecil di samping tempat tidurnya dan berbaring. Dia menarik Evi untuk berbaring di sampingnya, lalu memeluknya lagi.

“Kak, Nita nih ama kakak.Since Kak Evi berkencan ama Mbak Anna, kapan kita tidur bersama lagi? Cerita sampai ketiduran?

“Tidak, Nit,” jawab Evi, “kakakku sibuk, bukan karena pacar Anna.”

Evi lagi merasakan dadanya berdebar hanya karena dipeluk oleh adik cantik ini. Dia menyadari bahwa dia belum lama bersamanya sampai Nita.

“Pokoknya kakak perempuanku kencan ama Mbak Anna? Ntar baru ketahuan mengenalmu!” Nita berkata sambil mengerutkan dahi seakan ingin memarahi kakaknya.

Wajah Nita begitu dekat dengan wajahnya sehingga Evi merasa canggung dan lebih senang. Evi berusaha keras untuk meredakan ketegangannya dan menutupi perasaannya dari kakaknya.

“Sok kenal,” kata Evi, “Ayah tahu Anda berkencan dengan Anna, dan sebelum pergi ke Jerman, Anna telah bertemu dan berbicara dengan Papa, dan sekarang Anda bisa menerima kenyataan bahwa Anda seorang lesbian.”
Kehangatan nafas Nita di lehernya membuat Evi semakin berdebar dan dia merasakan panas yang hebat dari selangkangannya. Evi tahu dia tidak bisa menahan diri lebih lama karena celana dalamnya mulai terasa lembab.

“Pergilah mandi dulu!” Kata Evi sambil mendorong adiknya, “Kamu mencium bau matahari!”
“Ngg ..” jawab Nita kolokan meski masih melepaskan lengannya yang lingkar pinggang Evi.
“Tapi kamu tidak pergi dulu, Nita masih dilewatkan oleh adikku,” kata Nita sambil berjalan ke kamar mandi.

Evi duduk dan melipat kakinya erat di depan dadanya. Dia memeluk kakinya, membangunkan dagunya ke lututnya. Dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan gairahnya.

“Kenapa aku harus melakukannya?” dia memarahi dirinya sendiri di dalam hati.
“Nita adikku sendiri!”
“Mungkinkah sudah hampir empat bulan sejak Anna pergi dan aku merindukan pelukan dan sentuhan lembut seorang wanita?” Evi mengayunkan kakinya ke kasur dan mulai meraba pahanya. Berpikir di dadanya yang montok, tangan kiri Evi meraba-raba dadanya sendiri, sementara tangan kanannya bangkit untuk meremas selangkangannya.

Evi tersentak keluar dari lamunannya dan melepaskan tangannya dari bagian vitalnya dan menarik napas dalam-dalam lagi. Ia tak ingin terlihat bergairah saat adiknya keluar dari kamar mandi nanti.

Tak lama, Nita keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang. Dia mengambil celana dalam dan lap dari lemari. Evi menatap kakaknya dengan celana dalamnya, jantungnya masih belum sepenuhnya normal kembali, berdebar lagi untuk melihat tubuh ramping Nita tapi mengandungnya. Nita tidak mengenakan gaunnya, tapi langsung bersila di sisi kakaknya di tempat tidur dan meletakkan celananya di pangkuannya.

Evi tersenyum mencoba menutupi hasratnya dan membelai rambut kakaknya. Nita mengerutkan bibirnya seperti merajuk dan berkata, “Kak Evi sangat ingin menjadi Anna Mbak? Dia benar ..” Nita terlihat agak ragu sebelum akhirnya melanjutkan, “Dia tidak cantik.” Alih-alih marah, senyuman Evi berubah menjadi tawa, “Anda tidak bisa menilai seseorang dari penampilan fisiknya, Anna sangat baik, lembut dan pengertian.

Mainan dan pantatnya sangat besar, Nit. Ini sangat menyenangkan untuk dipencet. Dan ciumannya sangat bagus. Dialah yang mengajarimu ciuman saudara. ”
“Iya Toket Nita tidak besar kan, saudara?” Nita berkata sambil melihat payudaranya.
“Siapa bilang?” jawab Evi, “tokek besarmu lagi! Kamu tuh tumbuh melampaui usia seumuranmu. Seperti saudara kandung 17 tahun, kakakmu tidak sebesar kamu.”
Dengan tak bersalah, Nita bertanya, “Seberapa bagusnya, Sis, dipejar dengan teman perempuan?”

Belum sempat menjawab Evi, Nita mencengkeram tangan adiknya dan meletakkannya di dadanya. Evi tersentak, tapi biarkan Nita memeluk dadanya yang sedih dan segar. “Mmmhh ..” Nita menghela napas dan matanya setengah tertutup. Gairah Evi yang sulit dipahami meledak sebagai tanggapan atas reaksi adik perempuannya yang sangat menstimulasi. Evi mulai memijat dada kakaknya dengan lembut dan memutar puting dada Nita yang sepertinya semakin besar.

“Uhh ..” Nita menghela napas lagi dan membiarkan Evi merasakan dan meremas dadanya, sementara kedua tangannya sendiri meremas sprei. Tidak lagi berusaha mengendalikan gairahnya yang sudah naik daun, Evi meraih dagu saudaranya dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya terus meremas dada Nita dengan semakin nafsu. Evi meraih wajah Nita dan mencium bibirnya yang basah.

Cerita Dewasa Mesum 2018 Ngentot Adikku Sayang

“Mmmhh ..” Reaksi Nita hanya mendesah yang membakar nafsu Evi. Sambil meremas dada kakaknya dengan penuh semangat, Evi mengisap bibir bawah kakaknya yang segera membuat Nita membalas dengan mengisap bibirnya di atas Evi. Saudara laki-laki itu saling mengisap bibirnya beberapa saat, sampai akhirnya Evi melepaskan ciuman mereka. Nita membuka matanya untuk menangkapnya dan kedua kakaknya terengah-engah setelah berciuman penuh gairah.

“Ohh, itu bagus, Kak?” Nita tidak berpikir begitu, Kak Evi juga bagus? “Nita bertanya dengan polos.
“Crazy you, Nit! Dari yang terakhir kamu telah mati untuk mencintai kamu karena kamu berpelukan, kamu cium, ketemu kamu telanjang!” kata Evi, “Apa sih, apa yang kamu lakukan dengan adikmu untuk saudaramu?”

Nita tampak terkejut dengan keparahan kata-kata adiknya, “Maaf, Kak, Nita hanya kangen Kak Evi dan mau disentuh .. maaf ..” katanya sambil membungkukkan kepalanya.
“Shhhhh ..” Evi menarik dagu kakaknya lagi sampai mereka saling menatap, lalu menunjukkan senyum manisnya, “Tapi kamu menyukainya?” Nita hanya menjawab dengan senyuman yang tak kalah manisnya.

Evi menggeser kursinya ke tempat tidur sampai dia bersandar ke dinding, “Ini,” dia menarik lengan Nita untuk duduk di sampingnya. Mereka duduk berdampingan, Evi membelai rambut Nita, lalu dengan kedua tangan di belakang kepala kakaknya, Evi menarik wajah Nita ke wajahnya, “Inilah ajaran Anna, kamu menghargai dirimu sebaik tidak.” Evi mencium bibirnya lagi.

Penguasaan diri sepenuhnya kembali kepadanya setelah menyadari bahwa Nita juga menikmati semua ini, Evi mengatur arus cinta tanpa tergesa-gesa. Dia tidak lagi meraba-raba adiknya. Kini Evi hanya menyedot bibir adiknya, terkadang semua mulutnya, lalu keluarkan, lalu mengulumnya lagi. Terkadang ia membiarkan Nita mengisap bibirnya lebih bergairah, lalu mengajak mereka pergi melihat adiknya maju mengejar mulutnya yang kecil, merangsang hasrat Nita.

Evi mendorong adiknya ke tempat tidur. Mereka berciuman lagi dengan penuh gairah. “Suster ..” Nita menghela napas. Evi menanggapi dengan lembut mendorong lidahnya ke mulutnya yang sedikit terbuka. Tenggorokan Nita mengencang saat merasakan lidahnya menyentuh lidah kakaknya. Itu adalah perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Dia tidak berharap merasakan rangsangan yang luar biasa sebagai hasilnya.

Jentik Evi yang lembut di langit-langit dan lidah Nita membuat Nita terangsang, tapi menjadi lebih rileks saat ia merasa lebih dan lebih dengan kakaknya. Nita mulai membalas gerakan lidah Evi dengan gerakan lidahnya sendiri. Mengetahui adiknya sudah bisa menikmati ini, Evi memutar lidahnya di lidah Nita sambil mengisap bibir kakaknya. Evi melepaskan lidahnya dari mulut kakaknya, lalu berkata, “Suckle tongue Brother, darling.”

Kata-kata lembut Evi membuat Nita semakin bersemangat, seolah-olah sedang bercinta dengan kekasihnya. Dengan nafas ia mengisap lidah Evi di atas mulutnya. Mereka berciuman dan bergiliran saling mengisap lidahnya untuk waktu yang lama.

Merasa gairah kakaknya dan gairahnya sendiri semakin membara, Evi mulai meningkatkan kecepatan asmara dengan menyentuh pahanya dan selangkangannya. Nita menghela napas saat merasakan sentuhan yang belum pernah disentuh oleh siapa pun. Evi melepaskan bibirnya dari bibir kakaknya, lalu mulai menjilati telinga dan leher Nita. Suster Nita mulai berubah menjadi erangan kenikmatan.

Tanpa melepaskan tangannya dari selangkangan Nita, Evi menurunkan jemarinya ke dadanya yang montok. “Ah..!” Nita menjerit kecil saat lidah kakaknya pertama menyentuh putingnya, “Ooohh .. aahh .. Kak ..” dia mendesah dengan senang hati.

Nita membuka matanya untuk melihat Evi menjilati puting dan payudaranya Nita dengan cepat dan penuh nafsu, membuat putingnya membengkak dan mengeras. Kadang-kadang Evi menggigit putingnya Nita membuat Nita menjerit kecil dan menggerakkan ritme pantatnya selaras dengan isyarat tangan Evi di selangkangannya, sehingga tangan Evi terasa semakin menekan dan meremas di selangkangannya yang sekarang basah kuyup.

Meningkat dari dada Nita, Evi menempati adiknya dengan selangkangannya tepat di atas selangkangan kakaknya. Evi menarik bajunya dan melemparkannya ke lantai. Tangan Nita meremas dada kakaknya saat Evi mencoba melepaskan bra-nya.

Evi melemparinya BH dan Nita semakin ingin meremas dadanya dan puting susunya. Mereka saling menusuk satu sama lain. “Hhh ..” desah Evi yang suka meremas adiknya ke dadanya yang membesar dan kencang. Lengkapi bidang cerita seks

Karena tidak tahan untuk merasakan adiknya segera, Evi bangkit untuk membuka celana pendek dan celana dalamnya, lalu menarik celana Nita, mengungkapkan sekumpulan kecil bulu tipis yang menutupi ayam yang penuh gairah dan bengkak. Aroma seks menyebar dari vagina Nita, membuat isi kepala Evi nampaknya berputar dengan gairah yang tak tertahankan.

Evi meraba bibir vaginanya yang telah dilumasi dengan lendir yang penuh gairah. “Ohh, Kakaak!” Nita tersentak oleh sentuhan sentuhan pada titik terlarang. Tak tahan lagi, Evi langsung menjilati bibir Nita dengan nafsu, menikmati keputihan keputihan Nita. “Ah, Ah, Kak! Ah!” Nita menjerit tak tertahankan, tubuhnya memutar untuk merasakan kesenangan yang tak pernah dia bayangkan.

Dua jari Evi membuka bibir vagina Nita, menampilkan klitoris yang membengkak keras dan membentang. Tarian lidah Evi menari di klitoris kakaknya sementara tangan kirinya bangkit untuk memeras payudaranya, menyebabkan Nita menggenggam seprai untuk menahan gel tubuhnya yang semakin sulit. Itu tidak membantu untuk terus jeritannya yang semakin nyaring “Aaagghh! Aaagghh! Ohh, Kakaak! Lezat, Kaak! Jangan ragu … aagghh!” Nita telah dilemparkan ke dunianya sendiri.

Memang tidak ada niat untuk berhenti, lidah Evi masuk ke dalam vagina Nita dan menjilatnya tanpa ampun. Nita meluruskan kedua lengannya di sisi tubuh untuk menopang posisi mengangkang, mengamati kepala kakaknya di antara kedua pahanya. Karena tidak dapat mengendalikan kenikmatan seksual yang meningkat ini, Nita menancapkan selangkangannya ke wajah kakaknya berulang-ulang, sementara lidah Evi cepat bergetar di dalam vagina Nita, sambil menikmati lendir vagina kakaknya yang terus mengalir ke mulutnya.

Hunjaman selangkangan dan gulat tubuh Nita semakin kasar dan tak terkendali untuk membuat Evi tahu bahwa kakaknya tidak akan bertahan lebih lama. Dia lebih ingin menjilat kakaknya, di dalam vaginanya, bibir dan klitoris vaginanya. Tepatnya, paha Nita menginjak-injak kepala Evi, tubuh Nita semakin kasar dan liar, sementara vaginanya berkontraksi dan memercikkan gelombang setelah gelombang lendir seks sehingga dia tidak bisa lagi dibendung.

“Aaakk .. aahh .. ahh Kakk ..” Nita menjerit tak peduli ke seluruh dunia, hanya kenikmatan orgasme pertama ini yang berarti baginya. Evi membuka mulutnya, mengisap vaginanya seluruh perutnya dan meminum lendir orgasme yang membanjiri mulutnya sampai beberapa menetes dari bibir ke dagunya dan lehernya.

Orgasme untuk orgasme menghantam Nita selama satu menit penuh, sampai akhirnya dia merasa sangat lemah sampai tubuhnya terjatuh ke kasur dengan senang dan puas. Evi menjilat lendir yang lolos ke pangkal paha dan paha adiknya, lalu memanjat tubuh kakaknya dan menghancurkan tubuh kakaknya.

Tanpa nafas, dia melihat Nita menutup matanya penuh kepuasan. Evi mencium bibir Nita, membuat Nita membuka matanya dan tersenyum. Dia memeluk tubuh Evi yang telanjang, lalu membalas ciuman kakaknya dengan ciuman penuh di mulut Evi. Lidah mereka terombang-ambing, Nita mengisap lidah kakaknya, lalu melepaskannya untuk menjilat wajah, pipi, dan leher Evi dengan orgasme lendirnya sendiri. Lendir yang seksi ini terasa enak dan manis baginya.

Nita mengenal Evi yang terengah-engah bukan hanya karena ia telah memakan vaginanya secara brutal, tapi juga karena gairahnya yang telah memuncak. Nita merosot di bawah tubuh kakaknya, menggosok payudaranya ke dadanya. Wajah Nita tiba di depan payudara Evi saat Evi mengangkat tubuhnya dengan menopang siku.

Tanpa diragukan lagi, Nita mulai menjilati puting susunya sampai pernapasan Evi semakin terputus oleh gairah yang melonjak di tubuhnya. Selangkangannya tumbuh panas dan lendirnya yang meleleh keluar dari vaginanya, meneteskan pahanya.

“Oh, sayang, kau tidak tahan lagi, Sayang!” erangan Evi.
Dengan memahami maksud adiknya, Nita melepaskan tubuhnya kembali sampai wajahnya tiba di depan vagina Evi, dan tanpa penundaan, Nita segera memasukkan lidahnya ke vaginanya.
“Aaahh! Ahh! Sayaang!” Evi menjerit saat Nita sibuk menjilati vaginanya dari dalam ke klitorisnya berulang-ulang.

Dengan penuh perhatian, Evi menengadah ke wajah kakaknya, lalu naik turun-naik, menyodorkan vaginanya ke wajah kakaknya berulang-ulang. Sambil meremas pantat Evi, Nita meluruskan lidahnya dengan kaku dan menusuk wajahnya selaras dengan gerakan pantat kakaknya. Lendir gairah meleleh ke wajah dan pipi Nita saat dia membawa adiknya ke atas dengan lidahnya.

Evi segera bisa bertahan setelah gelombang kegembiraan yang ia nikmati, puncak kenikmatan meledak dan Evi menegang pada wajah kakaknya dalam kepuasan orgasme demi orgasme yang menyemprotkan lendir panas ke mulutnya berulang kali.

Nita berusaha keras mengisap dan menelan seluruh lendir orgasme Evi yang memenuhi mulutnya. Begitu banyak lendir kepuasan yang Evi tumpah ke mulut kakaknya, beberapa terpaksa menuang ke pipi Nita. Dari yang kaku, pelan-pelan tubuh Evi mulai meremas dan menjepit pahanya di kepala Nita mulai mengendur, sampai akhirnya Evi jatuh tergeletak lemas di ranjang.

Nita mendekati wajah kakaknya yang menunggunya dengan senyuman, lalu mengecup bibir kakaknya. Mereka memeluk dan menciumnya sejenak. Evi membelai rambut kakaknya, sementara Nita meremas pantat kakaknya. Lelah berciuman, Evi menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya berkata, “Aku mencintaimu, sayang ..” Nita hanya tersenyum dan mereka terus memeluk tidur dengan perasaan lelah dipenuhi kepuasan. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Novel Seks Dewasa Terbaru 2018 Temanku Bercumbu dengan Saudaraku

Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Sex Tante, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Cerita Bokep Mesum, Cerita Ngentot Hot, Cerita XXX Terbaru, Cerita Ngewe Panas, Situs Cerita Sex Terbaik Ini adalah cerita lesbian temanku, kita satu kampus tapi berbeda satu sama lain, masing-masing kita memiliki hobi yang sama, dari olahraga yang kita suka berenang saat hari dimana kita sering berkumpul, hampir dari ujung rambut sampai pergelangan kaki kita. Bisa dibilang sama saja.

Novel Seks Dewasa Terbaru 2018 Temanku Bercumbu dengan Saudaraku

Perkenalkan nama saya Anita dan saya punya teman yang namanya Risa (nama samaran) cerita ini tentang teman saya Risa ketika sudah liburan semester saya diajak berekreasi di jawa tengah, kebetulan hari dimana Risa lega bertabrakan dengan jadwal saya dan keluargaku akan keluar dan kemudian aku menolak, karena aku tidak bisa pergi dengan Risa, aku juga mendapat saran bahwa di Jawa Tengah aku punya saudara perempuan.

Setelah beberapa hari Risa menyuruh saya untuk meminta nomor telepon kakak saya, karena Risa sudah ingin menikmati suasana di luar, karena nilai semesterannya sedikit menurun dari semester kemarin. Saya kirim tidak, kakak saya yang ada di Jawa Tengah, Risa mulai menghubungi kakak saya, mau ke tempat mba Gia.

Dalam perjalanan Risa sudah memesan tiket kereta api untuk Yogya, sementara di jalan Risa sudah berkomunikasi dengan Gia, akan sampai di lokasi pada pukul 8 malam. Saudaraku Gia memang pada hari Sabtu & Minggu Holiday karena bekerja di sebuah bank di Yogya, Risa sudah berencana untuk mengunjungi tempat dimana turnya masih asri. Karena memang Risa sudah diberi ancar ancar jalan menuju rumah saudara Gia, belum lama Risa sudah sampai di rumah Gia.
Setelah sampai di rumah Gia, Risa dihibur dengan makan malam. Mereka berdua membicarakan banyak hal. Setelah makan malam mereka masih asyik mengobrol. Selama percakapan Risa sesekali melirik kedua dada Gia yang berukuran 40. Kedua payudara Gia itu dilapisi dengan bra hitam dan kemeja putih ketat yang membuat Risa cemburu. Dia cemburu karena kedua payudaranya hanya 32 ukuran.
? Mengapa Ris? Tanya Gia yang sepertinya memperhatikan tatapan mata Risa.
?Tidak.? Elisa Risa sambil tersenyum.
?Jujur saja. Aku tahu apa yang kamu pikirkan?
? Bener mbak. Tidak apa-apa Risa masih mengelak. Dia juga menyebutkan dia untuk Gia meskipun dia lebih tua dari Gia. Risa sendiri yang meminta untuk memanggil Gia sebagai mbak saat tiba di rumah Gia karena alasan senioritas. Gia telah bekerja saat dia masih kuliah.
? Apakah kamu terkejut? Mengapa dua payudara saya yang lain dengan kedua payudara Anda?
Iya nih. Apa mbak Pakai obat ya mbak ?? Risa bertanya bahwa rambut derek lurusnya berwarna kemerahan.
Pakai minyak. Jawab Gia sebentar.
?Bolehkah saya bertanya ??
Gia hanya mengangguk dan bangkit dari kursi ke kamarnya.
? Tidak perlu sekarang Besok. Risa sedang mengantuk. Ingin tidur. Besok kita mulai jalan. Gia, yang rambutnya panjang bergelombang dan hitam dan diikat, berbalik dan membersihkan meja dengan bantuan Risa saat dia berbicara tentang ke mana kita pergi besok. Setelah itu mereka berdua menonton televisi. Hanya sebentar Risa menonton televisi. Gia menyuruh Risa tidur di kamar yang telah disiapkannya. Dia sendiri juga ikut tidur.
Risa masih lelah karena perjalanan dari Yogya mencoba untuk tidur. Bayangan kedua payudara besar Gia membuat sulit tidur. Akhirnya setelah beberapa saat ia tertidur. Di pagi hari dia terbangun. Dia lalu menuju dapur. Ada Gia yang tingginya sama dengan tingginya, yaitu sekitar 165 cm. Berat badan berbeda. Beratnya sekitar 48 kg. Sedangkan bobot Gia sekitar 50 kg. Dia sedang membuat teh. Risa mendekatinya. Gia yang menyadari kedatangan Risa lalu berbalik.
Bagaimana? Bisakah kamu tidur Tanya Gia.
? Tidak bisa mbak Ingat payudara mbak sih? Gia menjawab sambil tersenyum dan Gia menjawab sambil tersenyum. Lalu dia melanjutkan.
? Mungkin tidak mbak, Risa melihat kedua payudara mbak ??
Tanpa menunggu persetujuan Gia, Risa telah membuka kimono tidur coklat yang digunakan Gia. Ternyata tubuh berkulit coklat ini hanya memakai celana dalam putih. Gia juga membuka ikatan kimono tidur hitam yang digunakan Risa. Sama dengan dia. Risa yang putih mulus juga hanya memakai celana dalam kuning. Mereka berdua menjatuhkan kimono mereka di lantai. Dan Risa langsung membelai payudara kanan Gia.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.

Novel Seks Dewasa Terbaru 2018 Temanku Bercumbu dengan Saudaraku

Gia lalu memalingkan tubuhnya. Membelai tato dengan kepala seorang gadis di punggungnya. Dia kemudian membelai paha kiri Risa dengan tangan kirinya.
? Eeehmmm ?? Risa Risa.
Lalu ia menurunkan celana dalam yang Risa kenakan dari tubuhnya. Lalu giliran Risa yang menurunkan pakaian dalam yang dikenakan Risa sampai dilepas juga dari tubuhnya. Risa kemudian berjongkok dan membelai paruh kedua payudara Gia dengan tangan kanannya.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Tangan kiri Gia lalu meraih tangan kanan Risa dan membentangkannya ke payudara kirinya.
? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Risa lalu mundur dan duduk di kursi menarik tubuh Gia. Sambil duduk ia menjilat payudara kanan Gia.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Tangan kirinya membelai vagina Gia. Tangan kirinya kemudian meremas payudara kanannya dan lidahnya menjilat puting susu Gia yang tepat.
? Ooohhh Aaahhh? Ooohhh Eeehmmm? ? Sigh Gia.
Beberapa saat kemudian Risa membalikkan badan Gia. Dari balik kedua tangannya kemudian dibelai kedua payudara Gia dan dilanjutkan dengan meremas kedua payudara Gia.
? Eeehmmm? Ooohhh ?? Sigh Gia.
? Ini Ris. Kita akan terlambat. Kami belum mandi dan sarapan pagi? Gia berkata saat ia melarikan diri dari isyarat Risa. Lalu Gia masuk ke kamar mandi tepat di samping dapur. Risa mengikutinya.
Bisakah saya mandi dengan mbak ?? Risa bertanya siapa yang masih berdiri di pintu kamar mandi.
Gia yang sedang mandi di bawah kamar mandi hanya mengangguk kepalanya dengan senyum menantang. Risa kemudian ikut mandi di bawah pancuran. Dia langsung menyapa Gia yang menempel tubuhnya ke tubuh Risa. Dia mematikan pancuran dan tangan kirinya membelai vagina Risa dan tangan kanannya memeluk pinggang Risa.
? Ooohhh Aaahhh ?? Risa Risa.
Lalu Gia semakin menyegel tubuhnya yang basah ke dalam tubuh yang juga basah. Kedua payudara menempel pada payudara kecil Risa.
? Ooouhhh ?? Mereka berdua mendesah.
Bibirnya juga menempel di bibir Risa. Mereka berdua mencium dan menjilat lidah mereka. Tiba-tiba Risa tergelincir. Untungnya dia bisa cepat mengendalikan tubuhnya sehingga dia tidak merasa sakit. Tapi dia tidak segera bangun. Dia ingin Gia membantunya. Dengan harapan bisa menarik tubuh Gia ke bawah. Rupanya Gia mengambil selang shower dan menyemprotkan air ke vaginanya Risa. Hanya sebentar. Ia kemudian berjongkok dan menyabuni vaginanya dengan sabun. Dia mencium bibir Risa juga. Untuk waktu yang lama Gia menyabuni vagina Risa sedangkan jari tengah tangan kanannya dimasukkan ke dalam vagina Risa. Sementara tangan kirinya menuangkan sabun cair ke bak mandi.
Lalu Gia menarik tubuh Risa ke bak mandi. Mereka berdua saling menukar busa sabun satu sama lain. Sesekali mereka berdua saling mencium sambil saling memukul lidah masing-masing. Mereka saling berpelukan dan meletakkan kedua payudara mereka bersama-sama.
? Ooouhhh ?? Mereka berdua mendesah.
Kemudian Risa membersihkan busa sabun yang ada di kedua payudara Gia dengan kedua tangannya. Puting puting susu Gill.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Perlakuan Risa membuat tubuh Gia naik dan membuatnya berdiri dengan bersandar di dinding kamar mandi. Risa tidak lagi menjilati puting payudara kanan Gia. Sekarang dia membersihkan sabun busa di vagina Gia dengan air. Lalu ia mengisap vagina Gia dengan lidahnya.
? Aaaghh? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Gia hanya bisa meremas kedua payudaranya sendiri dengan kedua tangannya. Sesekali tangan kiri Risa juga meremas payudara kiri Gia.
? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Mulutnya naik kembali dan mengisap payudara kiri Gia saat jari tengahnya menggoyang-goyangkan tangan kanan vaginanya Gia.
? Oooughhh? Aaahhh? Ooouhhh ?? Sigh Gia.
Dia lalu meletakkan kedua payudara itu ke kedua payudara Gia.
? Ooouhhh ??
Gia memeluknya saat ia menjilat lehernya. Tangan kiri Gia juga meremas pantat Risa.
? Eeehmmm ?? Mereka berdua mendesah.
Risa kemudian menusukkan payudara kanannya yang kecil ke mulut Gia yang hanya akan menyedotnya.
? Oooughhh ?? Risa Risa.
Tapi hanya sebentar. Gia memimpin Risa untuk membungkuk dengan kedua tangan menempel ke dinding kamar mandi. Dia mengusap kedua payudaranya ke punggungnya.
? Ooouhhh ?? Sigh Gia.
Mereka berdua kemudian menyadari bahwa mereka akan bekerja. Jadi akhirnya mereka menyelesaikan permainan. Mereka berdua lalu mandi sambil masih saling membelai tubuh mereka sesekali. Terutama Risa yang sering membelai kedua payudara Gia secara bergantian. Dia terpesona dengan payudara besar Gia.
Sore hari saat dia pulang kerja. Permainan mereka berdua kembali.
?Kehilangan. Minta minyak dong. Kata Risa.
?Sini.? Gia berkata sambil menarik Risa ke kamarnya.
?Buka pakaianmu.? Pergilah ke Gia.
Risa hanya dipatuhi. Dia membuka semua bajunya. Rupanya Gia juga membuka semua bajunya. Kecuali celana dalam. Gia lalu mengambil sebotol dari lemarinya. Botol yang bertuliskan Breast Oil. Lalu mendekati Risa yang sedang melepas miniset yang dia kenakan. Dia tinggal mengenakan pakaian dalam. Gia kemudian memegang payudara kanan Risa dan menuangkan isi botol itu ke dada kanan Risa setelah membuka tutupnya. Tangan kirinya kemudian meremas payudara kanannya.
? Ooohhh ?? Risa Risa.
Lalu meremas tangan kirinya pindah ke dada kiri Risa.
? Ooohhh ?? Risa Risa.
Dia kemudian memutar Risa dan menuang isi botol itu ke punggung Risa. Dia meletakkan botol itu di atas meja dan kedua tangannya meratakannya di atas tubuh bagian atas Risa.
? Eeehmmm ?? Risa Risa.
Kemudian membalik tubuh Risa sementara tangan kanannya mengambil botol di atas meja. Dia menyerahkan botol itu ke Risa.
? Ubah ya? Kata Gia
Risa hanya mengangguk saat mengambil botol itu dari tangan Gia. Ia kemudian menuang isi botol ke kedua payudara Gia sekaligus dalam jumlah banyak. Lalu ia melemparkan botol ke tempat tidur setelah ditutup. Kedua tangan kemudian meratakan cairan di seluruh tubuh bagian atas Gia terutama ke dua payudara Gia.
? Eeehmmm? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Setelah cukup dipertimbangkan, Gia lalu memeluk Risa dan menggesek kedua payudara ke kedua payudara Risa selama beberapa menit.
? Ooouhhh ??
Kemudian mereka berdua melepaskan pelukan dan meremas kedua payudara.
? Ooohhh ??
Gia berhenti meremasnya di kedua payudara. Dia meninggalkan ruangan dan mengambil dua botol air mineral dari lemari es. Dia kembali ke ruangan dan melihat Risa masih meremas kedua payudaranya.
? Ooohhh ?? Risa Risa.
Di depan Risa, Gia membuka salah satu botol dan dengan menari, dia menuang air kecil itu ke payudaranya. Gia membersihkan cairan dengan air mineral.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Risa tertarik dan mengambil botol satunya dari tangan Gia. Dengan tatap muka Risa juga membersihkan cairan pada kedua payudaranya sendiri.
? Eeehmmm ?? Risa Risa.
Gia melihat sebuah kesempatan. Tangan kirinya meremas dan menjilat payudara kanan Risa yang tumbuh lebih besar dari biasanya meskipun tidak sebesar yang dia miliki.
? Ooohhh Eeehmmm ?? Risa Risa.
Dia memutar tubuh Risa dan dari balik tangan kirinya meremas kedua payudara Risa secara bergantian.
? Ooohhh ?? Risa Risa.

Sementara tangan kanannya masih menuang air dari botol. Tangan kanan Risa juga menuangkan air ke kedua payudara. Tubuh mereka basah dan Risa berbalik. Gia memeluknya. Kedua payudara mereka yang berbeda saling menempel satu sama lain dan saling menggesek.
? Ooouhhh ?? Mereka berdua mendesah.
Hampir setiap hari Gia meremas kedua payudara Risa dengan Breast Oil yang berlanjut dengan inkubasi yang sangat panas .. Sampai akhirnya kedua payudara Risa sebesar dua payudaranya bertepatan dengan selesainya liburan setengah tahunan. Ini adalah cerita dari teman saya Risa bahwa kita sering berbagi cerita.

Cerita Porno Sex Terbaru 2018 Naluri Lesbiku Mulai Dari Khayalan

Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Sex Tante, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Cerita Bokep Mesum, Cerita Ngentot Hot, Cerita XXX Terbaru, Cerita Ngewe Panas, Situs Cerita Sex Terbaik Inilah ceritaku tentang cinta sesama jenis, panggil saja aku amel saya masih SMA kelas 2 di Yogyakarta, tinggi 168cm, berat 49kg, ukuran bra 36. Saya sendiri bukan seorang lesbian untuk beberapa alasan saat melihat seorang wanita yang melakukan Miliki mataku yang indah langsung di sana. Misalnya saat saya menonton live music TV di rumah, sebuah klip video dari duo serigala dari salah satu dari mereka yang namanya Pamela safitri saat melihat dadanya yang fantastis saat itu saya punya selera yang lain.

Cerita Porno Sex Terbaru 2018 Naluri Lesbiku Mulai Dari Khayalan

Jika siang hari saya sering maen maen di warnet untuk melihat duo serigala salah satunya Pamela safitri, lihat foto di banyak foto googling yang memamerkan keindahan dadanya, saya juga copy atau simpan banyak gambar. tentang serigala duo personel.

Bila saya juga ingin tidur biasanya sering berfantasi sampai masturbasi sampai orgasme sambil membayangkan tubuh saya saat disentuh? Meraba-raba sampai geli terkikik punggung saya dari belakang dan dari depan membayangkan seorang wanita mengisap vagina saya sampai maasturbasi, kejadian itu saya sering mengulang hampir setiap malam saya berfantasi dengan wanita lain.
Untuk kisah nyata saya menceritakan kisah ceritanya tentang naluri flare keruh saya. Suatu hari saya duduk di kursi sofa sambil menonton televisi. Saya hanya memakai bra dan celana dalam saja. Dari dalam ruangan datang seorang gadis. Sebut saja Astrid. Ia juga hanya memakai bra dan celana dalam saja. Dia duduk di sampingku.

Dia membelai pahaku. Aku tahu apa maksudnya. Aku mematikan televisi dengan remote control. Aku menggeser posisi saya ke samping. Aku juga menggeser tubuh Astrid dengan bahunya. Aku melepas bra yang dipakainya dari belakang. Dengan perlahan aku menurunkan tali bra yang tergantung di atas bahunya. Kedua payudaranya yang berukuran 36 itu (sama seperti milikku) sekarang telanjang. Lalu aku menyentuh lengannya dengan lembut.

Astrid menoleh dan menjulurkan lidahnya. Aku menyapanya dengan lidahku. Kami berdua menjilat lidah masing-masing sementara tanganku masih membelai bahunya. Kami berhenti saling menjilat. Lalu dari belakang kedua payudaranya terselip. Astrid, setengah tertutup, mendesah. Lalu aku mendorong Astrid ke depan.

Saya melepas bra yang saya kenakan. Aku berbaring di sofa dan menarik bahu Astrid ke arahku. Sekarang posisi pantatnya ada di selangkangan saya sementara kaki saya mengangkang. Pipinya bertengger di dada kanan dan matanya menatap payudara kiriku. Aku meremas payudara kirinya lagi dengan tangan kiriku. Sementara tangan kanan saya membenarkan posisi kaki kanan saya bahwa saya merasa tidak enak badan.

Aku meremas kedua payudara lagi. Sementara tangan kiri Astrid membelai paha kiriku. Dan tangan kanannya membelai vaginanya yang masih tertutup celana dalamnya. Ia membuka sedikit celana dalam untuk bisa membelai vagunya. Kami berdua tersenyum. Lalu dia duduk dan melepas celana dalamku. Aku mengangkat pantatku untuk membuatnya lebih mudah baginya melepas celana dalamku. Setelah itu ia berdiri rela melepaskan pakaian dalamnya sendiri. Aku menghentikannya. Aku memegang tangannya. Dia bahkan menarikku untuk berdiri. Dia menempelkan payudaranya ke kedua payudara. Dilipat Kami saling berpelukan sementara tanganku meremas pantatnya yang besar.

Kami saling berpelukan dan merasakan sensasi masing-masing dua payudara kami saling menggosok. Lalu aku mendorongnya sampai aku jatuh dan cepat-cepat melepas celana dalamnya. Lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Sekali lagi kita menjilat lidah masing-masing. Aku memegang pinggangnya dan menepuk paha kanan ke pinggangnya. Sementara paha kiri saya terpotong kedua paha. Membuat apha kiri saya menggesek vaginanya.

Lalu lidahnya turun. Dia menjilat puting susu kanan saat dia meremasnya. Aku hanya bisa mendesah dan tanganku meremas rambutnya. Lalu taruh payudara kanannya ke dalam mulutku. Sudahlah kesempatan itu. Kukulum puting payudara kanannya. Saya sendiri juga meremas payudara kanan saya. Sementara payudara kiri saya diremas oleh Astrid.

Lalu aku mendorong Astrid jadi dia berubah di bawahku. Aku meremas kedua payudara dengan kedua tangan. Sementara dia hanya meremas payudara kanan saya. Payudaraku kiri menempel di bagian bawah payudara Astrid. Astrid mendesah lagi, matanya setengah tertutup. Lalu aku menggeser tubuhku. Aku memeluk vagina Astrid. Astrid tahu apa yang saya maksud. Kedua tangannya membuka vaginanya. Segera kusedot vagina dengan lidah saya sambil berbaring miring dengan miring. Paha kirinya di antara payudaraku terangkat di pinggangku.

Cerita Porno Sex Terbaru 2018 Naluri Lesbiku Mulai Dari Khayalan

Posisi ini ternyata tidak nyaman buat saya. Aku menyuruh Astrid untuk minggir. Lalu aku tidur telentang. Kukatakan pada Astrid untuk mengangkang selangkangannya di depan mulutku, bertumpu pada kedua lutut dan kedua tangannya. Aku membuka vagina Astrid dan kusedot dengan lidahku. Astrid hanya bisa berteriak pelan. Jeritan kesenangan. Astrid tampak kelelahan. Saya sendiri juga puas menyedot vaginanya. Dia meletakkan tubuhnya sejenak di sampingku. Hanya sebentar. Lalu, setengah berbohong, dia mengganti vaginaku dengan lidahnya. Dia membuka vagina saya dengan tangan kanannya. Ganti aku yang menjerit senang.

Kami berdua sudah puas. Kita masih nakedly beristirahat sambil membelai satu sama lain. Lalu datang seorang gadis lain. Sebut saja Niken. Juga hanya memakai bra dan celana dalam. Kedua payudaranya yang berukuran 38 itu sepertinya ingin keluar dari bra yang dikenakannya. Aku dan Astrid lalu berdiri di dekatnya. Niken melepas bra nya. Payudaranya yang paling besar di antara kami bertiga sepertinya telah lega. Kami berdua berdiri setengah di sebelah Niken dengan lutut. Saya berada di samping kaki kanan Niken sementara Astrid berada di sebelah kaki kiri Niken. Kami berdua melepas celana dalamnya yang dikenakannya.

Lalu aku berdiri dan memeluk Niken. Sedangkan Astrid berjongkok di depan vagina Niken. Dia kemudian mengisap vagina Niken dengan lidahnya sementara tangan kirinya membelai paha kanan Niken. Tangan kananku juga membelai paha kanannya dan lengan kiriku memeluk pinggangnya. Tangan kiri Niken sendiri membuka vaginanya dengan tangan kanannya yang masih merangkul tubuhku. Niken hanya bisa mendesah. Lalu aku mengajak Niken duduk di lantai. Dia kemudian duduk dengan kedua tangannya tertegun. Saya ingin mencicipi vaginanya. Tapi oleh Astrid yang nampaknya masih belum cukup merasakan vagina Niken. Aku mendengar desahan Niken aku kumpump dengan menciumku.

Rupanya Niken tidak merasa nyaman dengan ciuman saya. Dia hanya menciumku sesaat. Dia kemudian memegang payudara kanan saya dan meremasnya. Saya yang sudah lama ingin mencicipi vagina Niken hanya bisa membantu membuka vaginanya sementara Astrid masih asyik dengan sedotannya. Niken kemudian menjilat payudara kanan kanan payudara saya dan tangan kirinya meremas payudara kanannya sendiri. Juga payudara kirinya bergantian.

Astrid puas dengan vagina Niken. Dia menjilati jari-jari Niken yang tepat yang diangkatnya. Aku segera mendarat lidahku ke vagina Niken untuk menyedotnya. Niken mendesah lagi. Dan sama seperti aku. Astrid lalu menciumnya. Niken easement dengan ciuman Astrid. Sudah lama bagi mereka untuk mencium begitu banyak sehingga saya bisa menyedot vagina Niken saya dengan lidah saya. Kami bertiga akhirnya mencapai orgasme hampir bersamaan. Karena kelelahan kita juga tidur di lantai dengan ketelanjangan.

Saat aku terbangun aku melihat Astrid sudah pergi. Dan aku mendengar suara air dari kamar mandi. Aku membangunkan Niken dan kami berdua menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi ada Astrid. Kami berdua bersama-sama mandi di bawah pancuran sambil sesekali membelai satu sama lain. Lalu Niken mematikan keran shower. Dia mengambil sabun. Karena sabunnya dua, satu diserahkan ke saya. Lalu dia dari depan bodi Astrid yang berbulu. Menjadi diri dari belakang juga sabun tubuh Astrid. Astrid lalu berpaling padaku. Dia mengambil sabun dari saya dan menyabuni saya. Sementara Niken menyabuni tubuhnya sendiri. Sementara sesekali menyabuni pantat Astrid.

Aku memeluk Niken sehingga tubuh Astrid otomatis antara tubuhku dan tubuh Niken. Tubuh kita penuh dengan busa sabun yang menempel padanya. Kedua payudaraku dan kedua payudaranya menempel Astrid. Sementara kedua payudara Niken menempel di bagian belakang Astrid. Astrid kemudian melepaskan diri dari dua klip bodi yang penuh sabun busa. Dia kemudian membersihkan tubuhnya dari busa bersabun dengan air dari ember sambil menatapku yang sedang berpelukan dengan Niken. Tangan kanan saya memegang payudara kanan saya yang menempel pada dada kiri Niken yang juga dipegang oleh tangan kirinya. Setelah menempel maka tangan kirinya mengangkat paha kanan saya sehingga vagina saya menggosok ke paha kirinya.

Kulihat Astrid menjulang tubuhnya saat keluar dari kamar mandi sementara kami berdua asyik dengan kedua payudara yang penuh sabun busa yang bergesekan satu sama lain. Kemudian saya membuka keran shower lagi untuk membersihkan busa sabun yang memenuhi tubuh saya dan tubuh Niken. Niken tidak setuju. Matikan keran shower lagi.

Lalu dia dengan lembut mendorong tubuh saya jadi saya bersandar di dinding kamar mandi. Uleni lagi kedua payudara saya sehingga saya juga membantu tangan saya memegang kedua tangan. Tubuhnya kemudian turun dan menyiram vaginaku dengan air dari ember. Lalu tangannya membuka vagina saya. Dia mengisap vagina saya dengan lidahnya. Tangannya naik untuk meremas payudaraku. Dia melakukannya untuk waktu yang lama.

Dan saat dia tidak meremas payudaraku, aku meremas kedua payudaraku dengan sesekali menghela napas.

Setelah memuaskan vagina saya dengan lidahnya, dia membuka keran shower dan membersihkan tubuhnya dari sabun busa dengan bantuan saya dengan membersihkan tubuhnya dari belakang. Dia berbalik sambil mematikan keran shower dan mengambil botol sabun cair itu. Dia sepertinya tidak senang dengan sabun.

Dia menuangkan sabun itu dari botol ke tangannya dan mengusapnya ke dada kiri saya. Tanganku meminta bagian. Niken menuang sabun ke tanganku lalu aku menyekanya di dada kirinya. Kemudian Niken menjatuhkan botol sabun dan meratakan sabun ke kedua payudaraku. Saya melakukan hal yang sama. Kami berdua lalu meletakkan kedua payudara itu bersama-sama. Dan digesek sampai ia merasa puas.

Niken kemudian berbalik dan membuka keran air. Dia membersihkan kedua payudaranya dari busa sabun. Aku bangkit dari belakang memegang bagian belakang kepalanya untuk menciumnya dari belakang. Di bawah air mengalir aku merasakan bagian depan tubuh Niken dari belakang sementara lidahku menjilat lehernya. Saya juga memiliki kedua payudara. Akhirnya kami selesai bermain di bawah kamar mandi. Kami berdua keluar setelah tubuh basah memalu. Dia melihat Astrid masih telanjang saat dia meluruskan rambutnya. Dia duduk di tepi ranjang. Niken berjalan mendekat sementara aku berdiri untuk melihat apa yang akan dilakukan Niken dengan Astrid.

Dari samping ia menjilat payudara kanan payudara Astrid. Tangan Astrid memegang bagian belakang lehernya. Niken kemudian duduk di paha kanan Astrid dan mencium bibirnya. Mereka berdua berciuman sambil menjilat lidah masing-masing. Lalu Niken membentang Astrid. Dengan setengah jongkok dia menusukkan vaginanya ke mulut Astrid. Astrid lalu mengisap vagina Niken dengan lidahnya.
Niken kemudian mundur sedikit terbelakang. Setengah berdiri dengan kedua tangannya bertumpu pada kedua lututnya, kedua payudara kedua tangan Astrid juga menekan kedua payudara itu sendiri. Jadi kedua payudara Astrid itu ditekan dua pasang tangan saling menempel.

Setelah itu Astrid mengembalikan Niken kembali. Duduk di lantai tempat tidur.
Astrid sendiri duduk di tepi ranjang. Dari belakang menjilat lidah Niken. Kedua tangan dipegang kedua tangan Niken untuk memeras kedua payudara Niken.

Astrid kemudian menusukkan payudara kanannya ke mulut Niken yang langsung menjilati payudara kanan payudara Astrid. Tangan kirinya meremas payudara kirinya. Kemudian ganti Astrid menyodorkan payudara kirinya ke mulut Niken yang juga segera menjilat puting payudara kiri Astrid. Tangan kanannya meremas payudara kanannya. Saya melihatnya bergabung. Kami bertiga membelai lebih dalam.