Cerita Dewasa Ngentot Sama Anak Perawan SMP

Cerita Dewasa Ngentot Sama Anak Perawan SMP – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Indo Rayuan Maut Anak KostCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Aku tinggal di Cirebon tapi tempat kerjaku di dekat Indramayu yang berjarak sekitar 45 Km dan kutempuh dengan kendaraan kantor (nyupir sendiri) sekitar 1 jam. Bagi yang tahu daerah ini, pasti akan tahu jalan mana yang kutempuh. Setiap pagi kira-kira jam 06.30 aku sudah meninggalkan rumah melewati route jalan yang sama (cuma satu-satunya yang terdekat) untuk berangkat ke kantor. Pagi hari di daerah ini, seperti biasa terlihat pemandangan anak-anak sekolah entah itu anak SD, SMP ataupun SMU, berjajar di beberapa tempat di sepanjang jalan yang kulalui sambil menunggu angkutan umum yang akan mereka naiki untuk ke sekolah mereka masing-masing.

Cerita Porno 2016 Ngentot Dengan Anak Perawan SMP

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Pemerkosaan Gadis Perawan SMP

Karena angkutan umum sangat terbatas, biasanya mereka melambai-lambaikan tangannya dan mencoba menyetop kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan. Kadang-kadang ada juga kendaraan truk ataupun pick-up yang berhenti dan berbaik hati memberikan tumpangan, sedangkan kendaraan lainnya jarang mau berhenti, karena yang melambai-lambaikan tangannya berkelompok dan berjumlah puluhan.

Suatu hari Senin di bulan Oktober 98, aku keluar dari rumah agak terlambat yaitu jam 06.45 pagi. Kuperhatikan anak-anak sekolah yang biasanya ramai di sepanjang jalan itu mulai agak sepi, mungkin mereka sudah mendapatkan kendaraan ke sekolahnya masing-masing. Saat perjalananku mencapai ujung desa Bedulan (tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antar desa sampai saat ini), kulihat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya.

Setelah kulihat di belakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri di sekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan, “Mau ke mana dik?”. Kulihat anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku, “Pak boleh saya ikut sampai di SMA——– (edited by Yuri)”, dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat?, dengan wajah yang penuh harap. “Yaa…, OK lah.., naik cepat”, kataku. “Terima kasih paak”, katanya sambil membuka pintu mobilku.

Jarak dari sini sampai di sekolahnya kira-kira 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas 3 SMU di——dan bernama War (edited by Yuri). Tinggi badannya kira-kira 155 cm, warna kulitnya bisa dibilang agak hitam bersih dan tidak cantik tapi manis dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu.

Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah dan War segera memberikan aba-aba. “Ooom…, sekolah saya ada di depan itu”, katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku War mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil, War masih sempat bertanya, “Oom…, besok pagi saya boleh ikut lagi.., nggak Oom, lumayan Oom…, bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos.., boleh yaa.. Oom?”. Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu, tapi kupandangi wajahnya, lalu kujawab, “Boleh boleh saja War ikut Oom, tapi jangan bergerombol ikutnya yaa”.
“Enggak deh Oom, saya cuma sendiri saja kok selama ini”.

Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, War sudah ada di pinggir jalan dan melambaikan tangannya untuk menghentikan mobilku. Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, teman-teman sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya. Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang, War bilang tidak apa-apa tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya. War juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana, kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di Kuningan.

Seminggu kemudian di hari Jum’at, waktu War akan naik di mobilku kulihat wajahnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan War duduk tanpa banyak bicara.
Karena penasaran, kusapa dia, “War, habis nangis yaa…, kenapa..? coba War ceritakan.., siapa tahu Oom bisa membantu”. War tetap membisu dan sedikit gelisah. Lama dia diam saja dan aku juga tidak mau mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan, tetapi kemudian dia berkata, “Oom, saya habis ribut dengan Bapak dan Ibu”, lalu dia diam lagi.
“Kalau War percaya pada Oom, tolong coba ceritakan masalahnya apa, siapa tahu Oom bisa membantu”, kataku tetapi War saja tetap membisu.
Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya, tiba-tiba War berkata, “Oom…, boleh nggak War minta waktu sedikit buat bicara di sini, mumpung masih belum sampai di sekolah”. Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku di pinggir jalan dan kira-kira jaraknya masih 2 Km dari sekolahnya.

“Ada apa War…?”, Kataku. War tetap diam dan sepertinya ada keraguan untuk memulai berbicara.
“Ayoo…, lah War (sebenarnya pengarang penuliskan tiga harus terakhir dari namanya, tapi terpaksa oleh Yuri diganti jadi 3 huruf terdepan), jangan takut atau ragu…, ada apa sebenarnya”, tanyaku lagi.
“Begini…, Oom, kata War”, lalu dia menceritakan bahwa tadi malam dia minta uang kepada orang tuanya untuk membayar uang sekolahnya yang sudah tiga bulan belum dibayar dan hari ini adalah hari terakhir dia harus membayar, karena kalau tidak dia tidak boleh mengikuti ulangan. Orang tuanya ternyata tidak mempunyai uang sama sekali, padahal uang sekolah yang harus dibayar itu sebesar 80 ribu rupiah. Alasan orang tuanya karena panen padi yang diharapkan telah punah karena hujan yang terus menerus. Dan katanya lagi orang tuanya menyuruh dia berhenti sekolah karena tidak mampu lagi untuk membayar uang sekolah dan mau dikimpoikan dengan tetangganya.

Aku tetap diam untuk mendengarkan ceritanya sampai selesai dan karena War juga terus diam, lalu kutanya, “Teruskan ceritamu sampai selesai War”. Dia tidak segera menjawab tapi yang kulihat airmatanya terlihat menggenang dan sambil mengusap air matanya dia berkata, “Oom, sebetulnya masih banyak yang ingin War ceritakan, tapi saya takut nanti Oom terlambat ke kantornya dan War juga harus ke sekolah, serta lanjutnya lagi…, kalau Oom ada waktu dan tidak keberatan, saya ingin pergi dengan Oom supaya saya bisa menceritakan semua masalah pribadi saya”. Setelah diam sejenak, lalu War berkata lagi, “Oom, kalau ada dan tidak keberatan, saya mau pinjam uang Oom 80 ribu untuk membayar uang sekolah dan saya janji akan mengembalikan setelah saya dapat dari orang tua saya”.

Mendengar cerita War walaupun belum seluruhnya, hatiku terasa tersayat dan segera kurogoh dompetku dan kuambilkan uang 200 ribu dan segera kuberikan padanya.
“Lho Oom, kok banyak benar…, saya takut tidak dapat mengembalikannya”, katanya sambil menarik tangannya sebelum uang dari tanganku dipegangnya.

“War.., ambillah…, nggak apa-apa kok, sisanya boleh kamu belikan buku-buku atau apa saja…, saya yakin War membutuhkannya”, dan segera kupegang tangannya sambil meletakkan uang itu ditangannya dan sambil kukatakan, “War.., ini nggak usah kamu beritahukan kepada siapa-siapa, juga jangan kepada orang tuamu…, dan War nggak perlu mengembalikannya”.

Belum selesai kata-kataku, tiba-tiba saja dari tempat duduknya dia maju dan mencium pipi kiriku sambil berkata, “Terima kasih banyak Oom.., Oom.. sudah banyak menolong saya”. Aku jadi sangat terkesiap dan berdebar, bukan karena mendapat ciuman di pipiku, tapi karena tangan kiriku tersentuh buah dadanya yang terasa sangat empuk sehingga tidak terasa penisku menjadi tegang dan sementara War masih mencium pipiku, kugunakan tangan kananku untuk membelai rambutnya dan kucium hidungnya.
“Ayoo…, War…, sudah lama kita di sini, nanti kamu terlambat sekolahnya”.
War tidak menjawab tapi kulihat dikedua matanya masih tergenang air matanya. Ketika sudah sampai di depan sekolahnya sambil membuka pintu mobil, War berkata, “Oom.., terima kasih yaa.. Ooom dan kapan Oom ada waktu untuk mendengar cerita War”.
“Kalau besok gimana..?, kataku.
“Boleh.., oom”, jawabnya cepat.
“Lho…, besok kan masih hari Sabtu dan War kan harus sekolah”, jawabku.
“Sekali-kali mbolos kan nggak apa apa Oom…, hari Sabtu kan pelajarannya tidak begitu padat dan kurang penting”, kata War.
“Oklah…, kalau begitu…, War, kita ketemu besok pagi ditempat biasa kamu menunggu”.

Dalam perjalanan ke kantor setelah War turun, masalah War terasa mengganggu pikiranku sehingga tidak terasa aku sudah sampai di kantor. Sebelum pulang kantor, aku izin untuk tidak masuk besok Sabtu pada Bossku dengan alasan akan mengurus persoalan keluarga di Kuningan. Demikian juga waktu malamnya kukatakan pada istriku kalau aku harus ke Jakarta untuk urusan kantor dan kalau selesainya telat terpaksa harus menginap dan pulang pada hari Minggu.

Besok paginya dengan berbekal 1 stel pakaian yang telah disiapkan oleh Istriku, aku berangkat dan sampai di tempat yang biasa, kulihat War tetap memakai baju seragam sekolahnya. Setelah dia naik ke mobil, kembali kulihat matanya tetap seperti habis menangis.
Lalu kutanya, “War…, habis perang lagi yaa?, soal apa lagi?”.
“Oom, ceritanya nanti saja deh”, katanya agak malas.
“Kita mau kemana Oom?”, Tanyanya.
“Lho…, terserah War saja.., Oom sih ikut saja”.
“Oom…, saya kepingin ke tempat yang agak sepi dan nggak ada orang lain…, jadi kalau-kalau War nangis, nggak ada yang melihatnya kecuali Oom”.
Sambil memutar mobilku kembali ke arah Cirebon, aku berpikir sejenak mau ke tempat mana yang sesuai dengan permintaan War, dan segera teringat kalau di pinggiran kota Cirebon yang ke arah Kuningan ada sebuah lapangan Golf dan Cottage CPN.
Segera saja kukatakan padanya, “War… Tempat yang sesuai dengan keinginanmu itu kayaknya agak susah, tapi…, bagaimana kalau kita ke CPN saja..?”.
“Dimana itu Oom dan tempat apaan?”,tanya War.
Aku jadi agak susah menjelaskannya, tapi kujawab saja, “Tempatnya sih nggak jauh yaitu sedikit di luar Cirebon dan…, begini saja deh.., War.., kita ke sana dulu dan kalau War kurang setuju dengan tempatnya, kita cari tempat lain lagi”.

Setelah sampai di tempat dan mendaftar di receptionist serta memesan minuman ringan serta mengambil kunci kamarnya, segera aku kembali ke mobil dan kutanyakan pada War–“gimana War.., kamu mau disini..?, lihat saja tempatnya sepi (maklum saja masih pagi-pagi. Receptionistnya saja seperti terheran-heran, sepertinya berfikir kok ada tamu pagi-pagi sekali dan nomor mobilnya bukan dari luar kota).

Setelah mobil kuparkir di depan kamar, sebelum turun kutanya dia kembali, “War…, gimana.., mau di sini? atau mau cari tempat lain?”. War tidak segera menjawab pertanyaanku, tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku ke arah pintu kamar motel. Segera setelah sampai di dalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil memperhatikan seluruh ruangan. Karena kulihat dia tetap diam saja, aku jadi merasa tidak enak dan segera kudekati dia yang masih tetap duduk di pinggiran tempat tidur dan sambil agak berlutut, kucium keningnya beberapa saat dan tiba-tiba saja War memelukku dan terdengar tangisan lirih sambil terisak-isak. Sambil masih memelukku, kuangkat berdiri dari duduknya dan kuelus-elus rambutnya, sambil kucium pipinya serta kukatakan, “War coba tenangkan dirimu dan ceritakan semua masalah mu pada Oom…, siapa tahu Oom bisa membantumu dalam memecahkan masalahmu itu”. War masih saja memelukku tapi senggukan tangisnya mulai mereda. Beberapa saat kemudian kubimbing dia ke arah tempat tidur dan perlahan kutelentangkan War di tempat tidur dan kurangkulkan tangan kiriku di bahunya dan kupandangi wajahnya, sambil kukatakan, “War cobalah ceritakan masalahmu itu dan biar Oom bisa mengetahui permasalahanmu itu”.

War tetap diam saja dan memejamkan matanya, tapi tak lama kemudian, sambil menyeka air matanya dia membuka matanya dan memandang ke arahku yang jaraknya antara wajahnya dan wajahku sangat dekat sekali.
“Oom…”, katanya seperti akan memulai bercerita, tapi lalu dia diam lagi. “War…”, kataku sambil kucium pipinya dan kuusap-usapkan jari tangan kananku di rambutnya, “cerita lah”.

Lalu War mulai bercerita dan dia menceritakan secara panjang lebar soal kehidupan keluarganya yang miskin, dia anak pertama dari 3 bersaudara, tentang pacarnya di sekolah tapi lain kelas yang sudah 2 tahun pacaran dan sekarang sudah meninggalkan dia karena mendapatkan pacar baru di kelasnya dan dia juga menceritakan kalau orang tuanya sudah menjodohkan dengan tetangganya yang sudah punya istri dan anak, tapi kaya dan rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah War dan dia harus segera berhenti dari sekolahnya karena akan dikimpoikan pada bulan Maret akan datang. War katanya kepingin sekolah dulu dan belum pingin kimpoi, apalagi kimpoi dengan orang yang sudah punya Istri dan anak. War punya keinginan mau lari dari rumahnya, tapi tidak tahu mau ke mana. War juga menceritakan bahwa sebetulnya dia masih cinta kepada kawan sekolahnya itu, apalagi dia sudah telanjur pernah tidur bersama sewaktu piknik ke Kuningan dulu, walaupun katanya dia tidak yakin kalau punya pacarnya itu sudah masuk ke vaginanya apa belum, karena belum apa-apa sudah keluar katanya.

“Jadi…, gimana.., Oom.., apa yang harus saya perbuat dengan masalah ini, katanya setelah menyelesaikan ceritanya.
“War”, kataku sambil kembali kuelus-elus rambutnya dan kucium pipinya di dekat bibirnya.
“War…, masalahmu kok begitu rumit, terutama persoalan lamaran tetanggamu itu. Begini saja War…, sebaiknya kamu minta kepada orangtuamu untuk menunda perkimpoian itu sampai kamu selesai sekolah. Bilang saja…, kalau ujian SMA-mu hanya tinggal beberapa bulan lagi”.

“Katakan lagi…, sayang kalau biaya yang telah dikeluarkan selama hampir tiga tahun di SMA harus hilang percuma tanpa mendapatkan Ijasah. War…, sewaktu kamu mengatakan ini semua, jangan pakai emosi, katakan dengan lemah lembut, mudah-mudahan saja orang tuamu mau mengerti dan mengundurkan perjodohanmu dengan tetanggamu itu”.
“Kalau orang tuamu setuju, jadi kamu bisa konsentrasi untuk menyelesaikan sekolahmu dan yang lainnya bisa dipikirkan kemudian”.
Setelah selesai memberikan saran ini, lalu kembali kucium pipinya seraya kutanya…, “War…, bagaimana pendapatmu dengan saran Oom ini?”.
Seraya saja War bangkit dari tidurnya dan memelukku erat-erat sambil menciumi pipiku dan berkata, “Ooom…, terima kasih.., atas saran Oom ini…, belum terpikir oleh saya sebelumnya hal ini…, Oom sangat baik terhadap War entah bagaimana caranya saya membalas kebaikan Oom”, dan terasa air matanya menetes di pipiku.

Setelah diam sesaat, kembali kurebahkan badan War telentang dan kulihat dari matanya yang tertutup itu sisa air matanya dan segera kucium kedua matanya dan sedikit demi sedikit cimmanku kuturunkan ke hidungnya dan terus turun ke pipi kirinya, setelah itu kugeser ciumanku mendekati bibirnya. Karena War masih tetap diam dan tidak menolak, keberanianku semakin bertambah dan secara perlahan-lahan kugeser ciumanku ke arah bibirnya, dan tiba-tiba saja War menerkam dan memelukku serta mencari bibirku dengan matanya yang masih tertutup. Aku berciuman cukup lama dan sesekali lidahku kujulurkan ke dalam mulutnya dan War mengisapnya. Sambil tetap berciuman, kurebahkan badannya lagi dan tangan kananku segera kuletakkan tepat di atas buah dadanya yang terasa sangat kenyal dan sedikit kuremas. Karena tidak ada reaksi yang berlebihan serta War bukan saja mencium bibirku tapi seluruh wajahku, maka satu persatu kancing baju SMU-nya berhasil kulepas dan ketika kusingkap bajunya, tersembul dua bukit yang halus tertutup BH putih tipis dan ukurannya tidak terlalu besar.

Ketika kucoba membuka baju sekolahnya dari tangan kanannya, War kelihatannya tetap diam dan malah membantu dengan membengkokkan tangannya. Setelah berhasil melepas baju dari tangan kanannya, segera kucari kaitan BH-nya di belakang dan dengan mudah kutemukan serta kulepaskan kaitannya, sementara itu kami masih tetap berciuman, kadang dibibir dan sesekali di seluruh wajah bergantian. BH-nya pun dengan mudah kulepas dari tangan kanannya dan ketika kusingkap BH-nya, tersembul buah dada War yang ukurannya tidak terlalu besar tapi menantang dan dengan puting susunya berwarna kecoklatan.

Dan dengan tidak sabar dan sambil meremas pelan payudara kanannya, kuturunkan wajahku menyelusuri leher dan terus ke bawah dan sesampainya di payudaranya, kujilati payudara War yang menantang itu dan sesekali kuhisap puting susunya, sementara War meremas-remas rambutku seraya terdengar suara lirih, “aahh…, aahh…, ooomm…, ssshh…, aahh”. Aku paling tidak tahan kalau mendengar suara lirih seperti ini, serta merta penisku semakin tegang dan kugunakan kesempatan ini sambil tetap menjilati dan menghisap payudara War, kugunakan tangan kananku untuk menelusuri bagian bawah badan War

Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah. Sambil masih tetap menjilati payudara War, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan War terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, “aahh…, ssshh…, ssshh…, aahh”. Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara War mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus ritsluiting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan ritsluitingnya, sehingga roknya menjadi longgar di badan War.

Lalu perlahan-lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut War seraya tanganku berusaha menurunkan roknya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah kuturunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan War mengenakan CD warna merah muda dan kulihat juga vaginanya yang menggunung di dalam CD-nya.

Badan War menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai CD di atas gunungan vaginanya, gelinjang badan War semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil, “ssshh…, aahh…, ssshht…, ooom…, aahh”. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan CD-nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan vagina War masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan vaginanya dan basah.

Setelah berhasil melepas CD-nya dari kedua kaki War yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha War sambil merenggangkan kedua pahanya. Dengan pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan vaginanya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba War bangun dari tidurnya dan berkata, “Jaa…, ngaan…, Ooom”, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.

Karena takut War akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk War serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. War tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan War sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan BH War yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, War sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri.

Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk CD-ku, lalu dengan harap-harap cemas karena aku takut War akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu di samping kiri atau kanan badan War, sekarang aku naik di atas badan War. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan War, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Dalam posisi begini, terasa penisku agak sakit karena tertindih di antara badanku dan paha War. Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang nikmat, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan War malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia-siakan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa penisku berada di atas vagina War. War masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku.

Sambil masih tetap kujilat dan ciumi seluruh wajahnya, kuturunkan tanganku ke bawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan-lahan kuelus vagina War yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir vaginanya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan War serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam vaginanya, terasa vagina War sangat basah dan kurasakan badan bawah War bergerak perlahan-lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam vaginanya dan sesekali kupermainkan clitorisnya dengan jari-jariku sehingga War sering berdesis, “Ssshh…, ssshh…, aahh…, ssshh”, sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku.

Setelah sekian lama kupernainkan vaginanya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari vagina War dan kugunakan tangan kananku untuk memegang penisku serta segera saja penisku kuarahkan ke vagina War sambil kugosok-gosokan ke atas dan ke bawah sepanjang bagian dalam vagina War, serta kembali kudengar desis suaranya, “ssshh…, ssshh…, ooom…, aahh…, ssshh”, dan pantatnya diangkat naik turun pelan-pelan. Karena kulihat War sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan penisku ke arah bawah bagian vaginanya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan-pelan penisku k edalam vagina War.

Kuperhatikan wajah War agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat di dekat telingaku, “Aduuuhh…, ooomm…, Jangaannn…, sakiiittt…, Asiihh.., takuuut., Oom”. Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan penisku dan kuelus-elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan, “Tidak…, apa-apa…, sayaang…, Oom…, pelan-pelan saja…, kok”, untuk menenangkan ketakutan War. War tidak segera menanggapi kata-kataku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku.

Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan-lahan, kutusukan kembali penisku ke dalam vaginanya dan terdengar lagi War berkata lirih di dekat telingaku, “Aduuuhh…, sakiiittt…, ooom…, Asihh.., takuuut”, padahal kurasakan kalau War mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan-lahan.

Mendengar kata-katanya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan penisku tapi masih tetap ditempatnya yaitu di lubang vaginanya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus-elus rambutnya sambil kubisiki, “Takut apa sayang..”. War tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan War mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan War mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku. Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan War sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan penisku ke vaginanya atau hanya perasaanku saja.

Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi War selanjutnya. Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat War berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi War tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata War menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.

Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina War dan, “Bleeesss”, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina War dan, “aahh…, sakiiit…, ooom

Ketika sampai di celana dalamnya serta kuelus-elus vaginanya, terasa sekali ada bagian CD yang basah. Sambil masih tetap menjilati payudara War, kugunakan jari tanganku menyusup masuk dari samping CD-nya untuk mencari bibir vaginanya dan ketika dapat dan kuelus, badan War terasa menggelinjang dan membukakan kakinya serta kembali terdengar, “aahh…, ssshh…, ssshh…, aahh”. Aku jadi semakin penasaran saja mendengar suara War mengerang lirih seperti itu. Segera kulepas tanganku yang ada di vaginanya dan sekarang kugunakan untuk mencari kancing atau apapun yang ada di Rok sekolahnya untuk segera kulepas. Untung saja rok sekolah yang dipakai adalah rok standard yaitu ada kaitan sekaligus ritsluiting, sehingga dengan mudah kutemukan dan kubuka kaitan dan ritsluitingnya, sehingga roknya menjadi longgar di badan War.

Lalu perlahan-lahan kuturunkan badanku serta ciumanku menelusuri perut War seraya tanganku berusaha menurunkan roknya. Roknya yang sudah longgar itu dengan mudah kuturunkan ke arah kakinya dan kuperhatikan War mengenakan CD warna merah muda dan kulihat juga vaginanya yang menggunung di dalam CD-nya.

Badan War menggelinjang saat ciumanku menelusuri perut dan pada saat ciumanku mencapai CD di atas gunungan vaginanya, gelinjang badan War semakin keras dan pantatnya seakan diangkat serta tetap kudengar suaranya yang lirih sambil meremas-remas rambutku agak keras serta sesekali memanggil, “ssshh…, aahh…, ssshht…, ooom…, aahh”. Sambil kujilati lipatan pahanya, kuturunkan CD-nya perlahan-lahan dan setelah setengahnya terbuka, kuperhatikan vagina War masih belum banyak ditumbuhi bulu sehingga terlihat jelas belahan vaginanya dan basah.

Setelah berhasil melepas CD-nya dari kedua kaki War yang masih menjulur di lantai, kuposisikan badanku diantara kedua paha War sambil merenggangkan kedua pahanya. Dengan pelan-pelan kujulurkan lidahku dan kujilati belahan vaginanya yang agak terbuka akibat pahanya kubuka agak lebar. Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba War bangun dari tidurnya dan berkata, “Jaa…, ngaan…, Ooom”, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.

Karena takut War akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk War serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya. War tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan War sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. Sementara itu tanganku kugunakan untuk melepas baju dan BH War yang sebelah dan yang tadi belum sempat kulepas, War sepertinya mendiamkan saja, malah sepertinya membantuku dengan memiringkan badannya agar bajunya mudah kulepas. Sambil tetap berciuman, sekarang aku berusaha untuk melepas baju dan celanaku sendiri.

Setelah aku berhasil melepas semua pakaianku termasuk CD-ku, lalu dengan harap-harap cemas karena aku takut War akan menolaknya, aku menempatkan diriku yang tadinya selalu di samping kiri atau kanan badan War, sekarang aku naik di atas badan War. Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan War, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Dalam posisi begini, terasa penisku agak sakit karena tertindih di antara badanku dan paha War. Karena tidak tahan, segera kuangkat kaki kananku untuk mencari posisi yang nikmat, tapi bersamaan dengan kakiku terangkat, kurasakan War malah merenggangkan kedua kakinya agak lebar, tentu saja kesempatan ini tidak kusia-siakan, segera saja kutaruh kedua kakiku di bagian tengah kedua kakinya yang dilebarkan itu dan sekarang terasa penisku berada di atas vagina War. War masih memelukkan kedua tangannya di punggungku dan meciumi seluruh wajahku.

Sambil masih tetap kujilat dan ciumi seluruh wajahnya, kuturunkan tanganku ke bawah dan sedikit kumiringkan badanku, perlahan-lahan kuelus vagina War yang menggembung dan setelah beberapa saat lalu kupegang bibir vaginanya dengan jariku dan kurasakan kedua tangan War serasa mencekeram di punggungku dan ketika jari tengahku kugunakan untuk mengelus bagian dalam vaginanya, terasa vagina War sangat basah dan kurasakan badan bawah War bergerak perlahan-lahan sepertinya mengikuti gerakan jari tanganku yang sedang mengelus dan meraba bagian dalam vaginanya dan sesekali kupermainkan clitorisnya dengan jari-jariku sehingga War sering berdesis, “Ssshh…, ssshh…, aahh…, ssshh”, sambil kurasakan jari kedua tangannya menusuk punggungku.

Setelah sekian lama kupernainkan vaginanya dengan jariku, kemudian kulepaskan jariku dari vagina War dan kugunakan tangan kananku untuk memegang penisku serta segera saja penisku kuarahkan ke vagina War sambil kugosok-gosokan ke atas dan ke bawah sepanjang bagian dalam vagina War, serta kembali kudengar desis suaranya, “ssshh…, ssshh…, ooom…, aahh…, ssshh”, dan pantatnya diangkat naik turun pelan-pelan. Karena kulihat War sudah sangat terangsang nafsunya, segera saja kuhentikan gerakan tanganku dan kutujukan penisku ke arah bawah bagian vaginanya dan setelah kurasa pas, segera kulepaskan tanganku dan kutekan pelan-pelan penisku k edalam vagina War.

Kuperhatikan wajah War agak mengerenyit seperti menahan rasa sakit serta menghentikan gerakan pantatnya serta bersuara pelan tepat di dekat telingaku, “Aduuuhh…, ooomm…, Jangaannn…, sakiiittt…, Asiihh.., takuuut., Oom”. Mendengar suaranya yang sedikit menghiba itu, segera kuhentikan tusukan penisku dan kuelus-elus dahinya sambil kucium telinganya serta kubisikan, “Tidak…, apa-apa…, sayaang…, Oom…, pelan-pelan saja…, kok”, untuk menenangkan ketakutan War. War tidak segera menanggapi kata-kataku dan tetap diam saja dengan tetap masih memelukkan kedua tangannya di punggungku.

Karena dia diam saja dan memejamkan kedua matanya, segera secara perlahan-lahan, kutusukan kembali penisku ke dalam vaginanya dan terdengar lagi War berkata lirih di dekat telingaku, “Aduuuhh…, sakiiittt…, ooom…, Asihh.., takuuut”, padahal kurasakan kalau War mulai lagi menggerakkan pantatnya perlahan-lahan.

Mendengar kata-katanya yang lirih ini, kembali kuhentikan tusukan penisku tapi masih tetap ditempatnya yaitu di lubang vaginanya, dan kembali kuciumi bibir dan wajahnya serta kuelus-elus rambutnya sambil kubisiki, “Takut apa sayang..”. War tidak segera menjawab pertanyaanku itu. Sambil menunggu jawabannya, kuteruskan ciumanku di bibirnya dan War mulai lagi melayani ciumanku itu dengan memainkan lidahku yang kujulurkan ke dalam mulutnya dan kurasakan War mulai memindahkan kedua tangannya dari punggung ke atas pantatku. Aku tetap bersabar menunggu dan tidak terburu-buru untuk menusukkan penisku lagi. Tetap dengan masih menghisap lidahku, kurasakan kedua tangan War sedikit menekan pantatku, entah perintah supaya aku menusukkan penisku ke vaginanya atau hanya perasaanku saja.

Sementara aku diamkan saja dan dengan masih berciuman, kutunggu reaksi War selanjutnya. Ketika ciumanku kualihkan ke daerah dekat telinganya, kulihat War berusaha mengelak mungkin karena kegelian dan kembali kurasakan kedua tangannya seperti menekan pantatku. Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi War tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata War menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.

Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina War dan, “Bleeesss”, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina War dan, “aahh…, sakiiit…, ooom�.”, kudengar suara War sambil seperti menahan rasa sakit dan berusaha menarik pantatku. Untuk sementara tidak kugerakkan pantatku dan setelah kulihat War mulai tenang dan kembali mau menciumi wajahku, lalu perlahan-lahan kutekan penisku yang sudah menembus vaginanya supaya masuk lebih dalam lagi

“aahh…, oom…, pelan…, pelaan..”, kudengar War berkata lirih.
“Iyaa…, sayaang…, ooom pelah-pelan”, jawabku serta kubelai rambutnya. Setelah kudiamkan sebentar, lalu kugerakkan pantatku naik turun sangat pelan agar War tidak merasa kesakitan, dan ternyata berhasil, wajah War keperhatikan tidak tegang lagi sehingga pergerakan penisku keluar masuk vagina War sedikit kupercepat dan belum berapa lama terdengar suara War, “ooom…, ooom…, aaduuuhh…, ooomm…, aahh”, sambil kedua tangannya mencengkeram punggungku dengan kuat dan menciumi keseluruhan wajahku dengan sangat bernafsu dan badannya berkeringat, lalu War berteriak agak keras, “aahh…, ooomm…, aduuuhh..”, lalu War terkapar dan terdiam lemas dengan nafas terengah-engah. Rupanya Aku yakin kalau War sudah mencapai orgasmenya padahal nafsuku baru saja akan naik. Karena kulihat War sepertinya sedang kelelahan dengan kedua matanya tertutup rapat, jadi timbul rasa kasihanku, lalu sambil kuseka keringat wajahnya kuciumi pipi dan bibirnya dengan lembut, tapi War tidak bereaksi dan tanpa kuduga di gigitnya bibirku yang sedang menciumnya seraya berkata lirih, “ooom…, nakal…, yaa, War baru sekali ini merasakan hal seperti tadi”, sambil mencubit punggungku. Aku tidak menjawab komentarnya tapi yang kuperhatikan adalah nafasnya sudah mulai teratur dan secara perlahan-lahan aku mulai menggerakkan penisku lagi keluar masuk vagina War.

Kuperhatikan War mulai terangsang lagi, War mulai menghisap bibirku dan mulai mencoba menggerakkan pantatnya pelan-pelan dan gerakannya ini membuat penisku seperti di pelintir keenakan. Gerakan penisku keluar masuk semakin kupercepat dan demikian juga War mulai makin berani mempercepat gerakan putaran pantatnya, sambil sesekali kedua tangannya yang dipelukkan dipinggangku berusaha menekan sepertinya menyuruhku untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya lebih dalam lagi dan kudengar War mulai bersuara lagi…, “aahh…, aahh…, ooohh…, oomm…, aah”, dan tidak terasa akupun mulai berkicau, “aacchh…, aahh…, Siiihh…, enaakk…, teruuus…, Siiih”. Ketika nafsuku sudah mulai memuncak dan kudengar juga nafas War semakin cepat, dengan perlahan-lahan kupeluk badan War dan segera kubalik badannya sehingga sekarang War sudah berada di atasku dan kupelukkan kedua tanganku di pantatnya, sedangkan wajah War ditempelkan di wajahku.

 Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terbaru 4 Wanita Lawan 1 Pria

Dengan sedikit makan tenaga, kucoba menggerakkan pantatku naik turun dan setiap kali pantatku naik, kugunakan kedua tanganku menekan pantat War ke bawah dan bisa kurasakan kalau penisku masuk lebih dalam di vagina War, sehingga setiap kali kudengar suaranya sedikit keras, “aahh…, oooh”. Dan mungkin karena keenakan, sekarang gerakan War malah lebih berani dengan menggerakkan pantatnya naik turun sehingga kedua tanganku tidak perlu menekannya lagi dan setiap kali pantatnya menekan ke bawah sehingga penisku serasa masuk semuanya di vagina War, kudengar dia bersuara keenakan, “Aahh…, aah disertai nafasnya yang semakin cepat, demikian juga aku sambil berusaha menahan agar maniku tidak segera keluar.

Gerakan War semakin cepat saja dan kurasakan wajahnya semakin ditekankan ke wajahku sehingga kudengar nafasnya yang sangat cepat itu di dekat telingaku dan, “Aduuuh…, aahh…, aahh…, ooomm.., War…, mauuu.., keluaar…, aah”.
“Tungguuu…, Waarrr.., kitaa…, samaa…, samaa., ooom.., Jugaa.., mauuu…, keluarr”.
“aahh…, aahh…, ooomm”, teriak War sambil mengerakkan pantatnya menggila dan akupun karena sudah tidak tahan menahan maniku dari tadi segera kegerakkan pantatku lebih cepat dan, “Crreeettt…, ccrreeett…, ccccrrreeett…, dan “aahh…, siiihh…, ooom keluaar”, sambil kutekan pantat War kuat-kuat.

Setelah beristirahat sebentar, kuajak War ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan War kembali menjatuhkan badannya di tempat tidur, mungkin masih merasakan kelelahan. Tak terasa jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang dan segera saja kupesan makan siang. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Novel Cerita Seks Hot Terbaru masa Puber Pertama Kali

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Memang, jika saya mengingat pubertas pertama, saya sering tersenyum pada diri sendiri, menertawakan nafsu seks saya yang tak kunjung padam. Bayangkan saja, dalam satu hari bisa 3 s / d 6 kali saya melakukan masturbasi. Setiap kali ada kesempatan langsung saya tidak peduli tempat dan waktu. Melihat pahaku sedikit senjata saya mengeras, dan tidak akan tidur jika tidak dilepaskan melalui masturbasi.

Novel Cerita Seks Hot Terbaru masa Puber Pertama Kali

Di sekolah (saat itu saya masih di bangku SMP), di rumah, otak saya tidak pernah lepas dari rasa ingin tahu tentang arti seks. Seberapa nikmat berciuman?, Seberapa lezatnya membelai payudara wanita?, Dan bagaimana jika senapan saya masuk ke dalam lubang kenikmatan seorang wanita? Bagaimana rasanya menyusu puting susu? Bagaimana rasanya menjilat alat kelamin wanita? Semua menjadi beban pikiran saya dari hari ke hari. Sebagian besar outlet saya hanya membaca stensil karya Enny Arrow.

Sambil membayangkan pelakunya adalah saya, tangan saya dengan terampil melakukan aktivitas mengguncang penisku, sampai sperma keluar. Tapi anehnya meski keluar tiga kali tapi kalau buku yang saya baca belum selesai, tangan saya tidak akan diam dan senjataku tidak akan lelah untuk memuntahkan isinya berapa kali. Dan kalau sekarang boro-boro bisa 5 atau 6 kali, 2 kali terasa sooooooo lelah .. (kenapa iya?)

Cerita Seks Pelacur yang Cantik | Sampai suatu hari, rasa ingin tahu saya tentang seks, sedikit demi sedikit mulai saya tahu dan rasakan? Di saat sekolah, kebetulan saya diberi otak yang diberi Tuhan cukup brilian. Saya selalu mendapatkan rangking pertama di kelas, meski saya juga mendapatkan rangking pertama dalam balapan. Saya tidak tahu berapa kali saya tertangkap membawa Stensilan, rokok, bahkan ganja. Hukuman yang paling berat hanya satu minggu penangguhan, tapi begitu saya dikirim sekitar per kelas saat diminta membaca stensil dan merokok, membawa papan nama di leher saya dengan spidol? JANGAN CONTOH SAYA?

Tapi kemarahan saya tidak membuat teman-teman saya pergi. Bahkan bermodalkan dengan pangkat pertamaku, teman sekelasku yang memiliki adik laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar, memintaku memberikan les privat di rumahnya, Perlahan tapi pasti anak laki-laki tutorku semakin banyak. Pada akhir bulan saya bisa mengantongi Rp 300.000, – cukup besar untuk saya saat itu, dan setelah menerima amplop gaji kesekian kalinya, saya mulai menyadari cita-cita puber saya untuk menikmati keindahan seks dengan wanita. , alih-alih minum bersama teman, namun tak ada salahnya saya coba.

Saya ingat sekali pada hari Minggu malam saya berkumpul dengan teman-teman sambil bermain gitar dan minum minuman keras di pinggir jalan. Tiba-tiba gerimis datang, kami semua berlindung di salah satu kios. Jam baru menunjukkan pukul 22.00 tapi teman saya satu demi satu bubar, mungkin karena cuacanya tidak bagus. Biasanya akan sampai matahari terbit baru pada saat putus. Aku adalah rumah yang paling jauh tanpa teman. Aku hanya berdiri sendiri. Rokok yang saya merokok dan minuman yang masuk ke tenggorokan saya tidak bisa menghilangkan dinginnya malam.

Pikiran saya mengembara lebih banyak tentang arti seks. Saya segera menghentikan bajaj yang kebetulan lewat. Saya diminta untuk diantar ke lokasi WTS dari kelas sial (rumah saya tidak jauh dari lokalisasi). Gerimis tidak mencegah para pencari dan penjual menikmati transaksi. Atmosfernya masih sepadat pasar. Aku segera turun dari bajaj dan berjalan melalui kompleks. Ada begitu banyak wanita yang sedang sibuk mengobrol, bercanda, berpakaian yang medok dan norak banget, usia rata-rata seumuran dengan mamaku.

Aku terus berjalan di gerimis. Sesekali berhenti dengan berkeliaran di sekitar saya. Aku mencoba menjadi dewasa saat hatiku gemuruh. Saya orang jahat, jadi orang tidak akan mengira saya di kelas III. Sampai saya lelah dengan kaki saya, saya belum menemukan wanita seusia dia. Saya segera menghentikan langkah saya saat saya sampai di sebuah toko rokok. Sementara saya membeli sebatang rokok, saya mencoba bertanya dimana ada seorang wanita muda. Si penjual rokok memberitahuku jalannya.

Rupanya saya harus turun dari jalan utama, melewati lorong sempit yang sempit, akhirnya saya menemukan sekelompok wanita muda. Saya hanya ingin menegur, mereka berebut untuk menarik tangan saya, saya pertama kali menyerah dan tidak dapat melakukan apapun, sampai akhirnya seorang wanita paruh baya memecahkannya, dan menyerahkan saya kepada seorang wanita yang cantik, dia mengatakan namanya Tina, sedangkan wanita yang bercerai adalah Mummy / germo mereka. Tina membawaku ke sebuah ruangan kecil, yang hanya berisi tempat tidur tunggal yang memiliki bau apek, dan seember air + ember.

Novel Cerita Seks Hot Terbaru masa Puber Pertama Kali

Saya adalah pertama kalinya tidak masalah sama sekali dengan keadaan ruang tempurnya, yang ada di otak saya adalah bahwa segera saya merasakan kenikmatan seks. Lampu yang remang-remang itu dengan jelas membentuk keindahan tubuh Tina yang mulai membuka bajunya. Jantungku berdegup kencang. Tanpa basabasi lagi Tina mulai membelai tubuhku, kemejaku dan celana segera dilepaskan. Tidak ada pemanas Tina yang sekarang hanya memakai BH, dan celana dalam langsung menyerangku dengan kelihaian, Tanpa sadar aku telanjang. Lidahnya menari-nari di dadaku, tangannya dengan lembut mengocok senjata kerasku.

Kenikmatan perawatan Tina membuat seluruh tubuhku seperti setrum, dan pada saat senjataku dimasukkan ke dalam mulutnya, aku tidak tahan lagi, aku menyemprotkan semua sperma ke mulutnya. Tina segera mengenakan pakaiannya lagi, saya terkejut dan menariknya.

? Belum mbak?
? Kenapa, bukannya mas sudah keluar ??
? Ya, tapi belum masuk?
? masih bisa? Saya agak bingung dengan pertanyaan itu, sekarang saya mengerti arah pertanyaannya.

Aku langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan rakus.

Pelan lembut dong mas! Saya tidak peduli lagi, tangan saya segera meremas payudaranya, bra nya langsung saya lepaskan, pistol saya masih tegang menusuk perutnya.

Aku menggigit payudaranya dengan lidahku. Tina menarik kepalaku.

Mas, jangan tersedot! Saya masih menyusui? Saya tidak peduli, imajinasi saya di stensilan semua kupraktekan, meski tanpa jijik saya menjilat kemaluannya.

Baunya sangat buruk, tapi nafsu saya kemudian mengalahkan semua perasaan jijik. Perlahan-lahan aku melihat bahwa Tina mulai mendapatkan nafsu, mungkin itu akibat perilaku saya yang tidak pernah dia temukan sejauh ini.

? Achhh, Mas! terus? lezat ?? Saya lebih bersemangat.

Tiba-tiba Tina meraih pistolku dan langsung membawanya ke lubang kokang. Jantungku berdegup kencang. Ini adalah pertama kalinya pistolku merosot ke alat kelamin wanita.

? Press.mas!? Saya langsung menekan erangan saya sampai roboh
? Achhhhh ?? ..? Teriak Tina.

Aku mulai melempar pantatku ke bawah. Imajinasi saya sebagai seorang pria perkasa mengambil langkah saya untuk mencoba semua gaya dalam teori, Front, side, dibalik semua yang saya latih. Tina sangat piawai mengikuti gerakanku. Dorongan lucunya yang semarak membuat suasana menjadi panas. Aku bertahan dengan imajinasiku untuk tidak keluar sebelum wanita itu keluar. Ini berhasil. Seluruh tubuhku penuh keringat, akhirnya selama beberapa menit, Tina histeris, seluruh tubuhnya berkedut dan gemetar hebat. Ternyata dia orgasme. Saya merasa pit ayamnya malah lebih berlumpur.

Saya berkonsentrasi sepenuhnya pada puncak kenikmatan, gerakan pantat saya semakin cepat dan tidak teratur. Saya mulai merasakan sperma saya sudah berada di senjata saya. Tina semakin gesit mengusap pinggulnya. Akhirnya dengan satu sentakan di dalam, turunkan semua senjataku ke lubang kemaluan Tina. Seluruh tubuh saya merinding merasakan ejakulasi pertama saya di lubang kemaluan wanita. Aku berbaring dengan tenang mengatur jalan napasku.

Mas, baru dulu ya?
? Kenapa, kenapa kamu tidak tau ?? Tina hanya tersenyum, kemudian pergi untuk membersihkan dan mengembalikan pakaiannya.

Sesuai kesepakatan awal, saya menyerahkan uang untuk kesenangan yang saya beli. Tapi tak disangka, Tina menolak uangnya.

Mas, jangan bayar, aku bahagia!
? Tapi, besok besok ke sini lagi ya? Tina lalu meninggalkan ruangan meninggalkanku sendiri, aku termenung membayangkan hal-hal yang baru saja terjadi.

Sangat menyenangkan berhubungan seks dengan wanita. Gratis lagi! Besok ah lagi! Gumamku pada diriku sendiri. Saya segera mengembalikan baju saya. Gerimis di luar ternyata berubah menjadi hujan deras. Aku tidak peduli lagi. Aku lari, berlari dan terus berlari dari kompleksisasi lokalisasi. Dengan tubuhku basah kuyup berjalan menuju rumahku. Hujan deras yang tidak saya rasakan sama sekali, satu-satunya yang ada dalam pikiran saya adalah satu: Fuck ENJOY.

Sampai aku tidak merasa aku sampai di depan rumahku. Di kamarku, aku merenung kembali. Saya dibawa oleh WTS. Dan rasa senang saat senjataku memasuki alat kelamin wanita terus dibayangkan. Saya merasa diri saya dewasa, karena melakukan apa yang masih disukai pria seusia saya. Aku tersenyum memikirkan hal itu. Tanpa sadar tanganku kembali mengocok pistolku yang semakin mengeras. Semakin lama kocokan kudaku semakin kencang, lahar panas mengalir di atas perutku. Saya tidak peduli. Mataku terpejam, menikmati tidur nyenyak. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Novel Cerita Sex Dewasa Terbaru Merenggut Keperawanan Anak SMA

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Hari telah matahari terbenam awan, gadis SMA di kota tampaknya tersebar dari ruang ruang olahraga. Mereka mengakhiri latihan chorus.

Novel Cerita Sex Dewasa Terbaru Merenggut Keperawanan Anak SMA

Tawa dan lelucon khas gadis sekolah menengah diiringi mereka untuk bubar, satu demi satu mereka keluar dari halaman sekolah yang gelap. Sementara bunyi guntur terdengar tanda hujan akan segera turun. Beberapa dijemput oleh orang tua mereka, yang membawa mobil pribadi, dan ada pula yang menggunakan kendaraan umum.

Saya sangat akrab dengan kegiatan anak-anak SMA ini, karena sudah hampir sebulan saya bekerja sebagai pelukis sekolah ini. Saya tidak lagi muda, umur saya 48 tahun. Saya seorang duda, istri saya telah lama meninggalkan saya setelah mengetahui bahwa saya sedang menjalin hubungan
akrab dengan keponakannya Reputasiku sebenarnya lebih banyak di dunia hitam yang biasa kuhubungkan dengan perdagangan ganja. Tapi beberapa bulan yang lalu semua wanita yang saya hijacking terkena serangan dan kemudian bisnis ganjaku saya hancur setelah utusan yang biasa membawa ganja mati ditembak oleh aparat.

Di sekolah ini saya bersama seorang teman bernama Charles yang merupakan seorang residivis yang berulang. Dia tidak begitu jauh dengan saya yang berusia 46 tahun, perawakannya besar dan rambutnya panjang dan lusuh. Kami berdua sengaja bergerak. Kami bukan pekerja tetap di sekolah ini, kami baru saja memesan lukisan kusen pintu kelas di sekolah ini.

Kami tidak dibayar mahal tapi kami memiliki kebebasan untuk tinggal di lingkungan sekolah ini. Kita adalah nomaden pengembara nomaden. Di antara anak perempuan, ada yang paling menonjol. Aku sangat akrab dengannya. Karena dia cantik, hidup dan aktif dalam kegiatan sekolah, maka saya sering melihat dia mondar-mandir di sekolah.

Adinda Wulandari namanya. Postur tubuhnya kecil, wajahnya cantik dan imut, kulitnya putih bersih dan harum selalu, rambutnya yang panjang keriting bahu dan selalu diikat dengan model ekor kuda. Penampilannya sangat modis, seragam sekolahnya yang dia kenakan selalu berukuran ketat, rok seragam abu-abunya dipotong satu inci di atas lutut sehingga pahanya yang putih mulus terlihat, roknya sangat ketat sehingga pantatnya begitu menonjol. Bahkan garis celana dalamnya pun terlihat jelas melintang menghiasi lekuk pantatnya, jangan lupa kaus kaki putih selalu menutupi betis halus putih.

Saya tidak dapat menyangkal bahwa saya jatuh cinta padanya. Tapi cintaku pada Adinda lebih didominasi oleh seks saja. Hasrat saya memuncak saat saya menatapnya saat saya sedang bekerja di sekolah ini. Ingin aku segera menidurinya. Ada banyak pelacur saya nikmati gadis perawan muda seksi seperti Adinda ini. Saya ingin mendapatkan kepuasan itu dengan Adinda.

Informasi yang saya kumpulkan dari orang sekolah, dari penjaga sekolah, dari petugas parkir, dari staf sekolah. Dari mereka aku tahu nama gadis itu. Dan dari orang-orang yang saya tahu bahwa Adinda adalah seorang siswa yang duduk di kelas 2, baru 16 tahun. Beberapa saat yang lalu ia merayakan ulang tahunnya yang ke 16 di kafetaria sekolah dengan teman-teman sekelasnya. Ia juga termasuk siswa yang berprestasi, aktif dalam kegiatan koor dan paskibra di sekolah ini. Dan informasi terakhir yang saya dapatkan adalah bahwa dia adalah salah satu model final yang diselenggarakan oleh majalah khusus untuk gadis remaja terkenal di negara ini dan bulan depan dia akan berada di tahap akhir seleksi.

Novel Cerita Sex Dewasa Terbaru Merenggut Keperawanan Anak SMA

Setelah sekolah itu sunyi, salah satu gadis di paduan suara merintih di depanku. Dia adalah gadis terakhir yang tersisa di sekolah ini, yang lucu bercanda dengan teman-temannya melalui telepon genggamnya, sementara yang lainnya telah meninggalkan halaman sekolah. Beberapa menit yang lalu, melalui pertarungan yang tidak seimbang, saya berhasil menariknya, tangannya terikat erat di belakang tubuhnya, dan mulutnya berpakaian lap. Setelah itu saya menyeret tubuhnya ke balai olahraga di belakang gedung sekolah.

Tidak salah lagi gadis itu adalah Adinda, gadis cantik sekolah prima donna itu sudah cukup lama. Saya sangat terbiasa dengan kebiasaannya menunggu mobil pengemudi naik pada akhir latihan sore hari dan pengemudi selalu terlambat jam buka jam latihan. Jadi dia baru saja meninggalkan halaman sekolah. Sekarang dia meringkuk di hadapanku, dengan teriakannya teredam oleh kain compang-camping yang kutaruh di mulutnya.

Sepertinya dia memohon saya untuk sesuatu tapi apa yang saya pedulikan, air mata mengalir di wajahnya yang cantik. Sesekali sepertinya dia berusaha meraih tangannya, tapi sia-sia aku mengikatnya erat-erat dengan berbagai simpul.
Ambil Perawan Sekolah Tinggi Primadonna High School
Posisinya sekarang sujud di depanku, tangisnya semakin memilukan, aku menyadari sepenuhnya bahwa dia sekarang dalam keputusasaan dan ketakutan yang dalam dalam dirinya. Aku menyalakan sebatang rokok dan mengisap embusan embusan rokok saat aku menatap keras dan menatap tubuh gadis cantik itu, tubuh nian cantik, kulit putih bersih, tapi pantatnya terisi.

Nikmati erangan dan tangisan gadis cantik yang terpukul oleh rasa takut, seperti seseorang yang sedang menikmati musik di ruangan yang sunyi. Suara tangis yang teredam itu memecahkan kesunyian gym di sekolah tua ini. Sesekali ia berusaha melepaskan tali yang mengacungkan kedua tangannya.

Akhirnya aku melihat tubuhnya mulai melemah, isak tidak lagi nyaring dan sekarang dia sudah tidak lagi berjuang mungkin sudah kehabisan energinya setelah lama menangis meratap dengan mulutnya yang sudah tersumbat. Sepertinya dalam hatinya dia menyesali mengapa pembalapnya Heru selalu terlambat menjemputnya, mengapa tidak mengantarkan teman baiknya kepada Desy yang telah membawanya pulang bersama, mengapa tidak keluar dari lingkungan sekolah pada akhir latihan. , kenapa malah asyik dengan bercanda HP bercanda dengan temannya Fifi. Yah, sudah terlambat untuk memaafkan dia, dan sekarang sesuatu yang mengerikan akan menimpanya.

? Yon salah .., gerbang depan sudah tutup dan gembok ?, terdengar suara seseorang yang sedang masuk bangsal.

Rupanya Charles dengan langkah yang agak naif ia menutup pintu bangsal yang mulai gelap.

? Oke .. Sip, aku punya anak, kita tinggal pake aja ..?, Kataku pada Charles sambil tersenyum.

Kebetulan malam ini Pak Parijan penjaga sekolah dan keluarganya yang tinggal di lingkungan sekolah ini pulang ke rumah, lusa mereka kembali ke sekolah ini. Mereka segera mempercayakan kami untuk menjaga sekolah ini selama mereka pergi.

Jadi kita tinggal bersama Adinda yang masih di sekolah ini. Pintu gerbang sekolah telah menjadi rantai kita. Pak Heru pengemudi yang memilih Adinda pasti mengira Adinda sudah pulang, setelah melihat situasi sekolah.

Aku menatap kembali tubuh Adinda yang lemas, tubuhnya gemetar karena ketakutannya yang paling dalam. Hujan mulai turun, ruangan di dalam lingkungan semakin gelap angin dingin bertiup ke bangsal, Charles menyalakan lampu TL tepat di atas kita, jadi hanya menyinari daerah sekitar saja. Saya mengisap rokok saya lalu saya mematikannya. Mulailah membuka bajuku satu per satu, sampai akhirnya aku telanjang. Selangkanganku sudah lama ada sejak mendirikan Adinda di teras sekolah.

“Dulu aku …” kataku pada Charles.

“Ok bos ..?, Jawab Charles saat dia pergi dan keluar dari bangsal.

Aku dekat dengan tubuh Adinda yang tergeletak di lantai, meraba-raba bagian belakang gadis itu, merasakan denyut nadinya berdegup kencang, lalu tanganku sampai ke dasar pantatnya, dengan lembut menggosok pantatnya, merasakan kelembutan dan kelembutannya. Bokong sesekali kutepok-tepok. Tubuh Adinda kembali aku merasa gemetar, menangis kembali kedengarannya, seperti dia lagi mengemis sesuatu, tapi karena mulutnya masih tersumbat suaranya tidak jelas dan aku tidak peduli akan hal itu.

Dari area pantatku, tanganku jatuh ke daerah lututnya lalu masuk roknya dan memanjat pahanya. Saya merasa lembut dan mulus begitu paha Adinda, penyeka terus naik sampai ke pangkal paha yang masih tertutup celana dalamnya.

Karena saya tidak tahan lagi, maka saya memosisikan tubuh Adinda kembali bersujud, dengan kepala menempel di lantai, dengan kedua tangan masih terikat. Aku membentangkan rok seragam abu-abu SMA-nya ke pinggang.

? Waw nian cantik .. gadis ini? gunamku sambil melotot paha dan pantat gadis ini.

Lalu aku menanggalkan celana dalam putihnya, melihat dua benjolan pantat sekali gadis itu putih murni. Sementara Adinda terus menangis sekarang, aku memosisikan diri berlutut menghadap pantat gadis itu, membentangkan kedua kakinya dengan lebar. Dengan jari telunjukku, aku mencoba meraba-raba selangkangan gadis itu. Saat jari tengah saya menempel pada bagian paling pribadi dari tubuhnya, tiba-tiba tubuh gadis ini berkedut. Mungkin pertama kalinya kemaluannya tersentuh tangan seorang pria.

Ketika saya mendapatkan bibir kemaluannya dan kemudian dengan jari saya, saya memukul lubang kemaluannya. Dengan niat untuk mendapatkan sedikit keluar dari kewanitaannya dari lubang kemaluannya. Tubuhnya langsung menggeliat saat lubang cortical korteks-punch, suara desahan terdengar dari mulut Adinda, tak lama setelah kemaluannya mulai basah oleh lendir yang keluar dari lubang vagina.

Setelah itu saya langsung menarik jari tengah saya dan kubimbing batang pangkal paha dengan tangan kiri saya ke bibir vagina Adinda. Hal pertama yang saya pakai adalah gaya anjing, inilah gaya kesukaan saya. Dan ..

? Hmmpphh ..?, Mendengar erangan dari mulut Adinda sambil kulesakkan batang bibir pussy bibir pussy.

Dengan segenap kekuatan saya, saya mulai mendorong selangkangan saya ke dalam lubang kemaluannya. Rasanya sangat tajam, karena sempitnya lubang gadis perawan ini. Aku mencoba menahan tangkai pangkal pahaku dari alat kelaminnya dengan bantuan tanganku erat-erat di pinggulnya.

Kulihat tubuh Adinda berkedut, kepala dan sesekali menggeliat. Saya tahu sekarang bahwa dia merasa sakit dan tidak sehat. Keringat terus menuangkan seragam sekolahnya, tapi keharuman parfumnya masih berbau, membuat bau segar Adinda saat itu, erangan dari mulutnya yang masih tersumbat.

Dan akhirnya setelah sekian lama saya terus menebarkan batang pangkal paha, kini lubang kolaps lubang kemaluan Adinda. Saya telah berhasil menanam semua selangkangan saya di lubang vaginanya. Aku merasakan kehangatan seluruh pangkal pahaku, dinding vagina Adinda berdenyut seakan sedang menyortir pangkal pahaku.

Sejenak aku menendang tongkat tanggul yang tertanam di lubang vagina, menikmati denyut nadi-oleh dinding vagina Adinda yang kencang dengan kencang meraih pangkal pahaku. Selanjutnya saya merasa ada cairan menuangkan ke pangkal pahaku dan kemudian menumpahkannya menetes. Ah .. Ternyata itu darah, berarti aku sudah mengambil keperawanan dari gadis cantik ini. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.

Novel Cerita Sex TerUpdate 2018 Vagina Sempit ABG SMP

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Untuk waktu yang lama saya adalah teman yang tak terduga dan diduga dia menyatakan niat dan niatnya untuk berteman dengan saya dahalulu karena dia ingin mengenal saya lebih jauh, jika saya tidak menjawab, mungkin saya pikir sombong, setelah saya berfikir panjang dengan pertimbangan keputusan saya akhirnya pilih? pacarnya? pendek dan penuh rasa malu aku mengirim sms? untuk kata? Iya saya INGIN MENJADI KEKUASAAN ANDA?, Dia sangat senang bukan kepalang tentunya orang lain aja belum tentu bisa meraih hati saya, dengan ketekunan dan ketekunan saya akan menyerah karena saya yakin dia tulus kasih sayang dengan saya sikap yang diangkat kepada saya. telah menjadi buktinya.

Novel Cerita Sex TerUpdate 2018 Vagina Sempit ABG SMP

Namaku Lady Gaga (nama samaran). Orang bilang aku cantik, kulitku berwarna kuning, hidungku kabur, sekilas aku suka Indo. Tinggi saya 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk cewek seusiaku. Aku punya pacar, Changjo namanya. Dia saudaraku, kita sering bertemu di sekolah.

Changjo adalah murid biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolah saya. Prestasi belajar itu normal. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah tulus atau tulus. Dia juga mencoba mendekati saya. Di sekolah, saya tergolong populer. Banyak anak laki-laki mencari perhatian saya.

Tapi entah kenapa aku memilih Changjo. Singkatnya, aku akan pergi dengan Changjo. Banyak dari pacar saya menyayangkannya, namun Anto masih ada yang ayahnya adalah pejabat, Si Danu yang merupakan pemenang kelas, Si Andi yang merupakan pemain bola basket, dan lain-lain. Entah bagaimana aku tidak memperhatikan mereka-mereka memang begitu.

Changjo dan saya sudah berjalan sekitar 6 bulan. Kencan kami sembunyi-sembunyi, ya karena kita masih di bangku SMP sehingga kita masih takut berkencan secara terbuka. Orang tua saya benar-benar melarang saya untuk berkencan, masih kecil. Tapi saat cinta berada di sana, semuanya menjadi menyenangkan.

Sabtu sepulang sekolah saya membuat kesepakatan dengan Changjo. Saya ingin membawanya ke rumah temannya. Saya mengatakan kepada orang tua bahwa Sabtu saya pulang terlambat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di dompet saya Saya telah menyiapkan kemeja dan celana dari rumah. Setelah sekolah, saya pergi ke wc dan mengganti seragam saya dengan pakaian yang saya bawa dari rumah. Changjopun begitu.

Dari sekolah kami di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bus ke Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Changjo. Sesampai di sana, saya diperkenalkan dengan teman Changjo, namanya Agus. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus ada di luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Adilla.

Pelayannya pulang ke rumah, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah untuk mengunjungi Agus dan membawakannya makanan. Adiknya hari ini telah tiba pagi ini dan akan datang besok, katanya. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul.

Segera, Agus dan Changjo pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku mengobrol dengan Adilla. Dari Adilla, saya tahu Agus sudah kontak selama sekitar 1 tahun. Keduanya adalah satu sekolah, juga di bangku SMP yang berbeda dengan sekolah saya.

10 menit kemudian, Agus dan Changjo kembali dengan 4 gelas sirup dan dua stoples camilan. Setelah mengantarkan minuman dan makanannya, Agus berdiri dan memutar VCD. Film baru tersebut mengatakan. Saya tidak mengerti, saya kira bioskop biasa. Agus marilah kita minum. Aku minum sirup yang dia berikan padaku. 10 menit berlalu, kepalaku sangat pusing, pada saat bersamaan ada perasaan aneh menyelimuti tubuhku.

Rasa merinding yang hangat di tv terlihat adegan wanita Kaukasia yang dientot oleh 2 pria, satu negro dan satu lagi bule juga. Saya berniat pulang ke rumah, tapi entah bagaimana dorongan saya untuk terus menonton film. Mungkin itu karena saya pertama kali menonton film biru. Tubuhku tumbuh lebih enggak terasa seperti kepalaku terasa berat dan ah rangsangan di tubuhku jadi gila.

Kulihat Agus dan Adilla sudah saling menanggalkan pakaian telanjang di hadapanku dan Changjo.They saling berpelukan, sepertinya Agus Agus sedikit mencium Adilla Adilla dan kemudian resis pepilisnya nampaknya keduanya sudah sering melakukannya. Mereka terlihat tidak lagi canggung Adilla Agis yang letaknya sama persis dengan kejadian di film biru. Adilla juga nampaknya sudah terbiasa dengan permen Agus Kontol, diisep, dikulum oleh Adilla Changjo menutup tubuhnya ke saya.

? Rim. Kamu sayang aku enggak ?? dia bertanya padaku ? Eh .. ada apa, Din? Kukatakan kaget karena aku masih nonton Agus dan Adilla? Saya mau kayak begitu, “kata Agus sambil menunjuk Agus dan Adilla yang semakin panas. Muncul Agus mulai menggulingkan Adilla, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Adilla. Mengikuti teriakan kecil Adilla, bar kontol masuk sepenuhnya ke dalam nonok Adilla. gairah terombang-ambing untuk beberapa alasan? Seluruh tubuhku menggigil. “Lady,” kata Changjo lagi. “Uh baseb enggak enggak malu, bilang begitu?” Malu sama saja, kata Changjo.

Tangannya mulai merayap masuk ke dadaku. Kutepis perlahan memegang tangannya. “Malu Agus dan Adilla tuh?” Saya bilang. “Ah mereka aja cuek biar dong dong aku pakai enggak ya,” kata Changjo. ? Ah, bukan? Kegembiraan saya semakin bertambah seiring erangan dan erangan Agus dan Adilla. Tangan Changjo tidak mulai membuka kancing bajuku. Entah bagaimana aku membiarkannya keluar, jadi bajuku terbuka. Saya hanya memakai celana bra dan jeans.

Adegan di TV semakin panas sekarang seorang wanita Asia di entot tiga bule dua orang memasukkan kontolnya ke pussy dan pantatnya sementara kontolnya lagi lagi diisep oleh wanita tersebut. Keempatnya terlihat merasakan kenikmatan Tangan Changjo mulai merangkak dan meremas payudara saya yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli enak ah .. pertama kali aku merasakan ini. “Buka Bhnya, iya sayang?” Tanya Changjo. Aku mengangguk, aku jadi ingin merasa lebih enak lagi. Dengan tangkas Changjo membuka Bhmu .. aku sekarang benar-benar bertelanjang dada.

Changjo menaruh putingku di putingku yang masih kenyal dan bagus? Payudara anda bagus, sayangnya belum pernah ada yang tahan yaa? “Kata Changjo sambil terus meremas tetek dan mengisepi pentilku saya Din Din Din tidak begitu baik untuk melanjutkan .. jangan berhenti .. Kesenangan itu pertama kali saya rasakan Kikik Agus dan Adilla, mereka sekarang bermain doggy style.

Adilla bermain nungging dan Agus menikamnya dari balik suara erangan dan elf gairah saya semakin gila? Buka celana kamu ya sayang aku sudah mau ya? “Jangan takut pada Din,” kataku. ? Takut apa yang manis,? kata Changjo. “Takut hamil,” kataku. “Nah Din, saya akan pergi ke vagina kesayangan Anda jika hamil, saya akan bertanggung jawab, percayalah?” Dia berkata.

Aku baru saja menutup Changjo mulai membuka celana ristleting, aku hanya membiarkannya. Tak lama kemudian, ia merosot celanaku terlihat pussy saya yang menggumpal dengan semak yang cukup tebal. Changjo juga diposotkan celana dalam saya saya benar-benar telanjang polos. Changjopun membuka bajunya, kami berdua telanjang.

Novel Cerita Sex TerUpdate 2018 Vagina Sempit ABG SMP

Tangan Changjo terus meremas tetek saya Klikik Agus dan Adilla, uh mereka menyodomi Adilla yang biasa menyodomi ternyata saya melihat Agus bolak bolak-balik di pantat Adilla sementara tangan kiri Adilla mengusap vaginanya sendiri yang basah Erangan mereka dengar semakin sering.Changjo terus mengerjaiku. , tangannya mulai merayapi rambutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke dalam tubuhku? Ah .. sakit, pelan, Din ..? Teriakku saat jari itu masuk ke tubuhku.

Changjo sedikit menggigit jari dan bermain di bibir pangkal pahaku tak lama kemudian aku basah nonokku. “Din, isep dong saya,” kata Changjo sambil menusukkan penisnya ke wajahku. “Ah .. oke?” Aku bilang tidak. Menjijikkan ya? Tambangnya bersih banget dong dong Adilla berani tuh? Changjo memohon memohon.

Dengan ragu aku memegang penis Changjo. Ini adalah pertama kalinya saya memiliki seorang pria. Ternyata sulit dan keras. Kontol Changjo berdiri agak kencang. “Ayo dong sayang sayang?” Changjo memohon lagi. Dengan ragu memasukkan penis ke dalam mulutku, aku membiarkan penisku turun sementara kurasa-rasanya. Iya, kenyal? Suck dong sayang saat kamu makan permen? Aku perlahan-lahan mengisapnya dengan lidahku, dan setelah beberapa saat aku dengan senang hati mengisapnya dengan keras. Kusedot-suction, kujilati, penis kontol kontol di mulutku berulang kali terdengar erangan Changjo. Ah ah. uuuhhh semoga sukses kedepan ..? erangan Changjo. Tangan Changjo terus mengusap lidahku.

Tidak sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah saya sangat senang mengisap kontol Changjo terus kumap kuisil .. kujilati kusedot-sedot ih .. begitu juga, saya pikir Changjo tiba-tiba menarik penisnya dan mengarahkannya ke nonok saya mengundurkan diri, masuknya kontolnya dilewatkan, Changjo mengolesi tangannya dengan ludahnya dan kemudian tangannya diusapkan ke kontolnya dan coba lagi pasang Kontolnya ke tubuhku, saat kepala ke dalam nonok ku, teriakku? Din sakit Din perlahan? Gairah meningkat. Saya ingin merasakan lebih banyak kenikmatan.

Changjo mencetak penisnya ke nonokku perlahan merasakan kekokohan nonokku saat kepala penisnya masuk ke dalamnya Changjo lagi menyentak kontolnya sehingga semua ambles ke nookku ku? Ahhh sakit Din? Changjo berhenti sejenak untuk memberi saya waktu untuk tenang. “Tenang Din, sebentar lagi kamu sudah terbiasa,” katanya. Perlahan-lahan Changjo mengocok isinya di atas nonokku.

Masih terasa sedikit pahit goyang Changjo semakin ketat Strange, rasa sakitnya tidak lagi terasa, hanya ada sedikit rasa nikmat … Terus Din Ahhhh ah ah. Mendapat sekilas Agus dan Adilla masih terus menyodomi. Bagaimana rasanya disodomi ya, saya rasa Agus semakin agresif shuffle saya semakin menggelinjang .ah ternyata itu enak .. tubuh dunia coba dari dulu .. saya katakan di hati saya. “Din ah.ah saya saya?” Apapun yang ingin saya katakan Apakah ada sesuatu yang ingin saya ambil dari nonok saya entah bagaimana? Lepaskan saja kamu mau keluar, “kata Changjo.” Ahh iya aku ingin keluar ..? Tak lama lagi ada cairan hangat dari nonokku.

Changjo terus mengguncang penisnya yang kuat dan juga pacarku, pikirku. “Satu nol, Sayang?” Changjo tersenyum. Changjo melepas penisnya, aku sedikit kecewa? Mengapa Din dihapus …? “Kami mencoba gaya doggy, sayang?” Dia menjawab sambil memimpin saya sebagai seekor anjing. Changjo mendorong penisnya lagi sekarang tubuhku bergetar keras erangankeras keras dari Adilla dan Agus, ternyata ternyata sudah mencapai puncaknya aku melihat keringat mengalir dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka merasa senang melihat puas dari keduanya. Sudah hampir tiga kali Changjo terlihat belum ada yang terus mengguncang penisnya di memekku.

Hampir? jam saya dijok Changjo, tapi sepertinya Changjo belum menunjukkan akan selesai. Kuat saya juga lemes sekali dan Changjo melepas kontolnya lagi dan mengambil baby oil yang tersedia di dekat kakinya. Saya ingat baby oil digunakan untuk mengoleskan keledai Adilla saat saya ingin disodomi. Apakah saya ingin menyodomi Changjo? Ingin melakukan Din? Saya bertanya penasaran. Seperti Adilla dan Agus lakukan, Lady saya mau menyodomimu sayang? Sebenarnya saya takut, tapi didorong oleh gairah saya yang melonjak dan ingin tahu bahwa saya merasa sodomi, jadi saya membungkamnya saat Changjo mulai mengolesi lubang pantat saya dengan baby oil.

Tak lama kemudian, kontol keras Changjo diarahkan ke pantatku salah tempat lagi kepala kontol Changjo sepertinya mulai merangkak dari lubang pantatku? Aduuuh sakit Din? Kataku saat si kontol mulai memasuki pantatku. “Saya akan senang jika saya tidak sakit juga?” Changjo menjawab sambil mengacaukan kepala penisnya sepenuhnya ke pantatku, Aduuuhh sakiiiitt, ​​?? “kataku lagi.

“Quiet Rim, aku akan baik-baik saja. Aku sangat kecanduan sekarang,” kata Adilla sambil membelai rambutku dan menenangkanku. Kamu sudah banyak disodomi, Nggi? “Nah tidak sering lagi hampir setiap hari kadang ku minta abis bagus sih sudah tenang lalu coba coba Changjo nanti pacarmu akan ketagihan pergi ..” kata Adilla saat ia menyuruh Changjo mencoba lagi.

Changjo mendorong penisnya kembali sehingga semuanya roboh ke pantatku. Terasa menyengat pantatku .. “Tuuh kan sudah di tuh baik itu pantatmu juga biasa kok kayak pantatku tidak bagus jadi enggak ada libur, kalau lagi mens-tetap tinggal hi hi hihi?” Kata Adilla. Saya tidak mengatakan apapun. Ternyata sakit kalo disodomi. Changjo mulai menggelengkan kontolnya di pantatku. “Pelan-pelan, Din masih sakit?” Aku memohon pada Changjo.

“Iya nih sayang nih sempit,” katanya. Adilla ke belakang pantatku dan menggosok-gosokkan nonokku dengan tangannya aku lebih dan lebih ceria lezat? Adilla ah. “Ayo Din, goyang, biar aku gosok dia nonoknya, biar rasa sakitnya bercampur nikmat,” kata Adilla kepada Changjo. Benars sekarang rasa sakit tidak muncul kembali hanya kesenangan. “Hai sayang apakah ada lubang kosong yang bisa digunakan? Mungkin itu Changjo? Lubang yang satu ini digunakan oleh pacarku Agus? Adilla bilang.

? Tanya nyonya saja deh, aku lebih asyik ya? Agus membalas sambil terus menggoyang kontolnya di pantatku. ? Bagaimana Lady? Izinkan itu? Selamat mencoba dobelin saya selalu bertanya kepada Adilla. ? Ah .. bukankah kamu deh? Saya bilang ..? Jangan pedulikan Lady, cintai saja aku, “kata Changjo. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan mencium tetekku. Kontolnya dipegang oleh Adilla dan diarahkan ke nonokku.

Dengan satu pukulan, kontol masuk ke tubuhku. ? Jaang? Aku bilang untuk berteriak tidak tapi terlambat, si kontol sudah masuk ke tubuhku. Jadilah aku dialihkan dan disodomi. ? jam Agus dan Changjo mengguncang penisku.

Aku hanya lemes sekali sekali fucked sudah di tanganku tidak cukup kuat untuk menopang tubuhku. Kakiku sangat lemes. Kenikmatan itu sendiri tidak adaduanya.aku sebenarnya sangat senang dientot dengan cara ini tapi mungkin kali ini kurang siap.

Saya keluar 2 kali sebelum Agus mengeluarkan kontolnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Adilla. Adilla menghirup peju dari kontol Agus dengan senang hati. Kemudian Changjo melakukan hal yang sama, saya ragu untuk menghirupnya, tapi sekali lagi, rasa keselarasan dalam diri saya membuat saya ingin menikmati pelari Changjo. Changjo meludahkan bulunya di mulutku dan menelannya.

Ah .. rasanya asin dan sedikit mencurigakan setelah kontolnya bersih, Changjo melepas kontolnya dan menciumku yang sedang mengetuk matras. ? Sayang aku merasa puas dan mencintaimu, katanya lembut. Saya hanya diam sambil merasakan kesenangan pertama yang saya rasakan. Tubuh saya sangat lemes yang saya lihat di seprai ada bintik merah .. keperawanan saya dan bisa dicampur dengan sedikit darah dari pantat saya yang mungkin juga robek seperti yang dimiliki oleh kontol Changjo.

Aku mencoba duduk, ah masih sakit di kedua lubang itu, lalu aku menangis dalam pelukan Changjo. “Din, saya tidak lagi perawan sekarang tidak meninggalkan saya yaa?” Kataku pada Changjo. Saya melihat Adilla dan Agus sudah tidur dipeluk dalam keadaan telanjang.

? Ya sayang aku mencintaimu lebih aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa? ? Bener Din? Kamu enggak ninggalin saya Tapi janji apa ?? Kataku kembali bertanya “Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku benar-benar ketagihan sama sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang?” Kata Changjo sambil membelai rambutku. Saya tidak mengatakan apa-apa, saya juga ingin lagi .. saya juga kecanduan hati saya. “Janji ya sayang?” Katanya lagi mendesak saya.

Aku hanya mengangguk. “Jangan menangis sekarang kamu mau pulang atau mau istirahat dulu,” kata Changjo. Saya memilih untuk beristirahat dulu lalu saya tertidur sambil berpelukan dengan Changjo. Hari ini adalah pertama kalinya saya bertemu seks. Itu lezat dan lezat. Perhatikan, lady gaga dan Changjo disini bukan mamamonster hanya dengan nama samaran saja. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.

Novel Cerita Sex Ngentot Terbaru 2018 Endar Siswi SMP Bispak

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Kejadian ini terjadi saat saya duduk di bangku SMP, dimana di kelas saya ada satu gadis bernama Endar yang terkenal sebagai gadis genit, dari muka biasa biasa tidak ada yang istimewa karena dia ramping dan mudah bergaul lalu. banyak teman-temannya yang dekat dengannya dan menjadi perampok orang-orang termasuk saya.

Novel Cerita Sex Ngentot Terbaru 2018 Endar Siswi SMP Bispak

Di antara banyak anak laki-laki ada yang paling dekat dengan Endar, namanya Kholis. Setiap kali saya melihat Kholis mendekati Endar, tangannya jauh dari meraba pantat atau toked Endar.

Suatu saat dalam pelajaran seni, Endar, yang duduk sendirian karena teman satu orangnya tidak datang ke tempat Kholis duduk sendirian di tikungan, di samping mejaku.

Awalnya saya gk terlalu peduli, setidaknya payudara Kholis ngucek2 Endar. Tapi saat aku melirik, aku sangat terkejut sampai mati. Kontol Kholis sudah keluar dari celananya dan dikocok ma Endar! Kholis menyeringai bangga padaku. Sementara Endar hanya tersenyum menggoda menatapku yang terpelongo.

Sambil menikmati Endar berjabat tangan kiri Kholis mendinginkan diperas payudara kanan Endar, untuk menutupi pandangan sang guru dari depan Kholis dengan sengaja menaruh buku bacaan seni di depan Endar dengan bagaimana didirikan sehingga seolah-olah keduanya sedang membaca buku.

Beberapa menit kemudian aku melihat Kholis peju keluar, Endar lalu menyeka tangannya yang menurunkan Kholis ke celana Kholis. Meilhat yang aku juga mau. Saya segera memberi kode yang sama Kholis ternyata, kami juga berganti posisi.

? Saya juga donk .. Tanyaku setelah duduk di sampingnya,

? Paan ?? tanyanya berpura-pura gk tau. ? Kocokin dick saya? Kataku, Endar cemberut padaku, tidak mau? menurun. Saya pikir bajingan saya, gk tau orang dah konak juga. Sementara di atas meja di sampingku, Kholis terkikik melihatku, teman tetanggaku juga ngintip2 sambil tersenyum mupeng. Harus jadi bagian dari tuh juga bagian.

Karena sudah gk tahan nafsu terus, sambil melihat ke depan pelan2 saya menurunkan ritsleting celana saya, tapi susah juga ngeluarin kontol yang sudah tegang dari posisi duduk tadi. Saya melonggarkan ikat pinggang ikat pinggang saya dan saya melepaskan tombol celana saya kapaaku yang mengolek kontolku melepasnya, jadi penis saya keluar dari celana segera karih tangan kanan Endar, saya menunjuk ke penis saya.

? kocokla cepat ..? Aku berbisik, tangan Endar yang lembut dan halus lalu meraih penisku dan mulai menyeretku agar membuatku membungkuk.

? enak ya .. ?? bisik Endar, anjeng, masa baik? Bisikku kembali. Berulang kali aku menarik napas keras saat kulit lembut tangan Endar mencengkeram kedekatanku.

Sesekali saya melirik Kholis dan temanku yang tertawa sedikit melihat saya lagi dikocokin ma Endar, rekan-rekan saya berkali2 memberi kode giliran untuk membalas lidah Endar tongetannya. Asli mupeng dia, terutama saat aku sengaja meremas payudara Endar sambil melirik mengejek temanku.

Beberapa menit kemudian musuh itu akhirnya menyembur keluar dengan rasa nikmat yang tak tertahankan, sama seperti aku tidak bisa berhenti mengeluh. Aku menutupi wajahku dengan tangan memegangi kenikmatan di penisku.

Endar mengangkat tangannya untuk mengungkap jari tangannya yang terkatup, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik. Lalu, seperti sebelumnya dia menyeka tangannya ke celana saya.

Merasa masih ada bau penghunya, Endar permisi ke wc. Teman lama gk sebangkuku ikut izin keluar. Aku kembali ke mejaku sementara Kholis duduk di bangku di sebelahku.

Tapi ko lama ya .. ?? Bukankah mereka maen di wc? Kata Kholis. Aku mengangguk ya. Ampe bergeser pelajaran (kira2 15 menit lagi) mereka baru saja kembali, saya melihat teman saya sedang tersenyum senang. Sementara Endar kembali ke bangku, bukan di Kholis lagi.

Segera kucecar temanku dengan pertanyaan2, apa kabar? Teman saya bilang begitu di kamar mandi, dia langsung memeluk Endar. Sambil mencium temanku meremas2 payudara Endar dan dia meminta Endar untuk menghisap kontolnya, Endar ok-ok aja mengisap penis teman saya, toh biasanya kamar mandi pas pelajaran masih terus diklasifikasikan sebagai diam kuadrat.

Eh pas lagi asik2an jadi tiba2 masuk cowok dari kelas sebelah, sudah bisa menebak pria andupun bagian mintak. Paksa Endar ngelayani dua kontol sekaligus. Sepikan tidak berarti gk seseorang datang, beberapa menit kemudian datang dua orang, kelas 2. Lihat Endar yang lagi jongkok sambil ngisapin kontol kita, mereka juga sabar mengantri ngepri disepong juga.

Setelah semua baru ngrotrot Endar dan temanku kembali ke kelas. Saya jadi geleng2 dengar cerita teman saya, jontor deh tuh bibir nyepong 4 stik sekaligus?

Lain kali ada cerita lain saat saya, Kholis dan Endar bergabung dalam tugas kelompok yang diberikan oleh guru bahasa Inggris kami. Selain kami bertiga ada empat lagi, dua perempuan dua laki-laki. Jadi kita tujuh total. Kami memutuskan untuk melakukan pekerjaan kelompok pada hari Minggu di rumah Endar.

Jadi pada hari Minggu yang dijanjikan kami berkumpul di rumah Endar, kami melakukan tugas di ruang tamunya. Awalnya aja biasa2, selain karena ada cewek lain juga karena orang tua Endar masih di rumah.

Suasana mulai berubah saat orang tua Endar keluar untuk menghadiri pernikahan, tangannya mulai gatal Kholis merasa tubuh Endar membuat Endar sibuk menolak tangan Kholis yang bodoh. Ternyata gk itu melakukan kerja kelompok lagi tapi ini adalah cerita mengerikan yang membangkitkan gairah.

? Pernahkah kamu melihat dick gk ?? tanya Kholis ma Silvia salah satu teman gadis di kelompok kami. Nah emang gk anak tidak punya otak. Silvia yang mendengar pertanyaan Kholis begitu merah wajahnya, mulutnya langsung melontarkan cemooh pada Kholis yang sama membuat kita tertawa.

? Jadi marah aja, Sil, Endar aja klo aja klo liat kontol, kan? Amir berj2 mengangguk sambil menggoda Endar, Endar hanya mencibir menanggapi godaan Amir.

? ngomong2 dick kelent, jenis penis yang besar aja kelen? Wita kali ini yang angkat bicara, nona anak bada rada dibandingin Silvia.

Novel Cerita Sex Ngentot Terbaru 2018 Endar Siswi SMP Bispak

? eh, mo liat ko kontol saya ??? Seru Kholis saat ia berdiri memamerkan celana bulunya di selangkangannya. Perilakunya membuat gadis-gadis tersedak dan cekikikan, Endar yang berada tepat di samping Kholis tiba-tiba meninju selangkangan Kholis membuatnya memekik kesakitan disambut tawa kita semua.

Gk menyadari bahwa kami sudah hampir tiga jam di rumah kami Endar, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan kelompok tersebut pada hari Senin besok. Wita dan Silvia pulang ke rumah bersama Amir dan Joko sementara aku dan Kholis tinggal.

Saya sudah menduga apa yang ada di benak Kholis, begitu mereka berempat meninggalkan rumah Endar, Kholis segera meluncurkan serangannya.

Saya tidak tahu siapa nafsu pertama yang keduanya telah saling berpelukan dan saling mencium dan mengabaikan saya yang terbengong2 melihat aktivitas mereka bersama. Dengan tangan Kholis yang ganas meremas payudara Endar sementara tangan Endar meraba-raba selangkangan Kholis.

Gk mau kangen aku hanya duduk disamping kiri Endar dan ikut2an meremas2 dadanya kirinya. Endar melepaskan ciumannya dari Kholis sambil mencium bibirku dengan malas yang penuh gairah. Aku meregangkan nikmat saat jemariku Endar meremas selangkanganku sementara di sisi kanan Endar Kholis menarik celananya serta celana dalamnya sampai kontol tegangnya tampak menjulang.

Kholis langsung meraih tangan Endar dan mengarahkannya ke Kontolnya, mencium Endar dariku dan melihat kontol Kholis lalu mulai menyeretnya agar membuat Kholis jadi sesak. Saya berp22 memijat celana ke penis saya dengan tegak tegak dengan gagah.

Aku berdiri di samping Endar saat dia meraih kepala Endar dan menariknya ke arah penisku, mengerti sepupuku Endar segera membuka mulutnya lebar2 membiarkan penisku menempel di mulutnya, jadi penisku lurus dia mengisapnya membuatku mendesis kenyamanan.

? kontol Kamu yang pertama di sepong! Nada Kholis, apakah itu salah? Jawabku penuh kemenangan. Saya menggerakkan pinggul saya seolah-olah saya berada di ujung mulut Endar sambil mendesah dengan sangat memanas Kholis sementara Endar semakin aktif mengisap penisku.

Panas melihat saya yang berada disamping Endar, tangan Kholis kelayapan menaikkan rok Endar ke atas sampai paha pucat terbuka hingga terlihat paha Endar dibungkus celana pink.

Kholis menggesekkan jarinya ke selangkangan Endar membuat Endar membuat suara terus-menerus sambil terus menyedot penisku. Celananya terlihat basah dengan rembesan cairan vaginanya.

? Yang Anda buka, Martin ingin melihat pam Anda? kata Kholis saat tangannya mencoba menurunkan celana dalam Endar, Endar malah mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya dengan mudah bisa mencubit Kholis turun.

Mataku tak lepas melihat tangkai Endar ditumbuhi bulu halus, jadi pepek Endar membuka jari Kholis langsung bermain di celah Endar Endar membuat Endar mendengus2 merasakan kenikmatan.

Dia meregangkan badan di jari-jari Kholis di retakan lada.

Tanpa disadari saya semakin menusuk penisku di mulut Endar, berkali2 Endar tersedak suara dan mencoba melepaskan penisku dari dalam mulutnya tapi karena aku sudah menguasai nafsu yang lebih kasar lagi menggoyang2kan pinggulku mengentoti mulut Endar sambil menahan kepalaku Endar menghindarinya melepaskannya. penisku

Endar sudah gk lagi mengisap penisku apalagi penisku mengisi rongga mulutnya bergerak bebas.

? mari kita menyimpannya? Kholis mengatakan sambil mendorong sementara tangannya juga cepat menggesek2 pepek Endar Endar bikin susah moan2.

? Aku mo keluaaarrrr ?? Aku menjerit, Endar hampir tidak menarik kepalanya dari penisku, sama seperti dia berhasil mengeluarkan penisku dari mulutnya, semangatku menyembur dengan tak tertahankan.

Endar memekik sedikit saat semprotanku memercik wajahnya, aku dengan sengaja mengarahkan ujung penisku ke wajahnya sampai semprotan di wajah Endar. Tubuhnya tebal dan putih menempel di wajah Endar.

? martin jahat, maninya dipecat ke muka Endar? Endar manja, aku lelah duduk di samping Endar sambil menyaksikan dengan takjub priaku meleleh di sekitar wajah Endar yang sebagian menetes ke baju kemejanya.

? apakah itu ni, gk harus mencintai lagi Si? Kholis ngompor2in, pastinya sudah mupeng dia. ? dah buka aja baju si, sudah siap pakai mani martin ya? kata Kholis ,? Saya ingin bilang Endar cibir tapi dia juga akan membuka bajunya.

Sekarang sudah benar2 telanjang, penisku mulai terbangun lagi nampak telanjang tubuh Endar ,? Kelen juga dia buka baju masak saya aja? kata Endar, tanpa diminta dua kali Kholis segera melepas bajunya diikuti oleh saya.

Kini kami bertiga sudah bugi, saya dan Kholis segera mencaplok setiap payudara Endar yang cukup besar sehingga membuat Endar tertawa geli mendapat rangsangan dari kami. Ini pertama kalinya saya mengisap puting susu wanita.

Kholis kemudian meletakkan tubuh Endar di sofa dengan kepala menempel di pahaku sampai wajahnya tepat di depan penisku yang mulai berdiri tegak lagi. Aku tercengang melihat Kholis mengambil posisi di tengah paha Endar, penisnya yang tegang tepat di celah pepohonan Endar.

? ko mo ngentoti dia ??? Aku bertanya tercengang, “Kenapa? Tanya Kholis, sementara Endar menatapku dengan ekspresi bingung,” apakah dia akan perawan lagi? Kataku polos Mereka berdua terkikik mendengarku.

? Martin tenang aja, nantik abis Kholis, mungkin Martin mengentoti Endar? kata Endar sambil mengusap pipinya di penisku. Sementara Kholis melanjutkan niatnya di Endar Endar.

Ada teriakan Endar saat batang kontol Kholis masuk ke pepeknya, entah karena sejak nafsahannya tadi, Kholis dengan cepat mengarah mengodok2kan batang kontolnya di pohon cemara Endar sehingga Endar semakin memekik2 menjaga serangan Kholis.

? selamati pepek kauuu siii? Kholis chaos meningkahi tangisan Endar, sementara saya hanya bisa diam melihat mereka berdua dengan liar mengentot. Penis saya sekarang benar-benar ngaceng lagi.
Tubuh Endar terguncang dengan ayam Kholis di pepekanya, payudaranya yang bundar membuatku tersentak.

? Ahhh? .. uunnnngghhhh? pelaaaaaannnn? pelaaaaannnn diiiiiiiiii? “jerit Endar, namun Kholis tidak mengubah tempo genjotannya semakin cepat menggoyang2kan tubuh. Tubuh mereka berdua mulai dibanjiri keringat.

? ungh? ungh ?? mendengus Kholis, yang membalas dengan teriakan teriakan Endar. Saya tidak tahu berapa lama tiba2 Kholis menarik Kontolnya dari dalam pepek Endar dan mengocok2kan kontolnya batang depan perut Endar. Gk berapa lama kontolnya memuntahkan cukup air mani. Tubuhnya muncrat bahkan sampai ke payudara Endar.

? aduh baik kali ..? Desis Kholis, sementara Endar memejamkan mata dengan dadanya naik seolah baru saja kabur. Tubuhnya yang mungil terlihat berkilau karena keringatnya.
Begitu Kholis bangkit dari tubuh Endar, saya segera mengganti posisinya. Dengan tidak sabar menusukkan penisku ke celah pepek Endar tanpa meminum air mani Kholis di tubuh Endar.

Tapi kali2 kut2kan ko gk Masuk2 ya ??? Ini pertama kalinya aku meniduri seorang gadis. Sadar akan ketidaktahuan saya, sambil memegang penis saya dia mengarahkan arah tusukan saya, di bawah sini? bisiknya masih dengan napas terengah-engah.

Pepper pepknya menguras cairan lendir yang membuat permukaan pepeknya terasa licin. Saya menutup kenikmatan merasakan pertama kali penis saya masuk ke lubang lada betina, saya mencoba mengguncang penis saya di penis pepeknya tapi berulang kali2 kontolku lagi dari si endot ceper. Melihat Kholis begitu tertawa, “Apa kau tidak harus bodoh?” Kata Kholis.

? baru dulu ya timah ?? Endar ikut2an membuat suara jadi panas. Setelah beberapa lama akhirnya terbiasa menyodok2kan penisku di Endar pepek. Perbedaan dengan Kholis dengan Endar saya hanya membuat sedikit nafas aja suara.

Meski baru saja ditarik keluar tapi karena sensasi pertama ini saya mengentoti cewek, gk lama saya merasa semangat saya akan menyembur. Saya mempercepat goyangan saya, berkali2 kontolku keluar dari cipher Endar tapi cepat saya taruh lagi dan saya goyang lagi.

? Tin klo mo jangan tembak di dalam? kata Kholis mengingatkan, tubuh Endar sendiri terlihat lebih kaku. Akhirnya dengan perasaan tidak menyenangkan penis saya untuk kedua kalinya keluar sperma. Jika ini di endar pepek, tubuh saya tegang untuk mendapatkan orgasme kedua saya. Endar langsung menjerit kaget saat menyadari bahwa aku sedang menembaki vaginanya.

? wei kontol, jangan tembak di dalamnya! Kholis mengolok-olok, tapi saya lagi melahap kenikmatan gk care sama sekali. Saya semakin menekankn dalam2 batang kontolku di endar pepek sementara bodi endar yang terpimpit tubuh saya ikut mengejar. Kepalanya menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, aku merasakan otot cemas Endar mencengkeram erat penisku.

Menurut saya rasa Endar sudah penuh dan sempit, oleh maniku, lendir juga karena kontraksi otot pepek.

Lima menit kemudian kami berpakaian lagi, sementara Endar pergi ke kamar mandi. Lalu kami mengucapkan selamat tinggal. Selama sebulan saya khawatir Endar akan hamil, apalagi setiap hari Kholis menakut-nakuti saya Endar hamil dan mekak tanggung jawab saya. Tapi ternyata apa yang saya khawatirkan tidak benar-benar terjadi. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.

Novel Seks Dewasa Terbaru 2018 Temanku Bercumbu dengan Saudaraku

Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Sex Tante, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Cerita Bokep Mesum, Cerita Ngentot Hot, Cerita XXX Terbaru, Cerita Ngewe Panas, Situs Cerita Sex Terbaik Ini adalah cerita lesbian temanku, kita satu kampus tapi berbeda satu sama lain, masing-masing kita memiliki hobi yang sama, dari olahraga yang kita suka berenang saat hari dimana kita sering berkumpul, hampir dari ujung rambut sampai pergelangan kaki kita. Bisa dibilang sama saja.

Novel Seks Dewasa Terbaru 2018 Temanku Bercumbu dengan Saudaraku

Perkenalkan nama saya Anita dan saya punya teman yang namanya Risa (nama samaran) cerita ini tentang teman saya Risa ketika sudah liburan semester saya diajak berekreasi di jawa tengah, kebetulan hari dimana Risa lega bertabrakan dengan jadwal saya dan keluargaku akan keluar dan kemudian aku menolak, karena aku tidak bisa pergi dengan Risa, aku juga mendapat saran bahwa di Jawa Tengah aku punya saudara perempuan.

Setelah beberapa hari Risa menyuruh saya untuk meminta nomor telepon kakak saya, karena Risa sudah ingin menikmati suasana di luar, karena nilai semesterannya sedikit menurun dari semester kemarin. Saya kirim tidak, kakak saya yang ada di Jawa Tengah, Risa mulai menghubungi kakak saya, mau ke tempat mba Gia.

Dalam perjalanan Risa sudah memesan tiket kereta api untuk Yogya, sementara di jalan Risa sudah berkomunikasi dengan Gia, akan sampai di lokasi pada pukul 8 malam. Saudaraku Gia memang pada hari Sabtu & Minggu Holiday karena bekerja di sebuah bank di Yogya, Risa sudah berencana untuk mengunjungi tempat dimana turnya masih asri. Karena memang Risa sudah diberi ancar ancar jalan menuju rumah saudara Gia, belum lama Risa sudah sampai di rumah Gia.
Setelah sampai di rumah Gia, Risa dihibur dengan makan malam. Mereka berdua membicarakan banyak hal. Setelah makan malam mereka masih asyik mengobrol. Selama percakapan Risa sesekali melirik kedua dada Gia yang berukuran 40. Kedua payudara Gia itu dilapisi dengan bra hitam dan kemeja putih ketat yang membuat Risa cemburu. Dia cemburu karena kedua payudaranya hanya 32 ukuran.
? Mengapa Ris? Tanya Gia yang sepertinya memperhatikan tatapan mata Risa.
?Tidak.? Elisa Risa sambil tersenyum.
?Jujur saja. Aku tahu apa yang kamu pikirkan?
? Bener mbak. Tidak apa-apa Risa masih mengelak. Dia juga menyebutkan dia untuk Gia meskipun dia lebih tua dari Gia. Risa sendiri yang meminta untuk memanggil Gia sebagai mbak saat tiba di rumah Gia karena alasan senioritas. Gia telah bekerja saat dia masih kuliah.
? Apakah kamu terkejut? Mengapa dua payudara saya yang lain dengan kedua payudara Anda?
Iya nih. Apa mbak Pakai obat ya mbak ?? Risa bertanya bahwa rambut derek lurusnya berwarna kemerahan.
Pakai minyak. Jawab Gia sebentar.
?Bolehkah saya bertanya ??
Gia hanya mengangguk dan bangkit dari kursi ke kamarnya.
? Tidak perlu sekarang Besok. Risa sedang mengantuk. Ingin tidur. Besok kita mulai jalan. Gia, yang rambutnya panjang bergelombang dan hitam dan diikat, berbalik dan membersihkan meja dengan bantuan Risa saat dia berbicara tentang ke mana kita pergi besok. Setelah itu mereka berdua menonton televisi. Hanya sebentar Risa menonton televisi. Gia menyuruh Risa tidur di kamar yang telah disiapkannya. Dia sendiri juga ikut tidur.
Risa masih lelah karena perjalanan dari Yogya mencoba untuk tidur. Bayangan kedua payudara besar Gia membuat sulit tidur. Akhirnya setelah beberapa saat ia tertidur. Di pagi hari dia terbangun. Dia lalu menuju dapur. Ada Gia yang tingginya sama dengan tingginya, yaitu sekitar 165 cm. Berat badan berbeda. Beratnya sekitar 48 kg. Sedangkan bobot Gia sekitar 50 kg. Dia sedang membuat teh. Risa mendekatinya. Gia yang menyadari kedatangan Risa lalu berbalik.
Bagaimana? Bisakah kamu tidur Tanya Gia.
? Tidak bisa mbak Ingat payudara mbak sih? Gia menjawab sambil tersenyum dan Gia menjawab sambil tersenyum. Lalu dia melanjutkan.
? Mungkin tidak mbak, Risa melihat kedua payudara mbak ??
Tanpa menunggu persetujuan Gia, Risa telah membuka kimono tidur coklat yang digunakan Gia. Ternyata tubuh berkulit coklat ini hanya memakai celana dalam putih. Gia juga membuka ikatan kimono tidur hitam yang digunakan Risa. Sama dengan dia. Risa yang putih mulus juga hanya memakai celana dalam kuning. Mereka berdua menjatuhkan kimono mereka di lantai. Dan Risa langsung membelai payudara kanan Gia.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.

Novel Seks Dewasa Terbaru 2018 Temanku Bercumbu dengan Saudaraku

Gia lalu memalingkan tubuhnya. Membelai tato dengan kepala seorang gadis di punggungnya. Dia kemudian membelai paha kiri Risa dengan tangan kirinya.
? Eeehmmm ?? Risa Risa.
Lalu ia menurunkan celana dalam yang Risa kenakan dari tubuhnya. Lalu giliran Risa yang menurunkan pakaian dalam yang dikenakan Risa sampai dilepas juga dari tubuhnya. Risa kemudian berjongkok dan membelai paruh kedua payudara Gia dengan tangan kanannya.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Tangan kiri Gia lalu meraih tangan kanan Risa dan membentangkannya ke payudara kirinya.
? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Risa lalu mundur dan duduk di kursi menarik tubuh Gia. Sambil duduk ia menjilat payudara kanan Gia.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Tangan kirinya membelai vagina Gia. Tangan kirinya kemudian meremas payudara kanannya dan lidahnya menjilat puting susu Gia yang tepat.
? Ooohhh Aaahhh? Ooohhh Eeehmmm? ? Sigh Gia.
Beberapa saat kemudian Risa membalikkan badan Gia. Dari balik kedua tangannya kemudian dibelai kedua payudara Gia dan dilanjutkan dengan meremas kedua payudara Gia.
? Eeehmmm? Ooohhh ?? Sigh Gia.
? Ini Ris. Kita akan terlambat. Kami belum mandi dan sarapan pagi? Gia berkata saat ia melarikan diri dari isyarat Risa. Lalu Gia masuk ke kamar mandi tepat di samping dapur. Risa mengikutinya.
Bisakah saya mandi dengan mbak ?? Risa bertanya siapa yang masih berdiri di pintu kamar mandi.
Gia yang sedang mandi di bawah kamar mandi hanya mengangguk kepalanya dengan senyum menantang. Risa kemudian ikut mandi di bawah pancuran. Dia langsung menyapa Gia yang menempel tubuhnya ke tubuh Risa. Dia mematikan pancuran dan tangan kirinya membelai vagina Risa dan tangan kanannya memeluk pinggang Risa.
? Ooohhh Aaahhh ?? Risa Risa.
Lalu Gia semakin menyegel tubuhnya yang basah ke dalam tubuh yang juga basah. Kedua payudara menempel pada payudara kecil Risa.
? Ooouhhh ?? Mereka berdua mendesah.
Bibirnya juga menempel di bibir Risa. Mereka berdua mencium dan menjilat lidah mereka. Tiba-tiba Risa tergelincir. Untungnya dia bisa cepat mengendalikan tubuhnya sehingga dia tidak merasa sakit. Tapi dia tidak segera bangun. Dia ingin Gia membantunya. Dengan harapan bisa menarik tubuh Gia ke bawah. Rupanya Gia mengambil selang shower dan menyemprotkan air ke vaginanya Risa. Hanya sebentar. Ia kemudian berjongkok dan menyabuni vaginanya dengan sabun. Dia mencium bibir Risa juga. Untuk waktu yang lama Gia menyabuni vagina Risa sedangkan jari tengah tangan kanannya dimasukkan ke dalam vagina Risa. Sementara tangan kirinya menuangkan sabun cair ke bak mandi.
Lalu Gia menarik tubuh Risa ke bak mandi. Mereka berdua saling menukar busa sabun satu sama lain. Sesekali mereka berdua saling mencium sambil saling memukul lidah masing-masing. Mereka saling berpelukan dan meletakkan kedua payudara mereka bersama-sama.
? Ooouhhh ?? Mereka berdua mendesah.
Kemudian Risa membersihkan busa sabun yang ada di kedua payudara Gia dengan kedua tangannya. Puting puting susu Gill.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Perlakuan Risa membuat tubuh Gia naik dan membuatnya berdiri dengan bersandar di dinding kamar mandi. Risa tidak lagi menjilati puting payudara kanan Gia. Sekarang dia membersihkan sabun busa di vagina Gia dengan air. Lalu ia mengisap vagina Gia dengan lidahnya.
? Aaaghh? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Gia hanya bisa meremas kedua payudaranya sendiri dengan kedua tangannya. Sesekali tangan kiri Risa juga meremas payudara kiri Gia.
? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Mulutnya naik kembali dan mengisap payudara kiri Gia saat jari tengahnya menggoyang-goyangkan tangan kanan vaginanya Gia.
? Oooughhh? Aaahhh? Ooouhhh ?? Sigh Gia.
Dia lalu meletakkan kedua payudara itu ke kedua payudara Gia.
? Ooouhhh ??
Gia memeluknya saat ia menjilat lehernya. Tangan kiri Gia juga meremas pantat Risa.
? Eeehmmm ?? Mereka berdua mendesah.
Risa kemudian menusukkan payudara kanannya yang kecil ke mulut Gia yang hanya akan menyedotnya.
? Oooughhh ?? Risa Risa.
Tapi hanya sebentar. Gia memimpin Risa untuk membungkuk dengan kedua tangan menempel ke dinding kamar mandi. Dia mengusap kedua payudaranya ke punggungnya.
? Ooouhhh ?? Sigh Gia.
Mereka berdua kemudian menyadari bahwa mereka akan bekerja. Jadi akhirnya mereka menyelesaikan permainan. Mereka berdua lalu mandi sambil masih saling membelai tubuh mereka sesekali. Terutama Risa yang sering membelai kedua payudara Gia secara bergantian. Dia terpesona dengan payudara besar Gia.
Sore hari saat dia pulang kerja. Permainan mereka berdua kembali.
?Kehilangan. Minta minyak dong. Kata Risa.
?Sini.? Gia berkata sambil menarik Risa ke kamarnya.
?Buka pakaianmu.? Pergilah ke Gia.
Risa hanya dipatuhi. Dia membuka semua bajunya. Rupanya Gia juga membuka semua bajunya. Kecuali celana dalam. Gia lalu mengambil sebotol dari lemarinya. Botol yang bertuliskan Breast Oil. Lalu mendekati Risa yang sedang melepas miniset yang dia kenakan. Dia tinggal mengenakan pakaian dalam. Gia kemudian memegang payudara kanan Risa dan menuangkan isi botol itu ke dada kanan Risa setelah membuka tutupnya. Tangan kirinya kemudian meremas payudara kanannya.
? Ooohhh ?? Risa Risa.
Lalu meremas tangan kirinya pindah ke dada kiri Risa.
? Ooohhh ?? Risa Risa.
Dia kemudian memutar Risa dan menuang isi botol itu ke punggung Risa. Dia meletakkan botol itu di atas meja dan kedua tangannya meratakannya di atas tubuh bagian atas Risa.
? Eeehmmm ?? Risa Risa.
Kemudian membalik tubuh Risa sementara tangan kanannya mengambil botol di atas meja. Dia menyerahkan botol itu ke Risa.
? Ubah ya? Kata Gia
Risa hanya mengangguk saat mengambil botol itu dari tangan Gia. Ia kemudian menuang isi botol ke kedua payudara Gia sekaligus dalam jumlah banyak. Lalu ia melemparkan botol ke tempat tidur setelah ditutup. Kedua tangan kemudian meratakan cairan di seluruh tubuh bagian atas Gia terutama ke dua payudara Gia.
? Eeehmmm? Ooohhh ?? Sigh Gia.
Setelah cukup dipertimbangkan, Gia lalu memeluk Risa dan menggesek kedua payudara ke kedua payudara Risa selama beberapa menit.
? Ooouhhh ??
Kemudian mereka berdua melepaskan pelukan dan meremas kedua payudara.
? Ooohhh ??
Gia berhenti meremasnya di kedua payudara. Dia meninggalkan ruangan dan mengambil dua botol air mineral dari lemari es. Dia kembali ke ruangan dan melihat Risa masih meremas kedua payudaranya.
? Ooohhh ?? Risa Risa.
Di depan Risa, Gia membuka salah satu botol dan dengan menari, dia menuang air kecil itu ke payudaranya. Gia membersihkan cairan dengan air mineral.
? Eeehmmm ?? Sigh Gia.
Risa tertarik dan mengambil botol satunya dari tangan Gia. Dengan tatap muka Risa juga membersihkan cairan pada kedua payudaranya sendiri.
? Eeehmmm ?? Risa Risa.
Gia melihat sebuah kesempatan. Tangan kirinya meremas dan menjilat payudara kanan Risa yang tumbuh lebih besar dari biasanya meskipun tidak sebesar yang dia miliki.
? Ooohhh Eeehmmm ?? Risa Risa.
Dia memutar tubuh Risa dan dari balik tangan kirinya meremas kedua payudara Risa secara bergantian.
? Ooohhh ?? Risa Risa.

Sementara tangan kanannya masih menuang air dari botol. Tangan kanan Risa juga menuangkan air ke kedua payudara. Tubuh mereka basah dan Risa berbalik. Gia memeluknya. Kedua payudara mereka yang berbeda saling menempel satu sama lain dan saling menggesek.
? Ooouhhh ?? Mereka berdua mendesah.
Hampir setiap hari Gia meremas kedua payudara Risa dengan Breast Oil yang berlanjut dengan inkubasi yang sangat panas .. Sampai akhirnya kedua payudara Risa sebesar dua payudaranya bertepatan dengan selesainya liburan setengah tahunan. Ini adalah cerita dari teman saya Risa bahwa kita sering berbagi cerita.

Cerita Ngentot Hot 2018 Diam-diam Menghanyutkan Ngewe di Samping Teman

Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Sex Tante, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Cerita Bokep Mesum, Cerita Ngentot Hot, Cerita XXX Terbaru, Cerita Ngewe Panas, Situs Cerita Sex Terbaik Ini tentang kejadian saya ketika teman-teman dan saya berkemah atau berkemah di pegunungan tahun lalu, saya tidak berpikir saya berhubungan seks dengan teman-teman lain, dan inilah saya menjelaskan semua cerita tentang pengalaman saya dalam berkemah ngesex.
Awal cerita saya dan teman-teman saya berencana untuk berkemah, kami bernegosiasi mana tempat yang paling asri, lalu tercetuslah yang memilih di pegunungan dieng, semua sepakat untuk memilih tempat itu. Setelah itu kami menetapkan rencana karena tim kami ada 8 orang, 4 anak laki-laki dan 4 anak perempuan.
Cerita Ngentot Hot 2018 Diam-diam Menghanyutkan Ngewe di Samping Teman

Masing-masing telah melewatkan tugas untuk membawa apa yang dibawa saat berkemah, saya juga bisa berpisah untuk membawa tenda dari 2, satu untuk anak laki-laki, satu untuk anak perempuan. Selang tiba di pegunungan kita sudah mulai mendirikan tenda karena cuacanya mendung kita buru-buru mendirikan tenda, ada dua tenda yang bisa kita berduai berdua. Satu kamp untuk 4 cowok dan satu lagi untuk cewek 4 orang. Suatu malam, tenda tempat gadis yang dibanjiri oleh hujan deras tidak bisa ditampung di kanal yang mengelilingi kamp. Tentu saja mereka kabut di tengah tidur nyenyak. Tentu saja kami terbangun karena suara gadis-gadis itu.

Yang pertama untuk melindungi diri kita dari hujan deras tentu adalah anak-anak kamp kita. Kami sepakat malam ini kami tidur nyenyak. Meski cukup sempit namun cukup tidur kita terjepit bersama. Setelah diatur, maka muatkan tujuh orang dengan posisi tidur, dengan catatan jangan bergerak sehingga tidak bisa bergerak karena sempit.

Vita, memilih tidur di dekat saya, karena dia sampai ke tepi tenda gantung dan basah. Sementara aku sendirian di pinggir juga. Dia membisikkan sesuatu kepada saya, tidak semua jenis .. Tapi ini hanya cara saya menafsirkan sebuah tantangan untuk memulai sebuah gerilya.

Setelah lentera padam, hanya ada warna hitam gulung. Teman-teman lainnya sepertinya sudah tertidur. Vita membungkuk untuk menghadapiku, sementara kakinya berada di pahaku. Nafas ringannya ada di pundakku. Mataku terus silau dalam kegelapan, lalu timbul niatku. Perlahan aku mengangkat lengan kiriku dan menempelkannya ke pinggulnya, sementara siku menempel begitu dekat hingga menyentuh payudaranya. Sehingga jika Vita memindahkan sedikit payudaranya akan mengetuk lengan saya. Aku menunggu dengan jantung berdegup kencang. Sementara tidur Vita nampak semakin mengantuk. Saya menjadi tidak sabar, saya sedikit melengkung sedikit untuk menyentuh payudaranya. Oh, rupanya payudaranya dilindungi oleh kedua tangannya. Bisnis saya tidak berguna Saya memutar otak untuk posisi yang menguntungkan.

Saat aku kehabisan akal untuk strategi, Vita tiba-tiba bergerak, meraih lenganku dan menariknya ke pelukannya. Dalam keadaan kegelapan total, aku merasakan hal-hal lembut yang menyenggol. Tapi saya tidak tahu persis bagian mana dari tubuh itu, apa perut ada di dada. Meski cukup untuk pemanasan, pikirku. Senjata saya yang sudah dingin sejak hari mulai terbangun. Sebelum itu benar, saya memposisikan selangkangan saya sehingga bisa berkembang dengan sempurna tanpa ada bulu yang tertarik oleh ketegangan pangkal pahaku. Pergerakan saya sepertinya membuat Vita semakin merangkul tangan saya ke lengannya, baik secara refleks maupun saya tidak tahu. Salah satu kaki yang menempel pada saya dibesarkan sehingga hampir jatuh di pangkal paha.

Lenganku masih dalam pelukannya. Tapi jariku masih bebas, aku mencoba meraih apapun yang ada di dekatnya, tapi sia-sia. Gerakan pangkal pahaku yang kecil pasti sudah terasa oleh Vita, jika dia tidak tidur. Kembali Vita lebih memeluk tanganku dan menempelkannya ke dadaku. Sekarang saya merasakan kelembutan dan kemerahan dari Vita twin hill yang terbungkus jaket tebal. Dalam gerakan saya memegang pangkal pahanya. Vita hanya membentang dan mengangkat kakinya agar tumpang tindih pahaku. Oh, bagus sekali. Burung saya mulai menggeliat dan bergerak. Dengan gerakan dia mengangkat kaki Vita, lalu ditempatkan lagi di tempat yang sama. Nah, disini saya hanya merasa Vita masih belum tidur dan semua gerakannya masih dilakukan dalam keadaan sadar.

Di sebelah tanganku bergaris-sliding mencari target, yang aku maksudkan adalah kemaluannya. Namun sebelum ia mencapai target terjepit perlahan. Saya dan Vita tidak berani berbicara satu sama lain. Perut yang bagus ini tidak menyurutkan niatku, dengan sedikit dorongan diriku akhirnya sampai telapak tanganku bersandar di selangkangannya. Sesampainya di area itu tanganku benar-benar dijepit kedua kaki. Ayam lunak yang saya rasakan meski masih tertutup Jeans. Tapi dengan kakinya yang ketat aku tidak bisa berbuat banyak. Tapi tanganku masih bebas, dengan gerakan hati-hati yang sangat takut Vita kaget dan membangunkan seorang teman di sebelahnya. Tanganku mulai menerobos sampul ganda. Vita mengulurkan tangannya yang berbentuk dua kali lipat. Dan mendarat tanganku di dadanya. Aku meremas dan meremasnya, membuatnya jadi mudah.

Cerita Ngentot Hot 2018 Diam-diam Menghanyutkan Ngewe di Samping Teman

Setelah beberapa saat, saya mengarahkan tangan saya untuk membelai perutnya yang tidak dapat dijelaskan. Dengan perlahan aku memasukkannya ke dadanya. Akhirnya sampai ke BH-nya. Bra yang terbuat dari nilon halus rasanya lebih enak rasanya. Tapi dasar pikiran itu kotor, maka aku mencari BH kait di punggungnya. Aku punya sedikit kesulitan membuka hook. Vita dengan gerakan lambat membantunya. Dan, lepas kailnya, membuat payudara sangat mudah disentuh langsung pada kulit. Ada rasa hangat, ada rasa lembut, ada rasa senang dan ada getaran aneh yang membuat pangkal paha saya, yang tak terduga sudah ada di pegangan Vita, semakin besar.

Aku meremas elastisitas payudaranya, kupencet-dorong putingnya membuat nafas Vita semakin memburu. Akhirnya memberi saya lebih banyak ruang, dia mengambil posisi telentang. Kini tangan saya bebas bermain dengan payudaranya yang tidak lagi terlindungi oleh jaketnya, namun tetap di dalam selimut tebal. Sesekali ada petir, dan aku melihat wajah Vita yang tidak bersalah terlihat setengah girang menikmati permainannya.

Kepalaku menerpa selimutnya. Aku mencium payudaranya dengan kulit mulus, jangan sampai n little puting susu. Buat nafas hanya naik turun saja. Sementara tangan saya menggosok kemaluannya. Ia menyetujuinya, hal ini dibuktikan dengan mengangkangi lebih jauh kedua kakinya. Setelah saya membuka ritsleting, saya membuangnya dengan celana dalamnya. Dengan demikian kemaluannya ditumbuhi rambut tipis yang sudah basah oleh lendir karena mengelap dengan halus.

Begitu saya memasukkan jari tengah saya ke dalam vaginanya, terasa sempit dan berdenyut-denyut. Yah, aku tidak tahan lagi. Terlebih lagi, tangan Vita telah menembus celana latihan longgar saya. Kocok perlahan. Saya mengalami sedikit kesulitan melepas celana jins dan celana dalamnya, tapi Vita membantunya mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi sambil menarik celananya. Sementara teman-teman lainnya tertidur, saya menghancurkannya, menunjuk daging saya ke kemaluannya. Aku mencubit celanaku sampai berlutut. Aku mengambil posisi di atasnya, saat aku meletakkan selimut di punggungku. Dia membimbing pangkal pahaku ke arah lubang yang tepat saat itu, Bless ?? bar kesenangan saya menerobos masuk dalam kehormatannya yang sangat tersembunyi.

Saya memompa beberapa kali kotoran saya ke dalam ayam sempitnya, merasakan dinding vagina bergetar membuat tulang kering saya lebih nikmat, saya mempercepat gerakan saya, sampai akhirnya timbul perasaan yang sulit dirasakan, tubuh saya terasa tegang, setengah sakit pada bagian tubuh. ujung selangkangan saya dan menyebar ke pinggul lalu ke seluruh tubuh. Separuh detik sebelum sperma saya keluar, saya melihat sekilas sesuatu, dan saya menarik penisku dari rahimnya. Jadi ludah sperma saya di perutnya, kugesek-gesek ke perutnya yang mulus.

Ada beberapa kali semprotan sebelum habis sepenuhnya. Sejenak aku menikmati perasaan indah ini, sampai aku mendengar batuk di kegelapan. Saya sedikit terkejut dan langsung kembali berpura-pura tidur di samping Vita dengan kemanisannya. Kudengar Vita tertawa tapi ditangkap. Dia meraih pangkal pahaku yang mulai melemah dan mencium pipiku. Kemudian angkat pakaiannya dan pasang kembali.
Keesokan paginya seperti yang direncanakan kita bersiap-siap untuk pulang, Vita berperilaku seperti biasa bagiku. Tidak seperti semalam. Saya juga.

Sejak kejadian itu, saya dan Vita sangat dekat, saling curiga. Terkadang hubungan suami istri. Namun kita belum memproklamirkannya sebagai pacar. Terkadang hubungan dilakukan di rumah saya saat sedang sepi, atau di rumah kosnya. Karena kita kebetulan sibuk dalam organisasi organisasi kemahasiswaan di suatu tempat, sangat umum berkumpul bersama setiap saat. Saya masih tidak menganggapnya sebagai pacar karena tipe dirinya yang egois dan kasar. Sementara dalam pengamatan saya, dia tampak seperti orang culun dan patuh. Hubungan kita hanya sekedar organisasi dan seks.

Mengenai gairah Vita untuk seks, dia sangat agresif kadang kala meski sudah keluar, jika dia belum mencapai orgasme maka dia sangat agresif melakukan semuanya. Untuk membuat garis saya berdiri lagi.

Dalam hubungan intim, kita telah sangat bervariasi, mulai dari blow job seperti pemanasan, gaya dogy, 69 dan lain-lain. Pokoknya semuanya sudah dicoba. Semua lubang yang saya masukkan termasuk lubangnya.

Agak sulit merayu ditembak di belakang. Dengan alasan dia belum mengalami orgasme. Suatu saat saya sangat bergairah dan penuh gairah, sempat tiga kali klimaks besar (orgasme panjang), sampai tubuhnya lemas. Dan barangnya sudah tidak lagi digenggam.

Aku harus kehabisan gaya, akhirnya saat dia berada di perutnya dulu aku menembak kemaluannya dari belakang. Masih belum keluar, meski sudah habis. Akhirnya kobosok-gosok di antara lipatan pantatnya, lumayan bagus juga. Setelah menggosok kering, saya memasukkannya lagi ke dalam vagina basahnya sebagai pelumas. Begitu menempel pada lipatan pantatnya ada denyut nadi tepat di ujung pangkal pahaku. Sedikit kusodok perlahan, ternyata sangat sempit. Dia ingin bangkit dan menolak, tapi saya terus menekan sampai akhir karena dia mungkin akan kelelahan jika merasa baik. Akhirnya dia diam saja. Awalnya hanya kepala yang bisa masuk, tapi karena panasnya daerah dan terjepit yang sangat kuat tidak ada dua menit lagi saya keluar.

Untuk waktu yang lama ia agak terbiasa dengan tembakan belakang melalui anus, asalkan ia sudah puas terlebih dahulu. Tapi sampai saat ini dia masih belum menyukai permainannya. Saat membahas seks secara serius ia selalu menghindari saat disentuh di lubang anusnya.

Jujur saja, hubungan aneh ini bertahan sampai sekarang. Dia bekerja dan sudah memiliki pacar, tapi dia mengaku bertingkah manis dengan pacarnya karena pacarnya sangat sopan. Lucunya, dia terangsang dengan pacarnya dia bisa tahan, karena bertingkah laku saleh. Tapi saat pacarnya pulang dia langsung memanggil saya. Saya sendiri sudah punya pacar, saya masih berusaha merayu dia untuk disetubuhi. Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa saya akan keluar dari luar. Itulah kisah kenyataan saya dengan Vita.