Cerita Dewasa Hot Pembantuku yang Masih Lugu

Blog Sex Online Cerita Dewasa Hot Pembantuku yang Masih Lugu – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Sex 2016 Suster Cantik Bahan Masturbasi. Cerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Aku selalu membayangkan betapa nikmatnya hidup ini kalau aku bisa bebas melakukan keinginanku tanpa ada yang melarang, dan satu hal yang selalu kuinginkan adalah aku bisa sehari-hari hidup tanpa memakai busana, alias telanjang bulat. Dan hal ini baru dapat kulaksanakan setelah aku akhirnya memiliki rumah kontrakan sendiri.

Sejak saat itu aku selalu membiasakan diriku hidup tanpa memakai busana, dan aku hanya menutupi tubuhku dengan sarung manakala aku berada di sekitar ruangan tamu, yang memang dapat terlihat dari arah luar melalui jendela kaca yang terhalang dengan vitrage. Namun ternyata setelah 2-3 bulan aku menjalani hidup seperti ini serasa ada yang kurang, karena segala sesuatu harus kulakukan sendiri, mulai dari mencuci baju, menyetrika, memasak air, sedangkan untuk kebutuhan makan kulakukan dengan makan di warung. Aku mulai berpikir untuk mencari pembantu yang dapat membantuku untuk melakukan kegiatan sehari-hari untuk kebutuhan hidupku.

Cerita Sex Pengalaman Nyata Terbaru 2016

cerita sex pembantu, cerita dewasa pembantu, cerita lucah pembantu, cerita bokep pembantu, cerita pembantu mesum, cerita pembantu binal, cerita pembantu horny
Cerita Dewasa Pembantuku yang Masih Lugu

Kemudian aku memutuskan mulai mencari pembantu yang sesuai dengan kebutuhanku. Sebelum aku melanjutkan ceritaku, aku ingin berbagi dengan para pembaca, aku adalah seorang lelaki berumur 38 tahun yang mempunyai libido yang besar, namun aku tidak suka menyalurkannya di tempat-tempat yang sering dikunjungi para hidung belang, selain takut membayangkan hal-hal yang negatif yang harus kualami, aku juga kurang menyukai perempuan yang hanya menjajakan seks karena profesi dan juga karena uang. Dan satu hal yang aneh dalam diriku adalah aku senang dengan perempuan yang masih remaja, walaupun aku tidak menolak bila berhubungan dengan wanita yang sudah matang, karena memang dalam permainan seks, mereka jauh lebih menghanyutkan dan mengasyikkan, namun bagiku selalu menimbulkan sensasi seks yang luar biasa apabila aku membayangkan diriku sedang mencumbu seorang gadis yang masih remaja, terlebih lagi gadis yang baru tumbuh.

Pada awalnya aku mulai mencari-cari gadis yang mau menjadi pembantu di panti-panti asuhan, namun karena prosesnya berbelit-belit, akhirnya aku memutuskan mencarinya sendiri di desa-desa, karena aku tahu jauh lebih mudah mencarinya di desa daripada keluar masuk dari satu panti asuhan ke panti asuhan yang lain.

Suatu hari, singkat cerita aku mulai menjelajah di salah satu desa di daerah Wonogiri. Aku memang sengaja berburu ke daerah itu karena terkenal akan Mbok bakul jamunya, dan aku membayangkan pasti gadis-gadis di desa itu pun terbiasa untuk mengkonsumsi jamu. Tentu aroma tubuh dan bentuk tubuh mereka akan berbeda, dan yang pasti akan menimbulkan gairah seksku.

Sesampainya di desa itu, aku mulai mencari rumah Bapak Kepala Desa, yang disambutnya dengan cara yang simpatik, setelah aku menjelaskan maksud dan tujuanku. Karena aku tidak mau tanggung-tanggung, kujelaskan secara rinci apa yang kuharapkan dengan gadis pembantu yang kuinginkan. Dan kutambahkan agar calon gadis pembantuku itu juga yang suka membuat jamu serta rajin mengkonsumsinya. Tidak lupa aku juga memperkenalkan diriku kepada Bapak Kepala Desa.

“Silakan Mas Budi tunggu sebentar, nanti bapak akan panggilkan Carik Desa untuk membantu mencarinya..”

“Terima kasih Pak untuk bantuannya, tolong saja kalau bisa jangan satu orang, 4 atau 5 orang supaya saya bisa memilihnya.”

“Tanggung beres Mas..” sahutnya tak kurang simpatiknya, dan langsung saja dia memberikan perintah kepada anak buahnya melakukannya sesuai dengan permintaanku, “Gole’ke se’ng ayu sisan, ojo ngisin-ngisini..! (carikan sekalian yang cantik, jangan malu-maluin..!)” tambahnya.

Dalam hati aku berpikir, baik juga bapak kepala desa ini, yang kemudian kutahu namanya Pak Mahmud. Dan aku bertekad untuk membalas budinya bila aku memang benar-benar menemukan gadis pembantu yang cocok dengan seleraku.

Selang beberapa lama, Carik Desa itu membawa 6 orang gadis yang kutaksir berumur antara 12 sampai 15 tahun. Kupandangi satu persatu, sambil kutanyakan namanya. Sampai akhirnya pada gadis yang terakhir, aku merasa cocok dengannya, wajahnya ayu namun sifatnya pemalu, tingginya sepundakku, tubuhnya padat berisi, kulitnya kuning langsat, lehernya sedikit jenjang, denganrambut yang terurai sebahu, dan kulihat dari samping payudaranya masih baru tumbuh, namun agak mencuat ke atas sedikit. Dia tertunduk malu saat dia menyebutkan namanya, “Sumiati..” gumamnya.

“Pak Mahmud, bagaimana kalau saya memilih Sum saja, dia cocok dengan selera saya.”

“Wah, Mas rupanya punya selera dan mata yang tajam, Bapak sudah berpikir pasti Mas akan memilihnya, karena dia memang kembang desa sini.”

“Ah Bapak bisa saja, saya hanya melihat Sum anaknya bersih, dan sepertinya rajin bekerja.”

“Monggo Mas, biar nanti Bapak yang akan menjelaskan kepada orang tuanya, dan Bapak kenal sekali dengan Bapak dan Ibunya Sum, kapan Mas Budi akan kembali ke kota..?”

“Kalau memang bisa selesai sekarang saya tidak akan berlama-lama di sini, karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan di kota.”

“Baik kalau begitu, ayo Sum, kamu bersiap-siap untuk ikut dengan Bapak ini ke kota, kamu kan sudah bertekad untuk bekerja di kota, silakan pamit kepada orangtuamu, selanjutnya biar Bapak yang akan membantumu.”

“Oh ya Pak, tolong titip sekalian untuk orangtua Sum..!” dan aku mengeluarkan 2 buah amplop yang memang sudah kusiapkan sejak aku berangkat dari rumah, “Yang satu untuk orangtua Sum, dan yang satu lagi untuk Bapak, sebagai ucapan terima kasih saya kepada Bapak yang sudah membantu saya.”

Pak Mahmud dengan gembira menerima pemberianku, sambil terbungkuk-bungkuk beliau menerimanya sambil tidak lupa berulang-ulang mengucapkan terima kasih, karena dia tahu bahwa jumlah yang diterimanya bukanlah uang yang sedikit saat dia meraba tebalnya amplop yang kuberikan.

Dalam perjalanan ke kotaku, Sum hanya tertunduk malu, dia hanya mendekap tas bawaannya yang tidak seberapa, mungkin hanya berisi beberapa potong baju, karena aku sendiri sudah mengatakan kepadanya bahwa untuk kebutuhan pakaian yang akan dikenakannya akan kubelikan setibanya di kota nanti. Sepanjang perjalanan kucoba untuk mulai akrab dengan dirinya, sambil tidak lupa kupasang musik instrumental yang bernuansa lembut. Perlahan-lahan kebekuan itu mulai mencair, dan Sum mulai menceritakan dirinya yang baru 1 tahun ini lulus SD, sekarang dia baru berumur 14 tahun.

“Hmm.. cocok dengan seleraku, gadis yang masih ranum, baru tumbuh, aku membayangkan mungkin buah dadanya baru tumbuh, dan pasti puting susunya pun masih sebesar pentil, ah bagaimana dengan kemaluannya.., apakah sudah ditumbuhi rambut..?” bayangan itu membawa imajinasiku semakin melambung tinggi.

Tidak terasa penisku mulai berdenyut dan bereaksi mengikuti irama lamunanku.

“Hati-hati Pak..! Kok nyetirnya sambil melamun..” katanya menyadarkanku dari lamunanku.

“Uups..,” aku menghindar dan kurem secara mendadak saat kulihat kerbau yang melintas di tengah jalan yang kulalui.

“Uh.., untung ada Sum, coba kalau tidak.. wah.. bisa konyol kita ya..? Sum kamu nggak usah panggil Pak kepada saya, panggil saja Mas Budi..”

“Iya Pak.., eh Mas..” awalnya Sum masih canggung untuk memanggil Mas kepadaku, namun lama-kelamaan dia mulai terbiasa, walaupun sifat pemalunya masih saja kental dalam dirinya, tetapi itu justru yang menimbulkan gairahku semakin meninggi.

“Sabar.. sabar..” kataku pada diriku sendiri, aku harus memulainya dengan perlahan-lahan, jangan sampai seluruh rencanaku hancur karena terlalu terburu-buru, dan aku sudah bertekad untuk menikmati hidup ini secara perlahan-lahan.

Sesampainya di rumah kontrakanku, aku menunjukkan kamar Sum di bagian tengah, karena rumah kontrakan-ku memang hanya terdiri dari 3 kamar. Yang di depan kupakai sebagai ruang kerjaku, yang satu lagi kupakai untuk ruang tidurku. Ruang tidurku dan ruang tidur Sum dipisahkan dengan kamar mandi.

Pada saat aku mengontrak rumah ini, aku sudah merombak bagian ruang tidurku, kutempatkan lemari gantung yang bila kubuka pintunya, aku dapat melihat ke kamar mandi dengan bebas, karena aku menempatkan one way mirror berukuran 1 x 1.2 meter di dalamnya.

“Nanti saja kamu mandinya Sum, tunggu saya, saya akan keluar sebentar, kamu beres-beres rumah saja, tolong sapu dan bersihkan rumah sepeninggal saya, kamu lihat sendiri banyak debu yang harus dibersihkan.” pesan saya padanya.

“Baik Mas..” katanya lembut.

Dan Sum tanpa canggung sudah melakukan tugas yang kuberikan dengan mengambil sapu di belakang.

Kupacu mobilku menuju Departemen store di kotaku, lalu aku mulai sibuk memilih beberapa t-shirt Nevada yang ketat dengan bahan yang agak tipis, beberapa celana dalam yang bentuknya seksi, 2 potong handuk berukuran sedang, serta rok pendek yang kuperkirakan hanya sebatas paha bila dikenakan oleh Sum. Dalam perjalan pulang, aku sudah membayangkan betapa nikmatnya memandangi tubuh Sum yang dibalut dengan t-shirt tanpa BH, serta rok pendek yang dikenakan, hmm.., tidaklupa aku membelikan sabun mandi Pquito untuknya, agar tubuhnya harum. Sengaja aku tidak membelikan BH satupun untuk dirinya, karena memang aku bermaksud agar Sum tidak memakainya sepanjang hari.

Setibanya aku di rumah, kulihat Sum sedang membersihkan kaca jendela depan rumah.

“Wah.., kamu rajin sekali Sum, terima kasih, tidak salah aku memilihmu.” sapaku padanya.

“Ah Mas bisa saja, ini biasa saya lakukan kalau saya ada di rumah.” katanya sambil terus melakukan pekerjaannya tanpa memperhatikanku.

Aku masuk ke kamar Sum, dan mulai aku membongkar tasnya. Seperti dugaanku, Sum hanya membawa 2 potong rok terusan dan 1 buah kutang kecil serta 2 buah celana dalam yang terbuat dari bahan murahan. Kuambil seluruhnya dan kubungkus dengan tas plastik, lalu kusembunyikan di lemari ruang tidurku.

“Sum.. kalau kamu sudah selesai membersihkan kaca jendela, mandi dulu, kemudian siapkan makanan yang kubeli tadi.” kataku setelah menyusun rencanaku.

“Iya Mas..” sahutnya sambil tetap membersihkan kaca jendela yang tinggal sedikit lagi.

Sesaat kemudian Sum masuk ke kamarnya, dan tampaknya dia bingung mendapatkan tasnya kosong, lalu memanggil diriku sambil membawa t-shirt, rok pendek, celana dalam yang seksi dan handuk.

“Mas.. Baju Sum kemana..?” tanyanya.

“Oh.. bajumu itu tidak baik untuk dipakai di kota, Mas akan malu kalau nanti ada teman-teman Mas kesini.., jadi Sum pakai saja baju yang sudah Mas belikan untukmu ya..?”

“Tapi..?” nampaknya Sum ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya.

“Tapi apa Sum..?”

“Kutangnya mana..?”

“Wah Sum.. kamu kan masih kecil.., tidak perlu kamu menggunakan kutang itu, kutang itu pun sudah jelek sekali, dan itu akan menghalangi pertumbuhan buah dadamu.., sudahlah kamu pakai saja kaos yang kubelikan tadi.” kataku mencoba menjelaskan.

“Tapi Sum malu Mas.., nanti akan kelihatan..” jawabnya malu.

“Iya tidak Sum, justru akan kelihatan indah sekali kalau tubuhmu hanya dibalut dengan kaos yang kubelikan, percayalah..! Coba saja ya..? Dan kamu ganti baju yang sekarang kamu pakai, mungkin sudah bau keringat.”

Akhirnya walau dengan berat hati, Sum masuk ke kamar mandi dengan membawa t-shirt serta rok pendeknya.

Tidak lupa aku menjelaskan kepada Sum bagaimana caranya menggunakan shower dan bermandi dengan air hangat, karena memang kamar mandiku tidak memakai bak mandi. Setelah dia mengerti, aku tinggalkan dirinya.

Begitu Sum masuk kamar mandi, bergegas aku pun masuk kamar tidurku untuk siap-siap melihat pemandangan yang menggairahkan. Kubuka bajuku sehingga aku telanjang bulat, dan aku mulai membuka lemari gantungku. Dan pemandangan di depan mataku membuatku terpana, jantungku berdebar-debar saat Sum mulai membuka rok terusannya, sehingga dia hanya memakai kutang kecil dan celana dalam murahan. Libidoku mulai menaik, aku terangsang dengan pemandangan di hadapanku. Sesaat kemudian Sum membungkuk untuk membuka celana dalamnya, dan aku melengguh ketika Sum akhirnya membuka kutang kecilnya, dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benangpun.

Kulihat tubuh Sum begitu padat berisi, tubuh seorang gadis yang baru tumbuh, buah dadanya masih belum menonjol betul, hanya segenggam telapak tangan saja. Seperti bayanganku, puting susunya masih belum begitu besar, berwarna merah muda kontras dengan warna kulit tubuhnya yang kuning langsat, namun itu justru sangat menggairahkan diriku. Perutnya rata, namun saat kulihat di bagian bawah perutnya, ugh.., nampak bagian itu agak menonjol keluar, agak gemuk sedikit. Dan yang membuatku semakin berdebar dan bernafsu, kemaluan Sum belum lagi ditumbuhi oleh bulu, masih mulus, hanya ada beberapa lembar bulu, itu pun masih bulu yang halus.

Pemandangan di depan mataku membuatku semakin melambung tinggi dalam nafsuku, tanganku mulaimemainkan penisku yang sudah berdenyut-denyut dan bereaksi sejak tadi. Secara perlahan aku mulai mengocok penisku dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku mulai membelai-belai sekujur tubuhku mulai dari perut dan berakhir di puting susuku. Aku semakin menggelinjang saat jari jemariku memainkan puting susuku, sensasi yang luar biasa mulai menerpaku. Tidak puas dengan keadaan itu, aku mengambil penis karet dari lemari bajuku yang berukuran tidak terlalu besar yang kubeli saat aku pergi ke luar negeri. Sengaja aku memilih yang berukuran tidak terlalu besar yang berdiameter hanya 2 cm, kulumuri dengan baby oil, dan kuletakkan di tempat dudukku. Penis karet yang kubeli itu dapat diletakkan dengan kondisi berdiri mengacung ke atas, karena bagian bawahnya dilengkapi dengan semacam piringan.

Aku mulai menempatkan diriku dengan anusku tepat di atas penis karet itu, sementara tangan kananku masih terus memempermainkan penisku dan tangan kiriku tetap mempermainkan puting susuku, kiri dan kanan. Aku mulai mendesah saat penis karet di tempat dudukku mulai menyentuh anusku, terasa bergetar menimbulkan perasaan yang sulit kuceritakan. “Sshh.. ahh..”

Sementara di kamar mandi, Sum mulai dengan menyalakan shower, dan air yang mengalir mulai membasahi rambutnya. Lalu perlahan-lahan tangannya mulai membersihkan dirinya dengan sabun mandi, dan aku semakin larut dalam nafsuku saat tangannya mulai membersihkan ketiaknya yang belum lagi ditumbuhi bulu. Aku semakin menggelinjang dipenuhi oleh rasa nikmat di sekujur tubuhku. Sum mulai menggosok-gosok buah dadanya dengan cairan sabun di tangannya. Matanyaterpejam saat tangannya mulai meremas-remas buah dadanya sendiri. Entah karena rasa nikmat yang dirasakannya atau memang hanya kebiasaannya. Yang jelas pemandangan itu membuatku semakin menggila dalam nafsuku. Sum masih asyik menggosok-gosok buah dadanya tanpa menyadari bahwa aku sedang menikmati tubuhnya yang ranum dan menggairahkan itu dari sebelah kamar.

Nafsuku semakin memuncak saat kulihat Sum mengambil shower dan mulai membersihkan kemaluannya. Dengan tangan kanannya, diarahkan air yang memancur dari shower itu tepat ke arah kemaluannya. Tangan kirinya mulai menggosok-gosok kemaluannya dengan cairan sabun. Nampak Sum sepertinya menikmati apa yang sedang dilakukannya. Bibirnya yang seperti gendewa itu mulai terbuka, dan yang lebih membuatku berdebar adalah saat Sum mulai menggosok-gosokan shower itu langsung ke bibir kemaluannya, rupanya semburan air dari shower itu menimbulkan sensasi seks dalam dirinya yang selama ini belum pernah dia rasakan, terlebih lagi saat shower itu menyentuh kelentitnya yang masih sebesar kacang.

Sum terjengkit kenikmatan.., Sum mulai menyandarkan tubuhnya di dinding berhadapan dengan One way mirror di kamarku, sehingga semakin jelas aku dapat melihat pemandangan yang menggairahkan itu. Tubuhnya melengkung ke belakang, dan tangan kirinya mulai meraba-raba buah dadanya sambil sekali-sekali meremasnya. Aku tidak dapat membayangkan bahwasanya Sum gadis yang lugu yang baru saja datang dari desa dapat melakukan hal itu. Mungkin sensasi itu baru ditemukannya saat dia mulai menikmati guyuran air hangat dari shower yang selama ini belum pernah dia alami.

Kocokan tangan kanan di penisku mulai kulakukan semakin cepat, dan tidak henti-hentinya aku memilin puting susuku kiri dan kanan. Aku semakin bergairah saat penis karet di tempat dudukku mulai memasuki lorong kenikmatan di anusku. Otot di sekitar anusku mulai bereaksi mengejut dan mengembang. Dan saat aku menurunkan tubuhku, penis karet itu masuk semakin dalam, gairahku memuncak. Dan ketika seluruh penis karet sepanjang 12 cm itu menghunjam bagian belakang tubuhku, aku melengking, “Aaahh..!” baru kali ini aku merasakan hal itu, karena biasanya memang hanya sebatas ujungnya saja yang kumasukkan ke dalam anusku, hanya untuk menambah rasa nikmat saat aku beronani. Kugoyangkan pantatku sedimikian rupa sehingga aku dapat merasakan penis karet itu berputar di dalamnya, sungguh menimbulkan rasa nikmat yang tiada taranya, dan tanganku tetap bermain dengan penis dan puting susuku.

Kulihat Sum mulai mempermainkan puting buah dadanya yang mengeras dengan jarinya sambil sesekali meremas buah dadanya. Sementara dengan tangan kanannya, shower itu tetap digesek-gesekkan ke kelentitnya. Tiba-tiba tubuh Sum melengkung ke depan, dan kulihat kedua pahanya menjepit shower dan tubuhnya bergetar. Ah.., dia orgasme. Bayangkan.., gadis lugu dari desa berumur 14 tahun melakukan masturbasi sampai orgasme di kamar mandiku, sementara di sebelah kamar, aku menikmatinya sambil beronani juga. Kupercepat dan kupercepat kocokan tanganku di penisku, sampai akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang akan meletup dan meledak dari dalam tubuhku. Dan akhirnya, “Cret.. cret.. cret..” 7 kali semburan kurasakan air maniku tertumpah dari saluran penisku menyembur membasahi tempat dudukku dan pahaku, yang menimbulkankenikmatan yang tiada taranya, disertai dengan otot anusku yang mengejut memilin penis karet yang ada di dalamnya. Aku terduduk lemas sambil tetap melihat Sum yang mulai mengeringkan tubuhnya dengan handuk.

Agh.. aku membayangkan betapa nikmatnya kalau aku dapat menggumuli tubuh Sum yang masih ranum itu, namun aku masih mempunyai rencana lain, aku akan meletakkan penis karetku di kamar mandi suatu saat nanti. Dan aku mengharapkan dapat menikmati pemandangan yang lebih menggairahkan lagi saat aku membayangkan Sum akan bermain-main dengan penis karet itu.

Bacaan sex top: Cerita Horny 2016 Terhot Mandi Paling Nikmat

Cepat-cepat kubereskan tempat dudukku, aku terjengkit dengan rasa nikmat saat kutarik penis karet dari anusku. Kubersihkan air maniku dengan tissue, dan saat aku keluar dari kamarku, kuterpana dan gairahku muncul kembali ketika melihat Sum dengan rambut yang tergerai tersisir rapi memakai t-shirt dan rok pendek yang kubelikan. Tubuhnya yang padat berisi, dengan buah dadanya yang baru tumbuh, tercetak dengan jelas pada t-shirt yang ketat, nampak puting susunya masih mengeras, menimbulkan pemandangan yang menggairahkan bagi diriku.

“Gimana mandinya Sum.., enak..? Sudah segar kan..? Ayo atur makan, kita makan, aku sudah lapar..!”

“Iya Mas.., segar, terima kasih..”

“Wow.., kamu cantik sekali dengan baju barumu Sum, pasti banyak laki-laki yang menginginkanmu..”

“Aah Mas bisa saja..” katanya tersipa dan Sum tertunduk malu.

Saat kutulis cerita ini, aku masih dengan keadaan telanjang bulat sambil mempermainkan penisku, sementara Sum sedang mempersiapkan makan siang untukku, tentunya dengan tubuhnya yang terbalut t-shirt yang ketat dan rok yang pendek sebatas paha. Sesekali kutengok dia, dari one-way mirror di kamar kerjaku, dan pemandangan yang paling kusuka adalah saat dia harus membungkuk, aku bisa melihat celana dalam yang seksi, berbentuk segitiga kecil membelah buah pantatnya, menerus ke depan ke arah bibir kemaluannya.

Ada komentar dan idea..? Supaya aku bisa melanjutkan apa yang harus kulakukan dengan Sum, supaya hidupku lebih bergairah lagi. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat

Cerita Sex Sebuah Pijatan Mbak Tum Bikin Horny

Blog Dewasa Online Cerita Sex 2016 Sebuah Pijatan Mbak Tum Bikin Horny – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Horny 2016 Terhot Mandi Paling Nikmat. Cerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Kurasa hampir semua orang pasti pernah merasakan dipijat, apa lagi para laki-laki hidung belang seperti sebagian besar pembaca RumahSeks. Kurasa sebagian besar dari mereka pasti punya langganan pemijat di panti-panti pijat yang menjamur di mana-mana.

sebuah cerita nikmat, cerita sex pijat, cerita dewasa memijat, cerita porno pijatan, cerita horny memijat, cara memijat plus-plus, cerita pijatan sex, cara memijat kontol
Cerita Sex Sebuah Pijatan Mbak Sum Bikin Horny

Koleksi Cerita Sex Terkini – Itulah enaknya jadi kaum laki-laki, ibaratnya seperti iklan minuman ringan, bisa di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Ini berbeda sekali dengan kaumku, kalau badan pegal harus susah payah cari mbok pemijat yang belum tentu ada di setiap tempat, apa lagi di kota besar seperti Surabaya ini.

Biasanya kalau badanku terasa pegal-pegal, kuminta bantuan adikku untuk memijatnya. Kadang kami bergantian saling pijat. Tetapi hari ini rumahku sedang kosong. Adikku masih kuliah sedangkan orang tuaku belum pulang dari tugas rutinnya mencari nafkah.

Hari ini aku agak sedikit kurang enak badan. Terasa sekali badanku pegal-pegal, namun di rumah sedang tidak ada siapa-siapa. Kucoba bertanya kepada tetangga kanan kiri barangkali ada yang tahu kalau-kalau ada tetangga sekitar yang bisa memijat. Sebenarnya aku tahu bahwa di ujung gang sana ada seorang tukang pijat yang terkenal di sekitar rumahku, tapi laki-laki, namanya Pak Mat. Tidak bisa kubayangkan bahwa tubuh molekku ini bakal dipijat oleh seorang tukang pijat laki-laki, bisa-bisa yang dipijat nanti hanya di daerah-daerah tertentu saja.

Akhirnya aku dapatkan juga seorang tukang pijat wanita. Namanya Mbak Tun yang rumahnya juga tidak begitu jauh dari rumahku. Kucoba untuk mendatangi rumah Mbak Tun yang jaraknya hanya sekitar dua ratus meter dari rumahku. Kebetulan Mbak Tun ada di rumah dan bersedia datang ke rumah untuk memijatku. setelah berganti pakaian dan membawa sedikit perlengkapannya, Mbak Tun mengikutiku pulang.

Mbak Tun usianya masih relatif muda, hanya sedikit lebih tua dariku. Perkiraanku Mbak Tun saat ini berusia sekitar 35 tahun. Namun di usianya yang relatif masih muda itu Mbak Tun sudah menjanda. Ia hidup bersama ibunya, satu-satunya orang tuanya yang masih tersisa.

Mbak Tun sudah 6 tahun bercerai dengan suaminya yang telah kawin lagi dengan wanita lain karena perkawinannya dengan Mbak Tun tidak dikaruniai anak. Cerita tentang Mbak Tun ini kuperoleh dari Mbak Tun sendiri saat memijat tubuhku. Sambil memijat Mbak Tun bertutur tentang kehidupannya padaku.

Walau tinggal di Surabaya, Mbak Tun tetap seperti layaknya orang udik, pengalamannya masih sedikit sekali soal dunia modern, namun untuk urusan sex sepertinya Mbak Tun punya cerita tersendiri. Semuanya akan kukisahkan pada ceritaku kali ini.

Sesampai di rumahku, Mbak Tun kuajak langsung masuk ke kamarku yang sejuk ber-AC. Suhu udara di luar sana bukan main panasnya, beberapa bulan terakhir ini kota Surabaya memang sedang dilanda cuaca panas yang luar biasa, konon panasnya mencapai 37 derajat celcius.

Kubuka kancing hemku dan kutanggalkan hingga bagian atas tubuhku yang mulus terpampang dengan jelas sekali. Payudaraku tampak segar dan ranum dengan ujung puting susuku yang bersih berwarna merah muda sedikit kecoklatan. Rok miniku juga kutanggalkan.

Kini tubuhku sudah hampir telanjang bulat, hanya tersisa CD yang kukenakan. Mata Mbak Tun tampak terkagum-kagum pada bentuk tubuhku yang ramping dan sexy, terlebih saat melihat bentuk CD-ku yang mini itu. Aku saat itu memakai G String berenda yang ukuran rendanya tak lebih dari seukuran satu jari melingkari pinggangku, selebihnya sepotong rendah yang tersambung di belakang pinggangku, turun ke bawah melewati belahan pantatku, melingkari selangkanganku hingga ke depan. Tepat di bagian vaginaku, terdapat secarik kain berbentuk hati kecil yang keberadaannya hanya mampu menutupi bagian depan liang vaginaku.

Lalu aku tengkurap di tempat tidur dengan hanya memakan CD. Mbak Tun mulai memijat telapak kaki, mata kaki, betis, naik lagi ke pahaku. Awalnya aku biasa-biasa saja, pijatan tangannya juga terasa pas menurutku, tidak terlalu lemah dan juga tidak terlalu keras yang dapat menyebabkan terasa lebih sakit setelah dipijat. Menurutku, cara memijat Mbak Tun cukup baik. Setelah memijat kaki kanan, kini Mbak Tun berpindah memijat kaki kiriku, urutannya seperti tadi. Kini giliran pahaku bagian atas yang dipijat juga kedua belahan pantatku.

“Mbak! CD-nya kok modelnya lucu ya?” tanya Mbak Tun lugu mengomentari bentuk CD-ku.

“Emangnya kenapa Mbak Tun?” tanyaku padanya.

“Oh enggak Mbak! Kalau dipakai kok seperti tidak pakai CD aja ya? Bokong (pantat) Mbak tetap kelihatan, dan bagian depannya, jembut (bulu kemaluan) Mbak juga kelihatan, Hii.. Hii.. Hii..! Kalau aku sih tidak berani pakai CD yang model begitu”, oceh Mbak Tun masih mengomentari bentuk CD yang kupakai saat itu.

Sambil mengngoceh dan bercerita, tangan Mbak Tun tetap memijat pahaku. Yang kini dapat giliran adalah pahaku bagian atas, tepatnya di daerah pangkal paha dan belahan pantatku. Aku sengaja tidak menjawab ocehannya karena aku ingin menikmati pijatannya. Sambil sedikit tiduran, mataku kupejamkan saat dipijat Mbak Tun.

Letak kedua kakiku dibentangkan terpisah agak lebar sehingga posisi pahaku terbuka. Mbak Tun memijat bagian dalam pahaku yang bagian atas dekat selangkanganku hingga aku merasakan sedikit geli, tapi enak sekali. Selain pegalku di bagian kaki dan paha mulai sedikit berkurang, aku juga mulai merasakan horny, apa lagi saat jari-jari Mbak Tun memijat bagian pangkal pahaku. Jarinya sempat menyentuh gundukan vaginaku hingga rasanya ujung CD-ku mulai lembab. Untungnya Mbak Tun sudah mulai pindah posisi memijat punggungku, naik ke leher dan berakhir di kepalaku.

Selesai memijat bagian belakang tubuhku, Mbak Tun mengambil body lotion dan dioleskannya ke kaki dan pahaku. Rasanya sedikit dingin saat mengenai kulitku. Kalau tadi memijat, kini Mbak Tun ganti mengurut tubuhku mulai dari telapak kaki, betis hingga pahaku. Kembali saat mulai mengurut pahaku bagian atas aku merasa geli, terlebih saat paha bagian dalamku yang diurut olehnya.

“Mbak! CD-nya dilepas aja ya, toh percuma pakai CD cuma sepotong begitu, lagian kita kan sama-sama wanita dan tidak ada orang lain di kamar ini, soalnya nanti kena hand body nyucinya susah”, pinta Mbak Tun padaku.

Tanpa menjawab, kumiringkan sedikit tubuhku sambil sedikit membungkuk. Kubuka CD-ku dan kulepas dengan bantuan ujung kakiku. Kini aku telah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhku. Posisiku kembali tengkurap menunggu tangan Mbak Tun kembali mengurut tubuhku.

Mbak Tun kembali ke tugasnya mengurut bagian bawah tubuhku yang sudah dilumuri body lotion tadi. Jarinya kembali bersarang di pangkal pahaku bagian dalam, sambil sekali-sekali mengurut kedua gundukan pantatku. Aku tidak hanya merasakan pegalku mulai berkurang, namun aku juga merasakan seperti ada suatu rangsangan tersendiri menyerang tubuhku bagian bawah.

Mulutku menggigit bantal yang kupakai untuk menopang daguku saat tengkurap karena menahan rasa geli di selangkanganku, manakala jari tangan Mbak Tun menyentuh bibir vaginaku. Terkada sentuhannya masuk lebih dalam lagi hingga menyentuh celah belahan bibir vaginaku.

Terus terang liang vaginaku mulai bawah hingga cairan bening tak terbendung mulai membasahi liang dan dinding dalam vaginaku. Saat mengurut gundukan pantatku, seakan dengan sengaja jari Mbak Tun disentuhkannya ke vaginaku kembali hingga ujung jarinya sempat menyenggol ujung klitorisku.

Aku jadi tersiksa sekali karena menahan hasrat birahi yang timbul akibat sentuhan tangan dan jari Mbak Tun saat memijat dan mengurut bagian bawah tubuhku. Untungnya urutan Mbak Tun segera pindah ke punggungku, terus naik ke leher dan kembali berakhir di kepalaku.

Kalau di bagian atas tubuhku, aku masih tidak merasakan suatu rangsangan seperti tadi. Namun rupanya setelah selesai memijat kepalaku, Mbak Tun kembali memijat dan mengurut kedua bongkahan pantatku, yang tentunya pangkal pahaku kembali menjadi sasarannya pula.

Aku tak kuasa menolak, karena selain kupikir Mbak Tun toh juga seorang wanita, dan juga normal karena pernah bersuami walau sudah lama bercerai. Aku toh akhirnya juga menikmati semua sentuhan tidak disengaja maupun mungkin disengaja saat jari-jari tangannya mengusap bagian luar vaginaku. Sampai akhirnya aku benar-benar tidak tahan lagi.

“Sudah! Cukup! Terima kasih ya Mbak”, ujarku akhirnya.

“Kok sudah toh Mbak?”, Tanya Mbak Tun padaku.

“Bagian depannya belum diurut lho! Ayo telentang Mbak, kuurut sebentar perutnya supaya ususnya tidak turun”, tambah Mbak Tun dengan sedikit memerintah.

Herannya aku menurut juga. Dan lalu aku pun telentang di hadapan Mbak Tun. Mbak Tun mulai kembali mengolesi body lotion ke bagian dada dan perutku. Mbak Tun langsung mengelus bagian atas dadaku dekat leher sedang jarinya mengurut ke bawah ke arah payudaraku. Kemudian area sekitar payudaraku juga diurut lembut mirip elusan. Aku yang sudah horny sejak tadi jadi lebih blingsatan lagi hingga akhirnya aku tidak tahan untuk tidah mengaduh.

“Aduuh! Geli Mbak!” protesku, tapi Mbak Tun diam saja sambil terus mengurut pinggiran payudaraku.

Kemudian perutku diurut dari setiap penjuru mengarah ke pusar. Kini giliran pahaku diurut oleh Mbak Tun. Cara mengurutnya naik ke atas menuju pangkal paha, letak kakiku dipisahkan agak lebar sehingga posisiku lebih terkangkang lagi. Mbak Tun terus mengurut pahaku. Saat mengurut bagian dalam pahaku, aku menggeliat tak karuan.

Kemudian Mbak Tun mengurut mulai tepat di atas vagina menuju pusarku. Katanya ini adalah untuk menaikkan usus dalam perutku agar supaya tidak turun ke bawah. Aku diam saja tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun, terus terang pijatannya memang enak hingga pegal yang ada di tubuhku sedah tidak terasa lagi. Namun selain itu aku juga mendapatkan rangsangan seksual dari cara Mbak Tun mengurutku.

“Sudah, sekarang yang terakhir” kata Mbak Tun sambil membuka lebar pahaku.

Mbak Tun berpindah posisi duduknya. Kini dia berjongkok tepat di hadapan selangkanganku yang terkangkang lebar. Kedua tangannya secara bersamaan mengurut kedua pahaku, dari arah lutut menuju selangkangan hingga aku jadi menggeliat tidak karuan menahan geli.

Bacaan sex top: Cerita Sex Terkini Menikmati Jepitan Toge Lidya

Kemudian kedua ibu jarinya mengurut-urut celah lipatan selangkangan dekat vaginaku dengan cara mengurutnya dari bawah ke atas terus berulang-ulang. Bibir vaginaku menjadi saling gesek karenanya hingga rangsangan dahsyat melanda bagian bawah tubuhku dan akhirnya aku tak kuasa lagi mengendalikan nafsu birahiku sendiri hingga tanpa perlu merasa malu lagi pada Mbak Tun, jariku kuarahkan ke klitorisku dan terus kugosok-gosokkan sambil mengangkat dan menggoyang-goyang pantatku.

Aku akhirnya orgasme di hadapan Mbak Tun. Persetan kalau mau dia tertawa, bathinku. Namun ternyata Mbak Tun tetap cuek saja sampai aku selesai melepaskan orgasme. Lalu kubayar ongkos Mbak Tun memijatku dan kuminta dia untuk pulang sendiri. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat

Cerita Sex Panas Terbaru 2018 Menikmati Sebuah Kocokan

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Saya seorang pria berusia 40 tahun, wiraswasta, dan bukan petualangan seks mencari seks di mana saja. Kejadian yang saya alami sekitar dua tahun yang lalu itu kebetulan belaka, meski saya harus akui bahwa saya sangat menikmatinya dan terkadang berharap bisa mengulanginya lagi.

Cerita Sex Panas Terbaru 2018 Menikmati Sebuah Kocokan

Pekerjaan saya telah membuat saya bertemu dengan banyak ibu rumah tangga di tempat tinggal mereka. Beberapa langganan lama terkadang menemuiku dengan pakaian dalam tidur atau rok. Pakaiannya terkadang sangat minim dan kurus dan sering menampilkan tubuh pemakainya yang sering tanpa bra, karena tahu terkadang mereka tidak mandi dan menebusnya sendiri karena saya ketemu pagi-pagi untuk mengejar waktu.

Salah satu pelanggan setia saya, hubungi Bu Linda, seorang ibu rumah tangga berusia 40 tahun, meminta saya untuk datang ke tempatnya di sebuah kompleks apartemen di Jakarta Barat. Seperti biasa saya datang pagi-pagi pada hari yang dijanjikan. Ibu Linda adalah pelanggan lama dan hubungan kita cukup akrab, lebih seperti teman dan bukan sekedar hubungan bisnis. Hari itu Nyonya Linda mendatangiku dengan pakaian longgar dan berpinggang rendah, paha setengah panjang, sangat singkat.

Dia adalah wanita cantik, berkulit putih (Cina), langsing dengan pinggul lebar, pantat menonjol dan dada sedang. Wanita yang menawan dan sangat ramah. Tapi ini bukan pertama kalinya dia bertemu dengan saya dalam pakaian itu, meski dengan pakaian tidur yang sangat tipis dan seksi, entah sengaja atau tidak, tentu saja, dia tidak pernah menunjukkan perilaku yang mengundang atau bahkan membicarakan hal-hal yang memimpin. Dan saya tidak pernah mencoba melakukan tindakan yang mengarah pada hal itu, mengerti, bukan gaya saya, walaupun saya harus mengakui bahwa saya sering ingin melakukannya juga.

Seperti biasa kami duduk disofa tatap muka dan berbincang bisnis. Setelah bisnis selesai kami bercakap-cakap seperti teman antar, tapi kali ini mataku sering tertuju ke paha. Karena dia duduk bersila hampir semua pahanya diplester dengan jelas di depan saya, begitu putih dan halus. Terkadang bahkan sekilas celana dalamnya yang biru saat ia mengganti kakinya. Dan yang lebih menggiurkan lagi, aku bisa melihat payudaranya yang tidak dilipat saat dia membungkuk, meski tidak seluruhnya tapi terkadang aku bisa melihat puting susu cokelatnya yang gelap.

Sejak 4 hari saya tidak berhubungan seks karena istri saya sedang haid, tapi biasanya kita melakukannya hampir setiap hari. Karena itu saya dalam keadaan tegangannya cukup tinggi. Adegan menggoda di depanku membuatku sedikit gugup. Gemetar karena ingin, tentu saja, tapi gelisah apalagi karena penisku mulai ngaceng agak macet dan pegal. Lagi pula, aku tidak mau Ibu Linda memperhatikanku. Hal ini membuat saya jadi canggung, apalagi karena penis saya sekarang ngaceng kenyang dan sakit karena terjepit. Saya ingin bertanya pada diri sendiri, tapi bagaimana untuk bangun dengan kontol yang kontol, tentu terlihat. Betapa situasi yang tidak menyenangkan. Bangun salah, duduk salah.

Tiba-tiba Nona Linda berkata, “Pak Yan (kependekan dari Yanto, namaku), kontolnya ngaceng ya?”

Aku tersambar petir. Ibu Linda yang sudah sangat ramah dan santun menanyakan apakah penisku ngaceng, bikin saya benar-benar terbata-bata dan jawab, “E ya ya ma’am, tau kenapa.”

Ibu Linda tersenyum saat berkata, “Tengok saja pahaku yang sudah ngaceng, bagaimana kalau aku mencintaimu melihat vaginaku, bisa muntah tuh kontol .. ngomong ngomong ngocong ngepit ngepit pak sir?”

Kali ini saya sudah siap, atau sudah sembrono, saya tidak tahu, saya memang jelas berdiri dan mengoreksi posisi penis saya yang sempat sedikit membungkuk dan berkata, “Mau dong ma lihat pussy, entar saya suka melihat dick saya dah.

Nyonya Linda berdiri dan meletakkan tangannya ke penisku, menahannya dari celana saya dan memijat penisku, lalu berkata, “Bener ya, tapi lihatlah, Anda tidak bisa menahannya.”

Kemudian dia melangkah mundur selangkah, membuka celananya dan kemudian pakaian dalamnya dan berdiri telanjang dua langkah di depanku. Kemudian dia duduk kembali kali ini dengan kedua kakinya terentang lebar dan berkata, “Ayo buka celananya Pak, saya ingin melihat penismu.”

Cerita Sex Panas Terbaru 2018 Menikmati Sebuah Kocokan

Saat melepas pakaian saya, saya melihat tubuh Ibu Linda. Sedang berukuran, 36 B, putih dan bulat, pentilnya coklat tua dan agak panjang, mungkin sering tersedot, mengenal kedua anaknya, lalu selangkangan, bersih tanpa selembar bulupun, total dicukur botak, sangat favorit saya karena saya tidak suka pus. banyak, lebih suka yang botak. Kemudian bibir vaginanya juga cukup panjang berwarna coklat muda, perlahan membuka lapangan yang menunjukkan lubang pussy yang terlihat pink dan mengkilap, nampaknya agak basah.

Hal yang paling menakjubkan adalah bahwa itilnya begitu besar, hampir sebesar ibu jari saya, kepala pink itilnya menyembul keluar dari separuh kulit yang mengelilinginya, seperti paman kecil yang tidak disunat, menakjubkan, saya belum pernah melihat tanah itu. Tangan Mrs. Linda mengusap bagian luar vaginanya perlahan-lahan, lalu jari telunjuknya perlahan memasuki lubang ke lubang pussy yang telah indah dan perlahan masuk dan keluar seperti kontol keluar dari entri pussy. Sementara sisi lainnya memegang itilnya antara indeks dan jempol dan memutar milil itilnya dengan cepat.

Saya juga tidak mau kalah dan mengusap kepala saya kontolku 14 cm, lalu menggenggam trunk dan mulai gemetar sambil tetap memperhatikan Ibu Linda. Ibu Linda mulai menghela nafas dan pussy mulai berdecak keras mengklik susu vagina yang terlihat basah dan air susu yang mengalir sedikit membasahi selangkangannya. Kami masturbasi sambil saling menonton. Saya tidak pernah berpikir bahwa masturbasi dengan seorang wanita sangat lezat.

Saat hampir menyemprotku, aku memegang kumisku dan pergi menemui Mrs. Linda yang terus menusuk vaginanya dengan cepat. Aku berjongkok di depannya dan lidahku mulai menjilat vaginanya. Nyonya Linda menarik jarinya dan membiarkanku menjilat vaginanya, tangannya meremas gigi kerasnya dengan kencang. Aku menjulurkan lidahku ke lubang vagina yang menganga dan menusuk lidahku seperti kabut, Bu Linda mulai mengerang dan tak lama kemudian dia menarik kepalaku ke selangkangannya sehingga membuatku sulit bernapas karena hidungku tertutup oleh vagina, lalu itu terjadi. pus pussy berkedut dan menjadi basah.

Ternyata Miss Linda mengalami orgasme pertamanya. Tapi saya tidak puas dengan hanya menjilati lubang vaginanya, tujuan saya selanjutnya adalah itil besar. Awalnya saya kujilat jilat itil kepala yang ditusuk dari kulit, lalu saya letakkan seluruh itilnya kemulutku dan mulailah saya menyedot nyedot itil. Saya tidak pernah merasakan begitu dalam di dalam mulut saya dengan sangat jelas, di dalam hati saya, saya berpikir, “Sepertinya ini adalah kontol kecil ‘.

Pahami itilnya benar-benar seperti kontol kecil. Ibu Linda mengerang dan mengguncang pinggul kirinya sehingga saya terpaksa memegang pinggulnya dengan tangan saya sehingga tidak bisa keluar dari hisap saya. Tak lama setelah ia mengeluarkan erangan dan pus keras lagi berdenyut berdenyut dengan nyaring, kali ini dengan sedikit susu putih. Ternyata orgasme kedua telah tiba. Saya membiarkan itilnya keluar dari mulut saya dan mulai menjilati cairan vagina sampai bersih. Itu sangat lezat.

Nyonya Linda berbaring dengan lemas seperti balon yang tidak memiliki angin. Aku berdiri dan mulai menyeret lagi penisku yang begitu keras dan tegang. Mata Ibu Linda mengikuti setiap gerakan tanganku untuk bermain dengan penisku. Saat aku hampir mencapai orgasme, aku memasukkan penisku ke wajahnya dan Bu Linda segera membuka mulutnya dan mengisap penisku dengan lembut.

Saya benar-benar tidak tahan lagi karena mengisapnya sangat lezat, jadi saya menyemprotkan air ke mulut saya. Ini seperti saya tidak pernah menyemprotnya dan penis saya seolah-olah saya tidak ingin berhenti menyemprotkan. Begitu banyak semprotanku, tapi tidak setetes air mani yang keluar dari mulut Mrs. Linda, semua tertelan.

Sejak itu kita selalu berbaur bersama jika bertemu, dan percaya atau tidak, saya belum pernah memasukkan penis saya ke dalam vagina. Kami sangat puas dengan shuffle bersama. Sayangnya, dia dan keluargaku pindah ke luar kota jadi sekarang aku kehilangan teman-temanku beringsut bersama. Tapi kenangan itu tetap ada di hatiku.

Mungkin ada diantara ibu atau pasangan yang suka goyang bersamaku, tolong kirim pesan, pasti akan balas. Percayalah, lebih menyenangkan untuk mengalahkan bersama daripada dirimu sendiri. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Hot Terkini 2018 Nikmatnya Mengintip ABG Cantik

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Sebelumnya, saya ingin mengatakan apakah ini benar-benar sebuah kisah nyata yang menimpaku, bukan fiksi. Saya harap para pembaca akan bersemangat setelah membaca cerita ini.

Cerita Hot Terkini 2018 Nikmatnya Mengintip ABG Cantik

Kisah Seks Maniac Menyenangkan – Saya tinggal di negara Amerika baru sekitar 4 tahun. Entah bagaimana, ada kebiasaan buruk yang sangat sulit dihilangkan, yaitu mengintip. Kebiasaan ini sudah ada sejak saya duduk di bangku SMP 1 di Jakarta. Saya suka mengintip rok dan gaun wanita. Biasanya saya akan berusaha mati-matian mencari cewek cantik dan sangat sip.

Terus saya mendekati dan pura-pura berbicara dengan gadis cantik dan menstimulasi, terkadang bahkan sabuk bodoh. Saya sangat puas jika saya berhasil mengintip di balik seragam sekolah (atau pakaian lainnya) atau rok cewek, apalagi kalau cewek itu adalah cewek idola sekolah. Apalagi jika si gadis tahu kalau dia mengintip, terus-menerus menutup baju atau menggandeng kakinya bersama. Duhh .. enak kalau berhasil, saya langsung lampiaskan nafsu iblis saya dengan masturbasi.

Sampai puas dan lengkap, di rumah atau di toilet sambil membayangkan gadis cantik itu memiliki sepasang celana dalam dan bra yang pernah saya lihat ini. Mungkin saya agak tidak normal, mungkin ini karena saya tidak pernah mendapat kesempatan bebas untuk menonton film biru atau berkencan dengan cewek (dari faktor orang tua, rumah yang tidak pernah sepi, dan lain-lain). Tapi tidak peduli apa, saya akan menceritakan pengalaman saya.

Pengalaman pertama yang akan saya ceritakan adalah mengintip toko buku. Suatu siang siang, saya meluangkan waktu untuk berjalan ke toko buku, yang kebetulan dekat dengan rumah tempat saya tinggal (di Amerika). Saya naik ke level dua, dan oohh .. saya lihat ada cewek kulit putih yang menurut saya SMA dengan seragam sekolahnya, dan dia cukup baik dan saleh.

Kulitnya putih murni (tidak ada bintik dan jerawat yang Anda tahu), tinggi sedang. Dan wuaah .. apalagi dengan seragam sekolahnya, saya semakin nafsu tidak tahan jika nampaknya hari ini saya belum mengintip apapun darinya. Untuk itu, meski sudah terangsang untuk membayangkannya, saya mencoba mencari strategi untuk mengintipnya.

Saya akhirnya mengikutinya, sampai akhirnya dia duduk di kursi, dengan beberapa buku bacaannya (sepertinya novel, mungkin sekolahnya, kelas bahasa Inggris, karena dia terlihat sangat serius). Dia berbicara singkat kepada seorang gadis yang tampak tua, yang saya kira pasti ibunya.

Saya hanya berharap agar ibunya pergi, sehingga saya dapat dengan cepat meluncurkan tindakan mengintip saya terhadap gadis kulit putih yang cantik, sunyi, dan mungkin nakal ini. Ooohh, tidak tahan. Perlahan aku bersembunyi di balik salah satu rak buku saat aku mulai menggosok celana. Bayangkan, betapa baiknya jika akhirnya aku benar-benar mengintipnya.

Aku terus menggosok sambil mengerang, “Oh .. oh .. ahh .. lumayan .. ahh ..”

Tiba-tiba kesempatan itu muncul. Ibunya sepertinya berkata kepada gadis ini, tanda dia akan pergi ke sektor membaca lainnya, atau di mana. Aaah .. cuek, rintangan terbesar hilang. Batang kemaluan saya semakin besar dari sebelumnya. Sambil terus mengocok, saya melihat dari kejauhan dimana saya bisa mengintip gadis amboi ini. Tiba-tiba, ahh .. saya melihat peluang bagus. Gadis Kaukasia yang duduk di kursi di depannya adalah tempat anak-anak (mungkin balita) biasa membaca buku. Jadi di depan kursi dia duduk, ada plot yang lebih tinggi sedikit dari lantai, biasanya untuk yang kecil.

Hatiku berdegup begitu cepat. Akhirnya saya maju perlahan. Teruskan, maju, penuh dengan pikiran yang tidak dikenal dengan nafsu mengintip. Akhirnya aku pura-pura mengambil buku dari rak buku terdekat, lalu menatapnya lagi. Aduuhh. Semakin cantik saat Anda melihatnya dari dekat, terutama saat dia membaca, ooh sangat serius. Dimana masih SMA lagi, ohh .. gak tau dia jalang yang akan segera mengintipnya.

Jantungku berdegup kencang, inilah tekadku, aku berjalan menuju plot pendek (genteng) di depannya. Aku berbelok ke kiri dan ke kanan, tidak ada yang menduga. Maklum, toko buku ini sepi. Saya menelan ludah dan tangan saya tidak lagi diputar, tapi saya merasa tangkai kemaluan saya terkepal kencang sekali.

Akhirnya saya duduk di petak, tepat di depan kursi yang didudukinya. Dan, “Ooohh, iya ampuunn ..!” Aku benar-benar tegang. Saya sukses, sangat sukses. Dan tidak hanya berhasil, tapi ini mungkin salah satu pengalaman mengintip terbaik saya. Bayangkan saja, meski gadis cantik ini duduk dengan kedua kakinya, sehingga rok sekolah juga tertutup rapat, dengan jarak sangat dekat (sedekat pembaca dengan monitor komputer), dan dengan posisi saya duduk terbuka di bawah dan di depan Dari tempat duduknya, saya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Saya berhasil menerobos mata mata haram saya menusuk kaki kedua kaki putih dengan mulus, terus memperdalam. Dan itu membuatku sangat terangsang, aku berhasil melihat celana dalamnya. Bayangkan, dengan kedekatannya dengan dia, saya seakan diijinkan melihat keindahan paha putih mulusnya, begitu pula celana dalamnya. Oooh .., dia tidak sadar, karena dia masih serius membaca bukunya. Saya berpura-pura membuka dan membaca buku yang telah saya ambil, tapi sedetik dalam buku ini, saya bisa meluangkan waktu sejenak melihat pemandangan yang indah.

Aku mendesah pelan, “Aaah .. enak perasaan ini.”

Mungkin para pembaca tidak tahu bagaimana perasaan saya saat itu, tapi satu kata yang bisa saya katakan, “enak”, menstimulasi dan yah .., kurang ajar.

Kira-kira 5 menit setelah itu, ternyata dia mengubah posisi duduknya, dia mulai bergerak sedikit sambil memperbaiki posisi duduknya, dengan matanya tertuju pada bukunya. Aku berharap bisa melihat pemandangan yang lebih indah darinya, kuharap dia akan bergerak, bergerak sedikit lebih lama sehingga aku bisa melihat tembusnya roknya sampai ke celana dalamnya sepenuhnya. Dan oohh .., iblis yang kurang ajar memenuhi keinginan saya, dia bergerak untuk memperbaiki posisi duduknya, dan kali ini posisi duduknya sedikit lebih lebar sedikit ke kanan.

Saya hanya bisa merasakan batang kemaluan saya sudah berdetak kencang. Saya merasa sangat ingin melihat semua ini. Aku langsung berdiri, lalu pergi ke rak buku terdekat. Kali ini saya benar-benar ingin melihat cewek macam apa yang telah saya intip, jadi saat saya masturbasi, saya bisa lebih nafsu. Ternyata, itu gadis cantik putih dan saleh, masih SMA lagi.

Saya berpura-pura mengganti buku itu, dan dengan gairah yang berat, saya duduk kembali di plot tempat saya duduk, kali ini lebih ke kanan sedikit. Dan mungkin inilah puncak klimaks pembaca saya, karena posisi duduk yang agak mengangkang ini, maka sudutnya melebar, sehingga pastinya sekali celana dalamnya berwarna putih.

Cerita Hot Terkini 2018 Nikmatnya Mengintip ABG Cantik

Dan ada sedikit rambut halus di pinggiran celana dalamnya. Pembaca harus tahu, dalam sejarah mengintip saya, nampaknya ini adalah pertama kalinya saya dapat melihat dengan jelas pakaian dalam dan sedikit bulu halus dari alat kelamin gadis cantik dan tenang dan menggoda dan menawan ini. Saya mencoba menutupi alat kelamin saya dengan buku bacaan saya.

Saya mulai berpikir, “Aaah .. oh .. cantik cantik gadis ini .. Terlambat, saya akan memuaskan nafsu saya nanti dengan masturbasi sebisa mungkin sambil membayangkan paha dan celana dalam dan sedikit bulu kemaluan anda, aahh .. ”

Apalagi setelah saya kembali melihat pinggiran rok sekolahnya, dan saya kemudian berpikir, “Biasanya saya hanya mengintip sejauh paha wanita, tapi kali ini saya berhasil melacak hampir bagian terdalam .. Sampai plastisitas celana dalam jelas. Gadis ini sekitar 10 menit, rambut kemaluannya disamping celana dalamnya Ohh .. nikmatnya …! ”

Setelah sekitar 2 menit kemudian, datanglah ibunya sambil meminta bacaannya. Kemudian akhirnya gadis cantik itu sekali lagi pindah untuk terakhir kalinya sebelum dia berdiri, sampai rok sekolahnya sedikit terbuka, menunjukkan keindahan paha putih mulus dan celana dalamnya yang putih untuk terakhir kalinya. Akhirnya dia berdiri dan berjalan dengan ibunya. Saya juga berdiri, berpikir sendiri, mungkin ada lebih banyak kesempatan untuk mengintip gadis ini lebih jauh, tapi gadis ini sudah eskalator dengan senyum manis kepada ibunya dengan buku beliannya yang baru. Aku tidak tahan lagi, apalagi melihat senyum dari bibir cantik ini.

Uang tunai saya langsung masuk ke toko buku, dan mengeluarkan celana dalam dan celana dalamnya.

Langsung, “Sreet .. sreet .. srreet ..” aku masturbasi sambil mendesah pelan.

“Oooh .. aah .. gadis cantik .. aah .. aku berhasil lihat .. aah .. masuk deep .. aah .. kamu sangat cantik .. pahamu .. putih .. aahh .. mulus dan pakaian dalammu .. jelas sangat jelas .. dan rambut kemaluanmu .. aahh .. “aku mencoba membayangkannya.

Sebelum saya menyelesaikan kata-kata saya, sperma saya pecah dengan senang hati. Sungguh saya merasa bahwa misi mengintip saya terhadap gadis cantik kali ini benar-benar berhasil total.

“Crott .. croott .. aah ..” sprema saya terpancar terus menerus.

Saya terus berpikir, betapa beruntungnya saya hari ini untuk diikuti dengan merilis isi terakhir sperma saya yang lezat, setelah membayangkan bagian dalam rok gadis SMA ini. Sulit untuk dilupakan.

Sejak saat itu, sekitar 1 atau 2 bulan ke depan, saya masih ingat wajahnya yang indah dan cantik, dan juga hati yang sangat memilukan hati saya. Di rumah saya mengambil masturbasi untuk terus mengingat kejadian tersebut.

Itulah pengalaman pertama mengintip saya. Jika pembaca merasa puas, saya akan menceritakan pengalaman mengintip lainnya yang tak kalah menariknya. Tapi pengalaman ini adalah “salah satu yang terbaik”. Itu adalah teguran aku berani mengintip gadis-gadis cantik aku tidak tahu. Tapi sangat sulit untuk menyingkirkan dosa pengintaian saya yang satu ini, walaupun saya telah diajarkan oleh agama.

Saya tidak bisa menahan godaan ini. Setan itu baik. Seringkali saya merasa bersalah begitu saya mengintip dan melakukan masturbasi. Saya hanya berharap, suatu hari nanti, saya akan mendapatkan wanita secukupnya sesuai keinginan saya, jadi saya bisa menghentikan tindakan cabul ini. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Sex 2018 Mesum Suster Cantik Bahan Masturbasi

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Cerita ini terjadi beberapa bulan yang lalu, saat saya dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Aku masih di kelas dua saat itu. Dan dalam urusan asmara, terutama “bercinta” saya sama sekali tidak memiliki pengalaman. Saya tidak tahu bagaimana memulai cerita ini, karena memang begitu. Tanpa disadari, inilah awal dari semua pengalaman asmara saya sampai sekarang.

Cerita Sex 2018 Mesum Suster Cantik Bahan Masturbasi

Sebut saja namanya Ira, karena sejujurnya saya tidak tahu siapa namanya. Ira adalah perawat rumah sakit tempat saya dirawat. Setelah terjangkit gejala hepatitis, saya harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Selama waktu itu Ira juga selalu melayani dan menjagaku dengan baik. Orang tua saya terlalu sibuk dengan bisnis belanja keluarga kita, jadi di rumah sakit, saya menghabiskan lebih banyak waktu sendirian, atau jika kebetulan teman-teman saya datang mengunjungiku.

Yang kuingat, hari itu aku mulai merasa lebih baik. Aku mulai bisa duduk di tempat tidur dan berdiri dari tempat tidurku sendiri. Padahal sebelumnya, apalagi berdiri, untuk membalik badan pada waktu tidur terasa sangat berat dan sangat lemah. Udara sore agak panas dan pengap. Meski kamarku ber-AC, dan cukup luas untuk diriku sendiri. Namun, saya benar-benar merasa pengap dan tubuh saya terasa lengket. Ya, saya belum mandi beberapa hari lagi. Maklum, dokter belum mengizinkan saya mandi sampai demam saya benar-benar turun.

Akhirnya aku menekan bel di sebelah tempat tidurku untuk memanggil perawat. Tidak lama kemudian, Suster Ira yang saya pikir adalah mata terindah dan terindah di mataku.

“Ada apa?” dia bertanya dengan ramah sambil tersenyum, sangat manis.

Tubuhnya yang membandel dan badannya sedikit membungkuk memeriksa suhu tubuh saya memungkinkan saya melihat bentuk payudaranya yang tampak montok dan menggoda.

“Eh, ini Ma’am, saya merasa tubuh saya lengket semua, mungkin karena cuaca hari ini sangat panas dan saya belum lama mandi Jadi saya ingin bertanya apakah saya harus mandi hari ini?” Tanyaku, menjelaskan panjang lebar.

Saya sangat senang bisa berbicara dengan biarawati yang cantik ini. Dia masih muda, setidaknya hanya 4-5 tahun lebih tua dari usiaku saat itu. Wajahnya yang khas terlihat sangat indah, seperti orang India sekilas.

“Oh, tapi saya tidak berani suka jawabannya sekarang Dik.Mbak harus tanya sama dokter apa yang adiknya harus dimandiin apa yang belum”, dia menjelaskan dengan baik.

Mendengar kalimatnya untuk “mandi”, saya merasakan darah saya berdesir di atas semua otak. Pikiranku yang kotor membayangkan apakah Mbak Ira akan mandi dan menggosok seluruh tubuhku. Tanpa sadar aku tercengang sejenak, dan penisku berdiri di belakang celana pasien rumah sakit yang kurus itu.

“Ihh, kamu nakal deh pikir itu .. kok pake ngaceng habis-habisan, pasti berpikir halo hi hi hi hi”.

Mbak Ira ternyata melihat reaksi yang terjadi pada penis saya yang harus saya akui sudah mengeras sekali. Aku hanya tersenyum malu dan menutupi pantatku dengan selimut.

“Tidak, Mbak, itu hanya spontanitas, saya tidak berpikir begitu banyak,” kataku sambil melihat senyum manisnya.

“Hmm, kalau mau bikin panas karena tubuh terasa lengket mbak bisa mandiin kamu, itu kewajiban kerja mbak disini. Tapi senjata Mbak bener bener bener bener bener bener bener beneran)” lanjut Mbak Ira lagi nampaknya memprovokasi saya. gairah.

“Tidak ada yang benar-benar mbak, saya tahu senjata Mbak bisa mengambil keputusa sembrono” jawab saya serius, saya tidak ingin terlihat “nakal” di depan perawat cantik ini. Selain itu saya belum berpengalaman dalam masalah memikat wanita.

Suster Ira masih tersenyum seolah-olah dia punya keinginan tertentu, lalu dia mengambil bubuk Purol di atas meja di samping tempat tidurku.

“Dik, Mbak bedakin aja baik biar senapan panas dan terasa lengket”, lanjutnya sambil membuka bedak dan mengolesi telapak tangannya dengan bedak.

Saya tidak bisa menjawab, jantung saya berdegup kencang. Hal berikutnya yang saya tahu, dia membuka kancing baju saya dan melepas bajuku. Saya tidak menolak, karena dibedakin juga bisa membantu menghilangkan rasa gerah yang saya pikir saat itu. Mbak Ira lalu menyuruhku berbalik, jadi sekarang aku berbaring telungkup di tempat tidur.

Tangannya mulai terasa diolesi punggungku dengan bedak, rasanya dingin dan halus. Pikiran saya tidak bisa dikendalikan, karena di rumah sakit, sudah lama saya tidak membayangkan hal-hal tentang seks, atau melakukan masturbasi seperti biasanya di rumah dalam keadaan sehat. Penis saya benar-benar berdiri dan mengeras di tubuh saya sendiri, yang dalam keadaan kusut. Saya ingin kugesek-gesek penis saya di permukaan tempat tidur, tapi mungkin saya tidak melakukannya karena di sana Mbak Ira saat ini. fantasi saya melayang jauh, apalagi sesekali tangan kecil yang meremas bahu saya seperti memijat. Ada cairan bening yang mengalir dari ujung penisku karena terangsang.

Beberapa saat kemudian Mbak Ira menyuruhku berbalik. Saya merasa canggung tidak bermain, karena takut dia kembali melihat penis saya yang sedang ereksi.

“Iya Mbak ..”, jawabku sambil berusaha menenangkan diri, aku membalikkan tubuhku.

Sekarang aku melihat wajahnya yang begitu dekat denganku, aku bisa merasakan napasnya di balik hidungnya yang tajam. Saya mencoba memampatkan perasaan dan pikiran kotor saya dengan menutup mata.

Sekarang tangannya mulai membasahi dadaku, jantungku sekuat mungkin agar tidak terlalu cepat menabrak. Aku benar-benar terangsang sekali, apalagi saat beberapa kali telapak tangannya menyentuh putingku.

“Ahh, geli dan sangat baik,” pikirku.

“Nah, mengapa begitu keras ya? Dia dia”, saya kaget mendengarnya.

“Ini loh, putingnya sangat keras .. kamu terangsang ya?”

Mendengar pidatonya begitu vulgar, saya benar-benar terangsang. Penisku berdiri kembali lebih keras dari sebelumnya. Tapi saya tidak berani melakukan apapun, hanya berharap dia tidak melihat ke arah penis saya. Aku hanya tersenyum dan diam saja. Rupanya Mbak Ira lebih berani, sekarang dia sudah tidak lagi membungkus tubuhku, tapi mainkan putingku dengan telunjuknya. Berbelok dan sesekali mencubit putingku.

“Ahh, geli Mbak, jangan digituin”, kataku malu.

“Kenapa? Ternyata pria itu bisa terangsang dengan baik jika putingnya dimainkan gini”, lanjutnya sambil melepas jemarinya yang nakal.

Saya benar-benar kehabisan kata-kata, dilema saya. Di satu sisi saya ingin melanjutkan “pekerjaan” oleh Mbak Ira, satu sisi saya merasa malu dan takut menangkap orang lain yang mungkin saja tiba-tiba masuk.

“Dik Iwan sudah punya pacar?”, Tanya Mbak Ira kepada saya.

“Tidak Mbak”, saya menjawab berdebar, karena membayangkan ke arah mana dia akan berbicara.

“Dik Iwan, tidak pernah main dengan senjata cewek?”, Tanyanya lagi.

“Belum mbak” jawabku lagi.

“hi .. hi .. hi .. ngga sama sekali tidak main dengan cewek,” sambungnya.

Aduh saya pikir, betapa bodohnya saya bisa terjebak olehnya. Apa “permainan” yang saya pikirkan. Dia pasti mengira saya benar-benar “nakal” saat saya berpikir.

“Pantes deh, de Iwan dari sebelumnya mbak perhatiin ngaceng terus, Dik Iwan mau main dengan mbak ya?

Wah, nafsu saya langsung bergolak. Aku hanya tertegun. Saya belum sempat menjawab, Mbak Ira sudah memulai aksinya. Dia menusuk dadaku, mendengus dan meniup putingku. Merasa sejuk dan geli, lalu menjilat putingku, dan mengisap sambil memainkan putingku di mulutnya dengan lidah dan giginya yang kecil.

“Ahh, geli Mbak” m mengerang kenyamanan saya.

Lalu dia mencium leher, telingaku, dan akhirnya mulutku. Awalnya saya diam saja tidak bisa berbuat apa-apa, setelah beberapa saat saya mulai berciuman kembali. Saat lidahnya masuk dan menggelitik langit-langit mulutku, rasanya sangat geli dan enak, jawabku dengan memutar lidahnya dengan lidahku. Aku menarik napas dalam-dalam dari lidahnya dan mengisap lidahnya yang basah. Sesekali saya mendorong lidah saya ke dalam mulutnya dan menyedotnya ke dalam mulutnya yang tipis. Tanganku mulai berani, mulai melengkungkan pinggulnya yang gemuk. Namun, saat aku mencoba mengungkap rok seragam perawatnya, dia melepaskan diri.

“Tidak di sini Dik, ntar kalau ada yang tiba-tiba masuk bisa serius”, katanya.

Tanpa menunggu jawaban saya, dia segera menuntun saya keluar dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi yang terletak di sudut ruangan.

Cerita Sex 2018 Mesum Suster Cantik Bahan Masturbasi

Di kamar mandi, dikunci pintu kamar mandi. Lalu ia menyalakan keran bak mandi sehingga suara gemuruh air sedikit berdesir di ruang kecil. Tangannya dengan cekatan menanggalkan semua pakaian dan celana saya sampai saya bulat. Kemudian dia melepaskan topi adiknya, menggantungnya di belakang pintu, dan menurunkan beberapa kancing seragamnya sehingga sekarang saya bisa melihat bentuk payudaranya yang sempurna di bawah Bra hitamnya.

Kami juga melanjutkan pembantaian kami, kali ini lebih panas dan penuh nafsu. Saya tidak pernah mencium seorang wanita, tapi Mbak Ira benar-benar pintar membimbing saya. Segera banyak gerakan yang dipelajari darinya dalam berciuman. Kulumat bibirnya dengan nafsu. Penisku yang berdiri tegak tegak kera dan kugesek-gesekkan. Ahh sangat baik Tanganku bahkan meremas putus asa dan membuka bra. Sekarang dia bertelanjang dada di depanku, aku mencium putingnya, kuhisap dan bermain dengan lidahnya dan sesekali menggigitnya.

“Ya, bagus .. ouh geli Wan, ah .. kamu benar-benar pintar”, mendesah seakan menggeram dan meremas rambutku dan menguburnya ke dadanya.

Sekarang tangannya mulai meraih penisku, menggenggamnya. Aku berteriak. Cengkeramannya begitu ketat, namun terasa hangat dan lezat. Saya juga melepas kulum saya di putingnya, sekarang saya duduk di lemari sambil membiarkan Mbak Ira memutar penis saya dengan tangannya. Dia berjongkok melawan selangkanganku, mengibaskan penisku perlahan-lahan dengan kedua tangan.

“Ahh, benar-benar baik mbak .. keren .. ahh .. ahh ..”, desahku menahannya agar tidak menyembur cowokku dengan cepat.

Aku meremas payudaranya saat dia terus mengocok penisku, sekarang aku melihat dia mulai menyelipkan tangan kirinya ke tangannya sendiri, mengusap-usap tangannya di vaginanya sendiri. Melihat aksi aku benar-benar terangsang satu kali. Aku mengulurkan kakiku dan memainkan vaginanya dengan jempol kaki ku. Rupanya dia tidak menghindar, dia baru saja melepas celana dalamnya dan berjongkok di kaki.

Kami saling melayani, tangannya mengguncang penisku dengan lembut saat dia melumurinya dengan air liur sehingga lebih licin dan basah, sementara aku sibuk menggelitik memeknya ditumbuhi rambut keriting dengan kakiku. Terasa basah dan sedikit berlumpur, tapi saya gosok saja dengan jempol kaki.

“Ya .. ah .. benar-benar nakal kamu Wan .. em, em, eh .. sangat bagus”, mendesah keras.

Tapi suara cipratan air bak mandi begitu keras sampai aku tidak khawatir mendengarnya. Saya juga membalas dengan desahan keras juga.

“Mbak Ira, sedotin dick saya dong .. tolong .. saya sangat ingin”, saya karena saya sudah menduga ada sedotan mulut di penis saya seperti adegan film BF yang biasa saya tonton.

“Ih .. kamu nakal yah”, jawabnya sambil tersenyum.

Tapi ternyata dia tidak menolak, dia mulai menjilati kepala penis saya yang sudah licin oleh pelumas dan air liurnya. Saya hanya bisa menahan nafas saya, untuk sesaat gerakan ibu jari saya berhenti menahan kesenangan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.

Dan tiba-tiba ia memasukkan penisku ke dalam mulutnya yang terbuka lebar, lalu mencium mulutnya sehingga sekarang penisku terjepit di mulutnya, mengisap sedikit batang penisku jadi aku merasa seluruh tubuhku terpelintir, lalu menarik penisku keluar.

“Ahh .. ahh ..”, aku mendesah setiap kali aku menarik tangannya dan mulut untuk melepaskan penisku dari genggaman bibirnya yang manis.

Aku memeluknya untuk menahan tarikan perangnya sehingga tidak terlalu cepat. Namun, sedotan dan menjilati sesekali di sekitar kepala penisku di mulut sangat geli dan enak.

Tidak sampai terulang 10 kali, tiba-tiba saya merasakan getaran di seluruh batang penis saya. Pegang kepalaku jadi penisku tetap di mulutnya. Seakan tahu bahwa saya akan segera “keluar”, Mbak Ira menyedot lebih cepat, mengisap dan terus mengisap penisku. Terasa sedikit sakit, tapi sangat lezat.

“AHH .. AHH .. Ahh .. ahh”, teriakku tiba-tiba disiram cairan air mancur yang sangat kental dan banyak karena belum dikeluarkan ke mulut Mbak Ira.

Dia terus mengisap dan menelan laki-laki saya seolah-olah sedang menikmati cairan yang saya tembak, matanya merintih seolah mengambil bagian dari kesenangan yang saya rasakan. Saya membiarkan beberapa saat dick saya dikulum dan menjilat sampai bersih, sampai penis saya dilas dan lemas, baru dilepaskan sedotan. Sekarang dia duduk di dinding kamar mandi, masih mengenakan seragam dengan kancing dan Bra terbuka, dia duduk dan mengangkat roknya ke atas, sehingga sekarang vagina yang tidak tercakup dalam CD ini terlihat jelas bagi saya. Dia membuka lebar pahanya, dan mengusap vaginanya dengan jari mungilnya. Saya hanya menatap dan terus menikmati pemandangan yang langka dan indah ini. Saya belum pernah melihat wanita masturbasi langsung di depan saya, apalagi wanita seindah dan seindah Mbak Ira. Sesaat kemudian penis saya mulai berdiri lagi, saya meremas dan kukocok penis sendiri sambil tetap duduk di toilet sambil melihat aktivitas “panas” yang Mbak Ira. Sengatan itu memenuhi kamar mandi, diselingi air menderu bak mandi sehingga desahan bergema dan terdengar begitu menggoda.

Ketika saya melihat saya mulai ngaceng lagi dan mulai mengguncang kontol sendiri, Mbak Ira sepertinya semakin terangsang juga.

Tangannya mulai tergelincir sedikit ke dalam vaginanya, dan digosok lebih cepat dan lebih cepat. Tangan satunya memainkan putingnya sendiri yang masih keras dan terlihat lebih tajam.

“Ihh, kok ngaceng lagi sih .. gak puas ya ..”, bercanda Mbak Ira saat mendekati saya.

Kembali pegang penisku dengan tangan yang baru saja biasa main pussy. Memeknya cairan di tangan yang membuat penisku yang sudah mulai mengering dari air liur Mbak Ira, sekarang kembali basah. Aku mencoba menekuk tubuhku untuk mencapai vagina dengan jariku, tapi Mbak Ira menepisnya.

“Jangan khawatir, biar cukup Mbak aja memuaskan kamu .. hehehe”, agak kecewa saya dengar jawaban ini.

Mungkin dia khawatir kuletakkan jari-jariku sehingga merusak selaput dagunya yang kupikir, jadi aku diam saja dan kembali menikmati permainan di penisku untuk kedua kalinya dalam 10 menit terakhir.

Kali ini saya tinggal cukup lama, airnya penuh sampai kami masih “bermain” di sana. Dihirup, tersedot, dan sesekali mengocok penisku dengan cepat, benar-benar semua membuat tubuhku terasa lelah dan basah oleh keringat. Mbak Ira tampak lelah, keringat mengalir dari keningnya, sementara mulutnya terlihat sibuk mengisap penisku sampai pipinya terlihat kempot. Untuk sementara kami berkonsentrasi pada kegiatan ini. Mbak Ira sunggu hebat pikir saya, dia kontol penis saya, tapi dia juga sambil main vaginanya sendiri.

Setelah beberapa saat, dia melepaskan engahnya.

Dia mengerang, “Ah .. ahh .. ahh .. Mbak mau keluar Wan, Ma’am mau keluar”, teriaknya sambil mempercepat menggosok tangannya.

“Ini ya, saya ingin menjilatnya”, jawab saya spontan, teringat adegan film BF dimana saya pernah melihatnya menjilati wanita menjilati orgasme dengan nafsu.

Mbak Ira berdiri di depanku, dipondongkannya vagina ke arah mulutku.

“Baiklah, hisap cepet Wan, isap ..”, desah seolah menyedihkan.

Segera kuhisap pussy dengan kuat, tangan saya terus mengocok penis saya. Aku benar-benar menikmati pengalaman indah ini. Beberapa saat kemudian saya merasakan getaran yang hebat dari pinggul dan vagina saya. Aku mengubur kepalaku di vaginanya sampai hidungku terjepit di antara rambutnya. Aku kucked dan kusedot sambil memainkan lidahku di sekitar klitorisnya.

“Ahh .. ahh ..”, desah Mbak Ira terakhir kali bersamaan dengan cairan hangat yang mengalir mengisi hidung dan mulutku, hampir muntah aku membuat begitu banyak cairan yang keluar dan berbau amis.

Kepalaku pusing sesaat, tapi kegembiraan itu benar-benar terasa seperti pil ekstasi, cepat atau lambat orgasme saya untuk kedua kalinya. Kali ini bukan cairan pertama yang keluar, tapi rasanya seperti mengajakku terbang ke surga ketujuh.

Kami berdua mendesah panjang, dan saling berpelukan. Dia duduk di pangkuanku, cairan vaginanya membasahi penisku yang sudah lemah. Kami berciuman sebentar dan meninggalkan beberapa pesan untuk saling menjaga rahasia dan membuat janji lain sebelum akhirnya kami keluar dari kamar mandi. Dan semuanya masih aman.

Mbak Ira, adalah wanita pertama yang mengajari saya permainan seks. Sejak itu saya memiliki hubungan gelap dengan Mbak Ira selama hampir 2 tahun, saat SMA saya dan dia sering berjanji untuk bertemu, baik di motel atau di tempat yang sepi kostnya. Keperawanan saya bukan hanya saya berikan padanya, tapi keperawanannya akhirnya menyambar setelah beberapa kali kita hanya melakukan pekerjaan Esek.

Sekarang saya sudah belajar di luar kota, sementara Mbak Ira masih bekerja di rumah sakit. Saya jarang bertanya tentang dia, dan bagaimanapun hubungan saya dengan dia tidak lain adalah kepuasan memuaskan kebutuhan seksual. Dikatakan, dia bilang dia sering merasa “horny” menjadi perawat. Begitu pula dengan pengakuan sesama saudara perempuannya. Aku bahkan sempat bercinta dengan teman-teman Mbak Ira. Pengalaman rawat inap, benar-benar membawa pengalaman indah untuk hidup saya, setidaknya masa muda saya sangat bagus. Mbak Ira, benar-benar fantastis untuk saya .. – Situs seks online paling komprehensif dewasa, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita panas, novel cerita bokep, novel novel porno, novel abg ml, kisah tante novel, novel hypersex janda, novel seks terpanas, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Horny 2018 Terhot Mandi Kucing Paling Nikmat

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Hari ini saya pergi, jadi bangun sedikit sore dari biasanya, apa lagi tadi malam saya tidur hampir di pagi hari karena senang membuka kotak surat dan membalas email masuk. Ada pembaca yang pria email saya, isinya biasa-biasa saja dan sopan. Awalnya seperti email lain yang saya jawab, saya selalu mencantumkan persyaratan yang saya inginkan jika mereka ingin terus bertemu dan mengobrol dengan saya.

Cerita Horny 2018 Terhot Mandi Kucing Paling Nikmat

Pembaca yang satu ini berbeda dari yang lain karena tanpa banyak komentar, pada email berikutnya dia langsung memberi saya persyaratan yang saya minta. Saya juga berbagi foto dan mengirim email kepadanya. Terus terang sangat simpatik padanya, hanya saja saya tidak punya foto dan data lengkap. Tapi aneh! Tiba-tiba saya jadi penasaran dengan dia, mudah-mudahan orang sesuai dengan keinginan saya. Di email terakhirnya dia bertanya bagaimana cara merawat ikan dengan perut menggembung. Ha .. ha .. ha .., tidak semua dokter hewan bisa menyembuhkan ikan.

Kembali ke cerita saya, pagi ini kondisi rumah saya kosong, baik orang tua maupun adik perempuan saya pergi kemana. Hal ini biasa terjadi, mereka tidak ingin mengganggu tidur saya dan mengunci rumah dari luar. Kami di rumah punya kunci rumah sendiri. Setelah membaca koran pagi dengan secangkir kopi, saya terus membaca koran di toilet kamar mandi saya. Maksud saya sial (maafkan saya! Saya mencoba menyampaikan apa yang saya alami apa adanya) saat membaca koran. Pintu kamar saya sengaja dibiarkan terbuka, namun tidak ada orang lain di rumah saya.

Aku melepas singlet yang baru dipakai itu sebelum aku meninggalkan ruangan, membuangnya keluar, begitu juga celana pendek yang kendur di bagian bawah yang aku kenakan saat tidur. Sekarang aku telanjang tanpa benang menutupi tubuhku. Sejak kecil saya benar-benar tidak suka dan tidak pernah menggunakan BH jadi sampai sekarang di usia 28 saya masih belum memiliki BH tunggal untuk menutupi payudara saya yang keras kepala dan matang.

Aku sudah biasa tidur bertelanjang dada dan sering telanjang saat mengenakan selimut tipis. Jika saya tidur hanya dengan celana pendek, bentuk yang saya katakan, selain bentuk miniaturnya, bahannya terbuat dari sutra tipis dan tembus dengan pita elastis yang melilit pinggang saya, sehingga bayangan bulu pangkal paku saya dapat terlihat dengan jelas dari Di luar, karena di dalamnya saya sudah tanpa menggunakan apapun untuk menutupi ketelanjangan saya, toh semua model CD saya juga seksi dan mini jadi tidak ada fungsi saat saya tidur, jadi saya tidak memakainya.

Setelah saya selesai, saya meletakkan koran yang saya baca tadi dan saya mandi. Kondisi kamar mandi di kamar saya saya membiarkannya tetap terbuka sejak saat itu sampai jika dari arah ruang tamu ada orang yang melihat kamar saya yang pintunya terbuka bisa melihat tubuh montok saya di kamar mandi yang sedang mandi saat ini, Tapi saya tidak khawatir karena rumah saya saat ini kosong dan pintu depan dalam keadaan terkunci jadi saya tidak perlu khawatir dengan seseorang yang tiba-tiba nyelonong masuk.

Saya membasahi seluruh tubuh saya di bawah kamar mandi saya, rambut saya basah kuyup karena saya ingin mencucinya. Selesai keramas, kusabuni tubuhku dengan sabun cair, aku mengusap seluruh bagian tubuhku yang langsing dan seksi (bukan GR lho! Karena memang aku sendiri). Tinggi 170 sentimeter saya cukup tinggi untuk ukuran wanita, payudara saya tidak terlalu besar, ukurannya sangat normal, bentuknya padat, puting susu dan sekitarnya masih agak kecoklatan-coklat.

Pantatku gemuk dan berisi, bagian depannya di bawah pusarku ditumbuhi bulu kemaluan lembut, tumbuh rapi dan tidak terlalu lama karena menempel di bawah pusarku terdorong ke atas. Rambut pangkal pahaku tumbuh di puncak pangkal pahaku, di sekitar vagina ku bersih dan mulus. Aku mengusap dan tergores dengan sabun cair datar, tubuh kujongkokkan kecil dan aku mengangkat kakiku secara bergantian dan kukangkangkan di atas bibir bak mandi untuk memudahkan tanganku menggosok dan membersihkan lipatan pangkal pahaku.

Tanganku yang satunya mengusap tubuhku bagian lain, kastanye ku membujuk lembut sampai terus terang menimbulkan rangsanganku sendiri. Libidoku tiba-tiba datang dan gairah saya begitu memuncak, nampaknya saya ingin berlama-lama menyabuni tubuh saya, mataku yang mengetuk pengereman mulai lembut merasakan nikmatnya penyeka tangan saya sendiri sampai saya tidak sadar memasukkan jari ke bibir saya. Saya mengisap jari telunjuk dan kukulum saya dengan mulut mungil dan bibir tipis saya, ada rasa sabun di lidah sampai saya segera menurunkan jari ke bagian payudara saya.

Kali ini bukan lagi belaianku, tapi aku sudah mulai meremas payudaraku. Kupilin-putar putingku dengan jempol dan telunjukku. Rasanya enak, apalagi saat tanganku yang lain terus membelai selangkanganku. Saat jari-jari saya menyentuh bibir vagina saya, saya merasakan darah mengalir melalui tubuh saya seolah-olah mengalir lebih cepat dari biasanya.

Cerita Horny 2018 Terhot Mandi Kucing Paling Nikmat

Saya sangat horny, vagina saya pecah telah dibanjiri lendir yang keluar dari rahim saya. Saya bisa merasakan ada cairan lain di bibir vagina saya. Lalu jari saya menunjuk ke clit saya. Saya menekan klitoris saya dengan jari saya, dan saya tidak dapat menahan gejolak dan gairah yang saya alami. Tubuh saya terpelintir seperti penari erotis yang biasa saya lihat di BF, kaki saya tidak dapat lagi mendukung saya. Saya duduk di bagian atas bak mandi, mengangkangi paha saya dengan meletakkan telapak kaki di sisi kiri dan kanan bak mandi.

Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku, saya biasa melepas bibir vagina saya sambil menggosoknya. Sementara jari telunjuk dan jari telunjuk kanan saya menggosok klitoris saya secara aktif, seluruh tubuh saya masih terisi sabun cair yang kini sudah mulai berbaur dengan keringat yang mulai mengalir keluar, AC AC yang datang dari kamar tidur saya seolah tak mampu menembus. ke kamar mandi saya

Tetap jari kanan saya ke lipatan vagina saya. Jariku menunjuk ke arah pintu masuk kesukaanku, aku mendorong sedikit ke dalam. Awalnya memang agak sulit masuk tapi karena saya benar-benar terangsang sehingga lubang vagina saya juga benar-benar basah oleh lendir yang licin sampai jari-jari saya yang lain mudah masuk ke liang vagina. Sekarang jari tangan kiriku tidak perlu lagi membuka bibirku yang beralur lagi sampai menjadi tugasku untuk menggesek klitorisku.

Aku menyelipkan jari telunjukku ke dalam vagina. Jemariku menyentuh dan mengusap dinding vagina dalam diriku, ujung jariku menyentuh benjolan sebesar ibu jari dan tumbuh di dalam vagina dan menghadap ke luar. Aku mengangkat benjolan dari bawah dengan jariku dan kugesekkan bagian bawah, punggung dan kepalaku bersandar di dinding kamar mandi, seolah hendak pingsan.

Saya telah benar-benar mencapai puncak untuk mencapai klimaks saat ada sesuatu yang akan meledak keluar dari rahim saya, ini pertanda bahwa saya akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri pada klitoris saya dipercepat lagi, begitu juga gemetar jari tangan kanan di vagina saya juga berakselerasi juga. Untuk memenuhi orgasme yang akan segera terjadi, pantatku bergetar hebat, merasakan kedutan bibir vagina saya tiba-tiba mengencangkan jariku di dalam liang saya.

Pada saat bersamaan saya merasakan sesekali semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vagina saya. Saya merasa seperti buang air kecil tapi yang mengalir keluar lebih berlendir berlendir, itulah cairan cintaku yang mengalir dengan cepat. Setelah jeda untuk memahami apa yang baru saja terjadi, saya terus mandi. Saya menjentikkan tubuh saya dengan air melalui pancuran, di selangkangan saya masih terasa cairan cinta saya meresap keluar dari dalam vagina saya, mengalir melewati kedua pahaku.

Setelah mandi, aku mengeringkan tubuhku dengan handuk dan aku memakai kimono tipis yang dihias dengan bunga. Bentuk kimonoku ini cukup pendek ukurannya. Ujung bawah hanya sekitar satu inci dari pangkal paha saya, jika saya membungkuk di pantat saya akan tersingkir, jadi jika saya duduk sambil memakai kimono ini pasti tumpukan daging di pangkal paha saya juga akan mudah dilihat, karena memang kimono yang saya pakai bukan untuk di gunakan di luar, fungsinya hanya bisa digunakan di ruangan setelah mandi agar tidak kedinginan.

Saya pergi ke lemari es untuk mengambil air dingin. Saya merasa sangat haus setelah melakukan aktivitas tadi. Setelah minum tiba-tiba ada seseorang yang membunyikan bel. Kulongok di luar sana ada satpam yang mengantarkan iuran iuran RT.

“Tunggu sebentar, Sir,” panggilku.

Saya mengambil uang itu di dompet saya dan saya pergi ke pintu gerbang. Ketika saya menyerahkan uang itu, saya menerima tanda terima yang saya terima dari petugas keamanan. Waktunya hanya sebentar tapi cukup membuat satpam tertegun kaget melihat penampilan saya.

Ternyata tanpa disadarinya, saya keluar memakai kimono mini. Kainnya sangat tipis sehingga ketika saya memakainya erat menempel pada kulit saya yang tidak dikeringkan dengan benar saat kuhanduki tadi, apa lagi bagian depan yang tertutup dan diikat dengan sabuk tali yang terbuat dari kain yang sama, dan ikatan saya sama acaknya. sehingga bagian dada saya terbelah agak lebar, sehingga dari sisi pinggir payudara saya yang putih mulus bisa terlihat jelas hampir di seluruh, hanya puting susu saya yang tertutup.

Bagian bawah saya ternyata tidak tertutup rapi, selain ukurannya pendek ke atas (mini), perpecahan juga tidah pertemuan, kecuali di jepit oleh sabuk kain, sehingga nampaknya saat saya berjalan keluar dari bagian kimonoku celah itu. kaus yang diresmikan secara bergantian di kedua sisinya mengikuti langkahku.

Berarti ujung pangkal pahaku yang ditumbuhi bulu pangkal paha ku bisa terlihat jelas oleh satpam tadi, pantas matanya melotot dan dia tercengang saat melihatku keluar tadi. Fuck deh, saya pikir, sudah apa lagi yang mau, ya mungkin itu satpam tadi. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Sex Terkini 2018 Menikmati Jepitan Toket Lidya

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Sungguh lega melihat pagar rumah saya setelah terjebak macet dari kampus saya. Saya melirik jam tangan saya yang menunjukkan jam 21:05 yang berarti saya telah menghabiskan satu jam terjebak dalam lalu lintas yang mengerikan di Jakarta. Setelah memarkir mobil saya, saya bergegas ke kamarku dan kemudian langsung membuang tubuh lelah saya ke tempat tidur tanpa sempat menutup pintu kamar.

Cerita Sex Terkini 2018 Menikmati Jepitan Toket Lidya

Tepat saat mataku terpejam, tiba-tiba aku kaget dengan ketukan di pintu kamarku disertai dengan teriakan keras dari suara yang familier.

“Ko, apa kamu baru pulang saja?” Suara Voni memaksa mataku untuk melihat asal muasal suaranya.

“ya, apa yang ada di sana berteriak?” Jawabku sambil mengusap mataku.

“Ini saya ingin tahu sepupu baruku yang datang dari Bandung” jawabnya saat tangan kirinya menarik tangan seorang gadis ke kamarku.

Aku melihat gadis itu memanggil Voni sebagai sepupunya, tersenyum saat aku mendorong tangan kananku ke arahnya “Hai, namaku Riko”

“Lydia” jawabnya sederhana, tersenyum padaku.

Sambil mengembalikan senyum manisnya, mataku menemukan sosok setinggi 165 cm, meski dengan perawakannya sedikit gemuk tapi kulit putih bersih sepertinya menutupi bagian itu.

“Riko adalah teman baik saya yang sering saya ceritakan” kata Voni kepada Lydia.

“Oh ..”

“Nah, sekarang kalian berdua tahu namanya masing-masing, lain kali aku lihat kamu bisa saling menelpon, aku mau mandi dulu, daag ..” kata Voni saat ia berjalan keluar dari kamarku.

Aku menanggapi kata-kata Voni sekarang dengan tersenyum kembali pada Lydia.

“Cantik sepupu Voni ini,” pikirku dalam hati.

“Lydia ke Jakarta untuk liburan?” Saya bertanya kepadanya.

“Ya, karena bosan di Bandung saja” jawabnya.

“Loh, apa kau tidak kuliah?”

“Tidak, seusai sekolah menengah saya hanya membantu-membantu Papa menulis, kuliah malas.”

“Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Jakarta?”

“Nah .. sekitar 2 minggu deh”

“Riko aku pergi ke kamar Voni dulu, mau mandi juga”

“Baik”

Sambil tersenyum lagi dia keluar dari kamarku. Aku menatap punggung Lydia saat dia berjalan pelan menuju kamar Voni. Aku menatap bra hitamnya yang terlihat dari balik kemeja putih ketat yang menutupi tubuhnya yang agak bongsor sambil membayangkan dadanya yang gemuk. Setelah menutup pintu kamarku, aku kembali ke tempat tidur dan sesaat aku tertidur.

“Ko, bangun dong”

Aku membuka kembali mataku dan menemukan Voni duduk di tepi tempat tidurku sambil mengayunkan lututku.

“Ada apa?” Tanyaku dengan nada terengah-engah setelah kedua kalinya terbangun.

“Kenapa kamu tidak bangun dan bangun?

Aku memutar jam saya untuk beberapa saat.

“Pukul 11, kenapa saya tidak mandi?”

“Saya berjanji akan ngetikin tugas saya kemarin”

“Ouch Voni .. bisa besok ..”

“Saya tidak bisa mendapatkannya besok pagi”

Aku bergegas dan meraih peralatanku tanpa memperhatikan obrolan yang terus keluar dari mulut Voni.

“Baiklah, saya mandi dulu, Anda tidak punya komputer!”

*****

Tulisan di layar komputer saya sepertinya mulai kabur di mataku.

“Gila, ini jam 1, benda sial ini belum selesai” gumamku pada diriku sendiri.

“Tok .. Tok .. Tok ..” ketukan pintu diketok dari luar.

“Silahkan masuk!” Teriakku tanpa melihat kembali sumber suara itu.

Terdengar suara pintu yang terbuka dan kemudian ditutup lagi keras membuat saya akhirnya berbalik juga. Saya terkejut saat mengetahui bahwa Lydia masuk.

“Eh maaf, tutupnya terlalu keras” sambil tersenyum malu-malu ia membuka pembicaraan.

“Man, belum tidur?” Dengan takjub aku menatapnya lagi.

“Iya ya, tidak tahu kenapa tidak bisa tidur”

“Voni yang mana?” Tanyaku lagi

“Dari sudah tidur”

“Kudengar dari dia dia bilang kamu melakukannya dengan baik lagi?”

“Yeah ya, tapi belum selesai, sedikit lagi sih”

“Apa yang kamu kerjakan?” sambil memintanya mendekati saya dan berdiri tepat di samping kursi saya.

Cerita Sex Terkini 2018 Menikmati Jepitan Toket Lidya

Saya tidak menjawabnya karena saya menyadari bahwa tubuhnya sangat dekat dengan wajah saya dan posisi duduk di kursi membuat kepala saya berada tepat di samping dadanya. Dengan memutar kepalaku sedikit ke kiri, aku bisa melihat lengannya yang mulus karena dia hanya memakai baju model tanpa lengan. Sambil mengangkat tangannya untuk meluruskan rambutnya, aku juga bisa melihat bagian kecil dari bra berwarna kremnya sekarang.

“Busyet .. baunya sangat enak, ada apa dengan parfum?”

“Bukan wangi saya, lotion kali”

“Lotion sialan, bikin aku horny” lelucon.

“Body Shop White Musk, bagaimana membuat tanduk?” tanyanya sambil tersenyum kecil.

“Ya nih nyata, terangsang aku nih pergi”

“Apa artinya sekarang kalau sudah terangsang?

Saya terkejut mendengar pertanyaan itu.

“Jangan biarkan dia memancing aku lagi ..” pikirku dalam hati.

“Apakah Anda takut jika saya terbangun dengan Anda?” Tanyaku santai.

“Tidak, apa yang kamu bangun saat aku juga berani melakukan apa?”

“Aku mencium loe ntar” kataku berani.

Tanpa diduga ia melangkah dari kiri ke arahku di tengah kursi tempat aku duduk dengan meja komputerku.

“Benar-benar berani menciumku?” tanyanya sambil tersenyum nakal di bibir mungilnya.

“Nah kebetulan ya” pikirku lagi.

Saya bangkit dari tempat duduk, mendorong kursi saya sedikit ke belakang sehingga saya berdiri tepat di depannya sekarang.

Mendekatkan mukaku ke wajahnya aku bertanya “Bener nih tidak marah kalau aku cium?”

Dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaanku.

Tanpa pikir lain, aku langsung mencium bibirnya dengan lembut. Lydia memejamkan mata saat menciumnya. Kutaruh ujung lidahku dengan lembut ke dalam mulutnya untuk menemukan lidahnya yang segera saling bertautan dan terpelintir saat bertemu. Sentuhan erotis yang saya buat membuat saya lebih bersemangat dan langsung menyiram bibir lembut saya dengan lidah saya.

Sambil terus menjajah bibirnya, aku membawa Lydia lembut ke tempat tidur. Dengan matanya yang masih tertutup dia taat saat aku berbaring di tempat tidurku. Gerutuan halus yang dia dorong membuatku semakin ringan dan segera lidahku bergerak ke leher dan turun ke daerah dadanya.

Setelah melepas bajunya, kedua tangan saya yang saya tenggelamkan ke punggungnya pun sibuk mencari-cari link BH-nya dan segera saya segera melepasnya begitu saya ketahuan. Dengan hanya satu menarik tutup dada dan dua perbukitan putih mulus dengan puting pink kecil segera diplester dengan indah di hadapanku. Kuremas perlahan dua susu besar tapi sayangnya tidak begitu kenyal sehingga sedikit terkesan lembut.

Putingnya yang mungil tidak luput dari serangan lidahku. Setiap kali aku menjilat puting susu kecil itu, Lydia mendesah pelan dan itu membuatku semakin bersemangat. Entah bagaimana kemaluanku yang telah tegak tapi menempel di antara celana dan selangkanganku.

Puting kecilnya agak merepotkan bagi saya sambil mengisap bergantian dari payudara kiri ke payudara kanannya, namun desahan dan gerakan tubuhnya yang mengindikasikan bahwa dia juga terangsang membuat saya tidak tahan untuk segera bergerilya menjadi perut yang sedikit gemuk.

Tapi saat aku hendak melepas celananya, dia tiba-tiba memegang tanganku.

“Jangan Riko!”

“Mengapa?”

“Jangan pergi terlalu jauh ..”

“Wah, berhenti setengah waktu, tahan ya ..”

“Aku tidak bisa” setengah berteriak Lydia dan duduk di tempat tidur.

Aku melihat dua susunya digantung dengan anggun di hadapanku.

“Nggak malang ya, sudah bangun dari tadi, waktunya disuruh bobo lagi?” Tanyaku sambil menunjuk ayamku yang keras kepala yang menonjol dari balik celana pendekku.

Tanpa diduga, tiba-tiba Lydia menyelipkan celana dan celana dalamku.

Saya diam saja saat melakukan itu, saya pikir mungkin dia berubah pikiran.

Tapi ternyata dia kemudian meraih penisku dan perlahan mengocok penisku ke atas dan ke bawah dengan ritme teratur.

Aku menyandarkan tubuhku ke dinding ruangan dan masih dalam posisi jongkok di depanku Lydia tersenyum saat dia terus mengocok penisku tapi semakin cepat dan cepat.

Napas saya diburu dengan cepat dan detak jantung saya berdegulasi lebih tidak teratur, meski saya sering masturbasi, namun pengalaman terguncang oleh seorang gadis adalah yang pertama buat saya, apalagi ditambah dengan dua susu gemuk yang ikut bergoyang karena pergerakan pemiliknya. mengguncang penisku secara bergantian dengan tangan kirinya dan kanan.

“Lyd .. mau keluar ya ..” ucap lembut sambil menutup mataku untuk merasakan kenikmatan ini.

“Bentar, tahan Ko dulu ..” jawabnya sambil melepaskan kocokannya.

“Loh kok dilepas?” Tanyaku heran.

Tanpa menjawab pertanyaanku, Lydia membawa dadanya ke penisku dan tanpa dugaanku, dia menjepit penisku dengan dua susu besarnya. Sensasi luar biasa yang saya dapatkan dari ayam yang dijepit oleh dua gunung kembar membuat saya terengah-engah. Sebelum aku bisa mengambil tindakan apa pun, dia mengocok penisku di antara kedua milkhouses yang sekarang dipegang dengan kedua tangannya.

Kali ini seluruh pembuluh darah dan sendi di sekujur tubuh saya juga merasakan kenikmatan yang lebih besar daripada goyang dengan tangannya.

“Tidak ada Ko yang baik?” dia bertanya pelan padaku saat dia menatap mataku.

“Gila .. sayang banget banget .. tetap goyah kencang ..”

Tanganku yang bebas bergerak ke arah pahanya yang halus. Sesekali berbalik ke arah belakang untuk merasakan pantatnya yang lembut.

“Ahh .. ohh ..” dia mendesah pelan saat ia memejamkan mata lagi.

Kumis dan penjepit yang lebih keras semakin banyak membuatku melupakan tanah itu.

“Lyd .. aku keluar ..”

Tidak dapat berhenti lagi, semprotan semprotan lava panasku yang tebal dan membasahi leher dan bagian dadanya. Seluruh tubuhku lemas seketika dan hanya bisa bersandar di dinding ruangan. Aku menatap Lydia yang sedang berdiri dan mencari jaringan untuk membersihkan spermaku. Saat dia menemukan apa yang dia cari, tersenyum lagi dia bertanya

“Kamu tidak bahagia”

Aku mengangguk sambil tersenyum kembali.

“Jangan beritahu siapa pun dengan baik, apalagi Voni” dia memperingatkan saya saat mengenakan BH dan pakaian yang telah saya lempar di suatu tempat.

“Iyalah .. waktuku untuk bilang, maka kamu tidak mau lagi ngocokin aku”

Lydia kembali hanya untuk tersenyum padaku dan setelah menyisir rambutnya yang panjang dia pergi ke pintu.

“Saya bersih yah yah, abis itu mau bobo” katanya sebelum membuka pintu.

“Thanks yah Lyd .. besok disini lagi yah” jawabku sambil menatap pintu yang kemudian ditutup lagi oleh Lydia.

Aku memejamkan mata sesaat untuk mengingat apa yang baru saja terjadi, betapa mimpi burukku bisa menghasilkan keberuntungan seperti ini. Aku tidak bisa menunggu besok sampai, siapa tahu itu bisa lebih dari ini. Mungkin suatu hari aku bisa merasakan kenikmatan lubang surga Lydia, yang harus kuingat untuk menyediakan kondom di kamarku terlebih dahulu. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Dewasa TerUpdate 2018 Celah Onani Terhebatku

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Saya berada di kelas dua dan lebih dari 14 tahun. Saya memang telah menjadi anak laki-laki yang sangat tergila-gila dengan segala bentuk aktivitas yang ada hubungannya dengan seks bahkan saya bisa membuat sesuatu menunjukkan seputar masalah seks.

Cerita Dewasa TerUpdate 2018 Celah Onani Terhebatku

Kisah Onani Terbesar – Sebagai contoh, saya melihat sebuah benda yang langsung saya pikirkan bahwa jika dibuat, memang sangat menyenangkan. Sejak saya merasakan dan mengetahui bahwa tindakan seks itu menyenangkan dan menyenangkan, saya terus memburu dan mencarinya.

Sebelum Ana dan Tari pindah dari lorong saya, saya sering melakukan keduanya. Ke mana saja dan kapan saja yang penting saya mendapatkan waktu yang tepat untuk memastikan saya melakukannya, jadilah dengan Dance atau dengan Ana. (baca: “Seks Pertama 1 dan 2”). Tapi mereka telah pindah dengan keluarga masing-masing dari sekolah dasar tapi lokasi kepindahan mereka masih ada di sekitar kota saya juga. Jaraknya sekitar 15 kilometer dari tempat saya tinggal.

Paksa saya untuk mengatasi gejolak seks saya dengan cara saya sendiri, terkadang saya masturbasi alias masturbasi sambil berfantasi nikmat yang saya dapatkan dari Ana dan Dance meski kurang enak rasanya dibanding bermain langsung dengan mereka atau orang lain. Seperti pria yang bermain tinju jika tidak ada selera lawan yang kurang bagus. Tapi seiring waktu aku bisa menikmatinya sepenuhnya.

Sampai suatu hari saya mendapat kesempatan dimana kedua orang tua dan saudara sepupu saya bahkan bibi saya menjadi media untuk masturbasiku dan inilah yang akan saya ceritakan pada ceritaku kali ini.

*****

Ini dimulai pada suatu malam ketika saya terbangun dengan perasaan ingin buang air kecil. Aku akan bangun ke kamar mandi. Karena saya terbangun jadi sulit untuk menutup mata saya kembali sehingga sudah menjadi kebiasaan saya apalagi jam di dinding kamar saya saat itu sudah menunjukkan pukul 01.57 pagi.

Sambil mencoba memejamkan mata untuk tidur lagi, pikiranku mulai terlihat kemana-mana sambil menatap langit-langit ruangan. Tapi usaha itu kurang berhasil ditambah pikiran saya sudah mulai berfantasi tentang tindakan seks yang pernah saya dapatkan dari Ana atau Dance.

“Shh .. ah .. ahh ..”, saya mulai mendesis sambil membelai penis saya yang mulai ereksi.

Tapi saya melakukannya perlahan karena takut kedua saudara kandung saya terbangun yang bersama teman sekamar saya. Kamar saya adalah tempat kami tinggal di tiga, saya bersama tiga saudara perempuan saya yang bernama Sony tapi dia berada di bawah saya karena kami berdua memakai tempat tidur susun dua lantai sementara tempat tidur lainnya sekitar satu meter di samping tempat tidur kami yang diduduki oleh saudara laki-laki saya yang kedua bernama Rony, mereka Usia juga hanya satu tahun berbeda dengan usiaku. Sambil terus berkhayal, saya terus membelai kepala penis saya yang semakin licin karena air jernih keluar dari senapan saya.

“Ouh .. ah .. ah ..”, desisku pelan.

Tapi sepertinya ada desahan lain selain desahanku sendiri yang terkadang desahan itu tiba-tiba lenyap.

“Oh .. iya iya ..”, terdengar desahan samar.

Saya juga menaruh telingaku untuk memastikan bahwa suara itu bukan suara saya, saya juga berhenti sejenak dan ternyata sekarang saya tidak terdengar tapi desahnya masih terdengar. Lalu aku bangkit dan duduk untuk mencari tahu dari mana suara itu berasal. Bangun kembali telingaku dengan hati-hati. Aku melihat setiap sudut kamarku dan tatapanku berhenti di langit-langit kamarku dan sepertinya datang dari situ.

Di kamarku ada semacam pintu untuk naik dan turun jika kita ingin naik ke puncak langit-langit. Tempat tidur saya sangat dekat dari pintu langit-langit karena tempat tidur saya berada di tingkat kedua. Begitu mudahnya saya membuka pintu plafon tapi tetap sangat pelan karena takut bisa menciptakan suara yang bisa membangunkan kedua saudara kandung saya.

“Yeah .. oh .. oh .. fuck me .. iya ..”, suaranya semakin jernih saat aku membuka pintu plafon dan suaranya seperti suara yang keluar dari TV.

Dugaan saya adalah suara itu berasal dari kamar Papa dan Mama karena hanya di ruangan itu ada televisi selain televisi di tengah rumah saya. Keingintahuan didorong oleh apa yang orang tua saya tonton, akhirnya saya putus asa untuk naik di atas langit-langit. Meski saya sudah tahu mereka sedang bermain film Blue atau BF, saya bisa mengonfirmasi dengan suara desahan yang keluar dari televisi di kamar mereka.

Ketika aku berada di atas, aku tidak bisa langsung menuju ke langit-langit kamar Papa dan Mama karena mataku harus beradaptasi dari terang ke gelap. Begitu saya bisa melihat saya merangkak menuju kamar orang tua saya dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara sama sekali apalagi suara yang bisa membangunkan seluruh rumah.

“Persetan ya .. oh .. iya iya ..”, suara dari televisi semakin jernih, nampaknya saya sudah diatas kamar orang tua saya.

“Tidakkah kamu dong Mam .. belanjakan film pertama”, suara Papaku dengan sedikit berbisik, tapi karena saat ini aku berada di atas kamar mereka jadi meski ibu saya berbisik, saya bisa mendengarnya dengan jelas bahkan suara nafas mereka kadang terdengar di telingaku dari di atas langit-langit.

“Shh .. oh .., ayo Pap ..”, sekarang suara mama saya yang terdengar oleh saya dengan nada manja dan setengah merengek seperti memohon sesuatu dari ayah saya.

“Sudah banjir ya Mam .., itu jemari Papa basah semua ya ..”, seru ayahku.

“He .. eh .. oh .. shh ..”, itu saja yang berasal dari mulut Mama menjawab pertanyaan Papaku tadi.

Birahku mulai bangkit dan membayangkan apa yang dimaksud dengan pembicaraan Papa dan ibuku ditambah desahan kecil yang keluar dari mulut Mama yang bercampur dengan desahan yang keluar dari film yang mereka tonton. Penis saya tegang tidak bisa ditangkap lagi oleh celana karet yang saya pakai sehingga celana membentuk bukit kecil dengan desakan penis saya dari dalam.

Karena saya tidak puas dengan hanya membayangkan, saya sangat ingin membuat celah kecil di atas langit-langit untuk bisa melihat ke dalam kamar Papa dan Mama saya. Dengan berbagai upaya dan sangat hati-hati akhirnya saya berhasil, sayangnya gap hanya fokus satu arah saja. Kebetulan saja itu hanya layar televisi dan akhir ranjang Papa dan Mama sehingga kedua ujung jari kaki bisa terlihat juga dari betis.

Saya juga melihat pemandangan dari film tersebut melalui celah yang saya buat sambil sesekali melihat juga kaki ayah saya dan ibu saya saling tumpang tindih. Napasku yang tidak teratur melihat pemandangan di layar televisi ditambah desahan dari ruangan, entah dari mulut orangtuaku atau dari pemeran yang sedang kami tonton.

Penisku semakin tegang, akhirnya tanganku menarik penisku keluar dari celana, sementara yang satunya membuka celah sehingga aku masih bisa melihat kejadian di sana. Kuelus-elus penisku dengan perlahan merasakan kenikmatan sambil terus nonton dan dengarkan pemandangan dari dalam ruangan Papa dan Mama ku.

“Sst .. ohh .. ah ..”, aku mendesis pelan sambil memejamkan mata membayangkan kalau aku juga di dalam ruangan menyaksikan Papa dan ibuku sedang bersenggama.

“Ouh .. ah .., hisap pap .., iya .. so, shh ..”, tiba-tiba suara mama saya terdengar sangat seru.

Saya juga segera mencoba untuk melihat apa yang mereka lakukan tapi hanya separuh dari punggung Papak saya yang bisa saya lihat dengan posisi setengah tertekuk. Dengan sedikit berkhayal aku bisa menebak Ayahku sedang menyedot payudara Mama ku.

“Oh .. ahh .., lidahmu berputar-putar di sana Pap, iya .. oh .. tetap .. ah .. enak”, terdengar desingan lebih nikmat dari mulut Mama saat aku terus berfantasi apa yang mereka lakukan gerakan karena aku tidak bisa melihat mereka berdua secara langsung dan utuh.

Kocok ayam saya yang tumbuh perlahan sekarang mendapatkan momentum untuk mendesah. Sekarang saya tidak lagi peduli dengan lubang kecil yang bisa dilihat di bawah sana karena perannya sekarang adalah khayalan saya dan desahan Mama yang semakin sering terdengar mengalahkan suara televisi mereka di ruangan bahkan perkiraan saya mereka belum pernah menonton lagi tapi sedang sibuk. untuk berlatih juga apa yang mereka tonton.

Tak lama kemudian suara televisi terdengar seolah melambat, dan aku membuka beberapa celah di hadapanku untuk melihat apa yang terjadi di lantai bawah. Ternyata mamaku yang hanya berpakaian sedang mematikan televisi. Tenggorokan saya menjadi kering saat melihat tubuh Mama putih saya dengan payudara dan puting susu yang indah yang mekar akibat permainan mulut Papaku. Tanganku segera berhenti mengguncang penisku tapi sebenarnya aku meremas penisku dengan erat menelan air liurku beberapa kali untuk melembabkan tenggorokanku yang kering.

Setelah menolak televisi, aku melihat ibuku kembali ke tempat tidurnya tapi berhenti di antara kedua kakinya. Sekarang hanya punggung Mama yang bisa kulihat dengan posisi setengah bengkok dan payudaranya sedikit bergoyang dan bergoyang kecil saat dilihat dari samping.

“Ah .. oh .. eh ..”, tiba-tiba ayahku mendesis dengan nikmat.

“Bagus ya Pap?”, Suara My Mama dengan nada meminta ayahku.

“Lezat .. oh .. Mam”, jawab ayahku.

“Ya .. oh .. sedot Mam, oh .. jadi .. ah ..”

Cerita Dewasa TerUpdate 2018 Celah Onani Terhebatku

Saya juga melepaskan pegangan untuk membuka celah dan tidak mempedulikannya. Karena sekarang saya kembali ke fantasi saya untuk membayangkan posisi yang dibuat oleh Papa dan Mama saya saat tangan saya dengan lembut merapikan penis saya dari kepala sampai ke dasar yang telah licin oleh air kesenangan saya yang menyenangkan.

“Hentikan Mam, aku bisa keluar sekarang”, terdengar suara Papua lagi.

“Memasuki sekarang ya Pap ..?”, Sekarang suara mama saya yang terdengar.

Bingung apa lagi yang akan mereka lakukan, saya membuka celah itu lagi dengan tangan saya yang satunya sementara tangan saya yang lain membelai penisku yang apik. Saya juga melihat kaki Papaku sudah di tengah kaki Mamaku terbuka lebar.

“Agh .. oh .. sstt .., Mam enak”, terdengar suara orang Papua.

“Pap bagus, oh .. goyang Pap, ah ..”, sekarang suara mama saya terdengar, jadi jaga agar suara mereka saling membalas jawab sambil terus bekerja keras untuk mendapatkan puncak kenikmatan.

Saya mendengar desahan keduanya semakin mengaktifkan tangan saya yang baru saja membelai penis saya sekarang kocok dengan perasaan sambil terus berkhayal tentang gerakan yang dilakukan oleh Papa dan Mama saya.

“Mam itu sangat licin, oh .. oh ..”, suara ayahku terdengar sangat bergairah.

“Mainkan dong pap, ayo .. oh .. ah ..”, dengar suara mama ku.

“Angkat dong dong Mam, shh .. aku mau main nich .. oh ..”, terus terdengar suara mereka untuk saling mendorong untuk meraih kemenangan.

Merasakan aktivitas seks mereka meningkat saat penisku menciumku dengan penuh gairah.

“Ah .. ah .. oh”, saya juga mendesis perlahan menikmati permainan solo saya.

“Auh .. iya ..”, saya terus mendesis gairah saya sendiri untuk air sperma yang sudah terkumpul di pangkal paha saya bisa saya lepaskan.

“Ya .. tekan Pap, Mama sudah merasakan ya .. oh .. ahh”, disertai erangan nyaring keluar dari mulutku aku juga sampai di puncak kesukaanku.

“Crot .. crot .. crot ..”, air kesukaanku melonjak hingga lima kali dan berserakan di langit-langit.

“Ah .. oh .. enak .. Mam ..”, tanpa sadar aku mengeluarkan kata-katanya karena sejak semula aku juga berfantasi ikut bermain dengan Mama.

Sambil duduk untuk memulihkan stamina saya yang terkuras setelah saya sendiri, saya terus mendengarkan suara dari dalam kamar Papa dan Mama saya. Dan segera aku mendengar suara erangan ayahku.

“Oh .. iya .. sedikit lebih Mam”

“Aduhh .. ah .. iya .. iya iya .. ohh ..”, suara orang Papua saya bercampur dengan pernapasannya naik turun seperti orang sudah mengangkat beban berat.

Setelah beberapa saat tidak ada suara, pintu kamar mandi Papa dan Mama dibuka, diikuti oleh suara air, saya bergerak sedikit lelah untuk turun dari langit-langit ke tempat tidur saya. Mungkin karena saya lelah setelah bermain solo diatas plafon tadi saya langsung tertidur saat kepala saya bersandar di tempat tidur saya dengan perasaan sangat puas.

Keesokan harinya sepulang sekolah, saya sengaja tidak keluar untuk memanfaatkan sore yang sepi. Sony dan Ron sedang bermain di rumah tetangga sementara orang tua saya belum pulang kerja di kantor. Saya juga naik kembali ke langit-langit untuk menerapkan desain yang saya buat tadi di sekolah membuat celah yang bisa melihat keseluruhan sudut ruangan di ruangan Papa dan Mama saya sehingga jika Papa dan Mama saya keluar maka saya bisa menonton. adegan mereka bebas dan aman

Setelah bekerja lebih dari setengah jam di atas langit-langit akhirnya saya berhasil membuat desain saya. Sekarang semua sudut di ruangan saya bisa memonitor dari langit-langit dan saya berencana untuk menguji celah untuk beberapa malam.

Setelah saya merasa siap dan selamat, semua yang akan saya turunkan dari langit-langit takut saudara-saudara saya pulang dari bermain dan orang tua saya juga segera kembali dari kantor masing-masing.

“Na .. na .. na ..”, terdengar suara seorang wanita sedang bernyanyi kecil saat posisi saya berada di dekat pintu langit-langit kamarku.

Saya langsung menemukan asal suara. Segera suara percikan air seperti orang mandi terdengar di antara suara kecil wanita bernyanyi. Saya mulai berpikir dan akhirnya saya menemukan jawaban bahwa suara itu adalah suara kakak perempuan saya yang bernama Erna.

Rumah kita yang berdekatan hanya dibatasi oleh dinding pemisah di sepanjang bodi rumah kita. Tapi kamar mandi hanya menempel di bagian belakang rumah saya sehingga ujung atap saya dipotong sedikit agar bisa terhubung ke atap kamar mandi mereka.

Ketakutan yang telah ada sekarang terbunuh oleh keingintahuan yang muncul untuk melihat sepupu saya di kamar mandi.

Tanpa menyia-nyiakan waktuku, aku merangkak ke kamar mandi. Dan sekarang saya sudah sampai di kamar mandi yang kebetulan sangat mendukung dan aman untuk menyaksikan tubuh cantik dan halus milik saudara sepupu saya. Tidak seperti di atas kamar orang tua saya harus dirancang secara khusus.

Sekarang tatapanku menatap penuh gairah ke tubuh Kak Erna yang menyabuni seluruh tubuhnya. Fantasi saya mulai bermain saat itu, jika saya adalah orang yang menyabuni tubuh mulus sepupu saya oh .. bagus sekali. Tangannya yang indah sekarang dengan lembut menggosok kedua payudaranya sebesar bola dan kadang-kadang memutar kedua putingnya yang mekar dengan percikan air yang dingin.

“Oh .. ah .. ah ..”, aku mulai mendesah merasakan gairahku mulai naik.

Ayam saya juga saya merasa mulai berjuang di celana saya. Setelah selesai menggosok payudaranya sekarang tangannya menggosok-gosok di sekitar tempat yang paling dicari oleh semua pria. Dengan lembut dia mengusap bulunya di sekitar vaginanya.

“Ah .. oh .. shh ..”, aku terus mendesis sambil menggoyangkan penisku yang kini telah kucabut dari celanaku.

Semakin lama kumisku semakin keras, air kenikmatanku mulai sangat ingin lepas dari pangkal pahaku. Pandangan saya juga terus mengarah ke Kak Erna sambil terus berkhayal, sekarang saya melihat Kak Erna berjongkok dan tangannya tergosok ke lubang vagina.

“Ya .. oh .. sedikit lebih Kak Eh .. iya .. oh ..”, sementara berfikir Kak Erna bersenggama dengan saya dengan gaya dia diatas atau gaya joki.

“Ah .. oh .. iya iya .. ayo ..”, aku berteriak sambil bergetar di penisku lebih cepat.

Air sperma saya sudah berada di ujung lubang penisku bersamaan dengan rasa panas dingin yang mulai saya rasakan di tubuh saya.

“Crot .. crot .. crot ..”, disiram air kesukaanku melompat keluar dari lubang penisku dan berserakan di atas langit-langit.

“Ah .. oh .. Kak Kak enak, shh .. ahh”, aku berteriak saat aku memperlambat tendangan penisku ereksi yang lebih lemah setelah aku mendapatkan kesenanganku.

Aku melihat ke bawah Kak Erna sedang mengenakan handuk dan hendak keluar dari kamar mandi. Saya juga bergegas turun dari langit-langit, untungnya kedua saudara perempuan saya belum kembali bermain sehingga saya bisa turun dengan selamat. Setelah saya berada di tempat tidur saya mulai berpikir ada orang lain yang bisa menjadi media masturbasi saya selain Papa dan Mama saya.

Sejak itu saya semakin sering pergi ke puncak langit-langit untuk melampiaskan persalinan saya di malam hari untuk menyaksikan Papa dan Mama saya menjadi tontonan porno saya secara langsung. Bahkan bibi bibi saya pernah masturbasi media saya.

*****

Memang pada saat itu saya telah menjadi anak yang sangat gila dengan masalah seks. Cerita saya belum berhenti disini karena masih banyak cerita lainnya. Cerita ini baru berumur empat belas tahun seperti yang saya sebutkan di atas. Dan sekarang usiaku sudah mencapai tiga puluh tahun masih banyak yang bisa diceritakan. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih selama 17 tahun karena walaupun saya berusia tiga puluhan saya masih bisa merasa seperti ABG berusia 17 tahun. Seseorang mungkin ingin bertukar pendapat atau berdiskusi tentang seks bisa menghubungi saya di email saya. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Sex Mesum Dewasa 2018 Obyek Masturbasi Bersama-sama

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Aku memasuki kamarku dan aku menguncinya langsung dari dalam, aku mengeluarkan T Shirt tanpa lenganku dan melemparkannya ke tempat tidur. Payudara saya yang gemuk agak merah muda di puting susu dan sekitarnya tampak menarik.

Cerita Sex Mesum Dewasa 2018 Obyek Masturbasi Bersama-sama

Saya tidak suka memakai bra sampai sekarang jadi saya tidak punya bra apapun, sampai jadi T Shirt kutanggalkan maka payudara saya pun langsung mencuat, ukurannya pas-pasan tapi bentuknya padat dan seru membuat setiap pria menelan. Saat melihatnya, apa lagi yang didukung postur seksi saya setinggi 170 sentimeter, yang cukup tinggi untuk ukuran wanita.

Saya meluncur dan melepas celana mini panas saya yang dimodelkan secara longgar di bagian bawah, sampai jelas CD model G String merah yang saat ini saya pakai. Bentuknya sangat mini dengan tali nilon di sekitar pinggang saya dan ada ikatan di kiri dan kanan pinggang ramping saya. Rambut halusku yang beralur tampak menarik dari antara selembar kain kecil berbentuk segitiga dan tipis, tidak lebih dari dua jari yang menutupi vaginaku.

G String yang saya gunakan sangat seksi dan saya suka memakainya, ditambah seutas tali nilon di selangkangan saya hanya mengikuti pantatku yang membungkuk ke belakang dan dihubungkan dengan tali nilon di sekitar pinggang saya.

Dengan satu tarikan di sisi kanan pinggang saya, bukan seutas benang yang sekarang menutupi tubuh saya, CD yang saya biarkan di lantai. Sambil telanjang aku berjalan ke lemari untuk mengambil celana pendek mini longgar di bagian bawah yang terbuat dari sutra tembus pandang, dan ada celah di kiri dan kanan dan tanpa kancing, hanya menggunakan karet elastis. Saya langsung menggunakannya sambil menyalakan komputer dan mengakses internet.

Celana ini sangat bagus untuk dipakai di rumah saat tidur, dan saya biasa tidur dalam keadaan seperti ini, tanpa pakaian lain yang menutupi tubuh saya, hanya ada celana pendek seperti yang saya kenakan saat ini. Tapi tak jarang saya juga tidur tanpa berpakaian sama sekali dan langsung menyusup ke dalam selimut.

Seperti biasa, email masuk ke kotak surat saya sangat banyak. Saya buka satu per satu, untuk pengirim yang belum pernah mengirim email ke saya langsung saya jawab email dan saya sebutkan kebutuhan saya jika ingin bertemu dan mengobrol dengan saya, sedangkan bagi yang sudah menjawab email tapi tidak memenuhi persyaratan saya. namun tetap bersikeras untuk mengirim email ingin berkenalan lebih jauh dan ber email ria, saya hanya menghapus email tanpa ada balasan.

Begitu pula bagi yang mengirim pesan dengan menggunakan nomor ponselnya via SMS cukup hapus saja tanpa membukanya terlebih dahulu. Saya malas membukanya karena membuang-buang waktu dan uang, namun saya tidak bisa membalas pesannya kecuali dengan menggunakan SMS juga, mengapa saya harus repot-repot menyia-nyiakan semua uang, pikir saya.

Setelah selesai membuka dan membalas semua email yang masuk, saya memutus akses ke internet, namun komputer saya tetap dinyalakan karena rencananya akan selesai mandi saya akan mengaksesnya lagi, karena biasanya akan ada lebih banyak email masuk.

Saya melepas celana yang saya kenakan dan saya memasuki kamar mandi yang ada di kamarku. Aku menyalakan air hangat untuk mengisi bak mandi saya. Sore ini saya ingin berendam sejenak sambil menghilangkan rasa sakit yang ada di tubuh saya. Busas mandi Kutorehkan rasanya di air sampai berbusa. Seiring saya menunggu air naik, handphone saya tiba-tiba meledak.

Jika saya mendengarnya dari nada dering, saya yakin ini berasal dari salah satu pembaca saya, karena bagi pembaca yang telah memenuhi persyaratan saya, nomor telepon yang segera saya masukkan ke dalam memori dan dikumpulkan dengan nada dering khusus. Saya mengambil tangan phoneku saya di meja komputer, dari layar muncul namanya Amin (nama samaran).

“Yaa .. Halloo ..!”, Kataku setelah menekan tombol Yes.

“Halo .. Hai Lia .. bagaimana kabarmu … Apa yang kamu lakukan nich?”, Kata Amin dari sisi lain.

“Aku akan mandi nich kenapa dan apa yang menelepon aja aja aja deh panggil aku lagi ya, aku nich nich, bersiap untuk mandi”, belum selesai saya bilang, Amin langsung memotong pembicaraan saya. .

“Eee .. Eh tunggu sebentar, biar kamu rendam sambil ngobrol ngomongin sama aku”, pinta Amin.

“Oke”, saya setuju saat saya meraih tangan bebas dan kemudian saya kembali ke kamar mandi.

Saya meletakkan hand phone saya di meja wastafel dan kabel tangan bebas yang membentang di telinga saya, jadi saya akhirnya basah kuyup saat ngobrol dengan Amin menggunakan tangan bebas.

“Lia! Saya sekarang juga berjalan ke kamar mandi, sekarang di kamar mandi saya melepas celana dan CD saya, kondisiku sekarang juga nude nich!”, Amin mencoba menjelaskan situasinya pada saat itu untuk saya.

“Apa yang saya pikirkan, apa yang Anda lakukan telanjang di sana?”, Kataku.

“Lia, saya ingin melakukan masturbasi saat ngobrol dengan kamu, kamu tidak keberatan kan? Please! Sekarang ayam saya sudah selesai basah dan kuoles dengan sampo, sekarang mulai swabbing sambil ngocok-ngocoknya, kamu juga tahu dong apa yang kamu lakukan sekarang sementara memberi saya stimulasi “, Amin memohon lagi dengan kasihan.

Cerita Sex Mesum Dewasa 2018 Obyek Masturbasi Bersama-sama

Mendengar cerita Amin tadi, terus terang saya sempat membayangkan sejenak dan sedikit terangsang sampai saya tidak sadar saya juga sudah mulai memeras payudara saya. Karena saya pakai tangan bebas, jadi saya tetap bisa ngobrol dengan tangan saya tetap bebas bekerja.

Kukatakan pada Amin bahwa sekarang aku meremas kedua payudaraku yang juga mulai mengeras, putingku mendongak dan mulai kujilati sendiri bergantian kiri kanan, aku merasa ada aliran yang mengalir keluar dari liangku, sebuah tanda yang pernah aku alami. stimulus besar

Sementara tangan kiriku masih meremas payudaraku, tangan kananku mulai turun di bawah dadaku, membelai perutku, turun lagi ke arah vaginaku, mengangkat kakiku dan memasukkannya ke sisi bak mandi sampai posisiku sekarang terbentang lebar. Buat tangan kananku mudah bagian luar vagina saya dikelilingi bulu halus.

Jariku sedikit menggosok bibir vaginaku sambil menggosok klitorisku. Saya mulai mendesah untuk menikmati fantasi saya, gesekan yang saya buat sebagai irama mungkin sesuai dengan keinginan saya. Tiba-tiba aku mendengar teriakan Amin dari seberang …

“Ooo .. Oocch! Liaa .. aku orgasme nich!”, Suaranya semakin rendah, rupanya di sisi lain Amin telah berhasil sampai ke puncak, gila! Dia sepertinya sangat menikmati percakapan telepon saya sambil terus melakukan aktivitasnya sendiri, mendengar suara itu sehingga saya menjadi semakin bersemangat, jari tengah dan jari manis saya mulai memasukkan ke dalam vagina saya yang mulai berlendir, sementara jari telunjuk saya menggosok klitoris saya. .

Itu benar-benar membuat darahku mengalir di atas kepalaku. Pertama agak sulit masuk, tapi lama setelah beberapa kali melalui gesekan, bibir vagina saya semakin pecah sehingga jari saya mudah menembus melalui vagina.

Saya memutar jari-jari saya di vagina saya, memutar ke dalam untuk menyentuh dinding dalam vagina saya, tidak kalah dengan batang kemaluan yang masuk dan masuk ke dalam vagina saya, semakin banyak kehidupan karena saya bisa mengendalikannya sesuai keinginan saya. Kaskanuk-goresan lembut di dinding bagian dalam vagina saya, ada kalanya saya menyentuh tonjolan sebesar ibu jari dan muncul di vagina saya, rasanya enak.

Saya juga sepertinya akan mencapai puncak kenikmatan. Sekarang ketiga jari saya adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kanan saya, saya memasukkannya sepenuhnya ke dalam vagina, saya menarik masuk dan keluar, saya mengalahkan yang lebih cepat, sementara tangan kiri saya juga mulai membantu secara aktif, jari manis dan jari telunjuk tangan kiri yang saya gunakan untuk mengangkat bibir vagina saya, sedangkan jari tengahnya menggores klitoris saya. Pukulan jari tangan kanan saya lebih cepat. Aku terus mengerang.

“Ooh .. Oocch! Aa .. Aacch!”, Tubuhku mengguncang begitu banyak air di bak mandi yang tumpah keluar lantai kamar mandi saya.

Tubuhku menggigil hebat, sekali lagi aku sudah lama berteriak, dan aku juga mencapai orgasme. Tubuhku sekarang bersandar di bagian belakang bak mandi. Dari sisi lain saya mendengar suara Amin bertanya kepada saya ..

“Bagaimana Lia, bisbol yang bagus?”, Setan .., saya bertanya-tanya di hati saya, waktunya masih ditanyakan bagus atau tidak?

“Lia .. aku sekarang ke rumahmu ya? Kamu menjemputku dan kami check in terus melakukan hal yang sebenarnya yuk”, ajak Amin.

Aku menolak permintaan halus Amin. Setelah berbicara beberapa saat, saya mengucapkan selamat tinggal untuk mematikan telepon dengan alasan melakukan sesuatu. Akhirnya dengan hati yang berat Amin rela mematikan telepon, saya tidak tahu berapa pulsa yang dia habiskan untuk melakukan hubungan seks via telepon dengan saya saat beronani.

Terus terang, meski saya telah berhubungan dengan Amin dan kami bertemu dua kali, saya sama sekali tidak berminat untuk berhubungan seks dengannya. Ketinggiannya sekitar 165 sentimeter, lebih pendek dariku, dia sedikit gemuk, umurnya 32 tahun, punya istri dan tiga anaknya.

Wajahnya tidak begitu tampan, jadi biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial bagiku. Saya memang butuh sarana penyaluran libidoku tapi bukan berarti saya bisa melakukannya dengan siapapun.

Dalam permainan seks, saya sangat ingin menikmatinya, jadi saya juga harus memilih pasangan yang benar-benar bisa membangkitkan gairah saya. Amin telah meminta saya untuk mencintai (ML) berkali-kali, tapi saya selalu menolak dengan seribu satu alasan, tapi saya tetap tidak mengungkapkan alasan penolakan saya, karena saya yakin dia akan segera merasa malu dan tersinggung.

Jadi, melalui tulisan saya, buatlah pembaca bahwa saya memberikan nama samaran Amin, saya minta maaf dan semoga anda juga membaca tulisan saya dan bisa mengerti .. – Lengkapi situs seks dewasa online, update novel seks, novel seks dewasa, novel terbaru, novel cerita panas, cerita bokep novel, novel cerita porno, novel nakal, novel abg ml, novel tante cheat, novel jagoan hypersex, novel seks terpanas, perawan baru seperti bugil.

Cerita Sex 2018 Terkini Nikmatnya Bermasturbasi Di Kamar

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Saya seorang gadis berusia 17 tahun dan masih kelas II SMA. Di antara teman-temanku, aku mungkin yang paling pemalu. Saya sering menghancurkan seorang pria tapi saya takut untuk memulai sebuah hubungan. Di dalam ruangan, saya sering membayangkan wajah pria yang saya naksir, membayangkan bagaimana bercinta dengannya, berhubungan seks dengannya, jadi ini sering membuat saya terangsang. Akhirnya saya sering beronani dengan menggosok vagina kecil saya.

Cerita Sex 2018 Terkini Nikmatnya Bermasturbasi Di Kamar

Awalnya saya suka menggosok klitoris saya sambil melihat-lihat melalui cermin yang saya letakkan sedemikian rupa sehingga saya bisa melihat vagina saya melalui kaca. Mungkin karena saraf saya beronani dengan menggosok bagian luar vagina dan klitoris dari waktu ke waktu saya tidak puas jika hanya menyentuh klitoris, tangan saya mulai menembus area di bawah klitoris, meraba bibir vagina merah jambu saya dan rasanya lebih enak lagi. bahkan geli.

Terkadang bibir terbuka dengan tangan kiri dan jari kanan saya dimasukkan perlahan ke dalam lubang, mula-mula terasa sakit tapi sedikit demi sedikit, saya memutar jari saya di lubang sambil kadang-kadang saya masuk dengan dalam mencoba mencapai tonjolan di ujung vagina. membuka dan rasanya sangat selaras sehingga saya merasa ingin memasukkan jari ini dan bergerak masuk dan keluar dengan cepat, terpikir oleh saya bagaimana rasanya berada di dalam penis yang bergerak masuk dan keluar.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya. Tapi saya belum berani berhubungan seks dengan pria saya khawatir jika hamil dan saya juga tidak punya pacar.

Karena kenyamanan hampir setiap hari aku merasa terkadang kupikir, aku hyperseks tapi biarin deh itu penting nikmat. Karena sering beronani maka pada saat itu terkadang saya sengaja tidak mengenakan celana dalam dan hanya memakai t-shirt dan rok atau hanya berpakaian jadi saya bebas merasakan vagina saya. Sementara saya sendirian di ruangan itu, saya sering melihat vagina saya melalui kaca cermin sambil membersihkannya dari cairan atau merapikan rambut pangkal paku saya yang sudah lama berjalan, bahkan memberi saya waktu spesial untuk merawat vagina saya.

Suatu saat saya terbangun sangat awal dalam kondisi sangat penuh nafsu, nafsu saya sangat tinggi pada hari-hari sebelum haid saya datang atau pada beberapa hari setelah haid, tapi sebelum tidur saya beronani, pagi itu saya bingung bagaimana ingin Puas diri sendiri atau berhubungan seks karena malam itu aku bermimpi berhubungan seks dengan seseorang. Lalu aku pergi ke kamar mandi untuk mau buang air kecil dulu, saat aku lewat di ruang makan kulihat pisang di meja makan tadi malam. Cerita Dewasa Ejakulasi

Tanpa berpikir saya mengambil pisang itu dan saya membawanya ke kamar. Aku langsung berbaring di tempat tidur dan mulai beraksi.

Saya meraba-raba vagina saya, untuk beberapa saat vagina saya sangat basah, dan saya melepas bingkainya jadi saya telanjang karena saya hanya memakai dressing. Saat itu saya tidak tahu bagaimana sebenarnya nafsu saya. Jari-jari saya dengan liar menembus seluruh bagian vagina saya, bahkan sampai klitoris yang saya dorong-dorong ke kenikmatan luar biasa. Jika biasanya hanya satu jari yang saya masukkan ke dalam vagina maka sekarang dua jari saya masuk bersama dan terasa sangat nikmat sampai seluruh tubuh saya bergetar mudah.

Lalu saya mengambil pisang yang saya ambil dari meja makan. Aku kupas dan kemudian aku memasukkannya ke dalam vagina saya sambil membayangkan bahwa itu adalah penis, ketika mulai datang lezat sekali kemudian setelah setengah lagi masuk dan pergi ke sana dalu sambil menikmati seperti apa rasanya.

Kemudian pisang itu bergerak masuk dan keluar perlahan, rasanya sangat lezat dan pisang bergerak lurus masuk dan keluar dengan tangan kananku sementara tangan kiriku mengusap klitoris merahku yang merah.

Saat saya terus memindahkan pisang saya bertanya-tanya mengapa saya belum pernah menggunakannya sebelumnya saat rasanya sangat enak, beberapa saat kemudian rasanya saya ingin buang air kecil yang terkendali dan sebuah berkah yang indah yang menandakan bahwa saya akan segera orgasme dan itu. Aku bergerak sangat dalam, sayangku dan aku merasakan orgasme dengan pisang yang ketiga masuk ke dalam vagina, aku sangat menikmati orgasme ini dan aku membiarkan pisang itu ada di sana dan kedua tanganku perlahan meraba kedua payudara yang tak pernah tersentuh saat aku masturbasi karena aku Saya lebih tertarik pada vagina saya, menyeka puting saya perlahan sambil menikmati kenikmatan yang tak tertandingi ini.

Setelah puas saya menarik pisang perlahan tapi pisangnya patah setengah dan separo masih di vagina saya, setengah panik saya mencoba mengeluarkan setengah pisang dengan tangan tapi tidak berhasil bahkan pisang pun masuk ke dalam.

Cerita Sex 2018 Terkini Nikmatnya Bermasturbasi Di Kamar

Saya jadi bingung apa yang harus dilakukan, tapi hari ini saya juga sudah ujian sekolah, saya langsung ke kamar mandi dan dengan selang saya coba semprotkan vagina saya dengan air biarkan pisang keluar, tapi ternyata tidak bekerja dengan baik bahkan pussy saya. Bibirnya mengerut karena kedinginan, mau bilang Mama aku malu mati. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah ujian dan saya bergegas pergi ke sekolah.

Ketika saya selesai berpakaian dan perawatan, saya mencoba untuk berjalan tapi kesedihan saya terasa ada sesuatu yang menusuk vagina saya, jadi cara berlari itu lucu saya tidak bisa berjalan dengan langkah biasa karena ada pisang di vagina saya.

Setibanya di sekolah aku takut teman-teman saya tahu ada sesuatu yang tidak beres di vagina saya, perlahan saya berjalan dengan langkah-langkah aneh. Sesampainya di depan kelas banyak teman yang memperhatikan langkah saya bahkan ada yang bertanya kenapa Rien kok langkah seperti robot? Aku tidak mengatakan apapun dengan senyum masam. “Melepuh kakinya?”.

Untung dia tebak dulu dan aku tinggal iyakan. Saat duduk saya bingung karena saat biasa duduk pisang fucking sangat terasa jika irisan dan saya juga khawatir bagaimana pisang ini keluar dan jatuh saat saya sedang berjalan malu kan? Cerita Masturbasi

Akhirnya saya melakukan ujian tanpa konsentrasi dan langsung ingin pulang. Ketika saya sampai di rumah karena saya sangat tidak nyaman saat sedang berjalan, saya naik becak, hati saya ragu untuk pergi ke rumah sakit. Bagaimana saya memberi tahu dokter atau perawatnya? duh malu Akhirnya saya memutuskan untuk pulang.

Ketika sampai di rumah, saya melepas semua pakaian saya, saya mencoba lagi untuk mengeluarkan pisang tapi akhirnya sangat sulit karena kelelahan saya tertidur dengan kondisi telanjang dan kaki mengangkangi karena posisi itu paling enak.

Sore hari, saya terbangun dan mencoba lagi untuk mengeluarkannya setelah makan siang. Aku berdiri setengah berjongkok sehingga vagina saya terbuka lebar dan jari kanan saya mencoba menariknya keluar sementara tangan kiri menempel ke tempat tidur sehingga saya tidak jatuh. Tapi sia-sia usaha ini karena jari saya sulit dijangkau, akhirnya karena setengah putus asa saya menggunakan sumpit mie ayam untuk mencoba mengeluarkannya.

Dengan posisi yang sama perlahan saya letakkan sumpit perlahan dan setelah terasa di pisang saya songkel perlahan pisang karena rasanya agak sakit. Perlahan-lahan saya merasa bahwa pisang akan keluar lalu tangan kiriku yang saya gunakan untuk membuka bibir vagina membiarkan pisang mudah keluar.

Dan akhirnya .., telepok .., pisang keluar dan jatuh diantara kakiku, sangat melegakan. Ketika saya melihat pisang yang jatuh itu, saya juga agak terhibur sehingga bentuknya tidak terlalu bagus dan baunya juga bercampur dengan bau vagina saya, setengah hari dia berada di vagina saya dan membuat saya bingung setengah mati.

Lalu saya membuang pisang dan saya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan vagina saya dari sisa-sisa pisang.

Akhirnya saya disembuhkan dengan menggunakan pisang untuk membuat beronua dan kemudian saya berencana membeli dildo (penis buatan) untuk beronani. Dan saya sarankan untuk membuat teman perempuan jika ingin beronani dan akan menaruh sesuatu yang menyerupai penis ke dalam vagina Anda tidak menggunakan pisang.

Bahkan jika Anda akan menggunakan pisang yang masih menggunakan raw (hijau) karena masih keras dan tidak mudah pecah maka gunakan perlahan dan hati-hati agar tidak pecah.

Dan jika Anda memiliki terlalu banyak cairan vagina jangan menggunakan pisang meski pisang itu mentah karena banyak cairan akan melunakkan pisang dan membuatnya cepat pecah. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.