Cerita Sex Harmonis Penis Guruku yang Perkasa

Blog Dewasa Online Cerita Sex Harmonis Penis Guruku yang Perkasa – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Sex Terhot 2016 Istri Teman AkrabkuCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Sebut saja namaku Etty (bukan yang sebenarnya), waktu itu aku masih sekolah di sebuah SMA swasta. Penampilanku bisa dibilang lumayan, kulit yang putih kekuningan, bentuk tubuh yang langsing tetapi padat berisi, kaki yang langsing dari paha sampai tungkai, bibir yang cukup sensual, rambut hitam lebat terurai dan wajah yang oval. Payudara dan pantatkupun mempunyai bentuk yang bisa dibilang lumayan. sma sange minta di entot

kisah sex, kisah sex 2016, kisah sex terbaru, kisah sex terupdate, kisah sex harmonis, kisah sex terselubung, kisah sex fiksi, kisah sex bondage, kisah sex abg, kisah sex remaja, kisah sex dewasa, kisah sex tante, kisah sex janda, kisah sex sedarah, kisah sex perkosaan, kisah sex kenikmatan, kisah sex gadis belia, kisah sex daun muda, kisah sex gay, kisah sex lesbi, kisah sex masturbasi, kisah sex onani, kisah sex terpopuler, kisah sex terkini, kisah sex terunik, kisah sex terkeren, kisah sex terhangat, kisah sex terpanas.
Ilustrasi Foto Mahasiswi Cantik Bugil Terbaru 2016

Dalam bergaul aku cukup ramah sehingga tidak mengherankan bila di sekolah aku mempunyai banyak teman baik anak-anak kelas II sendiri atau kelas I, aku sendiri waktu itu masih kelas II. Laki-laki dan perempuan semua senang bergaul denganku. Di kelaspun aku termasuk salah satu murid yang mempunyai kepandaian cukup baik, ranking 6 dari 10 murid terbaik saat kenaikan dari kelas I ke kelas II.

Karena kepandaianku bergaul dan pandai berteman tidak jarang pula para guru senang padaku dalam arti kata bisa diajak berdiskusi soal pelajaran dan pengetahuan umum yang lain. Salah satu guru yang aku sukai adalah bapak guru bahasa Inggris, orangnya ganteng dengan bekas cukuran brewok yang aduhai di sekeliling wajahnya, cukup tinggi (agak lebih tinggi sedikit dari pada aku) dan ramping tetapi cukup kekar. Dia memang masih bujangan dan yang aku dengar-dengar usianya baru 27 tahun, termasuk masih bujangan yang sangat ting-ting untuk ukuran zaman sekarang.

Suatu hari setelah selesai pelajaran olah raga (volley ball merupakan favoritku) aku duduk-duduk istirahat di kantin bersama teman-temanku yang lain, termasuk cowok-cowoknya, sembari minum es sirup dan makan makanan kecil. Kita yang cewek-cewek masih menggunakan pakaian olah raga yaitu baju kaos dan celana pendek. Memang di situ cewek-ceweknya terlihat seksi karena kelihatan pahanya termasuk pahaku yang cukup indah dan putih.

Tiba-tiba muncul bapak guru bahasa Inggris tersebut, sebut saja namanya Freddy (bukan sebenarnya) dan kita semua bilang, �Selamat pagi Paa..aak�, dan dia membalas sembari tersenyum.

�Ya, pagi semua. Wah, kalian capek ya, habis main volley�.
Aku menjawab, �Iya nih Pak, lagi kepanasan. Selesai ngajar, ya Pak�. �Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu�.
Aku dan teman-teman mengajak, �Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol�, dia setuju.
�OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan�!

Aku dan teman-teman bilang, �Tidak, Pak.�, lalu aku menimpali lagi, �Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin�, lalu teman-teman yang lain, �Naa..aa, betuu..uul. Setujuu..�.
Ketika Pak Freddy mengambil posisi untuk duduk langsung aku mendekat karena memang aku senang akan kegantengannya dan kontan teman-teman ngatain aku.
�Alaa.., Etty, langsung deh, deket-deket, jangan mau Pak�.
Pak Freddy menjawab, �Ah! Ya, ndak apa-apa�.

Kemudian sengaja aku menggoda sedikit pandangannya dengan menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaku dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaku. Tampak Pak Freddy tersenyum dan aku berpura-pura minta maaf.

�Sorry, ya Pak�.
Dia menjawab, �That�s OK�. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Freddy.

Di suatu hari Minggu aku berniat pergi ke rumah Pak Freddy dan pamit kepada Mama dan Papa untuk main ke rumah teman dan pulang agak sore dengan alasan mau mengerjakan PR bersama-sama. Secara kebetulan pula Mama dan papaku mengizinkan begitu saja. Hari ini memang hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Ketika tiba di rumah Pak Freddy, dia baru selesai mandi dan kaget melihat kedatanganku.

�Eeeh, kamu Et. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?�.
Aku menjawab, �Ah, nggak iseng aja. Sekedar mau tahu aja rumah bapak�.
Lalu dia mengajak masuk ke dalam, �Ooo, begitu. Ayolah masuk. Maaf rumah saya kecil begini. Tunggu, ya, saya paké baju dulu�. Memang tampak Pak Freddy hanya mengenakan handuk saja. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku sekedar menjelaskan, �Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Kok sepi banget Pak, rumahnya�.
Dia tersenyum, �Saya kost di sini. Sendirian.�

Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Freddy tanya, �Udah laper, Et?�.
Aku jawab, �Lumayan, Pak�.
Lalu dia berdiri dari duduknya, �Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Saya mau ke warung di ujung jalan situ. Mau beli nasi goreng. Kamu mau kan?�.
Langsung kujawab, �Ok-ok aja, Pak.�.

Sewaktu Pak Freddy pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Karena bujangan, dapurnya hanya terisi seadanya saja. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Freddy pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam.

Kulihat koleksi bacaan berbahasa Inggris di rak dan meja tulisnya, dari mulai majalah sampai buku, hampir semuanya dari luar negeri dan ternyata ada majalah porno dari luar negeri dan langsung kubuka-buka. Aduh! Gambar-gambarnya bukan main. Cowok dan cewek yang sedang bersetubuh dengan berbagai posisi dan entah kenapa yang paling menarik bagiku adalah gambar di mana cowok dengan asyiknya menjilati vagina cewek dan cewek sedang mengisap penis cowok yang besar, panjang dan kekar.

Tidak disangka-sangka suara Pak Freddy tiba-tiba terdengar di belakangku, �Lho!! Ngapain di situ, Et. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya�.
Astaga! Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagap-gagap, �Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapa-ngapain, kok, Pak. Maa..aa..aaf, ya, Pak�.

Pak Freddy hanya tersenyum saja, �Ya. Udah tidak apa-apa. Kamar saya berantakan. tidak baik untuk dilihat-lihat. Kita makan aja, yuk�.
Syukurlah Pak Freddy tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.

Pada saat makan aku bertanya, �Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Emang sempat dibaca semua, ya Pak?�.
Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, �Yaa..aah, belum semua. Lumayan buat iseng-iseng�.
Lalu aku memancing, �Kok, tadi ada yang begituan�.
Dia bertanya lagi, �Yang begituan yang mana�.
Aku bertanya dengan agak malu dan tersenyum, �Emm.., Ya, yang begituan, tuh. Emm.., Majalah jorok�.
Kemudian dia tertawa, �Oh, yang itu, toh. Itu dulu oleh-oleh dari teman saya waktu dia ke Eropa�.

Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Freddy menawarkan aku untuk melihat-lihat koleksi bacaannya.
Lalu dia menawarkan diri, �Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk�.
Akupun langsung beranjak ke sana. Aku segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yang tergeletak di atas tempat tidurnya.

Begitu tiba di dalam kamar, Pak Freddy bertanya lagi, �Betul kamu tidak malu?�, aku hanya menggelengkan kepala saja. Mulai saat itu juga Pak Freddy dengan santai membuka celana jeans-nya dan terlihat olehku sesuatu yang besar di dalamnya, kemudian dia menindihkan dadanya dan terus semakin kuat sehingga menyentuh vaginaku. Aku ingin merintih tetapi kutahan.

Pak Freddy bertanya lagi, �Sakit, Et�. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Semakin lama jilatan Pak Freddy semakin berani dan menggila. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Aku hanya bisa mendesah�, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh�.

Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Pak Freddy pun naik dan bertanya.
�Enak, Et?�
�Lumayan, Pak�.

Tanpa bertanya lagi langsung Pak Freddy mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku.

Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta. Pak Freddy berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya.

�Boleh saya seperti ini, Et?�.
Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Freddy menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha membuka belahan vaginaku yang rapat, sedangkan tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku.

Kelihatan Pak Freddy agak susah untuk memasukan penisnya ke dalam vaginaku yang masih rapat, dan aku merasa agak kesakitan karena mungkin otot-otot sekitar vaginaku masih kaku. Pak Freddy memperingatkan, �Tahan sakitnya, ya, Et�. Aku tidak menjawab karena menahan terus rasa sakit dan, �Akhh.., bukan main perihnya ketika batang penis Pak Freddy sudah mulai masuk, aku hanya meringis tetapi Pak Freddy tampaknya sudah tak peduli lagi, ditekannya terus penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Kedua payudaraku agak tertekan tetapi terasa nikmat dan cukup untuk mengimbangi rasa perih di vaginaku.

Semakin lama rasa perih berubah ke rasa nikmat sejalan dengan gerakan penis Pak Freddy mengocok vaginaku. Aku terengah-engah, �Hah, hah, hah,..�. Pelukan kedua tangan Pak Freddy semakin erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengelus-elus punggungnya. Semakin lama gerakan penis Pak Freddy semakin memberi rasa nikmat dan terasa di dalam vaginaku menggeliat-geliat dan berputar-putar.

Sekarang rintihanku adalah rintihan kenikmatan. Pak Freddy kemudian agak mengangkatkan badannya dan tanganku ditelentangkan oleh kedua tangannya dan telapaknya mendekap kedua telapak tanganku dan menekan dengan keras ke atas kasur dan ouwww.., Pak Freddy semakin memperkuat dan mempercepat kocokan penisnya dan di wajahnya kulihat raut yang gemas.

Semakin kuat dan terus semakin kuat sehingga tubuhku bergerinjal dan kepalaku menggeleng ke sana ke mari dan akhirnya Pak Freddy agak merintih bersamaan dengan rasa cairan hangat di dalam vaginaku. Rupanya air maninya sudah keluar dan segera dia mengeluarkan penisnya dan merebahkan tubuhnya di sebelahku dan tampak dia masih terengah-engah.

Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku, �Gimana, Et? Kamu tidak apa-apa? Maaf, ya�.
Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, �tidak apa-apa. Agak sakit Pak. Saya baru pertama ini�.
Dia berkata lagi, �Sama, saya juga�.
Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Freddy juga tertidur.

Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak Freddy dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut. Tampak olehku Pak Freddy hanya menggunakan handuk dan berkata, �Kita mandi, yuk. Kamu harus pulang kan?�.

Badanku masih agak lemas ketika bangun dan dengan tetap dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak Freddy masuk membawakan handuk khusus untukku. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Freddy menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegang-megang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.

Bacaan sex top: Cerita Sex Terpanas di Desa Istri Muda Pak RT

Setelah semua selesai, Pak Freddy membuatkan aku teh manis panas secangkir. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Freddy memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.

Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Freddy untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Sampai sekarangpun aku masih tetap menikmati genjotan Pak Freddy walaupun aku sudah menjadi mahasiswa, dan seolah-olah kami berdua sudah pacaran.

Pernah Pak Freddy menawarkan padaku untuk mengawiniku bila aku sudah selesai kuliah nanti, tetapi aku belum pernah menjawab. Yang penting bagiku sekarang adalah menikmati dulu keganasan dan keperkasaan penis guru bahasa Inggrisku itu. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa Luapan Birahi Murid dan Guru

Blog Sex Online Cerita Dewasa 2016 Luapan Birahi Murid dan Guru – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Dewasa 2016 Daun Muda Suka ke ClubCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Cerita sex bikin crot. Pagi itu, sinar matahari belum mampu mengusir embun putih yang menyelimuti sebuah villa mewah di kawasan Puncak Pass. Beberapa gerombol embun masih terlihat melayang-layang tertiup angin. Pucuk-pucuk pinus masih berwarna putih tertutupi embun pagi. Rumput di halaman villa masih basah.

kumpulan cerita sex, cerita dewasa sex, cerita sex saru, cerita panas seru, cerita sex ibu guru, cerita dewasa guru montok, foto bugil igo 2016, gambar sex pada cerita sex
Ilusi Foto Bugil Guru IGO Terbaru 2016

Di dalam bathtub yang berisi air hangat, Theo dan Debby duduk berendam sambil berpelukan mesra. Gadis itu duduk di atas paha Theo. Telapak tangannya mengusap-usap menyabuni punggung guru matematikanya itu, dan ia pun merasakan tangan lelaki itu menyabuni punggungnya. Pelukan mereka sangat erat hingga dada mereka saling menekan satu sama lain. Sesekali Debby menahan nafas ketika menggeliatkan badannya.

Dadanya yang menggeliat menyebabkan puting buah dadanya mengalirkan birahi ke sekujur tubuhnya. Puting itu semakin mengeras setelah beberapa kali bergesekan dengan dada Theo yang licin dipenuhi buih-buih sabun. Pangkal pahanya yang terendam air hangat terasa membakar birahi ketika batang kemaluan lelaki itu menyentuh vaginanya. Debby menggerak-gerakkan telapak tangannya dari punggung hingga ke leher Theo. Sambil menyabuni, ditariknya tengkuk lelaki itu.

“Debby sangat mencintai Theo,” bisiknya.

Theo mengusap-usap bahu gadis itu dengan busa sabun yang berlimpah. Busa dan buih-buih berbentuk bola-bola kecil meleleh ke bagian atas dada dan punggung Debby. Lalu ditatapnya wajah yang cantik itu. Wajah yang terlihat semakin menarik karena buih-buih sabun memenuhi lehernya yang jenjang. Disibaknya rambut gadis itu ke belakang. Busa dan bola-bola kecil ikut menempel di rambut gadis itu, kemudian bola-bola itu meletus. Menawan. Sangat cantik dan mempesona, bisik hati Theo.

Mungkinkah aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya?, tanya Theo dalam hati. Jatuh cinta terhadap seorang murid yang masih belia dan nakal? Mengapa? Mengapa..? Apakah karena sensasi dan kemanjaan yang diciptakannya? Ah.., gumam Theo sambil menarik nafas panjang. Lalu dikecupnya anak rambut di kening gadis itu. Ia tak mampu memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di benaknya. Tingkah laku Debby yang lembut dan kadang-kadang liar telah melumpuhkan nalarnya. Ia tak mampu berpikir ketika luapan birahi membakar tubuhnya.

“Theo juga sangat mencintai Debby. Sebelumnya tak pernah Theo rasakan nikmatnya terbakar birahi seperti saat ini..” ujar Theo.

Bola mata mereka saling menatap seolah ingin menjenguk isi hati masing-masing. Lalu Theo menarik tubuh gadis itu agar lebih erat menempel ke tubuhnya. Disabuninya punggung gadis itu dengan kedua telapak tangannya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, telapak tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Diusap-usapnya bongkah pantat gadis itu.

Sejenak, ia menahan nafas ketika meremas bongkah pantat yang masih kenyal itu. Karena gadis itu duduk di atas pahanya, bongkah pantat itu terasa lebih kenyal daripada biasanya. Batang kemaluan Theo semakin keras ketika bersentuhan dengan vagina gadis itu. Ia dapat merasakan kelembutan bibir luar vagina gadis itu ketika bergesekan dengan bagian bawah batang kemaluannya. Dan dengan usapan lembut, telapak tangannya terus menyusuri lipatan bongkah pantat yang kenyal itu. Ia dapat merasakan lubang dubur Debby di jari tengahnya. Diusap-usapnya beberapa kali hingga ujung jarinya merasakan kehalusan lipatan daging antara dubur dan vagina.

“Theoo.., Theo nakal!” desah Debby sambil menggeliat mengangkat pinggulnya.

Walau tengkuknya basah, Debby merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari vaginanya. Ia menggeliatkan pinggulnya. Geliat itu menyebabkan telapak tangan Theo semakin bebas mengusap-usap. Membelai. Ia mengecup leher Theo berulang kali ketika merasakan ujung jari Theo menyentuh bagian bawah bibir vaginanya.

Tak lama kemudian, telapak tangan itu semakin jauh menyusur hingga akhirnya ia merasakan lipatan bibir luar vaginanya diusap-usap. Debby berulang kali mengecup leher Theo. Kecupan panas dan liar sebagai ungkapan luapan birahi yang mendera tubuhnya. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. Ia dapat merasakan lendir birahi yang semakin banyak bermuara di vaginanya.

Karena vaginanya terendam dalam air, usapan-usapan di dinding dan bibir dalam vaginanya terasa menjadi kesat. Setiap kali mengusap, lendir di vaginanya langsung larut ke dalam air. Ujung jari itu menjadi terasa lebih kasar daripada biasanya. Membakar birahi untuk mengalirkan kadar kenikmatan yang lebih tinggi daripada biasanya. Kenikmatannya hampir setara dengan liarnya lidah Theo yang menari-nari di antara lipatan bibir vaginanya ketika mencumbu vaginanya di balkon villa. Ia terpaksa menahan nafas untuk mengendalikan kenikmatan yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.

“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihnya berulang kali.

Lalu ia bangkit dari pangkuan lelaki itu. Ia tak ingin mencapai orgasme hanya karena usapan-usapan jari yang terasa kesat di lubang vaginanya. Tapi ketika berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Rasa nikmat di vaginanya telah membuat dirinya seolah sedang melayang-layang. Lututnya seolah kehilangan sendi.

Dengan cepat Theo pun bangkit berdiri. Tangannya segera membalikkan tubuh gadis itu. Ia tak ingin gadis belia yang dicintainya itu terjatuh. Disangganya punggung gadis itu dengan dadanya. Lalu dituangnya kembali cairan sabun ke telapak tangannya. Dan diusap-usapkannya cairan sabun itu di perut gadis belia itu. Ketika menggerakkan telapak tangannya ke arah atas, busa sabun terdorong dan menggumpal di antara jari jempol dan telunjuknya. Dan ketika buih-buih itu terbentur pada lekukan bawah buah dada gadis itu, ia meremasnya dengan lembut.

Kedua buah dada yang kenyal itu terasa licin dan sangat halus. Telapak tangannya terus bergerak ke atas. Ia sengaja membuka jari jempol dan telunjuknya agar puting buah dada yang masih kecil itu terjepit di jarinya. Sejenak, puting yang terjepit itu diremas-remasnya dengan lembut. Puting kiri dan kanan diremasnya bersamaan. Dilepas. Diremas kembali. Lalu telapak tangannya mengusap semakin ke atas dan berhenti di leher jenjang gadis belia itu.

“Theo, aargh.., lama amat menyabuninya, aarrgghh..” rintih Debby sambil menggeliatkan pinggulnya.

Ia merasakan batang kemaluan Theo semakin keras dan besar. Hal itu dapat ia rasakan karena batang kemaluan itu semakin dalam terselip di antara lipatan bongkah pantatnya. Lalu ia mendongakkan kepala sambil menoleh ke belakang. Diangkatnya tangan kanannya untuk menarik leher lelaki itu, lalu diciumnya dengan mesra. Lidahnya menjulur dan bergerak-gerak liar untuk memilin-milin lidah Theo. Tangannya kirinya meluncur ke bawah, lalu meremas biji kemaluan lelaki itu dengan gemas.

Theo menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal paha Debby. Sesaat ia mengusap-usap bulu-bulu ikal di bagian atas vagina gadis itu. Menikmati bulu-bulu yang masih pendek dan halus itu di ujung jari-jarinya. Lalu telapak tangannya meluncur ke bawah. Diusapnya vagina mungil itu berulang kali. Vagina yang baru kira-kira 7 jam yang lalu selaput perawannya dipasrahkan untuk dilewati oleh cendawan batang kemaluannya.

Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar vagina itu. Diusapnya berulang kali. Telapak tangannya yang dipenuhi buih-buih sabun membuat bibir vagina dan pangkal paha itu menjadi sangat licin. Klitoris itu seolah bergerak menggeliat-geliat ketika ia mengusapkan telapak tangannya. Klitoris yang semakin keras dan licin karena lendir dan buih-buih sabun.

“Aarrgghh..!” rintih Debby ketika merasakan batang kemaluan lelaki itu semakin kuat menekan lipatan bongkah pantatnya.

Ia merasakan lendir birahinya membanjiri vaginanya. Lendir itu pasti bercampur dengan busa sabun, pikirnya. Lalu ia berjongkok agar vaginanya terendam ke dalam air. Dibersihkannya celah di antara bibir vaginanya dengan cara mengusap-usapkan dua buah jarinya.

Ketika menengadah, ia melihat batang kemaluan Theo telah berada persis di hadapannya. Batang kemaluan itu telah membengkak dan terlihat mengangguk-angguk. Ada setetes lendir menghiasi ujung batang kemaluan itu. Persis di bagian tengah cendawan yang berwarna kecokelat-cokelatan itu. Indah sekali, gumamnya. Lalu ditatapnya warna kemerah-merahan di lekukan antara cendawan dan batang kemaluan itu. Bola matanya berbinar-binar mengamati lekukan yang indah itu.

Setelah puas mengamati, diremasnya batang kemaluan itu dengan lembut. Lalu diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya bagian ujung cendawan itu. Terdengar bunyi ‘cep’ ketika ia melepaskan kecupannya. Setetes lendir yang menghiasi ujung cendawan itu berpindah ke bagian dalam celah kedua bibirnya. Sejenak, matanya terlihat setengah terpejam ketika ujung lidah dan kedua bibirnya mencicipi lendir itu.

Tubuh Theo bergetar menahan nikmat ketika ia melihat lidah dan bibir Debby bergerak-gerak mencicipi lendirnya. Dicicipinya dengan penuh perasaan! Erotis sekali! Batang kemaluannya menjadi semakin keras. Berdiri tegak! Ia meraih bahu gadis itu karena tak sanggup lagi mengendalikan tekanan darah yang memenuhi urat-urat di batang kemaluannya.

Setelah berdiri, Debby merasakan telapak tangan Theo mengangkat paha kirinya. Sambil mencium bibirnya, telapak tangan itu tetap menahan bagian belakang pahanya hingga akhirnya ia terpaksa melilitkan kakinya di pinggang lelaki itu. Ia masih berusaha mengatur keseimbangan tubuhnya ketika Theo menyelipkan cendawan kemaluannya ke celah di antara bibir vaginanya. Karena tubuhnya masih belum seimbang, cendawan itu terlepas kembali. Theo agak menekuk kedua lututnya ketika berusaha menyelipkan kembali cendawan kemaluannya. Ia sudah sangat ingin merasakan kembali vagina yang sempit itu meremas batang kemaluannya. Nafasnya mendengus-dengus tak teratur. Dengan terburu-buru, ia mendorong pinggulnya.

“Argh, aarrgghh.., Theo!” rintih Debby.

“Masih sakit?” tanya Theo.

“Sakit dikit..” jawab Debby.

Theo menarik batang kemaluannya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Sambil mendorong, ia menatap vagina gadis itu. Pandangannya nanar seolah ada kabut yang menutupi bola matanya ketika ia melihat bibir luar vagina gadis itu ikut terdorong bersama batang kemaluannya. Ia masih menatap terpesona ketika perlahan-lahan menarik kembali batang kemaluannya. Bibir luar vagina itu merekah dan seolah sengaja memperlihatkan lipatan celah vagina yang berwarna pink!

“Masih sakit, Sayang?”

“Hmm!”

“Sakit?”

“Enaak.., Theo!”

Theo tersenyum. Dilumatnya bibir gadis itu sambil menghentakkan pinggulnya. Dengan cepat, batang kemaluannya menghunjam. Ia menghentikan hentakan pinggulnya dan berdiri kejang setelah merasakan mulut rahim gadis itu tersentuh oleh ujung cendawannya. Lalu ditatapnya raut wajah murid yang dicintainya itu sekaligus dikaguminya!

Selain cantik dan dan seksi, muridnya itu pun tak pernah bertanya atau membantah ketika ia menghunjamkan kemaluannya sambil berdiri. Murid yang patuh sekaligus mempunyai ide-ide liar yang sensasional dalam bercinta. Mungkin muridku ini memang dikaruniai bakat bercinta, kata Theo dalam hati. Bakat untuk menaklukkan lelaki! Alangkah beruntungnya aku menjadi gurunya! Perlahan-lahan Theo menarik batang kemaluannya. Sebelah tangannya meremas bongkah pantat gadis itu dan yang sebelah lagi meremas dada.

“Aarrgghh..!” rintih Debby ketika merasakan batang kemaluan Theo kembali menghunjam vaginanya.

Ia terpaksa berjinjit karena batang kemaluan itu terasa seolah membelah vaginanya. Kedua tangannya dengan erat merangkul leher Theo. Ia ingin menggantung di leher lelaki itu. Lututnya terasa lemas menahan kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhnya. Panasnya birahi membuat pori-pori di sekujur tubuhnya menjadi terbuka. Butir-butir keringat mulai merembes dari pori-porinya, bercampur dengan busa sabun yang masih tersisa di beberapa bagian tubuhnya.

Semakin sering ujung cendawan kemaluan lelaki itu menyentuh mulut rahimnya, semakin banyak pula keringat merembes di sekujur tubuhnya. Hingga akhirnya keringat itu terlihat mengkristal di kulitnya! Nafas Debby beberapa kali terhenti ketika Theo menarik dan menghunjamkan batang kemaluannya. Menarik dan menghunjam dengan cepat hingga terdengar ‘cepak-cepak’ yang merdu setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pangkal paha Theo. Dan setiap kali mendengar suara ‘cepak’ itu, darahnya seolah terasa berdesir hingga ke ubun-ubun.

“Aarrgghh.., aarrgghh.., Theoo!”

“Theoo.., Debby pipiis..!”

Rintihan itu membuat Theo semakin cepat menghentak-hentakkan pinggulnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Ia berusaha menahan nafas untuk mengendalikan tekanan air mani yang ingin menyemprot dari lubang batang kemaluannya. Tapi orgasme gadis belia yang sangat dicintainya itu ternyata membuat ia tak mampu lagi menahan tekanan air mani yang mengalir dari biji kemaluannya. Vagina sempit itu berdenyut-denyut meremas batang kemaluannya. Menghisap air mani yang masih tertahan di batang kemaluannya. Membuat ia tak berdaya untuk mengendalikan desakan air mani yang menyemprot dari lubang batang kemaluannya.

“Aarrgghh..! Aarrgghh..! Debby, aarrgghh..!” raung Theo sambil menghujamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya.

“Theoo.., sstt, sstt..” desis Debby berulangkali ketika merasakan air mani lelaki yang sangat dicintainya itu ‘menembak’ mulut rahimnya.

Bacaan sex top: Cerita Bokep Hot Fantasi Nikmat di Akhir Pekan

‘Tembakan’ yang pertama terasa panas dan menggetarkan hingga membuat tubuhnya berdiri kejang dan punggungnya melengkung ke belakang. ‘Tembakan’ kedua dan ketiga membuat ia semakin berjinjit setengah bergantung di leher Theo.

“Aarrgghh.., Debby! Argh.., enaknya!” rintih Theo di telinga murid yang sangat disayanginya itu.

“Theoo.., sstt.., sstt..!” desis Debby pula berulangkali sesaat setelah lepas dari puncak orgasmenya!

Kedua telapak tangan Theo memangku bongkah pantat Debby. Telapak tangannya masih dapat merasakan kedutan-kedutan di bongkah pantat itu ketika gadis itu mencapai puncak orgasmenya. Dan dengan tenaga yang masih tersisa di tubuhnya, di tarik bongkah pantat yang kenyal itu agar mereka tak terjatuh. Ia tak ingin gadis itu terjatuh karena ia masih ingin batang kemaluannya tetap terbenam dalam kelembutan vagina yang sempit itu. Vagina yang sangat dikaguminya, muda, segar, dan masih berwarna pink!

“Puas, Sayang?” bisik Theo sambil mengusap-usap punggung Debby.

“Puas banget!”

“Theo sangat menyayangi Debby.”

“Debby juga sangat sayang pada Theo,” kata Debby sambil mencium bibir Theo.

Mereka masih terus berciuman dengan mesra hingga batang kemaluan Theo mengkerut dan terlepas dari vagina Debby. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Ngentot Sama Kak Linda yang Bahenol

Blog Sex Online Cerita Ngentot 2016 Sama Kak Linda yang Bahenol – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Bokep Hot Fantasi Nikmat di Akhir PekanCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Perkenalkan namaku Rendi, umurku saat ini 19 tahun. Kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor. Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 kg. Di situs ini aku akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah mesum ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan, maka dari itu saya share di blog novelseks.com Saat itu usiaku masih 10 tahun pada waktu itu aku masih kelas 4 SD. Kisah ini benar benar aku alami tanpa aku rubah sedikit pun.

cerita sex, cerita sex kak linda, cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita ngentot, cerita ngentot 2016, cerita mesum, cerita mesum terbaru, cerita hubungan terlarang, cerita sex daun muda
Ilusi Foto Bugil Kak Linda yang Semok

Aku punya teman sebayaku namanya Putri, dia juga duduk di bangku SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio di sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu dia kuliah semester 4 jurusan akuntansi salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Waktu itu hari sangat panas, aku dan Putri sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama kakaknya Linda.

“Main dokter dokter yuk, aku bosen nich mainan ini terus”ajak Putri

Cerita Sex Terbaru 2016 Bikin Kontol Tegang

Segera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi pasiennya. Waktu aku periksa dia buka baju. Kami pun melakukan seperti itu biasa karena belum ada naluri seperti orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya. Tapi aku menganggapnya mainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.

“Hai Kak baru pulang dari kampus”

“Ngapain kamu buka baju segala” Kak Linda memandangi adiknya.

“Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi Kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?”

“Oh mainan toh.. Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih”

Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Putri asyik main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Linda sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong memikirkan sesuatu.

“Ayo Kak cepetan, malah bengong” ajak Putri pada kakaknya.

Lalu dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju

“Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget” Kak Linda menyuruh kami.

Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, dia memakai CD warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. Lalu dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya yang uuhh. Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

“Rendi koq bengong belum lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi.”

Kak Linda ngomel,”Idih kalian masih kecil belum tahu apa apa lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?”dia bercanda.

Akupun menundukan mukaku karena malu.”Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu apa nggak malu ama Rendi.”

Putri menjawab ketus.”Kamu aja telanjang kayak itu apa kamu juga nggak malu sudah ayo main lagi.” Linda menjawab adiknya. Kami pun bermain kembali.

Giliran Kak Linda aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia agak melongarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras.

“Kak ngapain.. Emang enak banget diperiksa.. Kayak orang sakit beneran banget.” Putri Tanya ama kakaknya.

Kak Linda pun berhenti.”Yuk kita mandi soalnya sudah sore lagikan kamu Putri ada les lho nanti kamu ketinggalan.” Ajak Kak Linda pada kami berdua. Dia menyuruh bawa handuk ama baju ganti.

Setelah mengisi air, aku pun membuka bajuku tanpa ada beban yang ada dan telanjang bulat begitu juga ama Putri. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower bathup dan lain lain lah, maklum dia anak terkaya dikampungku. Setelah itu pintu digedor ama kakaknya dia suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak Linda melihatku penuh kagum sambil menatap bagian bawahku yang sudah tanpa pelindung sedikitpun, aku baru tahu itu namanya lagi horny. Lalu dia masuk segera di membuka piyama mandinya. Jreng.. Hatiku langsung berdetak kencang, dia menggunakan bra tranparan ama CD yang tadi dia pake dihadapan kami.

“Bolehkan mandi bersama kalian lagian kalian kan masih anak kecil.”

“Ihh.. Kakak.. Punya kakak itu menonjol” ledek adiknya.

Dia hanya tersenyum menggoda kami terutama aku.”biarin”sambil dia pegang sendiri puting dia menjawab lalu dia membasahi badannya ama air di shower. Makin jelas apa yang nama payudara cewek lagi berkembang. Beitu kena air dari shower bra Kak Linda agak merosot kebawah. Lucu banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.

“Ayo cepat turun dulu, aku kasih busa di bathupnya..”.

Putri bergegas keluar tapi aku tidak, aku takut kalau ketahuan anuku mengeras, aku malu banget. Baru kali ini aku mengeras gede banget. Lalu Kak Linda mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk turun. Aku turun dengan tertunduk muka Kak Linda melihat bagian bawahku yang sudah mengeras sama pada waktu aku bermain tapi bedanya sekarang langsung dihadapan mata. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira dia marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.

“Ooohh.. Apa itu..” (pura pura dia tidak tahu) Putripun tertawa melihatnya.

“Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi culun ya kalau belum disunat” Kak Linda memberitahukan pada adiknya.

Setelah busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.

“Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak” pinta Kak Linda pada kami.

“Buka aja to Kak lagian kalau mandi pakai pakaian kayak orang desa.” adiknya menjawab.

Tapi aku nggak bisa jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya. Dengan telapak tangannya dia menutupi payudaranya.

“Sudah buka aja sekalian CD nya nanti kotor kena bau CD kakak,” ujar Putri kepada kakaknya.

Segera dia berdiri diatas bathup melorotkan CDnya dengan hati hati(kayaknya dia sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita telanjang bulat dihadapannya). Ketika dia berdiri membetulkan shower diatas kami, aku melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.

“Kak anu.. anu.. Susu kakak besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit,” aku memujinya.

dia hanya tersenyum dan memberitahu kalau aslinya bawahan nya lebat hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama berdiri kayaknya makin deket aja bagian sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang berbeda dari daerah sekitar itu. Kak Linda terus berdiri sambil melirikku.

Sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram bagian sensitifnya. Aku pun tak berani langsung menatapnya. Sambil memainkan payudaranya sendiri dia punya saran plus ide gila.

“Mainan yuk. Aku jadi ibunya, kamu jadi anaknya.”

Lalu Kak Linda menyuruh mainan ibu ibuan, dia menyuruh kami jadi bayi. Lalu dia menyodorkan susunya pada kami.

“Anakku kasihan, sini ibu beri kamu minum” dia berkata pada kami.

Putri pun langsung mengenyot puting susu kakaknya, tapi aku pun tak bergerak sama sekali, lalu dia langsung menyambar kepalaku ditarik ke arah payudaranya.

“Ayo sedot yang kuat.. Ahh.. Cepet.. Gigit pelan pelan.. Acchh,” kata itu keluar.

Tapi koq nggak keluar airnya. Punya Mama keluar air susunya. Tiba tiba Putri berhenti.

“Uhh.. Ini kan namanya mainan jadi nggak beneran. Kamu udahan aja sudah jamnya kamu les” Putri pun bergegas turun dan berganti pakaian sejak saat itu aku tak memdengar langkah dia lagi.

Aku pun masih disuruh mainan dengan putingnya tangan kiriku dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin aku bergetar, ada sesuatu yang berambat dan memegangi anuku. Dengan kanan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya ternyata tangan kanannya memainkan penisku.

Segera dia memerintahkan untuk turun dari situ. Kami pun turun dari situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku baru melihat rahasia cewe.

“Rendi ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak berdiri aku tahu kalau kamu memperhatikan bagian kakak yang ini. Ayo aku ajarin gimana mainan ama vagina” akupun hanya mengangguk.

Dia menyuruh menjilatinya setelah dia mengeringkannya dengan handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi bagian luarnya. Dia hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya dia membuka bagian kewanitaan itu. Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu. Warnanya merah muda seperti sebuah bibir mungil. Setelah dia buka kemaluannya, lalu dia suruh aku supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar dari bagian itu rasanya asin tapi enak. Disuruh aku menyodok dengan kedua jariku, terasa sangat becek. Dia menyuruhku berhenti sejenak. Ketika dia menggosok gosok sendiri dengan tangannya dengan cepat lalu dia menyambar kepalaku dengan tangannya ditempelkan mukaku dihadapannya.

Seerr.. Serr.. bunyi air yang keluar dari vaginanya banyak sekali. Sambil berteriak plus mendesis lagi merem melek. Setelah itu dia jongkok, aku kaget ketika dia langsung menjilati kepala penisku. Di buka bagian kulup hingga kelihatan kepalanya.

“Kakak enggak jijik ya kan buat kencing” aku bertanya pada dia tapi dia terus mengulumnya maju mundur.

Sakit dan geli itu yang kurasakan tapi lama lama enak aku langsung rasanya seperti kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair katanya biar agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya aku bagai melayang badanku bergetar semua. Setelah dibilas dia mengkulum penisku, semua masuk didalam mulutnya.

“Kak aku mau kencing dulu” aku menyela.

Setelah itu dia berbaring dilantai dia menyuruh bermain dengan kacang didalam vaginanya. Pertama aku tidak tahu, dia memberi tahu setelah dia sendiri membukanya. Aku sentuh bagian itu dengan kasar dia langsung menjerit dia mengajari bagaimana seharusnya melakukannya. Diputar putar jariku disana tiba tiba kacanga itu menjadi sangat keras.

Sekitar 5 menit aku bermain dengan jariku kadang dengan lidahku. Keluar lagi air dari vaginanya. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia kayaknya sangat lemas lunglai. Setelah beberapa saat dia memegang penisku dan menuntunnya di vagina.

“Coba masukan anumu ke dalam sana pasti aku jamin enak banget rasanya” dia menyuruhku.

Dengan hati-hati aku masukkan setelah masuk aku diam saja. Dia menyuruh aku untuk menekan keras. Dan bless masuk semuanya dia memberi saran kayak orang memompa. Masuk-keluar.

“Acchc terus.. yang cepet.. ah.. ah.. ah..” dia mendesis, dia menggoyangkan pantatnya yang besar kesana kemari.

Tapi sekitar 3 menit rasanya penisku kayak diremas oleh kedua daging itu lalu aku ingin sekali pipis. Saat itu penisku kayak ada yang air mengalir. Dan serr.. seerrs air kencingku membanjiri bagian dalamnya. Setelah kelelahan kami pun keluar dia langsung pergi ke kamar masih keadaan bugil.

 Bacaan sex top: Cerita Nyata Dewasa Cinta Seorang Baby Sitter

Kemudian dia berbaring karena lelah, aku mendekatinya dan dia memelukku seperti adiknya, payudaranya nempel di mukaku. Setelah aku melihat wajahnya dia menangis. Lalu dia menyuruh aku pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh merahasiakan kalau aku berbicara ama orang lain aku nggak boleh bermain ama adiknya.

Kami pun terus melakukannya sekitar 1 tahun tanpa ada siapa yang tahu. Sekitar aku kelas 1 SMP dia kawin ama temannya karena dia hamil. Ketika 2 minggu lalu (saat ini) aku bertemu dia bertanya masih suka main seperti dulu. Akupun hanya tertawa ketika aku tahu itu yang namanya sex dan aku ngucapin terima kasih buat kakak, itu adalah pengalamanku yang pertama. Buat pembaca aku masih punya cerita nyata yang tak kalah seru tunggu aja. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Mesum Terbagus Bersama Anggi dan Ita

Blog Sex Online Cerita Mesum Terbagus Bersama Anggi dan ItaCerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Nyata Dewasa Cinta Seorang Baby SitterCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Perkenalkan dulu namaku Indra. Aku adalah pengirim cerita Senandung Masa Puber. Sekarang aku sudah kelas 1 SMU di kotaku yaitu Klaten. Aku orangnya imut,manis (kata temenku aku mirip bintang film India) dan aku juga seorang model di kota yogyakarta sehingga cewek cewek banyak yang ingin menjadi pacarku. Aku juga gaul jadi banyak teman yang sering datang kerumahku.

Cerita Sex Daun Muda Terbaru 2016 – Aku mempunyai tetengga belakang rumahku yang bernama Ita dan Anggi. Ita orangnya manis,tinggi,dan bongsor mirip anak yang berumur 16 tahun.Dia masih kelas 6 SD sedangkan Anggi adik Ita yang sedang kelas 4 SD. Dia juga bongsor sama dengan Ita tetepi bedanya dia agak pendek dan juga Anggi lebih putih,cantik serta lincah juga.Ita anaknya montok dan yang membikin aku tidak tahan adalah pentilnya yang besar itu berukuran 32B.Dia suka memakai celana pendek dan atasannya hanya memekai kaos tipis dalamnya memakai kaos dalam yang longgar tanpa Bh atau Bh saja sehingga pentilnya yang berwarna coklat muda kelihatan sedikit membayang bila memakai kaos dalam saja.

Cerita Mesum Terbagus Bersama Anggi dan Ita

cerita sex, cerita sex 2016, cerita sex terbaru, kisah sex, cerita dewasa, cerita ngentot, cerita mesum, cerita porno, cerita bokep, kisah mesum 2016
Ilusi Foto Ratu Igo Indonesia Suka Bugil

Kalau Anggi orangnya suka memakai rok mini yang minim banget atau sebatas pertengahan paha sehingga paha mulus Anggi kelihatan dan atasannya memakai kaos tipis tanpa memakai pakaian dalam sama sekali sehingga pentilnya yang berukuran 32A kelihatan tercetak jelas.Dia juga senang menggodaku dengan memakai celana ketat sepangkal paha milik Ita tanpa celana dalam dan atasannya memakai tengtop tanpa miniset(dia suka memakai miniset) bila aku bermain kerumahnya kalau tidak ada orang tuanya sehingga semua tubuhnya terbayang jelas dibalik pakaiannya yang serba tipis membuat aku tak tahan.Dan bila dia sudah begitu aku langsung mendekatinya dan memeluk serta meraba raba pentil dan tempiknya yang membukit dibalik celana ketatnya.

Kalau Ita suka menggoda aku bila bermain kerumahnya dengan memakai rok Anggi yang mini didalamnya tanpa celana dalam dan atasanya hanya memakai kaos dalem putih/coklat tipis banget hingga pentilnya seperti dia pamerkan kepadaku.

Aku menyetubuhinya pertama kali saat aku,Ita,dan Anggi berenag dikolam renang rumah Ita.Ceritanya begini:

Saat itu hari Minggu(12 Februari 2003)aku main kerumah Ita dan Anggi yang kelihatannya lagi sepi.Saat aku tanya ke Anggi papa dan mamanya lagi kemana dia mengatakan kalau papa dan mamanya lagi keSemarang dan pulangnya lusa dan dirumah hanya ada mereka berdua dan pembantu perempuan yang berumur 22tahun bernama mbak Asih.Lalu aku mengajaknya berenang dirumahnya yang ada kolam renangnya dibelakang rumahnya.Anggi langsung senang dan mengajak Ita kakaknya.Ita langsung keluar dan saat itu dia hanya memakai kimono tidur dan kelihatanya dia tidak memakai apa apa didalamnya dia mengiyakan ajakan adiknya.Aku langsung masuk kerumahnya yang sedang sepi itu dan mencuri curi pandang kearah tempik dan paha Ita yang kelihatan saat Ita duduk didepan ruang keluarga.Saat itu aku memakai celana � yang dari bahan parasut atasanya kaos junkies.Aku meminjam celana Ita agar bajuku tidak basah.

“Ita aku pinjam dong celana kamu biar bajuku tidak basah”kataku

“Sebentar yah aku ambilin”katanya dan dia meminjamiku celana yang ketat tapi bisa mengembang berwarna kuning

“Bentar yah aku ganti baju dulu”katanya dan masuk kekamar Anggi.Aku langsung mengganti bajuku dengan celana Ita didepan Tv karena Anggi dan Ita sedang berganti baju dikamar Ita.Saat itu aku sedang telanjang tanpa memakai apapun dan Anggi keluar tanpa aku sadari karena posisiku didepanya membelakanginya.Ita dari tadi memperhatikanku dari belakang.Tau tau dia sudah memegang kontolku yang sedikit ngaceng karena melihat paha dan tempik Ita.

“Eh kok menganggu angguk ini apa sih,ada rambutnya lagi?”tanyanya sambil memegang kontolku

“Eh Anggi kamu sudah ganti baju”tanyaku gugup tapi tanpa menepis tangan Anggi yang memegangi kontolku karena Anggi meremas remasnya sehingga kontolku geli geli nikmat rasanya.

“Ya sudah dong”katanya sambil tetap meremas kontolku.Dia memakai baju renang yang sangat sexy banget bawahnya celana dalam nilon tipis berwarna pink terusanya seperti tengtop tipis banget dari kaos berwarna kuning sehingga semua bentuk tubuh Anggi kelihatan sekali menambah ketegangan kontolku apalagi ditambah remasan Anggi.

“Lepasin dong kan sakit tititku”kataku pura pura tapi didalam hati aku berkata nanti aja kalau kita udah berenang.Dia melepaskan kontolku aku langsung memakai celana Ita.Kontolku membayang jelas dibalik celana nilon tipis Ita mirip ulat yang melintang keatas.Lalu aku ikutan duduk dan memeluk Anggi yang sedang duduk dikursi ruang keluarga itu.Aku memeluknya dari belakang karena Anggi duduknya membelakangiku.Tanganku langsung hinggap dipentil Anggi dan meremasnya pelan pelan.

“Ah geli,eh�tapi kok enak yah”katanya sambil memegang tanganku tanpa menariknya.

“Enakkan,tadi tititku juga keenakan kayak gini”kataku sambil berusaha memasukan tanganku kedalam pakaian renang Anggi dan menarik tali pakaian renangnya yang berbentuk tengtop itu hingga terlepas sedikit tapi sudah memperlihatkan pentil Anggi yang sebesar tutup teko itu.

“Nggi balik sini dong”kataku sambil menariknya agar menghadap ke aku.Dia langsung berbalik dan saat itu juga pentil indah milik gadis kecil terlihat jelas dihadapanku.Pentil cewek kecil dengan puting merah muda menggemaskan

“Eh diliatin terus”katanya sambil menarik kembali tali bajunya keatas dan aku hanya senyum saja.Saat itu Ita keluar.Pakaian Ita tak kalah sexynya dengan adiknya.Dia memakai tengtop dengan terusan rok sebatas lutut dari bahan nilon berwarna hitam dan kelihatanya dia tak memakai apa apa didalamnya karena pentilnya jelas tercetak dibalik tengtopnya yang tipis.

“Wah kamu cantik banget lho Ta”kataku.Pandangan Ita kebawah bagian kontolku.

“Ih lucu apaan tuh yang panjang”katanya menunjuk kontolku

Dasar anak anak kataku dalam hati.”Ini namanya titit”kataku sambil ngeluarin kontolku yang sejak tadi ngaceng.

“Ta aku nggak pakai ini aja deh,kesempitan”kataku sambil melepas celana Ita memperlihatkan kontolku yang berjembut lebat lalu mengembalikanya.Aku sengaja melepasnya karena aku ingin Anggi dan Ita melihat kontolku dan supaya kontolku bebas bergerak.

“Ya udah sini aku kembaliin”katanya sambil meraba kontolku.Seeerrrr tangan halusnya menyentuh kontolku yang mengangguk angguk ngaceng.

Lalu kami keluar dan kekolam renang dibelakang rumah dan tak lupa menutup pintu depan rumah Ita agar tak ada tamu yang datang.Aku berenang dengan mereka dengan telanjang bulat tanpa malu malu karena mereka belum mengerti apa apa.Saat aku tidak berenang dan tiduran di pinggir kolam sambil mengelus elus kontolku yang aku biarkan tegang Ita mendekatiku lalu disusul Anggi dibelakangnya.

“Eh lucu kayak burung”kata Ita sambil memegang dan meremas kuat kontolku karena gemes.Aku yang diremes jadi sedikit kesakitan

“Ukhh sakit Ta jangan diremes tapi diginiin”kataku sambil menaik turunkan kontolku.Lalu Ita memegangnya dan menaik turunkan kontolku.

“Begini”katanya

“Shhhh�.ahhhh Taa mmhhh”kataku sambil memegangi pundaknya.

“Kenapa sakit ya tititnya”tanyanya menghentikan kocokanya

“Nggak kok terusshhh enak kok”kataku lalu tanganku memegang pentil Ita yang basah tercetak dipakaiannya.

“Jangan pegang basah nih”katanya sambil terus mengocokku.Aku tak peduli dan terus meremas pentilnya malah menurunkan tali tengtop yang ada di bahunya hingga pentilnya yang putih mulus dengan puting coklat muda kelihatan menggiurkan.

“Shhhh terusss”kata Ita mulai merasa keenakan pentilnya aku remas remas.

“Kak ikutan dong Anggi dari belakang lalu duduk menghadapku.

“Stop,berhenti dulu aku ajarin yang enak mau nggak?”tanyaku

“Apaan sih”kata Ita

“Iya,apaan”sahut Anggi

Wah kebetulan nih pikirku.

“Kita main ibu dan bapak”kataku

“Gimana?”tanya keduanya hampir bersamaan

“Gini,biar aku buka pakaian renang kalian lalu kita main”kataku sambil berusaha melepas pakaian Ita

“Iya deh”jawab Ita.Lalu aku melepas tengtop Ita hingga Ita telanjang dan pakaian atas Anggi lalu cawet nilon Anggi dan membuang semua itu sembarangan.

“Nah sekarang Anggi dulu”kataku mendekati Anggi dan menidurkan Anggi dikursi pantai panjang yang didekat kolam renang.

“Kamu tiduran ya terus nikmati aja”kataku sambil membelai belai pentil Anggi yang putih mulus dan putingnya yang berwarna merah muda itu.Lalu aku mencium bibir Anggi dan melumat bibirnya.Mulanya dia hanya diam tapi lama lama dia membalasnya dan lidahku masuk kedalam mulutnya.Emhhhh�manisnya ludah milik Anggi.Kami berciuman lama sambil tanganku meremasi pentil serta memelintir putingnya.Ita hanya memperhatikan kami.

“Eh seperti yang difilm yang ditonton papa sama mama”katanya.Aku terus saja melanjutkan permainanku dengan Anggi hingga ciumanku turun kedaerah pentil.Disana mulut dan lidahku mengulum dan menciumi pentil Anggi yang kiri dan tanganku yang kiri meremas pentilnya yang kanan.

“Shhh akhhh�kak Ita enak kak,Anggi sukaaa”katanya diiringi rintihan keenakan.Lalu ciumanku turun keperut dan kebawah terus hingga sampai didaerah tempiknya yang belum ada bulunya sama sekali.Tempiknya putih banget dengan bukit melintang indah kebawah serta ada sesuatu seperti mengintip sebesar kacang.Aku hirup aroma tempiknya dalam dalam�mhhh haruuuum banget melebihi semua madu.Lalu aku menciumnya dan memainkan bibirku di tempiknya yang basah terus lama lama lidahku sudah menyusuri tempiknya.

“Kakhhh Ita gawukku diapain kok enak sihhh”teriaknya

Ita hanya menonton karena juga tidak mengerti.Lalu aku memasukkan lidahku kedalam tempik Anggi hingga masuk dan menjilati tempiknya yang sudah basah cairan kenikmatannya sampai kedaerah itilnya.

“sluuup sruupp sllluuuupp amhhh”suara lidahku memainkan tempik Anggi

“Shhhh miaahhhhh kak Itaaa Nikmat sekali kak,Anggi nggak tahan”katanya sambil tangannya meremas rambutku hingga acak acakan.Kedua tanganku bermain di pentilnya yang terbebas.Hingga tiba tiba Anggi berteriak.

“Kak,Anggi mau pipis kak�akhhhhh�serrr�sserrrr�sseerrr..seeerrrr”4 kali tempiknya mengeluarkan cairan pejuh.Aku langsung menghabiskan cairan itu hingga habis karena rasanya sangat enak,gurih,manis.Dia kelihatan lemes banget dengan nafas memburu.

“Kok enak banget,Anggi keenakan sekali”katanya

“Sekarang aku ajarin ngulumin tititku ya”kataku

“Sekarang kamu gantian diatas terus masukin tititku kemulutmu dan emutin Nggi”kataku sambil membaringkan tubuhku dikursi.Lalu Anggi memegang kontolku dan meremasnya lalu menjilat helmku yang berwarna merah tegang sekali.

“Ayo Nggi emut seperti kamu ngemut es”kataku sambil mendorong kepala Anggi kebawah kontolku.Lalu Anggi mengulum kontolku tapi hanya 1/4nya saja karena kontolku besar(panjang 17 cm dan berdiameter 5 cm).Dia mengulumnya dengan kasar maklum baru pertama sampai kena giginya.Rasanya sakit sakit,geli,nikmat,enak bercampur jadi satu.Kontolku kena gigi tapi justru itu yang menambah nikmat bagiku.

“Sluurrrppp�slurrpp�.nyot..nyoot”bunyi kulumannya pada kontolku.

“Shhh�yahhhh terus Anggi,kamu pintar banget”kataku

“Ita kamu sini dong deket aku biar kamu enak juga”kataku agar Ita mendekat.Setelah Ita mendekat tanganku langsung menyambar pentilnya dan meremas remasnya

“Ehhh�shhhhh tetekku sakit tau”katanya tapi tak berusaha menyingkirkan tanganku.Jadinya kontolku dikulumin cewek kecil dan tanganku meremasi pentil cewek cantik juga,sungguh pas dan nikmat sekali.Hingga aku akan segera akan keluar.

“Ssshhhhh mhhhh�croottt�crrooottt�crrooott”3 kali panjang panjang aku menembakkan air pejuhku kemulut Anggi

“kamu pipis kok nggak bilang sih”kata Anggi sambil mengelap pejuh yang meleleh keluar sampai dipipinya

“Tapi kok enak yah rasanya”katanya lagi

“Nggi kamu tiduran lagi dong biar aku ajaring yang lain”kataku.Lalu aku bangun digantikan Anggi yang ganti tiduran dikursi.

“Apa lagi sih”tanya Ita

“Enak deh liat aja”kataku brsiap siap naik kekursi lagi lalu aku menyuruh Ita kockin kontolku yang mengecil.

“Ta kocokin dong biar ngaceng lagi nih”kataku sambil memegangi kontolku.Lalu Ita memgang dan mengocoknya hingga ngaceng kembali.Setelah ngaceng aku siap siap akan memasukkan kontolku kedalam tempiknya Anggi.Aku menggenggam kontolku dan mengarahkan kelobang tempik Anggi.

“Nggi tahan dikit yah aku mau masukin kontolku”kataku sambil memegangi kontolku

“Masukin aja aku pingin rasain kaya papa sama mama main ginian”katanya sambil jarinya menyentuh helmku

“Ita kamu bantuin aku dong,tarik gawuknya Anggi biar agak lebar Ta”kataku lalu Ita menarik tempik Anggi kekiri dan kekanan dan aku lalu mendorong kontolku.

Susah banget masuknya dan baru 3 kali sodokan helmku mulai masuk�bleeeshhh�

“Kaaakhhh Ita sakit kak”teriak Anggi

“Tahan sedikit Nggi”kataku lalu mendorong kontolku hingga � masuk kontolku sudah menabrak selaput dara Anggi.Aku berhenti sebentar lalu menaik turunkan kontolku hingga Anggi kembali mendesah desah tanda dia merasa keenakan lagi.Lalu tiba tiba�bleessss�prett kontolku merobek selaput daranya dan masuk semua hingga amblas ketempik Anggi yang sempit.Kontolku seperti diremes remes dengan karet hingga sakit sakit tapi enak.

“Aaaaakkkhhhhh kak Ita,gawukku perih”teriak Anggi dan aku terus diatas Anggi.Saat Anggi sudah sedikit tenang aku kembali menggerakkan pantatku naik turun.Pertama Anggi meringis ringis.

“Shhhh sakiiit�udah dong gawukku sakit”rintihnya tapi aku tak peduli karena aku sudah gatel banget.Tapi lama lama rintihanya berubah jadi erangan dan desahan kenikmatan.

“Shhh�ahhhhh aakkhhhh�.yaahhhh kak Ita kok enak ya kak sakit tapi nikmat”katanya tak beraturan

“Anggi gawukmu nikmat banget Nggi aku suka banget deh shhhh�aakhhhh”kataku keenakan juga sambil bergerak turun naik diatas tubuh mulus Anggi

Gerakanku makin lama makin cepat hingga akhirnya.

“Kak Ita Anggi pipis lagi kakhh�shhh..aaahhhhh�.ssshhhhhh..aahhh”teriakanya membuatku makincepat menggenjot tempiknya hingga akhirnya

“Akhhh sseeerrr�sseerrr.sseeerr�seerr”kali ini lebih banyak pejuh yang keluar dari tempik Anggi lalu aku mencabut kontolku yang belum keluar dan belum puas.Lalu aku menjilati tempik Anggi.Kulihat ditempiknya ada cairan putih dan ada darah yang meleleh tanda dia sudah tidak perawan lagi.Lalu aku menjilatinya sampai semua darah dan pejuh habis bersih dan aku telan semua.Rasanya enak,asin,gurih,amis darah bercampur jadi satu.

Kontolku masih kokoh tegang dan basah mengkilap oleh pejuh dan sedikit darah Anggi.

“Nggi sekarang kamu istirahat aja deh lihat giliran kak Ita”kataku

“Iya deh,Anggi juga lemes kok dan gawukku sedikit sakit”katanya sambil membelai tempiknya yang bentuknya berubah menjadi tebal dan tembem menggelembung karena sudah kumasukin kontol.Bentuknya jadi sedikit keluar bibir tempiknya.

“Sakit ya,tapi nikmat kan?”tanyaku

“Iya sakit tapi enak kaya gimana gitu”katanya sambil tersenyum.

Aku lalu mendekati Ita yang merabai tempiknya karena kegatalan sepertinya

“Ta sekarang giliran kamu”kataku sambil menelakupkan telapakku kepentil Ita lalu meremasnya.

“Sakit nggak sih nanti”tanyanya takut sakit

“Nggak deh,malah enaaak sekali”kataku

“Tuh tititku sudah tegang ingin dimasukin kegawukmu itu”kataku sambil meremas tempiknya.Ita lalu menutupkan pahanya agar aku tidak menggodanya lagi.

“Iya tapi pelan pelan aja yah”katanya

“Iya deh nikmatin aja kamu bakalan ketagihan”kataku lalu aku mendekati Ita dan menyodorkan kontolku kearahnya.

“Ta remasin,kocok dan kulumin dong tititku biar lebih ngaceng”kataku sambil memegang tangan Ita.Ita lalu memegang dan meremas kontolku yang sudah ngaceng basah.

“Teruushhh�Ta kocokin Taaa,enaaakhhhh”kataku menikmati remasan dan kocokan Ita pada kontolku.

“Taaa emutin dong kaya Anggi tadi”kataku sambil menarik kepala Ita kearah kontolku.Ita lalu membuka mulutnya dan menjilati lubang kontolku yang kemerah merahan.Rasanya seperti digesekin kekondom(kalau aku ml sama Siska pacarku yang ada dalam cerita Senandung Masa puber aku kadang memakai kondom biar aman,kadang Siska ngocokin kontolku yang mesih berkondom�.Enaaaknya si Siska).Sekarang Ita ngulumin kontolku.Hanya 1/4nya kontolku yang masuk karena panjangnya kontolku.Mhhhh�.slluuuuupp�cleeep suaranya bikin aku melayang.

“Taaaa nikamatnya,kamu lebih enakan dari Anggi emutan kamu”kataku melirik Anggi yang sedang merabai tempiknya yang membengkak merah dia meringis aja.Tiba tiba ada yang akan keluar dari kontolku.

“Shhh akhh teruushhh ttaaaa”kataku lalu�croot croot crot crot pejuhku menyembur dalam mulut Ita.

Ita menelan semua pejuhku karena dia tau kalau rasanya enak.Aku lalu bangun dari kursi dan menidurkan Ita kekursi.

“Ta sekarang kamu gantian yang rasain”kataku lalu aku mencium tempiknya lalu aku jilat bibir tempiknya(tempiknya putih bersih belum ada bulunya sama sekali dan berbau sedap cairan kewanitaanya).Aku menjilat,mencium,melumat sampai cairan Ita jadi habis semua.

“Akhhh shhhh�mhhhhh�shhhh�akhhh”rintihan Ita semakin indah.Setelah beberapa saat akhirnya dia sampai juga.

“Aaahhhh�aku pipis enakhhhh sekali�ssuuuurrr�suurrr..ssuuurrrrr”Ita menyemburkan pejuh panjang panjang sampai mengenai mukaku lalu aku menjilatinya sampai bersih serta meratakan pejuhnya dimukaku.

“Ukhhh enak sekali aku sampai lemas”katanya sambil berbaring terlentang.

“Gimana enakan?,sekarang kamu rasain kaya Anggi tadi yah”kataku sambil memegangi pentilnya yang mengeras dan mencuat tegang puting coklatnya.Lalu aku menaikin tubuh Ita yang telentang siap.

“Ta tahan dikit yah kalau perih”kataku sambil memegangi kontolku kerah tempiknya Ita

“Nggi bukain dong gawuk kak Ita”kataku pada Anggi lalu Anggi menarik tempik Ita kekanan dan kekiri membukanya.Terlihat bagian dalam tempik perawan Ita basah,merah muda dan berkedut kedut.Aku mendorong kontolku berkali kali tapi susah dan baru yang kelima kalinya aku berhasil,sepertinya tempi Ita malah lebih sempit dari punya Anggi.Sleeep�.kepala kontolku baru masuk tapi Ita sudah teriak kesakitan.

“Ukhhh�periiihh�sakiiit banget”katanya sambil tangannya mencengkeram pinggangku agar tidak masuk lagi.Setelah Ita agak tenang aku kembali menekan kontolku masuk lagi�sleeep..”Akhhhh”teriak Ita.Setelah � lebih kontolku seperti menyentuh selaput tipisnya.

“Kamu muncul lagi yah,ntar kamu aku robek”kataku dalam hati alu aku dengan tiba tiba menekan kontolku sekuat tenaga.

“Slup�Brett akhhhh sakiiit”teriak ita mencengkeram pinggangku kuat kuat.Aku diam aja sambil menikmati jepitan dinding tempik ita yang kuat seperti mau menghancurkan kontol tegangku.Setelah nafas Ita agak teratur aku kembali menaik turunkan kontolku mengobok obok tempik perawan Ita.

“Akhhh shhhh sakiiit pelan pelan dong periiih nih”teriaknya tapi aku tidak peduli.

“Aku kenthu kamu Ta biar tempikmu perih”kataku dalam hati kegemesan

“Sleep�sleep�cleep�cleeep”genjotanku naik turun makin lama makin cepat

“Akhhh�shhhh�.akhhhh sakiit”teriak Ita kesakitan tapi pinggangnya malah bergerak kekanan dan kekiri.Lama lama teriakannya berubah menjadi desahan nikmat.

“Shhh..akhhhh�skhhh�akhhh enak bangethh siih kalau gini terus Ita mau dong”katanya sambil menekan pinggulku.

“Akhhh taaa gawukmu sempit nikmat banget taaa”kataku sambil menggenjot tempiknya yang lama lama menjadi lancar nggak seret lagi dan basah oleh cairan kenikmatannya.

“Sleep�sleepp..cluup�cluup”irama kanthuku membuat Anggi masturbasi dengan memasukkan dua jari mungilnya ketempiknya yang sekarang telah membesar itu

“Kak Ita,Anggi gateeel”kata Anggi sambil mengeluar masukkan jarinya secara cepat

Aku agak bosan dengan posisi itu lalu mencabut kontolku dari tempik Ita.

“Kenapa dicabut sih gatel nih”kata Ita sambil menarik kontolku agar masuk kembali

“Bentar Ta kita ganti posisi”kataku lalu menunggingkan Ita

“Nah kamu terus gini aja ntar kamu lebih enak lagi”kataku sambil mendorong kontolku ketempiknya.Ternyata kontolku masih saja kesulitan masuknya karena tempiknya memeng sempit sekali.Bleeeeeesss�.kontolku masuk pelan pelan.

“Akhhhh teruushh masukin dong lagi”katanya.Aku lalu memaju mundurkan pantatku secepatnya biar Ita kesakitan(tujuanku agar aku mendapat variasi “Sleep�sleep.sleep�sleep�cplok�cplok�cplok”suara selakanganku menabrak pantat bulat Ita

“Akhhh�shhhh�.akhhh terus dong enak nih”katanya.Lama lama aku sudah merasakan akan keluar sesuatu dari kontolku dan Ita sepertinya juga begitu

“Akhh aku mau pipis lagi”katanya

“Aku juga Ta kita sama sama yuuuk”ajakku lalu aku memeluknya erat erat karena biar semua pejuhku masuk dalam rahim Ita

“Crott�croot�croot..suurrr�surr..suurr”kami sama sama memuntahkan pejuh kami.Aku memeluk Ita erat sekali hingga kontolku mengecil dalam tempiknya.Rasanya enaak sekali melebihi Siska dulu pertama aku kenthu.

Kami sama sama lelah,karena udah panas udaranya kami segera masuk kerumah Ita.Ita dan Anggi hanya membawa pakaian renangnya dan tidak memakainya karena malas.Kami masuk kedalam dan saat sampai di dapur kami kepergok mbak Asih yang lagi duduk membaca majalah Aneka.

“Ehh kalian sedang renang ya”katanya sambil memandangi kontolku yang bebas terlihat olehnya

“Iya mbak(aku kalau memanggilnya mbak)kami berenang dikolam tadi”kataku

“kok pakaian renang dik Ita dan dik Anggi dilepas”katanya lagi

“Kami tadi main ayah dan ibu”kata Ita menyahut

“Ooooo kalian main ginian yah”kata Bi Asih sambil mengeluar masukkan jarinya kedalam ibu jari dan telunjuknya yang dikaitkannya.

“Iya mbak Ehhh�kami”kataku gugup

“Kenapa sih mbak nggak diajak,mbak kan mau ikutan”kata mbak Asih sambil mendekatiku dan merabai kontolku otomatis kontolku ngaceng lagi

“Tadi enak nggak dik?”tanya mbak Asih

“Enaak banget mbak”kata Anggi

“Tapi kok periih banget ya mbak?”kata Ita

“Tapi enak kan”kataku membiarkan tangan mbak Asih bermain dikontolku yang sudah ngaceng lagi

“mbak kalau mau ikutan dikamar Ita aja tapi berdua aja yah kami kecapaian”kata Ita lalu kami masuk kekamar Ita.Saat itu mbak Asih memakai rok kolor hitam atas lutut atasannya memakai kaos oblong ketat tipis menampakkan Bhnya yang berukuran 36C berwarna pink(aku tau ukurannya setelah aku kenthu dengan bi Asih,bahkan aku menyimpannya untuk kenang kenangan bila aku ingin kenthu dengannya atau bila aku ngocok sendiri).

Setelah dikamar Ita aku mengunci kamar hingga didalam kamar hanya ada aku dan mbak Asih sedang Ita dan Anggi nggak ikut karena kecapaian katanya.

“uh besarnya kontolmu Ndra mbak jadi ingin rasain”katanya sambil menggerakkannya naik turun.

“Shhhh mbak enak mbak kocokanmu”kataku sambil merabai pentil mbak Asih yang masih memakai pakaiannya.Lalu aku mengangkat kaos mbak Asih keatas dan melapasnya hingga terlihatlah Bh pink mbak Asih yang kelihatan sexy.

“Mbak Bhnya lepasin ya,Indra pingin lihat susumu ini”kataku sambil meraba susunya yang kencang montok dan menantang.Aku memang sudah lama ingin mengenthu mbak Asih tetapi aku nggak enak mengajak dan baru sekarang

“Iya Ndra susuku juga ingin kamu lumatin”katanya tetap remesin kontolku.Bhnya aku epas dan aku taruh diranjangnya Ita.Sekarang Bhnya lepas dan mbak Asih telanjang dada.

Pentilnya besar,montok dan putingnya merah mencuat keatas membuat mataku melotot tak puas memandang

“Mbak indah banget mbak”kataku lalu meremasnya kegemasan

“Mhhh akhhh terus remes Ndra susu mbak As gatel”katanya lalu aku mencium bibirnya dan mbak Asih membalas ciumanku serta melumat bibirku lalu kami bermain lidah(ludah mbak Asih rasanya manis banget nggak kalah sama Ita dan Anggi)sambil tetep remasin susunya.Setelah puas ciuman aku menurunkan ciumanku kelehernya dan menggigiti lehernya sampai memerah lalu turun sampai kepentilnya.Disana aku melumat susunya lalu lama lama aku melumat putingnya yang mencuat indah.

“Mhhh yahh Ndra teruus sayang”katanya sambil meremas belakang kepalaku

Aku melumat pentil mbak Asih kiri kanan gantian,bila aku lumat kiri tanganku meremas yang kanan tapi bila aku lumat yang kanan tanganku meremas yang kiri.

Aku lalu menarik rok kolor mbak Asih kebawah sampai lepas hingga tempik mbak Asih telihat bebas.Ternyata mbak Asih nggak pakai celana dalam pantesan tadi duduknya didapur kakinya ditutupin handuk.Tempik mbak Asih menggunduk tebal dengan jembut lebat menghiasi bukit tempiknya.

Aku langsung memandang keindahan hutan mbak Asih tak berkedip.Mbak Asih yang masih muda(boleh dibilang remaja)mirip cewek cina karena putihnya mbak Asih,susunya putih montok dengan puting merah mencuat sedangkan tempiknya tebal membukit dengan bulu jembut yang rimbun idah pasti semua cowok akan langsung onani bila melihatnya telanjang.

“Udah Ndra kok dipandang terus”katanya mengaitkan pahanya dan duduk ditepi ranjang.Aku hanya senyum saja lalu mendorong mbak Asih telentang lalu menjilat tempiknya yang sudah sangat basah dan berbau enak.Jilatanku naik turun terus melumat lumat hingga mbak Asih kelojotan keenakan.

“Akhh Ndraa kamu nakal sayang,teruuusshhhh”katanya sambil meremas remas bantal.Aku terus saja mengerjai tempiknya sampai mbak Asih mengangkat kepalaku dan berkata

“Udah Ndra masukin aja kontol kamu itu aku sudah ingin rasain”katanya sambil mengangkangkan paha mulusnya lalu aku menaiki tubtuhnya dan mengarahkan kontolku ketempik rimbunnya.Ternyata susah banget hingga 4 kali usaha bru masuk.Slleep kepala kontolku baru masuk.

“Akshhh pelan pelan yah Ndra”kata mbak Asih lalu aku menekan lagi pantatku masuk hingga 3/4nya kontolku seperti menekan sesuatu selaput.

Ternyata mbak Asih masih perawan.

“Mbak asih perawan ya?”tanyaku

“Iya,mbak baru main ini”katanya

“Nggak apa apa mbak aku mengambil perawan mbak?”kataku

“Nggak apa apa kok,malah mbak senang bisa ngasih kepada orang yang mbak cintai”ternyata mbak asih suka padaku.Lalu aku menekan lagi pantatku hingga Bless�.preet sleput itu telah sobek.

“Akh sakit Ndra terusin aja kok mbak nggak apa apa”katanya.Aku lalu mendiamkan kontolku didalam tempik mbak asih menikmati pijatan sexynya

“Shhh mbak makasih yah enak sekali,aku kapan kapan mau lagi”kataku meremasi pentilnya yang sudah keras.

“Iya sayang”katanya membelai bibirku sambil menitikka air matanya.Ternyata mbak Asih benar benar mencintaiku.Lalu aku menaik turunkan pantatku pelan pelan makin lama makin cepat.Dari seret sampai lancr keluar masuknya

“Sleep..sleepp..cleep..cleep�.akhhhh�.shhh�akhhh..mbaakkk�.enak�Indraa aku sayang kamu”teriakan kami sungguh indah.Kami tetap pada posisi itu hingga akhirnya mbak Asih mendorong tubuhku hingga kontolku terlepas dari tempiknya dan menyuruhku dibawah.

“Sayang kamu dibawah yah biar aku rasain diatas”katanya lalu dia menduduki kontolku yang basah mengkilat.Sleeeeepp kontolku masuk pelahan lahan.

“Aahh�”desahannya memulai gerakannya naik turun.Slee�cleep�cleep..seeepp irama kenthu kami yang indah.

Kami tak hentinya bergerak,mbak Asih naik turun sedang aku meremas remas pentilnya yang bergerak naik turun seirama gerakan pinggul sexynya hingga akhirnya�

“Mbak aku sampai�”kataku

“Ahhh aku juga sayang kita keluarin sama sama yuuukkkhhhh”teriaknya

Sleep..cleep..cleepp�akhhh�shhh..akhhh ..shhh lalu serrrr�serrrr�serrrrr kami sampai hampir bersama sama tapi aku hanya mengeluarkan pejuh sedikit banget karena sudah terkuras tadi.Mbak Asih lalu rebah diatas tubuhku kelelahan dan kontolku masih didalam tempiknya sampai mengecil lagi.

“Indra aku cinta kamu Ndra”katanya sambil menitikan air matanya diatas tubuhku

“Tapi aku sudah menjadi pacar Siska”kataku sambil menghapus air matanya

“Aku nggak peduli asal kamu juga sayang aku,kamu mau kan menyayangiku?”katanya lagi

“Iya sayang aku akan mencintai kamu walau kamu yang kedua”kataku memeluknya keharuan

“Ohh�Ndra aku sayang kamu dan aku nggak peduli walau kamu milik Siska yang penting aku memiliki kamu”kata cintanya tulus padaku

“Aku cinta kamu yang”sambil mencium bibirnya dari bawah tubuhnya aku berkata.Aku sungguh terharu sampai aku ikutan menangis(aku orangnya romantis dan sangat sentimen).Aku menurunkan tubuh indah sayangku yang kedua setelah aku kehabisan nafas keberatan.Lalu kami tertidur kelelahan dan aku memeluknya penuh kasih sayang karena aku diam diam juga menyayanginya.

Sejak saat itu aku resmi jadi pacarnya walau dia rela menjadi yang kedua setelah Siskaku.Aku juga sering menemui Ita dan Anggi sampai saat ini bila aku lagi gatel ingin kenthu atau ingin rasain air pejuhnya.Saat dia pulang sekolah sekolah dengan jalan aku membolos sekolah karena aku ingin kenthu dengannya dialam terbuka(aku suka berexperimen dengan sex).

Cerianya begini:

Saat aku tau kalau jam 11 siang Ita pulang dari SDnya aku langsung menunggunya digardu ronda dekat sekolahnya karena aku tau jalan itu satu satunya jalan bila dia pulang sekolah.saat dia sampai digardu aku langsung memanggilnya dan kebetulan dia jalan sendirian tidak sama temennya.

Dia kupanggil langsung saja kearahku karena tau aku yang memanggil.

“Ada apa sih,kamu bolos yah”katanya sambil senyum

“Iya nih kangen sama kamu yang”kataku

“Yuk jalan kesana yuk”kataku mengajaknya kearah persawahan(sekolahan Ita dekat persawahan yang luas)

“Yuk deh”katanya menggandeng tanganku mesra.

“Ita aku kangen kamu sama permainan kita”kataku memeluk pundaknya dari samping setelah mendapatkan tempat yang agak terlindung dan sepi.

“Yang bener aja deh”katanya memegang tanganku yang dipundaknya.

“Iya,sampe sampe aku bolos begini”kataku lalu tanganku yang satunya meraba kakinya hingga terus sampai kepahanya.

“Kamu nakal deh”katanya membiarka aku menyingkap rok merah seragamnya

“Kita main yuk”kataku lalu aku menciumnya dan dia membalas lumatanku pada mulutnya karena dia sudah terbiasa aku lumatin.Tanganku meremas pentilnya setelah aku menidurkannya dirumput yang tempatnya terhalang semak rimbun.Kami ciuman lama banget sampai mulutku basah oleh ludahnya.

lalu aku membuka kancing seragam putih SDnya dan melepasnya serta meletakakn disamping kami.Ita memakai kaos dalam putih dan aku segera mengangkatnya keatas hingga terlepas dan dia hanya tersenyum kepadaku tanganya mengelusi kontol tegangku yang sudah tadi dia keluarin dari celana panjangku(aku sengaja nggak pakai celana dalam karena aku sudah ada rencana) hingga tampak miniset putih yang masih menghalangi pentilnya.

“Kok kamu pakai miniset sih kmau nggak sexy dong”kataku menggodanya

“Aku malu kok teteku udah gede nih”katanya menutupi pentilnya yang terhalang miniset kecil putih.Aku lalu menaikkan minisetnya danmelepasnya dari tubuh kecilnya.

“Ta kamu pakai lagi dong kaos dalemu sama seragammu”kataku menyodorkan baju seragamnya

“Kok di pakai lagi?”katanya

“Pokoknya kamu pakai aja deh”kataku lalu dia memakai semuanya tanpa miniset putihnya.Setelah selesai aku melepaskan celana panjangku,mendekatinya dan memangkunya sehingga dia diatasku.Aku menyingkapkan rok merahnya keatas dan dia hanya diam saja meremasin kontolku yang mengacung keatas.Kusingkap roknya hingga terbuka sampai pangkal pahanya,terlihatlah celana dalam hijau ada bunga bunga kecil miliknya

“Ta aku lepasin yah”kataku sambil menarik cawet hijaunya kebawah dan Ita hanya mengangguk.Setelah lepas tangan kananku meraba raba tempiknya yang masih gundul itu naik turun sedang tangan kiriku masuk kedalam kaos dan seragam putihnya meremas susunya yang berukuran 32B itu

“Ahhhh kamu”desahnya mulai keenakan sambil mengocok kontol itemku.Kami bermain pegang pegangan hingga kami puas lalu aku menyuruhnya tidur dan aku menindihnya terbalik(posisi 69)lalu aku menjilati,mengulum serta mengerjai tempiknya hingga basah cairan kenikmatan dan dia mengemut kontolku hingga kami sama sama mengeluarkan pejuh.Setelah keluar aku menyruhnya bangun dan berdiri menungging.

Aku lalu menyingkap rok merahnya keatas sampai pantat dan tempiknya mengintip serta mendekatkan konotlku siap aku masukkan.Sleeeeeeppp kontolku masuk dengan mudah karena Ita sudah sering aku kenthuin.

“Ta enak nggak?”kataku mendiamkan kontolku didalam tempiknya dan memegangi pinggang rampingnya

“Ahhhh Ndra kontolmu nakal sekali”katanya sambil nungging dan pegangan pada pohon kelapa.Aku lalu mulai memaju mundurkan pantatku agar kontolku keluar masuk tempik Ita.Gerakanku mulanya lambat tapi lama lama mulai cepat dan lebih cepat.

“Shhhh�.akkhhhh�mhhhh akhhhh�akhhhh nikmaaat”teriak Ita

“Taa enak,nikmat taaa”teriakku tertahan.Clep..clep�sleep�sleep irama monoton kenthu kami tapi indah.

Aku mulai bosan dengan posisi nungging lalu aku mencabut kontolku dari tempiknya.

“Ta sini aku gendong”kataku lalu menaikkan tubuh Ita dan mengarahkan kontolku lagi kedalam tempiknya.Sleeepp kontolku masuk dengan mantap

Aku berdiri telanjang dan Ita diatasku lalu bergoyang naik turun semakin lama semakin cepat sampai rok dan seragamnya kusut.Aku memeluknya dan bibirku berciuman dengannya saling melumat dan menjilat.

Hingga akhirnya aku akan sampai

“Taa aku pipis Taaa”teriaku lagi

“Ndraa aku juga Akhhhh�”desahnya tertahan lalu Serrr�serrrr.serrr�.croottt�croottt�crroooottt kami sampai hampir bersamaan dan saling memeluk erat erat.Aku menyandarkan tubuhnya dipohon kelapa sampai beberapa saat kontolku juga didalam tempiknya.Air pejuh kami kebanyakan sampai meleleh keluar membasahi rok seragam Ita.Sungguh nikmat kenthu sambil sembunyi ditempat terbuka seperti ini.

Aku menurunkan Ita saat nafas kami kembali teratur dan mencabut kontolku dari tempiknya

“Uhhhh..ta nikmat ya tadi”kataku membelai rambut Ita yang kusut serta merapikannya

“Iya lain kali lagi yah Ndra”katanya.Aku memekai lagi celanaku dan mengambil miniset dan celana dalam hijau Ita serta menyimpannya

“Ta buat aku yah cawet dan Bh minimu”kataku sambil mengantongi pakaian dalamnya

“Buat apa?”tanyanya lalu tertawa kegelian

“Buat kenang kenangan aja”kataku

“Terus aku gimana nih”katanya sambil menyingkap roknya keatas memperlihatkan tempiknya yang tidak pakai celana dalam

“Nggak usah pakai dulu hingga kamu sampai rumah baru kamu ganti terus tetekmu itu kan agak tertutup,nggak kelihatan kok tetekmu”kataku membela belai pentilnya yang tertutup seregam dan kaos dalam.Kami lalu pulang dan berpisah dijalan karena aku pulang jam 2 siang dan saat itu baru jam setengah satu jadi aku tadi kenthu sama Ita selama 1 � jam lebih.Aku dijalan sepi menciumi celana dalam Ita dan minisetnya yang berbau tubuh serta keringatnya.Baunya kecut kecut segar tapi aku bener benar suka malah bila aku sedang terangsang dan tidak ada penyaluran aku lalu menjilat serta menyedot aroma wangi pakaian itu sambil mengocok kontolku sampai puas.

Aku juga pernah menemui Anggi secara sembunyi ketika Anggi membeli sesuatu diwarung sebelah rumahku.Saat itu Anggi membeli rokok yang disuruh oleh papanya dan aku menemuinya serta menyuruhnya kembali menemuiku setelah dia mengembalikan rokok papanya.Setelah dia mengembalikan rokok papanya dia menemuiku lagi dan langsung aku ajak dia pergi kesawah deket rumahku yang tempatnya sepi.

“Kenapa ajak aku kemari sih?”tanyanya sambil tangannya menggandeng tananku

“Nggak kok,aku pingin main aja dengan kamu”kataku lalau aku memeluk pundaknya dan telapak tanganku langsung meraba susu kanannya karena posisiku ada dikirinya.Dia malah semakin memelukku erat karena dia memang suka aku remesin susu mininya

“Eh,remasin dong teteku…kan lama nggak kamu remesin”katanya centil lalu aku memasukkan tanganku kekaos dan kaos dalamnya yang longgar lalu mencari susu mini yang aku sukai.Aku meremas remas dengan lembut karena Anggi suka diremesin lembut.

Terasa sekali susu Anggi belum keras dan lembut karena belum ada rangsangan.

“Enak terusin yah”katanya lalu kami berjalan beriringan kegubuk yang agak tersembunyi.Setelah sampai aku segera mendudukan Anggi di tikar lusuh yang ada digubuk itu lalu aku membuka kancing kaosnya karena kaos Anggi memakai kancing didadanya.

“Nggi main lagi yuk,tititku gatel nih Nggi”kataku sambil menidurkannya dan menindih tubuh kecil Anggi setelah membuka kancing kaos Anggi

“Iya yuk aku juga sudah lama nggak main lagi sama kamu”katanya lalu tangan Anggi meraba kontolku yang mulai ngaceng sejak sampai digubuk tadi.Lalu aku melumat bibir Anggi dan dia membalasnya tak kalah ganas karena sudah sering aku lumatun bibir merahnya.Tanganku langsung meremas susunya yang mulai mengeras dan pentilnya mencuat tegang.Saat kami sedang ciuman aku menaikkan kaosnya sampai terlepas lalu kaos dalamnya sekalian hingga Anggi telanjang dada terlihat susunya mengeras dengan pentil coklat muda tegak mengacung menantang.Aku lalu melepaskan lumatanku pada bibir mungil Anggi dan mulai melumati pentil kirinya yang tegang mengacung sambil tangan kiriku meremas susu kanannya yang bebas.

“Aaahhh….ssshhhhh enaaak teruuss ya…”katanya sambil merabai kontolku yang ngaceng.Setelah agak lama aku mengerjai susunya secara bergantian lalu tanganku mulai melorotkan celana selutut ketat hitam Anggi hingga Anggi telanjang bulat karena Anggi tidak memakai celana dalam(biasanya Anggi memakai celana ketat itu sebagai ganti celana dalam).Tanganku segera menggosok gosok tempiknya yang mulai membasah pertanda Anggi sudah terangsang.Tempik Anggi sekarang kelihatan tebal dan dikanan kiri bibir tempiknya ada daging yang menyelaput tapi daging itu justru membuat enak jika disetubuhi.2 Jari tanganku aku masukkan kedalam lubang tempiknya lalu mengeluar masukkannya secara cepat seperti menyetubuhinya.

“Aahhh…shhhhh sakiiit jangan pakai jari dong”katanya sambil tangannya memegangi lenganku kesakitan.Aku tak peduli hingga tempiknya berdarah menganai jariku.Setelah sadar tempik Anggi berdarah aku menghentikan jariku dan melihat Anggi menangis sambil tiduran.

Aku segera saja naik ketubuh Anggi dan mengarahkan kontolku yang tegak mengacung acung kearah tempiknya yang merah merekah segar sekali kelihatannya.Sleeeepp..kontolku masuk perlahan lahan

“Ukhhh pelan pelan aja yah”katanya lalu aku mulai menggerakan pantatku maju mundur memompa tempiknya.

Terasa nikmat,licin,geli bercampur jadi satu menjadi sensasi setubuh anak anak yang membuat kami ketagihan.Kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama sama melepaskan pejuh kami.

“Akhhh…Anggi samapi nih..serr…serr..serrrr…seerr”teiakan Anggi nyaring dan kurasa ada aliran hangat melumuri kontolku.Lalu aku merasa kontolku semakin mengeras dan ingin memuncratkan air surga.

“Nggiiiii….emut kontolku aku mau pipis sayang”kataku lalu mencabut kontolku dari tempiknya.Crroootttt….crrootttt….croottt lalu Anggi melumat � kontolku hingga pejuhku habis keluar.

“mhhh enak sekali pejuhmu”katanya sambil mengocok ngocok kontolku mencari sisa air pejuhku.

“Udah dong Nggi”kataku lalu memasukkan lagi kontolku ketempiknya dan memangku Anggi ditikar gubuk duduk berpangkuan karena kontolku belum juga melemas.

“Belum lemes ya”katanya lalu mengambil kaosnya menutupi daerah kemaluan kami yang masih menyatu.

“Kenapa ditutup,kan nggak ada orang”kataku memakaikan kaosku ketubuhnya.

“Biar nggak saru”katanya kegenitan.Kami tetap menyatukan kelamin kami hingga Anggi tertidur dalam pelukanku tapi kontolku nggak mau lemes juga akhirnya aku diam menikmati remesan remesan lembut tempik Anggi pada kontolku.

Kami juga sering main bersama,berdua atau bertiga.Kadang dirumah Ita kadang dirumahku kadang dirumah Siska pacar kesatuku.

Aku dan Siska juga sering main seks diluar ruangan karena kami juga menyukai petualangan yang seru.Kami main di sekolahan juga pernah.

Dulu Siska dan aku bolos jam pelajaran berdua lalu kami sembunyi dikamar mandi yang letaknya memang agak tersembunyi dan tertutup.Pada saat dikamar mandi aku memeluk Siska dari belakang dan memasukkan tanganku kebaju seragamnya lalu meremas remas susunya dari luar kaos dalamnya dan diluar Bh mini Siska setelah puas aku membuka 3 kancing atas baju seragam Siska lalu aku mengangkat kaos Siska dan membuka kancing Bhnya lalu talinya aku tarik kekanan dan kekiri melewati bahu dan tangannya kemudian melepasnya singkatnya susu Siska tertutup tetapi hanya seragam dan kaos dalamnya.Lalu tanyanku menurunkan semua celanaku hingga celana dalamku sekalian menampakkan kontolku yang tegang mengangguk angguk minta dimasukin.Kemudian aku menurunkan celana dalam merah Siska tanpa melepas rok Siska.

Kemudian aku mendekati Siska dari belakang dan mengarahkan kontolku dari belakang(kami sudah sama sama nafsu).Sleeeepp…blesss aku langsung memasukkan kontolku terburu buru karena sempit waktu membuat kesakitan Siska.

“Aduuh pelan pelan dong Ndra,Siska sakit nih”katanya agak merintih

“Sorry Sayang aku terlalu nafsu nih”kataku lalu tanganku menyambar susunya yang menggelantung indah dibalik seragam dan kaos dalamnya.

Lalu aku mulai memaju mundurkan pantatku sambil tanganku berpegangan pada susunya dan meremasnya.

“Shhhh…ahhhh…shhhh…Ndraaaa aku sayang kamuuuu”kata Siska setengah merintih kenikmatan

“Siskaaaa aku juga,tempikmu sempiitt…nikmat Kaaaa”teriaku mengiringi kenikmatanku pada kemaluan kami.Sleeep…bleess…cplok..cplok…cplok irama persetubuhan kami sungguh indah hingga aku ketagihan.Kami melakukan posisi nungging itu lama sekali hingga kami sama sama sampai hampir bersamaan.

“Shhh…ahhh Ndra Siska sampai nih”katanya sambil kepalanya mendongak kebelakang.

“Iya Siska sayang aku juga sampai nih,didalam yah yaaaang”kataku lalu menghunjamkan kontolku dalam dalam ditempik Siska.

Seerr…serr..serr…croot…croot…croot kami keluar hampir bersamaan lalu aku mencabut kontolku dari tempik Siska.

Kontolku terlihat basah dari air mani kami dan air kenikmatan Siska.

“Ugh…Ndra enaak banget ya”katanya sambil membenahi bajunya tetapi Siska tidak memakai kembali Bh dan celana dalamnya tetapi dia menyuruhku menyimpanya lalu aku menyimpanya disaku celanaku.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Hot Pembantuku yang Masih Lugu

“Iya yang aku sampai ketagihan,omong omong kamu kok nggak pakai kembali celana dalammu dan Bhmu yang”kataku sambil memakai celanaku kembali.

“Nggak ah panas nih yang lagi pula aku malas lepas seragamku”katanya

Lalu kami duduk beristirahat ditepian sisi kamar mandi sambil menunggu jam pelajaran selesai sambil saling membelai kemaluan kami menikmati sisa kenikmatan yang tadi kami lalui.Setelah bel pelajaran kami masuk kekelas berdua kembali mengikuti pelajaran seperti biasa.Siska tidak banyak bergerak dari tempat duduknya karena dia tidak pakai celana dalam dan Bh dan aku segera menyimpan pakaian dalam Siska ketasku takut ketahuan.

Itulah petualangan seksku dengan cewek cewek kecil nan cantik yang membuatku ketagian.Dan kegiatan kami ini terus berlanjut sampai sekarang. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa 2016 Daun Muda Suka ke Club

Blog Sex Online 24 Jam Cerita Dewasa 2016 Daun Muda Suka ke ClubCerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Sex Panas Terhot Menikmati Sebuah KocokanCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Seorang anak laki-laki masuk ke dalam suatu klub sex rahasia yang mempromosikan hubungan seks antar saudara, tetapi hanya setelah telah berhubungan kelamin saudarinya.

cerita sex, cerita sex daun muda, cerita sex di clubbing, cerita sex club, cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex abg, cerita sex hot, cerita dewasa
Ilusi Foto Bugil Igo ABG Yang Suka Clubbing

Cerita sex paling menyentuh – Joseph telah lama menantikan malam ini. Semua orang selalu membicarakan tentang klub itu tetapi tak seorangpun akan mekatakan secara persisn apa yang ada di dalam klub itu. Banyak issue yang mengatakan bahwa sering diadakan pesta sex liar untuk anggota klub.

Pada usia ke 15, ia telah banyak memikirkan masalah sex. Ia juga telah banyak menjumpai para anggota yang susianya sebaya dengannya atau sedikit lebih muda. Malam ini dia berniat untuk mendaftar ke dalam klub itu. akhirnya ia akan menemukan apa yang selama ini diperbincangkan orang.

Tak seorangpun akan menceritakan kepadanya tentang maksud mereka masing-masing. Bermacam-Macam pikiran jelek timbul dikepalanya ketika dia sedang duduk menunggu diluar ruang pertemuan itu. Sampai kemudian mereka memanggilnya untuk masuk keruang tersebut. Ruangan pertemuan itu terletak diluar ruang tidur pimpinan club.

Bacaan sex menarik: Cerita Sex Sebuah Pijatan Mbak Tum Bikin Horny

Ia bisa dengar pergerakan dan tertawa genit yang berlangsung di dalam kamar tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara wanita seperti itu. Ia melihat pada dirinya sendiri. Ia telah mengenakan pakaian persis seperti apa yang telah diperintahkan; sepasang celana dan kemeja, dan telanjang kaki tanpa mengenakan sepatu.

Shelly adiknya yang berusia 13 tahun melihatnya ketika dia pergi dan bertanya mau pergi kemana. Dia hanya mengatakan kepadanya agar tidak mencampuri urusannya dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun kepada adiknya yang cerewet itu.

Gagasan untuk melakukan pembuatan itu datang dari para tetangganya. Ia pikir sebaiknya segera bangun dan metinggalkan tempat itu. Akan tetapi sudah terlambat, piintu telah terbuka dimana Ralph. Sang pemimpin muncul dihadapannya. Ia berdiri dengan mengenakan celana pendek memegang topeng Halloween plastik. Ralph kemudia menghampirinya.

“Buka pakaianmu dan pakai ini.” katanya sambil memberikan topeng itu.

Joseph tidak dapat menolak. Tapi dia ragu-ragu untuk melepas semua pakaiannya. Ada orang lain disana yang bisa melihatnya telanjang bulat. Tidak pernah sebelumnya ada orang yang melihatnya telanjang, kecuali, dia duga suatu ketika Shelly pernah mengintipnya, tapi dia adalah adiknya sehingga tidak pernah diperhitungkan.

Ralph melihat keraguannya.

“Jika kamu tidak ingin masuk klub, aku tidak memaksanya.”

“Tidak, aku benar-benar ingin masuk,” kata Joseph segera sambil melepas bajunya.

Ralph tersenum melihatnya. “Bagus, segera buka pakaianmu dan pakai topeng.”

Joseph segera melepas semua pakaiannya, ia tidak ingin mengambil resiko buat keanggotaan klubnya. Kemudian dia berdiri didepan Ralph tanpa sehelai benangpun kecuali topeng.

Ralph melihat kebawah kearah lemaluan Joseph dan tersenyum kecil,

“Kita akan memperbaikinya segera, ayo masuk kedalam!”

Joseph mengikuti sang pemimpin masuk kedalam kamarnya. Laki-laki anggota klub lainnya ikut masuk, Ada 7 orang didalam kamar itu, semuanya hanya memakai celana pendek. Dan dia segera melihat bahwa diatas tempat tidur ada anak lain yang juga memakai topeng, dan selimut menutupi tubuhnya sehingga dia tidak tahu siapa dia.

“Ini ujian buatmu!” kata Ralph.

Joseph melihat kearah sang pemimpin yang berjalan ke tempat tidur. “Kamu harus lakukan apa yang kita perintahkan. Pertama, kepada semua diruang ini, kalian tidak boleh berbicara apa-apa sampai semuanya selesai.”

Ralph memegang ujung sudut selimut dan pelan-pelan menariknya. Joseph segera dapat melihat kemulusan kulit yang hanya dimiliki seorang gadis. Kemudia ketika ia melihat dengan jelas sepasang bukit dada kecil yang menggairahkan, penisnya pun segera bangkit. Ia merasa batang penisnya menjadi lebih keras dan lebih keras lagi ketika melihat semakin banyak bagian tubuh telanjang anak gadis itu. Gadis cilik itu tiba-tiba merasa malu dan segera menutup sepasang buah dada kecilnya itu dengan lengan tangannya.

“Kamu harus tetap terbuka jika kamu ingin masuk kedalam klub.” Kata Ralph yang dapat didengar oleh Joseph dengan jelas.

Dan gadis cilik itupun segera menurunkan tangannyanya. Joseph tiba-tiba mernysadari bahwa ia bukan satu-satunya yang akan diproses masuk ke dalam klub malam ini.

“Kemari kamu.” Kata Ralph kepada Joseph.

Joseph segera mendekat dan berdiri disamping Ralph sehingga langsung berhadapan dengan tubuh telanjang itu. Dari lekukan tubuhnya itu menunjukan dengan bahwa tubuh anak gadis itu baru mulai berkembang. Joseph benar-benar terpesona melihat tubuh yang sangat menggairahkan ini. Ini adalah juga untuk pertama kalinya ia melihat seorang anak perempuan yang telanjang secara nyata. Ia merasa akan orgasme hanya kerena melihat kemolekan tubuh gadis cilik ini.

Ralph cukup waspada dengan keadaan Joseph. Dia tidak mau membiarkan terjadinya kegagalan pada proses upacara ini, maka segera memberi instruksi yang berikutnya nya. “Aku ingin kamu segera orgasme diatas dadanya.”

Kedua-duanya Joseph dan anak perempuan saling berpandangan dengan shock.

“Well, kamu sudah berjanji akan mengikuti perintah kami, segera lakukan itu!” Joseph memang sudah merasakan bahwa penisnya sudah berdenyut-denyut nikmat sebagai tanda bahwa orgasmenya sudah tidak lama lagi, segera mengangguk kearah sang pemimpin, kemudian kembali melihat kearah tubuh anak gadis cilik yang sangat menggairahkan itu, sambil menggusap-usap batang penisnya.

Si gadis cilik cuman bisa diam terbengong-bengong tidak tahu harus melakukan apa. Dan gadis itu mulai tegang dan terangsang melihat anak laki-laki asing yang sedang melakukan onani didepanya. Tanpa disadarinya, tanganya mengusap-usap kulit tubuhnya yang mulus, dan beberapa saat kemudian beberapa kali semburan yang cukup kuat dari sperma Joseph menimpa sepasang bukit dadanya yang baru mulai mengembang itu.

Kejadian itu membuatnya jijik dan sekaligus menggairahkan perasaan birahi gadis cilik ini. Cairan sperma berwarna putih susu yang kental, liat dan lengket itu sepertinya membuat gairah gadis cilik ini semakin membara, juga kepada anak laki-laki asing yang demikian bergairah sehingga orgasme hanya karena melihat tubuhnya yang telanjang bulat itu.

“Ambil sperma itu dan usap-usapkan ke vaginamu sampai kamu juga orgasme.” Perintah Ralph pada gadis cilik itu. Sekali lagi keduanya terkejut dan saling pandang. Gadis cilik itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi segera dipotong Ralph. “Ingat instruksi yang pertama, tidak ada yang boleh bicara!”

Pertama-tama gadis cilik itu benar-benar shock, akan tetapi kemudian mulai menhikuti perintah Ralph dengan patuh; meraup cairan sperma didadanya dan mengusapkannya ke vaginanya dan digosok-gosokkannya ke celah-celah vaginanya. Dia memang pernah melakukan onani seperti tu, kadang-kadang juga dengan menggunakan minyak baby oil, tapi tidak pernah terbanyang dalam pikirannya bahwa dia akan menggunakan cairan sperma untuk beronani sampai orgasme. Perasaan malu, takut dan bergairah saling berpacu dalam diri gadis cilik ini tapi segera dilupakannya, dia segera berkonsentrasi untuk membuatnya mencapai orgasme tanpa perduli lagi bahwa hal itu bisa membuatnya hamil.

Joseph juga benar-benar menikmati proses untuk orgasme gadis cilik itu. Penisnya dengan cepat bangkit lagi. Ia kembali mengocok-kocok batang penisnya lagi, tetapi Ralph segera mencegahnya. Joseph jadi gelisah dengan berkobarnya kembali gairah seksualnya, tapi dia menuruti perintah Ralph sambil menikmati pemandangan menggairahkan dari sesosok gadis cilik dihadapannya itu.

Gadis cilik itu sampai menggigit bibirnya untuk menahan agar dia tidak mengeluarkan suara. Gejolak gairah seksualnya benar-benar telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuhnya bergetar ketika setapak-demi setapak dia mencapai puncak orgasmenya.

“Perhatikan baik-baik,” kata Ralph kepada Joseph. “Usahakan sekuatnya untuk menahan spermamu sampai waktunya nanti kau masukkan kedalam vaginanya dan jadilah ayah dari anak bayimu.”

Pernyataan Ralph semakin meningkatkan gairah seksual gadis cilik itu sehingga akhirnya dibarengi dengan keluhan agak keras, tubuh gadis cilik itu mengejang dan bergetar ketika dia mencapai puncak orgasmenya. Beberapa saat kemudia tiubuh itu tergoleh lemas.

“Sekarang aku ingin kamu mengambil keperawanannya seperti juga dirinya mengambil keperjakaanmu.”

“Hah?” seru gadis cilik dari balik topengnya. Matanya melotot lebar ketakutan.

Joseph tidak berkata apa-apa selain memandang Ralph dengan penuh keraguan. Ralph hanya mengibas-ngibaskan jarinya pada mereka berdua dan berkata lagi, “Kamu benar-benar ingin di menjadi anggota klub, ya kan?” kedua pasang remaja cilik itupun saling pandang dan kemudian mengangguk hapir bersamaan.

Gadis cilik segera membuka pahanya, yang memberikan tanda kepada Joseph bahwa dia sudah siap. Joseph melihat vagina cilik itu berkilat basah oleh cairan spermanya. Pemandangan itu benar-benar semakin meningkatkan gairahnya, sehingga dengan ragu-ragu diusapnya dengan lembut bagian paling rahasia dari gadis cilik ini. Mereka saling pandang, tapi masing-masing tidak bisa melihat perubahan mimik wajah mereka yang tertutup topeng.

Selama ini Joseph tidak pernah menyentuh seorang gadis, ini pengalaman pertamanya bersama gadis cilik ini, demikian pula si perawan cilik ini. Benar-benar detik-detik yang sangat mendebarkan buat keduanya ketika penis Joseph ditempelkan dan ditekan di gerbang liang kecil vagina itu. Tubuh mereka berdua bergetar seiring dengan deru napasnya yang semakin cepat. Sampai Gadis cilik itu mengerang tertahan ketika pelahan-lahan ujung penis Josep yang bulat melesak masuk keliang sempit itu.

Joseph juga mengerang pelan ketika merasakan jepitan kuat diujung penisnya. Pemuda itu jadi semakin bersemangat menekan penisnya sampai tiba-tiba dia merasa ujung penisnya menabrak dinding keperawanan gadis cilik itu. gadis cilik ini ternyata juga masih perawan tulen seperti juga dirinya.

Joseph benar-benar berjuang keras, disamping berusaha keras menjebol keperawanan gadis cilik ini, dia juga berusaha sekuat tenaga menahan agar spermanya tidak muncrat dulu sebelum menyelesaikan tugasnya. Ini benar-benar perjuangan sulit buat Joseph, karena jepitan dinding vagina gadis cilik itu begitu kuatnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang sangat luar biasa, yang benar benar tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Gadis cilik itu juga merasakan perasaan yang serupa. Disamping rasa sakit, dia juga merasakan kenikmatan yang teramat luar biasa sehingga dia tidak mampu lagi menahan diri untuk tidak desisan dan rintihan nikmat yang keluar dari mulutnya. Pinggulnya sampai terangkat-angkat menahan gempuran penis Joseph.

Sesaat Joseph menghentikan gerakannya. Dia perlu konsentrasi sejenak untuk segera menyelesaikan tugasnya. Mereka saling pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Joseph melihat sorot mata gadis cilik ini memohon dengan amat sangat agar dia segera menuntaskan tugasnya. Perawan cilik ini benar-benar sudah pasrah sepenuhnya untuk menyerahkan keperawanannya apapun yang terjadi.

Joseph menarik sedikit ujung penisnya, kemudian dengan tanpa memberikan aba-aba dia tekan dengan cepat dan kuat penisnya, tembuslah benteng keperawanan gadis cilik ini. Pemuda ini tidak tega memandang mata gadis cilik ini, dia yakin pasti gadis ini merasakan kesakitan, tapi ini adalah cara yang terbaik yang bisa diusahakan. Joseph pun terus menekan penisnya sehingga seluruh batang penisnya tenggelam kedalam liang perawan itu.

Gadis itu sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan rasa sakit yang dideritanya, dengan penuh semangat dipeluknya tubuh pemuda itu, pinggullnya digerakkan kekiri dan kekanan mengimbangi gerakan Joseph, sesaat kemudian keduanya menjerit keras hampir bersamaan ketika keduanya mencapai puncak orgasmenya yang paling dasyat. Joseph merasakan betapa spermanya berkali-kali menyemprot kuat didalam liang perawan itu.

Kemudian kedua remaja cilik ini terkulai sambil berpelukan. Mereka dengan jelas mendengar dengan jelas betapa napas pasangannya masih memburu seperti baru selesai lari marathon.

Joseph terkejut ketika melihat sekeliling, Ralph sekarang sudah telanjang bulat sedang ngentot adiknya Cathy dengan buasnya, demikian pula anggota klub lainnya juga sedang ngentot dengan pasangannya masing-masing yang dia kenal sebagai keluarga mereka sendiri.

Tanpa dapat menahan diri lagi, Joseph melepas topengnya sambil berseru, “Apa yang sedang terjadi disini?”

“Joseph?” jerit tertahan gadis cilik dibawahnya. Suara itu begitu sangat dikenalnya.

Dengan penis masih tertanam penuh diliang vagina gadis dibawahnya ini, dia buka topeng gadis ini. Ternyata dia adalah Shelly, adik perempuannya sendiri yang baru berusia 13 tahun. Dia benar-benar tidak memimpikannya untuk berhubungan sex dengan adiknya sendiri.

“Shelly!” hanya itu yang bisa muncul dari mulutnya. Kedua bibir mereka kemudian saling berciuman, saling mengunci dan menghisap dengan ganas, tangan-tangan mereka saling mengelus, meraba dan mengusap ketubuh pasangannya. Joseph merasakan penisnya langsung tegang lagi, dan kembali pinggulnya digerakkan naik-turun. Shelly juga menjadi demikian bergairah, bahkan lebih dari tadi ketika pemuda itu memerawaninya. Dipeluknya tubuh kakaknya dengan penuh kasih sayang, dan pinggulnya digerakkan kekiri-kekanan lebih cepat mengimbangi gerakan pinggul kakaknya.

Kemudian mereka kembali tenggelam dalam arus birahinya, berhubungan intim dengan ritme yang lebih menggelora. Shelly sampai orgasme empat kali lagi sebelum Joseph mencapai orgasmenya yang ketiga. Mereka benar-benar lupa akan keadaan sekelilingnya, dimana semua anggota klub juga sedang berhubungan intim dengan pasangannya masing-masing yang sekaligus juga keluarganya mereka sendiri.

Bacaan sex top: Cerita Sex Panas Terhot Menikmati Sebuah Kocokan

Tapi Joseph dan shelly melakukannya bukan hanya karena dorongan nafsunya, keduanya juga saling mengasihi dan mencintai sepenuh hatinya.

“Ini adalah rahasia terbesar dari klub ini!” kata Joseph kepada adiknya.

“Ya.” Jawab Shelly, “Ini juga merupakan rahasia terbesarku, karena akhirnya aku bisa memberikan kasih sayang dan cintaku kepadamu, Joseph.”

Katanya sambil mengerling manja dan penuh kasih sayang.. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Bokep Hot Fantasi Nikmat di Akhir Pekan

Blog Sex Dewasa Online Cerita Bokep 2016 Fantasi Nikmat di Akhir Pekan – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Sex Panas Terhot Menikmati Sebuah KocokanCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Aku dan istriku tak pernah memiliki apa yang anda biasa sebut dengan kehidupan seks yang menarik. Saat kami melakukan seks, biasanya hanya dalam posisi yang wajar saja. Irama kehidupan seks kami yang boleh kukatakan membosankan itulah, aku mulai berfantasi tentang ‘hal dan orang lain’. Untuk bahan fantasiku, aku membiasakan menonton film porno di malam hari setelah semua orang di rumah tidur.
cerita nikmat 2016, cerita sex igo, cerita sex indo, cerita dewasa indonesia, cerita akhir pekan nikmat, fantasi sex
Cerita Bokep 2016 Fantasi Nikmat di Akhir Pekan
Yang mengejutkanku, kebanyakan film porno itu selalu melibatkan seorang gadis muda. Dalam usia kepala tiga, aku tak pernah memikirkan wanita yang lebih muda sampai aku menyaksikan film-film itu. Aku sadar kalau ternyata gadis-gadis muda sangatlah panas.
Hal lain yang menarik perhatianku adalah kenyataan kalau permainan lesbian sangat populer. Aku mulai tertarik dengan gadis muda yang mencumbui vagina gadis muda lainnya yang lembut, basah, dan biasanya tak berambut.
Melihat film-film itu untuk berfantasi mulai mengubah kehidupanku. Aku mempunyai tiga orang anak gadis yang beranjak remaja. Aku mulai memperhatikan mereka, kulihat cara mereka berpakaian, cara jalannya, dan segala tingkah laku mereka. Mereka menjadi obsesiku sendiri! Kuamati lebih detil saat mereka bangun pagi untuk melihat putingnya yang mengeras di balik pakaian tidur mereka. Kunikmati puting mereka yang terayun saat mereka berjalan-jalan dalam rumah. Aku terus mengamati mereka sampai semuanya beranjak menjadi seorang gadis muda yang sempurna.
Yang tertua adalah Irma. Dia mempunyai puting yang paling besar, branya mungkin D-cup atau lebih besar. Dia sesungguhnya tak terlalu cantik, tapi enak dipandang. Aku yakin teman-teman cowoknya banyak yang memperhatikan dadanya. Irma juga mempunya pantat yang kencang dan besar. Tapi meskipun dia yang paling tua di antara saudara-saudaranya, dia sering bertingkah seperti gadis berusia separuh umurnya.
Yang paling muda Tia. Tia mungkin yang paling cantik di antara ketiganya. Masalahnya adalah dia pemalas, hanya duduk dan tak mengerjakan apa pun sepanjang waktu. Jadi pantatnya menjadi melebar..? Putingnya baru mulai tumbuh. Dan di samping itu dia tomboy, aku jadi mempertanyakan jenis kelaminnya. Dia lebih suka berada di antara cowok daripada cewek.
Eva yang di tengah, di antara anak-anakku, bentuk tubuhnya lah yang terbagus. Bagiku, dia mempunyai tubuh dalam fantasiku. Dia memiliki tubuh yang sempurna dengan bra B-cupnya, atau C-cup kecil. Rambutnya yang panjang hingga melewati bahunya, dan matanya selalu nampak mempesona. Masalahnya dia yang paling bandel. Selalu membuat masalah. Dia juga sadar kalau dia punya tubuh yang bagus dan selalu memakai pakaian yang memperlihatkan hal itu. Di antara anak-anakku, Eva lah yang jadi bahan fantasi utamaku. Setiap kali aku menyetubuhi istriku, Eva lah yang ada dalam benakku!
Kisah ini bermula dengan Irma dan temannya Cindy. Cindy setahun lebih muda, tapi mereka sangat akrab. Cindy selalu menginap di rumah kami setidaknya sekali sebulan. Cindy sangat kurus, dadanya kecil, tapi sangat manis.
Suatu malam saat Cindy menginap, aku mulai melihat film porno seperti biasa. Suaranya kumatikan jadi aku dapat mendengar kalau ada orang yang mendekat. Lagipula aku dengar suara berisik dari kamar Irma. Kupikir mereka sedang sibuk dengan urusan gadis remaja dan begadang sampai pagi ngomongin tentang cowok dan sekolah, atau apapun yang menjadi urusan gadis seusia mereka. Entah bagaimana suara yang kudengar tak lagi seperti orang yang sedang ngobrol. Kadang kudengar suara erangan.. Yang lama-lama cukup keras juga.
Aku mendekat ke pintu kamar Irma dan lebih mendengarkan apa yang tengah terjadi. Dan benar! Itu suara erangan dan cukup berisik! Kalau saja pintunya tak tertutup pasti kedengaran sampai luar dengan jelas. Lalu aku dengar teriakan kenikmatan.
Kudorong pintunya sedikit terbuka. Apa yang kulihat didalam sangat mengejutkanku. Cindy dan Irma berbaring di lantai dengan Tia diantara mereka. Kepala Cindy berada diantara paha Irma dan kepala Tia ada di sela paha Irma..
Setelah mataku dapat menyesuaikan dengan kegelapan kamar itu, kulihat dada Irma bergerak naik turun dengan cepat karena nafasnya. Putingnya ternyata lebih besar dari yang kubayangkan. Tangannya memelintir putingnya sendiri saat Cindy menjilati kelentitnya dan dua jarinya yang terbenam pada vagina Irma. Mata Irma terpejam dalam kenikmatan yang diberikan Cindy.
Aku terus memperhatikan mereka hingga paha Irma mencengkeram kepala Cindy dan terlihat sepertinya dia akan ‘memecahkan’ putingnya sendiri saat dia mendapatkan orgasmenya pada wajah Cindy. Kelihatannya Cindy juga telah orgasme dalam waktu yang sama, karena dia mengangkatkan kepalanya dari paha Irma dengan cairan vagina yang menetes jatuh di pipinya seiring dengan tubuhnya yang mengejang dan kudengar sebuah umpatan keluar dari bibirnya. Aku terkejut mundur saat kurasakan ada tubuh yang menekan punggungku. Saat kutengok, kulihat Eva sedang berdiri di depanku. Eva memandangku dengan mata indahnya dan bertanya..
“Apa Papa menikmatinya?” lalu dia melihat ke bawah dan meremas penisku yang sudah keras.
“Tak perlu dijawab, aku bisa lihat dan rasa Papa menikmatinya.”
“Kenapa Papa tak lepas saja celana Papa dan bergabung dengan kami?” tanyanya bersamaan dengan tangannya yang bergerak masuk dalam celanaku dan mulai meremas penisku dengan pelan.
Dan sepertinya aku tak menginginkan hal lain selain ikut bergabung dengan anak-anakku, tapi..
“Papa nggak bisa, Mama kalian akan membunuh Papa.” Aku dengar suara Irma saat aku mulai menjauhi mereka.
“Papa nggak tahu apa yang Papa lewatkan!”
Sedihnya, aku tahu apa yang telah kulewatkan. Aku telah melewatkan kesempatan untuk mendapatkan tak hanya satu, tapi empat gadis muda yang panas. Fantasiku hampir saja jadi nyata.
Aku pergi ke kamarku dan berbaring disamping isteriku. Biasanya saat aku dan isteriku melakukan hubungan seks terasa hambar. Kali ini saat aku merangkak ke atas tubuhnya, kusetubuhi dia dengan keras dan cepat. Aku keluar dalam beberapa menit saja, baru saja kukeluarkan penisku..
“Bagaimana denganku?” kudengar isteriku bertanya dan memegang penisku yang masih keras.
Dia bergerak naik di atasku dan segera memasukkan kembali penisku dalam vaginanya. Ini pertama kalinya dia berinisiatif. Dan kupikir ini juga pertama kalinya dia di atas. Isteriku bergerak naik turun dan dapat kurasakan tangannya yang mempermainkan kelentitnya saat dia bergerak diatasku.
Melihat isteriku yang berusaha meraih orgasmenya membuatku terangsang kembali. Kuremas payudarnya, kubayangkan yang berada dalam genggamanku adalah milik Irma. Kupelintir putingnya diantara jariku, keras dan lebih keras lagi, tak mungkin menghentikan aku. Dia menggelinjang kegelian, tangannya semakin menekan kelentitnya. Ini pertama kalinya kurasakan cairan vagina isteriku menyemprot padaku. Orgasmenya kali ini terhebat dari yang pernah didapatkannya. Aku jadi berpikir apa dia benar-benar puas dengan kehidupan seks kami sebelumnya.
Isteriku mulai melemah. Aku belum keluar kali ini, jadi kugulingkan tubuhnya kesamping dan segera menindihnya. Langsung kuhisap putingnya dengan bernafsu. Kusetubuhi dia dengan kekuatan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku mulai merasakan orgasmeku akan segera meledak. Saat puncakku semakin dekat, kugigit putingnya sedikit lebih keras, yang membawanya pada orgasmenya. Dan saat kurasakan dinding vaginanya berkontraksi pada penisku, kutembakkan spermaku jauh didalam tubuhnya untuk kedua kalinya dalam tiga puluh menit ini. Kuturunkan tubuhku dari atasnya.
“Tadi sungguh hebat” kata isteriku.
“Seharusnya kamu lebih sering seperti tadi.”
Saat aku bangun keesokan harinya, isteriku sudah tak ada di sampingku. Tiba-tiba kejadian tadi malam kembali terbayang. Kupejamkan mataku menikmatinya dan tanganku bergerak kebawah mulai mengocok penisku yang mengeras. Aku hampir saja mendapatkan orgasmeku saat kudengar..
“Kenapa Papa tak membiarkan kami saja yang melakukan untuk Papa?”
Kubuka mataku segera dan terkejut saat melihat Irma dan Cindy berdiri di pintu kamarku. Orgasmeku tak dapat kucegah seiring dengan bayangan wajah Cindy yang belepotan dengan cairannya Irma yang melintas di benakku.
“Ups, terlambat!” kata Irma saat mereka meninggalkan kamar.
Aku langsung bangkit dan segera mandi. Aku hampir selesai mandi saat tiba-tiba isteriku membuka pintu kamar mandi dan menyelinap masuk.
“Anak-anak sudah pergi. Ayo bersenang-senang.”
Isteriku berjongkok di depanku dan memasukkan penisku yang masih loyo ke mulutnya. Penisku mulai membesar dalam mulutnya karena rangsangan lidahnya yang bergerak liar. Penisku makin membesar dan kurasakan kepala penisku meluncur masuk ke tenggorokannya. Dia tak menariknya keluar dan bibirnya semakin ditekankan ke rambut kemaluanku. Lalu kurasakan dia mulai menelan, gerakan tenggorokannya serasa ombak hangat yang basah pada penisku. Dan hal ini pertama kalinya bagi kami juga. Rasanya sungguh dahsyat, sesuatu yang belum pernah kualami. Isteriku mempunyai keahlian yang disembunyikan dariku.
Pelan-pelan dikeluarkannya penisku dari tenggorokannya lalu dimasukkannya lagi seluruhnya. Dia menatapku dengan penisku yang terkubur dalam mulutnya dan dengan pelan dikeluarkannya lagi.
“Kamu menyukainya sayang?” tanyanya.
Sebelum aku dapat menjawabnya dia melakukan hal itu lagi, menelanku seluruhnya. Dia mulai menggerakkanya keluar masuk dalam mulutnya, dan tetap memandangku saat dia melakukan itu. Isteriku mulai menaikkan temponya hingga aku tak dapat menahannya lebih lama lagi saat tiba-tiba dia berhenti..
“Hei, hei, tunggu dulu bung. Belum waktunya. Lubangku yang lain perlu dimasuki, tahu.” katanya.
Isteriku berdiri dan berputar. Dia membungkuk di depanku, merapatkan pantatnya padaku. Penisku terjepit di lubang anusnya maka kuarahkan pada vaginanya.
“Siapa suruh mengalihkan senjatamu?” tanyanya.
“Kembalikan ke tempat semula!”
Dia meraihnya dan lalu mengembalikan penisku ke anusnya, sesuatu yang pernah kulakukan sebelumnya, tapi tidak dengannya. Pelan-pelan dia mendorong pantatnya ke belakang. Kulihat barangku jadi bengkok karena tekanan itu, kepala penisku mulai membelah lubang anusnya, tapi belum masuk. Kemudian tiba-tiba masuk begitu saja, hanya kepalanya saja.

Dia mengerang. Lalu, dia terus menekan ke belakang dan memperhatikan aku memasukkan batang penisku seluruhnya. Aku tak dapat menolak rangsangan ini, kuraih pinggangnya dan mendorong lebih keras lagi untuk memastikan aku telah memasukinya seutuhnya. Kuputar pinggangku, memastikan dia dapat merasakan setiap mili senjataku didalamnya, aku terpukau akan pemandangan penisku yang terkubur dalam lubang anusnya. Lalu perlahan aku bergerak mundur.

Saat hampir seluruhnya keluar kemudian kutekan lagi ke depan. Berikutnya aku benar-benar keluarkan penisku dan menggodanya, mengoleskan kepalanya saja pada lubang anusnya. Lalu benar-benar kusingkirkan menjauh dan melesakkan batang penisku kembali kedalam lubang anusnya. Aku bergerak maju mundur dengan cepat. Pelan, cepat, pelan dan keras. Tak terlalu lama orgasmeku mulai naik. Dia pasti dapat merasakannya karena dia mulai memainkan tangannya pada vaginanya, berusaha untuk meraih orgasmenya sendiri. Untung saja dia mendapatkannya sebelum aku.

Saat kurasakan orgasmenya segera meledak, aku bergerak semakin liar. Pantatnya bergoyang dalam setiap hentakan. Dia mulai mengerang dengan keras seiring hentakanku terhadapnya. Tak kuhentikan gerakanku saat orgasme merengkuhnya, milikku segera datang! Kudorong diriku sejauh yang kubisa dan membiarkan spermaku bersarang dalam lubang anusnya. Isteriku berteriak saat orgasme datang padanya secara berkesinambungan seiring ledakan spermaku yang kuberikan padanya. Akhirnya, aku selesai, tapi dia mendapatkan orgasme sekali lagi saat kepala penisku keluar dari jepitan lubang anusnya.

Isteriku membersihkan tubuhku lalu mendorongku keluar dari kamar mandi. Aku melangkah ke kamar kami dan berganti pakaian. Baru saja aku selesai memakai pakaian saat isteriku keluar dari kamar mandi dan muncul dalam kamar.

“Tadi benar-benar indah” katanya.

“Mungkin kita harus mengulanginya lagi nanti. Sekarang keluarlah dan nonton TV.”

Anak-anakku, tanpa Cindy pulang tak lama kemudian. Semuanya bertingkah normal. Aku lihat pertandingan bola, dan mereka melakukan apa yang biasa mereka kerjakan di hari Minggu sore.

Sisa seminggu itu normal-normal saja. Gadis-gadis pergi ke sekolah dan Isteriku pergi kerja seperti biasanya. Tak ada seorangpun yang bicara atau menanyakan tentang kejadian minggu lalu. Isteriku terlalu letih tiap malamnya sepulang dia kerja. Anak-anakku juga bersikap seperti tak pernah terjadi apapun. Aku jadi mulai berpikir apakah itu hanya khayalanku atau aku bermimpi tentang itu?

Saat aku pulang kerja di hari Jum’at, anak-anaku meminta ijinku apa temannya boleh menginap nanti malam. Cindy ingin meghabiskan kembali akhir minggunya bersama kami dan Eva ingin temannya Ami bermalam juga. Aku suka Ami. Dia anggun. Kalau saja aku masih remaja, aku pasti akan mengajaknya kencan. Dia, seperti Eva, memiliki sosok sempurna. Bedanya Ami memiliki wajah yang dapat membuatnya dengan mudah jadi seorang model kalau dia mau.

Malam harinya semuanya pergi tidur lebih awal. Mereka benar-benar ingin lepas dari rutinitas hariannya, baik itu sekolah atau kerja. Saat kami bangun hari Sabtunya, semua orang memintaku untuk mengadakan pesta kebun. Maka, isteriku maengajak mereka semua pergi ke toko untuk belanja. Aku beristirahat sejenak kemudian pergi mandi. Ada kerjaan menungguku saat mereka pulang nanti.

Saat mereka akhirnya pulang, sepertinya mereka memborong semua barang-barang di toko. Aku bilang pada mereka kalau hanya aku saja yang memasak pasti tak akan selesai. Bisa kacau jadinya. Akhirnya mereka bersedia berbagi tugas. Dengan semua belanjaan yang mereka borong, memerlukan hampir dua jam untuk memasaknya. Badanku bau asap dan terasa sangat letih. Saat aku masuk kedalam rumah, tak ada seorangpun di ruang keluarga ataupun dapur.

“Hey! Dimana kalian?” teriakku, “Saatnya makan!”

“Ya!” kudengar jawaban dari kamar Irma. Tapi tak ada seorangpun yang datang untuk makan.

“Hey, kalian sedang apa sih? Apa nggak ada yang mau makan?” tanyaku jengkel.

“Ada!” kembali hanya jawaban yang kudengar dari kamar Irma.

Aku mendekat ke kamar Irma dan ternyata pintunya sedikit terbuka. Saat aku menengok kedalam, kulihat para gadis dengan berbagai posisi tanpa pakaian. Kudorong pintunya agar lebih terbuka.

“Apa yang kalian lakukan?”

“Sedang menunggu Papa.” Eva menjawab dan mendekat lalu menarik tanganku agar masuk.

“Kami membiarkan Papa minggu kemarin, tapi akhir pekan ini Papa tak akan dapat lolos dengan mudah.”

“Sudah Papa bilang. Mama kalian akan membunuhku!” tangkisku.

“Tidak, aku tak akan melakukannya!” kudengar suara isteriku saat kulihat dia mengangkat kepalanya di antara paha Irma.

“Gadis-gadis ini menginginkanmu! Bisa apa aku menolak mereka?”

Eva menarik tanganku ke tengah kamar. Baru kemudian aku sadar kalau dia tak mengenakan selembar benangpun. Kupandangi tubuhnya. Apa yang kusaksikan ini jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Payudaranya besar tapi kencang dengan putingnya yang menunggu untuk segera dihisap.

“Bisa apa aku menolak mereka?” pikirku saat aku rendahkan tubuhku dan mulai menghisap puting itu.

Kurasakan puting Eva membesar dalam mulutku, lalu kutaruh diantara gigiku dan mulai menggigitnya pelan. Saat aku sedang sibuk dengan itu kurasakan ada tangan yang menarik turun resletingku. Lalu tangan itu merogoh kedalam celana dalamku dan mengeluarkan penisku. Aku melihat ke bawah dan kudapati Ami sedang mengarahkan penisku ke mulutnya dan segera saja dihisapnya. Kutelusuri lekuk tubuh Irma dengan tanganku sampai pada vaginanya yang tak berambut, dan menyelipkan jariku padanya. Dapat kurasakan kehangatan dalam vaginanya dan basah saat jariki kutekankan masuk dengan pelan. Aku berusah untuk mendorongnya lebih dalam lagi, tapi terasa ada yang menahan gerakanku. Eva memandangku..

“Ya, Eva masih perawan, dan jari Papa adalah benda pertama yang memasuki vagina Eva. Eva harap penis Papalah yang kedua.” aku membungkuk dan mencium Eva, bibir kami seakan melebur bersama, sebuah ciuman yang sempurna.

Sementara itu, Ami masih mengoralku. Usahanya jelas berdampak padaku. Aku melihat kebawah, kepalanya bergerak maju mundur pada batang penisku. Aku tak ingin mengeluarkan sperma pertamaku dalam mulut Ami sedangkan ada pilihan lainnya. Vagina perawan Eva dihadapanku. Maka kukeluarkan penisku dari mulut Ami.

“Kita dapat melanjutkannya nanti.” kataku padanya.

Kudorong Eva ke tempat tidur, menindihnya dengan lembut. Kucium dia lagi lalu ciumanku bergerak ke sekujur tubuh telanjangnya. Kujilati lehernya, dan kutinggalkan bekas disana agar dia mengingat kejadian indah ini nantinya. Kemudian aku bergerak ke dadanya, menghisapi putingnya. Ini mengakibatkan beberapa lenguhan keluar dari mulutnya. Saat kugigit lembut putingnya dan punggungnya terangkat sedikit keatas karena terkejut. Lalu turun ke perutnya hingga akhirnya bermuara pada vaginanya yang tak berambut.

Kupandangi sejenak lalu kubenamkan hidungku pada celahnya. Aroma yang keluar dari vaginanya semakin membuatku mabuk. Saat kugantikan hidungku dengan lidah, akibatnya jadi jauh lebih baik lagi. Saat ujung lidahku merasakan untuk pertama kalinya hampir saja membuatku orgasme! Eva telah basah dan siap untuk aksi selanjutnya. Penisku membesar dan keras hanya dengan membayangkan apa yang segera menantiku didepan wajahku ini.

Ciumanku bergerak keatas dan berlabuh dalam lumatan bibirnya lagi seiring dengan kepala penisku yang menguak beranda keperawanannya. Eva mengalungkan lengannya dileherku dan menjepit pinggangku dengan kakinya saat aku berusaha untuk memasukinya lebih dalam lagi. Dapat kurasakan kehangatan yang menyambut kepala penisku. Aku tak dapat menahannya lebih lama. Eva sangat panas, basah dan rapat!

Pelan namun pasti kutingkatkan tekananku pada vaginanya. Dapat kurasakan bibirnya melebar menyambutku, ke-basahannya mengundangku masuk. Kehangatan vaginanya membungkus kepala penisku saat aku menyeruak masuk. Aku terus menekan kedalam dengan pelan meskipun aku ingin segera melesakkannya kedalam dengan cepat seluruh batang penisku. Akhirnya dapat kurasakan dinding keperawanannya, batas akhirnya sebagai seorang gadis untuk menjadi seorang wanita seutuhnya. Kupandangi dia tepat di mata.

“Sayang, ini akan sedikit sakit, tapi Papa janji sakitnya hanya sebentar saja.” kurasakan kakinya menjepit pinggangku lebih rapat saat aku merobek pertahanan akhirnya. Akhirnya jebol juga dinding itu.

“Aargh! Gila! Sakit, Pa!” katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Vaginanya mencengkeram batang penisku, ototnya bereaksi pada penyusup dan rasa sakit.

“Tenang sayang, sakitnya akan segera hilang.” dan kuteruskan menekan ke dalam sampai akhirnya terbenam semua di dalamnya. Aku diam sejenak, membiarkannya untuk beradaptasi.

“Gimana? Udah baikan?” tanyaku. Dia anggukkan kepalanya.

“Aku hanya merasa penuh, rasanya aneh. Tapi juga terasa enak berbarengan.”

Aku mulai menarik dengan pelan, hanya beberapa inchi, dan kemudian mendorongnya lagi dengan lembut. Aku khawatir menyakitinya, tapi dalam waktu yang sama aku tak ingin segera menembakkan spermaku. Aku ingin menikmati rasa vaginanya selama mungkin. Kurasa dia mulai dapat menikmatinya, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam.

Bacaan sex top: Cerita Hot Terkini Nikmatnya Mengintip ABG Cantik

Kupercepat kocokanku, menariknya hampir keluar dan menekannya masuk kembali dengan pelan, menikmati rasa sempit vaginanya pada penisku. Eva mulai memutar pinggulnya seiring hentakanku. Tempo dan nafsu kami semakin meningkat cepat. Kurendahkan tubuhku dan mencium lehernya dan bahunya. Tiap gerakan tubuh kami mengantarku semakin dekat pada batas akhir.

“Ya Pa! Ya! Rasanya Eva hampir sampai!”

“Papa juga sayang!” Dan kulesakkan ke dalamnya untuk yang terakhir kali. Menekan berlawanan arah dengannya mencoba sedalam mungkin saat kuledakkan sperma semprotan demi semprotan kedalam vaginanya. Dapat kurasakan cairan kami bercampur dan meleleh keluar dari vaginanya menuju ke buah zakarku.

Tubuh Eva bergetar di bawahku, tangan dan kakinya mendorongku merapat padanya. Pelan kutarik dan kudorong lagi semakin dalam padanya saat persediaan spermaku akhirnya benar-benar kosong. Kutatap matanya lalu menciumnya.

“Eva, ini adalah seks terbaik yang pernah Papa dapatkan.” aku lupa kalau kami tak sendirian dikamar ini.

“Aku dengar itu!” kata isteriku.

“Kita akan lihat apa kita bisa mengubah anggapanmu itu!”

Dengan para gadis-gadis itu dalam kamar ini, aku sadar ‘kesenanganku’ baru saja akan dimulai. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat

Cerita Nyata Dewasa Cinta Seorang Baby Sitter

Blog XXX Online Terbaru 2016 Cerita Nyata Dewasa Cinta Seorang Baby Sitter – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Hot Terkini Nikmatnya Mengintip ABG CantikCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Ini pengalamanku 4 Tahun lalu. Malam telah larut dan jam telah menunjukan pukul 9 malam. Sedari siang tadi kakakku bersama suaminya menghadiri pertemuan sebuah Network Marketing dan diteruskan dengan pertemuan khusus para leaders.

cerita sex baby sitter, foto baby sitter bugil, cerita dewasa baby sitter, foto baby sitter tercantik, foto baby sitter igo, foto bokep baby sitter, foto porno baby sitter, kisah nyata baby sitter di perkosa
Cerita Nyata Dewasa Cinta Seorang Baby Sitter

Untuk menghilangkan suntuk, aku connect ke internet dan berbagai macam situs aku buka, seperti biasa pasti terdapat banyak situs porno yang asal nyrobot. Biasanya aku langsung close karena aku enggak enak dengan kakakku, tetapi malam ini mereka tidak ada dirumah, hanya bersama dengan seorang baby siters keponakanku, namanya Imah baru berumur 18 Tahun dan berasal dari Wonosobo. Memang agak kolotan dan dusun sekali, tetapi kalau aku perhatikan lagi Imah memiliki body yang lumayan bagus dengan wajah yang tidak terlalu jelek.

Kami biasa mengobrolkan acara tivi atau terkadang Im-im (panggilan Imah sehari-hari) aku ajari internet meskipun hasilnya sangat buruk. Entah kenapa malam ini keinginanku untuk melihat situs porno sangat besar dan libidoku naik saat aku lihat foto-foto telanjang di internet, tanpa aku sadari Im-im keluar dari kamar dan berjalan ke arahku entah sudah berapa lama dia berdiri disampingku ikut memperhatikan foto-foto telanjang yang ada di monitor komputer.

“Apa enggak malu ya..?” tanya Im-im yang membuatku kaget dan segera aku ganti situsnya dengan yang “normal”. Dengan berusaha tenang, aku minta Imah mengulangi pertanyaannya.

“Itu lho tadi, gambar cewek telanjang yang Mas buat, emangnya nggak malu kalau dilihat orang?”

Memang Imah sangat lugu dan ndusun kalau soal beginian. Dengan santai aku jawab sembari menyuruhnya duduk disebelahku.

“Begini Im, ini foto bukan aku yang buat, orang yang buat ini (sambil aku perlihatkan lagi situs yang memuat foto telanjang tadi), merekakan model yang dibayar jadi ngapain malu kalau dapat duit.”

Kemudian Im-im melihat lebih seksama satu per satu foto telanjang itu dengan posisi badan agak membungkuk sehingga terlihat jelas bulatan kenyal panyudaranya, sudah sejak lama aku menikmati pemandangan ini dan aku sangat terobsesi untuk tidur dengan Im-im. Aku tersentak kaget saat Imah bertanya soal foto dimana seorang cowok sedang menjilati vagina cewek.

“Apa nggak geli ceweknya dijilati kayak gitu terus lagian mau-maunya cowok itu jilatin punya ceweknya padahalkan tempat pipis?”.

Dengan otak yang sudah kotor aku mulai berfikir bagaimana aku memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

“Gini Im, vaginanya cewek kalau dijilatin oleh cowok malah enak, memang awalnya geli tapi lama-lama ketagihan ceweknya. Kamu belum pernah coba kan?” tanyaku pada Im-im sambil tanganku membuka foto-foto yang lebih hot lagi.

“Belum pernah sama sekali, tapi kalau ciuman bibir dan susuku diremes sudah pernah, aku takut kalau nanti hamil”. (memang Im-im sangat terbuka tentang pacarnya yang di Bogor dan pernah suatu hari cerita kalau pacarnya ngajak tidur di hotel tapi Im-im nggak mau).

“Kalau Cuma kayak gitu nggak bakal bikin hamil, gemana kalau kamu coba, nanti kalau kamu hamil aku mau tanggungjawab dan nggak perlu bingung soal uang, terus kalau ternyata kamu nggak hamil, kamu nanti aku ajari gaya-gaya yang ada difoto ini. Gimana?”

Dan Im-im cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya babysiters yang membuatnya nggak PD.

“Benar ya.., janji lho?” pintanya dengan sedikit ragu.

Dan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Aku putuskan sambungan internet dan mulai “melatih” Im-im dengan diawali teknik berciuman yang sudah pernah dia rasakan dengan pacarnya, sentuhan halus bibirnya yang lembut membuatku membalas dengan ganas hingga tanpa terasa tanganku telah meremas payudara Imah yang memang masih kencang. Desahan halus mulai muncul saat bibirku menelusuri lehernya yang agak berbulu seolah Im-im menikmati semua pelatihan yang aku berikan.

Aku merasa cumbuan ini kurang nyaman, aku dan Imah pindah ke dalam kamar Im-im, perlahan aku rebahkan tubuhnya dan bibirku bergantian menjelajah bibir dan lehernya sedangkan tanganku berusaha membuka kaos dan BH-nya dan kini separoh tubuh Imah telah bugil membuat libidoku tidak karuan. Tanpa ada keluhan apapun Imah terus mendesah nikmat dan tangannya membimbing tangan kiriku meremas teteknya yang bulat sedangkan payudara kanannya aku lumat dengan bibirku hingga terdengar jeritan kecil Im-im. Entah berapa lama aku mencumbu bagian atas tubuhnya dan sebenarnya keinginanku untuk bercinta sudah sangat besar tetapi aku tahu ini bukan saat yang tepat.

Perlahan aku turunkan celana pendek dan celana dalamnya bersama hingga Imah sepenuhnya bugil dan ini yang membuat dia malu. Untuk membuat Imah tidak merasa canggung aku mencumbunya lebih ganas lagi sehingga kini Imah mendesah lebih keras lagi dan tangan kanannya meremas kaosku untuk menyalurkan gairahnya yang mulai memuncak. Bibirku kini mulai menjalar kebawah menuju vaginanya yang tertutup kumpulan bulu hitam, perlahan aku angkat kedua pahanya hingga posisi selakangannya terlihat jelas. Samar-samar terlihat lipatan berwarna merah di vaginanya dan aku tahu baru aku yang melihat surga dunia milik Im-im.

Kini bibirku mulai menjilati vaginanya yang mulai banjir dengan halus agar Im-im tidak merasa geli dan ternyata rencanaku berjalan lancar, desahan yang tadi menghiasi cumbuanku dengan Imah kini mulai diselingi lenguhan dan jeritan kecil yang menandakan kenikmatan luar biasa yang sedang dirasakan babysiters keponakanku. Semakin lama semakin banyak lendir yang keluar dari kemaluannya yang membuatku lebih bergairah lagi, tiba-tiba seluruh tubuh Imah kejang dan suara lenguhannya menjadi gagap sedangkan kedua tangannya meremas kuat kasurnya. Dengan diiringi lenguhan panjang Imah mencapai klimak, tubuhnya bergerak tidak beraturan dan aku lihat sepasang teteknya mengeras sehingga membuatku ingin meremasnya dengan kuat. Setelah kenikmatannya perlahan turun seiring tenaganya yang habis terkuras membuat tubuhnya yang bugil menjadi lunglai, dengan kepasrahannya aku menjadi sangat ingin segera menembus vaginanya dengan penisku yang sedari tadi sudah tegang.

“Imah merasa sangat aneh, bingung aku jelasin rasanya” katanya dengan perlahan.

“Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, aku takut kalau terjadi apa-apa,” sambil memelukku erat. Sambil kukecup keningnya, aku jawab kekhawatiranya.

“Ini yang disebut kenikmatan surga dunia dan kamu baru merasakan sebagian. Imah nggak perlu takut atau khawatir soal ini, kan aku mau tanggungjawab kalau kamu hamil,” sambil kubalas pelukannya.

Sekilas aku lupa libidoku dan berganti dengan perasaan ingin melindungi seorang cewek, kemudian tanpa disengaja tangan Im-im menyentuh penisku sehingga membuat penisku kembali menegang. Wajah Imah tersipu malu saat aku lihat wajahnya yang memerah, kucium bibirnya dan tanpa menunggu komandoku Im-im membalasnya dengan lebih panas lagi dan kini Imah terlihat lebih PD dalam mengimbangi cumbuanku. Teteknya aku remas dengan keras sehingga Im-im mengerang kecil. Kini bajuku dibuka oleh sepasang tangan yang sedari tadi hanya mampu meremas keras kasur yang kini sudah acak-acakan spreinya dan aku imbangi dengan melepas celana pendekku dan segera terlihat penis yang sudah tegang karena aku terbiasa tidak memakai CD saat dirumah. Melihat pemandangan itu, Imah malu dan menjadi sangat kikuk saat tangannya aku bimbing memegang penisku dan setelah terbiasa dengan pemandangan ini aku membuat gaya 69 dengan Imah berada diatas yang membuatnya lebih leluasa menelusuri penisku.

Setelah beberapa lama aku bujuk untuk mengulumnya, akhirnya Im-im mau melakukan dan menjadi sangat menikmati, sedangkan aku terus menghujani vaginanya dengan jilatan lidahku yang memburunya dengan ganas. Karena tidak kuat menahan rasa nikmat yang menyerang seluruh tubuhnya, Im-im tak mampu meneruskan kulumannya dan lebih memilih menikmati jilatan lidahku di vaginanya dan aku tahu Imah menginginkan kenikmatan yang lebih lagi sehingga tubuh bugilnya aku rebahkan sedangkan kini tubuhku menindihnya sembari aku teruskan bibirku menjelajahi bibirnya yang memerah.

Perlahan tanganku menuntun tangan kanan Im-im untuk memegang penisku hingga berada tepat di depan mulut vaginanya, aku gosok-gosok penisku di lipatan vaginanya dan mengakibatkan sensasi yang menyenangkan, erat sekali tangannya memelukku sambil telus mengerang nikmat tanpa memperdulikan lagi suaranya yang mulai parau. Vaginanya semakin basah dan perlahan penisku yang tidak terlalu besar mendesak masuk ke dalam vaginanya dan usahaku tidak begitu berhasil karena hanya bisa memasukkan kepala penisku. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan inisiatif Im-im yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia. Dengan sedikit menjerit Imah mengeluh,

“Aduh.., sakit. Pelan-pelan dong” dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Saat seluruh penisku telah masuk semua, aku diam sejenak untuk merasakan hangatnya lubang vaginanya.

Perlahan aku gerakkan penisku keluar-masuk liang vaginanya hingga menjadi lebih lancar lagi, semakin lama semakin kencang aku gerakkan penisku hingga memasuki liang paling dalam. Berbagai rancauan yang aku dan Imah keluarkan untuk mengekspresikan kenikmatan yang kami alami sudah tidak terkendali lagi, hampir 15 menit aku menggenjot vaginanya yang baru pertama kali dimasuki penis hingga aku merasa seluruh syaraf kenikmatanku tegang. Rasa nikmat yang aku rasakan saat spermaku keluar dan memasuki lubang vaginanya membuat seluruh tubuhku menegang, aku lumat habis bibirnya yang memerah hingga Im-im dan kedua tanganku meremas teteknya yang mengeras. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Im-im yang lama ada dianganku.

Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk tubuh Imah dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih aku berusaha memakaikan baju padanya karena Im-im tidak mampu berdiri lagi. Saat aku hendak mengenakan CD aku lihat sedikit bercak merah dipahanya dan aku bersihkan dengan CD ku agar Im-im tidak tahu kalau perawannya sudah aku renggut tanpa dia sadari.

Kami berdua melakukan hal itu berulangkali dan Imah semakin pintar memuaskanku dan selama ini dia tidak hamil yang membuatnya sangat PD. Tanpa disadari 2 tahun aku menikmati tubuhnya gratis meskipun kini Imah tidak menjadi babysiters keponakanku sebab kakakku telah pindah rumah mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan ke daerah lain. Sekarang Im-im menjadi penjaga rumahku dan sekaligus pemuas nafsuku saat pacar-pacarku tidak mau aku ajak bercinta.

Saat lebaran seperti biasa Imah pulang kampung selama 2 minggu dan yang membuatku kaget dia membawa seorang cewek sebaya dengan Imah dan bernama Dina yang merupakan sepupunya. Memang lebih cantik dan lebih seksi dari Imah yang membuatku berpikir kotor saat melihat tubuh yang dimiliki Dina yang lugu seperti Imah 2 tahun lalu. Pada malam harinya, setelah kami melepas rasa kangen dengan bercinta hampir 2 jam, Imah tiba-tiba menjadi serius saat dia mengutarakan maksudnya.

“Mas, aku sudah 2 tahun melayani Mas untuk membereskan urusah rumah dan juga memberikan kepuasan diranjang seperti yang aku berikan saat ini,” Imah terdiam sejenak.

“Aku ingin tahu, apakah ada keinginan Mas untuk menikahiku meskipun sampai saat ini aku tidak hamil. Apa Mas mau menikahiku?”

Aku terhenyak dan diam saat disodori pertanyaan yang tidak pernah terlintas sedikitpun selama 2 tahun ini. Lama aku terdiam dan tidak tahu mau berkata apa dan akhirnya Imah meneruskan perkataannya.

Bacaan sex top: Cerita Sex 2016 Suster Cantik Bahan Masturbasi

“Imah tahu kalau Mas nggak ada keinginan untuk menikahiku dan aku nggak menuntut untuk menjadi suamiku, 2 tahun ini aku merasa sangat bahagia dan sebelum itu aku telah mencintai Mas dan menjadi semakin besar saat aku tahu Mas sangat perhatian denganku.”

Imah terdiam lagi dan aku memeluknya erat penuh rasa sayang dan Imah pun membalas pelukanku.

“Tapi.., aku ingin lebih dari ini. Aku ingin bisa menikmati cinta dan kasih sayang seorang suami dan itu yang membuatku menerima pinangan seorang pria yang rumahnya tidak jauh dari desaku.” Aku terhenyak dan menjadi lebih bingung lagi dan belum bisa menerima kabar yang benar-benar mengagetkanku.

Kami berdua hanya bisa diam dan tanpa terasa meleleh air mataku dan aku baru merasa bahwa aku ternyata benar-benar menginginkannya, namun ternyata sudah terlambat. Keesokan harinya aku mengantar Imah ke terminal untuk kembali pulang ke desanya dan menikah dengan seorang duda tanpa anak, menurutnya calon suaminya akan menerimanya meskipun dia sudah tidak perawan. Dengan langkah gontai aku kembali ke mobilku dan melalui hari-hariku tanpa Imah. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat

Cerita Sex Keluarga 2018 Paling Hot Masa Kecil Yang Suram

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Dalam kisah pengalaman pertama saya, saya berjudul “Masa kecil saya di Palembang”, saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan dengan kenikmatan bersetubuh saat berusia 13 tahun oleh Ayu, wanita tetangga kami yang jauh lebih tua. Saya tumbuh dalam keluarga yang sangat religius. Saya sebelumnya tidak pernah terpapar hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya tentang hubungan intim adalah apa yang saya baca dalam cerita porno yang diketik di sekolah saat saya duduk di bangku SMP.

Cerita Sex Keluarga 2018 Paling Hot Masa Kecil Yang Suram

Saat itu tidak banyak peluang bagi anak laki-laki seperti saya meski melihat tubuh wanita telanjang sekalipun. Anak laki-laki di era ini mungkin merasa sulit membayangkan bahwa seorang anak seperti saya telah melihat cukup banyak gambar dalam buku mode blad untuk memiliki saudara perempuan saya seperti Lana Lobell, di mana ada foto bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang menunjukkan pakaian dalam , ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan masturbasi beberapa kali.

Anda bisa membayangkan betapa bergairah dan penuh gairah saya saat diberi kesempatan untuk tidak hanya melihat tubuh telanjang wanita seperti Ayu, tapi bisa merasakan kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, terlepas dari apakah wanita itu jauh lebih tua.

Tengok saja tubuh Ayu yang begitu halus dan putih saja sebenarnya cukup berantakan untuk dijadikan bahan imajinasi saya untuk melakukan masturbasi, apalagi dengan yang nyata bisa merasakan tubuh yang hangat dan halus. Apalagi benar-benar melihat ayam mulusnya tanpa jembut. Bisa mencium dan mencium kemaluannya yang sangat bergairah sehingga terkadang masih berbau urin sedikit amis dan yang paling hebat buat saya biasanya saya menjilat dan mengemut kokain dan klitorisnya yang tetap harus menjadi rahasia pelarangan bagi saya.

Mungkin pengalaman awal inilah yang membuat saya sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atahu menumbuk alat kelamin wanita melalui mulut. Sampai sekarang saya benar-benar menikmati bermain-main dengan alat kelamin wanita, mulai dari melihat mereka, lalu mencium aroma khas mereka, lalu tiru dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu memotong bagian dalam dengan lidah saya, lalu mencengkeram klitorisnya sampai dia memohon untuk kasihan. Akhirnya, saya memasukkan ayam saya ke dalam lubang liang yang telah tergenang.

Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut love play) yang pertama kali, maka kita menjadi lebih berani dan Ayu dengan leluasa akan datang ke rumah saya hampir setiap hari, minimal 3 kali seminggu. Saat dia datang, dia akan langsung masuk ke kamar tidurku, dan tak lama lagi aku akan segera menyusul.

Biasanya dia selalu mengenakan dressing longgar yang bisa dilepas dengan sangat mudah, hanya menariknya ke atas kepalanya, dan biasanya dia duduk di tepi tempat tidurku. Saya biasanya menerkam payudara longgar tapi sangat bersih dan mulus. Pentil dilingkari lingkaran kemerahan dan putingnya agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka saat saya mengemut susu puting susu yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek saat saya mulai ngenyot-ngenyot puting susu.

Mungkin begitu tegang saya dalam melakukan sesuatu yang dilarang, pada awalnya kita mulai bersanggama, saya sangat cepat mencapai klimaksnya. Untungnya, Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat dan mengisap kemaluannya terlebih dahulu sehingga biasanya dia sudah orgasme pertama naik dua atahu tiga kali sebelum memasukkan penis saya ke dalam rongga peranakan, dan setelah saya memompa beberapa kali maka saya sering langsung menyemprotkan air mani ke saya. vaginanya Itu hanya untuk putaran kedua saya bisa tahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul orgasme sehingga bisa merasakan usus seperti vagina yang sepertinya menyedot penis saya lebih dalam ke surga dunia.

Ayu juga sangat menyukai mengemut-ngemut penis saya yang masih belum berkembang semaksimal mungkin. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan “kulup” saya, dan setelah beberapa minggu Ayu berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga tutup baja saya bisa terlihat seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia mencoba menarik kulit khatan saya sampai sakit, maka dia akan mengobatinya dengan lembut mengemutnya sampai rasa sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti mendapatkan permainan baru dengan bermain dengan lidahnya di sekitar leher penisku sampai aku merasa sangat gila dan terkadang sampai aku tidak bisa menahannya dan air mani saya tumpah dan menyembur ke hidungnya dan matanya.

Terkadang Ayu juga meminta “bermain” meski dia mens. Meski ia mencoba untuk mencuci vaginanya terlebih dahulu, saya tidak pernah ingin mencium vaginanya karena saya perhatikan baunya tidak enak. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saya ke dalam vagina yang terasa membanjiri dan berlumpur karena mensnya darah. Terus terang, saya tidak terlalu menikmatinya dan biasanya saya mengalami ejakulasi sangat cepat. Saat saya mengeluarkan alat kelamin dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya bercampur dengan air mani saya. Terkadang saya merasa jijik melihatnya.

Suatu hari, kami asyik menikmati kopulasi, dimana kami berdua telanjang telanjang dan Ayu berada di posisi teratas menunggangi saya. Dia meletakkan tiga bantal untuk menopang kepalaku sehingga aku bisa menyedot payudaranya sementara dia menghancurkan penisku dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan ritme teratur. Kita santai saja karena kita sudah sering bersanggama. Dan pasangan yang menyewa kamar di kamar sebelah, telah pindah ke rumah kontrakan baru mereka.

Saya pernah berejakulasi sekali dan air mani saya dicampur dengan cairan dari ayamnya yang selalu membanjiri air. Lalu tiba-tiba, saat dia mencapai puncaknya dan dia mengerang saat dia menekanku dengan pinggulnya, putrinya bernama Efi berdiri di pintu kamarku dan berkata, “Ibu main ayam, bukan?” (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)

Saya kaget dan tidak tahu harus berbuat apa tapi karena klimaksnya memuncak, Ayu hanya berbaring di tubuh saya. Aku melirik dan melihat Efi mendekat ke tempat tidur, matanya tertuju pada tubuh kita dimana penisku bersatu dengan alat kelamin ibunya. Lalu ia duduk di tepi ranjang dengan mata melotot.

“Hayo, ibu main ayam,” katanya lagi.

Lalu perlahan Ayu berguling dan berbaring disampingku tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Aku mengambil satu bantal dan menutupi perutku dan alat kelaminku.

“Efi, Efi, apa yang kamu lakukan disini?” Ayu berkata lemah.

“Efi pulang lebih awal dan Efi sedang mencari Ibu di rumah, jadi sama seperti Johan Bang,” kata Efi tanpa melepaskan matanya dari alat kelaminku. Saya merasa sangat malu tapi juga kaget melihat Ayu tenang.

“Efi juga menginginkan kancitan,” kata Efi tiba-tiba.

“E-eh, Efi masih kecil?” kata ibunya sambil mencoba duduk dan mulai mengenakan bajunya.

“Efi mau kancitan, kalau nanti nanti Efi bilang di Abah.”

“Jangan Efi, jangan bilang Abah ?, Ayu bilang persuasif.

“Efi mau ayam kok,” Efi keras kepala. “Kalau tidak Efi bilang di Abah?”

“Ya udah, diam disini, biar Johan ngancitin Efi.” Kata Ayu

Saya hampir tidak percaya apa yang saya dengar. Hatiku berdebar seperti alu yang berdebar kencang. Saya sering melihat Efi bermain di halaman rumahnya dan saya pikir dia hanya anak kecil yang sangat kecil. Dari mana dia berasal?

Ayu mengambil bantal yang menutupi alat kelaminku dan tangannya membelai penisku yang basah dan mulai mundur.

“Ini, coba lihat Efi.” Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya ke Efi. Efi mendekat dan tangannya meremas penisku. Ups, aku menangis tanpa suara. Bagaimana ini bisa terjadi? Tapi saya diam karena saya benar-benar bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.

Tempat tidurku cukup besar dan Ayu kemudian mengajak Efi melepas pakaian sekolahnya dan berbaring di tempat tidur di dekatku. Aku duduk duduk dan melihat tubuh Efi masih begitu muda. Payudaranya masih belum bugar, hampir rata tapi sudah agak membengkak. Putingnya masih belum keluar, bahkan sepertinya masuk ke dalam. Ayu kemudian meluncur turunkan celana dalam Efi dan saya melihat alat kelamin Efi yang sangat halus, sama seperti alat kelamin ibunya. Tidak ada bibir dari luar, hanya garis lurus, dan di antara garis lurus aku melihat itilnya seperti mengintip dari sela garis kemaluannya. Efi menekan pahanya dan matanya tertuju pada ibunya seolah menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Cerita Sex Keluarga 2018 Paling Hot Masa Kecil Yang Suram

Aku membelai bukit Efi venus sedikit melotot lalu aku mencoba meregangkan pahanya. Agak enggan, Efi mematuhinya, dan aku berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.

“Ibu, Efi malu?” Efi berkata, berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.

“Ayo, Efi ingin ayam kok, bukan?” Kata Ayu

Aku mengendus alat kelamin Efi dan baunya sangat tajam.

“Uh, crackpot.” Kataku agak menghina. Saya juga melihat “keju” keputihan di antara celah bibir kemaluan Efi.

“Tunggu sebentar,” kata Ayu yang kemudian keluar dari kamar tidur. Aku menunggu sambil bermain dengan bibir kemaluan Efi dengan jariku. Efi mulai membuka pahanya lebih lebar.

Sesaat kemudian Ayu datang dengan satu baskom berisi air dan satu handuk kecil. Dia mulai mencuci alat kelamin Efi dengan handuk kecil dan saya memperhatikan bahwa genisi Efi mulai tersipu saat dia mengusapnya dengan handuk. Setelah selesai, saya kembali membungkuk untuk mencium alat kelamin Eli. Aromanya tidak lagi setajam sebelumnya dan saya juga menghirup aroma alat kelamin Efi yang hanya sedikit berbau amis. Saya mulai membuka celah kemaluannya menggunakan lidah saya dan Efi meregangkan pahanya bahkan lebih lebar lagi. Sekarang saya bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Sisi Penis terlihat sangat lembut saat saya membuka bibir bibirnya dengan jari saya, terlihat sangat merah di dalamnya.

Aku mengisap kemaluannya dan rasanya agak asin dan saat aku bermain dengan klitorisnya dengan ujung lidahku, Efi menggeliat dan mengerang, “Ibu, aduuuh geli, ibu?, Geli nian ibuuuu?”

Aku lalu bangkit dan mengarahkan penisku ke celah bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat ke mana isinya, aku mendorongnya perlahan.

“Aduh, sakit bu?”, Efi hampir menjerit.

“Johan, perlahan masuk.” Kata Ayu sambil membelai bukit Efi.

Aku mencoba lagi untuk mendorong, dan Efi menggigit bibirnya dengan kesakitan.

“Sakit, ibu.”

Ayu bangkit kembali dan berkata, “Johan tunggu sebentar,” lalu dia keluar dari ruangan.

Aku tidak tahu kemana Ayu pergi dan sambil menunggunya kembali aku berlutut di depan alat kelamin Efi dan sambil memegang penis, aku mempermainkan kepalanya di klitoris Efi. Efi memegang kedua tanganku erat-erat dengan kedua tanganku dan aku mulai lagi mendorong.

Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tapi terasa sangat sempit. Saya begitu terbiasa dengan lubang kemaluan longgar saya dan penis saya tidak pernah merasa sulit untuk masuk dengan mudah. Tapi lubang vagina Efi yang kecil sangat kencang. Tiba-tiba Efi mendorong tubuhku kembali dengan teriakan, “Aduuuh?!” Rupanya tanpa saya sadari, saya telah mendorong lebih dalam dan Efi masih kesakitan.

Segera Ayu datang dan dia memegang secangkir kecil minyak kelapa. Dia mengoleskan kepala penisku dengan minyak dan kemudian dia juga melumasi alat kelamin Efi. Lalu dia meraih batang kemaluanku dan membawanya perlahan memasuki vagina Efi. Terasa licin dan saya-bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tanganku sambil menggigit bibirku, entah karena aku menahan rasa sakit atau merasa baik, aku tidak tahu pasti.

Aku melihat Efi meneteskan air mata tapi aku terus menusukkan penisku pelan.

“Tarik dulu,” kata Ayu tiba-tiba.

Aku menarik penisku dari lubang kemaluan Efi. Aku bisa melihat lubang merah kecil itu terbuka. Ayu lagi melumasi penisku dan alat kelamin Efi dengan minyak kelapa, lalu memandu penisku lagi untuk masuk ke lubang menunggu Efi. Aku mendorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam di Efi. Ini enak, karena lubang Efi benar-benar sangat hangat dan kencang, dan saya tidak bisa menahannya dan saya menekan dalam-dalam dan airnya tumpah di lubang kemaluan Efi. Efi masih kecil. Saya juga masih di bawah umur, tapi saat itu kami berdua merasakan kopulasi dengan disaksikan oleh Ayu, ibunya sendiri.

Efi tidak tahu bagaimana mengikuti gerakan kopulasi yang baik, dan dia diam saat menerima sperma saya yang tumpah. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang mengindikasikan apakah dia menikmatinya atau tidak. Aku meletakkan tubuhku di tubuh kurus dan kecil Ephi. Dia tidak mengatakan apa-apa.

Setelah beberapa menit, aku berguling dan berbaring disamping Efi. Saya merasa sangat lelah dan lemah. Tapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihatku meniduri anaknya. Dia memanjat mukaku dan duduk di atasnya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan di dalam tubuh kami, dia mengisap penisku yang sudah lemas sehingga penisku mulai mengencangkan lagi.

Wajahku begitu dekat dengan anus dan aku bisa mencium sedikit anus yang baru ditumpahkan dan entah bagaimana itu membuatku sangat bersemangat. Nafsu kami sangat bernafsu, dan saya menyedot dan menjilat alat kelamin Ayu sebanyak mungkin, sementara Efi melihat kami berdua tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Saya sudah tahu kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut jika klimaks benar-benar berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali di wajah saya. Saya sempat melihat anusnya bergetar saat dia kentut, dan saya juga melepaskan semprotan air mani ketiga saya hari itu di mulut Ayu. “Bagaimana fatnyoooooo?!” Aku berteriak pada diriku sendiri.

“Ugh, ibu kentut,” kata Efi tapi Ayu hanya bisa membuat suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.

Hanya sekali aku pernah fucked Efi. Ternyata dia belum cukup dewasa untuk mengetahui kenikmatan berkopulasi. Dia masih kecil, dan pikirannya belum mencapai hal seperti itu. Tapi saya dan Ayu terus menikmati permainan indah bersanggama dua atahu tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap saat kita selesai bersanggama. Saya tidak mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak nutrisi untuk mengganti energi yang terkuras untuk melayani Ayu, tapi saya selalu merasa ingin makan banyak telur.

Saya sangat beruntung karena kebetulan kami menyimpan beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu meminum 4 sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam setahun bahwa penis saya menjadi lebih besar dan bulu saya yang berbulu mulai menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar dibandingkan dengan suami Ayu atau pria lainnya. Yang saya tahu adalah saya sangat puas, dan nampaknya Ayu juga cukup puas.

Saya tidak merasa seperti orang yang rusak secara moral. Saya tidak pernah menjadi pelacur dan ketika saya menikah dengan istri saya yang adalah orang Kaukasia, meskipun pernikahan kami berakhir dengan perceraian, saya tidak pernah ngelantur. Tapi saya akan selalu berterima kasih kepada Ayu (di suatu tempat di mana dia sekarang) yang telah memberi saya kesenangan di usia sangat dini, dan pelajaran yang sangat berharga dalam bagaimana melayani seorang wanita, terlepas dari apakah itu salah atau tidak. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Mesum Sedarah 2018 Kakek Bejad sangean

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik 
Nama saya Budyanto, sekarang saya berumur 63 tahun. Bisa saya katakan untuk bisnis wanita. Ini bisa saya katakan karena pada saat saya berusia 13 tahun saya mendapat tiga teman hamil sekaligus.

Cerita Mesum Sedarah 2018 Kakek Bejad sangean

Dan pada usia saya yang berusia antara 17 sampai 5 teman, saya hamil, salah satunya adalah Winnie, seorang gadis peranakan Belanda dan Tionghoa yang akhirnya saya harus menikahi dia karena satu-satunya yang memiliki risiko memiliki bayi karena kenakalan saya daripada ada cewek lain Winnie untuk memberi saya 3 anak, tapi selama saya tinggal bersamanya dalam hidup saya, saya tetap bermain dengan wanita sampai berusia 50 tahun, ini karena Winnie harus tinggal di Belanda karena penyakit yang dideritanya sampai akhir Hidupnya 7 tahun yang lalu, saya harus secara otomatis menemaninya di Belanda sementara ketiga anak saya tetap tinggal di Indonesia.

Kira-kira setahun yang lalu petualangan saya dengan wanita sedang terjadi lagi, tapi kali ini pria itu adalah orang dengan siapa saya memiliki hubungan darah, Dhea dan Marsha, kedua cucu saya. Setahun yang lalu, anak kedua saya menghubungi saya di Holland untuk memberitahu saya bahwa saudara perempuannya, anak pertama saya dan istrinya, harus menanggung dunia. Saya juga langsung terbang ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta saya langsung menuju rumah anak laki-laki saya, dimana saya menemukan anak saya dan isterinya tergeletak canggung dan saya melihat Dhea dan saudara perempuannya Marsha menangis di depan mayat-mayat tersebut. Ketika saya berangkat ke Belanda, Dhea dan Marsha kecil. Setelah pemakaman kedua anak saya, atas saran putra kedua saya, saya diminta untuk tinggal di Jakarta dan tidak kembali ke Belanda, saya harus mengurus cucu-cucu saya, saya setuju. Sejak saat itu, saya pernah tinggal di Indonesia.

Satu minggu saya tinggal di rumah almarhum putra saya, dan saya tahu Dhea berusia 15 tahun (kelas 3 junior) sedangkan kakaknya Marsha berusia 13 tahun (kelas 1 SMP) Saya tahu karena pekerjaan saya sekarang untuk mengurus cucu saya . Dhea telah tumbuh menjadi seorang gadis tapi tingkah lakunya agak nakal, setiap rumah dari sekolah alih-alih belajar malah bermain untuk temannya sampai pukul 09.00 WIB malam kembali, saat saya sedang tidur.

Suatu hari ketika Dhea pulang, saya masih terjaga, Dhea langsung masuk ke kamar setelah mandi dan tinggal di kamarnya yang membuat saya penasaran untuk melihat sikap Dhea, sampai di depan kamarnya sebelum saya mengetuk saya mencoba mengintip dari lubang pintu. dan saya kaget melihat Dhea di kamarnya.

TV di ruangan itu menyala di tempat foto itu adalah film porno, sementara Dea mengangkat roknya dan jarinya ditusuk ke lubangnya sendiri. Saya mengintipnya selama hampir 15 menit, yang membuat saya tidak sadar bahwa batuan saya mulai mengeras dan celana saya basah. Setelah itu saya meninggalkan Dhea yang masih masturbasi, sementara saya pergi ke kamar tidur untuk tidur, tapi dalam tidur saya foto alat kelamin Dhea.

Keesokan paginya aku terbangun telat karena mimpiku. Dhea dan Marsha pergi ke sekolah dengan kendaraan umum. Sore hari saya kembali setelah mengurus makam anak saya. Ketika saya masuk ke ruang tamu, saya terkejut melihat Dhea menonton TV, saya pikir tumben sore hari Dhea ada di rumah dan saya bahkan lebih terkejut saat mendekati Dhea, Dhea sedang melakukan masturbasi sementara TV yang dia tonton adalah film porno yang tadi malam dia melihat. Dhea tidak tahu bahwa saya melihat di mana Dhea adalah masturbasi yang menyenangkan.

“Dhea … kamu lagi … apa?”
“Uh … kakek .. ngagetin aja … nih …”
Dhea yang kaget langsung menutupinya dengan rok dan memindahkan saluran TV.
“Kamu kaget .. yach, kamu .. belajar seperti ini siapa .. kamu keras kepala yach ..”
“Belajar dari film dan bukunya temen, tapi Dhea .. tidak bandel loh … Kek …”
“Disini Kakek .. juga mau nonton,” kataku sambil duduk di sebelahnya. “Kakek mau nonton juga .. Kakek tidak marah dengan Dea Khan?” katanya sedikit manja saat ia merosot di bahuku.
“Tidak … ayo pindah salurannya!”

Gambar TV pun langsung berubah menjadi film porno lagi. Tanpa bergerak, Dhea sedang menatap film panas itu sementara napasku berubah menjadi nafsu dan pangkal pahaku mulai mengeras berusaha keluar dari balik celanaku. “Dhe … mau Kakek pangku .. tidak?” Tanpa berpaling padaku Dhea bergeser ke pangkuanku. Dhea yang sempat luput dari celana dalamnya pun terganggu saat kemaluannya disematkan roknya tak tersentuh batang pangkal paku saya masih tertutup celana.
“Ah .. Kakek .. ada tumpuan lubang kemaluan Dhea ya dari bawah.”
“Jadi jangan khawatir, rok kamu lepas saja, karena rokmu yang bikin prop.”

Tiba-tiba Dhea menungging putaran untuk mengangkat roknya, tubuhnya menutupi pandangan saya ke TV tapi yang saya lihat sekarang terpampang di depan wajah saya. Bokong Dhea terbungkus kulit putih bersih dan di bawahnya rambut tipis yang bengkak masih lembut menutupi ayam jantan. Penisnya yang mengeluarkan bau harum harum melati.

“Dhea .. biar aja posisi kamu seperti yach ini!”
“Ah .. Kakek, Dhea khan nutupin tubuh Kakek … nanti Kakek tidak melihat filmnya.”
“Ah .. tidak apa-apa, Kakek lebih suka melihat ini.”
Keledai pantatnya kuckit dan kibit dengan mulut dan gigi. Tangan kiri saya mencengkeram tubuhnya untuk berdiri diam sementara jari tengah tangan kanan saya dengan lembut lembut pada ayam kemaluannya yang membuat Dhea tegang tubuhnya.

“Ah … Ah … ssh .. sshh …” Perlahan jari tengahku ditusuk lebih dalam di belakang kemaluannya yang masih sangat kencang. “Aw .. aw … aw .. sakit .. Kek …” Dhea berteriak sedikit. Setelah lima menit jari saya diputar di kemaluannya dan agak basah, sementara lubang kemaluannya sudah berubah dari putih menjadi sedikit merah. Aku mulai memainkan lidahnya ke dalam lubang kemaluannya. Ketika lubang kemaluan tersentuh lidah saya, saya sedikit terkejut melihat lubang kemuningan selain melati seperti melati, satu lagi lubang kelamin wanita lain yang telah saya jilat, jadi saya bertahan karena saya menikmatinya.

“Argh … argh … lidahnya kakek hebat deh .. rasanya .. gede sentuh pus Dhea … Dhea banget ya.”
“Iya … Dhea, Kakek juga mencintainya, kamu sangat manis.”

Dengan senang hati kujilati lubang kemaluan Dhea yang imut, terutama saat biji klitorisnya menyentuh lidah saya karena manis rasanya dari biji klitoris. Dhea menjadi sangat bingung dan semakin sering mengomel. “Argh .. sshh .. agh … aghh … tidddaak … Kek … uenak … buanget … Kek .. argh … agh .. sshhh …” Hampir 30 menit durasi Tanah liat biji Dhea begitu bulanan lidahku dan limbunglah tubuh Dhea yang disertai cairan putih kental dan bersih seperti lendir, mengalir dari dalam lubang kemaluannya yang langsung membasahi lubang kemaluannya dan lidahku. Tapi karena lendirnya lebih manis daripada lutut klitoris, saya menelannya tanpa meninggalkannya dan membasahi wajah saya.

Cerita Mesum Sedarah 2018 Kakek Bejad sangean

“Arggghh .. aaawww … sshhh .. tolong … Kek … eennaak … baangeeet … deh …” Dhea jatuh tubuh setelah 30 menit menungging menemban tubuhku.

Setelah tubuh saya duduk, saya meninggikan Dhea dan duduk di Sofa, sementara tubuhnya didyong ke kiri, saya melepaskan semua pakaian saya sampai telanjang dimana batang pangkal paha saya sudah tegang dan mengeras dari sebelumnya.

Lalu aku merentangkan kaki Dhea sehingga lubang kemaluan dibuka kembali dengan sedikit bengkok. Aku menekan pangkal pahaku tepat di batang kemaluannya. Karena lubang kemaluannya masih sempit, saya memasukkan tiga jari ke dalam lubang kemaluannya, sehingga lubang kemaluannya melebar. Saat jari-jari berputar-putar, Dhea yang menutup matanya hanya bisa menahan rasa sakitnya, sesekali dia meringis. Setelah 5 menit lubang ayam itu menusuk dan terlihat agak lebar, saya menempelkan pangkal pahaku tepat di lubang kemaluannya, lalu saya memberikannya ketukan.

Tapi karena masih agak sempit maka hanya kepala tambang yang bisa masuk. Teriak Dhea.
“Awh … sakit .. Kek … sakit .. benarkah …”
“Sabar … sayang … nanti juga enak .. deh …”

Saya menyentakkan pangkal paha lagi untuk masuk ke lubang kemaluan Dhea, dan baru 15 kalinya bar pangkal paha saya bisa masuk bahkan setengah ke lubang kemaluan Dhea. Dhea teriak 15 kali. “Maafkan … sakit … sungguh … kasihan!” Karena saya sudah sampai di selangkangan, saya mulai bergerak perlahan masuk dan keluar, rasa sakit yang dirasakan Dhea terasa menyenangkan.
“Kek .. Kek .. gh … gh … bagus .. Kek … terus .. Kek .. terus .. Kek … rod .. Kakek .. rasanya … sampai .. Dhea’s perut .. terus … Kek! ”

“Tuh .. khan … benar .. Kakek bilang … tidak .. sakit lagi sekarang .. bagus banget kan?”
Dhea hanya mengangguk, T-shirt yang saya kenakan bersama dengan bra merah terangnya, payudara Dhea yang terlihat baru tumbuh namun sedikit membesar sementara kulitnya putih dan dipantul dengan puting susu cokelat yang tumbuh hanya membuat saya menahan belitan. Lalu dengan greedily mulutku segera mencaplok payudara dan kukulum dan kugigit yang membuat Dhea lebih sedinsatan.

Setelah satu jam, lubang kemaluanku Duha kuhujam dengan tangkai pangkal paha ganas, pertahanan Dhea mengempis banyak lendir yang disekresikan dari lubang di kemaluannya membasahi bokongku yang masih direndam di lubang kemaluannya dengan darah segar yang secara otomatis keperawanan cucuku Dhea. telah dirusak sendiri Dhea menggelepar dan roboh di sofa. “Agh … agh .. agh .. argh … argh … sshh … ssshh … argh … gh .. gh … Dhea … keluar .. ya .. kek. . AW aw…”

Lima belas menit kemudian, saya sampai di puncak kenikmatan, di mana sebelum saya keluar, saya menarik selangkangan saya dari lubang kemaluan Dhea dan mengeluarkan cairan hangat yang kental di atas perut Dhea dan saya langsung rebah di tubuh Dhea. “Aw .. agh .. agh .. Dhea .. memekmu .. memang .. luar biasa, dick kakek .. dipelintir di memek mu … agh … kamu .. aku .. memeng … hebat .. ”

Setengah jam kemudian, kaget aku terbangun oleh pegangan tangan yang lembut memegang penisku.
“Kakek … keluar … kenapa … .. Dhea adik … kok … kakak ipar dan kakek telanjang … kayak keluar .. mandi .. Marsha juga .. mau dong nak .. kayak … Kakek dan adik Dhea. ”
“Hah .. Marsha jangan … telanjang!”

Tapi kata-kata saya hilang dengan cepat dengan tindakannya Marsha yang segera melepaskan semua bajunya sampai Marsha telanjang. Saya kaget melihat Marsha telanjang dimana tubuh anak berusia 11 tahun ini terlihat sempurna, lubang Marsha yang masih botak belum tumbuh bulu halus tapi payudaranya sudah mulai berkembang lebih montok dibanding payudara Dhea. Kulit tubuh Marsha lebih putih dan lebih bersinar dari pada kulit tubuh Dhea, yang membuat nafsu makan seks saya meningkat lagi.

“Kek … Marsha sudah mengintip saat perut Dhea disisipkan dengan kakek yang sama .. Marsha juga mau dong .. kata mama dan papa, jika Suster Dhea bisa pasti pasti Marsha juga bisa.”
“Oh … mama dan papa bilang begitu yach, kamu mau perutmu yang dimasukkan punya Kakek.”
“Ya .. Kek .. Marsha sangat menginginkannya.”

Tanpa basa-basi lagi, saya memberi tahu Marsha untuk berbaring di atas karpet. Dengan Marsha yang agak ceria yang terulur, aku duduk di samping kedua kakinya, aku melebar sehingga lubang bokongnya yang telanjang terlihat jelas. Kukatakan pada Marsha untuk memejamkan mata. “Marsha sekarang menutup matanya, jangan buka jika Kakek belum memerintahkannya, nanti kalau sakit Marsha bilang sakit.” Marsha mematuhi permintaan saya. Lubang penisku dengan jari tengahku dengan lembut dan sesekali aku memasukkan jariku ke lubang kemaluannya. Tangan kiriku dengan buas telah meremas payudaranya dan memutar puting susu kemerahan. Marsha mulai berayun.

Dia terus memejamkan mata, dan mulutnya mulai meletus. “Ah … ah … ah .. sshh .. ssh …” kedua kaki ditendang saat jari tengahku menyentuh klitorisnya. Lidahku mulai menjilati lubang kemaluannya karena masih telanjang, lidahku bebas menggosok kemaluannya sampai lidahku menyentuh klitorisnya. Karena usianya yang lebih muda dari Dhea maka lubang kemaluan dan klitoris Marsha tidak terlalu manis dan 10 menit kemudian keluar cairan putih kental yang masih hambar menetes dengan cepat dari lubang kemaluannya membasahi lidah saya sehingga beberapa tidak menelan ludah. Masih terasa hambar sehingga paha putih.

“Ah … ah … ngeh .. ngeh … Marsha .. basah nih kek …” aku mengambil bantal sofa dan kuganjal di bawah paha Marsha sehingga lubang kemaluan sedikit terangkat, lalu aku menekan Marshadan I letakkan pangkal pahaku di lubang ayam berlendir. Aku menyentakkan pangkal pahaku ke lubang lubang Marsha yang lebih dalam dari lubang kemaluan Dhea. Kuhentak berkali-kali erangan saya hingga 25 kali baru bisa masuk ke kepala kemaluanku ke lubang pubis Marsha. 25 kali juga Marsha menjerit.

“Aw .. aw .. sakit .. Kek … sakit .. dulu ..”
“Katanya kau ingin perutmu aku punya Kakek seperti lubang kemaluan Dhea.”
“Yeah Kek … Marsha ingin … Marsha bisa menahan rasa sakit.”

Kepala selangkangan saya yang sempat masuk pit lubang Marsh ditembus sekali lagi, kali ini memasukkan hampir 3/4 selangkangan saya ke lubang alat kelamin Marsha, ini karena lubang Marsh pubus masih lendir licin yang dilepas. sebelumnya.

“Hegh … hegh … hegh .. iya ya ya Marsha tidak sakit lagi … bagus banget .. rasanya di perut Marsha ada dorong … hegh .. hegh …” komentar Marsha saat ditangkap. Kalahkan selangkangan saya di lubang kemaluannya.

Setelah 30 menit lubang kuman saya kujujam dengan pangkal paha paha, meledak cairan kental dan tetesan darah dari lubang pubus Marsha keluar dengan cepat yang membasahi pangkal paha dan paha. Marsha langsung pingsan. “Arrgh .. arrghh .. ssh … Kek … Marsha .. tidak kuat … Kek … Marsha .. mau pingsan … nih … nggak .. ku .. kuaatt … ”

Pingsan Marsha tidak membuatku melonggarkan lubang mengerangku di lubang baknya yang licin, itu membuatku lebih keras untuk menginjaknya, yang membuatku puncak kedua setelah yang pertama di lubang ayam Dhea, tapi kali ini aku tidak punya waktu untuk menarikku. Selangkangan keluar dari lubang alat kelamin Marsha sehingga cairan kental hangat dibuang ke perut Marsha dan setelah itu saya melepas selangkangan saya dari lubang Marsha yang masih lendir.

“Ah .. ah … ser … ser … ser … jrot .. jrot .. agh … ag .. ssh … argh …” tubuhku langsung roboh di tengah. Marsha pingsan di atas karpet dan Dhea yang tertidur di sofa. Satu jam kemudian aku terbangun saat pangkal pahaku terasa menjilat dan saat melirik, aku melihat Dhea dan Marsha bergantian menguntit pangkal pahaku dan menjilat lendir yang tersisa, lalu bersihkan kedua cucuku dan kemudian aku menyuruh mereka berdua untuk mandi.

“Dhea .. sudah .. sayang .. ada adikmu .. bersihkan dan mandi setelah itu kita pergi ke Mall, beli McDonal .. katakanlah sayang!”
“Kek .. Dhea puas deh .. lain .. kali lagi yach Kek!”
“Menyenangkan untuk membeli McDonal .. tapi lain kali lagi yach … Kek, perut Marsha begitu hangat .. deh .. enak ..”
“Ya .. sayang .. pasti lagi .. ayolah sekarang kakek yang mandiin.”

Setelah itu kami memandikan ketiganya, sejak itu cucu saya selalu setiap malam meminta untuk mencoba lagi pangkal paha ganas. Saya tersenyum bangga bahwa saya adalah seorang penakluk wanita, meskipun wanita yang saya taklukan adalah dua cucu saya yang tinggal bersama saya. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Cerita Ngentot Dewasa 2018 Terbaru Daun Muda Semok Terhot

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik
Perkenalkan nama saya Andra (tidak ada nama asli). 24 tahun dan sekarang belajar di sebuah universitas swasta di Kediri. Saya orang yang populer di kampus (sedingin nama saya). Tapi saya punya kelemahan, saat ini saya belum perawan lagi (sekarang emang bukan masa keperjakaan kebaikan). Nah, kehilangan nyawaku inilah yang ingin kuberitahu.

Cerita Ngentot Dewasa 2018 Terbaru Daun Muda Semok Terhot

Aku punya banyak cewek. Di antara banyak gadis yang paling saya sukai adalah Rere. Tapi dalam cerita ini bukan karakter utama Rere. Karena kehilangan kepribadian saya tidak ada hubungannya dengan Rere. Padahal, waktu itu saya lagi bersuara dengan doski.

Sex Story – Saya pikir Rere tidak terlalu peduli dengan saya. Saya sangat baik bersamanya. Tak lama sudah lima bulan berpacaran, memasak Rere hanya memberi pipi matahari doang. Ceritanya pas saya ngapel ke tempat kostnya, saya ngajakin dia ML. Aku sangat menyesal. (sering mantengin VCD parto kali ya …). Tapi Rere langsung menolaknya. Sebagai gantinya saya diberi tahu, busyet dah!

Makanya malam itu saya tidak ngapel (ceritanya rewel). Aku hanya duduk-duduk saja di ruang kos. Semua temanku di ngapel ngapel entah nglayap entah dimana. Rumah utama yang kebetulan bersebelahan dengan rumah kos agak sepi. Karena sejak sore ini kost dan bapak pergi ke undangan. Putri sulungnya, Murni dijemput oleh pacarnya sejam yang lalu. Sedang Maidy, adiknya Murni baik nglayap dimana. Hanya ada Maya, yang termuda dan Ersa, sepupunya yang kebetulan mengunjungi rumah oomnya lagi. Ada irama lagu-lagu India dari dalam rumah utama, jadi mereka akan menikmati menonton Gala Bollywood.

Tidak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku keliru dan ribut, Maya mendatangiku.

“Ngapel lagi ngapel ya, Mas Andra?” salam ramah (harap dicatat jika Maya benar-benar orang yang ramah)
“Ngapel dengan siapa, May?” Jawabku sambil terus memainkan Damn Chocolate.
“Ah … Mas Andra pura-pura melupakan pacarnya.”
Gadis itu duduk di sampingku (saat dia duduk beberapa pahanya yang mulus terlihat karena Maya cuman memakai kotek hanya lutut). Aku hanya tersenyum kecut.
“Aku putus dengan dia.” Jawab saya nanti
Saya tidak tahu, tapi saya menangkap sesuatu yang aneh tentang tanda Maya. Gadis berusia 14 tahun itu sepertinya senang mendengar saya putus. Tapi dia mencoba menutupinya.
“Iya, benjolan deh … putus dengan pacar ya?” dia menggoda. “Saya pikir itu benar-benar sebuah lagu.”
Saya menghentikan klip gitar saya.
“Nah, bagaimana ya … kurasa aku lebih memilih Maya deh daripada bersamanya.”

Baik lo Tentu itu berubah wajahnya. Gadis berkulit gelap berkulit gelap itu berwajah merah. Saya langsung berpikir, gosip bener apa apa yang beredar di tempat kos ini jika Maya mau ikut dengan saya.
“Mungkin, kenapa kau tidak malu?”

Maya melirikku manja. Tiba-tiba ngrasani batinku, gadis yang duduk di sampingku itu manis juga. Masih duduk di kelas dua smp tapi kok sudah bertubuh tua seperti sma aja. Ramping langsing ramping, maninya maninya boneka mannequins, payudara … waduh kok terlalu besar ya. Tiba-tiba jantungku berdebar menatap tubuh Maya hanya cuman yang mengenakan kemeja tanpa lengan yang ketat. Belahan tubuhnya sedikit terlihat di antara kancing manis. Eh, ereksi saya meningkat saat saya melirik pahanya yang semakin terlihat. Kulit paha itu ditumbuhi bulu halus tapi ukurannya cukup tebal betina.

“Mas, dari pada malas bagaimana kalau Mas Andra membantuku ngerjain teman sebaya?”
“Nah Maya, Sabtu malam rekan ngerjain kupas? Berbagi kencan sama Mas Andra, iya nggak?” tangan saya.
“Ah, ini Andra Mas aja bisa godain aja ..”
Maya mencubit pahaku sekilas. Siir .. Wuih, bagaimana rasanya seperti ini? Caranya ya, saya kayak kayak kayak nafsu sama anak ini. Wow, ayam saya bangun yah?
“Mau tidak Mas, tolong Maya?”
“Apakah ada upah?”
“Iiih, tolong minta tolong minta upah ya …”
Sedikit pinch Maya kembali memburu pahaku. Siiiir … kok malah tambah ngeri seperti ini ya?
“Jika dibayar oleh Sun Mas Andra ingin pergi.” pensil saya sekali lagi
“Aah … Mas Andra nakal deh …”

Sekali lagi Maya mencubit pahaku. Kali ini aku memegang tangan Maya untuk menahanku di pahaku. Busyet, gadis itu tidak menolak. Dia cuman diam sambil menahan malu.
“Nah, Maya mengambil bukunya dan mengajak rekannya ke kamar Mas Andra, tidak akan membantu rekan kerja, tidak suka bonus pacaran?”

Gadis itu tersenyum lalu masuk ke rumah utama. Menyenangkan … tentu dia mau. Benar saja, tidak sampai dua menit aku bisa menuntunnya ke kamar kosku.

Kami terpaksa duduk di satu-satunya tempat tidur cuman di dalam ruangan. Pintu ditutup, tapi aku tidak mengunci. Saya sengaja tidak segera membantunya ngerjain peer, saya hanya mengajaknya untuk ngobrol.
“Apakah Anda memberi tahu Ersa apakah Anda datang ke sini?”
“Ya, saya sudah bilang ke tempat Mas Andra berada.”
“Lalu seperti apa Ersa? Tidak marah?”
“Ya bisbol, apa yang sedang kacau?”
“Sendirian dengan dia?”
“Mas Andra kenapa kamu ingin Ersa memulai?” Sukanya adalah Ersa, bukan? “Kata Maya dengan cemberut.
“Yee … Maya marah, cemburu?”
Maya mengerutkan kening, tapi sesaat tidak lagi. Dia membuka buku yang dia bawa dari rumah utama.

“Maya sudah punya pacar?” Aku bertanya memancing
“Belum.”
“Kencan belum pernah?”
“Dia bilang Mas Andra ingin mengajari pacaran Maya.” Jawab Maya
“Maya bener mau?” Bersama denganku, pikirku.
“Kencan pada dasarnya pasti seperti itu.” Aku melanjutkan saat Maya sangihar membungkuk malu. “Maya menyukai Andra?”

Maya menatapku penuh arti. Matanya tampak ingin menghibur pertanyaanku. tapi aku butuh jawaban yang bisa didengar. Aku duduk melawan Maya.
“Maya menyukai Mas Andra?” Saya ulangi.
“Ya.” dia bergumam pelan.
Kanan!! Dia menyukai saya. Jika aku bisa …
“Mas Andra ingin ngesun Maya, Maya nurut aja yah …” bisikku ke telinga Maya

Tanganku mengusap rambutnya dan wajah kami semakin dekat. Maya memejamkan mata dan membasahi bibirnya (aku benar-benar bersorak). Lalu bibirku menyentuh bibirnya yang seksi, sangat lembut. Kulumat bibir bawahnya pelan tapi penuh dengan keinginan, nafasnya mulai berat. Napasku semakin cepat saat aku menggigit bibirku.
Mmm..muah … bibir kuhisap pematangan itu.

“Engh .. emmh ..” Maya mulai berteriak.
Napasnya mulai tidak beraturan. Matanya tertutup rapat seolah-olah antara lidah hitam saling berkelahi satu sama lain, dan saling menggigit. Tanganku tanpa harus diperintah telah menyusup di balik kemeja ketat. Payudara Maya penuh perasaan. ereksi saya mulai menyala saat gundukan hangat terasa kenyal di ujung jari saya.

Bibirku merangkak di leher Maya. Aku cumbui leher harum. Kupagut katelyot perlahan sambil menahan sesaat. Gigitan kecilku menggoyang nafas Maya.
“Engh .. Misa … jangan … aku uuuh …”
Ketika saya melepaskannya, nampaknya tanda itu memerah di seputar leher Maya.

“Mungkin … baju itu dilepas ya sayang …”
Gadis itu hanya mengangguk. Matanya masih tertutup rapat tapi bibirnya tersenyum. Napasnya memburu. Sambil menahan nafsu, saya membuka empat tombol kemeja Maya satu per satu dengan tangan kanan saya. Sementara tangan kiriku masih meremas payudara Maya secara bergantian dari balik kemeja. Tidak ada hati untuk membiarkan Maya kehilangan kesenangannya. Jari-jari Maya menggelitik dada dan perutku, dengan paksa membuka ikat pinggang yang aku kenakan. Aku menggeliat melawan kemarahan romansa yang diciptakan Maya.

Cerita Ngentot Dewasa 2018 Terbaru Daun Muda Semok Terhot

Kemeja pink Maya jatuh di tempat tidur. Mata saya melebar melihat dua gundukan manis yang ditutupi kain tipis berwarna merah muda. Aku memeluk tubuh Mayan dan kembali mencium leher gadis manis itu, aroma parfum dan keringat bercampur membuatku lebih bersemangat membuat hiasan merah di sekeliling lehernya. Dengan susah payah aku menarik kait bra-nya, sampai sekali cabut bra itupun jatuh ke tempat tidur. Dua gundukan daging dihangatkan di jurang hatiku.

Aku mengendurkan tubuh perlahan di tempat tidur. Wow … payudara Maya (yang kira-kira ukuran 34) membengkak. Tepi merah kecoklatan yang sangat menggairahkan. Beberapa kali aku menelan ludah di payudara Maya. Saat aku tidak merasakan apa-apa, Maya menyipitkan matanya.

“Semoga … adek mu begitu besar …”
“Sudah waktunya untuk memilih ya …”
“Ehem, biar aku yang metik ya May …”
Aku di atas Maya. Tanganku langsung bekerja untuk menciptakan kesenangan demi kesenangan di dada Maya.
Mainkan … belok … Aku memutar pentel yang membengkak.
“Auh … Misa .. aku tidak tahan Misa … seperti sekarat mas kencing ..” Maya mengerang.

Aku mengabaikan erangan itu. Aku langsung menyomot payudara Maya dengan mulutku.
“Mmmm … suuup … mmm …” Aku kukenyot-kenyot lalu aku isap puting susu.
“Misa … sakiit …” desah Maya sambil memegangi vaginanya.
Sekali lagi, saya tidak mengabaikan erangannya. Bagi saya, memutar payudara Maya itu menyenangkan. Sebaliknya, rintihan menambah kesenangan yang tercipta.

Tapi seiring waktu aku tidak tahan juga membuat Maya menahan air kencing. Jadi saya hanya mengangkat celananya. Dan ternyata CD merah muda yang dipakai Maya sudah basah.
“Maya kencing di celana ya Misa?”
“Bukan cinta, bukan buang air kecil, hanya lendir vagina cantik saja.”
Maya tertawa terkikik saat telapak tanganku kusut di permukaan vaginanya yang sudah basah. Karena geli di belakangnya terbuka lebar. Vaginanya ditumbuhi bulu yang terawat. Lubang pernikahan itu berkilau karena lendir Maya. Perona merah, vagina masih perawan.

Aku tidak tahan melihat suara mas kawin. Segera aku menarik penisku keluar dari kandang. Lalu aku memasukkannya ke bukaan yang membukanya.
“Pegang ya sayang … engh ..”
“Aduh … sakiiit massa …”
“Egh … santai saja ….”
“Mas … aah !!!” Maya meraih rambutku dengan liar.
Slup … batang penisku yang kuat menembus gua perawan Maya yang masih kecil. Beruntung vagina berair sehingga tidak terlalu sulit untuk menaruhnya. Perlahan, dua senti lima sentimeter masih sangat sempit.
“Aduuuh Misa … sakiiit …” desah Maya.

Aku mengguncang penisku dengan segenap kekuatanku.
“Jruub …”
Segera runtuh seketika sampai ujungnya menyentuh dinding rahim Maya. Batang penisku berdenyut sedikit kesakitan seperti diintimidasi dua dinding tebal. Ujung itu tersentuh oleh cairan hangat. Aku menarik kembali penisku. Kemudian masuk lagi, keluar lagi berkali-kali. Rasa sakit itu perlahan hilang.

Aku membimbing penisku mengibas.
“Sakit sayang …” kataku.
“Enakkk … eungh …” Maya menyukainya.
Dia juga ikut menggoyangkan pantatnya. Semakin lama semakin sulit sampai tempat tidur mencicit. Sampai-sampai tubuh Maya berayun. Sampai-sampai kedua gunung kembar Maya itu terombang-ambing. Segera aku menangkap gunung itu dengan tanganku.

“Enggh .. ahhh ..” Maya mendesis saat tanganku mulai meremas.
“Misa aku ingin buang air kecil …”
“Pipis aja mungkin … gak papa kok.”
“Aaach … !!!”
“Hegh … engh …”
“Suuur … crot .. crot ..”
Kue Maya kawin lendir, sperma saya juga berlumuran juga. Kita berdua sudah mencapai orgasme.

“Ah …” lega. Aku menarik kembali penisku nan kuat. Darah Dara Maya akhirnya berhenti berbaur dengan maniku dan cairan kelautannya. Aku memeluk dan mencium gadis baru yang memberiku kepuasan. Semua orang tertidur.

Kreek … Pintu kamar saya terbuka. Aku langsung berbalik ke pintu dengan panik. Ersa berdiri di depan pintu yang menatap tubuh Maya terbaring telanjang di tempat tidur dan kemudian menatap penisku yang mulai mengendur. Tapi saya juga membeku saat melihat Ersa yang sudah abis abis. Aku tidak tahu apakah Maya pernah masuk. Ersa mengintip di depan ruangan.

“Ersa? Ng … anu ..” antara rasa takut dan nafsu aku melihat Ersa.
Gadis ini dua tahun lebih tua dari Maya. Tak heran jika ia lebih matang dari dunia maya. Meski wajahnya tidak bisa menandingi Maya Maya, namun tubuhnya tak kalah menarik dibanding Maya, apalagi dalam keadaan telanjang bulat seperti itu.

“Saya tidak akan mengatakan kepada oom dan tante asal …”
“Apa yang sedang terjadi?”
Mata Ersa berkaca-kaca ke arah Maya dan penisku bergantian. Lalu dia membelai payudaranya dan vaginanya sendiri. Tangan kirinya bermain-main di vaginanya yang sudah basah. Ersa dengan sengaja memprovokasi nafsu saya. Melihat kejadian itu, gairah saya melambung kembali, ereksi penis saya lagi. Tapi aku masih ingin Ersa mengutarakan gairahku lebih jauh.

Ersa sedang duduk di mejaku. Posisi kaki mekangkang jadi buka pus vaginanya terbuka. Tangannya masih meremas susu sendiri. Angkat tinggi-tinggi seperti menawarkan seikat daging itu untukku.
“Mas Andra .. disini .. ay …”
Saya tidak peduli apakah dia cekikikan seperti rekaman. Aku berdiri di depan gadis itu.
“Ayo .. mas playin aku panas lagi ..” tanyanya penuh semangat.

Saya ganti Ersa meremas payudaranya seukuran 36. Puting diujungnya sudah bengkak dan keras, tandai Ersa sudah nafsu banget banget.
“Eahh .. mmhh …” erangannya yang seksi pernah membuatku mengencangkan jepitanku.
“Eahhh .. mas .. sakit .. bagus ….”

Ersa memainkan jarinya di penisku. Memainkan buah junior membuat saya sangat senang. “Eh … tanganmu sangat nakal …”
Gadis cuman itu terkikik tapi terus bermain dengan senjataku. Karena aku kesal aku menangkap susu susu Ersa secara bergantian. Aku kukenyot saat aku blow-blow.
“Auh …”
Ersa menekan penisku.
“Ers … rasa sakit sayang” keluhku di antara payudara Ersa.
“Dingin di luar sana …” jawabnya.

Setelah puas aku melihat wajah Ersa.
“Ersa, mau sikap baru Mas Andra?”
Gadis itu mengangguk penuh semangat.
“Kalau Ersa terbaring di lantai gih!”
Ersa mematuhinya saat aku berbaring di lantai. Saat aku hendak berbalik, Ersa meraih lenganku. Gadis yang telah jatuh malu segera memelukku untuk menghancurkan bibirnya. Serangan lidahnya menggila di mulut mulut saya jadi saya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengimbanginya. Tanganku menuntunnya dengan menggosok alat kelaminnya. Tentu saja saya langsung merespon. Jariku diputar di antara hutan hitam tebal di atas bukit. “Mmmm … enghh …”
Kami saling bertukar perasaan saling menguntungkan dengan jutaan ciptaan.

Aku tergabung di lantai. Saya mengarahkan Ersa untuk menempati posisi ke-69, tapi kali ini saya berada di lantai bawah. Setelah siap, tanpa harus disuruh segera dimalsukan Ersa ayam ke mulutnya (saya jadi berpikir jika anak ini sudah berpengalaman).
Ersa dengan penuh semangat menghancurkan penisku yang berdenyut nikmat. Begitupun saya, begitu baik menjilati lendir di setiap inci vagina Ersa, jari-jari saya bermain di kedua payudara. Sirup sirup, jadi kedengarannya kerna lendir kausa dari lubang vagina Ersa. Ukuran vagina Ersa sedikit lebih besar dari pohon Maya, bulunya juga lebih padat milik Ersa. Dan klitorisnya … mmm … mungil merah kenyal dan menggairahkan. Jadi jangan ngiri kalau saya benar-benar melumatnya dengan penuh semangat.

“Ngngehhh … uuuhh ..” teriak Ersa sambil terus meremukkan pistolku.
Wabah lendir terus berlanjut.
“Erss … isep sayang, iseppp …” kataku saat aku ingin keluar.
Ersa mengisap keras penisku dan crooott … cairan putih tebal itu penuh dengan corong Ersa. Ersa berhenti menghancurkan penisku, lalu ia berbaring di lantai (tidak lagi menunggangiku). Aku tercengang dan menatapnya.
“Aha …” dia juga menikmati indra sperma di wajahnya, pangkal anak gemblung.

Beberapa saat kemudian dia kembali menyerang penisku. Mendapat serangan seperti itu, saya ganti dia. Aku tumbruk dia, kul kulirnya bibirnya dengan biadab. Tapi tak lama kemudian Ersa berbisik, “Mas .. aku belum tahan …”
Dengan bisikan Ersa memegang penisku dengan maksud menikamnya ke dalam vaginanya.

Saya meminta Ersa menelepon, dan saya siap menusuk kontol kuat saya. ayam saya semakin kencang saat menyentuh bibir vagina. Aku menusuk senjataku melalui terowongan sempit.
“Sick Mas …”
Sulit memasuki lubang pemakaman Ersa, untungnya temboknya basah karena jadi saya tidak terlalu ngoyo.

“Nggeh … sedikit lagi Ers …”
“Eeehhh … waaa !!”
“Jlub …” 15 centi tongkat ayam saya roboh sudah membasmi lubang pembiakan Ersa. Aku diam beberapa saat kemudian aku kocok dengan nafas.
“Eeehh … tetaplah massa … uhh …”
Gadis itu menggeliat nikmat. Darah merembes di belakangnya. Entah sadar atau tidak tangan Ersa meremas payudaranya sendiri.

Lima belas menit penisku bermain petak umpet di vagina Ersa. Rupaya gadis enggan melepaskan penisku. Berulang kali sperma saya muncrat di rongga tubuhnya. Ersa berulang kali menjerit menandakan bahwa dirinya berada di puncak kepuasan tertinggi. Sampai akhirnya Ersa kelelahan dan memilih tidur di punggungnya di samping Maya.

Lelah merasa seperti bekerja di kedua daun muda ini. Saya tidak tahu apakah mereka menyesal tentang apa yang terjadi malam ini. Yang pasti saya tidak menyesal kehilangan balita saya di vagina mereka. Tak berujung puas Setidaknya aku bisa mengobati kekecewaanku pada Rere.

Malam mulai sepi. Sebelum yang lain pulang, aku langsung memindahkan tubuh Maya ke kamarnya lengkap dengan bajunya. Begitu juga dengan Ersa. Dan malam ini saya sibuk berpura-pura tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Apalagi tak ada bukti, cipokan bekas di leher Maya sudah pudar.
Dia .. dia .. dia .. mereka akan berpikir ini hanya mimpi. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.