Cerita Sex Perawat Bohay Bikin Nafsu Bergairah

Cerita Sex Perawat Bohay Bikin Nafsu Bergairah – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Berpetualang Sex Dengan Ibu DosenCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Pengalaman sex saya biasa saja. Sebelum menikah dengan suamiku Satya, aku pernah melakukan hubungan sex dengan pacar pertamaku.

Cerita Sex Terbaru 2016 Perawat Molek Bikin Nafsu

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto Perawat Bispak Suka Sex Doggy Style

Karena aku seorang perawat RS, maka aku mempunyai pengalaman melihat dan memegang berbagai macam kemaluan lelaki, sebab saat aku memandikan pasien, maka mau tak mau dan suka tak suka aku membersihkannya.

Cerita Sex Perawat Terbaru 2016, ngentot Memek Perawat, tempek Perawat Sange, Perawat Sange ngesex, Perawat Sange dientot, kentu Perawat Sange, Perawat Sange hot, cerita Perawat Sange

Dan kuakui sebenarnya aku mempunyai libido yang di atas rata rata, sebab kalau aku memandikan pasien, sering aku jadi terangsang sendiri. Setelah menikah aku hanya berhubungan dengan Satya, namun kuakui, aku pernah melakukan beberapa kali bercumbu sampai dengan oral sex dengan 2 orang dokter yang baik dan kami saling bersimpati.

Ada keinginan untuk sampai dengan hubungan sex sesungguhnya tapi sungguh aku dan kedua dokter itu hanya sampai dengan oral saja. Dengan oral kami sama-sama mencapai orgasme walaupun bukan orgasme genital, tapi cukup memberikan kepuasan bagi kami masing masing. Bacaan sex top ada di www.novelseks.com

Keadaan berubah, saat aku bertugas di VIP dan mendapatkan seorang pasien yang sangat simpatik, walaupun sebenarnya awalnya aku kurang suka karena dia adalah seorang pria hitam asal Nigeria yang mondar mandir antara Jakarta dan Lagos.

Orangnya pendiam tidak banyak bicara, mungkin karena banyak menahan sakitnya. Tubuhnya timggi besar, kulitnya hitam, tapi kelihatan terawat tubuhnya. Dia dirawat disebabkan terserang sakit radang usus yang cukup akut, sehingga selama lebih dari 2 minggu tidak diperkenankan dokter untuk turun dari bed dan dua minggu berikutnya setelah dioperasi baru dinyatakan sembuh total. Cerita Panas Terhot

Selama 5 minggu lebih, hampir sepenuhnya aku yang merawat. Aku ditunjuk oleh dokter kepala untuk merawatnya karena dari semua perawat senior hanya aku yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Aku dibebaskan dari tugas-tugas lain dan berkonsentrasi sepenuhnya pada pasien VIP ini. Pada awalnya tidak ada yang aneh, hubungan kami hanya sebatas antara perawat dan pasien. Pasien yang bernama Jack ini hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris dengan dialek Afrika. Pada awalnya agak sulit juga aku menangkap maksudnya.

Singkat cerita aku merawatnya dengan tulus sebagai perawat. Selama minggu pertama tugasku tidak begitu banyak, hanya mencek selang infus, mengamati suhu tubuhnya, denyut dan tekanan jantungnya serta menyibin dengan pispot untuk buang air.

Pada minggu kedua selang mulai dilepas, tugasku bertambah menyuapinya bubur sumsum cair dan membersihkan tubuhnya dengan memandikannya. Dia mulai agak banyak berbicara, bercerita tentang negerinya, bisnisnya dan keluarganya.

Ternyata dia mempunyai seorang anak dan seorang istri. Dia pun menanyakan tentang aku. Tingkah lakunya benar benar kalem dan sopan, tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya bahwa orang Negro bertemperamen keras atau urakan.

Kejadian diawali ketika aku jaga malam saat Jack sudah dalam masa penyembuhan setelah operasi pemotongan usus. Aku diminta datang lebih awal seperti biasa untuk memandikan si Negro itu. Tidak seperti biasanya, kali ini penisnya sedikit ereksi saat aku bersihkan.

Sebenarnya sudah terlalu sering aku melihat berbagai penis, tapi yang hitam legam baru kali ini. Apalagi ukurannya, saat tidak ereksi saja besarnya sudah melebihi punya Satya, malah sedikit lebih panjang. Saat aku perhatikan wajah Jack, dia tenang saja, tapi matanya terpejam seperti menikmati saat penisnya aku bersihkan.

�Thank�s a lot Rin� katanya berterima kasih setelah selesai. Dan aku cuma tersenyum, senang karena pekerjaanku dihargai. Malamnya setelah tugasku menyuapinya makan malam dan tugas lain selesai, seperti biasa aku menemaninya kalau sedang tidak ingin menonton TV. Saat aku masuk ke kamarnya, Jack sedang membaca pocket book.

Buku itu langsung diletakkan sambil tersenyum, dan seperti biasa aku duduk di sofa, tapi kali itu Jack meminta aku duduk di kursi sebelahnya. Aku pindah dan kutanyakan keadaannya seperti biasa. (Percakapan kami untuk seterusnya langsung aku terjemahkan dalam bahasa Indonesia).

�Saya merasa segar, tapi kadang-kadang masih sakit�. ujarnya sambil berusaha mendekatkan tubuhnya ke arahku, tapi aku larang untuk bergerak. Akhirnya kami mengobrol kesana kemari dan dia bertanya, mengapa aku baik sekali terhadapnya, sebab kalau di negaranya perawat tidak sebaik aku, menurutnya.

Tentu saja itu adalah tugasku sebagai perawat, karena dengan merawatnya sebaik mungkin, pasien akan lebih tenang dan diharapkan akan cepat pulih. �Terima kasih, kamu telah membuat aku cepat sembuh� katanya tanpa ekspresi.

�Bukan aku, tapi obat dan semangatmu yang membuat kamu cepat baik� sahutku.

�Setelah aku sembuh nanti, bisa kita berteman?�.

�Apa mau kamu, orang kaya berteman dengan seorang perawat?�. Kulihat dia terkejut dengan ucapanku yang sekenanya.

�Berteman tidak ada kata kaya atau miskin, atau dibatasi dengan suku atau bangsa� katanya lirih, sambil meraih tanganku. Kubiarkan tanganku dielus tangan besar dan hitam itu. Kontras sekali kulihat dengan tanganku yang termasuk putih.

�Boleh aku cium tangan yang telah merawatku selama ini?�. Jack melirikku meminta persetujuan. Kubalas senyumannya dan mengangguk. Jack tersenyum dan mencium tanganku sambil memejamkan matanya. Seterusnya kami teruskan mengobrol dan tanganku terus dibelainya. Jam 10.00 malam, kuanjurkan Jack tidur, dan dia mengerti.

Tapi aku terkejut saat aku berdiri, ditariknya tanganku dan menarik wajahku. Aku terkejut dan jantungku serasa copot, tapi ternyata Jack tidak mengarah mencium bibirku, Jack mencium keningku sambil mengatakan terima kasih dan selamat malam. Kuucapkan selamat malam juga dan kubalas kutepuk-tepuk pipinya.

Dua hari setelah itu, ketika aku memandikan Jack pagi-pagi, saat aku masuk kamarnya ternyata Jack masih teridur. Sambil mempersiapkan peralatan mandinya, dia terbangun sambil mengucapkan selamat pagi. Dia bertanya, mengapa tadi malam tidak datang? Aku minta maaf, karena harus membuat laporan para pasien.

Seperti biasa kami mengobrol sambil aku memandikan raksasa ini. Tapi aku kembali terkejut, ternyata kali ini penisnya dapat ereksi penuh. Aku tercengang dengan ukurannya, dan saat aku bersihkan lipatan di �kepala� (Jack tak disunat), terasa semakin keras, rupanya Jack menikmatinya. Kuperhatikan nafasnya semakin memburu karena terangsang, dan lirih kudengar tarikan panjang nafasnya sambil mendesah.

Setelah selesai dan aku akan keluar ruangan, diraih dan diciumnya tanganku serta sekali lagi aku ditarik dan kali ini selain keningku, pipiku juga diciumnya. Aku tersenyum dan kubalas ciuman di pipinya. Setelah kejadian itu kami semakin dekat rasanya.

Hari berikutnya sama seperti sebelumnya, tapi pada hari ketiga setelah kejadian itu, aku sengaja membawa penggaris, aku ingin mengukur panjangnya, penasaran rasanya. Penggaris aku siapkan dan aku masukkan pada buku status pasien.

Seperti biasa, pagi pagi jam 5.00 aku siap memandikan Jack. Dan kali ini dia sudah bangun dan sudah semakin sehat. Kembali saat aku bersihkan di balik kulit kepala penis yang tidak disunat itu, terasa semakin keras, sengaja aku kocok perlahan supaya lebih maksimal.

Dan saat saat dia memejamkan matanya, diam-diam aku ambil penggaris yang sudah aku siapkan. Tapi rupanya Jack memperhatikan tingkahku, dia tersenyum lebar hingga aku sedikit malu dibuatnya. �Berapa senti Rin..?� katanya masih tersenyum. �23 senti� jawabku malu, aku benar benar malu.

Sambil meletakkan penggaris, tangan kananku tanpa sadar terus mengocok pelan- pelan, dan diremasnya lenganku sambil berdesis-desis menikmatinya. Ada rasa kasihan juga, setelah kurangsang ternyata dia terangsang berat.

Maka tanpa pikir panjang, aku teruskan membelai dan mengocok dengan busa sabun yang semakin banyak. Dan hanya dalam beberapa detik, lenganku dicengkeram kuat dan menyemburlah sperma Jack sambil berdesis tertahan panjang menahan kenikmatan.

Banyak dan sangat kental sperma yang keluar. Melihat pemandangan itu aku jadi horny juga rasanya, dan aku merasakan celanaku basah. Cepat-cepat aku bersihkan semua, karena aku takut ada orang masuk ke kamar ini. Sebelum aku keluar, Jack sempat mengucapkan terima kasih. �Terima kasih Rin, kamu baik sekali� ujarnya sambil membelai-belai tanganku. Aku balas dengan anggukan dan senyuman.

Diraihnya wajahku dan diciumnya pipiku dan kali ini bibirku dikecupnya, walaupun hanya ujung bibirku dan hanya sesaat. Sempat dua kali lagi aku mengeluarkan pejunya sebelum akhirnya dia sudah dapat mandi sendiri.

Namun kejadian berikutnya adalah dua hari sebelum Jack keluar rumah sakit. Pada malam itu seperti biasa dan saat itu tidak banyak laporan yang kubuat saat aku jaga malam dan aku menemaninya sebelum tidur. Saat aku masuk kamarnya dia membaca buku di sofa panjang.

Kami mengobrol banyak, tentang waktu dia kuliah di Inggris, tentang anaknya dan akhirnya obrolan sampai di momen saat aku mengeluarkan spermanya. Aku katakan bahwa aku kasihan dengannya saat terangsang berat saat itu dan sekali lagi dia mengucapkan terima kasih.

Setelah waktunya tidur, aku bimbing dia untuk ke tempat tidur. Namun dia tidak langsung ke tempat tidur, tapi malah hanya pindah duduk di sofa tunggal. Aku berdiri dihadapannya. Jack menengadah memandangku sayu. Dengan nada bergetar, dia memintaku untuk mencium, sambil menunjuk kemaluanku.

Aku bingung untuk menolaknya, takut tersinggung, kalap dan marah. Belum aku menjawabnya, tangannya sudah menyusup ke dalam bajuku mengusap paha luarku. Dan makin ke atas akhirnya menurunkan CDku.

Tersentak aku, tapi aku tanpa berpikir panjang malah membuka kancing baju seragamku bagian bawah, aku pikir dia hanya akan mencium sesaat saja. Terlepaslah CDku dan disibakkannya bajuku. Aku terdiam mematung. Tapi aku pasrah saja dan saat bibir kemaluanku tersentuh, semakin bergetar tubuhku. Akhirnya aku malah merapatkan kemaluanku ke bibir Jack dan kuangkat satu kakiku di sandaran tangan sofa.

Dan tanpa sadar aku mulai menggoyangkan pinggulku, supaya Jack lebih leluasa menciumi memekku dan akhirnya aku pun malah dapat menikmati. Semakin kuat kurasakan lidahnya menari dan menjelajahi seluruh lekuk memekku. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terbaru Mesum Sama Suami Tetangga

Aku merasakan cairan epirtelku semakin deras seiring dengan rangsangan yang semakin kuat, semakin nikmat lidah yang sesekali menyelinap ke dalam. Kuelus elus kepala Jack dan akhirnya tubuhku mengejang dan kurapatkan kepala Jack. Dan rupanya Jack tanggap bahwa aku akan mencapai puncak. Orgasme.

Maka dihisapnya klit-ku kuat-kuat serta ujung lidahnya cepat sekali menggelitik itilku. Nikmat sekali rasanya. �Uuhh.� lenguhanku tertahan. Kurapatkan kakiku dengan tubuh mengejang. Setelah Jack selesai mencumbu memekku, aku lemas dan kurebahkan tubuhku sesaat di bed pasien.

Aku minta supaya penisnya jangan dimasukkan, Jack memaklumi dan seluruh sisa cairan lendir birahi yang masih ada di sekitar memekku dibersihkan dengan lidahnya. Oh enak sekali. Namun aku buru buru mengancingkan baju dan CD-ku kukantongi lalu aku segera meninggalkan ruangan inap Jack dengan lari-lari kecil.

Esoknya aku sulit melupakan peristiwa tersebut, tapi nikmat juga untuk dikenang. Paginya seperti biasa aku kontrol. Dan dia sudah kelihatan segar, walaupun tubuhnya masih agak lemah. Terus terang aku ada keinginan dalam hatiku untuk menikmati barang besar dan panjang tersebut. Tapi tidak tahu bagaimana mesti memulainya, malu juga untuk memulai. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Dewasa IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain

Cerita Dewasa IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO 2016 Musuh Dalam Selimut NikmatCerita sex terbaru, cerita seks bergambar, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Entah namanya kelainan atau bukan kalau aku paling suka dan bernafsu sekali kalau dikerjain cewek. Teman-teman boleh kasih komentar deh mengenai ceritaku ini yang saya publish di novelseks.com

Cerita SEX IGO Terbaru 2016 Nikmatnya Dikerjain Cewek Cantik Bispak
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi ABG Genit Suka Pegang Kontol Remaja Muda Indo

Bermula dari keisenganku membuntuti mobil berisi dua cewek cakep yang baru keluar dari gedung perkantoran. Mereka pun tahu dan sempat terjadi kejar-kejaran, sampai akhirnya mereka kasih kode untuk mengikuti mobilnya dari belakang. Sampailah akhirnya aku ke sebuah rumah mewah di perumahan elit. Setelah aku memasukkan mobil ke pekarangannya, aku memperhatikan mereka turun dari mobilnya, dan ternyata mereka bukan saja cakep, tapi juga sexy dengan pakaian kerja berblazer, rok mini dan sepatu tinggi.

Yang satu wajahnya lucu dan innosence, dan kuketahui kemudian namanya Vana. Sedangkan yang berwajah agak cuek dan sensual namanya Meiko, gadis keturunan Jepang. Aku diajaknya masuk ke ruang tengah yang penuh dengan sofa dan berkarpet tebal itu.
�Kamu ngapain sih ngikutin kita?� tanya Meiko membuka pembicaraan.
�Ngg.., iseng saja..� jawabku santai.
�Oh iseng.., kalau gitu sekarang gantian kita dong ngisengin kamu. Sekarang aku nggak mau tau, kamu berdiri dan buka pakaianmu..,� kata Meiko lagi yang membuatku kaget setengah mati.
Tapi karena penasaran, kuikuti saja kemauannya dengan membuka satu persatu pakainku dan tinggal kusisakan celana dalam hitamku.

�Tunggu apalagi..? Ayo lepas semua! Nggak usah malu deh, nggak ada siapa-siapa lagi di sini,� katanya lagi waktu ku celingukan ke sekeliling ruangan.
Kutarik pelan-pelan ke bawah celana dalamku hingga aku menjadi bugil total. Kulihat mereka yang tenang duduk di sofa menatap ke arah penisku yang masih belum bangun. Tiba-tiba Meiko berdiri menghampiriku, dan menyuruhku berlutut di depannya. Aku mulai merasakan ada sensasi tersendiri dengan mengikuti perintahnya. Kelakianku mulai bangkit, apalagi dengan memandang kemulusan batang kaki belalang Meiko yang berada persis di depanku.

�Baru liat kakiku aja udah tegang tuh burung.., apalagi suruh ngeraba. Ayoh coba elus-elus kakiku..!� perintah Meiko lagi.
Aku segera menuruti perintahnya dengan meraba sepanjang kakinya yang putih mulus itu, dari mulai mata kakinya terus ke atas hingga ke paha di bawah rok mininya.
�Eh, alus juga nih maennya,� kata Meiko lagi sambil menarik tanganku dari pahanya.

Tiba-tiba Meiko bergerak mengambil dasiku, menarik kedua tanganku ke belakang, dan mengikatnya erat-erat. Dengan terus berlutut dan tangan terikat, aku menyadari bahwa aku sudah seperti tawanan perang, namun justru membuatku makin penasaran untuk mengikuti permainannya. Benar saja, Meiko kembali berdiri di depanku dan memberi perintah lanjutan.
�Sekarang nggak ada lagi tangan.., pakai bibir dan lidahmu..!� kata Meiko sambil menarik kepalaku lebih dekat lagi ke kakinya.
Langsung kutelusuri keindahan kakinya, mulai lagi dari atas sepatunya terus naik ke atas dengan bibirku.

Kulitnya yang putih mulus dan berambut halus itu benar-benar merangsangku, apalagi masih terasa harum bekas cream pelembut walaupun sudah seharian di kantor. Kupagut-pagut betisnya yang indah, terus naik ke belakang lututnya yang sempat membuatnya menggeliat kegelian. Desahannya pun mulai terdengar waktu bibirku sampai ke pahanya yang padat tapi lembut itu. Meiko bikin kejutan lagi, kali ini sebelah kakinya dinaikkan ke atas meja pendek di sebelahnya. Otomatis rok mininya makin tersingkap hingga jelas kulihat cd-nya mengintip di hadapanku. Tangannya kembali menekan kepalaku ke arah pahanya dan ditahannya waktu bibirku mencapai paha bagian dalamnya, minta bibir dan lidahku mengusap dan menyapu kehalusan kulitnya.

Pinggulnya makin menggeliat waktu kepalaku makin masuk ke rok mininya, dan kukecup halus cd bagian depan tepat di depan vaginanya yang ternyata sudah basah itu.
�Tarik cd-ku dengan gigimu, cepet..!� pintanya sambil menurunkan kakinya ke bawah lagi agar cd-nya dapat kutarik dengan mulus.
Begitu lepas, kali ini Meiko makin bernafsu menaikkan kakinya lebih lebar lagi, dan kepalaku ditarik serta dibenamkannya di selangkangannya walaupun masih mengenakan rok. Aroma khas vaginanya makin membuatku bernafsu untuk menyapu dan menjilati semua permukaannya. Meiko makin menggelinjang tak beraturan waktu kutusukkan lidahku di lubang vaginanya yang kuvariasi dengan sentuhan dan hisapan halus di klitorisnya.

�Jangan berhenti.., ayo lebih cepet lagi.., aah.., agh.. agghhh..!� teriak Meiko sambil menjambak rambutku kencang dan menekannya ke arah vaginanya yang makin membanjir dengan cairan segar.
Dikatupkannya pahanya kemudian dan membiarkan wajahku sesaat di selangkangannya untuk merasakan denyutan-denyutan orgasmenya.
�Van.., giliran kamu nih..!� kata Meiko ke sahabatnya yang dari tadi duduk di sofa memperhatikan permainan kami.
Vana yang berwajah melankolis itu lalu menyuruhku duduk di sampingnya.

Dengan tangan masih terikat ke belakang, aku duduk di samping Vana yang tiba-tiba bergerak memutar menghadap ke arahku dengan posisi berlutut, sehingga posisi pahaku berada di antara kedua pahanya. Posisi menantangnya ini membuat jantungku berdebar, apalagi waktu Vana membuka pelan-pelan blazer dan baju dalamnya dengan gerakan erotis di hadapanku. Terakhir dibukanya BH mininya dan dilemparnya ke karpet, lalu ditegakkannya badannya, sehingga buah dadanya yang bulat padat itu makin menjulang sempurna persis di depan wajahku.

Belum habis aku menatap keranuman buah dadanya, aku dikejutkan dengan dorongan buah dadanya ke depan, sehingga wajahku terbenam di belahan dadanya. Harum badannya yang bercampur keringat menambah nafsuku untuk menghirup seluruh jengkal kulitnya yang mulus, walaupun terkadang sulit bernafas karena dekapannya yang kuat. Waktu wajahku kumiringkan mencari putingnya, Vana malah memiringkan badannya dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, sehingga wajahku berada tepat di ketiak kanannya.

�Ayo ciumin ini dulu,� kata Vana.
Rupanya di situ juga salah satu area sensitifnya, dan aku dengan senang hati melaksanakan perintahnya. Memang aroma khas di ketiaknya yang alami itu membuatku semakin buas mencium dan menjilatinya. Vana pun mendesah dan menggelinjang kenikmatan. Setelah ketiak kirinya kulumat juga, Vana meluruskan kedua tangannya ke depan dan menumpukan ujung tangannya pada bagian atas sandaran sofa. Wajahku kini tak berjarak lagi dengan buah dadanya. Digesek-gesekkannya putingnya yang merah muda mengeras itu ke wajahku.

�Tunggu apa lagi..? Jilat putingku..!� perintah Vana sambil menyelipkan putingnya di bibirku.
Tak kusia-siakan perintahnya ini yang bukan saja kujilat-jilat dengan buas, tapi juga kugigit-gigit kecil dan kuhisap serta kukemot-kemot dengan penuh nafsu. Vana makin menggeliat hebat merasakan jilatan lidahku di seluruh permukaan buah dadanya yang semakin licin oleh keringatnya itu.

Setelah cukup lama bibirku dipaksa menikmati kemontokan buah dada Vana, terdengar suara Meiko menyuruhku untuk turun dari sofa dan berbaring di karpet dengan posisi kepalaku berada di depan sofa. Sebelum aku turun, Vana sempat melepas ikatanku dan juga melepas rok mini dan cd-nya. Juga kulihat sesaat Meiko sudah tidak mengenakan apa-apa lagi di tubuhnya. Penisku makin menjulang tinggi melihat tubuh-tubuh bugil mereka yang sempurna itu.

Walaupun tanganku telah bebas, namun kedua tanganku tetap telentang tak berdaya karena telapak tanganku ditekan oleh kedua kaki Vana sambil duduk di sofa. Ketidak berdayaanku ini dimanfaatkan oleh Meiko yang maju dan merundukkan badannya, sehingga membuat buah dadanya menggelantung tepat di atas wajahku. Meiko kemudian membuatku gelagapan dengan menekan buah dadanya yang bulat padat itu ke wajahku. Seperti ke Vana, aku terus disuruhnya melumat, menjilat dan menghisap putingnya bergantian sambil sesekali menindihkan buah dadanya di wajahku.

Setelah kedua bukitnya basah kuyup oleh cairan lidahku yang bercampur dengan keringatnya, Meiko membuat kejutan lagi dengan mundur hingga kepalanya tepat berada di atas penisku yang berdiri tegak bak tugu itu. Sesaat kemudian amblaslah penisku ke dalam mulut sensual Meiko.
�Aaahh..,� rintihku merasakan lembutnya bibir dan rongga mulut Meiko.
Namun rintihanku hanya sekejap, karena tanpa diduga telapak kaki Vana sudah pindah dari tanganku ke wajahku, sehingga ujung jari-jari kakinya seperti membungkam mulutku. Perlakuannya ini malah membuat darahku semakin berdesir merasakan sensasi yang hebat, apalagi Vana memintaku untuk menciumi kakinya yang bersih mulus dan berkulit lembut itu sambil menggosok-gosokkannya di wajahku.

Nafsuku kian menjadi merasakan aroma khas kakinya. Kuhirup dan kuciumi telapak kaki dan ujung jari kakinya dari bawah yang membuatnya kenikmatan.
�Buka mulutmu dan isep jari-jariku..!� perintah Vana sambil memasukkan jari-jari kakinya yang mungil itu dengan menjulurkannya ke mulutku.
Mulailah kuhisap satu persatu jari-jari kakinya sambil memainkan lidahku di sela-selanya. Kaki Vana mulai meronta kegelian, namun tetap kutahan dengan tanganku untuk tetap bertahan di mulut dan wajahku.

Konsentrasiku ke kaki Vana memang terkadang buyar karena perlakuan Meiko yang semakin liar melumat penisku, apalagi waktu kurasakan gelitikan lidah dan hisapan mulutnya di kepala penisku. Kadang-kadang aku imbangi juga naik turun kepalanya dengan goyangan-goyangan pinggulku. Beberapa saat kemudian, mereka seperti kompak berganti posisi yang semakin menggila. Meiko jongkok di atas penisku, dan Vana turun dari sofa langsung berlutut mengangkangkan pahanya tepat di atas wajahku. Penisku yang tegak kemudian terbenam di lubang vagina Meiko, dan vagina Vana dibenamkannya di mulutku.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Persetubuhan Gadis Indo Sama Bule

Goyangan dan naik turunnya pinggul-pinggul mereka membuat sensasi yang luar biasa buatku. Desahan dan rintihan kenikmatan mereka yang bersamaan makin membuatku bertambah ganas. Pinggulku ikut menyodok-nyodok ke atas mengimbangi putaran-putaran pinggul Meiko. Sementara di atas, kusapukan lidahku memanjang dari vagina dan belahan pantatnya. Kadang ujung lidahku kuputar-putar di anusnya, kadang di seputar klitorisnya. Tubuh Vana menggeliat-geliat dibuatnya, apalagi kuikuti dengan naiknya tanganku ke atas meremas-remas buah dadanya.

Gerakan tubuh mereka semakin binal dan semakin menjadi di atas tubuhku bak pemain rodeo.
Tubuh Meiko naik turun dengan cepat yang diikuti oleh Vana begitu merasakan lidahku kutegangkan memasuki lubang vaginanya, sampai akhirnya terdengar teriakan mereka, �Aaah.. aaah.. aaaghhh..,� bersamaan dengan menegangnya tubuh-tubuh mereka.
Cairan pun ada dimana-mana, di penisku maupun di wajahku hasil kerja keras mereka.

Setelah beristirahat sebentar, Vana yang belum melaksanakan ml-nya memaksaku memasukkan penisku dari belakang dengan posisi doggy style, dan sementara aku berlutut. Meiko yang masih ingin mengerjaiku, berdiri mengangkang di atas pinggul Vana, membenamkan kembali wajahku ke selangkangannya untuk menjilati lagi vaginanya. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Cerita Sex Dewasa 2018 Hebatnya Rangsangan Nara

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Kisah Seks ini berkisar pada seorang wanita bernama Nara, seorang gadis berusia 24 tahun, tinggi 165cm dengan berat badan ideal, 53kg, dengan ukuran payudara 34C. Dia bekerja di salah satu stasiun televisi swasta sebagai reporter. Nara beparas cantik dan putih mulus sehingga dia bisa diterima bekerja sebagai reporter di tv XX sejak dua tahun lalu. Sebagai reporter yang pastinya sering tampil menyambut penonton di layar, tentu saja, membuat popularitas Nara begitu banyak orang mengenalinya.

Cerita Sex Dewasa 2018 Hebatnya Rangsangan Nara

Ada banyak hal yang Nara rasakan bagus karena popularitas yang dia dapatkan, seperti saat berjalan keluar, banyak orang mengenalinya dan tersenyum padanya dan menyapanya, bahkan meminta tanda tangannya.

Namun, jika ada hal positif, tentunya ada juga yang negatif, termasuk banyak pria yang suka bersiul jas saat dia lewat, seringkali hampir ditusuk oleh tangan orang bodoh yang menganggur dan mupeng.

Sampai apa yang baru saja terjadi, ada yang putus asa mencari peluang untuk mengintip Nara saat mengganti pakaian di ruangan yang pas di sebuah department store di sebuah pusat perbelanjaan, sayangnya pelakunya tidak tertangkap basah. Cerita seks paling langka

Sebagai reporter, tentu saja Nara sering meliput berita di sana sini, hampir sepanjang jalan sambil belanja, begitu dipikirkan. Menghitung hampir seluruh wilayah, dari Sabang hingga Merauke pernah mengunjunginya saat melakukan rutinitas sebagai reporter televisi.

Meski begitu, ia jarang mendapat kesempatan melakukan liputan di luar negeri sehingga suatu saat nanti, ketika atasannya memberinya kesempatan meliput berita di Jepang, Nara sangat bersemangat dan langsung memutuskan untuk mengambil kesempatan.

Meski dia tahu harga di Jepang sangat mahal, dia juga sudah menyiapkan budget untuk belanja. Di Jepang nanti, Nara ditugaskan untuk meliput festival adat di Jepang beserta keunikannya.

Hari yang ditunggu juga tiba. Nara berangkat menemani Nina, seorang kamera dari XX tv ke Jepang. Nina berusia dua tahun lebih muda dari Nara, proporsinya sebanding dengan Nara tapi sedikit lebih kurus dengan payudara yang lebih kecil, gayanya yang modis, dan rambutnya kerap berkilau.

Kali ini dia mengecat rambutnya dengan coklat kemerahan, menambah penampilannya yang cantik putih. Mereka menggunakan jasa salah satu maskapai domestik karena maskapai domestik tidak dilarang di Jepang seperti yang dilakukan oleh negara-negara Uni Eropa.

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, Nara dan rekannya tiba di Bandara Internasional Narita.

? Lo kenapa Nin ?, tanya Nara kepada temannya. ? Sepertinya sangat lesu?

? Ya, sudah lama tuh perjalanan tadi, lo bagus, tertunda!?

Pidato temannya hanya ditanggapi dengan tawa oleh Nara, karena memang selama perjalanan ke Jepang, dia tidur lebih nyenyak, bukan karena fasilitas pesawatnya nyaman, tapi lebih karena balas dendam, balas dendam?

Kamu tahu? Memang, minggu lalu sebelum berangkat ke Jepang, ia terus meliput kota untuk program tur belanja, hal itu dilakukan untuk mengejar tenggat waktu dari pimpinan redaksi.

Sementara di Jepang, Nara dan Nina berencana untuk tinggal di rumah Wiwin, teman intim Nara saat masih di SMA, Wiwin sekarang bekerja sebagai perancang dan tinggal di dekat daerah Shibuya. Ini juga merupakan kebetulan bagi Nara karena Shibuya terkenal dengan wisata belanja, gairah utama Nara.

Sesampainya di kediaman Wiwin, Nara dan Nina langsung memutuskan untuk beristirahat lebih dulu setelah menempuh perjalanan jauh dari Indonesia, malam Nara mengajak wiwin untuk mengantarnya berbelanja keesokan harinya.

? Menang, besok selesai liputannya, lo anterin saya belanja yuk, saya disini selama dua hari?

? Aduuuh, maaf tan, besok saya ada pertemuan dengan klien, bisbol bisa ditinggalin. Ditambah lagi sore saya bertemu cowok saya. Emm, lo ditemenin nina sama aja ya? Ntar saya suka tau tempat barang itu bagus dan murah.

? Nah, nina kan sama kaya aja saya, berbaring di daerah yang sama disini, lo gimana sih ??

? Ya, ya, soriii banget tapi saya kok gak bisa kok, kok udah gampang kok kok, naik kRL nyampe dulu.

? Mmm? .. ya sudah deh engga apa? Jawab Nara dengan wajah masam. ? Uh, omong-omong cowok lo cakep ga ??

? Ya, itu relatif, tapi usianya jauh lebih tua, ada lima belas lima belas tahun pada saya, cukup tajir lagi.

“Crazy lo, sekarang kok rasanya berubah, seneng sama om-om, hahahaha.” Mereka bercanda sampai mereka merasa mengantuk dan beristirahat kemudian.

Keesokan harinya, Nara dan Nina melengkapi liputan berita untuk XX tv dengan lancar, mereka kembali ke tempat Wiwin untuk meletakkan kamera dan mengganti pakaian.

Nara dan Nina sepakat bahwa pendamping itu mengenakan rok berwarna hitam yang sesuai, kontras dengan paha putihnya yang halus.

Nina mencampur roknya dengan blus putih, sementara Nara memilih mengenakan kemeja berwarna krem, keduanya memakai mantel bulu karena udara lebih dingin daripada di tanah air.

Bersama-sama, mereka naik taksi ke stasiun dan kemudian membeli tiket kereta listrik, segera menunggu, keretapun datang dan mereka langsung naik.

Sementara di tempat kerja, Wiwin sepertinya mengingat sesuatu dan mengangkat ponselnya, hendak memanggil Nara, tapi, Astaga, dia belum mengganti nomor lokal, tidak bisa dihubungi.

? Wiwin berkata dalam hatinya dengan wajah yang sepertinya bingung ingin menceritakan sesuatu kepada Nara tapi tidak bisa dilakukan.

Di dalam kereta api, Nara dan Nina tidak dapat menemukan tempat duduk kosong, sehingga keduanya memutuskan untuk berdiri dan berpegangan pada pegangan yang sengaja dibuat untuk penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk.

Lima menit berlalu, berdiri, Nina dan Nara menyadari bahwa hampir semua penumpang di kereta itu adalah laki-laki, hanya ada dua wanita tua yang tertidur di ujung mobil. Cerita 2016

Perhentian berikutnya, beberapa penumpang turun, Nara dan Nina mencoba mengambil kesempatan untuk duduk, tapi satu sama lain oleh penumpang yang telah berdiri.

Sekelompok penumpang baru juga masuk, dan semua pria. Ruang untuk berdiri lebih sempit lagi, jadi Nara dan Nina hampir dikelilingi oleh gerombolan pria yang berbau harum.

Yah, sial, berdiri lagi. Kata Nara yang dibagikan oleh Nina.

? Dengar, semua penumpang laki-laki tapi tidak ada orang gentleman, beri tempat duduk untuk makhluk, ha2. Canda Nina yang disambut tawa Nara yang tajam

Tak lama kemudian, sebuah suara terdengar di belakang mereka, dari nada suaranya yang tampaknya menanyakan sesuatu kepada mereka.

Mereka berpaling untuk mencari sumber suara. Muncul di depan mereka seorang ayah berwajah ramah, jika diperkirakan, sekitar usia empat puluh. Rupanya orang yang menelepon tadi.

? Ima nanji desu ka ??
Nara dan Nina tercengang karena mereka tidak mengerti apa yang baru saja dikatakan pria itu.

Seolah-olah dia mengerti bahwa orang yang diajak bicara tidak mengerti bahasanya, sang ayah mengulangi pertanyaannya.

? Ano, apa waktu da ?? Dia berkata dalam bahasa Inggris saat dia menunjuk pergelangan tangannya sendiri.

Nara dan Nina hanya mengerti apa yang ditanyakan saat ayah yang ramah itu mengulangi pertanyaannya dalam bahasa Inggris, meskipun tata bahasanya salah (yang benar jam berapa sekarang?).

Untung Nara sudah mencocokkan jam tangannya dengan waktu setempat. Dia juga menunjukkan arlojinya kepada sang ayah untuk melihat sendiri jam berapa sekarang. Sang ayah mengangguk setelah melihat jam. ? Domo arigato gozaimasu? Dia berkata sambil tersenyum.

Jika yang ini Nara mengerti itu berarti terima kasih, dia juga balas tersenyum pada sang ayah, sementara Nina hanya memperhatikan dari tadi.

Sebelum dia bisa berbalik, Nara merasakan sebuah tangan menyentuh paha belakangnya. Dia juga berbisik kepada Nina, “Nin, apakah seperti seseorang yang nyolek saya deh?

? Periode? Hal yang sama, seperti ada dorongan untukku. bisik Nina.

? Nah udahlah, mungkin kebetulan, kereta ini terus bergerak sehingga mungkin ada tubuh yang tidak seimbang dan tidak sengaja menyenggol.

? Kata Nara. Nina juga menegaskan kata-kata temannya dan hanya santai sambil menunggu kereta mencapai tempat tujuan.

Tidak lima detik dari goresan pertama, kembali Nara merasakan sentuhan di pantatnya, kali ini tidak lagi menyenggol, namun terasa sedikit meremas. Terkejut, Nara berusaha menyikatnya.
Merasa tidak enak, Nara membawa Nina menjauh dari tempat mereka berdiri sekarang.

Tapi belum sempat bergerak, ada tangan yang mencengkeram lengan mereka sehingga mereka tidak bisa bergerak kemana-mana.

Pada saat bersamaan, kedua wanita cantik tersebut merasa tangan mereka semakin menyentuh tubuh mereka. Beberapa meremas pantat mereka dan beberapa meraba-raba payudara mereka.

Mereka pun berusaha berjuang melepaskan diri dari situasi, tangan mereka bergerak untuk menepis tangan orang bodoh. Tapi apa kekuatan dua pasang tangan melawan tangan sebanyak itu.

? Ehh, apa ini? teriak Nara. Tapi dia sadar tidak ada yang tahu apa yang dia katakan. Dia juga mencoba menggunakan bahasa Jepang sebanyak yang dia bisa. ? Ieee, bageroooo! Emph? Sebelum dia bisa terus menjerit, ada tangan kokoh menggenggam mulutnya dari belakang sehingga dia tidak bisa lagi berbicara.

Semakin lama, sentuhan tangan semakin tumbuh menuju paha bagian dalam Nara. Ia pun berusaha menutup kakinya sehingga tangan tidak bisa mencapai bagian vital.

Tapi usaha itu sia-sia karena tangan-tangan yang lain mencengkeram dan mengulurkan kedua kakinya sehingga posisinya terbuka dan tangan yang terkutuk itu bisa bergerak bebas menuju vaginanya Nara yang masih diliputi oleh g-string hitam seksi.

? Mmh? hhhh? Nara hanya bisa sedikit mendesah, dalam keadaan mulutnya tercekik telapak tangannya di belakangnya. Nara mencoba melihat di mana Nina berada, tapi dia tidak bisa melihat temannya, disekelilingnya hanya ada sekelompok pria.

Cerita Sex Dewasa 2018 Hebatnya Rangsangan Nara

Perlahan, tangan mulai membuka kancing kemeja krim Nara. Nara berusaha menggeliat sebisa mungkin, tapi itu hanya membuat pembelaannya lebih longgar karena selanjutnya, mantel bulu yang dipakainya direnggut oleh sekelompok pria.

Kini, Nara masih berpakaian penuh tanpa mantel bulunya, tapi kancing bajunya terbuka penuh, menunjukkan payudara Nara yang hanya dan hanya dilapisi bra putih. Tangan yang menyentuhnya sepertinya semakin gila dengan situasi ini.

? Mmm?!?, Terdengar suara teriakan Nara. Rupanya seseorang sedang menguleni payudara Nara yang keras sehingga ia berteriak. Selanjutnya, dengan satu pukulan, air mata bra putih yang dikenakan oleh Nara menunjukkan dua benjolan indah dengan puting kecoklatan.

Sekarang, tubuh bagian atas Nara terbuka dan hanya menyisakan bajunya yang terbuka lebar. Melihat kejadian itu, salah satu geng bergerak maju dan mulai memainkan puting susu Nara, sementara mulutnya mulai menyusu? ke dada kiri Nara. Cerita seks terselubung

Yang membuat Nara semakin kaget adalah orang tersebut ternyata berwajah berwajah bersahabat yang menanyakan kali ini. Dalam hatinya Nara mengatakan “dasar cabul tua, tahu begini saya sudah mendapat tikungan dari tadi?

Sementara itu, tangan yang beroperasi? Di bagian bawah tubuh Nara lebih berani, ada rok gambar sampai ke pinggang, jadi sekarang sentuh dan sentuh mereka bisa langsung bersinggungan dengan kulit telanjang Nara, tangan menyentuh paha bagian dalam dan berhenti dengan lubang vagina Nara yang masih terbungkus. g-string hitam

Tangan itu menggesek alat kelamin Nara dengan gerakan itu maju mundur. Menerima rangsangan yang begitu besar, Nara mulai bangkit dari kemauannya sendiri.

Seakan mengetahui ini, tangan yang menahan mulutnya mulai melonggarkan cengkeraman dan perlahan melepaskan bebannya. Nara tidak lagi berteriak, mungkin karena terlalu lelah untuk berjuang, selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa ia menjadi sangat terangsang dengan situasi ini.

Tanpa diketahui Nara, ternyata g-string-nya tidak pada tempatnya, dimanapun itu, menunjukkan vaginanya yang terpampang rapi dengan rambut kemaluan apik, sehingga tangan yang baru saja menggosok kemaluannya, perlahan mulai memainkan jari-jarinya. di atas klitoris Nara.

Nara sangat senang bisa diperlakukan seperti ini, tapi dia tidak ingin semua pria di depannya tahu bahwa dia terangsang, karena pastinya akan membuat mereka merasa bahagia dan puas. Dia mencoba menutupinya dengan menutup bibir mungilnya erat-erat dan berusaha tidak bersuara, apalagi mendesah.

Tapi cobaan itu semakin sulit bagi Nara, maka jari tengah ayah yang tampak ramah itu masuk dan keluar dari vagina Nara, di dalam vagina, jari itu sedikit membungkuk sehingga itu adalah tempat Nara. Nara semakin tidak tahan menahan hawa nafsu yang sangat besar, mulutnya masih tertutup rapat, tapi sesekali terdengar desahan tertekan. Emma? hhh?

Pergerakan jari semakin cepat berkembang sehingga pertahanan Nara mati-matian berusaha tidak menunjukkan ekspresi kenikmatan yang akhirnya pun rontok.

? Mmhh? A A? aaaaaahh !! Teriakan itu disertai dengan getaran hebat, ia menggelinjang menerima orgasme pertamanya.

Cengkeraman tangan orang-orang yang memegangnya dengan kuat, akhirnya dilepaskan. Nara duduk lemas, tubuhnya terbakar kunyit panas.

Perasaannya bercampur aduk, antara rasa malu, penghinaan, kemarahan dan kesenangan.

Baru sekitar lima-enam detik kemudian, tubuh Nara kembali terangkat oleh orang-orang Jepang, tapi kali ini beberapa dari mereka telah menjatuhkan celana masing-masing, menunjukkan masing-masing penisnya yang tegak.

Mengetahui apa gerombolan pria yang akan dilakukan, Nara mencoba memberontak dengan menggunakan kekuatannya yang tersisa, tapi salah satu gengnya, tubuhnya kurus dan agak tertancap, meremas payudaranya begitu keras sehingga Nara mengerang kesakitan dan mencoba menyikatnya dari tangannya. payudara.

Pada saat yang sama, pinggang Nara ditarik kembali oleh ayah yang tampak ramah yang langsung mengemudikan penisnya yang berukuran 15cm ke dalam pori Nara dengan satu suara keras. Berkat, masuki penis ini disertai dengan jeritan panjang Nara yang pertama kali masuk penis pria. Sang ayah memompa tubuh Nara dengan cepat.

Plok? Plok?, Jadi terdengarlah yang terdengar saat pahanya bertabrakan dengan paha bagian belakang Nara. Orang-orang lain tidak hanya diam, beberapa menyentuh bagian Nara yang sensitif dengan bebas, beberapa terlihat mengocok penisnya sendiri, dan yang lainnya meraih tangan Nara, dan memaksa Nara untuk menggoncang penisnya.

Seorang pria bertubuh pendek memasukkan penisnya ke mulut Nara dan memindahkannya ke depan dan ke belakang. Jadi sekarang, Nara dalam posisi setengah bungkuk dan disetubuhi dari depan dan belakang tubuhnya.

Lima belas menit berlalu, pria yang penisnya terguncang oleh tangan mungil Nara, sepertinya tidak cukup kuat menahan gelombang orgasme dan ejakulasi sesaat, crott !! Spermanya muncrat dengan cepat dan sebagian lagi di wajah Nara.

?Ah?. Ahhh ?, Nara menghela napas setiap kali si kontol ayah masuk ke dalam dengan vaginanya. Lima menit kemudian, tubuh Nara bergetar hebat, dia mendapatkan orgasme kedua. ? Aaaa .. aaahh !!? Dia mendesah.
Tidak berapa lama, penis di dalam mulut Nara melepaskan spermanya.

Membuat Nara terkesiap dan tersedak sehingga beberapa sperma ditelannya, sementara beberapa mencair dari biji yang indah. Ayah yang memompa vagina Nara nampak kuat juga, masih belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar.

Ayah rupanya piawai bermain tempo, terkadang mengocok penisnya dipelankan dan terkadang cepat.

Rupanya dia sangat ingin menikmati lidah piton Nara.

Sepuluh menit kemudian, cengkeraman tangan Ayah di pinggang Nara tiba-tiba mengeras, sang ayah mulai setengah mendesah.

? Hhhh? Ah..? Nara tahu bahwa orang di belakangnya akan segera ejakulasi, jadi dia mencoba menarik tubuhnya ke depan sehingga rahimnya bisa lepas dari ledakan sperma bajingan itu, tapi sia-sia, hanya separuh penis yang bisa dilepas dan? Aaaaaahh? Crott, crott, crott!

Sperma ayah bergegas keluar dari dalam vagina Nara. Aah, sial, sialan ..? Nara bergumam pada dirinya sendiri karena ia berada di dalam vaginanya.

Tubuh Narapun ditata di lantai kereta dan dikelilingi oleh tiga pria lagi dengan ritme dengan cepat mengocok penis mereka sendiri di depan wajah Nara, dan beberapa saat kemudian melakukan ejakulasi dan menyemprotkan setiap sperma di wajah Nara.

Orang-orang meninggalkan Nara terkulai di lantai kereta dalam keadaan telanjang dengan mengenakan kemeja krim kusut basah karena keringat dan sperma. Payudaranya penuh dengan bekas meremas dan kepang kemerahan.

Dalam keadaan lesu, ia mencoba menemukan Nina yang belum pernah terlihat.

Ternyata, Nina mengalami hal yang sama dan terbaring lemas lemas dengan keringat dan sperma.

Karena tidak ingin berlama-lama dalam keadaan seperti itu, Nara segera berdiri, menyeka keringat dan sperma di sekujur tubuhnya dengan bra putihnya yang robek, lalu kembali kancing kemejanya dan menurunkan roknya kembali.

Nara kemudian mengajak Nina yang juga telah merapikannya, untuk keluar dari kereta dan mengajaknya untuk kembali ke tempat Wiwin. Kejadian itu membuat gairah belanjanya lenyap.

Setibanya di rumah Wiwin mereka, kamar mandi membersihkan tubuh masing-masing dari sisa-sisa perselingkuhan yang baru ditemukan. Lalu istirahatkan tubuh masing-masing. Sore hari, bel depan berbunyi, rupanya Wiwin sudah kembali.

Nina membuka pintu. Setelah memasuki rumah, Wiwin menanyakan kondisi kedua temannya. Nara dan Nina juga menceritakan kisah yang mereka alami di kereta sehingga mereka berdua membatalkan niat belanja mereka.

“Wow, saya minta maaf, saya lupa memberi tahu kalian, sebenarnya ada kereta khusus untuk penumpang wanita disini, karena emang banyak hal seperti ini sebelumnya.

? Nah, mengapa tidak memberitahu kita dari kemarin Win? Jika Anda tahu, kita tidak akan diperkosa seperti ini?

? Ya, ya, saya benar-benar minta maaf. Katakanlah wiwin. Eh iya, kamu mau enggak, aku kenal cowok ku? Kebetulan tuh, segera di sini.
Nara dan Nina menyetujui tawaran itu karena penasaran seperti apa wajah pacar Wiwin.

Beberapa saat kemudian, bel berbunyi lagi. Wiwin pergi keluar. Saat dia kembali ke rumah, dia berjalan dengan seorang pria. Nara tersentak. Ya ampun, ternyata ayah yang tampan itu? ..! – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Novel Cerita Dewasa Terbaru Making Love Sama Teman Kantorku

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Saat ini saya sedang mengerjakan parfum distributor di Bogor, dengan posisi sebagai marketing, tapi saya biasa ikut dalam perusahaan, karena saya tidak dalam kondisi finansial jadi saya hanya Sumber Daya Manusia, pendapat saya dengan teman lain bukan sama, jangan lupa ada lima orang yang membentuk perusahaan ini sebut saja CV. JAYA.

Novel Cerita Dewasa Terbaru Making Love Sama Teman Kantorku

Pemegang saham di perusahaan ini adalah Bapak Hendra, yang berperan sebagai perusahaan, dari semua Hendra yang tertua, dia lulus dari bidang Ekonomi, kami memanggilnya Babeh. Karena dia adalah keturunan Sunda dan Betawi.

Dalam 3 tahun terakhir, teman-teman saya dan saya telah berusaha mengembangkan sumber daya manusia, masing-masing dari kita sangat antusias untuk melakukan pengembangan di mana kita bersaing untuk mendapatkan sebanyak mungkin orang, sehingga perusahaan ini dapat tumbuh dan menjadi solid untuk masa depan, Dalam 3 bulan yang semula berjumlah 4 orang sekarang telah menjadi lebih kurang dari 50 orang, saat itu tim saya menjadi tim yang hebat dan solid. Kisah Tembak Mighty

Semua itu tak lepas dari kerja keras saya untuk mengembangkannya, mendidik mereka dan memotivasi mereka. Mereka memang tim yang kuat dan bermotivasi tinggi. Mereka semua benar-benar menghormati saya. Itu semua karena saya hampir sempurna dalam hal pembinaan dan pendekatan. Saya selalu berurusan dengan mereka dengan sabar, meskipun sifat mereka tidak sama. Saya menerapkan pendekatan yang berbeda dari satu ke yang lain. Saya selalu memuji orang-orang yang unggul, dan membangun semangat bagi mereka yang sedang down.

Saya selalu menghabiskan sekitar dua sampai lima menit pada setiap individu untuk membicarakan keluhan mereka, hambatan di lapangan, dan rencana mereka ke depan, jadi mereka merasa benar-benar bagian penting dari tim. Paling tidak saya menyambut mereka sebentar dengan mengucapkan selamat tinggal, memuji penampilan mereka, atau hanya mengatakan, “Dasi Anda bagus?

Saya juga sangat antusias dengan mereka, karena kebanyakan dari mereka adalah anak perempuan. Dan bukan rahasia lagi kalau gadis Sunda terkenal dengan postur tubuhnya yang tak terkalahkan. Mereka rata-rata bertubuh segar dengan dada dan menantang. Kulit mereka juga sangat bersih. Itu adalah keuntungan tersendiri bagi saya karena pastinya suatu hari mereka (bahkan segalanya) dapat saya berkencan satu per satu.

Dengan langkah demi langkah pendekatan salah satunya, Febi, saya bisa menikmati tubuhnya. Cerita ini dimulai ketika suatu hari saya tidak terjun ke lapangan karena tubuh saya terasa tidak enak. Tapi karena saya harus memotivasi mereka, pagi saya sempatkan untuk pergi ke kantor. Dan begitu mereka pergi ke lapangan saya pulang ke rumah kos untuk beristirahat.

Tapi pagi hari di kantor, Febi curiga dengan kesehatan saya dan bertanya, “Mas kenapa, sakit ya?

? Ya, Feb. Saya tidak enak badan. Saya tidak berpikir saya pergi hari ini?
? Ya udah, entar keluar pertemuan Mas pulang aja. Mas sudah makan ?? Febi bertanya serius. Dia adalah orang yang sangat perhatian.
? Tidak apa-apa, tapi sedikit. Tidak ada rasa? Febi dengan lembut menyambungkan dahiku. Tangannya lembut dan harum. Jika saya meraba-raba sebentar, saya bisa sembuh, pikir saya.

Pukul sembilan pagi semua karyawan sudah menyebar ke lapangan. Sementara saya masuk dan beristirahat di ruang konferensi. Babe masuk dan bertanya, “Kenapa Yan, sakit ??
? Ya, jadilah Jawabku sebentar.
? Ya udah, hanya berbaring saja disana? Kata Babe dengan ramah.
? Bukan ah, ayo Saya ingin pulang ke rumah. Ntar sore kembali lagi?
? Terserah kamu?

Aku bergegas pulang ke asrama. Motel saya hanya tiga ratus meter dari kantor saya. Semua biaya asrama saya ditanggung oleh Babe. Ruangnya nyaman, besar dan bersih. Penjaga bernama Mr Min juga ramah. Menurut Pak Min sebenarnya ruangan itu istimewa untuk para tamu dan tidak disewa, tapi entah bagaimana saya diijinkan untuk menyewa kamar. Di dalam ruangan ada lukisan panorama indah yang indah dan indah.

Asli dan tidak reproduksi. Pak Min mengatakan posisi ruangan bisa berubah sesuka hati. Jangan heran bila ada sensasi baru setelah itu. Apalagi dengan lukisannya. Tapi saya pikir itu hanya lelucon Mr. Min dan saya tidak menganggapnya serius.

Sebenarnya di kost ini tidak diperbolehkan membawa teman lawan jenis ke ruangan, tapi sepertinya Pak Min, penjaga tahu apa kebutuhan asrama, jadi aturannya diabaikan. Jadi ruangan disebelah saya sering digunakan pesta seks oleh penghuninya. Saya pernah bergabung sekali. 2016 Complete Adult Story

Sesampainya di depan ruang kos aku kaget karena Febi sudah di depan kamarku sedang membaca majalah kesayangannya.

? Lho Feb, kenapa kamu di sini? Apa yang sedang kamu lakukan?? Tanyaku sebentar.
? Lagi nungguin Mas Iyan. Kenapa tidak? Febi bertanya manja.
“Ya, saya bisa, tapi kenapa Anda tidak bicara dulu?
? Mau memberi kejutan, biar Mas Iyan sembuh?
? Ah, bisakah kamu aja, Kataku sambil mencubit dagunya yang mungil.

Novel Cerita Dewasa Terbaru Making Love Sama Teman Kantorku

Saat membuka pintu aku mengajak Febi masuk. Tanpa canggung Febi masuk ke kamarku dan melihat sekeliling,? Posisi kok kamarnya tidak berubah pula Mas. Emang gak bosan gini-gini aja. Ubah dong biarkan ada perubahan. Mari kita selalu baru, jadi Mas tidak sakit-sakitan?

? Nah, itu sakit karena sakit. Bukan karena kamarnya. Omong-omong, maaf lho kamarku berantakan?

? Ah guy mah, biasa ,? Kata Febi dengan sedikit aksara Sunda. Setelah itu tangan kecil Febi mengambil benda-benda yang berantakan dan mengaturnya dengan rapi di tempat masing-masing. Sementara saya pergi ke kamar mandi untuk ganti baju.

Begitu masuk kamar, kamar saya kembali bersih dan rapi dengan tangan Febi. Aku melihat Febi sedang sibuk meninju-menekan tombol remote untuk mencari acara tv. Hari itu Febi mengenakan gaun putih tipis dengan celana panjang hitam. Sangat profesional melihatnya dengan pakaian. Juga seksi. Sementara berbohong Febi terlihat sangat menggoda. Payudaranya terlihat sangat halus dengan bra yang tidak seukuran. Terlihat sekali bra tak mampu memuat isi dada Febi.

Aku menelan ludah. Tiba-tiba suhu tubuhku naik. Saya tahu ini bukan karena saya sakit, tapi lebih karena libidoku Anda harus menyala. Yang kecil juga terbangun juga. Kotoran. Aku menggerutu karena saat si kecil terbangun dengan posisi yang salah. Menghadap ke bawah. Sehingga bulu yang semula menempel sangat tertarik dan menimbulkan rasa sakit. Aku meraih ke dalamnya dan meletakkannya dengan benar. Tentu ini bukan sebagai pengetahuan Febi. Saya pemalu.

? Mas punya CD lagu yang bagus, nope ?? Febi mengejutkanku
Temukan di sana, pilih sendiri. Ada sebuah lagu, ada sebuah film. Eh, kemarin saya sewa film bagus tapi belum sempat nonton. Tuh, pembungkus sewa?
Film apa ini ??
? Aksi, tapi dia bilang sih, ada yang membuat cintanya?
Oh. Coba ah, penasaran?

Sementara Febi memasukkan sepotong VCD, saya melihat pinggangnya yang sedikit terbuka saat dia sedikit menungging. Putih, mulus. Saya sangat teringat akan dewi vokalis Itenas VCD. Sementara aku duduk mengambil posisi bersandar di dinding dekat kursi Febi tadi. Kuharap setelah aku selesai memasukkan VCD, Febi kembali ke tempat dudukku, jadi aku berada tepat di sampingnya. Dan benar, sekarang Febi ada disampingku dengan posisi bersilang, sementara kakiku aku selonjorkan. Kini kaki Febi yang terlipat kaki kiri menunggang kakiku.

Film dimulai Saya juga bersiap untuk memulai film live hot tanpa penonton dan kamera. Aku mulai memeluk Febi. Membelai rambut hitamnya, sesekali membahas cerita filmnya. Padahal sebenarnya saya tidak begitu peduli dengan alur cerita film. Aku hanya menjawab ya dan tidak atau tersenyum menanggapi Febi yang terlihat serius. Kemudian tubuh Febi mulai bersandar padaku.

Saya juga mudah mencium rambutnya, telinganya juga tengkuk. Sementara tangan saya yang pernah bermain di daerah atas, kini mulai mengalami penurunan. Menyentuh dada Febi, meremasnya sampai Febipun tidak lagi memperhatikan filmnya dan menikmati sentuhanku. Sekarang kita adalah aktor utama sebuah film panas. Apalagi saat arus film sampai pada kisah bercinta, sesekali kita melihatnya sebagai pemanas.

Wajah Febi yang semula dihadapi tivi kini mulai menengok ke arahku. Bibir kami bertengkar. Febi terlihat sangat antusias. Napasnya begitu harum. Aku yakin Febi mempersiapkan ini dengan makan permen wangi sebelumnya. Dia menjilati wajahku dengan liar. Sementara tangan saya sibuk gerilya mencoba melepas baju Febi. Tanganku di baju Febi berhasil membuka kait bra-nya.

Benjolan daging sekarang longgar tanpa pembungkus. Sementara bibirnya sibuk menjilati saya, tangannya mulai masuk ke baju saya. Saya juga menelanjanginya. Sekarang aku tidak berpakaian lagi. Bibir Febipun mulai menggeliat. Menjilati dadaku dan mengisap susu saya Tubuhku semakin panas. Libido saya naik. Leher, perut, telinga, dan dada saya menjadi sasaran bibir Febi. Saya menikmatinya sambil terus memainkan payudaranya yang lebih hangat.

Semakin banyak Febi semakin mengganas, melepas celana di luar dan dalam. Bibirnya yang kini tidak berlipstik itu terus menyentuh seluruh sektor tubuh saya. Lidahnya menjilat bulu pangkal paha saya. Juga buah zakarku. Aku kadang-kadang goyah untuk menahan jodohnya. Apalagi saat sepatuku masuk ke mulutnya. Ah, ini hangat.

Febi berubah posisi. Yang tepat di hadapanku, sekarang beralih disampingku, sambil tetap mengisap pangkal pahaku. Perubahan posisi bukan tanpa alasan. Rupanya Febi mengisap penisku dengan posisi dari samping sehingga lidahnya di permukaan penisku di bagian atas. Posisi ini sangat lezat. Ini adalah pertama kalinya merasakan isap dan menjilati sangat hebat. Luar biasa.

Sementara tanganku terus mengelus tubuh Febi. Payudaranya yang kenyal selalu menjadi favoritku. Juga pantat bulatnya mulus. Sangat menarik. Tapi saat jari-jari saya menuntun saya ke vagina, Febi menolak. Saya juga sesuai dengan itu. Saya tidak ingin memaksakan kehendak saya.

Sekitar sepuluh menit Febi bermain dengan posisi itu. Lalu penisku dilepaskan dari mulut. Lidahnya yang mengamuk menyebar ke seluruh bagian depan tubuhku. Atas, atas, dan atas. Sekarang bibir kita bentrok lagi. Terhot Hot Story Membuat Crot

Sekarang posisi yang tepat dari Febi yang menempati saya. Lalu perlahan Febi membimbing penisku masuk ke dalam vagina. Dan, berkat .. hangat, enak. Febi meringis rasanya. Saya tidak tahu apa yang dia rasakan. Setelah berkonsentrasi dengan penisku, kini Febi mulai memompa dengan posisi naik turun.

Aku masih dalam posisi duduk. Febi yang duduk di seberang saya naik turun sampai payudaranya bergoyang. Saya tertarik dengan payudara. Aku memegangnya, aku meremasnya, lalu aku menundukkan kepalaku sampai bibirku menyentuh payudara Febi. Dalam kesulitan karena posisi mengayunkan saya mengisap payudara Febi.

Febipun merengek tak benar.
? Ya Mas, terus Mas. Isap terus berlanjut, Mas?
? Augh, augh .. Mas aku keluar, augh, augh .. Ahh !!

Febi menegang. Wajahnya memerah. Lalu kami membalikkan badan kami. Untuk saat ini kami juga melepaskan furnitur yang menempel. Saya mulai bekerja. Kubimbing Febi berjongkok. Saya juga menyetubuhinya lagi dengan posisi dari belakang.

Bless .. Sialan saya kembali ke lubang vagina. Dengan posisi doggystyle saya, saya memompa pantat Febi berkali-kali sampai saya merasa ada dorongan yang sangat kuat, sampai frekuensi dorongan saya dipercepat. Aku mengoceh dengan kurang ajar. Febi tahu itu Sebelum sperma saya muncrat, biarkan pantatnya lepas landas. Sekiap Febi telah mengubah posisinya. Tangannya langsung menangkap pangkal pahaku.

Membantu mulutnya, mengguncang penisku sepanjang waktu dan ..
Augh ..? Sperma hangat menyembur ke mulut Febi. Tanpa ragu penisku. Itu tidak terlihat bagus. Spermetanun dikonsumsi oleh Febi. Lalu kami berdua jatuh tak berdaya. Aku mencium Febi penuh cinta dan dengan senyum puas.

Wajahnya yang berkeringat tetap manis dengan senyuman itu. Sementara layar TV saya belum menunjukkan tampilan VCD. Entah VCD atau saya menyelesaikannya dulu. – Situs seks seks online paling komprehensif, novel seks yang diperbarui, novel seks dewasa, novel terbaru dari novel, novel cerita panas, novel bokep, novel novel porno, novel abg ml, novel tante cheat, novel jangkung hypersex, perawan baru seperti telanjang.

Novel Cerita Sex Bokep Terpanas Stevi Cewek Manja

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Perkenalkan nama saya Nendi berusia 29 tahun, saya bekerja di sebuah hotel bintang tiga di kota? B? Seperti kebanyakan pekerja yang terkadang membuat kita jenuh, mengatasinya saya sering mengunjungi situs 17Tahun, sampai akhirnya saya terobsesi untuk menulis cerita ini.
Cerita ini berawal dari rumah dengan sekretaris seorang rekan kerja di bagian lain, namanya Bodoh Bodoh dengan kulit putih dan tinggi sedang sekitar 165 cm.

Novel Cerita Sex Bokep Terpanas Stevi Cewek Manja

Sebenarnya Stevi bukan tipe orang yang ramah meski dia sekretaris, mungkin karena ombanya dia ada di posisi itu. Oh ya, Stevi sudah Menkar sekitar satu setengah tahun yang lalu, dan saya sudah bertemu dengan suaminya beberapa kali.

Pagi itu saat aku memasuki kantor aku menemuinya di pintu masuk, seperti biasa kami tersenyum dan bilang selamat pagi.

Ah lucu kita juga yang sudah mengenal beberapa tahun masih melakukan kebiasaan seperti itu, tapi untuk hitungan waktu selama tiga tahun kita harus lebih akrab dari itu, tapi mau apa lagi karena orang Stevi seperti itu jadi saya terbawa, saya Saya bertanya-tanya apakah sifatnya hanya untuk menjaga jarak dengan orang-orang di lingkungan kerja atau memang dia memiliki sifat seperti itu sejak lahir.

Mungkin pada saat itu aku sedang dalam mood yang beruntung, tepat di pintu masuk apapun penyebab Stevi tiba-tiba nampak jatuh dan refleks aku meraih tubuhnya dengan maksud menahannya sehingga dia tidak benar-benar jatuh, tapi secara tidak sengaja tanganku menyentuh sesuatu di dada. Setelah berdiri dengan sempurna Stevi menatapku sambil tersenyum, oh, ya ampun itu sesuatu yang istimewa karena sifat yang saya tahu sejauh ini.

Terimakasih Pak nendi, hampir saya terjatuh.

Oh, tidak apa-apa, maaf saja secara tidak sengaja.

?Tidak apa-apa.?

Begitulah dialog yang berlangsung pagi itu. Meski saya tidak ingin terus memikirkan kejadian tersebut tapi saya tetap merasa tidak nyaman karena telah menyentuh sesuatu di tubuhnya meski tanpa sengaja, saat saya melihat mejanya melalui pintu kaca kamarku dia juga sepertinya berfikir dengan kejadian tersebut. , untungnya waktu untuk bekerja masih empat puluh lima menit lagi jadi tidak ada siapa-siapa, kalau pada saat itu sudah banyak orang mungkin selain kaget juga akan merasa malu.

Saya kembali ke rutinitas sehari-hari saya yang tidak memiliki akhir. Sudah kebiasaan saya setiap tiga puluh menit untuk melihat panorama yang saya tempelkan ke pintu kamar saya untuk menghindari kepenatan di mata saya, tapi ada sesuatu yang lain di seberang pintu dari kamarku hari itu, saya melihat Stevi sedang melihat ke dalam arah yang sama jadi pandangan kita bertemu. Sekali lagi, dia tersenyum padaku, jadi aku bertanya-tanya apa yang terjadi dengan gadis itu, akulah geer atau memang dia berbeda hari ini, ah mungkin hanya pikiranku yang menyimpang.

Makan biasa membuat semua orang berkumpul di EDR untuk makan siang, dan kebetulan lain ketika kursi itu kosong di samping Stevi, akhirnya aku duduk di sana dan memakan makanan yang telah kuambil. Setelah makan, kebiasaan kita ngobrol sambil menunggu waktu istirahat, karena saya duduk disampingnya jadi saya ngobrol dengannya, padahal sebelumnya saya malas ngobrol dengannya.

? Bagaimana suaminya vi? Aku memulai pembicaraan

?Baik pak.?

? Lalu bagaimana cara kerjanya? Masih di mana dulu?

? Sekarang belajar di Amerika, baru berangkat satu bulan yang lalu.

? Oh jadi, kenal saja aku.

? Mau lebih pintar katanya Pak?

? Ya itu bagus kalau begitu, nanti juga untuk mesa depan dua.?

?Ya pak.?

Setelah istirahat istirahat semua kembali ke kamar masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan yang telah berhenti. Saya juga melayang kembali dengan pekerjaan saya.

Pukul setengah tujuh aku berniat untuk membersihkannya karena lelah juga kerja terus berlanjut, tanpa sengaja aku melihat ke arah pintu kamarku Stevi masih di mejanya. Setelah semua saya selesai keluar ruangan dan berniat untuk pulang, saya melewati mejanya dan untuk bersenang-senang saya menyapanya.

? Kok tumben hari ini gini masih belum rumah ??

? Ya pak, ini hanya ingin pulang, hanya beres, banyak pekerjaan hari ini?

Saya merasakan cara lain untuk berbicara hari ini, tidak seperti hari-hari sebelumnya bahwa ketika pidato selalu terdengar resmi, yang menyebabkan perasaan tidak dikenal.

? Nah sudah kalau kita bersama bersama? Saya menawarkan.

? Tidak perlu pak, ayo saya pulang sendiri.?

? Tidak ada, mari kita pergi bersama, ini sudah terlambat.

Nah Pak lalu?

Saat berjalan kembali ke tempat parkir, saya menawarkan sebuah layanan yang meskipun maksudnya hanya sebuah iseng.

? Bagaimana jika Stevi bersamaku, kita satu arah?

? Tidak perlu berkemas, izinkan saya menggunakan kendaraan umum atau taksi saja.?

? Nah, jangan begitu, ini sudah malem, bukan wanita baik jalan malem malem sendiri.

Baiklah Pak.

Sepanjang jalan kita tidak mengatakan banyak hal sampai akhirnya aku menyadari bahwa dia agak berbeda, dia tampak murung, mengapa gadis ini.

? Mengapa terlihat begitu suram, kenapa ?? Tanyaku penasaran.

? Tidak ada yang bisa di pak?

? Tidak ada yang benar-benar ngelamun begitu, butuh teman ngobrol? Tanyaku, memancing.

? Ah ah pak, malu?

? Malu sih, tidak apa-apa, ngobrol saja saya dengarkan, kalau mungkin dan perlu mungkin saya akan bantu.

? Sulit untuk mulai berkemas, karena ini terlalu personal?

? Oh ya, ya kalau kamu tidak mau ya tidak, saya tidak akan memaksa.

? Tapi sebenarnya saya memang butuh orang untuk ngobrol soal masalah ini.

? Ya saya sudah jadi obrolin aja saya, rahasianya benar-benar dijamin?

Ini tentang Tuan suamiku?

Ada apa dengan suaminya?

Itulah yang membuat saya malu untuk menyebarkannya.

? Jangan malu, saya sudah bilang kerahasiaan jika Stevi ngobrol dengan saya?

“Saya sering membaca buku tentang hubungan perkawinan.”

? Jadi kenapa ??

Saya baca, akhir hubungan antara suami dan istri yang baik adalah orgasme yang dialami keduanya.

? Jadi dimana masalahnya dimana?

“Mengenai orgasme, saya sampai sekarang saya hanya punya waktu untuk membacanya tanpa pernah merasakannya.”

Saya bahkan tidak curiga jika percakapan akan mengarah ke sana, dalam hati saya pikir, periode satu setengah tahun menikah belum pernah mengalami orgasme? Niat saya untuk amal muncul 🙂

? Waktunya adalah vi, apakah Anda benar-benar tidak pernah merasakan orgasme seperti yang baru saja Anda katakan?

“Ya pak, kebetulan saya ngobrol dengan ayah ini, jadi setidaknya ayah bisa memberi masukan karena mungkin ini masalah pria.

? Ya, bagaimana ya, sekarang suami Stevi sudah tidak ada lagi, mungkinkah suami suami Stevi harus mendatangi ahli untuk berkonsultasi dengan masalah?

“Saya pernah ke suami saya beberapa kali, tapi saya menolak dan akhirnya jika saya menyebutkan masalah itu hanya menimbulkan pertengkaran di antara kita.

Tanpa jam di malam hari pukul delapan, dan tiba-tiba saja kami sampai di depan rumah Stevi, aku bermaksud mengantarnya ke depan pintunya.

? Tidak perlu berkemas, ayo kita kesini sendiri?

? Tidak ada, saya khawatir tidak ada yang bisa saya lepaskan melalui pintu.

Ground, kakiku menginjak sesuatu yang lembut di tanah dan hampir tergelincir karena penerangan di depan rumahnya agak kurang. Ketika sampai di beranda rumahnya, saya melihat kaki saya, teri yang kembali adalah sesuatu yang tidak baik untuk disebutkan, sampai-sampai sepatu kiri saya hampir setengah terpukul.

“Oh sayang nendi, bagaimana dong itu kaki itu?

? Tidak apa-apa, saya akan cuci kalau sudah nyampe pulang.?

? Dicuci disini bungkusnya, tidak enak rasanya sepanjang bau baunya.

? Ya sudah, kalau saya pergi ke toilet.

Setelah membersihkan kaki saya, saya diminta duduk di ruang tamunya, dan ternyata sudah menunggu segelas kopi hanngat. Sambil menunggu kaki saya mengering, kami berbicara lagi.

? Oh ya vi, tentang apa yang kamu sebutkan tadi di jalan, bagaimana kamu menanganinya ??

? Saya sendiri bingung apa yang harus Mr ..?

Mendengar jawaban seperti itu di otak saya muncul pikiran kotor seorang pria.

? Bagaimana kalau besok-besok aku suka apa yang kamu inginkan ??

? Mana yang saya inginkan dari paket itu?

? Nah, itu saja yang Anda katakan belum pernah Anda lakukan.

? Ah bapak bisa aja.?

? Bener benarkah, aku bersedia memberikannya padamu?

Sungguh dia pernah mendengar pidato saya sebelumnya, melihat dia yang sedang bermimpi saya pikir kenapa juga harus besok, kenapa tidak saja saat ada kesempatan.

Aku meraihnya dan memegang tangannya, menyentakkannya keluar dari lamunannya, menatapku penuh tanya.

Aku memeluk wajahku dan mencium pipi kanannya, dia tidak menanggapi. Aku mencium bibirnya, dia menarik napas dalam-dalam apa pun yang ada dalam pikirannya dan tetap diam, aku terus mencium hidungnya dan dia memejamkan mata.

Rupanya napsu telah menggerogoti kepalaku, bibir kulumat kurus dan ternyata dia membalas lumatanku, bibir kita terjalin dan aku melihat dia sangat meresap dan menikmati pemandangan. Kitarik tangannya untuk duduk di sampingku di sofa lebih lama, dia hanya mengikuti sambil menatapku. Sekali lagi aku memukul bibirnya, sekali lagi, dia menjawab dengan penuh semangat.

Dengan posisi duduk seperti itu tangan saya bisa mulai bekerja dan gerilya. Kuraba bagian dadanya, ia malah bergerak seakan menyodorkan dadanya ke kukerjain. Aku meremas dadanya dari bagian luar kemejanya, tangan kirinya membuka kancing kemeja atasnya dan kemudian membimbing tangan kananku untuk masuk ke bra. Astaga benar-benar tidak menahannya.

Aku meraih tangan dan bibirku dari tubuhnya, aku pindah ke bagian belakang sofa tempat aku duduk dan membuka lututku lebar-lebar. Aku menariknya untuk duduk di belakangku, dari belakang aku membuka baju dan bra-nya waktu itu macet tidak karuan, mencium bagian belakang leher Stevi dan tangan kananku memegangi gunung di dadanya masing-masing, dia menyandarkan tubuhku seperti lemas. Tidak memiliki energi untuk menopang tubuhnya sendiri dan mulai meremas payudaranya saat aku terus kucuki tengkuk

Novel Cerita Sex Bokep Terpanas Stevi Cewek Manja

Setelah lama meremas payudaranya, tangan kiriku mulai bergerak turun ke perutnya dan berhenti di tengah selangkangannya, dia menurunkan saat aku mencari bagian itu. Rok Kusingkap dan tanganku langsung masuk ke celana dalamnya, aku menemukan sesuatu yang hangat di sana, sudah basah rupanya. Aku menekan klitorisnya dengan jari tengah tangan kiriku.

? Ohh .. ehh ..?

Saya lebih bersemangat mendengar erangannya dan memasukkan jari saya ke vaginanya, suaranya menjadi semakin lama. Aku meletakkan jariku di sana, tubuhnya semakin melenting seperti batang plastik yang panas, aku terus kukucek-kucek semakin cepat tubuhnya bergetar untuk menerima perlakuanku.

Dua puluh menit aku melakukan itu dan akhirnya keluar dari mulutnya.

? Dulu saya berkemas, saya tidak tahan kencing.

Jangan ditangkap, biarkan saja.

“Oh pak, jangan tahan, Stevi mau kencing .. ohh .. ahh.

Bayangan semakin hidup dan akhirnya.

? Ahh .. uhh.?

Badanya menegang beberapa saat sebelum akhirnya dia lemas pipih ke arahku.

? Bagaimana rasanya vi ??

? Paket bagus

Aku melihat air mata di matanya.

? Kenapa kamu menangis vi

Dia tidak menjawab.

? Kamu nyesel sudah melakukan ini ?? Saya bertanya.

? Bukan pak?

?Begitu??

“Saya bahagia, saya akhirnya mendapatkan apa yang selama ini saya idamkan yang seharusnya berasal dari suami saya.

?Oh begitu.?

Kami terdiam beberapa saat sampai saya lupa bahwa jari tengah tangan kiri saya masih bersarang di vagina dan saya menariknya perlahan-lahan, dia membentang saat saya menarik jari saya, dan saya masih terpana melihat kata-kata terakhir yang keluar dari mulut saya. mulutnya, benar rasakan orgasme

? Ingin ke kamar mandi pak ??

Tiba-tiba suaranya membuatku terbangun dari lamunanku ..

? Oh ya, di mana kamar mandi ??

? Dengan cara ini pak?, Katanya sambil menunjukkan jalan ke kamar mandi.

Dia kembali ke ruang tamu sementara saya mencuci tangan seorang pria yang telah melakukan pekerjaan itu sebagai pria melawan wanita. Tak berujung saya pikir, mengapa orang menikah begitu lama tapi wanita baru itu mengalami orgasme sekali dan bahkan saat itu bukan oleh suaminya.

Setelah kembali dari kamar mandi, saya kembali ke ruang tamu dan menemukannya menonton sebuah pertunjukan di televisi, tapi saya melihat dari wajahnya seolah pikirannya sedang mengembara, apa pun yang ada dalam pikirannya saat itu.

? Vi, sudah malam ya, saya pulang dulu ya ..?

Dia membanting dan menatapku.

? Emm, pak, tidakkah malam ini akan membuat saya Stevi ??

Terkejut saya juga menerima pertanyaan seperti itu karena tidak ada pikiran untuk menginap di rumahnya malam ini, tapi saya tidak ingin mengecewakan dia yang bertanya dengan wajah curiga.

“Waktunya masih banyak, besok kita ketemu lagi di kantor, dan kadang kita masih bisa bertemu di luar kantor.

Dia berdiri dan mendekati saya.

? Terima kasih ya pak, Stevi sangat senang malam ini, semoga anda tidak bosan menemaniku.

? Kami sudah lama tahu, saya selalu bersedia membantu Anda.

Sekali lagi terima kasih, semoga anda mau pulang sekarang dan tolong sampaikan salam saya untuk ibu.

Akhirnya saya pulang dengan pertanyaan di benak saya, mengapa dia bisa begitu, kasihanilah dia.

Seperti biasa keesokan harinya saya datang di kantor pagi-pagi karena selalu ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, saya pikir tidak ada orang di sana karena biasanya yang ada saat saya datang adalah anak kantor, tapi ternyata Pagi itu saya disambut dengan senyuman Stevi yang sedang duduk di mejanya. Tidak seperti biasanya, di hari-hari sebelumnya saya selalu melihat Stevi dalam penampilan lain dari pagi ini, sekarang dia terlihat bercahaya dan bersahabat dan intim.

? Pagi vi

?Selamat pagi Pak.?

Bagaimana, bisa tidur nyenyak semalam?

“Ah ayah, bisa aja, tadi malam aku tidur nyenyak sekali.

? Ya, saya hidup dulu ya, kerja bagus.

?Ya pak.?

Aku terus melangkah menuju ruang kerja yang tidak jauh dari mejanya, dari kamar belakang aku membalikkan mukaku padanya, dia masih menatapku sambil tersenyum.

Tidak seperti biasa, saya merasa hari ini bekerja adalah hal yang membosankan, rasanya seperti menghadapi pekerjaan yang dari hari ke hari selalu ada sesuatu yang harus diulang, akhirnya saya menulis cerita ini. HP di saku baju saya terdengar, ada SMS masuk, saya buka SMS yang ternyata berasal dari seorang gadis di seberang kamarku pagi itu menatapku sampai aku memasuki ruangan ini .. iya dia, Stevi.

Pak, mestinya tidak ada acara apa? Jika tidak, Anda tidak bisa menjanjikan ayah tadi malam?

Itulah isi SMS yang saya terima, saya rasa secara agresif juga nih cewek pada akhirnya. Tuangkan telepon ke mejaku dan tekan nomor ekstensin.

? Kenapa begitu vi, mau ngajak dimana ??

? Eh ayah, kirain siapa, enggak, Stevi sudah nyediain makan malam di rumah, kamu bisa makan malam sama Stevi malam ini ??

“Mungkin kalau saya pulang ke rumah maka saya tunggu di tempat parkir.

? Ya pak, ma sayang?

Sore hari saya terkejut bahwa ketika saya meninggalkan rumah selama sepuluh menit, saya bergegas ke kamar saya dan berlari ke tempat parkir. Di sana Stevi menungguku, tapi dia tersenyum saat melihatku datang, kupikir dia akan kecewa, tapi syukur dia sepertinya tidak kecewa.

? Maaf so nunggu ya vi, harus bersihkan dulu dulu.

? Tidak ada Pak, Stevi juga hanya ada yang harus diselesaikan dulu dengan neni.

? Yo.? Kataku saat aku membuka pintu untuknya, dan dia masuk ke mobil dan duduk di sampingku.

Dalam perjalanan kami mengobrol, dan tiba-tiba kami akhirnya memasuki kompleks perumahan tempat Stevi tinggal dan kami turun ke rumahnya. Ia membuka pintu depan rumahnya dengan susah payah, ternyata ada masalah dengan kunci pintu. Saya tidak berusaha membantunya, karena dari belakang saya melihat saat ini bahwa bagian belakang Stevi sangat menarik, lingkarannya tidak terlalu besar, tapi saya yakin pria ingin melihatnya setengah jongkok. seperti itu.

Akhirnya pintu terbuka juga dan dia membiarkan saya masuk, dan kami masuk ke dalam. Setelah dia mengajak saya duduk, dia pergi ke kamarnya, setelah dia kembali lagi dengan pakaiannya yang berganti pakaian, dia tidak langsung mendatangi saya tapi terus berjalan menuju dapur dan kembali dengan segelas air dan secangkir kopi. , dan dia memberiku kopi.

? Nah gue sangat enak ya gini minum kopi, kok kok gak minum kopi juga vi ??

? Saya tidak pernah minum kopi, tidak bisa sama mas.

?Oh begitu.?

? Mobil yang masuk bengkel aja ya, biar Stevi si mindahin.

Izinkan saya untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu, tubuh tidak enak bila masih berkeringat.

Handuk ada di kamar mandi pak.

Ia berdiri sambil menerima kunci yang saya berikan pada mobil sambil ngeloyor ke kamar mandi untuk terus membersihkan jenazah yang rasanya agak tidak nyaman setelah hanya traveling dalam menghadapi kondisi jalan yang cukup macet tidak seperti biasanya.

Dari kamar mandi saya menemukan Stevi terlihat agak bingung, saya bertanya kepadanya,

? Kenapa vi, kenapa jadi bingung ..?

“Pak Anu, hanya seruan dari restoran yang saya pesani untuk makan malam, katanya makanan nganter tidak bisa dipesan karena kendaraannya tidak ada.

? Ya tidak apa-apa, kita bisa bikin makanan sendiri, punya apa bisa dimasak ??

“Adu pa, Stevi sangat malu?

? Tidak apa-apa, ada baiknya kita memasak bersama.

Sambil berkata sambil tersenyum, Stevi melangkah ke dapur dan saya ikuti, sampai dia didapur dia membuka kulkas bahwa ada sedikit makanan siap masak di sana. Akhirnya kami memasak masakan sambil ngobrol mondar-mandir.

Secara tidak sengaja saya memperhatikan bahwa postur tubuh Stevi yang lain terlihat dengan pakaian yang dikenakan sekarang, gaun yang agak ketat yang menyebabkan lekukan tubuhnya terlihat jelas, adalah bentuk tubuh yang sempurna untuk wanita seusianya. Tanpa sadar aku menghampirinya dan dari belakang aku memeluknya yang melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, dia menoleh ke arahku dan tersenyum, aku menempelkan bibirku ke bibirnya dan dia menyapanya, awalnya hanya ciuman biasa sampai akhirnya kami bersyafaat disini, ya di dapurnya

Terus melanjutkan perjuangan bibir, kuraba dadanya dan kuremas dari luar kemejanya. Tangan Stevi bergerak untuk membuka kancing bagian depan kemeja diikuti dengan memaparkan BH yang dia kenakan, sehingga tangan kiriku lebih bebas meremasnya. Beberapa saat kemudian saya melepaskan bibir saya dari bibirnya dan diarahkan ke payudaranya yang terlihat sangat indah dengan warna puting susu kemerahan, puting kujilat ke kanan dan dia menarik napas dalam dalam menerima perawatan, akhirnya puting susu kukulum dan kuhisap dalam. Sementara tangan kananku masih meremas dada kirinya.

Tangan kiriku bergerak ke pantatnya, dan meremas pantatnya yang kenyal. Aku memasukkan tangan ke rok yang dia kenakan dan di sana aku menemukan sesuatu yang hangat dan sedikit basah dan aku meraba-raba bagian itu terus-menerus. Rupanya dia tidak tahan menerima sikap saya, tangannya bergerak ritsleting terbuka dan melorotkannya ke bawah. Aku menghentikan aktivitas bibirku di payudaranya dan kemudian membuka celana dalamnya dan menemukan bulu kecil yang indah yang saya temukan sedikit dan mengarahkan bibirku ke sana dan ada sedikit rasa ingin tahu di sana.

Suara mooing dari bibirnya tidak lagi bisa dibayangkan, akan memperpanjang ceritanya jika saya menulis di sini.

Oh, tuan, saya belum pernah merasakan ini, oh ..?

Saya melanjutkan lidah saya di selangkangannya sambil terus memasukkan lidah ini ke dalam gua lembab yang berbau khas wanita. Mengerang terus tumbuh dari mulutnya sampai akhirnya aku merasa tubuhnya berkedut dan terguncang dengan tangisan yang tidak bisa ditangkap dari mulutnya, dia telah mencapai puncak kenikmatan sentuhan pria seperti saya, dan akhirnya saya menghentikan perjalanan saya. aktivitas dan berdiri menghadapinya, dan kurasa dia mencium bibirku.

? Pak kita pergi ke kamar ya?

Dia membimbing saya ke kamarnya, ruangan tampak rapi, lalu kami duduk di tepi tempat tidur dan saling membelakangi sana. Dia berdiri di depanku sambil bertanya.

? Boleh saya buka baju ayah anda ??

Aku hanya tersenyum pada pertanyaan itu, lalu dia membuka semua pakaian yang kukenakan pada celana dalamku. Dia memegang pistol saya yang dia temukan di balik celana dalamnya yang baru dibuka, lalu dia menciumnya dan menjilati, sangat lezat.

“Sejak awal saya ingin melakukan ini, tapi suami saya tidak pernah ingin diperlakukan seperti ini.

Dia mengatakan bahwa saat dia kembali menjilat senjatanya, dia tidak mengharapkan saya untuk melanjutkan aktivitasnya dengan mengisap dan mengisap selangkangan saya, dan rasanya lebih enak daripada yang pernah saya rasakan. Akhirnya dia berhenti bertingkah seperti yang dikatakannya.

Pak, Stevi tidur ya?

Tanpa menunggu permintaan itu, saya berulang kali membaringkannya di tempat tidur, saya mencium seluruh tubuhnya yang dihargai dengan kejang tubuh yang halus, akhirnya setelah sekian lama saya mencoba memasukkan selangkangan saya ke dalam lubang yang telah basah dari masa lalu, dan? Ahh ..? Itulah yang keluar dari mulut Stevi, sangat menyenangkan memasuki tubuh telanjang ini, dan yang lainnya, lubang ayam masih terasa cukup sempit dan menggigit, muncul pertanyaan di benak saya, sama besarnya dengan apa yang dimiliki suaminya sampai lubang ini masih terasa kencang seperti ini

Saya melihat jam di dinding kamar tidurnya menunjukkan bahwa saya telah memasukkan pangkal paha saya ke dalam dirinya selama dua puluh menit dan akhirnya saya merasakan tubuhnya berkedut saat mengeluarkan suara aneh dari mulutnya, akhirnya dia menggelepar saat dia memeluk saya erat-erat seolah-olah dia melakukannya. Tidak ingin keluar dari tubuhnya, karena pelukannya saya pun terhenti dari kegiatan saya.

Beberapa saat kemudian Stevi melepaskan pelukannya dan tertatih-tatih keluar, tapi aku melihat senyum puas di wajahnya dan itu membuatku merasa puas bahwa malam ini dia telah dua kali mendapatkan apa yang tidak pernah dia dapatkan dari suaminya.

? Bagaimana vi?

“Aduh, Stevi lemas tapi enak kok ..?

? Vivi mau mencoba gaya lain ??

? Emm ..?

Aku membangunkannya dan aku memunggungi saya, mendorong bahunya dengan lembut sampai dia menunjuk di depan saya, memasukkan pria saya ke dalam lubangnya dan dia mengeluarkan sebuah teriakan kecil.

“Aduh .. Pak enaknya, dorong pak, Stevi belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini ..?

Saya keluarkan kemah ini ke tubuhnya dengan irama yang semakin lama saya akselerasi, lama saya melakukannya sampai akhirnya dia bilang? Pak Stevi ingin buang air kecil lagi ..?, Semakin cepat saya mempercepat gerakan saya karena saya merasa ada sesuatu yang mendorong untuk keluar dari tubuh saya.

Dalam keadaan lemah dan masih menungging Stevi mendapat gerakan bolak-balik dari saya, mungkin dia tahu bahwa saya akan klimaks, dan akhirnya menyemprotkan cairan dari selangkangan saya ke seluruh tubuhnya. Beberapa saat kemudian aku merasa tubuhku lemas seperti tanpa tulang dan menarik senjataku dari lubang Stevi.

Aku berbaring di sampingnya setelah melepaskan kecapekannya, dia tersenyum puas saat menatapku dan memelukku, lalu kami tertidur dengan perasaan masing-masing. Dalam tidur saya, saya memimpikan aktivitas yang baru saja kami lakukan dan bangun pagi-pagi sekali pagi-pagi Stevi masih tutup dengan wajah damai sambil tetap memeluk saya, saya melepaskan pelukannya dan dia terbangun, lalu kami melanjutkan Aktivitas yang tadi malam terputus saat tidur sampai akhirnya kita bangun dan menuju kamar mandi di negara telanjang mereka sendiri tanpa seutas benang yang menutupi tubuh kita.

Di kamar mandi kita lakukan lagi, dan lagi katanya kata-kata yang tak bisa saya pahami? Vivi belum pernah melakukan seperti ini sebelumnya ..?

Akhirnya kami berangkat kerja dari rumah Stevi, sengaja masih pagi sehingga tidak ada orang di kantor yang melihat kami datang bersama untuk menghindari sesuatu yang sama-sama tidak kami inginkan.

Sampai saya menulis cerita ini, masih bergema kata-kata yang sering mengucapkan kata-kata? Vivi belum pernah melakukan seperti ini sebelumnya ..? setiap kali saya terhubung dengannya dengan gaya lain.

Berawal dari itu kita sering melakukan hubungan perkawinan, dan kita selalu melakukan permintaannya, saya sendiri tidak pernah memintanya karena saya tidak ingin dia memiliki pikiran seolah-olah saya memanfaatkannya. Dan sekarang Stevi yang saya kenal jauh berbeda dengan Stevi tua, dia menjadi ramah dan selalu tersenyum kepada semua orang di lingkungannya

Novel Cerita Hot Sex TerBaru Rahasia Gairah Cintaku

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Aku menatap jip mini yang saya kendarai, melihat antrean kendaraan yang hendak masuk gerbang Puri Agung Sahid malam itu. Sepasang selebaran kuning besar menggantung di kejauhan, menunjukkan kejadian apa yang sedang diadakan di dalamnya. Aku memang berniat pergi kesana, sama seperti kerumunan mobil yang terjebak dalam antrian ini.

Novel Cerita Hot Sex TerBaru Rahasia Gairah Cintaku

Perlahan aku melihat mobil-mobil berdesakan dalam antrean. Jip mini saya terlihat seperti rumput liar di kebun yang penuh dengan bunga. Tepat di depan saya menempelkan 735iL, lalu beberapa meter darinya terlihat S320. Ada juga S70 dengan plat nomor BS di belakangnya, maka masih banyak lagi mobil CBU yang bahkan dalam mimpi saya belum pernah melihatnya. Mereka semua antri untuk memasuki tempat parkir acara.

Tiba-tiba aku tersenyum, mengingat kata-kata dari parafrase di dalam kehidupan ini. Dia mengatakan bahwa di Jakarta tak heran menemukan orang kaya, sungguh menakjubkan menemukan orang jujur. Dan apakah itu jujur ​​semua tuan rumah mobil mewah ini? atau lebih jauh lagi, apakah itu jujur?

Sebelum terlalu jauh, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Ryo, 23 m Jkt (membuat chatters yang tidak tahu apa artinya, mending balik pake mesin aja yah yah, hehehe …). Nah saya tidak lagi Ryo 23 m Bdg seperti pada cerita sebelumnya. Kelulusan saya dari fakultas teknik yang dikenal sebagai teknik ekonomi (karena banyak kursus ekonomi dalam kurikulumnya) dari Universitas terkemuka di kota telah membuat saya mendapatkan pekerjaan di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Tapi satu hal yang pasti, saya tidak bekerja di kantor Tia (untuk mengetahui karakter ini, disarankan untuk membaca Walk Interview). Sekarang saya hanya seorang karyawan dari salah satu industri otomotif di Indonesia, berbasis di Jakarta Utara.

Kira-kira 15 menit saya butuhkan sampai akhirnya bisa berjalan dengan tenang menuju pintu gerbang acara agung, meninggalkan jip mini saya yang diparkir jauh di sana. Setelah memasukkan amplop (yang saya yakin itu hanya layak untuk pasangan), isi daftar kehadiran dan ambil suvenir yang diberikan oleh resepsionis (cukup cantik, tapi bukan tipe saya), saya berjalan menuruni lift sampai yang kedua. lantai, diadakan

Antrian tamu yang ingin mengucapkan selamat kepada saya telah mengikuti saya sebagai salah satu korban, disertai dengan gending Jawa yang terus melunakkan nada regional saya. Di kejauhan, Linda, seorang teman SMA, dalam rentang ’92”95, terlihat cantik dengan pakaian Jawa, menyapa tamu sambil menyeka keringat dari keningnya sesekali. Di sampingnya tampak suaminya yang terlihat cukup gagah. Baiklah … mereka berdua terlihat sangat bahagia malam ini.

“Ryo …, ma sayang yah mau ikut, kapan mau nyusul Kok kok sendiri?”, Popping Linda saat aku dengan lembut mengalaminya di gang. Saya hanya bisa tersenyum kembali. Hhmm …. menikah? bahkan tidak memikirkannya. Dalam dua atau tiga bulan usiaku akan melangkah pada 24, ah … masih ada cukup waktu untuk bermain-main, melihat semua silau dunia sebelum akhirnya aku akan memutuskan untuk menetap dalam pelukan ketenangan seorang wanita.

Kok sendiri? Pertanyaan yang masih ada di telinga saya, sebagai satu demi satu tangga tangga kuturuni. Seolah-olah dia telah menguburku di ambang keheningan. Bahkan seorang petualang terkadang merasa kesepian, seperti sekarang dimana saya merasa sangat sendirian di tengah keramaian tamu undangan. Hhh … sesak juga terasa jika sisi sentimental ini terganggu.

“Ryo ….. ini dia? Bagaimana kabarmu?”, Tiba-tiba suara seorang wanita mencap pikiranku, membangkitkan diriku dari kesunyian yang baru saja kualami. Sejenak aku menantikan sumber suaranya. Itu sangat familiar baginya. Saya terus mencari wajah para tamu sampai akhirnya saya menumbuk wajah cantik, lembut dan tentu saja, saya tidak akan pernah lupa. Revy, sahabat karib saya di SMA, terlihat sangat anggun dengan nuansa perak modern dan transparan yang dia pakai. Revy … apakah itu benar-benar kamu?

Tiba-tiba ingatan saya terlempar beberapa tahun yang lalu. Revy …. nama yang masih tetap hangat di setiap jejak ingatanku. Masih segar dalam ingatan tentang seberapa dekat kita berteman selama pendidikan kita di tahun terakhir kita di sekolah favorit di Slipi Kemanggisan dulu. Tidak ada yang percaya bahwa kita tidak jatuh cinta. Anda berdua terlalu dekat untuk menjadi teman, ada lebih banyak hal istimewa di antara Anda, dan ada lebih banyak tuduhan nyata dari teman-teman saya yang akan menjadi hubunganku dengan seorang Revy.

Jujur di hatiku aku tidak pernah bermimpi hal yang sama terjadi. Baiklah … saya hanyalah manusia biasa, terkadang sulit mengendalikan perasaan dan harapan yang berhubungan erat dengan lawan jenis yang kita kenal dan rasakan sangat kita kenal. Tapi pada akhirnya saya memilih untuk membungkam perasaan itu, membunuh benih rasa yang telah tumbuh. Saya tidak akan pernah kehilangannya sehingga jika saya tidak dapat memilikinya lebih dari sekedar teman, izinkan saya memilikinya sebagai teman. Ada lebih banyak alasan mengapa saya memilih untuk tidak mengungkapkan perasaan saya padanya. Kisah Seks My Secret Love

Sebenarnya, kita hidup di dunia yang berbeda. Revy adalah anak dari keluarga yang bisa dikatakan sebagai konglomerat yang berbasis di Surabaya. Memang Revy tidak pernah mempertanyakan hal itu, bahkan dia akan marah jika ada yang menyinggung masalah. Tapi saya juga harus mengenal diri saya sendiri, setelah semua kesenjangan kelas sosial mau tidak mau menjadi penghalang bagi suatu hubungan, terutama di kalangan remaja seperti kita. Di sisi lain, setelah SMA, ia berencana untuk belajar di Wina, Austria. Desain Interior yang menjadi mimpinya sejauh ini akan ditimbanya di Tanah Air.

Dan aku tidak percaya pada hubungan jarak jauh, tidak sedetik pun … !! Dan kabar terakhir darinya adalah saat dia berangkat ke pintu gerbang Bandara Soekarno-Hatta satu malam, lima tahun yang lalu. Kami berpelukan erat, sepertinya tidak pernah bertemu lagi. Wajahnya perlahan lenyap di tengah kerumunan penumpang lain yang siap berangkat. Dan wajah itu sekarang hadir lagi di hadapanku …..

“Ryo …, benar-benar bahkan tertegun? Masih ingat saya?”, Greet Revy ramai menyapaku. Ah … tentu saja aku ingat, peri kecilku. Tentu saja aku mengingatmu ….

“Revy …?”, Saya tercengang, tidak mempercayai kehadirannya di depan saya sekarang.
“Tentu saja … siapa lagi?”, Seru Revy sembari meninju bahuku, “siapa lagi temanmu seindah ini, ya?”, Katanya lagi. Huh … sangat percaya diri, tapi aku harus mengakui …

“Bagaimana kabar Pendeta?”, Jawabku sambil menjabat tangannya dengan hangat. “Bagaimana dengan Anda, di mana kalian?” Tanyaku cepat saat melihat lingkaran emas di sekitar jari manis kirinya. Ingin memeluknya, kalau saja ………

“Mas Heru tidak di Indo lagi .. Eh … tau dimana kalian?”, Dia sadar saat identitasnya terungkap.
“Ah .. siapa lagi yang memakai cincin emas di jari kirinya, kalau bukan hadiah pria spesial”, todongku sambil acuh tak acuh.

“Oh ya .. yeah …., eh kok kok juga sendiri, dimana kamu cewek?”, Balas Revy tak mau kalah.
“Saya masih sendiri, tetap setia menunggumu di pasang ….”, saya tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, memicu sejumput tanah di pinggang saya.

“Hhhh ​​?? …. permata … kayaknya masih aja dulu, ngegombalnya tidak ilangilang”, kata Revy sambil mengencangkan jepitannya di pinggang saya. Aku berdiri meringis kesakitan, karena aku tidak bisa berteriak, banyak tamu …

Lebih lanjut menduga, kita terlibat dalam obrolan hangat dan intim. Lima tahun tanpa berita, dan sekarang sengaja bertemu di pesta pernikahan. Berita Anu, berita tentang itu, atau ini yang teman-teman kita gunakan untuk mengubah topik pembicaraan. Sepertinya seperti kemarin …. Revy sekarang bekerja di konsultan desain interior di daerah Rasuna Said Kuningan, Jakarta. Tak jauh dari tempat tinggalnya, di sebuah kompleks apartemen yang berada di belakang Hypermarket buatan Prancis, di daerah yang sama.

Dia mengatakan untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan rasa pertama, untuk kemudian membuka bisnis yang mirip dengan ibukotanya sendiri, itulah jawaban yang diberikan kepada saya ketika saya bertanya mengapa dia memilih untuk menjadi “ekor naga”, bukannya “kepala ayam” Bagi mas dan mbak sudah terjun ke dunia kerja, harus tahu istilah ini). Mas Harry, saudaranya hanya seorang boneka, kini sudah menikah dan diberkati dengan seorang putra, menempati rumah mereka terlebih dahulu di kawasan Puri Indah.

Dan sebaliknya, Revy membeli unit apartemen yang dia tempati sampai sekarang. Dan mas Heru, pria yang berhasil membungkus cincin itu, adalah tunangannya sejak setengah tahun yang lalu. Dia sekarang menyelesaikan studinya di Boston, AS. Mereka sudah 3 tahun berkenalan, meski baru berkencan setahun yang lalu. Medio tahun depan mereka berencana untuk menikah, begitu Heru menyelesaikan studinya.

Kami terus berbicara dengan saksama, tanpa menyadari berkurangnya jumlah tamu seiring berlalunya waktu. Dengan berat hati, akhirnya kami berpisah. Saya bisa membawa Revy ke tempat parkir mobil sebelum kami benar-benar berpisah. Kisah Murni Terbaik

Saya sedang makan siang di kantor, bergaul dengan rekan kerja saat tiba-tiba telepon saya berdering, dengan nama Revy terpampang di LCD saya. Segera saya meninggalkan meja sambil menjawab telepon.

“Halo …. Ryo?”, Ada suara wanita di ujung sana.
“Yup … apa kabar?”, Jawabku segera.
“Eh Ryo … sibuk tidak ntar siang?”, Tanyanya kembali.

“Ntar sore? Hhmm … enggak tuh pikir”, jawab saya, “Assiikkk … mau nraktir yah?”, Saya terhubung dengan pedenya.

“Huh … ge-er …”, jawabnya cepat, “Wah, cuman ingin ngajakin nomat, abis lagi untuk Ryo nih”. Nomat adalah singkatan dari jam tangan yang hemat, dimana setiap hari Senin kita mendapat diskon untuk membeli tiket (ah .. semua juga sudah tau kok).

“Dimana tapi di mana?” Tanyaku lagi

“Biasanya … di tempat bersejarah kita, masak kamu tidak ingat saat-saat indah kita bersama …, hahahaha ….”, lanjutnya disertai tawa tawa, “Revy tunggu di tempat biasanya, 1/2 6 teng yah … “. Kami masih berbicara sebentar sebelum dia menutup telepon.

Tempat bersejarah? Ah … lamunanku kembali sepanjang jejak waktu yang telah berlalu begitu lama. Pondok Indah Mall adalah tempat favorit kami untuk berwisata sekolah. Revy mengatakan barangnya bagus, sedangkan menurut saya yang terbaik dari tempat itu adalah pengunjung wanita cantik, hahahaha …..

Saya tidak tahu berapa kali kita pergi bersama ke tempat itu. Perhatikan, main game (ding-dong tepatnya), makan, atau ngeceng saja. Beberapa kali kami tertangkap oleh teman-teman lain, jadi semakin meyakinkan mereka saat ini berkencan. Kencan? ah … mungkin itu hanya ekspektasi saya yang terlalu aneh dari kejadian tersebut saat berpacaran.

Waktunya jam 17:24 waktu saya memasuki area perbelanjaan. “Tempat-tempat biasa” yang maksud Revy tentu masih seperti dulu, dimana kita sering nongkrong bersama. Outlet St. Michael di lantai dasar, di samping Baskin 31 Ice Cream pastinya yang dia maksud. Kami biasa nongkrong makan es krim sambil melihat St. Michael dari luar gelas. Hahaha …. terasa betapa kecilnya kita saat itu. Kisah Sex Terhot Passion My Secret Love

Senyuman telah menyapaku saat aku sampai di sana. Revy telah tiba lebih dulu, dan masih seperti sebelumnya, sedang menikmati secangkir stroberi krim es krim sambil bersandar pada stopkontak di dinding. Setelah berbicara sambil menunggunya menghabiskan sisa es krimnya, kami naik ke lantai atas untuk melihat film apa yang sedang diputar. Kue goreng, mie bakso dan sebotol teh dingin.

Masih seperti makanan fave pertamanya saat sedang bermain dengan PIM. Restoran mie spesialis yang terletak persis di seberang sineplex masih terpukul di lidah, setelah bertahun-tahun di negara ini. Kami makan sedikit terburu-buru, karena Charlie’s Angel akan segera ditayangkan.

Sudah larut, saat Cameron Diaz, Drew Barrymore dan Lucy Liu menyelesaikan aksinya di film tersebut dan memaksa kami pulang. Seperti kemarin, bawa Revy kembali ke mobilnya. Kita menjadi semakin mengenal, seperti anak yang tidak mau lepas dari mainan kesayangannya yang telah lama lenyap. Yah … Revy telah lama menghilang dari hidupku, dan aku tidak tahu apa artinya bersatu kembali denganku.

Ketika sampai di rumah, saya mengambil kembali arsip lama saya, berharap bisa mendapatkan kenangan tentang Revy di sana. Dan aku berhasil mendapatkannya ….. !! Dua buah tiket film “Speed” yang ditandai medio 94 lalu masih ada di salah satu file lama saya. Saya tersenyum sendiri mengingat betapa lucu wajahnya mengagumi sosok Keanu Reeves yang menjadi karakter dalam film tersebut, 6 tahun yang lalu sembari terus mendesak saya untuk mengikuti potongan rambut Keanu yang saat itu sedang mewabah. Hahaha … yang lebih mirip tikus smasher mendapat donk jika saya sangat memapras rambut saya meniru karakternya. Di sisi lain, entah bagaimana saya suka menyimpan benda-benda yang memiliki ingatan, mungkin saya adalah orang yang setia dengan kenangan. Dan malam itu aku tertidur sambil tersenyum. Tersenyum tentang keindahan ingatan ……

Lapar dan haus saya hampir tidak merasakannya, tapi rasa jenuh dan kantuknya yang melanda saya dengan hebat, sambil terus berusaha memusatkan perhatian pada General Managerku yang terus mengomel diiringi siang hari. Busyet … atasan saya memakai baterai yang bagus, bagaimana omelannya benar-benar menahannya dari yang terakhir, kupikir setengah tertidur sambil menahan mataku agar tidak tertutup.

Tentu dia tidak memarahi saya, tapi rekan-rekan lain yang menjadi targetnya. Tapi tetaplah menyebalkan jika mendengar orang yang ngomel saja. Ini salah, itu salah. Itu kurang, kurang. Lipat jalan keluar jendela. Hhmmm … ruangan ini ada di lantai 4, saya rasa tidak apa-apa kalau GM saya dilempar keluar jendela, hahahaha ……..

Tet ….. suara telepon saya sekali, cukup mengejutkan saya. Saya rupanya lupa mengatur mode diam sebelum rapat dimulai. Untung saja SMS, usahakan kalau telpon masuk, bisa bikin ribet rapat meeting meeting. Untuk sesaat melirik SMS yang masuk. Ah … dari Revy yang mengajakku makan malam bersama siang ini. Tidak buruk, liburan seperti ini juga ada yang bisa dilakukan. Berarti menyelesaikan rapat, saya harus menelepon kembali untuk memastikan jadwal kencan kami siang ini. Kencan? hah? impianmu … !!

Sejak kita bertemu lagi, sering kita jalan-jalan setelah jam kerja. Hampir 2 hari kita jalani, bahkan untuk makan malam dan ngobrol dan bercanda. Sepertinya tidak kehabisan obrolan kami. Entah bagaimana kita merasa lebih dekat satu sama lain. Revy pernah mengatakan bahwa jalan dengan saya banyak tertawa. Dia bisa bebas bercanda, tertawa, bahkan untuk lol. Dia berkata lagi, komentar saya sering mengejutkannya, dan membuatnya tidak bisa berhenti untuk tertawa.

Rasanya ramai, seperti saat masih muda, katanya lagi. Dia mengatakan tidak ada orang kecuali saya yang mampu membuatnya bisa mengekspresikan rasa apapun di dalam hatinya dengan bebas, bahkan Heru pun, tunangannya. Katanya berjalan dengan tunangannya adalah jalan serius, makan malam di tempat yang serius (berarti formal yah yah)., Berbicara soal hal yang serius. Datar tanpa kejutan, tidak ada gejolak. Tapi aku tetap mencintainya, dia melanjutkan lagi.

Tidak terasa hari kita semakin dekat. Semakin kita berjalan, ada sesuatu yang mulai mengikat perhatianku kepadanya. Semakin aku mengenalnya lagi, seperti dulu. Ah …. kalau saja cincinnya belum ada …..

Waktu menunjukkan pukul 17:36 WIB saat saya melangkah kaki ke lobi gedung perkantoran Revy, sebuah bangunan dengan bentuk menyerupai kipas raksasa di atap. Saya memang menjemputnya kali ini, karena mobilnya telah kadaluarsa suratnya dan harus diarahkan ke pihak berwenang untuk perpanjangannya. Butuh satu atau dua hari, katanya. Saya menelepon dari tempat parkir, mengatakan bahwa saya akan menunggunya di lobi. Yup …, itu dia Revy sudah menunggu di lobi. Setelan celana hitam dengan blazer yang serasi menutupi kemeja china-nya yang sangat biru.

Kemacetan di Jakarta pada sore hari memaksa kami membongkar kotak kue Revy terlebih dahulu di jalan saat jam di mobil saya nampak jam 18:02. Sebuah restoran makanan Korea yang berada di BBD Tower (sekarang Bank Mandiri) di daerah Diponegoro merupakan referensi kali ini. Katanya dari situ kita bisa makan sembari menikmati cahaya gemerlap Jakarta di bawah sana dari atas gedung.

Mendengarnya mengingatkan saya pada kafe dago di Bandung para ahli Bandung, dimana kita bisa menikmati pemandangan kota Bandung semaksimal mungkin sambil menghirup udara pegunungan yang dingin, pemandangan yang selalu menjadi fave saya sampai kapanpun. Jika Revy pernah merasakannya …. Kali ini Revy benar. Sangat indah melihat Jakarta yang berkilau dari sini. Lampu dari gedung sekaligus penerangan, warna-warni menghiasi cakrawala kota di malam hari.

Di bawah ini ada hiasan ringan dari restoran steak ternama dengan cahaya yang indah. Memang bagus, tapi tetap ada sisi romantis yang hilang. Tak semrawut pemandangan kota Bandung, tempat kita dibuat berbaur dengan alam, merasakan salam hangat angin yang meniup wajah kita, tanpa batas dinding kaca dan pendingin ruangan seperti saat ini.

Tapi dengan Revy di hadapanku, apa yang kurang bagus? Sambil menatap senyumnya seakan bisa memadamkan lampu kota yang ada di bawah sana. Hiperbolik memang, tapi bukankah begitu jatuh cinta? Hah? Jatuh cinta? impianmu … !! “Lucu yah Ryo, kalau ingat kita dulu keliru berkencan”, katanya di tengah obrolan. “Iya .. dan kalau mereka lihat lagi apa yang sedang kita lakukan sekarang, pasti semua kaget memikirkan betapa awetnya kita berkencan, hahahaha …”, jawabku.

Dan kami tertawa bersama. Seringkali kita berjalan bersama, tidak ada satu kata pun yang diucapkan, bahkan setelah beberapa tahun berlalu. Dan sekarang apa situasi yang sempurna …. Makanan lezat, tempat bagus, pemandangan romantis, wajah cantik, api di hati, kecuali …… kecuali satu hal …………, cincin di tangannya Hah ……

Novel Cerita Hot Sex TerBaru Rahasia Gairah Cintaku

Masih melirik jam yang menempel di dinding ruang tamu Revy pukul 22:42 saat kami memasuki unit apartemennya. Sebuah unit apartemen kecil yang indah, dengan 2 kamar tidur dan teras dengan pemandangan terbentang menuju Jl. Casablanca, terlihat jelas dari lantai 7. Revy meninggalkan saya sendirian di ruang tamu, saat dia meminta izin untuk sebentar pergi ke kamar kecil. Hhmm .. susunan ruangan bergaya minimalis tapi dengan perpaduan warna-warna cerah dan berani mewarnai ruang desain interor.

Ieng mendorong setumpuk CD yang bertebaran di atas karpet. Chaka Khan, Toto, Whitney Houston dan ah … Syaharani …, sama seperti kaset yang selalu saya dengarkan di mobil saat kembali bekerja. Perlahan aku bermain di set stereo, secantik suara Syaharani yang meneriakkan momen “Tak terlupakan” nanti. Cerita ngentot

Aku melemparkan diri ke sofa, saat segera Revy bergabung denganku, membawa dua kaleng coke dingin untuk mengobrol dan bercanda, tertawa cekikikan dan tertawa terbahak-bahak. Tuhan terkutuk, aku benci cincin itu ……

Sudah larut, saat aku memutuskan untuk pergi dan pulang. Mengapa rasanya begitu keras setiap kali saya mengucapkan selamat tinggal, sepertinya saya tidak akan bertemu lagi dengannya ….? Sepatu kiriku yang baru saja kupakai, ketika tiba-tiba di belakangku terdengar suara Revy bertanya, “Ryo, kita memiliki persahabatan yang panjang, dan Revy menahan napas sejenak kemudian melanjutkan,” … dan bolehkah aku mengetahuinya sekarang “dan tolong jawab yang sebenarnya “.

“Tentu apapun yang ingin kamu ketahui, tanyakan saja pada saya”, saya bertanya tercengang. Sebenarnya mau tanya apa ya anak?
“Ryo, pernahkah kamu memiliki perasaan yang berbeda tentang aku?”, Tanyanya gugup.
“Apa maksudmu dengan perasaan yang berbeda?”, Jawabku tak kalah kaget.
“Ayo Ryo, kamu tahu apa yang saya maksud .. Jangan buat lebih sulit buat saya, please ….”, kata Revy dengan wajah murung.
“Kenapa kamu harus tahu?” Tanyaku lagi untuk menghindar.

“Aku hanya perlu tahu, Ryo, tolong jawab aku …”, jawabnya sedikit memaksa. Sial …. !! Apa yang harus saya lakukan? Katakan padanya semua yang aku rasakan tentang dia? atau hanya berbohong dan katakan padanya semuanya benar? Perang batin segera berkecamuk, membuat saya ragu untuk memilih apa yang akan saya katakan kepadanya.

Sisa pelan perlahan, sampai akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. Saya pikir dia telah menemukan cinta sejatinya dan akan segera menikah. Pengakuan saya mungkin hanya sebuah intermezzo dalam jejak hidupnya. Dan setelah semua kita berdua dewasa, kita bisa menerima betapa buruknya hal itu.

“Sudahkah saya jatuh bersama Anda, apakah itu yang ingin Anda ketahui, Wah?”, Saya bertanya pada akhirnya. Revy baru saja berhenti dan membungkuk sambil memainkan ujung blazernya dengan kedua tangannya. “Ya, aku telah jatuh cinta padamu Sebenarnya aku telah jatuh cinta padamu sejak kita di sekolah”, jawabku berusaha bersikap tegas. “Apakah saya pernah jatuh cinta dengan Anda, Wahyu? Jawabannya adalah, bahkan selalu …. Saya selalu mencintaimu”, saya terus tidak cukup kuat untuk menahan sedimen perasaan saya kepadanya.

Diam setelah itu. Menit berlalu tanpa tahu harus berbuat apa. Murka dia untuk saya? Jika tidak, mengapa dia diam begitu lama? Lalu apa yang harus saya lakukan? Biarkan saja, atau haruskah saya tetap melihat reaksinya? Tiba-tiba Revy membantingku, memelukku erat-erat dan menangis. Saya hanya bisa memeluk punggungnya sambil menggosok rambutnya yang kendur di bahunya.

Ada apa, sayang? “Kamu jahhaaattt …… !!”, dia berseru tiba-tiba, masih menangis dan memukul dadaku dengan kedua tangan. “Kenapa kamu hanya mengatakannya sekarang? Apa kamu mengenal Ryo, seberapa setia aku mencintaimu selama ini, sampai akhirnya aku memutuskan untuk memberikannya kepada orang lain?”, Dia menangis lagi saat dia berkata.

Tiba-tiba dunia tampak berputar hebat setiap kali aku mendengar pengakuannya. Revy telah mencintaiku selamanya? Ya Tuhan ….. Aku sudah menemukan seseorang yang paling paham denganku, dan aku membiarkannya lolos begitu saja? Aku merasakan napasku untuk mendengar semuanya. Menit-menit itu …. cincin-cincin itu membawa kebahagiaanku … Menit setelah beberapa menit aku mendengarkan keseluruhan cerita tentang Revy, mendengarkan bagaimana dia terus mengharapkan kata-kata cinta dari bibirku, bahkan sampai dia belajar di luar negeri. dan kami tidak pernah membicarakan berita itu lagi.

Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menerima cinta Heru dan belajar mencintainya, karena cinta Heru adalah kenyataan baginya, sedangkan cintaku hanyalah mimpi. Saya tidak tahu harus berkata apa. Yang saya lakukan hanyalah mencoba menenangkan air mata dan menyeka air matanya dengan saputangan saya. Beberapa saat sampai akhirnya keadaan Revy cukup tenang, dan kami tetap terus memeluk …

Aku memikirkanmu setiap pagi, memimpikanmu setiap malam Sayang aku tidak akan pernah kesepian, kapan pun kau di dalam aku mencintaimu, untuk alasan sentimental ……

Suara lembut Syaharani menyanyikan sebuah lagu berjudul “For Sentimental Reasons”, menyeret kami berdua dengan ritme yang menenangkan dan menyejukkan. Tanpa sadar tubuh kita bergerak perlahan mengikuti alunan lagu. Ya … kita tanpa disadari menari, ditemani musik lembut yang keluar dari stereo set di ruang tamu prasmanan. Dari jendelanya Jakarta tetap terlihat cerah, seolah sengaja menghangatkan kita berdua. Kisah Seks My Secret Love

Kami terus tenggelam dalam tarian lembut dan romantis, bahkan setelah musik berhenti bermain. Kami hanya bergoyang lembut, mengikuti hati nurani kami. Perlahan kukuk dahi yang lembut. Begitulah cara dia mengencangkan lengannya. Kudongakkan perlahan dagunya, masih terlihat olehku bagaimana Revy menutup matanya, sebelum akhirnya mencium bibirnya yang penuh perasaan …..

Kami berpegangan tangan dan mencium erat, larut dalam kerinduan tanpa emosi dan tak terkatakan, bahkan dalam beberapa tahun pun. Segala macam rasa yang pernah kami rasakan, seolah-olah kami tumpah dengan ciuman yang dalam. Dengan lembut aku mengangkat tubuhnya sampai sekarang aku memeluknya setelah beberapa saat kita melihat, sambil berciuman. Perlahan aku naik ke sofa dengan masih memegangnya di pelukanku.

Tiba-tiba aku merasa ruangan menjadi gelap, saat tangan Revy berhasil mencapai saklar lampu yang terletak di dekat pintu utama. Diam diam, hanya nafas kedua isak tangis kami tersapu oleh cinta. Sekarang kita duduk di sofa, bersama Revy di pangkuanku. Kami masih terus berciuman, lebih dalam.

Dengan perlahan saya melepas dua tombol blazer, lalu jatuh ke karpet. Revy mencoba melepaskan satu per satu kemeja kancing, sampai akhirnya dia berhasil mengeluarkan bajuku di tangannya, lalu menjatuhkannya ke karpet. Kami terus berjuang dalam campuran kerinduan yang tak henti-hentinya. Saya tidak ingat dengan jelas bagaimana masing-masing kita kehilangan kain penutup satu per satu, sampai akhirnya kita tetap memakai kain penutup terakhir.

Aku mencium dada Revy yang penuh kehangatan, saat aku merasakan tangannya tergelincir lembut di bawah celana dalamku, menurunkannya dan menggenggam penisku erat-erat dengan telapak tangannya. Ugh … benar-benar sensasi yang tak terkatakan.

Kuturuni centi oleh centi tubuh Revy dengan daun pagoda berwarna keunguan di sekujur tubuhnya. Napas Revy terus memburu, dan semakin banyak berburu saat saya perlahan-lahan menemukan celana dalam warna biru muda, sedikit demi sedikit menurunkan kedua kaki setinggi itu hingga akhirnya melepaskan seluruhnya.

Sekarang situasi kita sama ketika kita pertama kali lahir, tanpa seutas benang yang menutupi tubuh kita. Perlahan aku membuka paha Revy dan mengarahkan wajahku ke sana. Seolah tersengat, napas Revy tertahan saat ia mulai merasakan sesuatu yang lembut membelai organ kewanitaannya. Perlahan-lahan memutar lidahku di vaginanya, memberinya sensasi oral yang tak terkatakan. “Ryo …. uuhhh …. hhhmmm …”, terdengar suara lembut Revy berbisik, di sela nafas mendesis.

Saya terus memperlakukannya dengan kasih sayang. Bibir lembut yang diselingi gigitan kecil dan teguran perlahan terus mendera organ kewanitaannya, membuatnya semakin terbuai oleh hasrat yang perlahan mengalir melalui aliran darahnya. Beberapa menit berlalu sampai ….. “Ryooo … aahhhh …”, dia menangis sambil mencengkeram rambutku.

Puncaknya telah menemuinya, menenggelamkannya di jurang kesenangan ke bawah. Aku hanya bisa melihatnya. Betapa indahnya ekspresi Revy yang terbuai ke dalam ketegangan orgasme yang baru saja disambutnya mampu mengalahkan semua keindahan yang pernah saya saksikan sebelumnya.

Aku membiarkan Revy berkedut pada setiap saat puncak yang baru saja dia lewati dan kemudian mulai menarik kembali pernapasannya lagi. Aku merasa tangan Revy dengan lembut mengusap tanganku yang telah menggenggam getah keamanan. “Jangan gunakan itu, aku ingin merasakanmu di dalam diriku sepenuhnya ….”, dia berbisik pelan di telingaku saat dia meraih penisku dan membawanya ke dalam vaginanya.

Hangat dan mendebarkan rasanya saat ujung penisku menempel di bibir vaginanya. Ada sentuhan lembut tangan Revy di pinggulku dan mendorongnya ke depan untuk memukul penisku di tubuhnya. Rasanya sensasi yang sangat menyesakkan dan mendebarkan, saat aku menikmati milli-by-millis penisku menembus organ kewanitaan Revy. Ungkapan di wajahnya yang nampaknya menikmati penetrasi semakin membuat saya merasa seperti terbang dengan senang hati.

Sampai akhirnya penisku terkubur utuh di tubuhnya, utuh seperti semua cintaku padanya yang telah aku simpan. Matanya menatapku, dengan lembut aku mencium keningnya sebelum akhirnya kita tenggelam dalam sanggama yang sangat indah, di mana hati hati dan cinta bercampur aduk di dalamnya.

Sekarang Revy terbaring di sofa dan aku dalam posisi setengah duduk terus memompa penisku keluar dari tubuhnya. Kaki kirinya terkulai di pundakku, saat kaki kanannya terentang ke karpet. Kami terus berhubungan seks dengan sangat intim, seolah-olah tidak ada hari esok untuk kami. “Ryooo …… hhhmmm … aahh ..”, jerit Revy pelan saat sesekali merasa kemaluannya mendesak vaginanya bagus.

Waktu terus berpacu, sebagai gairah dari keinginan kita untuk menyatukan semua tubuh dan perasaan kita bersama. Semakin dekat ini bersanggama saat aku merasa Revy mulai mendekati bagian atas keduanya. Dan … “Ryoooo ….. aarrggghhh..hhhmmppff.”, Suara Revy mendebarkan mendengarnya.

Puncak kedua telah datang merebutnya kembali dan menenggelamkannya dalam gulungan nafsu dan kesenangan yang tidak seperti akhir. Unfinished Revy merilis semua ekspresinya, dengan cepat mencium bibirnya dalam-dalam. Mendengar sedikit jeritan sisa orgasme saat kami berciuman. Tiba-tiba aku menarik tubuh Revy dan mendudukkannya di pangkuanku.

Sekarang wajah kita bertatap muka, dengan Revy di pangkuannya. Kembali kutikamkan penisku di kewanitaan, saat ia meremas buah pinggulnya dan bangkit naik turun tubuhnya di atasku. Kami kacau saat berciuman sangat dalam.

Tubuh Revy terhuyung-huyung setelah setiap persetubuhan kita berdegup kencang. Sesekali disibakkan rambut yang mulai basah terurai. Ada saat yang sangat indah setelah beberapa saat berlalu, ketika Revy mendorong rambutnya kembali dan terus memegangi kepalanya, terus bergoyang dalam strain sanggama. Seperti tarian kehidupan yang sangat indah dan sakral, mengikuti setiap isyaratnya meniduriku. Kisah Seks My Secret Love

“Wah, aku mencintaimu,” bisikku lembut di telinganya, di antara pelukan seks kita yang lembut.
“Aku juga”, hanya itu yang bisa dia katakan sebelum menginjak-injak kembali merasakan sesak penisku untuk mengisi organ kewanitaannya. Rasanya bagiku bagaimana vagina lebih kencang meremas organ penisku …..
“Ryoo …. eennngghhhh ….. aahhhhh ..”, teriaknya tertahan saat orgasme itu kembali menggulungnya, menyeretnya ke dalam lembah senang sampai ke hambatan.

Kini ia merebahkan jabatan di pundakku. “Revy sayang kamu …”, ucapnya lirih di telingaku. Saya hanya bisa mengusap lembut rambutnya. Ah … Revy, andai kamu bisa tahu aku aku merasakan hal yang sama sepertimu.

Kugendong Revy menuju kamar tidurnya. Dia memelukku eratnya tidak akan pernah ia lepaskan. Masih sempat kupadamkan lampu saat kita mulai memasukinya. Kami terus berciuman, semakin dalam. Kuturunkan Revy dan membalikkan ke dalam. Sempat kudengar jeritan lirih kaget saat ku memposisikan diri seperti itu. Kini Revy setengah sedang membelakangiku, dengan kedua pas bertumpu pada meja kerja yang menghadap ke arah jendela tidurnya yang masih terbuka. Perlahan kus kembali penisku dalam vaginanya.

“Ugh ….”, terdengar lirih bisik Revy saat ia mulai merasakan tikaman penisku menembusnya dari belakang.

Kembali kami bersetubuh, sangat erat. Kuterus menikamkan penisku ke dalam organ kewanitaannya dari belakang, seraya meremasi kedua buah pinggulnya. Betapa indahnya persetubuhan ini, suatu sensasi yang pernah pernah saya rasakan sebelumnya saat bercinta seraya pemandangani lampu-lampu kota yang masih saja benderang dari jendela tanpa kain penghalang yang terpampang di depan kami berdua. Kami terus bercinta, mencoba merasakan kehangatan pendar-pendar lampu jalanan kota Jakarta yang terpampang di depan kami, seakan-akan terus memancari kami dengan cinta.

Galau hati, luapan emosi, kerinduan dan rasa cinta plus city view metropolitan berpadu dalam dekapan erat bernyanyi dewi nafsu, menghantarkan persetubuhan kita semakin dalam dan dalam. Kami berciuman, mendesah, mengerang, dekap, coba semua sensasi yang ditawarkan dalam sebuah persetubuhan. Semakin terhimpit rasanya penisku di dalam liang vaginanya, saat mulai kurasakan sesuatu bergejolak masuknya dalam tubuhku.

“Wah, saya hampir sampai ….”, bisikku lembut.
“Ya Ryo, cum di dalam madu …”, balasnya lirih. Makin terasa desakan orgasme menghimpitku saat bikin kutikamkan penisku dalam vagina Revy. Perlahan merambati seluruh urat syarafku.

“Ryo …. eenngghhh …”, jerit Revy lirih, seakan memberi tanda kepadaku yang sedang mendekatkan orgasmenya yang kesekian kali. Kupacu persetubuhan ini semakin cepat, karena ku tahu tidak ada gunanya lagi lebih lama, karena tembok pertahananku akan hancur berantakan dalam hitungan detik.

“Ryooo ….. aahhhh … !!”.
“Saya cumming Rev, saya cummiiinngg … !!.”

Kami berteriak hampir berbarengan kala orgasme menyapa kami dalam waktu yang bersamaan. Kurasakan derasnya cairan penisku menyembur keras, penuh vagina Revy dengan suatu sensasi kenikmatan yang tak terbilang. Revy terus imbang pinggulku ke arahnya, seakan ingin sekali setiap detik orgasme kita di dalam jasmani. Entah berapa lama kita terbuai tinggi, terlenakan gelombang hasrat yang terpuaskan di dalam suatu gulung orgasme yang begitu dahsyat.

Angin pagi Jakarta meniup lembut rambutku yang basah tak beraturan di teras apartemen, sementara di belakang sana Revy sedang sibuk. Jujur saja, saat ini aku sedang merasa kacau. Seharusnya saya temui seorang Revy jatuh cinta dan terlena dalam dekapanku. Namun yang terasa saat ini hanya rasa menghujam batinku pilu.

She is my best friend, and what have I done to her? Slept with her? and what about her marriage few months later? Did I think about it? What was I thinking? and what about Heru? Don’t I just screw up their life by sleeping with Revy? Ryo, you’re such a selfish person…!! Suara hatiku terus menyiksaku dengan pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiran dan kepalaku ini.

Revy adalah sahabat saya, dan saya ingin melihatnya hidup bahagia, dan kini saya hanya memberinya trouble yang sangat berat. Saya hanya akan mengacaukan pilihan jalan hidupnya dengan hadir di antara dia dan tunangannya. Dan jika kehadiranku tidak mampu menggoyahkannya, setidaknya saya telah membuat pernikahan mereka tidak akan sesuci seperti yang terlihat.

Dan Heru, apa yang akan diperbuatnya jika mengetahui kekasihnya jatuh cinta dan bercinta dengan pria lain? Haruskah saya bersenang-senang di atas segala resiko kehancuran orang lain, bahkan yang notabene adalah orang-orang terdekatku? Saya adalah seorang pria, dan saya tahu persis hancurnya perasaan dan harga diri seorang pria yang kekasihnya berpaling ke cinta yang lain. Haruskah saya membuat kaumku yang lain merasakan perih itu? Perih yang selama ini kadang kurasakan juga saat ingatanku melayang ke masa-masa yang lalu, at the time when I gave my best love for someone, but she felt still not worth enough….

Tiba-tiba tangan Revy melingkar di tubuhku. Dia memelukku dari belakang dengan suatu dekapan erat yang mesra. Terasa lembut wangi basah rambutnya menempel di pundakku. “Ryo…, I have to talk with you”, bisiknya lirih.

“So please, say it..”, balasku sambil membalikkan tubuhku dan menemukan sesosok wajah yang sangat mendamaikan dan menentramkan jiwaku, but do I feel sorrow in her eyes? Kami duduk di teras, menikmati semilir angin pagi Jakarta yang masih belum terkotori debu polusi, ketika Revy memulai ucapannya, “Ryo, I’ve been thinking about us.., dan Revy tidak bisa hidup begini terus”. Saya hanya terdiam sambil menebak-nebak apa yang dimaksud Revy dari perkataan yang diucapkannya, saat Revy meneruskannya kembali, “Ryo, I have life now. Yes…we were messed up, but I still have to go on with my own life”, Revy menarik nafas sejenak, “…and Heru is my life for me now”.

Saya hanya bisa memandangi mata Revy yang mulai berkaca-kaca saat kembali ia berkata, “Maybe I don’t love him as much as I love you, but he is real for me, Ryo…… And you seems just like a dream for me”, Revy terdiam sejenak, “…and I can’t live in dreams. Revy butuh hidup yang nyata, Ryo. Revy butuh kepastian….dan saat ini kepastian untuk Revy adalah Heru. Walaupun ia tidak seindah kamu, tapi setidaknya Heru-lah yang memberikan kepastian dan hidup yang nyata buat Revy. Loving you is the greatest feeling I’ve ever had, but…..” “Ssstttt…..say no more honey, I know what you think. I understand you surely….”, sahutku sambil menempelkan telunjukku di bibirnya.

“Ryo mengerti apa yang kamu rasakan. Sebagai wanita di usiamu, kamu memang wajar menuntut itu. Dan pria yang terbaik bagimu adalah Heru, karena ia dapat memberikan kepastian untukmu. I know I can only give you dreams,….and dreams seems never be enough for women”, sahutku lagi, “Kembalilah pada Heru, he is where your place belongs to”, kataku sambil kudekap erat Revy penuh sayang.

“Thanks Ryo, kamu baik sekali, but may I ask you anything else”, ujar Revy lirih sambi bersandar di pundakku.
“Sure…anything you want, Rev”, balasku cepat dengan terus membelai rambutnya.
“Will you keep this night as a secret, please…?”, Revy mendongak, menatapku dengan pandangan penuh harap.
“Surely I will, Rev. Surely….”, kataku meyakinkannya. “Kamu sahabat saya Rev, dan saya tidak mau ada sesuatu pun yang mengacaukan kebahagiaan hidup kamu, apalagi oleh hal-hal yang disebabkan oleh saya”, lanjutku lagi, “I’ll do anything to make you happy Rev, you can depend on me, as always…”.

Jalanan kota Jakarta masih lengang, ketika kubelokkan mini jeepku di dareah TPU Karet menuju kawasan Pejompongan. Pelan kutekan tombol on radioku yang langsung ter-set pada sebuah radio swasta yang khusus memutarkan lagu-lagu Indonesia di bilangan frekuensi 89-an FM.

Selamat tidur kekasih gelapku, s’moga cepat kau lupakan aku Kekasih sejatimu tak kan pernah sanggup untuk melupakanmu Selamat tidur kasih tak terungkap, s’moga kau lupakan aku cepat Kekasih sejatimu tak kan pernah sanggup untuk meninggalkanmu.

Suara Sheila on 7 dengan Sephia-nya cukup menerbangkan lamunanku kembali pada Revy. Masih terbayang bening matanya, saat terakhir kumemandangnya di pintu apartemennya. Ingin rasanya memeluk dan menciumnya, mengungkapkan semua isi hati ini yang tidak pernah terungkap sebelumnya. Semua kata cinta di dunia tidak akan pernah cukup menggambarkan bagaimana inginnya diriku memilikinya. Namun semua itu tidak saya lakukan. Biar bagaimana pun saya telah berjanji untuk tidak lagi mengacaukan kehidupan Revy. Kata cinta hanya akan membuat segalanya menjadi bertambah berat dan rumit bagi kita. Better not to say it…!!

Revy butuh kepastian…, mengapa hanya kata-katanya itu yang terngiang selalu di telingaku kini. Terbayang sekelebatan kisah-kisahku dengan beberapa wanita yang sempat hadir di jejak-jejak hidupku. Jika hingga kini saya belum menemukan yang saya cari dari seorang wanita, yaitu kedamaian, mungkin karena selama ini pula saya belum mampu memberikan apa yang mereka cari, yaitu kepastian.

Diriku masih merenung saat kulewati perempatan Slipi-Palmerah yang mulai ramai dipenuhi aktivitas manusia, untuk kemudian meluncur menuju kawasan Tomang. Ah…kepastian…….. Something women always want, something I could never give, not yet. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Novel Cerita Sex TerUpdate 2018 Vagina Sempit ABG SMP

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Untuk waktu yang lama saya adalah teman yang tak terduga dan diduga dia menyatakan niat dan niatnya untuk berteman dengan saya dahalulu karena dia ingin mengenal saya lebih jauh, jika saya tidak menjawab, mungkin saya pikir sombong, setelah saya berfikir panjang dengan pertimbangan keputusan saya akhirnya pilih? pacarnya? pendek dan penuh rasa malu aku mengirim sms? untuk kata? Iya saya INGIN MENJADI KEKUASAAN ANDA?, Dia sangat senang bukan kepalang tentunya orang lain aja belum tentu bisa meraih hati saya, dengan ketekunan dan ketekunan saya akan menyerah karena saya yakin dia tulus kasih sayang dengan saya sikap yang diangkat kepada saya. telah menjadi buktinya.

Novel Cerita Sex TerUpdate 2018 Vagina Sempit ABG SMP

Namaku Lady Gaga (nama samaran). Orang bilang aku cantik, kulitku berwarna kuning, hidungku kabur, sekilas aku suka Indo. Tinggi saya 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk cewek seusiaku. Aku punya pacar, Changjo namanya. Dia saudaraku, kita sering bertemu di sekolah.

Changjo adalah murid biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolah saya. Prestasi belajar itu normal. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah tulus atau tulus. Dia juga mencoba mendekati saya. Di sekolah, saya tergolong populer. Banyak anak laki-laki mencari perhatian saya.

Tapi entah kenapa aku memilih Changjo. Singkatnya, aku akan pergi dengan Changjo. Banyak dari pacar saya menyayangkannya, namun Anto masih ada yang ayahnya adalah pejabat, Si Danu yang merupakan pemenang kelas, Si Andi yang merupakan pemain bola basket, dan lain-lain. Entah bagaimana aku tidak memperhatikan mereka-mereka memang begitu.

Changjo dan saya sudah berjalan sekitar 6 bulan. Kencan kami sembunyi-sembunyi, ya karena kita masih di bangku SMP sehingga kita masih takut berkencan secara terbuka. Orang tua saya benar-benar melarang saya untuk berkencan, masih kecil. Tapi saat cinta berada di sana, semuanya menjadi menyenangkan.

Sabtu sepulang sekolah saya membuat kesepakatan dengan Changjo. Saya ingin membawanya ke rumah temannya. Saya mengatakan kepada orang tua bahwa Sabtu saya pulang terlambat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di dompet saya Saya telah menyiapkan kemeja dan celana dari rumah. Setelah sekolah, saya pergi ke wc dan mengganti seragam saya dengan pakaian yang saya bawa dari rumah. Changjopun begitu.

Dari sekolah kami di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bus ke Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Changjo. Sesampai di sana, saya diperkenalkan dengan teman Changjo, namanya Agus. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus ada di luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Adilla.

Pelayannya pulang ke rumah, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah untuk mengunjungi Agus dan membawakannya makanan. Adiknya hari ini telah tiba pagi ini dan akan datang besok, katanya. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul.

Segera, Agus dan Changjo pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku mengobrol dengan Adilla. Dari Adilla, saya tahu Agus sudah kontak selama sekitar 1 tahun. Keduanya adalah satu sekolah, juga di bangku SMP yang berbeda dengan sekolah saya.

10 menit kemudian, Agus dan Changjo kembali dengan 4 gelas sirup dan dua stoples camilan. Setelah mengantarkan minuman dan makanannya, Agus berdiri dan memutar VCD. Film baru tersebut mengatakan. Saya tidak mengerti, saya kira bioskop biasa. Agus marilah kita minum. Aku minum sirup yang dia berikan padaku. 10 menit berlalu, kepalaku sangat pusing, pada saat bersamaan ada perasaan aneh menyelimuti tubuhku.

Rasa merinding yang hangat di tv terlihat adegan wanita Kaukasia yang dientot oleh 2 pria, satu negro dan satu lagi bule juga. Saya berniat pulang ke rumah, tapi entah bagaimana dorongan saya untuk terus menonton film. Mungkin itu karena saya pertama kali menonton film biru. Tubuhku tumbuh lebih enggak terasa seperti kepalaku terasa berat dan ah rangsangan di tubuhku jadi gila.

Kulihat Agus dan Adilla sudah saling menanggalkan pakaian telanjang di hadapanku dan Changjo.They saling berpelukan, sepertinya Agus Agus sedikit mencium Adilla Adilla dan kemudian resis pepilisnya nampaknya keduanya sudah sering melakukannya. Mereka terlihat tidak lagi canggung Adilla Agis yang letaknya sama persis dengan kejadian di film biru. Adilla juga nampaknya sudah terbiasa dengan permen Agus Kontol, diisep, dikulum oleh Adilla Changjo menutup tubuhnya ke saya.

? Rim. Kamu sayang aku enggak ?? dia bertanya padaku ? Eh .. ada apa, Din? Kukatakan kaget karena aku masih nonton Agus dan Adilla? Saya mau kayak begitu, “kata Agus sambil menunjuk Agus dan Adilla yang semakin panas. Muncul Agus mulai menggulingkan Adilla, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Adilla. Mengikuti teriakan kecil Adilla, bar kontol masuk sepenuhnya ke dalam nonok Adilla. gairah terombang-ambing untuk beberapa alasan? Seluruh tubuhku menggigil. “Lady,” kata Changjo lagi. “Uh baseb enggak enggak malu, bilang begitu?” Malu sama saja, kata Changjo.

Tangannya mulai merayap masuk ke dadaku. Kutepis perlahan memegang tangannya. “Malu Agus dan Adilla tuh?” Saya bilang. “Ah mereka aja cuek biar dong dong aku pakai enggak ya,” kata Changjo. ? Ah, bukan? Kegembiraan saya semakin bertambah seiring erangan dan erangan Agus dan Adilla. Tangan Changjo tidak mulai membuka kancing bajuku. Entah bagaimana aku membiarkannya keluar, jadi bajuku terbuka. Saya hanya memakai celana bra dan jeans.

Adegan di TV semakin panas sekarang seorang wanita Asia di entot tiga bule dua orang memasukkan kontolnya ke pussy dan pantatnya sementara kontolnya lagi lagi diisep oleh wanita tersebut. Keempatnya terlihat merasakan kenikmatan Tangan Changjo mulai merangkak dan meremas payudara saya yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli enak ah .. pertama kali aku merasakan ini. “Buka Bhnya, iya sayang?” Tanya Changjo. Aku mengangguk, aku jadi ingin merasa lebih enak lagi. Dengan tangkas Changjo membuka Bhmu .. aku sekarang benar-benar bertelanjang dada.

Changjo menaruh putingku di putingku yang masih kenyal dan bagus? Payudara anda bagus, sayangnya belum pernah ada yang tahan yaa? “Kata Changjo sambil terus meremas tetek dan mengisepi pentilku saya Din Din Din tidak begitu baik untuk melanjutkan .. jangan berhenti .. Kesenangan itu pertama kali saya rasakan Kikik Agus dan Adilla, mereka sekarang bermain doggy style.

Adilla bermain nungging dan Agus menikamnya dari balik suara erangan dan elf gairah saya semakin gila? Buka celana kamu ya sayang aku sudah mau ya? “Jangan takut pada Din,” kataku. ? Takut apa yang manis,? kata Changjo. “Takut hamil,” kataku. “Nah Din, saya akan pergi ke vagina kesayangan Anda jika hamil, saya akan bertanggung jawab, percayalah?” Dia berkata.

Aku baru saja menutup Changjo mulai membuka celana ristleting, aku hanya membiarkannya. Tak lama kemudian, ia merosot celanaku terlihat pussy saya yang menggumpal dengan semak yang cukup tebal. Changjo juga diposotkan celana dalam saya saya benar-benar telanjang polos. Changjopun membuka bajunya, kami berdua telanjang.

Novel Cerita Sex TerUpdate 2018 Vagina Sempit ABG SMP

Tangan Changjo terus meremas tetek saya Klikik Agus dan Adilla, uh mereka menyodomi Adilla yang biasa menyodomi ternyata saya melihat Agus bolak bolak-balik di pantat Adilla sementara tangan kiri Adilla mengusap vaginanya sendiri yang basah Erangan mereka dengar semakin sering.Changjo terus mengerjaiku. , tangannya mulai merayapi rambutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke dalam tubuhku? Ah .. sakit, pelan, Din ..? Teriakku saat jari itu masuk ke tubuhku.

Changjo sedikit menggigit jari dan bermain di bibir pangkal pahaku tak lama kemudian aku basah nonokku. “Din, isep dong saya,” kata Changjo sambil menusukkan penisnya ke wajahku. “Ah .. oke?” Aku bilang tidak. Menjijikkan ya? Tambangnya bersih banget dong dong Adilla berani tuh? Changjo memohon memohon.

Dengan ragu aku memegang penis Changjo. Ini adalah pertama kalinya saya memiliki seorang pria. Ternyata sulit dan keras. Kontol Changjo berdiri agak kencang. “Ayo dong sayang sayang?” Changjo memohon lagi. Dengan ragu memasukkan penis ke dalam mulutku, aku membiarkan penisku turun sementara kurasa-rasanya. Iya, kenyal? Suck dong sayang saat kamu makan permen? Aku perlahan-lahan mengisapnya dengan lidahku, dan setelah beberapa saat aku dengan senang hati mengisapnya dengan keras. Kusedot-suction, kujilati, penis kontol kontol di mulutku berulang kali terdengar erangan Changjo. Ah ah. uuuhhh semoga sukses kedepan ..? erangan Changjo. Tangan Changjo terus mengusap lidahku.

Tidak sakit lagi sekarang, mungkin sudah basah saya sangat senang mengisap kontol Changjo terus kumap kuisil .. kujilati kusedot-sedot ih .. begitu juga, saya pikir Changjo tiba-tiba menarik penisnya dan mengarahkannya ke nonok saya mengundurkan diri, masuknya kontolnya dilewatkan, Changjo mengolesi tangannya dengan ludahnya dan kemudian tangannya diusapkan ke kontolnya dan coba lagi pasang Kontolnya ke tubuhku, saat kepala ke dalam nonok ku, teriakku? Din sakit Din perlahan? Gairah meningkat. Saya ingin merasakan lebih banyak kenikmatan.

Changjo mencetak penisnya ke nonokku perlahan merasakan kekokohan nonokku saat kepala penisnya masuk ke dalamnya Changjo lagi menyentak kontolnya sehingga semua ambles ke nookku ku? Ahhh sakit Din? Changjo berhenti sejenak untuk memberi saya waktu untuk tenang. “Tenang Din, sebentar lagi kamu sudah terbiasa,” katanya. Perlahan-lahan Changjo mengocok isinya di atas nonokku.

Masih terasa sedikit pahit goyang Changjo semakin ketat Strange, rasa sakitnya tidak lagi terasa, hanya ada sedikit rasa nikmat … Terus Din Ahhhh ah ah. Mendapat sekilas Agus dan Adilla masih terus menyodomi. Bagaimana rasanya disodomi ya, saya rasa Agus semakin agresif shuffle saya semakin menggelinjang .ah ternyata itu enak .. tubuh dunia coba dari dulu .. saya katakan di hati saya. “Din ah.ah saya saya?” Apapun yang ingin saya katakan Apakah ada sesuatu yang ingin saya ambil dari nonok saya entah bagaimana? Lepaskan saja kamu mau keluar, “kata Changjo.” Ahh iya aku ingin keluar ..? Tak lama lagi ada cairan hangat dari nonokku.

Changjo terus mengguncang penisnya yang kuat dan juga pacarku, pikirku. “Satu nol, Sayang?” Changjo tersenyum. Changjo melepas penisnya, aku sedikit kecewa? Mengapa Din dihapus …? “Kami mencoba gaya doggy, sayang?” Dia menjawab sambil memimpin saya sebagai seekor anjing. Changjo mendorong penisnya lagi sekarang tubuhku bergetar keras erangankeras keras dari Adilla dan Agus, ternyata ternyata sudah mencapai puncaknya aku melihat keringat mengalir dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka merasa senang melihat puas dari keduanya. Sudah hampir tiga kali Changjo terlihat belum ada yang terus mengguncang penisnya di memekku.

Hampir? jam saya dijok Changjo, tapi sepertinya Changjo belum menunjukkan akan selesai. Kuat saya juga lemes sekali dan Changjo melepas kontolnya lagi dan mengambil baby oil yang tersedia di dekat kakinya. Saya ingat baby oil digunakan untuk mengoleskan keledai Adilla saat saya ingin disodomi. Apakah saya ingin menyodomi Changjo? Ingin melakukan Din? Saya bertanya penasaran. Seperti Adilla dan Agus lakukan, Lady saya mau menyodomimu sayang? Sebenarnya saya takut, tapi didorong oleh gairah saya yang melonjak dan ingin tahu bahwa saya merasa sodomi, jadi saya membungkamnya saat Changjo mulai mengolesi lubang pantat saya dengan baby oil.

Tak lama kemudian, kontol keras Changjo diarahkan ke pantatku salah tempat lagi kepala kontol Changjo sepertinya mulai merangkak dari lubang pantatku? Aduuuh sakit Din? Kataku saat si kontol mulai memasuki pantatku. “Saya akan senang jika saya tidak sakit juga?” Changjo menjawab sambil mengacaukan kepala penisnya sepenuhnya ke pantatku, Aduuuhh sakiiiitt, ​​?? “kataku lagi.

“Quiet Rim, aku akan baik-baik saja. Aku sangat kecanduan sekarang,” kata Adilla sambil membelai rambutku dan menenangkanku. Kamu sudah banyak disodomi, Nggi? “Nah tidak sering lagi hampir setiap hari kadang ku minta abis bagus sih sudah tenang lalu coba coba Changjo nanti pacarmu akan ketagihan pergi ..” kata Adilla saat ia menyuruh Changjo mencoba lagi.

Changjo mendorong penisnya kembali sehingga semuanya roboh ke pantatku. Terasa menyengat pantatku .. “Tuuh kan sudah di tuh baik itu pantatmu juga biasa kok kayak pantatku tidak bagus jadi enggak ada libur, kalau lagi mens-tetap tinggal hi hi hihi?” Kata Adilla. Saya tidak mengatakan apapun. Ternyata sakit kalo disodomi. Changjo mulai menggelengkan kontolnya di pantatku. “Pelan-pelan, Din masih sakit?” Aku memohon pada Changjo.

“Iya nih sayang nih sempit,” katanya. Adilla ke belakang pantatku dan menggosok-gosokkan nonokku dengan tangannya aku lebih dan lebih ceria lezat? Adilla ah. “Ayo Din, goyang, biar aku gosok dia nonoknya, biar rasa sakitnya bercampur nikmat,” kata Adilla kepada Changjo. Benars sekarang rasa sakit tidak muncul kembali hanya kesenangan. “Hai sayang apakah ada lubang kosong yang bisa digunakan? Mungkin itu Changjo? Lubang yang satu ini digunakan oleh pacarku Agus? Adilla bilang.

? Tanya nyonya saja deh, aku lebih asyik ya? Agus membalas sambil terus menggoyang kontolnya di pantatku. ? Bagaimana Lady? Izinkan itu? Selamat mencoba dobelin saya selalu bertanya kepada Adilla. ? Ah .. bukankah kamu deh? Saya bilang ..? Jangan pedulikan Lady, cintai saja aku, “kata Changjo. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan mencium tetekku. Kontolnya dipegang oleh Adilla dan diarahkan ke nonokku.

Dengan satu pukulan, kontol masuk ke tubuhku. ? Jaang? Aku bilang untuk berteriak tidak tapi terlambat, si kontol sudah masuk ke tubuhku. Jadilah aku dialihkan dan disodomi. ? jam Agus dan Changjo mengguncang penisku.

Aku hanya lemes sekali sekali fucked sudah di tanganku tidak cukup kuat untuk menopang tubuhku. Kakiku sangat lemes. Kenikmatan itu sendiri tidak adaduanya.aku sebenarnya sangat senang dientot dengan cara ini tapi mungkin kali ini kurang siap.

Saya keluar 2 kali sebelum Agus mengeluarkan kontolnya dan memasukkan penisnya ke dalam mulut Adilla. Adilla menghirup peju dari kontol Agus dengan senang hati. Kemudian Changjo melakukan hal yang sama, saya ragu untuk menghirupnya, tapi sekali lagi, rasa keselarasan dalam diri saya membuat saya ingin menikmati pelari Changjo. Changjo meludahkan bulunya di mulutku dan menelannya.

Ah .. rasanya asin dan sedikit mencurigakan setelah kontolnya bersih, Changjo melepas kontolnya dan menciumku yang sedang mengetuk matras. ? Sayang aku merasa puas dan mencintaimu, katanya lembut. Saya hanya diam sambil merasakan kesenangan pertama yang saya rasakan. Tubuh saya sangat lemes yang saya lihat di seprai ada bintik merah .. keperawanan saya dan bisa dicampur dengan sedikit darah dari pantat saya yang mungkin juga robek seperti yang dimiliki oleh kontol Changjo.

Aku mencoba duduk, ah masih sakit di kedua lubang itu, lalu aku menangis dalam pelukan Changjo. “Din, saya tidak lagi perawan sekarang tidak meninggalkan saya yaa?” Kataku pada Changjo. Saya melihat Adilla dan Agus sudah tidur dipeluk dalam keadaan telanjang.

? Ya sayang aku mencintaimu lebih aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa? ? Bener Din? Kamu enggak ninggalin saya Tapi janji apa ?? Kataku kembali bertanya “Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku benar-benar ketagihan sama sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang?” Kata Changjo sambil membelai rambutku. Saya tidak mengatakan apa-apa, saya juga ingin lagi .. saya juga kecanduan hati saya. “Janji ya sayang?” Katanya lagi mendesak saya.

Aku hanya mengangguk. “Jangan menangis sekarang kamu mau pulang atau mau istirahat dulu,” kata Changjo. Saya memilih untuk beristirahat dulu lalu saya tertidur sambil berpelukan dengan Changjo. Hari ini adalah pertama kalinya saya bertemu seks. Itu lezat dan lezat. Perhatikan, lady gaga dan Changjo disini bukan mamamonster hanya dengan nama samaran saja. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.

Novel Cerita Sex TerHot 2018 Memek nya Bikin Nagih

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Saat ini saya masih lajang tapi saya sudah bekerja sebagai karyawan perusahaan, dimana saya adalah kamar dengan wanita cantik dia adalah atasan saya, jika di kantor dia selalu berpakaian seksi apalagi bodybuild yang montok membuat kamar saya di tempat. kamar selalu bangun dan berpikir yang menghayal dengan atasan saya.

Novel Cerita Sex TerHot 2018 Memek nya Bikin Nagih

cerita seks terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terakhir, cerita seksi, cerita buruk 18, cerita buruk baru, cerita gemilang baru-baru ini, cerita buruk 17, cerita buruk dicuri, koleksi cerita buruk, cerita buruk, cerita buruk terpanas, berita buruk dan foto

Tak heran ia memiliki hobi ngesex. Saya juga punya hobi yang sama. Tapi tidak sebagus dia. Hampir setiap hari dia ngesex dengan cowok favoritnya, bahkan saya sering diajak? dengan dia.

Selain saya senang dan menikmati tubuhnya yang fantastis, saya juga tidak berani menolak perintahnya .. toh .. toh sih? A.I.S? -lah .. itu .. kuu .. hanya ibu senang Dan saya dijanjikan promosi dan tentu saja gajinya naik dong plus bonus tubuhnya yang montok.

Dia adalah orang yang cantik meskipun dia jauh di atas saya. Karena dia selalu suka memakai rok super? warna transparan putih mini Jadi saya tahu bahwa dia tidak memakai CD setiap hari. Yang membuatku kagum, pas di luar ruang kerja ia selalu memakai rok biasa dan bahkan memakai celana.

Tapi di sana, di ruang kerja kita dia selalu memakai rok? Super? mini itu Jadi jika ada sesuatu yang dia butuhkan dia selalu meminta saya untuk mengurusnya. Meja ada di depan saya, jadi saya bisa melihat apa yang terjadi.

Setiap menit dia selalu memikatku. Ia sering berpura-pura melihat suasana di luar jendela, saat ia ingin menunjukkan bulu montok yang super gemuk itu. Lalu ia pura-pura melihat hasil karyaku saat ia terus menutupnya sehingga kepalanya tetap turun .. maka jelaslah bahwa payudaranya tergantung bebas tanpa hambatan dari BH.

Dia menggelengkan tubuhnya, lalu mengayunkan dadanya ke kiri-kanan-kiri lagi .. Tapi yang paling parah, dia pura-pura menjatuhkan bulpen di lantai, dia terus berjongkok kembali padaku. Saat dia melihat ke bawah, roknya terbuka ke atas sehingga pantat pantat putihnya terlihat dan vaginanya yang putih pussy dengan bulu-bulu yang tampak menantang untuk disentuh.

Pas dia sudah mengambilnya bolpoint, uh .. dijatuhin lagi terus nungging lagi .. lagi .. lagi .. dia goyangin pantatnya bolak-balik, down-up .. lalu dia meregangkan kakinya sehingga vaginanya yang lezat pecah seperti bunga? Mawar? dan seterusnya.

Sampai aku tidak tahan dengan tingkah lakunya. Segera aja aku deketin dia bikin aku obok-obok? Anu dia? .. Dan ternyata .. apa yang terjadi .. ohh ..

Dia menikmati sentuhanku. Saat ini aku sedang bekerja dengan lidahku. Aku menjilat sedikit kacang dan masuk? Mengisap? untuk basah. Tidak samapai dua menit sudah terlihat ada cairan bening di pussy. Karena ****** saya belum tahan, maka saya memasukkan saya ke pussy.

Dia mendesis? bergeliang? mengerang nikmat (3M) sebaik saya. Hangat dan lembab. Lalu saya mulai goyang kiri dan kanan, bolak-balik dan terkadang saya berpaling. Dia sangat hebat, setelah saya agak pasif dalam gerakan saya karena hampir nyampe. Dia mungkin dengan kuat mengguncang tubuhnya ke depan dan ke belakang, ke kanan dan ke kiri dan berbalik dengan keras.

Sementara saya semakin berat dengan orgasme saya, akhirnya ..

Kamu bisa masuk ke dalam .. ???

? Cuma kok, emang sudah hampir .. iya ?? katanya sambil terus mendongkrak pantatnya bolak-balik.

Ya, Bu, kataku.

? Kami berdua ya, hmm .. oh ..?

Dengan sisa energi aku bergetar lagi sampai aku merasa baik bener karena orgasme aku sudah sampai di pintu helm pintu? NAZI?

Lalu aku memeluknya dari belakang sementara aku remes dada. Dan cret .. cret .. cret. cret, air mani aku menyembur di lubang pussy.

Dan dia mengerang ohh iya lalu mencengkeram kursi rapat-rapat dan tubuhnya bergetar dan tegang. Ternyata dia klimaks juga. Dengan ****** dan pussy masih bersatu aku tetep memeluknya dari belakang.

Dia tersenyum puas dan kemudian meremukkan bibirku. Dia bilang penisku benar-benar bagus. Dia merindukannya jika saya tidak meninju penis saya selama sehari. Setelah beberapa saat aku memeluk punggungnya kuat dari belakang sambil ngergih akhh .. akhhgg ​​?? lalu di dinding pus aku hangat karena sperma semprotanku.

Bukan untuk enak tulungan katanya, tapi dia harus buru-buru ngrapiin pakaian dan nyuci pussy. Ini diluar sekolah dan tidak bisa bekerja lagi. Abis berdiri diam.

Bagus juga lho bercinta di kantor. Apalagi kalau lembur jangan bilang. Di meja, di WC, di lift, di lantai atas, atau di dalam mobil juga, rasa takut tertangkap selalu ada, tapi kesenangannya berbeda dari yang lain, hanya sensasi lain.

Novel Cerita Sex TerHot 2018 Memek nya Bikin Nagih

Pada malam hari saya diajak ke pub. Setelah pukul dua belas malam, aku membawanya pulang. Dia membawa saya ke mobil saya karena dia mabuk karena terlalu banyak mengkonsumsi dan membawa saya ke apartemennya.

Aku bingung kenapa dia tidak pulang sendiri .. kenapa datang kesini. Aku masuk ke kamarnya di lantai 7, aku beristirahat di sofa. Dia bangkit dan mendekati saya untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam .. tapi tubuhnya jatuh ke dalam pelukan saya sehingga nafsu saya meng meng? Anu? Dia mulai bangkit.

Kuciumi dari dahi, mata, hidung sampai mulut sensualnya menyapa ciuman saya dengan permainan lidah profesionalnya.

Untuk waktu yang lama kami berciuman dan saya mulai meremas tongkatnya yang sedikit kenyal .. lalu saya membuka ritsleting kemejanya .. lalu saya memasukkan tangan saya ke dalam sikapnya untuk memeras payudaranya lagi dan memainkan putingnya .. sambil berciuman.

Satu per satu bajunya jatuh ke lantai .. BH .. CD .. tapi kita masih berciuman. tangan saya tidak tinggal diam .. meremas di atas kadang-kadang memutar puting dan fingering dan bermain di vagina .. oi .. jembutnya menggoda .. enak ..

Pussy telah kebanjiran akibat pelepasan otot pussy dari rangsangan dari saya .. tangannya mulai membuka satu per satu bajuku sampai kita berdua telanjang bulat. Kusodok menyodorkan jari tengahku ke dalam pussy .. shh .. oohh .. gung .. tolong .. sshh .. don? T berhenti..aahh ..

Jaga jari jari saya mainin agar itilnya mulai tegang .. sshh .. aahh .. dan dia mulai berbaring di sofa kuciumi lagi putingnya dan kusodok-sodok lagi pus dengan dua jari .. sshh .. aahh .. oh my goodd .. sshh .

Dia mulai mencari penis saya yang sudah tegang sejak saat itu .. dan mulai mengisap pena saya .. mulai dari kepala .. sshh .. aahh .. buu .. aahh .. sshh .. perlahan letakkan mulutnya dan melahap saya penis semua sshh .. hhmm .. saya tambahkan satu jari lagi sampai tiga yang masuk ke pussy sshh .. aachh ..

Tambahkan satu lagi sampai jempolnya masih di luar itilnya main .. sshh .. hhmm .. aku keluarkan penisku dari mulutnya dan mulailah langsung pussy bibirku banjir .. perlahan kudorong penisku .. sshh .. oohh .. sayang . hhmm .. bibir bawah menggigit bibir atasnya ..

Aku mengangkat kedua pahanya dan kusandarkan di bagian belakang sofa yang tertinggal kanan kuangkat .. dan memberkati .. aahh .. sshh .. aku berayun pelan-pelan mendarat .. sshh .. oohh tuhanku .. ayo. sshh ..

Terus berayun sampai aku mempercepat ayunanku .. sshh .. buu .. aku mau keluar buu ..shsh .. keluar dalem aja sayang ..ohh aahh .. kedua paha mulai dijepit di pinggangku saat dia terus menggoyangkan pantatnya sshh .. aahh ..

Tiba-tiba dia menjerit histeris oohh..sshh .. sshh..sshh .. ternyata dia keluar .. aku terus mendorong pantatku lebih cepat dan lebih keras untuk menempel di bagian bawah memeknya sshh .. aahh .. dan aagghh .. crett .. crreett .. ccrreett ..

Aku menekan pantatku sampai penisku menempel di pangkal vaginanya .. dan keluar jari ke lubang pussy .. sshh .. bbrr .. kapan juku terakhir keluar .. aku akan lemas tapi tidak aku tarik tapi naik lagi Kedua paha sampai saya jelas melihat bagaimana pena saya masuk ke vaginanya yang dikelilingi jurusnya yang menggoda ..

Kubelai kelembutnya sambil sesekali menyentuh itilnya. Ssshh .. aahh .. aku mulai berayun kembali penisku .. biar aku merasa sedikit pegal .. kalau lagi .. sshh .. aahh .. hhmm .. aku minta dia untuk posisi nungging dengan tidak melepaskan penisku di memeknya .

Penisku terasa bengkok dengan memeknya .. tetap kempenjot lagi .. shh dan .. sshh .. dia dorong pantatnya dan aachh .. lebih cepet sayang .. shsh .. dia keluar lagi

Aku masih asyik mengguncang pantatku sambil meremas teteknya yang ku biarkan .. sshh .. hhmm .. ahh .. dan creett .. creett .. aku juga menekan pantatku dan menarik pinggulnya sampai penisku menempel lagi di dasar memeknya .. kita sama-sama lemas ..

Dia meraih sebatang rokok .. menyalakannya dan dia merokok itu rokok .. sama seperti saat dia mengisap ****** saya .. kami duduk dan sama menikmati permainan sambil mengisap kami satu sama lain untuk mengguncang kemaluannya. .

Saya mengangkat tubuhnya ke tempat tidur .. kami tidak merapikan pakaian kami yang masih berserakan di lantai ruang tamu .. Saya memutar jam kerja jam 5 pagi karena saya ingin pulang ..

Dia mulai menutup matanya dengan kedua lengannya di sekelilingnya dan tubuhnya yang berkeringat menempel ke tubuhku .. meski udara di ruangan sudah dingin tapi tubuh kami masih berkeringat dari permainan ..

Pada kesempatan lain saya datang ke rumahnya dengan surat-surat penting. Kebetulan sore itu dia sendiri lagi. ? Oh sayang, ayo pergi cepet..hhmm? Katanya sambil menutup pintu. “Ya bu, saya hanya ingin menyampaikan surat ini?” Saya bilang.

Aku terus meminta selamat tinggal untuk pulang .. tapi .. ???? Lalu, matanya menginjak melek huruf saat lidahnya dikeluarkan, saya sudah tahu pasti dia ingin ngentot lagi nich.

Aku tidak tahan melihatnya. Segera saya mengundangnya masuk dan duduk di teras. Saat itu ia mengenakan culottes putih transparan. Tampak dadanya yang montok dengan putingnya menonjol dari balik bajunya. Aku melihatnya lagi? Super? Nafsu, maka dia menggaet saya untuk bercinta. Saya sih? A.I.S? hanya.

Kemudian kulot dan CD dilepaskan selangkah demi selangkah, lalu pussy saya meraba-raba, dan klitoris saya diplintir sampai dia terangsang. Jauhkan baju, celana dan CD diplorotin. Lalu kami duduk di lantai teras.

Dalam posisi duduk santai kaki selonjor saya, dia mengisap penis saya sampai saya mendesah dan penis saya menjadi tegang dan keras. Dia mengangkang kakinya dia memegang penisku keras sambil menunjuk ke vagina yang telah basah dan pecah itu.

Aduh enak membuatnya tetap terjaga saat goyang terus terguncang hingga kenikmatan tak terbatas. Rasanya seperti dia lemas dan lelah, tapi dia berusaha untuk tidak melakukannya. Kupikir teriak menahan diri, mungkin dia takut menyuarakan tetangganya.

Dia terus naik dan turun dan saya juga mengimbanginya dari bawah, sampai akhirnya saya dan dia memeluknya erat-erat karena dia sudah merasa hampir klimaks, dan untuk waktu yang lama dia menjadi kaku dan akhirnya pingsan dan keluar.

Pokoknya enak banget, dan tubuh saya juga terasa lemah tidak bertenaga kepinginnya tidak mau keluar dari tubuhnya. Tanpa memakai celananya ia pergi ke kamar mandi. Pantat gemuk diguncang kanan dan kiri-kanan-kiri ..

Terkadang ia menurunkan tubuhnya sehingga posisinya nungging ke arahku .. jadi pussy terlihat bangkrut .. ohh. Aku melotot pada perilakunya yang begitu gagah. Ah aku abaikan saja. Yang penting .. uueennaakk .. ooii .. Byyee .. – cerita seks, novel sex update, novel adult sex, novel xxx terbaru, novel hot story, novel story bokep, novel porno story.

Novel Cerita Sex Dewasa TerPanas Fantasi Remaja Masa Kini

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Saya seorang pelacak 22 tahun, SMA di sebuah kota kecil yang terkenal dengan reognya saya langsung bermigrasi ke Jakarta sampai sekarang, saya bekerja di sebuah hotel di Blok M Jakarta, menjadi petugas binatu.

Novel Cerita Sex Dewasa TerPanas Fantasi Remaja Masa Kini

Sudah setahun sejak saya berada di bagian itu, tapi sebenarnya saya sangat menikmati pekerjaan saya, mengapa? Tapi gaji saya tidak bisa disebut cukup. Pas sebulan keluar, emang sih kalau nama uangnya takkan ada sepatah kata pun? Cukup? deh.

Pertama kali saya bekerja, saya mendapat posisi sebagai petugas kebersihan di sebuah kamar hotel, saat itulah cerita ini dimulai, sejujurnya saya bukanlah orang yang jelek atau tampan, tapi tak sedap dipandang ibu saya berkata (mungkin memuji dirinya sendiri), keluarga saya bukan ? dan saya juga tidak pandai mengatakan, mungkin itu sebabnya saya jadi canggung, inferior saat bertemu wanita, terutama wanita itu cantik dan saya tertarik padanya, duh! Tentunya aku seperti patung yang bisa berkeringat!
Bisa ditebak, saya belum pernah merasakan nama pacaran! ah mutiara ku deh, tapi tunggu sebentar! Bukan berarti saya tidak tertarik pada seks, itu libidoku yang tinggi, dibuktikan saat saya membersihkan kamar yang ditempati pasangan pria dan wanita, pasti orang lain akan geli melihat saya, karena rudalkas saya mengeras, membatu, membesar tak terkendali membayangkan yang bernafsu. Pertarungan di antara mereka, sampai aku tidak bisa bekerja dengan posisi berdiri tegak, tubuhku agak tidak tunduk karena sopan, tapi Aduh! malu jika tertangkap terangsang

Suatu hari saya membersihkan kamar hotel yang ditempati oleh 4 orang ABG yang sedang berlibur di Jakarta, mereka datang dari Pulau Sulawesi, wuih! Kulitnya putih murni, tingginya 160an membuat mereka terlihat tinggi, beratnya 47s, semarak, cantik, sangat menggemaskan dengan usia meranum. ? Sweetseventen?

Sore itu mereka telah berlari ke mal, meninggalkan ruangan dengan berbagai atribut ruang diseantero ABGnya yang tersebar.

? Ah anak manja! Apa yang sulit untuk merapikan barangnya sendiri? Kupikir saat aku menggelengkan kepala, setelah aku merapikan kamarnya, sudah waktunya aku membersihkan kamar mandi.

Hah, ini juga berantakan!

Aku bisa melihat kemeja itu bergoyang-goyang di balik pintu kamar mandi saat masuk ke dalam dan aku menutup pintu kamar mandi, goyangan membuat celana dalam dan bra di balik pakaian itu tampak menggoda, motifnya berwarna cerah dan lucu.

Sikat gigi, sabun mandi, handuk tergeletak di sekitar, mereka benar-benar ingin bersenang-senang sampai tidak ada waktu untuk sedikit merapikan ruangan ,? jadi mungkin dia pikir

Semua sudah kembali di tempat, kecuali baju kotor, CD dan BH aku tinggalkan di gantungan baju, ah sayang? Menyentuhnya, seolah ada getaran aneh, seolah-olah itu wajah saya sendiri, tapi kemudian pekerjaan saya berhasil membuat saya menyadari bahwa itu hanya setumpuk pakaian.

?Hei! mengapa malu, bahkan jika Anda mencium tidak akan menjerit! jadi kepalaku terdengar saat aku melihat segitiga lucu dan kacamata kecil dari tutup dada.

Sejenak aku menatapnya lagi, dan mulai tergoda untuk menyentuhnya, tanpa sengaja menggerakkan tanganku untuk mencapainya, kedua tanganku gemetar saat aku memegangnya dan tiba-tiba terasa sangat horny sampai aku mulai mengendus, menciumi celana dalam putih. dihiasi bunga-bunga kecil dengan nafsu spiral.

Ooh! Sungguh, hawa nafsu saya memuncak saat saya menarik napas dalam-dalam ke arah aroma feminin dari gadis-gadis muda itu, saya mengisi dadaku seolah-olah saya tidak ingin meninggalkan ruang kosong paru-paru ini tanpa keharuman tubuh dan keringat sedap yang menempel pada CD dan BH. Kaki saya terasa lemah sementara adonan saya mengeras.

Aku meremasnya dengan muram dan sekali lagi aku menghirup keringat yang sangat dalam yang menempel erat pada celana dalam dan braku, jadi aku ingat saat anak-anak itu berderak pagi ini ,? Mmhh .. Mmhh aah ssh ..? Aku bernapas dengan hidung yang tertutup renda, kencing aroma menambah perasaanku, seolah-olah aku benar-benar menghancurkan vagina gadis itu.

Novel Cerita Sex Dewasa TerPanas Fantasi Remaja Masa Kini

Aku sudah larut dengan fantasi, pakaian dalam dan bra kotor yang tergantung 4 pasang ditambah pakaian kotor dengan aroma tubuh penuh penuh gadis remaja yang membungkus seluruh tubuhku tanpa sadar telanjang telanjang! Benar, seolah-olah saya melakukan hubungan intim dengan mereka, empat dari mereka sekaligus, saya bersandar di dinding kamar mandi sambil menyeka penis saya dengan celana dalam yang tipis dan tipis pada gilirannya dengan tangan kiri sambil terus terbangun, tangan kanan saya membungkam BH dengan Yang segar, hidung saya, sedangkan kaos ramping yang dipakai akan memamerkan ketiak putih bersih dan tidak cukup untuk menutupi keindahan perut dan pusar pemakainya yang saya coveri sepanjang tubuh saya yang terus mengguncang hebat.

Saya melihat bagian CD yang menyempit dijelajahi, ada bekas luka samar dan lendir bening yang tipis di atasnya, saya hirup dengan nikmat! kujilat, kuhilap seakan menjilati vaginanya dengan rasa garang, agak asin. Kalahap dengan garang, saya menarik, kugigit, oohh nikmatnya ..

Aku menyebar CD kecil dan menekan selangkangan di penisku, woow! ukuran botol saya terlihat tak tertandingi dengan lebar penutup vagina di bagian bawah celana dalam, rudalka saya terlihat terlalu besar untuk ukuran selangkangan anak perempuan itu, nafsu saya meledak menjadi membayangkan betapa ramainya jadinya jika rudale saya masuk ke dalamnya. vagina!

Tiba-tiba tubuhku bergetar hebat, sensasi luar biasa !!, ayam ku tidak bisa menahan nafas muntah yang berdenyut nikmat yang mendorongnya keluar dan? Ah ..! Ah! sangat menyenangkan!?. Merasa terpapar literatur keluar dengan gairah nafsu gairah dan terus kukocok-kocalkan dan kugesek-gesek rudalku di celana dalamnya dan bra itu sampai getaran yang melanda seluruh tubuhku membuatku terinjak tak terkendali.

Keringatku berkibar-kibar di sekujur tubuhku, lemas, lega, bercampur membuat sensasi sensasi yang luar biasa dalam pikiranku, aku membiarkan napasku terus berangsur perlahan normal, setelah beberapa menit lemas, aku mulai terbangun, naik baju kotor. Dari gadis-gadis yang dicampakkan saat mencapai orgasme hebat, saya membersihkan ledakan dan percikan lava yang menempel pada CD dan BH dengan jaringan untuk menyamar, namun saya tidak ingin mereka tahu itu? daleman Mereka telah membuat saya menjadi alat nafsu lunar dan pastilah mereka tidak akan curiga sehingga saya tetap bisa menikmati? celana dalam dan BH kotor mereka selama saya tinggal di hotel tempat saya bekerja.

Sejak saat itu aku menjadi gila karena mencium pakaian dalam gadis-gadis itu, katakanlah ada seorang gadis dengan tubuh fantastis, cantik, menarik dan sambil duduk di roknya sampai celana dalamnya atau pantatnya terlihat di garis pakaian dalamnya jadi aku Tidak terlalu tertarik padanya, yang ada dalam pikiranku dengan tepat,

? Jika saya bisa mencium, menjilat, merasakan kelembutan ah pakaian dalamnya .. Seberapa nikmat?

Celana dalam saya semakin banyak, saya semakin terobsesi untuk merasakan semua jenis anak perempuan melalui celana dalam dan bra mereka, saya rasakan? merasa? Seorang wanita hanya dengan membelai dalemannya, bukan celana dalam dan bra adalah barang paling pribadi? Seolah dengan mendapatkannya aku juga sudah menikmati tubuhnya.

Mulai dari wanita pribumi hingga perempuan bule kuperkosa dalemannya, disana saya ambil dari kopernya, kait kamar mandi, dan sebagainya. Saya tidak tertarik jika wanita itu sedang menstruasi (karena enggak tidak berbau, pakai softex sih), setelah atau sebelum mens juga malas! Aroma kurang bernafsu, wanita yang sudah tersedot (feel preceded), gemuk!, terlalu kotor, jelas saya suka itu setelah seorang wanita muda memakai dan model CD atau BHnya tidak aneh.

Juga yang paling saya sukai adalah cara penyimpanannya karena terkadang CD atau BH setelah digunakan dan belum dicuci disimpan jali rapi, tersembunyi, membuat saya berdebar saat mencarinya, ada sensasi setelah sedikit susah menemukannya.

Suatu ketika ketika saya mencarinya isi ubink ubek saya, ada 10 uang jeti yang tersimpan disana, ah tapi saya tidak tertarik tuh! Gile ya .. aku lebih suka segitiga itu! Akhirnya masih belum saya temukan, sampai baru saya temukan, ternyata dia memakai segitiga yang terbuat dari kertas tisu yang dijual di supermarket, waah! Dan dilemparkan ke tempat sampah, ini juga yang tidak saya suka, saya lebih suka kain biasa yang menurut saya terlintas dalam benak bahwa celana dalam tisu tidak memiliki nilai sejarah, gunakan sekali langsung buang!

Kebiasaan saya semakin parah saat saya di binatu, yang saya perlu tahu siapa celana dalam dan bra itu, sehingga ketika fantasi itu benar-benar nyata, kini celana dalam dan bra wanita berukuran apapun tidak besar, tidak haid, dan Baru saja digunakan, jadilah makanan saya saat membongkar tas cucian.

Saya punya ruangan yang bisa saya kunci, jadi saya dengan santai membawa celana dalam dan BH adalah kamar saya, biasanya saya lakukan di malam hari, wah kadang ada puluhan celana dalam dan BH semalam! penuh warna, seru! sampai-sampai saya perlu membuat catatan terlebih dahulu, agar tidak menjadi bingung saat kembali ke keranjang masing-masing.

Saya semakin bosan dengan menyemprotkan CD dan BH dengan lahar kenikmatan saya (toh pemiliknya tidak tahu), saya merasa puas saat melihat CD dan Bra yang tidak berdaya basah dengan sperma saya.

Apakah itu semua aneh? Akankah kebiasaan itu hilang setelah saya berkencan atau menikah? Ah .. Sudahlah sekarang libidok saya disalurkan agar tidak menjadi jerawatan dan tidak menjadi pemerkosa yang sesungguhnya.
Saya merasa dengan daleman wanita saya untuk membuat perasaan saya lebih rileks (mungkin karena tidak akan ada penolakan, protes atau semacamnya, rasakan beban saya lebih ringan karena tidak ada yang terluka sih saya bermain dengan fantasi,

lebih pribadi karena saya tahu lebih baik fantasi apa yang saya suka, saya merasa cukup hanya dengan mendapatkan? daleman Wanita, seperti saya berhasil menghancurkan kewanitaannya tanpa harus berkenalan, mendekat dan sebagainya, mungkin karena saya suka minder di depan mereka ya? Dan pasti lebih murah! karena hidup nyomot aja – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.

Novel Cerita Sex Hot Terbaru Kenikmatan Yang Sangat Luar Biasa

Cerita Bokep Mesum, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Dewasa Sex Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Mesum Bergambar, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot, Cerita Ngentot Hot, Cerita Ngewe Panas, Cerita Pemerkosaan Perawan, Cerita Seks Bergambar, Cerita Seks Terbaru, Cerita Sex Tante, Cerita XXX Terbaru, Kumpulan Cerita Seks Terbaru 2018, Situs Cerita Sex Terbaik Minggu ini saya sedang berlibur, jadi saya bisa bangun agak karena saya tidur larut malam. Seperti biasa saya sibuk membuka e-mail masuk dari pembaca sumber saya. Kepentingan pembaca saya untuk kontak dengan saya luar biasa sampai saya benar-benar kewalahan untuk memilihnya.

Novel Cerita Sex Hot Terbaru Kenikmatan Yang Sangat Luar Biasa

Ada beberapa pembaca yang penasaran dengan aktivitas dan kehidupan seks saya, mereka bertanya via email jadi saya juga kesulitan jika harus menjawabnya satu per satu. Ada yang nampaknya peduli dengan saya, terima kasih deh!
Meski usiaku 28 tahun, aku belum menikah. Maaf, bukan berarti saya tidak menjual dan bukan GR! Saya cukup cantik dan menarik, tingginya 170 sentimeter, bibir kurus saya sangat menggairahkan. Bentuk payudara saya yang cantik, warna puting pink sedikit coklat, hanya ukuran yang saya sendiri tidak tahu, karena sejak kecil saya tidak pernah dan tidak suka memakai bra. Jadi sampai sekarang saya belum pernah punya bra, jadi toh saya tidak tahu seukuran payudaraku sendiri.

Saya punya banyak CD warna-warni, tapi hanya ada dua jenis model, satu model G String yang terlihat seperti tali nilon di sekitar pinggang saya. Selebihnya terhubung ke tali nilon lain yang berputar turun melalui selangkanganku melalui belahan dadaku yang pucat, dan pada akhirnya ia terhubung dengan kain sutra tipis berbentuk segitiga yang tidak lebih dari seukuran dua jari.

Saya bukan tipe wanita munafik, jadi saya menyukai situs cerita, saya dapat mengekspresikan diri saya sendiri tanpa perlu berpura-pura, yang menurut saya hanya sebuah kemunafikan belaka. Sebenarnya kebutuhan seks antara pria dan wanita adalah sama, hanya saja pria lebih bebas menyalurkan gairah mereka, apa lagi yang harus didiskusikan, tapi ini sepertinya tidak berlaku untuk wanita, padahal kebutuhan antara pria dan wanita sebenarnya sama. , mengapa harus dibuat sesuatu tabu? Ini tidak adil.

Tadi malam, meski sudah larut aku masih belum bisa menutup mataku untuk tidur. Karena selain udara yang cukup panas sehingga AC sepertinya tidak mampu memberikan kesejukan di kamarku, juga karena guling yang kujepit diantara selangkanganku tiba-tiba memberikan rangsangan di pangkal pahaku tanpa penutup.

Perlahan mantel saya diborgol ke atas dan ke bawah di selangkangan saya untuk menambah kenikmatan. Tidak puas dengan apa yang saya lakukan, mantel saya dimatikan, saya membalikkan posisi tidur saya di punggung saya, saya menarik kaki saya dan kutopangkan telapak kaki saya di atas tempat tidur di posisi pahaku selebar mungkin, sehingga posisi pangkal paha saya. terbuka lebar dan vagina saya sangat jernih dari depan, tapi sayang saat itu tidak ada yang melihatnya.

Tapi saya yakin jika ada pria dia, jika saat itu melihat selangkangan saya yang terbuka lebar seperti itu akan terangsang melihat vagina bersih saya.

Rambut pangkal paku saya tumbuh hanya di atasnya, bentuknya yang indah menempel dengan rapi. Saat bibir vagina saya terungkap maka akan terlihat dinding vagina pink saya dan menggairahkan siapapun untuk segera menjilatnya.

Kugosok klitorisku dengan jari kanan saya, sedangkan jari tangan kiri saya mencoba menyusup ke dalam vagina, kondisi vagina saya pecah yang basah oleh nafsu lendir sehingga jari saya masuk ke dalamnya. Kukocok-jari jari kanan saya keluar ke vagina sehingga cairan hangat berlendir yang keluar dari rahim saya semakin membasahi liang saya.

Uu .. Uucch! Aa .. Aacch!?

Keringat dingin membasahi dahiku, tubuhku menggigil seperti seizure, pantatku terangkat dan menendang berputar memutar untuk mencocokkan irama jari tangan kananku yang mengalahkan vaginaku lebih cepat. Dan vagina saya mulai basah oleh cairan bening yang mengalir begitu banyak sehingga meleleh ke seprai saya.

Oo .. Oocch!

Aku mengerang sambil melepaskan napas dalam-dalam untuk melepaskan orgasme. Tzee .. Eerrt! Tzee .. Eerrt! Saya bisa merasakan semburan di ventilasi vagina saya menyerap jari-jari saya yang masih ada di dalamnya, cairannya keluar sedikit tebal, sedemikian rupa sehingga lembaran di bawah pantat saya basah lagi.

Novel Cerita Sex Hot Terbaru Kenikmatan Yang Sangat Luar Biasa

Saya yakin apa yang telah saya ungkap sejauh ini di Sumbercerita.com juga pernah dirasakan oleh wanita lain, bahkan tidak pernah dilakukan oleh wanita lain, hanya saja mereka tidak berani mengekspresikannya.

Bisa dibayangkan bagaimana menyiksa seorang wanita saat pubertas, dia juga butuh sentuhan dan belaian. Mereka juga membutuhkan penyaluran libido mereka, lalu salahkah mereka melakukan masturbasi? Sementara mereka juga bisa terangsang, entah dengan pemandangan yang dilihatnya dan juga tulisan erotis seperti adanya.

Tapi selama ini jarang ada wanita yang berani mengatakan yang sebenarnya, itulah alasan saya untuk bebas mengekspresikan keadaan sebenarnya, dan saya bebas untuk menentukan pasangan saya untuk melampiaskan hasrat seks saya.

Tapi bukan berarti saya hanya memilih pasangan saya. Saya lebih memilih memilih yang sudah menikah, karena lebih yakin bahwa mereka tidak membawa penyakit berbahaya. Selain itu saya lebih suka memilih mereka karena biasanya mereka lebih dewasa dan matang. Tentunya mereka biasanya bisa lebih bertanggung jawab.

Tanggung jawab di sini adalah yang saya maksud bukan saat saya hamil karena hubungan yang harus mereka tanggung, tapi tanggung jawab saya adalah mereka melakukannya tanpa banyak tuntutan seperti ingin menikah dengan saya, ingin menyingkirkan saya dan sebagainya.

Berbeda dengan anak kecil yang teredam, biasanya ego mereka lebih tinggi, tuntutan yang lebih pasti juga banyak sedangkan hak dan kewajiban orang lain sering mereka abaikan. Ini saya juga bisa melihat dari email yang mereka kirim, mau berkenalan tapi ketika diminta memenuhi persyaratan ngacir mereka saja.

Banyak email berasal dari bangsaku, mereka menceritakan kehidupan seks mereka, mereka menginginkan tapi takut. Saya pikir itu aneh, mengapa kita harus takut? Yang penting kita melakukannya berdasarkan keinginan dan tuntutan. Kenapa tidak? Seperti email yang datang dari Nina (nama samaran), Nina mengatakan bahwa untuk mengatasi libidonya dan menyalurkan gairah seksnya, dia hanya melakukan masturbasi saja.

Ia juga pernah melakukan oral seks dengan mantan pacarnya, namun sampai hari ini ia masih merasa bersalah. Nina pernah memanggil saya dan bercerita tentang pengalamannya saat sedang dioral oleh pacarnya, Nina mengaku senang dan mencapai orgasme saat dalam oral.

Aku masih membayangkan kisah Nina saat bibir mulut pacarnya penuh dengan nafas menelan bibir vaginanya. Lidah pacarnya sengaja terjepit selama mungkin sambil mengisap bibir vaginanya. Lidahnya masuk ke dalam vagina perawannya.

Pantat Nina terangkat seakan menyalami jodoh pacarnya, pahanya menyipitkan kepalanya saat tangannya mencengkeram rambut pacarnya. Tarik ini membuat kepala pacar lebih dekat melekat pada selangkangan Nina, jadi wajah gadis itu terkubur penuh di bagian luar vagina Nina.

Gerilyawan tangan Nina di dadanya yang berukuran 36, ujung putingnya melintir dengan jari membuat Nina lebih menggelinjang lagi, pantatnya digesek sehingga bibir vaginanya terasa lebih gampang digigit mulut pacarnya.

Tiba-tiba Nina merasakan ada sesuatu yang meledak di rahimnya, dan Nina merasa seperti sedang kencing tapi rasanya sangat enak. Ini disebut orgasme. Akhirnya Nina juga mengalami orgasme pertama di masa hidupnya, kegembiraan Nina yang luar biasa mengatakannya saat menceritakan pengalamannya kepada saya.

Saya pikir masih banyak wanita di bumi ini yang mengalami hal yang sama dengan Nina, masih seorang gadis dan masih pemalu berhubungan seks, meski dikaitkan dengan metode teraman, seperti seks oral yang pernah dilakukan oleh Nina dengan pacarnya.

Terus terang saya bertanya-tanya pada orang-orang saya seperti ini, mengapa kita harus munafik? Di satu sisi kita bahkan ingin merasakan adanya jalan keluar untuk melepaskan kegemaran keinginan, tapi di sisi lain kita harus dipenuhi dengan rasa takut dan cemas.

Harus diakui bahwa di negeri ini hal-hal yang menyangkut masalah seks masih tabu dan dilarang oleh wanita yang belum kawin, tapi tidak ada yang bisa memberikan solusi apa yang harus dilakukan oleh wanita yang belum menikah untuk bisa menyalurkan gairahnya Hal ini berbeda dengan Hawa yang secara normatif tampak lebih bebas melakukan apapun baik sebelum maupun sesudah ia menikah.

Terus terang bagi saya ini tidak adil, karena terus terang wanita juga memiliki hasrat seks yang sama, mengapa mereka tidak boleh melakukan atau menikmatinya sebelum menikah atau hanya bisa dilakukan dengan suaminya sendiri, padahal tidak jarang kita tahu banyak suami yang masih suka carilah orang lain di luar rumah.
Seperti kata pepatah, rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput di halaman kita sendiri. – cerita seks, update novel seks, novel dewasa seks, novel xxx terbaru, novel hot story, cerita bokep novel, novel cerita porno.