Perubahan pacarku yang ku sayang

Cerita Dewasa Perubahan Pacarku � �Sayang, nanti malem aku mau nginep di kos rani ya� kata riska pacarku, sambil memelukku dari belakang.
�oh iya gapapa, kan besok kamu libur kan, aku juga mau ke lokasi KKN aku kok� jawabku singkat,,

Hari itu dia setelah pulang dari kampusnya mampir ke kosku karna kos dia memang masih sepi karna masih bangunan kos baru yang letaknya di dekat kampusnya yang memang tergolong bangunan baru, jadi masih sepi di situ karna mahasiswa kampusnya dari jurusan lain kebanyakan masih menempati gedung lamanya.

Seharian itu kami lalui berdua dengan menonton film, dengar musik dan bercerita tentang aktivitas kami masing-masing hari itu dikampus, Rani itu salah satu temen dia satu kampus tapi rani itu masih berkuliah di gedung lama, rani ini orangnya enerjik dan cerewet, bahkan tingkah lakunya juga mendekati cewe nakal dan penggoda, awalnya aku agak keberatan riska bertemen dengan rani karna aku khawatir dia bakal ikut-ikutan pergaulannya si rani ini.

Perubahan PacarkuRiska pacarku walaupun sudah tidak perawan tapi dia tetap menjaga tingkah lakunya yang sopan, riska ini orangnya cantik, kulit putih mulus karena memang dia ada keturunan chinesse dari neneknya dulu, drngan body dia yang tidak terlalu tinggi sekitar 165 cm (karna aku gak pernah ngukur tinggi dia) dan payudara yang menurut pengakuannya sih ukuran 36B, tapi aku juga gak pernah ngukur, pernah suatu kali aku coba liat BH dia tapi di BH dia gak tertera ukurannya.

Singkat cerita malemnya sekitar jam 7 dia pamit mau pulang ke kosnya dan dia juga pamit mau ketempat rani jam8. Aku juga Cuma mengiyakan aja sambil lalu, dia pulang dengan baju yang dipakai tadi saat datang kekampus, akupun melanjutkan tugas kampus yang masih belum dikerjakan dan juga mengechek bahan-bahan buat program KKN besok paginya.

Karna bosan aku pun ber BBM ria dengan pacarku, sampai sekitar jam10 dia gak lagi balas BBMku dengan alasan ngantuk dan mau tidur, akupun maklum dan melanjutkan tugasku.

Sekitar jam11aku liat ada BBM masuk, dari temenku Dani, dia bilang dia lihat pacarku masuk ke club malam bersama sekitar 4 orang lainnya, dia kebetulan lihat saat dia lagi nongkrong di indoma**t deket kosnya, dan kos dia memang dibelakang club malam itu, dia bersumpah gak mungkin salah lihat karena dia lihat responku agak gak percaya sama omongan dia, dia nyuruh aku cek sendiri kalo gak percaya.

Karna penasaran akupun langsung ganti baju dan pakai sepatu, kemudian ku kemudikan mobilku ke club malam itu, aku sempat melirik ke indoma**t tempat nongkrong temenku tadi, dia sudah gak ada disitu, sempat terpikir juga buat pulang lerumah, tapi aku urungkan karna aku pikir kalaupun dia bohong ya paling gak aku bisa refreshing dan siapa tau didalam ada temenku,,

Akupun membayar di loket, kemudian secara hati-hati aku masuk ke dalam sambil mengawasi dan mencari-cari keberadaan pacarku, suasana club malam saat itu cukup ramai karena malam itu adalah malam rabu gaul, jadi memang agak sulit buat cari pacarku apalagi kalau dia lagi melantai, aku lihat beberapa temenku memang ada disitu tapi aku Cuma sekedar say hai aja karena mereka juga membawa ladies masing-masing.

Setelah beberapa saat mencari akupun akhirnya menemukan pacarku di sebuah meja bersama 4 orang, yaitu rani dan 3 temannya, aku lihat pacarku duduk disamping kiri rani, kemudian disebelah kiri pacarku aku lihat temen rani yang memang aku agak kenal karna beberapa kali rani ke kosku bareng cowo tersebut, kalo gak salah namanya andi, sementara disebelah kanan rani duduk pacar rani, aku tau itu karna dari bbm pacarku aku lihat rani sering pasang DP berdua dengan cowo tersebut disertai kata-kata romantis, sementara disamping kiri andi aku liat ada seorang cowo dengan badan lumayan kurus yang Cuma duduk sambil memainkan gadgetnya.

Aku sebenarnya marah karna aku merasa ditipu sama pacarku, ingin sekali aku datangi dan aku seret pulang, tapi aku tau walaupun aku sayang sama dia tapi statusku sama dia masih sebatas pacar walaupun kedua orangtua kami sudah sama-sama saling kenal.

Akupun akhirnya mencari tempat yang strategis buat mengawasinya, pacarku saat itu sungguh terlihat sangat cantik karena memang dia pandai sekali berhias, apalagi dia malam ini menggunakan gaun kuning yang belahan dadanya agak rendah, walaupun masih tidak mengekspos payudaranya, tapi yang membuatku agak risih adalah bagian bawah gaun itu memang pendek sekitar satu jengkal diatas lutut, pacarku pernah memakai itu saat pergi ke acara ulang tahun temennya, itu pun dia masing menggunakan celana tipis yang mungkin namanya legging, karna aku memang gak tau yang begituan.
  Anakku, Pendamping Hidupku

Sejauh ini dalam pengawasanku memang tidak ada hal-hal aneh yang mereka lakuin, hanya sebatas ngobrol walau aku lihat rani beberapa kali berciuman dengan pacarnya.

Tapi detelah sekitar 40 menit pengawasan, aku lihat hal yang mengagetkan, yaitu si andi memberi dan setengah memaksa pacarku buat merokok, tapi pacarku dengan tegas menolak karna dia tidak suka rokok bahkan beberapa kali ngambek gara-gara asap rokokku, tapi setelah beberapa lama dipaksa akhirnya pacarku menyerah dan mencoba sebatang rokok, walaupun awalnya dia canggung dan batuk-batuk, tapi sepertinya si andi itu sangat perhatian dan telaten mengajari dia cara merokok, akhirnya malah terlihat pacarku menyalakan batang kedua rokoknya sambil juga membantu andi menyalakan rokoknya, mereka terlihat mengobrol berdua dengan wajah yang berdekatan sehingga beberapa centi lagi saja bibir mereka pasti saling bertemu.

Tapi kulihat si andi tidak berusaha untuk menciumnya, mereka tetap mengobrol sambil tangan andi mengelus elus rambutnya, kulihat rani dan pacarnya mulai berdiri menuju lantai dansa kemudian cowo yang disamping kiri andi juga berdiri kemudian berlalu, cowo itu sempat lewat di depanku dan kemudian terlihat seperti menuju pintu keluar, dia terlihat sangat mabuk.

Aku melihat mereka berdua tetap mengobrol, tapi kemudian andi menawarkan segelas minuman kepacarku, tapi pacarku dengan tegas menolak sambil bersikap seperti mau berdiri, tapi dengan cepat ditarik andi sehingga dia kembali duduk, aku lihat andi memasang mimik serius, sepertinya dia sedang meminta maaf kepacarku, beberapa saat kemudian aku lihat suasana mulai mencair kembali dan pacarku kembali menyalakan rokoknya, tapi kemudian aku lihat ekspresi wajah pacarku agak kaget, sedetik kemudian kulihat dia bisa menguasai perasaannya kemudian dia mulai mengangguk.

Ternyata merekan melakukan suit, kulihat andi dengan wajah kecewa mengeluarkan dompet kemudian menyerahkan uang 20ribu kepacarku, kemudian mereka terlihat bersuit kembali, aku lihat sekarang malah pacarku menutup wajahnya, sesaat kemudian andi menuangkan minuman ke gelas dan diberikan ke pacarku, kulihat dia dengan wajah kesal tetap meminumnya.

Permainan itu berlangsung beberapa saat dan kulihat andi menghabiskan beberapa uangnya untuk taruhan dengan pacarku dan pacarku juga mengabiskan beberapa gelas minuman, terlihat dia mulai sedikit mabuk, kemudian pacarku kembali terlonjak kaget saat dibisikan sesuatu, tapi kemudian dia mengangguk.

Mereka terlihat kembali melakukan suit, kali ini kulihat pacarku kembali malu dengan ekspresi menutup mukanya, tapi kemudian kedua tanganya disingkiran oleh si andi, tapi sejurus kemudian dia mendekati wajah andi, dan bagai tersengat listrik, aku sangat kaget, walaupun gak terlihat dari posisiku mengawasi mereka, tapi aku yakin mereka sedang berciuman dilihat dari gerakan kepalanya, dalam keadaan normal pasti pacarku tidak akan mau, karna ditempat itu banyak orang dan disamping mereka ada rani dan pacarnya yang memperhatikan mereka sambil tertawa.

Setelah mereka melepas ciumannya, kulihat mereka kembali bersuit, dan aku liat sepertinya pacarku kalah lagi, tapi tanpa membuang waktu andi langsung menyerang pacarku dengan ciuman ciiumannya, kulihat pacarku bersandar di sofa sambil mengimbangi ciuman si andi, tanpa ku duga ternyata andi mulai menurunkan kepalanya dan dia menciumi leher pacarku sambil tangannya mengelus elus pundak pacarku, dia terlihat sangat buas menciumi leher pacarku, aku lihat tangan pacarku menggenggam tangan rani, rani juga terlihat mengelus rambut pacarku sambil membisikan sesuatu, kulihat tangan andi yang tadi mengelus pundak pacarku dia turunkan dan tenggelam dibalik badannya, aku yakin tangan dia berada di payudara pacarku, karna kulihat pacarku menggigit bibir bawahnya, kulihat badan dia juga naik turun seperti orang sesak nafas.

Aku yang melihatnya pun merasakan perasaan yang campur aduk, antara horni, marah, kecewa, cemburu, karna gak tahan akupun akhirnya pergi ke toilet, kemudian aku beronani sampai ejakulasi di dalam toilet.

Setelah puas berejakulasi, akupun duduk di kloset sambil merenungi nasibku, ingin sekali aku hajar si andi itu, tapi gimanapun aku masih punya sedikit kewarasan dalam otaku, karna akan fatal kalau sampai aku hajar dia. Beberapa saat kemudian aku dengar seseorang berbicara dengan penjaga kebersihan toilet, seperti orang sedang melakukan transaksi sesuatu, kemudian aku dengar pintu toilet disamping dibuka, aku dengar dari suara sepatunya seperti suara high heels, akupun kembali tenggelam dalam pikiranku sampai aku dengar suara �mmphhh, mmmph� seperti orang berciuman, akupun penasaran.
  Berawal dari Tempat Fitness

Kemudian terdengar ucapan

�Tapi janji ya, Cuma lihat tetekku aja, gak lebih� suara cewek yang sangat aku kenal, yang gak lain pacarku, Aku sempat tertegun beberapa saat, sangat kaget.

Sampai kemudian terdengar suara seperti orang berciuman kembali

�mmphh ah, mmmphhh�

�Janji dulu dong ndi, kalo gak yaudah taruhan kita batal� ancam pacarku, yang kemudian dijawab andi

�Yaah, aku udah abis duit banyak ni masa Cuma dikasih lihat, kasih bonus dong elus atau jilat gitu tetekmu� Keluh andi.

�yaudah mau elus atau jilat?� tanya pacarku,

�kalau bisa dua-duanya dong, aku udah abis banyak duit ni, mana kiriman ortu masih lama, ayolah tolongin aku, penasaran banget ni sama rasanya� dari nada bicaranya terdengar dia seperti orang yang memelas.

�udah dong jangan diremes terus teteku, gimana bisa dibuka kalo diremes terus� protes pacarku.

Aku yang penasaran kemudian mencari cara untuk mengintipnya, dan entah anugerah atau musibah aku akhirnya menemukan sebuah ventilasi yang sepertinya sedang rusak dan hanya ditutup lakban, dengan menggunakan kunci mobil kemudian dengan hati-hati aku lubangi lakban itu, dan akhirnya berhasil, dan ternyata view disini sangat sempurna karna aku bisa lihat wajah dan body pacarku secara sempurna.

Kulihat dia sedang duduk di kloset dengan paha mulusnya, paha itu tertutup rapat karna saling dikatupkan, tapi kulihat roknya terlipat lumayan tinggi jadi kalau dia membuka pahanya sedikit sepertinya celana dalamnya akan terlihat. Dia gak lihat saat lakban itu aku lubangi karena kulihat dia sedang melihat kebawah, melihat tangan kekar sedang meremasi payudaranya dari luar gaunnya.

�Yaudah buka dong bajunya� kata andi,

�bukain dong� balas cewekku manja sambil menggoyangkan dadanya dan tersenyum.

�yaudah sini aku bukain, hehe�. Kulihat andi kembali mencium pacarku dengan ganas, kemudian dia menciumi leher pacarku dan kulihat tanganya berada dipunggung pacarku, terlihat dia sedang mencoba menurunkan resleting gaun cewekku, kemudian terbukalah gaunnya.

Pacarku gak pake BH karna bagian dada gaun dia memang dibuat tebal, kulihat cewekku menunduk karena malu. Kemudian aku lihat tangan andi menyentuh ujung putinngnya yang sebelah kanan, hal itu membuat pacarku mendongak sambil menggigit bibirnya, kulihat jari-jari andi mulai memelintir puting pacarku yang membuat dia semakin menggelinjang.

Kemudian kulihat kepala andi mendekati payudara kiri pacarku, itu membuat pacarku mendesah panjamg �uhhhhmmmmm� desahnya yang ditutupi dengan tangannya, andi kemudian mendongak kemudian tersenyum kearah pacarku yang kemudian kulihat dia membalas senyumnya. Sambil jarinya memainkan puting pacarku, andi bertanya

�enak gak ris?�,

�enggak enak ah, Cuma geli aja kok, udah puas kan?� jawab pacarku sambil menggigit bibirnya.

�enak aja udah puas, belum lah orang tetekmu montok gini kok, jujur dong enak gak?� kata andi sambil mengintensivkan serangan ke payudara pacarku,

�ahhh, iya enak ndi enak banget, belum pernah aku ngrasain gini� kulihat tangan andi satunya mengelus paha pacarku, dan pacarku malah membuka pahanya dan memperlihatkan celana dalam kuningnya, melihat itu si andi gak menyianyiakan kesempatan, sambil kembali memainkan payudara pacarku dengan mulutnya, tangannya mulai mengelus vagina pacarku dari luar, kulihat pacarku memejamkan matanya dan mendesah.

�memek kamu basah ris, horni ya? Hehe� kekeh andi,

�enggak, biasa aja Cuma lagi keputihan mungkin� jawab riska,

� emang kalo keputihan tu gimana sih?� tanya andi,
Rekor Berhubungan Seks Dengan 919 Pria Dalam Satu Hari

�yee kepo, cek aja sendiri� jawab riska sambil terlihat malu,

�yaudah sini aku lihat� kata rudi sambil menarik turun celana dalam riska, dan riska sedikit mengangkat pinggulnya, sehingga sekarang celana dalamnya terlepas tapi masih tersangkut di betis kirinya,

�yaah pahanya kok malah ditutup sih, buka dong kan aku penasaran� protes andi melihat riska malah merapatkan pahanya,
  Seks Dengan Teman Kerja

�yaudah, tpi Cuma lihat ya jangan yang lain� kata riska sambil menggigit jarinya untuk menahan malu, pelan pelan dia membuka kedua pahanya, kemudian posisi duduknya agak diturunkan, lalu kedua kakinya dinaikan ke masing-masing sisi kloset.

Dengan begitu maka dapat terlihat secara utuh vaginanya, kulihat andi menjururkan kedua tangannya ke vagina riska, kemudian merekahkanya,

� ahhhh ndi, kan katanya Cuma liat, kok disentuh gitu ahhh� protes pacarku,

�gimana bisa tau kalo gak dibuka, masih sempit banget memekmu, jarang dipake atau punya cowokmu yang kekecilan?�, kulihat pacarku tersentak mendengar kata andi yang menyebut kata �cowokmu�, tapi kemudian dia tersenyum dan menjawab

�enak aja, punya dia gede tau�,

Andi langsung menjilati vagina pacarku, yang membuatnya mendesah desah tidak terkontrol

�hmmmm, paling juga gedean punyaku kok� jawab andi sambil memainkan vagina riska dengan mulutnya,

�hhhh, ssssstt, enggak, punya dia besar kok�. Andi langsung menghentikan aktivitasnya, kemudian dia berdiri

�ayo taruhan lagi, gede mana punyaku atau punya cowokmu? Ini didompetku tinggal 100ribu, kalo punya cowokmu lebih besar, aku kasihin sekalian hapeku, tapi kalo punyaku lebih besar, kamu harus ikut aku pulangnya� tantang andi,

�emang gimana cara ngukurnya? Masa pake penggaris?� tanya pacarku,

�ya kamu yang ngukur lah, tinggal bandingin aja kok� jawab andi enteng,

�yaudah siapa takut, hehe�.

Andi langsung menurunkan celananya, kemudian terlihat penis dia yang berdiri sempurna,

Kulihat riska kaget sambil menutup mulutnya, tapi kulihat matanya seolah takjub, kulihat riska menjulurkan tangannya kemudian memegang penis andi, kulihat dia mengelus-elus penis andi,

�kalo Cuma dipegang gitu gimana bisa teliti ngukurnya?� sergah andi,

�emang gimana ngukurnya?� tanya riska tapi matanya tidak teralihkan dari penis andi,

�di emut dong kontolku, rasain seberapa besar�.

Tanpa berkata kulihat riska menurunkan kakinya dari kloset, kemudian memajukan kepalanya, dia cium ujung penis andi, kulihat dia mulai menjilati penis itu dan kemudian memasukkan kemulutnhya, kulihat riska memejamkan matanya dan terlihat sangat menikmatinya, andi sendiri kulihat dengan brutal meremas payudara riska.

Mereka terlihat sama-sama saling menikmati,beberapa saat kemudian aku lihat andi mengerang tanda dia akan klimaks, tahu akan andi akan segera klimaks, riska mengeluarkan penis dari mulutmya kemudian mengocoknya sambil di arahkan ke dadanya, muncratlah sperma itu membasahi payudara riska.

Setelah ejakulasinya mereda, andi mengecup bibir riska kemudian bertanya

�gedean mana? Jujur ya�,

�gedean ini ndi, duuh gemes banget deh� jawab riska

�yaudah, berarti kamu ikut aku malam ini ya� tagih andi,

�iya deh, tapi janji ya gak ada acara masukin itu ke sini� kata riska sambil memandang penis andi, kemudian riska hendak membetulkan celana dalamnya tapi keburu di cegah andi

�ehh tunggu, tadi aku janji sama yang jaga toilet mau ngasihin CD kamu ke dia, kalo enggak tar kita bakal di grebek katanya�,

�loh kok gitu? Duh yaudah deh nih� kata riska sambil memberikan celana dalamnya ke andi, saat andi membentangkan celana dalam itu terlihat ada noda disitu, menandakan tadi riska memang sangat basah.

�eh ndi, kamu liat itu gak? Perasaan tadi rapet kok jadi bolong gitu ya?� kata riska,

�ah dari kemarin kok udah berlubang, emang kenapa takut diintip? Kalo ada yang ngintip nih sekalian aku kasih liat memek yang nanti mau aku kontolin hahahahaha� kata andi sambil mendorong bahu riska sehingga dia membungkuk kemudian menarik rok riska keatas sehingga tepampanglah vagina riska dan anusnya.

�ihh apaan sih, gak ah pokoknya gak mau ml ya, cukup mainin tetek aja loh� protes riska, kemudian mereka berdua keluar toilet tersebut.

10 menit kemudian aku juga keluar ruangan itu, penjaga toilet cukup kaget begitu melihatku

�loh mas, daritadi didalem ya?� tanyanya,

�iya mas aku agak mabok jadi tadi tepar deh didalem, eh itu kok dipalang gitu mas lorongnya? Kalo ada yang mau ke toilet gimana?�tanyaku penasaran,

�oh ini abis di pel mas, jadi takut licin terus tar ada yang jatuh mending aku palang dulu mas� jawabnya,

aku Cuma tersenyum, batinku mengatakan gimana mungkin abis dipel kalo masih agak kotor gini lantainya, dasar mata duitan!

Cerita dewasa abg, tante lidya yang penuh nafsu

cerita dewasa bergambar

LIDYA adalah seorang tetangga ramah, dalam cerita seks ini Lidya digambarkan sebagai sosok ibu muda yang baik, sopan dan ramah, tapi siapa sangka nafsu besar yang dimiliki Lidya ternyata tertutup oleh keramahannya. Setelah sebelumnya cerita tentang istriku tukang selingkuh, berikut tentang perselingkuhan seorang ibu muda.
cerita sex tante lidyaCerita Sex: Tante Lidya Yang Ganas � Ist

Kejadian ini terjadi sekitar 1 bulan yang lalu tepatnya 1bln kurang 1hari. Waktu itu saya beserta 2 orang teman kantor sedang makan siang di sebuah restoran di bilangan Kemang. Ketika saya hendak membayar makanan, saya mengantri di belakang seorang wanita cantik yang sedang menggendong anak kecil. Karena agak lama, saya menegurnya. Ketika ia menengok ke arah saya, saya sangat kaget, ternyata ia adalah Lidya.

Nah,,, Lidya ini adalah istri tetangga saya di komplek saya.

�Eh,.. Mas Dani. Lagi ngapain Mas..?�   tanyanya lidya.
�Anu, saya sedang makan siang. Kamu ama siapa Mir..?   Andre ndak ikut..?�
�Enggak Mas, dia lagi ada tugas luar kota. Saya lagi beli makanan niii, sekalian buat nanti malam. Soalnya si Ati lagi pulang kampung juga. Ya udah, saya keluar aja bareng Vina (anaknya-pen).�
�Kamu bawa mobil..?�  tanya saya.
�Enggak tuh Mas, mobilnya dibawa Mas Andre ke Lampung.�
�Oooo, mau pulang bareng ngk nii..? Kebetulan saya juga mau langsung pulang, tadi habis tugas lapangan.�
�Ya sudah nggak apa-apa, kalau ngak ngerepotin mas.�

Singkat cerita, saya dan kedua teman saya langsung pulang ke rumah masing-masing. Sementara saya, Lidya dan Vina pulang bersama di mobil saya. Sesampainya di rumah Lidya yang hanya berjarak 4 rumah dari saya, Lidya mengajak mampir, tapi saya bilang mau pulang dulu, ganti baju dan menaruh mobil. Karena Jenny, istri saya, sedang pergi ke rumah orangtuanya, saya langsung saja pergi ke rumah Lidya dengan memakai celana pendek dan kaos.

Ternyata, rumah Lidya tertata cukup apik. Ketika saya masuk, si Lidya hanya memakai piyama mandi.

�Saya ganti baju dulu ya Mas, gerah nih,� katanya sambil tersenyum.
�Ooo.., iya, si Vina mana..?�  tanya saya sambil terpesona melihat kecantikan dan kemulusan body si Lidya.
�Anu Mas, dia langsung tidur pas sampai di rumah tadi, kasihan dia capek, saya ke kamar dulu ya Mas..!�
�Eh, iya, jangan lama-lama ya,� kata saya.

Ketika Lidya masuk ke dalam kamar, dia (entah sengaja atau tidak) tidak rapat menutup pintu kamarnya. Merasa ada kesempatan, saya mencoba mengintip. Memang lagi mujur, ternyata di lurusan celah pintu itu, ada kaca lemari riasnya. Wow, untuk ukuran wanita yang telah mempunyai anak berumur 3 tahun, si Lidya ini masih punya bentuk tubuh yang bagus dan indah. Dengan ukuran 34B dan selangkangan yang dicukur, dia langsung membuat �adik kecil� saya berontak dan bangun.

Dan yang menambah kaget saya, sebelum memakai daster yang hanya selutut, ia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan tidak mengenakan BH. Sebelum ia berjalan ke luar kamar, saya langsung lari ke sofa dan pura-pura membaca koran.

�Eh, maaf ya Mas kelamaan.  � kata Lidya sambil duduk setelah sepertinya berusaha untuk membetulkan letak tali celana dalamnya yang menyempil.
�Ndak apa-apa kok, saya juga lagi baca koran. Memangnya Andre berapa hari tugas luar kota..?�  tanya saya yang juga �sibuk� membetulkan letak si �kecil� yang salah orbit.

Sambil tersenyum penuh arti, Susi menjawab, �3 hari Mas, baru berangkat tadi pagi. Ngomong-ngomong saya juga sudah 2 hari ini nggak liat Mbak Jenny, kemana ya Mas..?� �Dia ke rumah orangtuanya. Seminggu. Bapaknya sakit.� jawab saya. �Wah, kesepian dong..?� tanya Lidya menggoda saya.

Merasa hal ini harus saya manfaatkan, saya jawab saja sekenanya,

�Iya nih, mana seminggu lagi, ndak ada yang nemenin. Kamu mau nemenin saya emangnya..?� �Wah tawaran yang menarik tuh..,� jawab Lidya sambil tersenyum lagi,

�Emangnya Mas mau saya temenin..?  Saya kan ada si Vina, nanti ganggu Mas lagi. Mas Dani kan belum punya anak, jadinya santai.�
�Ndak apa-apa, eh iya, saya mau tanya, kamu ini umur berapa sih?  Kok keliatannya masih muda ya..?� sambil menggeser posisi duduk saya supaya lebih dekat ke Lidya.
�Saya baru 27 kok Mas, saya married waktu 23THN, pas baru lulus kuliah. Saya diajak married Mas Andre itu pas dia sudah bekerja 3 tahun. Gitu Mas, memang kenapa sih..?�
�Ndak, saya kok penasaran ya. Kamu sudah punya anak umur 3 tahun, tapi kok badan kamu masih bagus banget, kayak anak umur 20-an gitu.� kata saya.
�Yah, saya berusaha jaga badan aja Mas. Biar laki-laki yang ngeliat saya pada ngiler,� katanya sambil tersenyum. �Wah, kamu ini bisa saja, tapi memang iya sih ya, saya kok juga jadi mau ngiler nih.�
�Nah kan, mulai macem-macem ya, nanti saya jewer lho..!�
�Kalo saya macem-macem beneran, emangnya kamu mau jewer apa saya..?� tanya saya sambil terus melakukan penetrasi dari sayap kanan Lidya.

Merasa saya melakukan pendekatan, Lidya kok ya mengerti. Sambil menghadap ke wajah saya, dia bilang,

�Wah, kalo beneran, saya mau jewer �burungnya�-nya Mas Dani, biar putus sekalian.�
�Memangnya kamu berani..?� tanya saya,
�Dan lagi saya juga bisa menbales,�
�Saya berani lho Mas..!� sambil beneran memegang �burung� saya yang memang sudah minta dipegang,
�Terus Mas Dani menbalesnya gimana..?�
�Nanti saya remes-remes lho toketmu..!� jawab saya sambil beneran juga melakukan serangan pada bagian dada.

Karena merasa masing-masing sudah memegang �barang�, kami tidak bicara banyak lagi. Saya langsung mengulum bibir Lidya yang memang lembut sekali dan basah serta penuh gairah. Dan tampaknya, Lidya yang sudah setengah jalan, langsung memasukkan tangannya ke dalam celana saya, tepat memegang �burung� saya yang maha besar itu (kata istri saya sih).

�Mas Dani, kon**lnya gede banget.� kata Lidya sambil terengah-engah.
�Sudah, nikmati aja. Kalo mau diisep juga boleh..!� kata saya.

Dan tanpa banyak bicara, Lidya langsung membuka 2 pertahanan bawah saya. Dengan seenaknya ia melempar celana pendek dan celana dalam saya, dan langsung menghisap batang kemaluan saya. Ternyata, hisapannya top banget. Tanpa tanggung-tanggung, setengah penis saya yang 18 cm itu dimasukkan semuanya. Dalam hati saya berpikir,

�Maruk juga nih perempuan..!� Setelah hampir 5 menit, Lidya saya suruh berdiri di depan saya sambil saya lucuti pakaiannya.

Tanpa di komando, Lidya melepas celana dalamnya yang mini itu, dan menjejalkan kemaluannya yang tanpa bulu ke mulut saya. Ya sudah, namanya juga dikasih, langsung saja saya ciumi dan saya jilat-jilat. �Mas, geli Mas,� kata Lidya sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya. �Tadi ngasih, sekarang komentar..!� kata saya sambil memasukkan dua jari tangan saya ke dalam vaginanya yang (ya ampun) peret banget, kayak kemaluan perawan.

Masih dalam posisi duduk, saya membimbing pantat dan vagina Lidya ke arah batang kemaluan saya yang makin lama makin keras. Perlahan-lahan, Lidya memasukkan kejantanan saya ke dalam vaginanya yang mulai agak-agak basah.

�Pelan-pelan ya Mir..! Nanti memekmu sobek,� kata saya sambil tersenyum.

Lidya malah menjawab saya dengan serangan yang benar-benar membuat saya kaget. Dengan tiba-tiba dia langsung menekan batang kejantanan saya dan mulai bergoyang-goyang.

Gerakannya yang halus dan lembut saya imbangi dengan tusukan-tusukan tajam menyakitkan yang hanya dapat dijawab Lidya dengan erangan dan desahan. Setelah posisi duduk, Lidya mengajak untuk berposisi Dog Style. Lidya langsung nungging di lantai di atas karpet. Sambil membuka jalan masuk untuk kemaluan saya di vaginanya, Lidya berkata,

�Mas jangan di lubang pantat ya, di memek aja..!� Seperti anak kecil yang penurut, saya langsung menghujamkan batang kejantanan saya ke dalam liang senggama Lidya yang sudah mulai agak terbiasa dengan ukuran kemaluan saya.

Gerakan pantat Lidya yang maju mundur, benar-benar hebat.

Pertandingan antar jenis kelamin itu, mulai menghebat tatkala Lidya �jebol� untuk yang pertama kali.

�Mas, aku basah..,� katanya dengan hampir tidak memperlambat goyangannya.

Mendengar hal itu, saya malah langsung masuk ke gigi 4, cepat banget, sampai-sampai dengkul saya terasa mau copot. Kemaluan Lidya yang basah dan lengket itu, membuat si �Vladimir� tambah kencang larinya.

�Mir, aku mau keluar, di dalam apa di luar nih buangnya..?� tanya saya.

Eh Lidya malah menjawab,

�Di dalam aja Mas, kayaknya aku juga mau keluar lagi, barengin ya..?� Sekitar 3 menit kemudian, saya sudah benar-benar mau keluar, dan sepertinya Lidya juga.

Sambil memberi aba-aba, saya bilang,

�Mir, sudah waktunya nih, keluarin bareng ya, 1 2 3..!� Saya memuntahkan air mani saya ke dalam liang vagina Lidya yang pada saat bersamaan juga mengeluarkan cairan kenikmatannya.

Setelah itu saya mengeluarkan batang kejantanan saya dan menyuruh Lidya menghisap dan menjilatinya sekali lagi. Si Lidya menurut saja, sambil ngos-ngosan, Lidya menjilati penis saya. Ketika Lidya sedang sibuk dengan batang kejantanan saya, Vina bangun tidur dan langsung menghampiri kami sambil bertanya,

�Mami lagi ngapain..? Kok Om Dani digigit..?� Lidya yang tampaknya tidak kaget, malah menyuruh Vina mendekat dan berkata,
�Vina, Mami nggak gigit Om Dani. Mami lagi makan �permen kojek�-nya Om Dani, rasanya enak banget deh, asin-asin..� �Mami, emangnya permennya enak..? Vina boleh nggak ikut makan..?� tanya Vina.

Sambil mengocok-ngocok penis saya, Lidya berkata,

�Vina nggak boleh, nanti diomelin sama Om Dani, mendingan Vina duduk di bangku ya, ngeliat Mami sama Om Dani main dokter-dokteran.� Saya yang dari tadi diam saja, mulai angkat bicara,
�Iya, Vina nonton aja ya, tapi jangan bilang-bilang ke Papi Vina, soalnya kasian Mami nanti. Ini Mami kan lagi sakit, jadinya Om kasih permen terus disuntik.� Sambil terus memegang penis saya yang mulai kembali mengeras, Lidya berkata pada Vina,
�Nanti kalo� Vina nggak bilang ke papi, Vina Mami beliin baju baru lagi deh, ya? Tuh liat, suntikannya Om Dani mulai keras. Vina diam aja ya, Mami mau disuntik dulu nih..!� Merasa ada tantangan lagi, saya langsung mencium Dani dengan lembut di bibirnya yang masih beraroma sperma, sambil meremas buah dadanya yang kembali mengeras.

Lidya langsung melakukan gerakan berputar dan langsung telentang sambil tertawa dan berteriak tertahan,

�Babak kedua dimulai, teng..!� Sementara Vina hanya diam melihat maminya dan saya �acak-acak�, walaupun terkadang dia membantu mengelap keringat maminya dan saya.

Itulah pengalaman saya dan Lidya yang masih berlanjut untuk hari-hari berikutnya. Kadang-kadang di rumah saya, dan tidak jarang pula di rumahnya. Kami melakukan berbagai macam gaya, dan di segala ruangan dan kondisi. Pernah kami melakukan di kamar mandi, masih dengan Vina yang ikut nimbrung �nonton� pertandingan saya vs maminya. Dan Vina juga diam dan tidak bicara apa-apa ketika papinya pulang dari Lampung.

Hal itu malah makin mempermudah saya dan Lidya yang masih sering bersenggama di rumah saya ketika saya pulang kantor, dan ketika istri saya belum pulang dari rumah orangtuanya. Dan saya akan masih terus akan menceritakan pengalaman saya dengan Lidya. Dan nanti akan saya ceritakan pengalaman saya dengan adik Lidya, Rere.

Ngentotin perawan anak jalanan

Hari-Hari terus berganti,dan tahun demi tahun sudah aku lalui. sudah 3 tahun aku hidup dan mencari nafkah dijalanan yang keras ini. selain menjadi pengamen,kini aku dan nurul sudah mendapatkan �sidejob� yaitu menjadi boneka birahi usman,sang tukang air keliling itu. ia,si usman. dia menjadi sangat ketagihan dengan badan-badan kecil kami ini. servis mulut dan tangan kami pun,dijadikan hiburan tersendiri bagi dia. kami sering dibawa oleh dia ketempat tempat sepi untuk dicabuli disitu. dan tentu saja dengan iming iming akan dikasih sejumlah uang. usman seakan tidak bosan dengan servis kami ini. dan kami pun,sudah jadi sangat terbiasa dengan kontoy dan peju dari usman.
 cerita dewasa perawan anak jalanan
badan kami pun lambat laun berubah,aku merasakan ada perubahan yang signifikan dipayudaraku. aku merasa payudaraku sudah sangat membesar dari ukuran normalnya sebelum sering diremas remas oleh usman,dan begitu juga dengan nurul. malahan kalau nurul bukan hanya teteknya saja,tapi pantatnya juga terlihat berubah menjadi lebih besar dan bulat. tahun ini kami berusia 15 tahun. dan karena perubahan ini juga,kami sadar bahwa mata-mata nakal lelaki sudah mulai sadar,kami bukan anak kecil lagi dan sudah siap untuk dinikmati.

pada siang itu,aku sedang mengamen sendirian,tidak ditemani oleh nurul yang pada siang itu sedang malas untuk pentas. karena pada siang itu aku pentas sendirian,aku jadi malas lama-lama. biasanya kami mengamen sampai larut malam. tapi pada hari itu aku hanya mengamen sampai jam 4 sore saja. karena hari itu hari sabtu,jadi kemacetan dijakarta wilayah itu sedikit berkurang. akhirnya aku memutuskan untuk kembali ketempat penampungan kami yang jaraknya tidak begitu jauh dari situ. ketika aku sudah mulai masuk gedung kosong itu. banyak anak2 jalanan yang sedang ngaso atau sekedar bercengkarama disana. tpai aku tidak menemukan sahabatku,nurul. �kemana nurul ya?� pikirku dalam hati. akhirnya aku melepas lelah ditempat dimana aku dan nurul sering tidur dimalam hari,dan menyimpan gitar kecilku.

setelah energiku kembali,aku mulai mencari nurul yang tumben-tumbenan tidak ada disini,padahal biasanya kalau dia tidak ikut pentas,pasti hanya tidur disini dan gak pergi kemana mana lagi. aku mengitari gedung kosong yang kami jadikan tempat penampungan kami itu. tapi nurul tetap tidak ada. akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke tempat penampungan dan kembali beritirahat. jam 7 malam,akhirnya nurul kembali. nurul sedikit pendiam dan tampak aneh dimukanya.

�kamu dari mana rul?� tanyaku kepada nurul ketika dia baru kembali.
�dari jalan-jalan.� jawab nurul singkat,tanpa ada menoleh sedikit kearahku.

ya sudah aku pikir,nurul sedang males cerita dan lelah kali ya sepulang jalan-jalan..dan aku pun akhirnya memutuskan untuk tidur,setelah membersihakn gitarku, hingga pada tengah malam itu,badanku digoncang-goncang oleh orang disebelahku,dengan sedikit setengah sadar,aku bangun dan melihat siapa orang yang berani mengganggu tidurku yang
sedang nyenyak ini. dan ternyata adalah nurul

�ehh,kamu rul.. kenapa sii?�tanyaku kenurul sambil menggaruk leherku yang tidak gatal. dan juga dengan keadaan setengah sadar.

�kamu ngantuk ya?? aku mau cerita deh� jawab nurul penuh harap

�nggak kok,aku baru tidur gitu-gitu aja belom lelap banget� jawabku bohong,karna takut membuat sahabatku ini kecewa.

�aku udah gak perawan ri� ngomong nurul langsung tanpa basa basi sedikittttpun.

�haa kok bisa???� tanyaku kaget kepada dia. dan akhirnya dia bercerita kenapa kejadian itu sampai terjadi dan nurul pun bercerita kepadku malam itu. dan dalam hariku �kasihan sekali sahabtku ini�

ketika siang itu ia ingin mencari makan di sebuah warteg yang ada diujung jalan,tiba-tiba ada sebuah mobil yang berisi 3 bapak-bapak berusia sekitar 40an,berseragam P*S coklat-coklat,turun dan menghampiri nurul yang sedang berjalan sendirian itu untuk menanyakan arah jalan. karena memang nurul tau jalan itu,nurul pun menjelaskan arahnya,karena memang arah jalannya sedikit membingungkan akhirnya nurul diajak untuk naik kemobil nya dan menunjukan jalannya. gadis polos 15 tahun ini pun masuk kemobil itu. mobil berjenis jeep berwarna hitam ini,melaju ketempat yang ditanyakan tadi. ditengah perjalanan dia dikasih biskuit oleh bapak P*S yang duduk dibelakang,sedangkan ke 2 temannya yang duduk didepan sibuk melihat jalanan.

�Nih Dek Biskuit dimakan� tawar bapak-bapak itu kepada nurul.
�yaudah akhirnya karna emang gw laper,gw ambil aja tuh biskuitnya� lanjut nurul menceritakan ceritanya. akhirnya nurul mengambil sebuah biskuit dari bungkus itu. dan bapak bapak itu menawarkan aku air minuman soda. karena memang nurul seret habis makan biskuit yang sudah dikasih tadi,akhirnya nurul pun meminumnya kata dia.

Setelah 15 menit,akhirnya nurul pun merasa ada yang aneh dari badannya. payudara nurul serasa ada yang meremas remas,dan berasa panas dibagian situ. dan vaginya serasa banjir dan terus berkedut kedut. dia bercerita kepadaku ketika dia melihat kearah bapak yang ada disebelahnya,bapak-bapak itu senyum-senyum penuh arti,sambil meledek nurul �kenapaa kamu sange yaaaa anak kecil??? � tanya meledek om om itu kepada nurul yang makin lama perasaan nya semakin kacau.

�ia omm,om kasih aku apaan sii?� tanya nurul kepada om om itu..
�Cialis sama viagra udah aku campurin keminuman kamu yang tadi anak maniss.. sange kan kamu jadinyaa,aahahhaaha..� jawab om om itu menyebalkan kata nurul. dan juga nurul bercerita kalau om om yang dibelakang itu ngasih kode ke 2 temennya yang ada didepan.
�broo,daripada lamaa nyari rumah tuh pecun,mending garap yang ada dulu aja nih. udah sange nih anak�

�ahh jangan omm,saya masih kecil,jangan dipakee om,masih perawan saya ommm� nurul memelas. namun kata nurul,bukannya jawaban yang dia dapat malah grepek an di tetenya oleh om om yang disebelahnya itu. ke 2 tangan om om itu langsung saja menyergap 2 bongkahan tetek milik nurul yang masih ada dibalik bajunya.

�tetek ku abis riiii di kenyotin dan diremes sama tu orang,kurang ajar. tapi anehnya aku bukannya nolak ya,malah gelendot manja seakan aku nikmatin kerjaan tu orang,apa itu pengaruh efek obat yg dia kasih ya� lanjut nurul. aku hanya diam dan mendengarkan cerita dia.

�tuhhhh brooo,tetenyaa masih segerr brooo� om yang sedang mengerjai nurul sudah membuka dan menaikan BH nurul keatas sehingga memperlihatkan tete nya.

�ooo iaa broo,ya udah coyy cari tempat sepi aja terus kita garap gantian ni anak,anak gembel ini,kaga ada yang peduli juga�

� ya udah akhirnya mereka pergi cari tempat sepii,muter muter aja.dan selama dijalanan itu. tuh om om yang dibelakang udah nete sama ngobel gw mulu. gw sange,gw kocokin juga deh kontoy nya yang lebih gede drpd punya usman ri� cerita nurul dan nurul bercerita kahirnya mereka sampai di parkiran paling atas di sebuah gedung. dan ke 2 om om yang ada didepan tadi pindah kekursi tengah bergabung dengan om om yang tadi sudah colong start..akhirnya ke 3 om om membuka celana mereka masing masing dan antri untuk nurul oral. nurul pun mengoral mereka bergantian.

�aghhh enak banget sepongan lo masih kecil juga� ricau salah satu dari mereka. karena posisi nurul pada saat mengoral adalah menungging, maka tete nurul bergantungan dengan bebas,dan hal ini tidak disia-siakan oleh mereka semua. tete nurul diperas dan ditarik tarik putng nya seperti sapai yang sedang perah susunya. malahan ada satu om om yang sengaja kebawah nurul dan menyusu langsung ke nurull

�anjinggg brooo enak banget tuhhh netek gitu� kata salah satu om om itu.
�yoiii broo tetek anak abg,umur lo berapa heh? � tanya om om yang sedang menyusu ke dia.
dan nurul pun menjawab �15 tahun om�

�15 tahun?? gileee body sama sepongan lo ga ada 15 tahun 15 tahunnya,ude sering lo ya?�
�belom pernah om� jawab nurul bohong sambil tetep nyepong.

akhirnya nurul dikangkangkangin oleh om yang pertama. pantat nurul dikeluarkan dari mobil dan setengah badannya tetep berada dimobil, �jangan dimasukin om,sakitt� rengek nurul, namun om yang pertama tidak peduli,dengan sedikit memaksa karena memang susah masuknya ke memey nurul. akhirnya jebol juga memey nurul. air mata keluar dari sudut mata nurul sambil bercerita.

�ahhhhh,,ahhh ahhhhh,oouchhh,hhhmmmppphhhffff� desah nurul sore itu
dan om yang pertama giat dan semangat menggenjot memek anak 15 tahun yang bulu jembutnya aja masih dikit banget �anjingggg,enakk banget memek anak 15 tahun,makan nih kontol gw. fuck you little cunt,fuck this big dick little whore� racau om om yang sedang semangat menggempur memek nurul dari belakang. dan akhirnya om om pertama itu mengoper nurul ke temennya yang duduk didalem, nurul didudukan mengahadap kedepan oleh dia.

�sebentar ya omm memek aku perihh bangett nihh,aku masih lemesss� rengek nurul. � gak ada cerita,buruan,udah gak sabar gw ngerasain memek lo nih yang gemuk. dan akhirnya nurul pun berpacu lagi di kontoy om yang ke 2 ini.

�pook pook pokk pokkk pokk,ceplakk ceplakkk ceplakk ceplakk� bunyi pantat nurul yang beradu ke paha om yang ke 2 ini. 15 menit nurul beraksi akhirnya muncrat juga peju ni om om di pantat nurul. dan tanpa nunggu beristirahat om om yg ke 3 yang udah sangat sange melihat ke 2 temannya nunggangin anak kecil ini,langsung menarik nurul keluar dari mobil.

�gilaa riii memek gw berasa robek riii. merekaa jahattt bangett rii. gw ga dikasih istirahat sedikitpunn� cerita nurul

�tapi enak gak??� tanyaku penasaran
�enakk.rasanya lebih mantap daripada cuma dikobel sama

dan nurul pun melanjutkan ceritanya,kali ini ia diterlentangkan dia atas kap mobil oleh om ke 3 itu

�aduhh panass om disinii� �nihh pake ini aja buat alas� nurul diberikan baju daleman nurul untuk meredam panas kap mesin. dan setelah nurul sudah mengangkang di atas kap mesin,om ke 3 ini membersihkan memek nurul dengan tisu basah terlebih dahulu,darah bercampur mani terceplak di tisu basah.

�aaaaahhhhh perihhhhhh� ketika alkohol dari tisu basah menyentuh memey nurul. Setelah bersih om ke 3 ini menjilati dan mengucek ngucek memey anak 15 tahunnn ini dan nurul menjambak jambak rambut om ke 3. dan om yg pertama pun bergabung dengan menghisap dan memberi tanda merah disekitaran tetek nurul.. akhirnya om ke 3 ini memasukan rudalnya ke memey anak 15 tahun

�pppttt� memey nurul kentu ketika dimasuki oleh kontoy om yang ke 3 ini

�ceplokkkk plokkk plokkk plokkk� �agghh aghh aghhha aghhh aghhh aghhh,,ahhh ommm omm ahh aahhh ahhh ahh� desah nurul yang sedang digenjot dengan cepat dan kasar oleh om 3 itu. om yang pertama tidak tinggal diam,dia terus menggesek gesek klitoris nurul dengan jarinya. dan nurul pun orgasme untuk kesekian kalinya. setelah puas ngewe memey nurull,nurul disuruh jongkok dan ke 2 om om ini mengocok batang kemaluan mereka sampai keluar..

�ughhhhh gokil nih anak,gw sampe gemeteran gini dengkul gw ahahahaha� percakapan ke dua om om ini

�coyy buruan bersih-bersih terus pake baju,kita cabut terus,ude mau jam setengah 3 nii.. balik kekantor kita�”

dan ke dua om om itu buru buru masuk kemobil bersama dengan nurul juga. namun jahatnya,nurul hanya disampaikan didepan gedung itu, memang sih nurul diselipkan uang 150 ribu sama mereka. namun kejadiann ini membuat nurul sakit dan sedih,karena tidak kepikaran oleh nurul akan kehilangan keperawannannya dengan cara seperti ini.

Nurul pun nangis denganku sepanjang malam sambil bercerita. aku hanya berusaha mendengarkan dan memahami keadaan nya tersebut.. dan aku berfikir,kalau aku gimana ya akan kehilangan keperawananku?? mudah mudah han gak sesadis dia dehh…dan aku pun memejamkan mataku, belum sampai sejam aku menutup mata,ada sebuah tangan yang membekap mulutku.

Pembantuku yang masih perawan

Cerita Dewasa � Cerita Ngentot, Cerita Tante, Kisah Seks, Cerita Panas, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Sedarah, Sex Gambar � Menikmati Memek Pembantu Perawan. Hari itu hari dimana aku terpaksa kembali memberhentikan pembantu rumahku untuk yang ke sekian kalinya. Habis mau bagaimana lagi? Walau sudah gonta-ganti pembantu dari yayasan tapi tetap saja tidak ada yg bisa bekerja sesuai dengan apa yang aku harapkan. Dari mulai bekerja seenaknya udelnya sendiri, tidak telaten, bahkan sampai ada yg kerjanya cuman ngegosip saja sama tetangga. Hadoooh� Memang benar kata temanku, nyari pembantu itu ga jauh beda dengan nyari jodoh ternyata�

Amoy Cantik Selfie

Pembantuku yang masih perawan

Cerita Sex Menikmati Memek Pembantu Perawan

Walaupun sudah empet rasanya untuk nyari pembantu lagi, tapi apa boleh buat, aku dan istriku sama-sama pekerja kantoran jadi untuk urusan pekerjaan rumah tangga sudah tentu kami berdua tidak punya cukup waktu untuk melakukannya apalagi urusan menjaga anak? Beruntung selang beberapa hari sejak pembantuku yg terakhir itu ku berhentikan mertuaku mengabari bahwa pembantu yg sedang bekerja dirumahnya punya saudara yang sedang butuh pekerjaan. Singkat kata aku-pun langsung menerima pembantu yg ditawari mertuaku itu untuk bekerja di rumahku.

Cerita Sex Menikmati Pembantu Perawan
Namanya Nia, masih lugu, umurnya-pun masih 16 tahun dan dia baru 1 tahun pengalaman menjadi pembantu rumah tangga. Waktu awal-awal bekerja dirumahku aku tidak terlalu memperhatikan dia karena kupikir ah mungkin sama saja dengan pembantu2 sebelumnya. Namun setelah satu bulan bekerja mau tidak mau terlihat juga sifat-sifat aslinya�

Diluar dugaan, Nia ternyata anak yg sungguh rajin bekerja. Dia penuh dengan inisiatif dan juga telaten menjaga si kecil yg baru berumur 2 tahun itu. Aku sempat tersenyum gembira karena merasa dia adalah pembantu yg selama ini aku harapkan. Aku pun merasa sayang bila suatu saat nanti kehilangan dia dari rumahku. Karena ya tadi itu, sangat susah mencari pembantu yg sesuai harapan di jaman sekarang ini.

Niatku untuk membuat Nia betah bekerja dirumah aku sampaikan juga kepada istriku dan diapun langsung setuju karena memang, istriku juga merasa Nia adalah pembantu yg tepat bagi keluarga kami.

Untuk membuatnya betah bekerja, semua kebutuhan bulananya kami penuhi. Dari uang jajan harian, hal2 kecil seperti sabun mandi dan odol sampai parfum dan handbody yg seharusnya hanya untuk kecantikan-pun tidak segan2 kami belikan untuknya. Benar saja, Nia begitu betah bekerja di rumahku dan tak terasa sudah 1 tahun dia bekerja tanpa ada tanda2 kalau dia jenuh atau tidak senang bekerja untuk keluargaku.

Karena semua kebutuhan termasuk alat2 kecantikanpun kami berikan kepada dia, Nia menjadi rajin merawat diri. Nah, suatu waktu ketika aku, anakku dan dia sedang pergi jalan-jalan ke sebuah mall, terbersit niatku untuk menyenangi dia dengan mengajaknya ke salon untuk memotong rambutnya yg sdh kelewat panjang dan kurang terurus itu. Awalnya dia menolak karena merasa malu dan tidak enak, tapi karena aku paksakan akhirnya dia mau juga.

Satu jam menunggu dia di Salon aku habiskan dengan anakku di sebuah playland yang ada di mall itu. Begitu selesai akupun kembali ke salon untuk menjemput Nia. Tapi Ya ampun�.. Aku begitu kaget melihat dia dan rambutnya yang baru di potong itu berdiri di depanku� Dia begitu cantik! Ya, cantik! Bukan hanya manis, tapi benar2 cantik sekali sampai aku terdiam menganga beberapa detik seperti layaknya orang yg baru saja melihat keajaiban.

Perjalanan pulang dari mall, aku tidak begitu konsen menyetir. Dari td aku selalu mencuri-curi pandang untuk memperhatikan Nia dengan penampilan barunya itu. Potongan rambutnya pendek sebahu, rapih dan berkilau. Aku bisa dengan jelas melihat wajahnya yang putih dan mulus itu� Eh tunggu dulu? Putih dan mulus?? Apa aku tidak salah lihat? Seingatku dia dulu biasa saja, kusam malahan? Apa karena produk2 kecantikan itu memberikan efek yg sedemikian rupa? Atau rambutnya yg panjang yg selama ini secara tidak langsung menyembunyikan kecantikannya? Atau mungkin aku saja yang selama ini tdk memperhatikan dia dengan baik?? Ahhhhhh� Bodo amat lah. Yang jelas ada wanita muda dan cantik sedang duduk disampingku.. Tidak, bukan hanya itu. Tapi dia akan selalu ada serumah denganku kan?.

Lampu merah masih menyala. Ada angka 90 tertulis di panel LED yang terletak diatasnya menadakan cukup waktu bagiku untuk lebih detil lagi melirik si cantik Nia yg sedang kerepotan mengatur duduk si kecil di pangkuannya. Ku perhatikan wajahnya sekali lagi dengan rasa yang masih tidak percaya. Memang ternyata aku tidak salah lihat tadi. Dia benar2 cantik sekali�

Lalu perlahan-lahan pandanganku mulai penasaran melirik turun ke arah lehernya yg juga jadi terlihat jelas karena potongan rambut barunya itu. Oh my god, Lehernya ternyata jenjang� Mungkin karena dia rajin bekerja jadi otomatis tubuhnya-pun terbentuk proporsional dengan sendirinya. Tidak heran memang.

Puas melihat lehernya yg jenjang itu, bola mataku kembali penasaran. Kali ini mulai turun lagi dari lehernya yg indah itu menuju bagian dadanya yg ternyata juga membuat aku terpana� Oh shit! Dadanya begitu padat dan berisi. Cukup besar untuk umurnya yang baru 16 tahun itu. Malah lebih besar dari punya istriku sepertinya? Ada apa ini? Apa aku sedang bermimpi? Kenapa baru sekarang aku ngeh dengan fisik pembantuku ini??

Malam itu jadi malam yang paling menyiksa buatku. Walau sudah mencoba mengalihkan pikiran ke hal-hal yang lain tapi tetap saja, yang kupikirkan hanyalah wajah cantik Nia dari td. Lama2 lamunankupun mulai menjurus ke arah yang tidak2. Aku mulai membayangkan kalau saat ini yg sedang tidur disampingku ini adalah Nia dan bukan istriku.

Aku mulai berangan-angan untuk bisa sekedar merasakan hangat tubuhnya dipelukanku..
Hari demi hari berlalu aku semakin penasaran dibuatnya. Nia begitu lugu. Oh ya, dia ternyata sudah 17 tahun loh. Aku lupa kalau sampai saat ini dia sudah bekerja setahun lebih di keluargaku. Dia sudah dewasa tentunya kan? Artinya semakin matang penampilannya dimataku.

Aku mulai mencari cara dan kesempatan agar bisa bersentuhan dengannya. Saat dia lagi di dapur misalnya. Memang dapurku itu kebetulan cukup sempit untuk lebih dari 1 orang berada didalamnya. Tapi dengan dalih mau mengambil gelas dan piring aku usahakan bisa masuk untuk sekedar bisa memeluk Nia dari belakang walau terkesan hanya demikian.

Tidak puas dengan hanya bersentuhan seperti itu aku mulai berpikir lebih jauh� Ah ide kecil pun akhirnya muncul di kepalaku yg mulai ngeres ini. Bagaimana kalau aku pura2 saja merasa pegal2 dan minta Nia untuk memijatku. Hmmmm� Ide yg masuk akal sepertinya ya?

Diluar dugaan, Nia ternyata dengan enteng menerima permintaanku untuk dipijat. Dia bilang waktu di kampung dia memang sering disuruh memijat orang tuanya. Wuahhhh�rasa-rasanya ingin teriak girang sekali saat itu. Ideku ternyata disambut dengan mulusss�

Dengan bertelanjang dada, punggunggu dipijat Nia dengan lembutnya. Harus kuakui kalau dia memang bukan pemijat professional. Tapi bukan itu kan yg aku harapkan kan? Aku cuman ingin merasakan sensasi sentuhan jari2 Nia di tubuhku dan untungnya memang itu yg kudapatkan saat ini.

Setelah puas merasakan hangatnya tangan Nia yang telaten itu aku tiba2 punya ide yg lebih konyol lagi. Aku minta dia untuk memijat dadaku. Ya dadaku! Aneh memang kalau dia pemijat professional pasti akan bertanya2 mungkin.

Nia dari awal memijat punggungku dari belakang. Aku duduk bersila sedangkan dia setengah berdiri dengan kedua kakinya di tekuk di lutut. Saat itu aku berpikir bila kusuruh dia memijat dadaku maka mau tidak mau tubuhnya akan menempel dengan punggunggku agar tangannya dapat menggapai dadaku dr belakang. Dan benar saja� Oh dear, gunung kembar, padat dan berisi itu akhirnya menyentuh bagian belakang kepalaku� Hangat� seperti melayang rasanya�

Semakin Nia berusaha memijat dadaku dari belakang maka semakin aktif dada montoknya itu menggesek2 belakang kepalaku. Owhhh semakin terlena aku dibuatnya karena merasakan seolah kepalaku sedang ikut dipijat. Bukan dengan tangan, tapi dengan kedua payudara montoknya yang kuidam-idamkan itu!

Selama 10 menit kubiarkan kepalaku digesek-gesek oleh payudaranya. Untungnya Nia begitu lugu untuk berpikir bahwa aku sedang menikmati pijatan payudaranya itu dan dengan semangat terus memijat2 dadaku dengan aktif. Seperti disurga rasanya�

Bukan hanya kepalaku yg mulai pusing memikirkan ide2 konyol berikutnya tapi �kepala� di bawahku-pun sudah mulai bergeliat memberontak. Ahhh� That�s it! Aku sudah tidak tahan lagi dan ini berarti aku ingin lebih!

Secara tiba2 aku tarik tangan nia dari dadaku dan ku remas lembut telapak tangannya. �Sudah ya pak?� Tanyanya, berpikir bahwa tindakan yang baru saja aku lakukan itu menandakan kalau aku ingin meyudahi pijatannya. �Emm� Iya Nia, tapi saya mau kamu pijetin saya yg lain� balasku agak sedikit kagok.
�Oh iya pak, mau dipijet yang mana lagi?� Tanyanya tanpa rasa curiga sedikitpun.
Sudah kepalang tanggung, ku tarik telapak tangannya dan kuarahkan masuk ke dalam celana pendekku sampai jarinya menyentuh barang kemaluanku yg dari tadi sudah berdiri tegak mengacung.

Nia kaget bukan main, secara reflek ditariknya tanggannya keluar dari celanaku. Tapi karena tanganku masih memegang erat pergelangan tanggannya, tangan Nia tidak bisa sepenuhnya keluar.
�Bapak jangan begini Pak! Nia ngga mau� pintanya dengan memelas seperti ingin menangis. Jantungku mulai deg2an. Aku mulai berpikir dengan logika, aduh bagaimana ini? Bagaimana kalau nanti dia melapor ke istriku? Bisa hancur rumah tanggaku yang baru seumur jagung ini? Hadooohhh� Tapi kalaupun aku sudahi sampai disini belum tentu juga dia tidak akan melapor?? Ahhh.. Benar2 kepalang tanggung sepertinya!

�Kenapa Nia? Ga papa koq. Saya cuman minta dipijet aja� dengan suara pelan dan kubuat semanis mungkin.
�Pak Nia takut� Nanti Nia dimarahi Ibu� balasnya dengan masih memelas.
�Ga lah Nia, kan ibu ga tahu? Ya kamu jangan bilang2 ke dia nanti. Kan kamu tahu sendiri ibu orangnya bagaimana?� Kali ini ada sedikit nada ancaman di suaraku dengan harapan dia terlalu lugu untuk tidak menyadari ancamanku yg tidak masuk akal itu.
�Ehhhh� Iy..iya Pak�.� jawabnya lirih. Sepertinya ancamanku termakan olehnya. Nia memang begitu segan dengan istriku karena bila ada sesuatu yg istriku tdk suka maka dia tidak segan2 untuk memarahi pembantuku itu.

Ku tarik kembali tangan Nia dan kuarahkan jari2nya untuk menggengam batang kemaluanku. Kali ini dia diam saja. Sangking diamnya malah tangan kecilnya itu tidak melakukan apa2 terhadap kemaluanku.
�Ayo Nia, koq kamu diam aja. Kan saya minta dipijetin� pintaku dengan nada memaksa. Jari2nya pun mulai bergerak tidak beraturan. Ah memang terlalu lugu pembantuku yang satu ini�

Nia perlahan-lahan mulai mengerti apa yang ku maksud. Tangannya yang mungil itu mulai menggenggam batang kemaluanku dengan penuh dan mengocoknya pelan. Aku pandu dia dengan desahan kecilku. Setiap dia melakukan pijatan yang benar aku sengaja mendesah lebih keras agar dia tahu aku menikmati itu.

5 menit berlalu, pijatan Nia semakin sempurna. Batang kemaluanku semakin mengeras dan berharap diperlakukan lebih lagi olehnya. Sepertinya bila aku meminta lebihpun dia akan terpaksa memenuhinya pikirku saat itu.
�Udah Nia. Kita pindah ke kamar saya aja ya. Ga enak posisi saya begini nanti malah saya pegal2 lagi� ajakku dengan nada tetap memaksa.
Tanpa menunggu jawaban dari dia, aku langsung berdiri berjalan ke arah kamarku lalu tidur bersandar diatas springbed tempat aku dan istriku biasa tidur.

Berselang beberapa detik kemudian Nia masuk menyusul. Wajahnya tertunduk. Tidak begitu jelas kulihat wajahnya apakah dia sedang menyembunyikan matanya yg kemungkinan sedang basah dengan air mata. Ah, aku tidak mau ambil pusing. Aku tarik tanggannya kembali dan aku arahkan dia duduk berlutut di samping pinggul kiriku. Tangannya ku arahkan kembali untuk meremas batang kemaluanku yang kini dengan jelas mengacung bebas di hapannya.

Nia kembali memijat naik turun dan meremas2 batang kemaluanku tanpa kusuruh. Sudah paham betul sepertinya dia sekarang.
�Pijetnya agak sedikit cepat ya�� pintaku seperti memelas karena sedang keenakan dengan apa yg sedang Nia lakukan. Dia masih diam saja, tapi menuruti dengan baik.

�Oohh�ahhh� Enak Nia� desahku tak karuan. Lama2 puncak kenikmatan itu mulai berangsur-angsur datang. Sebentar lagi aku akan orgasme. Tapi memang dasar otakku sudah ngeres betul. Ku pegang leher Nia dan kupaksa menunduk ke arah kemaluanku itu dengan harapan dia mau mengulumnya.
�Kamu hisap2 ya! Buruan!� pintaku memaksa. Mungkin karena takut, langsung dilahapnya kepala kemaluanku itu yang membuat aku sempat menggelinjang sedikit karena merasakan hangatnya mulut dan air liur Nia. Ohhhh nikmat tiada tara�.

Kuluman demi kuluman membuat batang kemaluanku semakin berdenyut2 kencang. Arghhh aku ingin tahan lebih lama lagi tapi ternyata tidak bisa. Kombinasi pijatan keras di batang kemaluanku dan hisapan2 kencang mulut Nia akhirnya membuat aku orgasme. Crot! Cairan hangat itu melimpah keluar dan memenuhi mulut Nia seketika. Nia terkaget bukan main, dia terbatuk tersendak dan menarik wajahnya menjauhi batang kemaluanku. Kubiarkan saja, karena kupikir aku tidak ingin membuatnya menderita lebih dari ini lagi�

Nia berlari ke kamar mandi, dan kudengar dia muntah2 berusaha mengeluarkan spermaku yang sepertinya tertelan olehnya.
Ku tunggu sampai pintu kamar mandi terbuka dan dia keluar. Nia kaget melihat aku sudah berdiri di depannya. Bisa kulihat matanya sembab seperti habis menangis.
�Nia, kamu ga papa kan. Jangan sampe kamu cerita sama ibu ya! Soalnya bukan hanya saya, kamu juga pasti akan di amuk ibu nanti kalau kamu cerita! Paham!� Teriakku dengan nada yg tidak terlalu tinggi.
�Iya pak� Nia ga cerita� balasnya lirih.
�Tapi nanti kalau Nia hamil bagaimana pak? Nia takut�� Dengan lugunya dia bertanya.
�Hamil? Ga bakalan lah Nia. Hamil itu kalau saya masukin punya saya kedalam punya kamu itu dan saya keluarin seperti yg saya keluarin tadi di mulut kamu. Baru kamu bisa hamil!�.
�Iy�iya pak.. Maaf� balasnya dengan pelan terkagok-kagok lalu menunduk.
�Ya sudah, kamu istirahat saja sana. Nanti besok2 kalau saya minta dipijetin kamu sudah tahu kan?� Sambungku sambil berjalan melengos tanpa menunggu jawaban darinya.

Aku-pun kembali masuk ke kamar tidurku. Sambil merebahkan diri kuingat2 kembali sensasi yang baru saja kurasakan� Oooh nikmatnya bikin kemaluanku mulai berdiri kembali. Ku kocok2 sampai muncrat dan akupun mulai tertidur pulas�..

Besok aku pikirkan lagi bagaimana caranya menikmati pembantuku yang cantik ini�

Sudah seminggu lebih semenjak kejadian kemarin itu berlalu tapi aku mencoba bersikap seperti biasa kepada Nia. Walaupun begitu, tidak dapat kupingkiri kalau Nia memang jadi berbeda dari biasanya. Setiap berpapasan atau disaat aku meminta dia mengerjakan sesuatu, yang biasanya dijawab dengan riang kini dijawab hanya dengan anggukan kecil saja. Sempat khawatir juga kalau dia tiba-tiba retak dan memblowup kejadian kemarin itu ke istriku. Waduh aku tidak bisa membayangkan apabila hal tersebut terjadi�

Aku jadi berpikir keras bagaimana agar situasi ini bisa kembali kondusif, karena bila kubiarkan seperti ini tentu ujung-ujungnya istriku pasti akan ngeh juga kan?

Hal pertama yang muncul dipikiranku saat itu cuma satu, aku sepertinya harus melakukan pendekatan secara persuasif ke dia. Siapa tahu dengan membelikan sesuatu yang menyenangkan hatinya, dia bisa melupakan atau minimal mengalihkan pikirannya dari kejadian tersebut.

Jumat itu sebelum pulang dari kantor, aku minta izin kepada istriku untuk pulang malam karena harus singgah ke rumah temanku dulu di daerah Blok M, padahal rencanaku saat itu sebenarnya ingin membelikan beberapa pasang baju untuk Nia.

Ngubek-ngubek mencari baju yang cocok dan pas untuk seorang wanita ternyata tidak segampang yang aku kira. Duuhh.. sudah beberapa puluh pakaian yang aku pilih2 tapi rasa-rasanya masih belum ketemu yang cocok menurut anggapanku. Beruntung saat itu ada seorang remaja putri yang kira2 seumuran dengan Nia mau membantuku memilih baju yang tepat. Fiuhhh� akhirnya dapat juga apa yang kubutuhkan�

Besoknya ketika istriku pergi keluar untuk hangout bareng teman2nya, tanpa membuang2 waktu aku langsung memanfaatkan situasi tersebut untuk mendekati Nia yang sedang sibuk memasak didapur. Sepertinya dia sedang mempersiapkan menu makan siang untukku.

�Nia, kamu masak apa hari ini?� Tanyaku dengan penuh perhatian.
�Anu,pak, masak ikan tongkol disambelin sama tumis kangkung� jawabnya gelisah.
�Oh ya udah klo begitu.. Eh kamu sudah mandi blom? Kalau sudah nanti habis masak tolong pijetin saya lagi ya? Sudah seminggu nih saya blom dipijet2 lagi sama kamu.�
Kali ini sengaja kutunggu sampai dia menjawab pertanyaanku agar aku bisa melihat seperti apa responnya.
�Iy..iya pak, nanti Nia mandi dulu�� Jawabnya pelan dan terbata2 tanpa memandang ke arahku. Hmmm� Terus terang aku masih meraba2 tentang perasaannya saat itu tapi nantilah pasti akan aku korek2 terus sampai aku tahu seaman apa sebenarnya posisiku saat ini.

Padahal baru 15 menit aku tunggu dia selesai memasak tapi aku sudah tidak sabar saja antara ingin tahu perasaan dia terhadapku dan selain itu tentunya aku juga sudah kangen merasakan jari2 kecilnya bermain dengan adik kecilku. Ahh.. Aku tetap harus menunggu beberapa menit lagi karena dia harus mandi terlebih dahulu. Damnnn�

Bunyi cipratan air kamar mandi membuatku semakin gelisah. Aku benar2 sudah tidak sabar untuk menunggunya lebih lama lagi karena otakku saat itu sudah dipenuhi dengan ide2 gila yang ingin segera aku realisasikan bersama pembantu cantikku ini. Lalu tiba2 ide cemerlang pun muncul. Ku ambil handphone blackberryku dan dengan cepat ku aktifkan fitur video recordingnya. Walau perasaan deg2an karena takut ketahuan, dengan hati2 kuarahkan lensa kamera blackberryku ke atas ventilasi kamar mandi dimana Nia sedang asyik mengguyur tubuh telanjangnya. Shit! Sangking deg2annya aku jadi tidak berani lama2 untuk merekam moment tersebut. Segera ku turunkan tanganku dan kumatikan mode rekamnya untuk mengecek apakah gambar yang kumaksud terekam dengan baik atau tidak. Wow! Ternyata spyshot yg kulakukan itu lumayan sempurna. Bisa kulihat jelas bodynya yg aduhai walau hanya dari belakang. Lalu payudaranya yang montok itu terlihat begitu kenyal dan menggoda sehingga membuat adik kecilku langsung berdiri dengan tegak perkasa.
Ohhh Nia, ingin rasanya ku dobrak pintu kamar mandi ini dan ku entot kamu saat itu juga sayang�

�Saya tunggu di kamar ya!� Teriakku semangat saat Nia baru keluar dari kamar mandi, tapi dia tidak menjawab atau mungkin suaranya terlalu kecil untuk ku dengar saat itu.

Tak berapa lama kemudian Nia sudah berada di kamarku, sedangkan aku sedang berbaring menunggunya.
�Sini kamu sandaran disini� tanganku menunjuk kearah sandaran springbed.
�Tolong pijetin kepala saya dulu ya�.
Tapi tetap tak terdengar sepatah katapun yg keluar dari mulutnya walaupun dia menuruti perintahku itu.

Nia duduk bersandar sedangkan aku dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun langsung merebahkan tubuhku diatas tubuhnya. Kepalaku dengan sengaja kuposisikan tepat diantara kedua payudaranya sehingga bisa kurasakan kembali hangat dan empuknya gunung kembar itu menjepit kedua sisi kepalaku. Emhhhh�. Nyaman dan hangat sekali rasanya�

Nia mulai memijat2 kepalaku dengan kaku. Sepertinya dia memang masih shock dengan kejadian waktu lalu. Aku pun mencoba mencairkan suasana dengan mengajaknya berbicara.
�Ngomong2 kamu sdh punya pacar apa blom Nia?� Tanyaku pelan berharap dia mau meresponnya.
��Belum Pak�� Jawabnya lambat.
�Tapi sudah pernah pacaran kan?� Tanyaku kembali.
�Kalau pacaran Nia belum pernah pak.. Tapi kalu suka2an iya pernah dulu waktu dikampung..�
�Oh gitu, hmmm.. Padahal kamu kan cantik. Koq ga ada yg nyantol sama kamu?� tanyaku dengan nada penasaran.
�Eeee� ga tahu pak, soalnya saya juga klo ada cowo yg suka yg ada sayanya yg suka kabur� jawabnya dengan malu2.
�Kabur gimana? Di taksir cowo koq kabur? Kamu ini aneh2 aja.� candaku dengan santai. Nia sepertinya mulai terbawa suasana. Obrolan pun terus mengalir dengan lancar. Di sela2 obrolan aku selalu sisipkan pujian2 kecil untuknya dan ternyata pujian2 tersebut mampu membuat Nia merasa lebih nyaman.

Tak terasa sudah hampir 30 menit kami mengobrol. Terus terang, bagiku obrolan ini tidaklah begitu penting dibanding rasa penasaranku akan tubuh Nia. Sepanjang obrolan td aku lebih konsen berpikir bagaimana caranya agar aku dapat menikmati tubuhnya yg aduhai itu. Hmmm� Bingung juga mau mulai dari mana saat itu�

�Nia, saya mau tanya kamu nih. Tolong kamu jawab yg jujur ya� aku bertanya dengan nada sedikit serius.
�Tanya apa pak?� Balasnya penasaran.
�Kamu bohong soal umur kamu ya? Kamu pasti sdh 20 tahunan kan? Hayo kamu ngaku!� Tanyaku melanjuti.
�Engga koq pak, Nia baru 17 tahun sekarang� jawabnya dengan penuh tanda tanya. Mungkin dia heran knp aku bertanya sedemikian rupa.
�Saya perhatikan body kamu itu seperti body anak umur 20 tahunan. Apalagi ini kamu nih! Ukurannya sdh seperti ukuran orang dewasa aja� sambil kepalaku ku miringkan kekiri sampai pipiku menggencet payudara kirinya.
Nia tertawa kecil, dia mungkin merasa geli atau bahkan tersanjung dengan apa yang baru saja aku katakan. Untunglah, tadinya kupikir dia akan marah atau tersinggung.

�Kayanya juga lebih gede dari punya ibu nih?� Tanyaku bercanda sambil kugenggam dan kuremas2 kecil payudara kirinya.
�Ehh� Masa sih pak?� Jawabnya dengan tertawa kecil.
�Iya beneran koq� tangannku kembali meremas2 payudaranya dengan tekanan yang kuberi lebih dari sebelumnya.
Nia kali ini tdk menjawab tapi aku bisa merasakan kalau nafasnya yg td biasa saja kini berubah menjadi seperti terengah2. Hembusan nafas yg keluar dari hidung dan mulutnya menerpa bagian belakang kepalaku sekaligus memberikan rangsangan ketika hawa hangat itu mengenai kupingku yg sensitif. Keheninganpun menjadi tak terhindarkan.

Nia masih saja memijat kepalaku sedangakan aku makin asyik meremas2 payudara kirinya itu.
�Pak� Nia malu kalau bapak begini terus Pak�� Nia tiba2 berkata memecah keheningan dan sekaligus membuyarkan lamunan2 jorok yg sedang memenuhi pikiranku.
�Ah gpp koq Nia� enak kan kan saya ginikan� payudaranya makin kuremas dengan kuat seakan tak peduli dengan perkataannya tadi.
�Empphh� Udah dong pak, Nia mohon..� Balasnya memelas.
�Udah deh Nia, kamu nikmatin aja. Ntar juga kamu pasti ngerasain gini sama pacar atau suami kamu kan?�
�Iya tapi kan� Ohhhmmpphh!� Nia spontan melenguh ketika jariku mencoba menjepit putingnya dari luar bajunya. Agak sulit memang mencari lokasi putingnya dengan kondisi Nia masih memakai baju dan BH, tapi untungnya tebakanku yg meraba2 itu cukup jitu.

Tangannya yg tadinya memijat2 kepalaku kini diam tak bergerak. Terdengar suara rintihan kecil samar2 keluar dari mulutnya ketika aku semakin aktif berusaha memilin2 dan mencubit2 putingnya itu.
�Eshhhhss�.�.

Nia sepertinya pasrah menerima rangsangan2 yg kuberikan. Mungkin dia belum pernah mengalami rasa nikmat seperti yang aku berikan saat itu. Akupun tak mau membuang2 waktu lebih lama lagi. Dengan sekejap sudah kusingkap baju kaosnya keatas sebagian, sehingga bagian atas payudara kirinya itu kelihatan jelas di depan wajahku. Oh my god! Ini dia yang kutunggu2 selama ini. Payudaranya terlihat putih, mulus dan padat membuatku tertegun sejenak mengaguminuya.

Ku tarik sedikit BH Nia kebawah sehingga menyembullah putingnya yang ternyata sudah dari tadi berdiri tegak. �Awwwwwuuhhhh� Pakkkkkk� Nia spontan berteriak karena putingnya ku cubit dengan sedikit keras. Bukannya malah kasihan tapi teriakannya itu justru membuat aku menjadi lebih bernafsu. Ku jepit2 dan kupilin2 putingnya lebih agresif lagi sehingga Nia mulai meracau tak karuan.
�Paakkkkk udah donggg Pak!�. Nia ga mauuu diginiin� Ssshhhhhhh�. Awwwwwhhh!!�. Jangannn pakkkk�
Tangan Nia tiba2 mendorong kepalaku yg saat itu baru saja mau mencoba mendekati payudaranya. Tapi apa daya, tangannya yang gemetar itu terlalu lemah untuk mencegahnya.
�Oommhhpphhh!!!!!!!!� Nia melenguh keras ketika mulutku berhasil melumat ujung putingnya yg keras itu. �Oooouhhhhhhhhh!!! Oooooouuahhhh!!!� Teriaknya terus2an seiring hisapan2ku yg penuh dengan nafsu itu beraksi.
Namanya juga pria yang sudah beristri, soal memuaskan pasangan tentu aku sudah pengalaman toh. Nia yg baru pertama kali merasakan secuil dari surga dunia ini tanpa terkecuali juga tetap kuberi layanan kelas satu .

Tangan kiriku mulai bergerilya dengan menyusup kebalik kaos Nia dan akhirnya hinggap di payudara kirinya yang masih terbungkus BH. Kuremas penuh dengan tanganku yang besar sambil mulutku masih sibuk mengulum puting payudara kanannya. Slurrppppp�.. Mmmmmm� Sesekali kujilat lalu kesedot kembali dengan tekanan yang bervariasi. Kugigit2 kecil putingnya dan terkadang kusedod habis keseluruhan payudaranya di mulutku. Uahhhhh nikmatnya bukan main�

Sudah tak terdengar lagi teriakan2 yang bernada penolakan kudengar, yang ada sekarang hanyalah desisan2 kecil dan bunyi nafas yang memburu yang keluar dari mulut Nia.Sungguh, aku begitu bernafsu dibuatnya..

Ku berhentikan sejenak aksiku, karena aku penasaran untuk melihat ekspresi wajahnya saat itu. Wooghhh, Nia begitu cantik sekali. Kecantikannya menjadi lebih terlihat. Mungkin ini disebabkan karena ekspresinya yang saat itu sedang menahan kenikmatan yang tiada tara yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Kuperhatikan dahinya mengkerut, matanya hampir terpejam, kedua pipinya merona kemerahan dan lehernya yang jenjang itupun menegang� seksi sekali.

Rasa sayang tiba2 hinggap dalam diriku, entah kenapa akupun mencium keningnya dengan mesra lalu kuciumi juga kedua matanya yang ternyata menyebabkan butiran kecil air mata yang dari tadi terkumpul di sela2 matanya menjadi pecah mengalir dan membasahi pipinya. Ohhh Nia� Andai saja aku bisa jadikan kamu kekasihku�

�Saya sayang sama kamu Nia�� ucapku pelan dan mesra, lalu ku kecup manis bibirnya. Tak kusangka Nia membalas kecupanku walau tidak terlalu kentara. Aku yang tadinya hanya ingin mengecup sebentar kini malah keterusan karena responnya itu. Mmmmmhhhhh� Aku dan Nia akhirnya berciuman dengan mesra layaknya sepasang kekasih.

Nia memang tidak pandai berciuman, tapi justru ketidak pandaiannya itu yang membuat aku semakin ingin menikmati bibirnya lebih lama lagi.

Kubelai rambutnya dan ku elus2 kedua pipinya dengan jari2 ku. Nia sepertinya semakin terlena� Aku bisa merasakan dia menjadi aktif menyedod dan menghisap bibirku. Hmmmmm� Mungkinkah ini adalah ciuman pertamanya?�..

Tidak tahu kenapa tapi berciuman dengan Nia pembantuku yang cantik ini sensasinya sungguh luar biasa berbeda. Setiap air liur yang membasahi rongga bibirnya terasa manis di lidahku membuat aku semakin ganas mengulum dan menyedot2 bibirnya, bahkan sanking nafsunya terkadang kuhisap penuh kedua bibirnya yang kecil itu.

�Mmmmhhh�. Mmmpphhhh� erang nia ketika kuhisap2 lembut lidahnya.

Sama seperti air liurnya, lidah Nia berasa begitu manis sekali. Bingung juga kenapa bisa demikian, tapi sungguh, rasa itu membuat aku seperti anak kecil yg baru pertama kali merasakan manisnya gula-gula saja.

Beberapa saat kemudian ciumanku pun perlahan beralih dari bibir turun lebih kebawah. Kubenamkan wajahku di samping lehernya sambil kuhirup dalam2 wangi yang terpancar dari bagian tubuhnya yg satu ini. Hmmmmmm�.. Wangi hangat bodymist beraroma citrus yg sdh bercampur keringatnya memenuhi hidungku membuat aku semakin tenggelam dalam nafsu�. Oh Nia, kamu benar2 bikin aku terbang melayang rasa-rasanya.

Puas menghirup wangi lehernya, lalu kujilat perlahan bagian itu dari bawah keatas membuat Nia mendesah kegelian. �Shhhhhh�. Geliiii paaaaaaaak�.�

Lalu ujung lidahku menari2 dengan liar menjelajahi setiap inchi lehernya sampai kebelakang telinganya. Sesekali ku kulum daun telinganya itu dan dengan sengaja kuhembuskan nafasku yg hangat kedalam rongga telinganya hingga membuat Nia mendesah keras dan spontan merangkul leherku dengan erat.

Tangan kananku mulai menyusup disela-sela belakang rambutnya dan ketika jari2ku sudah berada di diatas tengkuknya, ku jambak rambut Nia dan kutarik kepalanya mendongak agar aku bisa menikmati lehernya yang jenjang itu lebih leluasa lagi. �Slurppp� Slurpp� bunyi air liurku yang mulai membanjiri lehernya. Niapun hanya bisa memejamkan mata dan mengerutkan dahinya menahan kegelian dan rangsangan yang bertubi2 dari lidahku yang nakal.

Sambil menikmati lehernya, tangganku kembali turun dan kali ini menyusup dibagian belakang punggunya. Kulepas kaitan BH Nia dan tanpa hitungan satu dua tiga, kusingkap kaos dan BHnya itu sehingga Niapun kini jadi bertelanjang dada. Wuahhhh� Dua gunung kembar padat, putih dan indah itu kini terpampang jelas di hadapanku. Alamaakkkkk�.

�Ahhhhhhhhh�. Iiiiiihhhhhhh�. Pakkk�. Geliiiii�.auuuhhhhhhhhh!!!!� Teriak Nia. Tubuhnya menggelinjang hebat ketika kedua putingnya yg baru saja kudempetkan dengan kedua tanganku itu ku sedod dengan kuat.
Nia berontak tak karuan, mungkin karena tidak kuat menahan sensasi geli yang dirasakan oleh kedua puting payudaranya yang sedang ku hisap2 dan ku gigit2 secara bersamaan itu.

Nia sudah seperti orang yang kesurupan. Tubuhnya terkadang naik turun seirama dengan sedotan dan kuluman yang kulakukan di kedua putingnya itu. Dahinya berkerut, matanya merem melek dengan cepat dan kedua tanggannya mencengkram erat kedua punggunggku.

�AUuuuuuHhhhhh pakkk�. Sudahhhhh Nia mauuu pipiiiiissss pakkkkkk!!! Aaaaaaahhhhhhhhhhh!!!!� teriaknya dengan keras diiringi dengan naiknya punggung dan merapatnya kedua kakinya. Wooghhh!!! Sepertinya Nia sedang mengalami orgasme pertamanya saat itu�

Nafasnya yang terengah2 dan tubuhnya yang gemetaran kini terbaring lemas dihadapanku. Sesekali kulihat tubuhnya masih berkelojotan menikmati sensasi orgasmenya yang juga masih belum hilang. Oh Nia kamu telah membuat laki-laki seperti aku ini merasa sungguh sangat bangga dan puasss sekali. Menaklukkan seorang wanita diranjang adalah idaman setiap pria didunia ini dan termasuk juga aku tentunya.

Aku jadi sumringah sendiri sambil menatap Nia yang masih terkulai lemas sedangkan adik kecilku sudah mulai berontak meminta jatahnya. Hmmmmm�. Harus ku apain lagi Nia ya�
Nia pembantuku yang cantik masih terbaring lemah di hadapanku. Sengaja kubiarkan dia menikmati sejenak sensasi orgasme pertamanya itu tanpa ku ganggu. Lagipula bila saat itu aku langsung memulai agresiku, belum tentu dia bisa menikmatinya. Toh wanita dan pria tidak jauh berbeda, pasti dia butuh waktu agar titik-titik rangsang ditubuhnya bisa kembali normal dan tidak oversensitif seperti saat itu..

Moment ini kuhabiskan saja dengan menikmat tubuh indahnya yang kini terpampang jelas dihadapanku. Dadanya yang tadi mengacung keras kini agak sedikit terkulai tapi tentu masih tetap indah untuk dilihat. Rambutnya sedikit acak-acakan menutupi sebagian wajahnya. Keringat dengan jelas terlihat membasahi dahi, pipi dan lehernya. Ohhh fuck, sexy sekali melihat kondisinya saat itu. Kalau ada orang yang bilang nudism itu bukanlah suatu karya seni, mungkin dia belum pernah melihat keindahan seperti yang sedang kulihat saat ini dan kalau aku dianggap sebagai pekerja seni, sudah tentu Nia adalah merupakan karya masterpiece yg pernah kubuat selama hidupku�.

Setelah mataku puas menikmati, kini saatnyalah adik kecilku ini juga ikut merasakan kenikmatan tubuhnya sebagai penutup. Tapi sebelum itu aku masih penasaran dengan rasa air liur Nia yang sempat kunikmati sebelumnya. Aku masih ingin merasakan rasa manis itu sekali lagi dimulutku.

Kusibak rambut Nia dan kubelai-belai rambutnya itu sejenak� Perlahan wajahku mulai menunduk mendekati wajahnya. Kupalingkan wajahnya yang tadinya mengarah kesamping agar mengahadap ke arah wajahku. Kedua mata Nia masih terpejam tapi bisa kulihat kalau sebenarnya dia juga memandangku dari sela-sela kelopak matanya yang sedikit terbuka.

�Mmmmhhhhhhhh�..� Nia menyambut kembali ciumanku tanpa penolakan. Sepertinya dia juga menikmati sensasi itu. Jadi benar sudah anggapanku kalau Nia merasakan nikmatnya berciuman itu pertama kali ya dari ciuman-ciumanku ini. Tak mau mengecewakan dia, kumainkan lidahku layaknya seorang professional. Sapuan-sapuan lidahku yang mengenai langit-langit mulutnya terkadang membuat dia melenguh tertahan. �Mmppphhhh�. Ummmhhhhppp� Kuhisap-hisap lidahnya, dan kadang kubiarkan juga dia puas melumat-lumat lidahku. Mulutku dan mulutnya kini dibanjiri dengan air liur, sampai-sampai suara ciuman kami itu terdengar cukup keras dari ciuman yang sewajarnya. Ku pegang kedua lehernya agar aku bisa lebih leluasa menikmati bibir dan air liuranya itu. Oh Nia, nikmat sekali air liurmu ini sayang�

Masih aktif berciuman, kedua tanganku sudah mulai bergerilya turun kebawah. Bukan payudaranya kali ini yang kutuju tapi langsung kutarik celana pendeknya itu kebawah. Nia tidak mencegah sama sekali perbuatanku itu jadi dengan sekejap saja, tubuh Nia kini sudah hampir telanjang bulat, hanya celana dalamnya yang berwarna coklat muda itu saja yang masih menutupi bagian paling sensitifnya.

Dengan perlahan jari telunjukku ku arahkan ke vaginanya dan begitu ujung jariku itu menyentuh bagian luar celana dalamnya, Nia langsung berontak seperti kesetrum. Waduh-waduh, sepertinya semua sensasi seksual yang kuberikan ini benar-benar pengalaman pertama buat dia.
Tak peduli dengan tubuhnya yang bergoyang-goyang tak karuan itu, jariku tetap kugesek-gesekan dan kutusuk-tusuk dengan pelan ke arah lipatan bibir vaginanya. Walau hal ini kulakukan dari luar cd-nya namun sensasi kenikmatan yang kuberikan saat itu tetap berasa luar biasa baginya.

�Ooooooouhhhh�.. Pakkk�. Geliiii pakkk�. Ouuuuuahhh� Nia ga kuaattt�.� Erangnya ketika gesekan dan tusukan-tusukan yang kulakukan itu ku buat menjadi lebih intens. Jariku yg tadinya kering kini sudah mulai basah. CDnya yang tadinya hanya basah sedikit karena orgasme kini sudah seperti orang yang habis pipis di celana saja.

Aku yang sudah mulai bernafsu berat akhirnya mencoba menyibak penutup keperawanannya itu dengan tanganku. Kutarik celana dalamnya kebawah sampai akhirnya Nia benar-benar telanjang bulat, bersih tanpa ada satu helai benangpun menutupi tubuhnya.
Alammaaaakkkk�. Tubuh Nia begitu sempurna, wajahnya yang cantik, payudaranya yang kini kembali kencang dan mencuat lalu vaginanya yang masih muda dan hanya ditumbuhi bulu-buku halus itu membuat adik kecilku berontak hebat minta di lepas dari sangkarnya.

Dengan gerakan terburu-buru ku lepas semua baju dan celanaku sampai akupun jadi telanjang bulat sama sepertinya. Ku putar badanku sehingga wajahku menghadap ke arah vagina Nia dan adik kecilku mengarah ke wajahnya.
Ku sibak kedua pahanya kekiri dan kanan sehingga terlihat jelaslah surga dunia yang selama ini ku nanti-nanti.

Vaginanya yang masih segar itu terlihat merah dan merekah. Bibirnyapun masih rapih tidak bergelambir. Kubuka bibir vaginanya lebar-lebar dengan kedua jari telunjukku agar aku bisa melihat dengan lebih jelas lagi. Oh my God, vaginanya begitu becek dengan cairan bening. Dinding dalam vagina Nia berwarna pink pucat, tak terlihat lubang menuju rahimnya memandakan pembantuku yang cantik ini memang 100% masih perawan. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa menakjubkan.

Akupun sudah tak kuasa lagi untuk segera menikmati hidangan yang paling istimewa ini. Tapi sebelum itu, adik kecilku yg kini bergantung bebas didepan wajah Nia ku arahkan menuju mulutnya. �Niaaa.. Isepin punya saya yaa� pintaku memelas.
Tak begitu lama adik kecilku itu pun merasakan hangat yg luar biasa ketika Nia mulai memasukkannya kedalam mulutnya. Apalagi kondisi mulutnya saat itu memnag lagi basah2nya sehabis berciuman hot denganku tadi.

Kunikmati sejenak rasa hangat yg sedang menyelimuti batang kemaluanku. �Mmmmmmmmmmmmmmm�. Enak banget Nia!�. kamu sudah pintar ya sekarang� Ouhhhh!�. �.
Mendengar erangan dan sekaligus pujian dariku itu Nia jadi lebih berinisiatif. Di sedotnya kuat kepala adik kecilku sambil dua jarinya yang melingkar di batang kemaluanku di gerakinnya naik turun. Uaaahhhhh nikmatnya bukan main. Mungkin saat itu aku juga sudah mulai basah dengan cairan pelumas yg keluar sedikit demi sedikit di kemaluanku.

Kuluman demi kuluman yang kadang terkesan masih amatir itu justru membuat aku merasakan nikmat yang tiada tara. Siapa bilang kalau kena gigi berarti tidak nikmat??, bagiku sentuhan-sentuhan kecil giginya dibagian kepala dan batang kemaluanku malah ikut menambah sensasi kenikmatan yang sungguh luar biasa. Aku jadi berharap dan menunggu kapan gigitan-gigitan kecil itu kembali menghampiri..

�Enak banget Nia�.. Terussss begituu yaa sayang..� Pintaku memelas berharap ada kejutan-kejutan lain yang akan dilakukan Nia untukku.
Perhatianku kini kembali fokus terhadap apa yg dari tadi ada di depanku. Ya, vagina Nia yang becek itu memang masih belum kugarap dari tadi karena keasyikan menikmati kuluman-kulumannya yang super duper hot di adik kecilku ini.

Saat kutundukkan wajahku kearah vaginanya, seketika itu juga wangi khas menusuk hidungku. Kunikmati sebentar dan
�Oooohhmmpppphhhh!!!!!!!!!� Nia tiba-tiba berteriak ketika ujung lidahku menyentuh klitorisnya yang becek itu. Namun karena penisku yang sedang menegang sempurna dimulutnya suaranyapun menjadi tertahan. Kulanjutkan menjilat pelan area seputar klitorisnya sambil terkadang ku kulum-kulum bagian itu. Tubuh nia bergetar hebat, bisa kurasakan dia begitu tak kuasa menahan sensasi yang sedang kuberikan itu, apalagi disaat kedua telunjukku kugunakan untuk menyibak bibir vaginanya dan lidahku dengan ganasnya menyapu setiap senti bagian itu dengan penuh nafsu. Oalahh, Nia berkelonjotan hebat sampai-sampai penisku di gigitnya dengan kuat lalu kedua kakinyapun mengapit kepalaku.

Puas menikmati lezatnya vagina becek Nia, ku cabut penisku dari mulutnya dan kuputar badanku membentuk posisi missionaris.
Kuangkat kedua kakinya keatas lebar-lebar dan ujung kepala penisku pelan-pelan kubebenamkan kearah vaginanya. Oooohhhhhhh fuuuuckkkkk.. Anjeeeengggg� Enak benerrrr sensasi yang kurasakan saat itu.
Namun baru sesenti kepala penisku itu masuk, Nia langsung menahannya dengan kakinya. Dia berontak dan tangannya spontan mendorong perutku menjauh. �Sakittttt Pakkkk!!! Jangannn!! Nia mohonnnn� teriaknya memelas. Aku yang sudah nafsu sampai diubun-ubun boro-boro mempedulikan, mendengarnya saja aku tidak.
Dengan sekuat tenaga kudorong penisku itu masuk kedalam vaginanya. Fuuuuuckkkkk!! Nia kembali menahan laju tubuhku dan kali ini tubuhnya dimundurkannya hingga dorongan penisku itu gagal menjebol dinding keperawanannya.
�Pakkkk jangaaaaannn Nia masih perawannn!! Nia ga mau diginiin sama bapakkkk� teriaknya lagi mengingatkanku. Aku jadi sedikit emosi mendengarnya, apalagi adik kecilku yang baru sedikit merasakan jepitan vaginanya sudah kembali berontak tidak sabar.
�Udahh deh Nia! Ga papa koq! Kamu percaya saja sama saya! Kamu dr td juga suka kan saya beginiin!� tanpa menunggu jawabannya kutarik lagi pinggulnya mendekat dan kepala penisku mulai terbenam kembali dibalik lipatan bibir vaginanya.
�Pakkk Nia mohooonnn� Jangan pakkk�� Nia kembali berteriak, tapi kali ini nada suaranya bergetar lirih. �Bapakk kan tadi bilang sayang sama Nia.. kalau bapak sayang sama Nia, Nia mohon, Nia jangan diginiin ya pak�� Pintanya memelas dengan suaranya yang bercampur dengan isak tangis. Duk!!! Hatiku tiba-tiba seperti dipukul oleh sesuatu benda yang keras. Suara dan kata-kata Nia itu sontak membuatku tersadar tentang perbuatan setan yang akan kulakukan saat itu. Ohhh my� Kepalaku langsung dipenuhi pikiran-pikiran. Bagaimana bila Nia benar-benar kuperawani? Apa nanti aku harus bertanggung jawab? Apa kata istriku nanti kalau dia tahu? Apakah aku nanti tidak dihujat dan dipermalukan habis-habisan kalau seandainya aku harus menikah dengan seorang �pembantu�? Apa yang terjadi dengan kehidupanku selanjutnya???
Shittt!!! Pikiran-pikiran itu benar-benar membuatku sadar seketika! Aku pun terdiam mematung menyadari perbuatanku itu�

Kucabut penisku yang setengah terbenam itu dari vaginanya dan aku pun merebahkan tubuhku disampingnya dengan lesu. Aku sudah ill fill dengan diriku sendiri�.

Pandanganku menewarang kosong. Aku berar-benar tidak dapat berpikir lagi..
Ku biarkan Nia disampingku. Tak kuperhatikan lagi apa yang sedang dilakukannya. Mau memakai bajunya, atau langsung keluar dari kamarkupun aku sudah tak peduli lagi�

Tak kusangka, Nia tiba-tiba memeluk dan menyandarkan wajahnya diatas dadaku� Aku kaget juga dengan apa yang dia lakukan saat itu. Nia apa yang sedang ada dipikiranmu saat itu??

Nia tak bersuara sedikitpun tapi wajahnya masih menempel hangat diatasku. Ohhhh tindakannya itu membuat hatiku merasa menjadi lebih tenang. Rasa bersalahkupun berangsur-angsur mulai menghilang. Bisa kurasakan ada kasih sayang yang terpancar dari bahasa tubuhnya itu�

Oh Nia, aku jadi betul-betul jatuh hati sama kamu sayang�.

Ku belai rambutnya dan kukecup keningnya dengan mesra. �Nia, terimaksih ya kamu sudah bikin saya sadar�. � Ucapku dengan nada penuh penyesalan.
Nia tidak menjawab, tapi bisa kurasakan pelukannya menjadi lebih kencang dan wajahnya semakin dibenamkan diatas dadaku�.TAMAT

Bagaimana Menurut Anda Cerita Sex Menikmati Pembantu Perawan diatas. Anda sendirilah yang bisa menilainya.

Cerita dewasa bergambar Pecah Perawan pacarku

Pecah Perawan Pacarku

Cerita Dewasa � Cerita Ngentot, Cerita Tante, Kisah Seks, Cerita Panas, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Sedarah, Sex Gambar � Pacarku Pecah Perawan. Perkenalkan namaku Randi, umurku waktu itu 24 tahun. Aku memang tergolong cowok yang gak ganteng2 amat tapi kata teman2ku aku memiliki daya tarik tertentu. Langsung saja begini ceritanya.


Cerita Sex Pacarku Pecah Perawan

Sore itu waktu aku sampe dikantor aku disuruh leader ku untuk fotokopi,naah beranjaklah aku ke tempat fotokopi disebelah perusahaanku tersebut. Saat sampai di tempat fotokopi tersebut ada pemandangan yang gak biasa aku lihat yaitu sosok gadis seksi dengan paras lumayan cantik dan body yang sangat aduhai. Ternyata gadis itu adalah kariawan fotokopi tersebut. Pertama aku berlagak biasa saja walaupun sebenarnya aku ingin kenalan sama gadis itu. Setelah aku selesai fotokopi aku kembali ke kantor dengan rasa penasaran siapa cewek itu sebenarnya. Cerita Dewasa

Keesokan harinya aku kembali ke tempat fotokopi tersebut berniat untuk mengajak kenalan gadis tersebut tapi dengan modus aku fotokopi. Dan tak kusangka ternyata gadis itu judes, aku mengajaknya berbicara tapi gadis itu diam saja. Kemudian timbulah dalam fikiranku untuk bias menikmati tubuhnya yang seksi tersebut. Cerita Mesum

Beberapa hari kemudian aku bertanya pada teman kantorku ternyata ada yang kenal dengan pegawai fotokopi tersebut kemudian aku meminta no hp dan pin bbm nya. Ternyata gadis itu namanya Shintya, umurnya sekitar 20tahunan. Lalu aku langsung nginvite bbm nya dan tak lama ternyata bbmku langsung diterimanya, tapi aku mebiarkannya saja dulu. Cerita Sex ABG

Suatu malam di bbm nya shintya memasang foto yang cantik banget kemudian aku mencoba menggodanya dengan bbm dan ternyata tak kuduga gadis itu membalas bbm ku dengan baik. Aku lantas berfikir ternyata gadis ini enggak judes, mungkin aja belum kenal maka terliat judes. Cerita Sex Perawan

Setelah beberpa hari aku bbm�an dengan shintya aku beranikan diri untuk mengajaknya makan siang dan diapun ternyata mau. Lalu akumenjemputnya ditempat ia bekerja lalu aku menuju suatu rumah makan sederhana. Sambil makan aku bertanya �apa gak ada yang marah niiih kalo kita makan berdua gini�, �aaahh gak ada orang aku jomblo kok mas� jawab shintya. Dalam hati aku berkata yes aku ada kesempatan. Selang 20 menitan kita selesai maan lalu aku mengantarnya kembali ketempatnya bekerja dan akupun kembali bekerja. Cerita Sex HOT

Seminggu kemudian waktu malam minggu aku mengajaknya keluar untuk makan malam.aq mengajaknya disebuah cafe didaerahku. Aku bertekat untuk menyatakan perasaanku kepadanya malam itu entah diterima atau tidak. Disela-sela makan aku bercanda dengannya seolah kita sudah akrab lama. Obrolanpun aku juruskan menuju pernyataan cintaku padanya. Seleai makan tepatnya sebelum pulang aku menyatakan perasaanku padanya dan diapun diam sejenak mendengarkan pernyataanku tersebut. Akupun berfikir �waaah aku pasti bakal ditolak� dan ternyata tak sesuai dugaanku shintya pun menerima cintaku. Perasaanku sangat bahagia sekali. Cerita Ngentot

Setelah shintya menerima cintaku akupun lantas mengantarnya pulang. Sesampainya dirumahnya terlihat rumahnya sangat sepi. Ternyata dia hanya tinggal dirumah berdua sama neneknya karena kedua orangtuanya berada diluar jawa untuk bekerja. Aku sampai dirumahnya sekitar jam 9 malam belum malam-malam banget siih tapi aku memutuskan untuk berpamitan pulang, tapi ketika aku berpamitan untuk pulang ternyata shintya malah menahanku untuk tidak pulang dulu, dia meminta agar aku menemaninya sebentar karena ternyata neneknya sedang ada drumah om nya tidak jauh dari tempat tinggal shintya.

�Timbulah pikiran kotorku siapa tau aku bias langsung menikmati tubuh shintya�. Akupun mengiyakan permintaan shintya dan menemaninya. Gurauan dan candaan pun menghiasi obrolan kita sampai2 tak sengaja tanganku mengenai payudaranya. Langsung candaan kita berhenti dan kita saling bertatap muka. Tanpa berpikir panjang aku langsung mendekatkan wajahku kewajah shintya dan tak kusangka ternyata dia hanya diam saja seaakan memberi tanda untuk aku segera menciumnya. Tak lama aku langsung mencium bibirnya, diapun membalas ciumanku dengan mesra. Lidahku mulai bergerilya didalam rongga mulutnya diapun membalas lidahku. Kita saling menikmati ciuman tersebut. Cerita Sex Seru

Tak lama tanganku mulai memegang payudaranya dan diapun diam saja, aku lalu meremas-remas payudranya yang kutaksir sekitar 36 itu. Kurasakan penisku mulai tegang. Ciumanku mulai sampai keleher shintya, aku sengaja membuatnya terangsang. Sambil berciuman aku memasukan tanganku untuk masuk kedalam kaosnya, dan masuklah tanganku. Besar sekali rasa payudaranya saat kupegang. Diapun mulai mendesis pelan. Aku semakin bernafsu, kupegang tangannya dan kuarahkan kepenisku yang sudah sangat keras sekali. Dengan tanpa kusuruh tanganya pun mulai meremas penisku. Cerita Sex Daun Muda

Setelah kurasa kita berdua terangsang aku mulai membuka kaos yang dia kenakan dan bra merah yg dia pakai, aq menjilati putting susunya dia mulai merintih keenakan terus tanganku juga mulai masuk kedalam celananya mengobok-ngobok memknya dengan jariku. Shintya lalu membuka resetlingku dan mengeluarkan penisku dari celana dan dengan ganasnya diapun langsung mengulum penisku. Aku merasakan sangat nikmat sekali. Akupun membiarkanya menikmati penisku yang besar itu. Ngesex Perawan HOT

Setelah sekitar 5 menit shintya mengulum penisku, aku membuka celana dan celana dalam nya lalu aku rebahkan dia disofa. Perlahan aku mulai masukkan penisku kedalam memeknya �Bleeeeesssss� penisku masuk liang senggamanya. Aku memaju mundurkan pelan-pelan.

�Aaaaahhhhhh�.Aaaahhhhhh�.� desah shintya. Aku terus memompanya �Plooook�Ploook�Ploook��. Aq pandang wajah shintya dia sangat menikmatinya. Setelah beberapa menit aku menarik tangannya dan meminta dia diatasku, diapun menurutinya. Dia terus bergoyang memainkan perannya diatas. Tak lama dia bergoyang shintya berteriak lirih �Say�Saayyyaaank�Aku keluuuaaarr�� akhirnya dia orgasme untuk yang pertama. Ngentot Memek Perawan

Setelah aku merasa bosan dengan gaya itu lalu memintanya untuk nungging, kumasukkan lagi penisku yang keras itu kedalam memeknya dari belakang. Kusodok secara cepat (aku berfikir agar aku segera keluar sebelum nenknya pulang). Shintya merintih �Aaaahhhh�.Sayank..pelaan pelaaaan� tapi aku tidak mempedulikannya aku terus menyodoknya dari belakang secara cepat sehingga terdengar suara �ploooook�plooook�plooook� sangat keras..

Kurang lebih 10 menit aku menyodoknya dari belakang, aku merasakan badanku bergetar, aku merasa melayang sampai terasa di ubun-ubunku. Dan akhirnya �Crrooooottt�..Crooottthhh�.Croootttttt�� tak terkira berapa kali aku menyemprot liang rahimnya dan aku membiarkan sejenak penisku tertancap di memeknya. Setelah itu kita saling berpakaian, kita membersihkan badan kita hanya dengan tisu yang ada dimeja tamu.

Setelah kita berpakaian aku melihat wajah shintya terdiam murung, kemudian aku bertanya.

�kamu kenapa sayank�
�kenapa tadi keluarkan didalam,nanti kalo aku hamil gimana� jawab shintya
�gak papa sayank,kn Cuma sekali,besok-besok nggak aku keluarkan didalam lagi deeh� jawabku meyakinkannya
�pokoknya kalau aku hamil kamu harus bertanggung jawab� cetus shintya
�iya sayank, aku pasti tanggung jawab kok� jawabku agar shintya merasa tenang
�janji ya� shintya meminta janji
�iya janji sayank� jawabku sambil mengecup keningnya.

Cerita Sex Pacarku Pecah Perawan � Tak berapalama neneknya pulang diantar om nya, dan aku berjabat tangan sambil aku berpamitan untuk pulang. Dan sesudah kejadian malam itu aku dan shintya sering melakukan hubungan intim, baik dirumahku waktu rumahku sepi, baik dirumah shintya, kadang week end kalau gak ada tempat kita juga kehotel untuk melampiaskan birahi kita berdua.

Cerita Sex Sebisa Aku Tahan

Cerita dewasa terbaru

Cerita dewasa terbaru Cristi adalah pacarku dulu, dia termasuk wania yang manis seksi dengan kulit putih mulus, payudaranya lumayan besar, saat kita pacaran kita belum pernah melakukan bersenggama, biasanya jika aku jalan sama dia jika tidak bisa menahan nafsu aku akhirnya hanya ora, Cristi dirumah mempunyai 2 adek perempuan yang manis dengan kakaknya, namanya Elsa dia mempunyai payudara yang lebih besar ketimbang Cristi.
Cerita Dewasa Sebisa Aku Tahan
Cerita Sex Pasangan Sange, ngentot Pasangan Sange, tempek Pasangan Sange, Pasangan Sange ngesex, Pasangan Sange dientot, kentu Pasangan Sange, Pasangan Sange hot, cerita Pasangan Sange
Cerita Mesum Sebisa Aku Tahan
Menurut kakaknya, ukurannya 36B. Inilah yang selalu menjadi perhatianku kalau aku sedang ngapel ke rumah Cristi. Payudaranya yang berayun-ayun kalau sedang berjalan, membuat penisku berdiri tegak karena membayangkan betapa enaknya memegang payudaranya. Cerita dewasa ngentot dengan sepupu

Sedangkan adiknya yang kedua masih kelas 2 SMP. Namanya Agnes. Tidak seperti kedua kakaknya, kulitnya berwarna sawo matang. Tubuhnya semampai seperti seorang model cat walk. Payudaranya baru tumbuh. Sehingga kalau memakai baju yang ketat, hanya terlihat tonjolan kecil dengan puting yang mencuat. Walaupun begitu, gerak-geriknya sangat sensual.

Pada suatu hari, saat di rumah Cristi sedang tidak ada orang, aku datang ke rumahnya. Wah, pikiranku langsung terbang ke mana-mana. Apalagi Cristi mengenakan daster dengan potongan dada yang rendah berwarna hijau muda sehingga terlihat kontras dengan kulitnya.

Kebetulan saat itu aku membawa VCD yang baru saja kubeli. Maksudku ingin kutonton berdua dengan Cristi. Baru saja hendak kupencet tombol play, tiba-tiba Cristi menyodorkan sebuah VCD porno. “Hei, dapat darimana sayang?” tanyaku sedikit terkejut. “Dari teman.

Tadi dia titip ke Cristi karena takut ketahuan ibunya”, katanya sambil duduk di pangkuanku. “Nonton ini aja ya sayang.

Cristi kan belum pernah nonton yang kayak gini, ya?” pintanya sedikit memaksa.

“Oke, terserah kamu”, jawabku sambil menyalakan TV.

Beberapa menit kemudian, kami terpaku pada adegan panas demi adegan panas yang ditampilkan. Tanpa terasa penisku mengeras. Menusuk-nusuk pantat Cristi yang duduk di pangkuanku. Cristi pun memandang ke arahku sambil tersenyum.

Rupanya dia juga merasakan. “Ehm, kamu udah terangsang ya sayang?” tanyanya sambil mendesah dan kemudian mengulum telingaku. Aku hanya bisa tersenyum kegelian. Lalu tanpa basa-basi kuraih bibirnya yang merah dan langsung kucium, kujilat dengan penuh nafsu.

Jari-jemari Cristi yang mungil mengelus-elus penisku yang semakin mengeras. Lalu beberapa saat kemudian, tanpa kami sadari ternyata kami sudah telanjang bulat. Segera saja Cristi kugendong menuju kamarnya.

Di kamarnya yang nyaman kami mulai melakukan foreplay. Kuremas payudaranya yang kiri. Sedangkan yang kanan kukulum putingnya yang mengeras. Kurasakan payudaranya semakin mengeras dan kenyal. Kuganti posisi.

Sekarang lidahku liar menjilati vaginanya yang basah. Kuraih klitorisnya, dan kugigit dengan lembut.

“Aahh… ahh… sa.. sayang, Cristi udah nggak kuat… emh… ahh… Cristi udah mau keluar… aackh… ahh… ahh!” Kurasakan ada cairan hangat yang membasahi mukaku. Setelah itu, kudekatkan penisku ke arah mulutnya.

Tangan Cristi meremas batangku sambil mengocoknya dengan perlahan, sedangkan lidahnya memainkan buah pelirku sambil sesekali mengulumnya. Setelah puas bermain dengan buah pelirku, Cristi mulai memasukkan penisku ke dalam mulutnya.

Mulutnya yang mungil tidak muat saat penisku masuk seluruhnya. Tapi kuakui sedotannya memang nikmat sekali. Sambil terus mengulum dan mengocok batang penisku, Cristi memainkan puting susuku. Sehingga membuatku hampir ejakulasi di mulutnya. Untung masih dapat kutahan.

Aku tidak mau keluar dulu sebelum merasakan penisku masuk ke dalam vaginanya yang masih perawan itu.

Saat sedang hot-hotnya, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Aku dan Cristi terkejut bukan main. Ternyata yang datang adalah kedua adiknya. Keduanya spontan berteriak kaget. “Kak Cristi, apa-apan sih? Gimana kalau ketahuan Mama?” teriak Agnes.

Sedangkan Elsa hanya menunduk malu. Aku dan Cristi saling berpandangan. Kemudian aku bergerak mendekati Agnes. Melihatku yang telanjang bulat dengan penis yang berdiri tegak, membuat Agnes berteriak tertahan sambil menutup matanya.

“Iih… Kakak!” jeritnya. “Itunya berdiri!” katanya lagi sambil menunjuk penisku. Aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya. Setelah dekat, kurangkul dia sambil berkata, “Agnes, Kakak sama Kak Cristi kan nggak ngapa-ngapain.

Kita kan lagi pacaran. Yang namanya orang pacaran ya… kayak begini ini. Nanti kalo Agnes dapet pacar, pasti ngelakuin yang kayak begini juga. Agnes udah bisa apa belum?” tanyaku sambil mengelus pipinya yang halus.

Agnes menggeleng perlahan. “Mau nggak Kakak ajarin?” tanyaku lagi. Kali ini sambil meremas pantatnya yang padat.

“Mmh, Agnes malu ah Kak”, desahnya.

“Kenapa musti malu? Agnes suka nggak sama Kakak?” kataku sambil menciumi belakang lehernya yang ditumbuhi rambut halus.

“Ahh, i.. iya. Agnes udah lama suka ama Kakak. Tapinya nggak enak sama Kak Cristi”, jawabnya sambil memejamkan mata.

Tampaknya Agnes menikmati ciumanku di lehernya. Setelah puas menciumi leher Agnes, aku beralih ke Elsa.

“Kalo Elsa gimana? Suka nggak ama Kakak?” Elsa mengangguk sambil kepalanya masih tertunduk. “Ya udah. Kalo gitu tunggu apa lagi”, kataku sambil menggandeng keduanya ke arah tempat tidur. Elsa duduk di pinggiran tempat tidur sambil kusuruh untuk mengulum penisku.

Pertamanya sih dia nggak mau, tapi setelah kurayu sambil kuraba payudaranya yang besar itu, Elsa mau juga. Bahkan setelah beberapa kali memasukkan penisku ke dalam mulutnya, Elsa tampaknya sangat menikmati tugasnya itu.

Sementara Elsa sedang memainkan penisku, aku mulai merayu Agnes. “Agnes, bajunya Kakak buka ya?” pintaku sedikit memaksa sambil mulai membuka kancing baju sekolahnya. Lalu kulanjutkan dengan membuka roknya.

Ketika roknya jatuh ke lantai, terlihat CD-nya sudah mulai basah. Segera saja kulumat bibirnya dengan bibirku. Lidahku bergerak-gerak menjilati lidahnya. Agnes pun kemudian melakukan hal yang sama. Sambil tetap menciumi bibirnya, tanganku bermaksud membuka BH-nya.

Tapi segera ditepiskannya tanganku. “Jangan Kak, malu. Dada Agnes kan kecil”, katanya sambil menutupi dadanya dengan tangannya. Dengan tersenyum kuajak dia menuju ke kaca yang ada di meja rias. Kusuruh dia berkaca.

Sementara aku ada di belakangnya. “Dibuka dulu ya!” kataku membuka kancing BH-nya sambil menciumi lehernya. Setelah BH-nya kujatuhkan ke lantai, payudaranya kuremas perlahan sambil memainkan putingnya yang berwarna coklat muda dan sudah mengeras itu.

“Nah, kamu lihat sendiri kan. Biar dada kamu kecil, tapi kan bentuknya bagus. Lagian kamu kan emang masih kecil, wajar aja kalo dada kamu kecil. Nanti kalo udah gede, dada kamu pasti ikutan gede juga”, kataku sambil mengusapkan penisku ke belahan pantatnya.

Agnes mendesah keenakan. Kepalanya bersandar ke dadaku. Tangannya terkulai lemas. Hanya nafasnya saja yang kudengar makin memburu. Segera kugendong dia menuju ke tempat tidur. Kutidurkan dan kupelorotkan CD-nya.

Bulu kemaluannya masih sangat jarang. Menyerupai bulu halus yang tumbuh di tangannya. Kulebarkan kakinya agar mudah menuju ke vaginanya. Kucium dengan lembut sambil sesekali kujilat klitorisnya. Sementara Elsa kusuruh untuk meremas-remas payudaranya adiknya itu.

“Aahh… ach… ge… geli Kak. Tapi nikmat sekali, aahh terus Kak. Jangan berhenti. Mmh… aahh… ahh.” Setelah puas dengan vagina Agnes. Aku menarik Elsa menjauh sedikit dari tempat tidur. Cristi kusuruh meneruskan. Lalu dengan gaya 69, Cristi menyuruh Agnes menjilati vaginanya. Sementara itu, aku mulai mencumbu Elsa.

Kubuka kaos ketatnya dengan terburu-buru. Lalu segera kubuka BH-nya. Sehingga payudaranya yang besar bergoyang-goyang di depan mukaku.

“Wow, tete kamu bagus banget. Apalagi putingnya, merah banget kayak permen”, godaku sambil meremas-remas payudaranya dan mengulum putingnya yang besar. Sedangkan Elsa hanya tersenyum malu.

“Ahh, ah Kakak, bisa aja”, katanya sambil tangan kirinya mengelus kepalaku dan tangan kanannya berusaha manjangkau penisku. Melihat dia kesulitan, segera kudekatkan penisku dan kutekan-tekankan ke vaginanya.

Sambil mendesah keenakan, tangannya mengocok penisku. Karena kurasakan air maniku hampir saja muncrat, segera kuhentikan kocokannya yang benar-benar nikmat itu. Harus kuakui, kocokannya lebih nikmat daripada Cristi.

Setelah menenangkan diri agar air maniku tidak keluar dulu, aku mulai melorotkan CD-nya yang sudah basah kuyup. Begitu terbuka, terlihat bulu kemaluannya lebat sekali, walaupun tidak selebat Cristi, sehingga membuatku sedikit kesulitan melihat vaginanya.

Setelah kusibakkan, baru terlihat vaginanya yang berair. Kusuruh Elsa mengangkang lebih lebar lagi agar memudahkanku menjilat vaginanya. Kujilat dan kuciumi vaginanya. Kepalaku dijepit oleh kedua pahanya yang putih mulus dan padat.

Nyaman sekali pikirku. “aahh, Kak… Elsa mau pipiss…” erangnya sambil meremas pundakku. “Keluarin aja. Jangan ditahan”, kataku. Baru selesai ngomong, dari vaginanya terpancar air yang lumayan banyak. Bahkan penisku sempat terguyur oleh pipisnya.

Wah nikmat sekali jeritku dalam hati. Hangat. Setelah selesai, kuajak Elsa kembali ke tempat tidur. Kulihat Cristi dan Agnes sedang asyik berciuman sambil tangan keduanya memainkan vaginanya masing-masing.

Sementara di sprei terlihat ada banyak cairan. Rupanya keduanya sudah sempat ejakulasi. Karena Cristi adalah pacarku, maka ia yang dapat kesempatan pertama untuk merasakan penisku. Kusuruh Cristi nungging.

“Sayang, Cristi udah lama nunggu saat-saat ini”, katanya sambil mengambil posisi nungging. Setelah sebelumnya sempat mencium bibirku dan kemudian mengecup penisku dengan mesra. Tanpa berlama-lama lagi, kuarahkan penisku ke vaginanya yang sedikit membuka. Lalu mulai kumasukkan sedikit demi sedikit.

Vaginanya masih sangat sempit. Tapi tetap kupaksakan. Dengan hentakan, kutekan penisku agar lebih masuk ke dalam. “Aachk! Sayang, sa… sakit! aahhck… ahhck…” Cristi mengerang tetapi aku tak peduli. Penisku terus kuhunjamkan.

Sehingga akhirnya penisku seluruhnya masuk ke dalam vaginanya. Kuistirahatkan penisku sebentar. Kurasakan vaginanya berdenyut-denyut. Membuatku ingin beraksi lagi. Kumulai lagi kocokan penisku di dalam vaginanya yang basah sehingga memudahkan penisku untuk bergerak.

Kutarik penisku dengan perlahan-lahan membuatnya menggeliat dalam kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Makin kupercepat kocokanku. Tiba-tiba tubuh Cristi menggeliat dengan liar dan mengerang dengan keras.

Kemudian tubuhnya kembali melemas dengan nafas yang memburu. Kurasakan penisku bagai disemprot oleh air hangat. Rupanya Cristi sudah ejakulasi. Kucabut penisku dari vaginanya. Terlihat ada cairan yang menetes dari vaginanya.

“Kok ada darahnya sayang?” tanya Cristi terkejut ketika melihat ke vaginanya. “Kan baru pertama kali”, balas Cristi mesra. “Udah, nggak apa-apa. Yang penting nikmat kan sayang?” kataku menenangkannya sambil mengeluskan penisku ke mulut Elsa.

Cristi cuma tersenyum dan setelah kucium bibirnya, aku pindah ke Elsa. Sambil mengambil posisi mengangkang di atasnya, kudekatkan penisku ke mulutnya. Kusuruh mengulum sebentar. Lalu kuletakkan penisku di antara belahan payudaranya. Kemudian kudekatkan kedua payudaranya sehingga menjepit penisku.

Begitu penisku terjepit oleh payudaranya, kurasakan kehangatan. “Ooh… Elsa, hangat sekali. Seperti vagina”, kataku sambil memaju-mundurkan pinggulku. Elsa tertawa kegelian. Tapi sebentar kemudian yang terdengar dari mulutnya hanyalah desahan kenikmatan.

Setelah beberapa saat mengocok penisku dengan payudaranya, kutarik penisku dan kuarahkan ke mulut bawahnya. “Dimasukin sekarang ya?” kataku sambil mengusapkan penisku ke bibir kewanitaannya. Kusuruh Elsa lebih mengangkang.

Kupegang penisku dan kemudian kumasukkan ke dalam kewanitaannya. Dibanding Cristi, vagina Elsa lebih mudah dimasuki karena lebih lebar. Kedua jarinya membuka kewanitaannya agar lebih gampang dimasuki.

Sama seperti kakaknya, Elsa sempat mengerang kesakitan. Tapi tampaknya tidak begitu dipedulikannnya. Kenikmatan hubungan seks yang belum pernah dia rasakan mengalahkan perasaan apapun yang dia rasakan saat itu. Kupercepat kocokanku.

“Aahh… aahh… aacchk… Kak terus Kak… ahh… ahh… mmh… aahh… Elsa udah mau ke… keluar.” Mendengar itu, semakin dalam kutanamkan penisku dan semakin kupercepat kocokanku.

“Aahh… Kak… Elsa keluar! mmh… aahh… ahh…” Segera kucabut penisku. Dan kemudian dari bibir kemaluannya mengalir cairan yang sangat banyak. “Elsa, nikmat khan?” tanyaku sambil menyuruh Agnes mendekat.

“Enak sekali Kak. Elsa belum pernah ngerasain yang kayak gitu. Boleh kan Elsa ngerasain lagi?” tanyanya dengan mata yang sayu dan senyum yang tersungging di bibirnya. Aku mengangguk. Dengan gerakan lamban, Elsa pindah mendekati Cristi.

Yang kemudian disambut dengan ciuman mesra oleh Cristi. “Nah, sekarang giliran kamu”, kataku sambil merangkul pundak Agnes. Kemudian, untuk merangsangnya kembali, kurendahkan tubuhku dan kumainkan payudaranya.

Bisa kudengar jantungnya berdegup dengan keras. “Agnes jangan tegang ya. Rileks aja”, bujukku sambil membelai-belai vaginanya yang mulai basah. Agnes cuma mengangguk lemah. Kubaringkan tubuhku. Kubimbing Agnes agar duduk di atasku.

Setelah itu kuminta mendekatkan vaginanya ke mulutku. Setelah dekat, segera kucium dan kujilati dengan penuh nafsu. Kusuruh tangannya mengocok penisku. Beberapa saat kemudian, “Kak… aahh… ada yang… mau… keluar dari memek Agnes… aahh… ahh”, erangnya sambil menggeliat-geliat. “Jangan ditahan Agnes.

Keluarin aja”, kataku sambil meringis kesakitan. Soalnya tangannya meremas penisku keras sekali. Baru saja aku selesai ngomong, vaginanya mengalir cairan hangat. “Aahh… aachk… nikmat sekali Kak… nikmat…” jerit Agnes dengan tangan meremas-remas payudaranya sendiri.

Setelah kujilati vaginanya, kusuruh dia jongkok di atas penisku. Begitu jongkok, kuangkat pinggulku sehingga kepala penisku menempel dengan bibir vaginanya. Kubuka vaginanya dengan jari-jariku, dan kusuruh dia turun sedikit-sedikit.

Vaginanya sempit sekali. Maklum, masih anak-anak. Penisku mulai masuk sedikit-sedikit. Agnes mengerang menahan sakit. Kulihat darah mengalir sedikit dari vaginanya. Rupanya selaput daranya sudah berhasil kutembus. Setelah setengah dari penisku masuk, kutekan pinggulnya dengan keras sehingga akhirnya penisku masuk semua ke vaginanya.

Hentakan yang cukup keras tadi membuat Agnes menjerit kesakitan. Untuk mengurangi rasa sakitnya, kuraba payudaranya dan kuremas-remas dengan lembut. Setelah Agnes merasa nikmat, baru kuteruskan mengocok vaginanya.

Lama-kelamaan Agnes mulai menikmati kocokanku. Kunaik-turunkan tubuhnya sehingga penisku makin dalam menghunjam ke dalam vaginanya yang semakin basah. Kubimbing tubuhnya agar naik turun.

“Aahh… aahh… aachk… Kak… Agnes… mau keluar… lagi”, katanya sambil terengah-engah. Selesai berbicara, penisku kembali disiram dengan cairan hangat. Bahkan lebih hangat dari kedua kakaknya. Begitu selesai ejakulasi, Agnes terkulai lemas dan memelukku.

Kuangkat wajahnya, kubelai rambutnya dan kulumat bibirnya dengan mesra. Setelah kududukkan Agnes di sebelahku, kupanggil kedua kakaknya agar mendekat. Kemudian aku berdiri dan mendekatkan penisku ke muka mereka bertiga.

Kukocok penisku dengan tanganku. Aku sudah tidak tahan lagi. Mereka secara bergantian mengulum penisku. Membantuku mengeluarkan air mani yang sejak tadi kutahan. Makin lama semakin cepat. Dan akhirnya, crooottt… croott… creet… creet! Air maniku memancar banyak sekali.

Membasahi wajah kakak beradik itu. Kukocok penisku lebih cepat lagi agar keluar lebih banyak. Setelah air maniku tidak keluar lagi, ketiganya tanpa disuruh menjilati air mani yang masih menetes. Lalu kemudian menjilati wajah mereka sendiri bergantian.

Setelah selesai, kubaringkan diriku, dan ketiganya kemudian merangkulku. Agnes di kananku, Elsa di samping kiriku, sedangkan Cristi tiduran di tubuhku sambil mencium bibirku. Kami berempat akhirnya tertidur kecapaian.

Apalagi aku, sepanjang pengalamanku berhubungan seks, belum pernah aku merasakan yang senikmat ini. Dengan tiga orang gadis, adik kakak, masih perawan pula semuanya.

Ngentot Dengan Sepupu Yang Sedang Menumpang di Kost | Cerita dewasa sedarah

Cerita dewasa sedarah

Cerita dewasa bergambar : Kedua barbel kecil masing-masing seberat 5 kilogram terasa telah kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar.

Kalau dibandingkan dengan atlet binaraga, aku tak kalah indahnya. Aku hanya tersenyum sambil kemudian menaruh kedua barbelku dan menyeka keringat di dahi. Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22:39 tepat.

Ya, memang pada jam-jam seperti ini aku biasa olahraga berat untuk membentuk otot-otot di tubuhku. Suasana sepi dan udara sejuk sangat aku sukai. Kamar kost-ku di pinggiran utara kota Jogja memang menawarkan hawa dinginnya. Itulah sebabnya aku sangat betah kost di sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester delapan ini. ngentot dengan sepupu.

Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengan telanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo matang gelap. Rambut kasar memenuhi hampir di seluruh kedua lengan tangan dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku.

Rambutnya tumbuh subur dengan batang zakarnya yang selalu terhangati olehnya. Kuraba-raba batang kemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini. Hmm, ouh, mengasyikan sekali. Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku. ngentot dengan sepupu.

Dengan sambil duduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan oleh seorang wanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 16 centimeter dengan garis lingkar yang 5 centimeter! Mataku hanya merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini.

Perlahan-lahan aku mulai melumuri batang zakarku dengan air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, aku terus menerus melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ke tempo cepat.

Aku tengah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar biasa ketika tiba-tiba pintu kamar kost-ku diketok pelan-pelan. Sial, aku sejenak terperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukup lama sekali tak pernah kudengar. ngentot dengan sepupu.
�Mas, Mas Wid? Ini aku, Irma!� baca juga Cerita dewasa kakak ngentot dengan adiknya

Irma? Adik sepupuku dari Pekalongan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jogja? Gila! Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membukakannya. �Irma?� ucapku sambil menggeser posisiku berdiri untuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini.

Irma terus saja masuk ke dalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar, sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian. Pintu kembali kututup dan kukunci. Aku hanya menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel Irma.

Tak berapa lama Irma keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini Irma hanya memakai kaos oblong khas Jogja. Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi. ngentot dengan sepupu.

Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas. �Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekolahan lalu dimarahi Bapak Ibumu?� tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya, Irma hanya terdiam saja. Anak SMU kelas dua ini memang bandel. Mungkin sifat tomboynya yang membuat dirinya begitu.

Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datang mendadak minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungan keluarganya.

Irma hanya berdiri termangu di depan cermin olah ragaku. Walau wajahnya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini. ngentot dengan sepupu.
�Lama ya Mas, Irma nggak ke sini.� baca juga Cerita dewasa gairah sex abg

�Hampir lima tahun,� jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil.
�Berantem lagi, ya? Gila!� seruku kaget menyadari memar-memar di leher, wajah, kaki, dan entah dimana lagi.

�Irma kalah, Mas. Dikeroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua, ouih. Mas, jangan bilang sama Bapak Ibu ya, kalau Irma kesini. Aduh..!� teriak tertahan Irma mengaduh pada dadanya.
�Apa yang kamu rasakan Ir? Dimana sakitnya, dimana?� tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh.

Tapi dengan kuat Irma dapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku.
�Seluruh tubuhku rasanya sakit dan pegal semua, Mas, ouh!�

�Biar Mas lihat, ya? Nggak apa-apa khan? Nggak malu, to?� desakku yang terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh Irma yang bongsor ketat. Irma hanya mengangguk kalem.

�Ah, Mas Wid. Irma malah pengin seperti dulu lagi, kita mandi bareng.. Irma kangen sama pijitan Mas Wid!� ujar Irma tersenyum malu.

Edan! Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat. Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak menyodok keluar. Dan Irma dapat pula melihatnya! Perlahan kulepas kaos oblong Irma.

Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berenda ketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya. ngentot dengan sepupu.

Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya, lalu leher dan terus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dadanya yang ranum ini. �Mas Wid.. enak sekali Mas, teruskan yaa.. ouh, ouh..!� pinta mulut Irma sambil merem-melek. Mulutku kini maju ke dada Irma. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang coklat kehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya.

Sementara kedua jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut Irma makin merintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. Irma menantangku, sedotan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingi dengan memilin-milin puting-puting susu tersebut secara gemas. ngentot dengan sepupu.

�Auuh, aduh Mas Wid, lebih keras.. lebih kencang, ouh!� menggelinjang tubuh Irma sambil berpegangan pada kedua pundakku. Puting Irma memang kenyal dan mengasyikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu Irma telah mengeras total. Aku merendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil Irma, menyapu perutnya dan terus ke bawah lagi.

Rambut kemaluan Irma rupanya dicukur habis, sehingga yang tampak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibir kemaluan Irma dengan penuh nafsu. Aku terus mendesakkan mulutku ke dalam liang kemaluannya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorisnya di dalam sana. Irma benar-benar sangat menggairahkan.

Dalam masalah seks, aku memang memliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalau dibandingkan, Irma lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanya melumat-lumat bibir kemaluan Irma, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas, menggigit kecil serta menjilat-jilat. ngentot dengan sepupu.

Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri. Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerjang liang kemaluan lawan. Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta Irma untuk jongkok di depanku.

Gadis itu menurut saja. �Buka mulutmu, Dik. Buka!� pintaku sambil membimbing batang kemaluanku ke dalam mulut Irma. Gadis itu semula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya Irma menurut saja. Irma mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluanku sembari meremas-remas buah zakarku.

Ahk, sungguh indah dan menggairahkan. Perbuatan Irma ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari Irma kadangkala menyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku, lalu menelannya dan melumat-lumat dengan girang.

�Teruskan Dik, teruskan, yeeahh, ouh.. ouh.. auh!� teriakku kegelian. Keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta menusuk-nusukan batang kemaluanku ke dalam mulut Irma, sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian senang. Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku muntahkan spermaku di dalam mulut Irma yang masih mengulum ujung batang kemlauanku.

�Croot.. creet.. crret..!�

�Ditelan Dik, ayo ditelan habis, dan bersihkan lepotannya!� pintaku yang dituruti saja oleh Irma yang semula hendak memuntahkannya. Aku sedikit dapat bernafas lega. Irma telah menjilati dan membersihkan lepotan air maniku di sekujur ujung zakar.

�Maass, ouh, rasanya aneh..!� ujar Irma sambil kuminta berdiri. Sesaat lamanya kami saling pandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu menggelitik birahiku kembali. ngentot dengan sepupu.

�Ayo Dik, menungging di depan cermin itu!� pintaku sambil mengarahkan tubuh Irma untuk menungging. Irma manut. Dengan cepat aku terus membenamkan batang kemaluanku ke liang kemaluan Irma lewat belakang dan melakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali.

�Aduuh, auuh.. ouh.. ouh.. aah.. ouh, sakit, sakit Mas!� teriak-teriak mulut Irma merem-melek. Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkosa dengan hebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya, aku menari-narikan batang kemaluanku pada liang kemaluan Irma.

�Sakiit.. ouhh..!�
�Blesep.. slep.. sleep..� suara tusukan persetubuhan itu begitu indah.
Irma terus saja menggelinjang hebat.

Aku segera mencabut batang kemaluanku, membalikkan posisi tubuh Irma yang kini telentang dengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya. sementara kedua tangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untuk menyetubuhi Irma. ngentot dengan sepupu.

�Ouuh.. aahhk.. ouh.. ouh..!�

Dengan menopang tubuhku berpegangan pada buah dadanya, aku terus kian ganas tanpa ampun lagi menikam-nikam kemaluan Irma dengan batang kemaluanku.

�Crroot.. cret.. creet..!�

Menyemprot air mani zakarku di dalam liang kemaluan Irma. �Maas.. ouuh.. aduh.. aahk!� teriak Irma yang langsung agak lunglai lemas, sementara aku berbaring menindih tubuh bugilnya dengan batang kemaluanku yang masih tetap menancap di dalam kemaluanya. ngentot dengan sepupu.

�Dik Irma, bagaimana kalau adik pindah sekolah di Jogja saja. Kita kontrak satu rumah.. hmm?� tanyaku sambil menciumi mulut tebal sensual Irma yang juga membalasku. �Irma sudi-sudi saja, Mas. Ouh..�

Entah, karena kelelehan kami, akhirnya tidur adalah pilihannya. END